
" Terimakasih Rose", ucap Ranti.
* Sama-sama Tuan, Rose juga akan memberikan Tuan Hadiah 25 ribu Pohon Kelapa jenis unggul, agar hasil Kelapa Tuan bisa 3x lebih banyak dari kelapa pada umumnya, selain itu kelapa unggul akan mulai berproduksi pada usia 3 tahun, dan masa berbuah 25 tahun, akan tetapi, pada usia 20 keatas buahnya sudah menurun, dan waktunya Tuan mulai menanam kembali secara bertahap",ucap Rose.
" Terimakasih Rose, ucap Ranti.
Sesaat kemudian Ranti tiba di depan rumah pak Guru yang baik hati itu, beliau bernama Pak Sumanga.
" Selamat Sore, bisa saya berbicara dengan Pak Guru Sumanga", sapa Ranti.
" Maaf, dengan saya saya sendiri", jawab Pak Sumanga,
" Saya Ranti Putri, saya ingin bertemu dengan keluarga Lamasituju", ucap Ranti.
" Maaf kalau boleh tau anda dengan siapa, saya baru saja memiliki hak atas guna lahan milik pemerintah, dan ada laporan bahwa di lahan saya ada 1 keluarga yang tinggal di situ, jadi saya berniat ingin memindahkan mereka ketempat yang lebih baik dan layak, karena menurut laporan, keluarga ini di usir warga sini, dan hanya keluarga bapak yang masih peduli dengan mereka, tolong antar saya ke tempat keluarga, hari ini juga mereka akan saya pindahkan ke kota kecamatan, rumah dan semuanya sudah siap", ucap Ranti.
" Terimakasih jika memang anda berniat baik, tapi maaf tolong jangan membohongi mereka, keluarga itu sudah sangat menderita", ucap Pak Sumanga.
" Tenang saja, saya akan merubah hidup mereka dan juga bapak sekeluarga, karena saya juga sudah menyiapkan rumah yang bagus buat bapak sekeluarga, untuk apa menyakiti orang baik seperti kalian, tolong antar saya kesana, karena malam ini juga saya harus kembali ke Surabaya", ucap Ranti.
" Baiklah saya akan mengantar anda", Ucap pak Sumanga yang berusaha percaya dengan omongan Ranti.
" Suruh istri dan Putri bapak berkemas, hari ini juga kalian pindah bersama dengan keluarga Lamasituju", ucap Ranti.
" Jangan pikirkan keluarga saya, asalkan keluarga Lamasituju bisa dapat kehidupan yang layak, saya sudah senang, itu artinya mereka mendapatkan rezeki dari Tuhan lewat anda Nona", ucap Pak Sumanga.
Sepanjang perjalanan pak Sumanga menceritakan seperti apa keluarga Lamasituju dan perihal kasus tersebut, ternyata keluarga Lamasituju adalah keluarga pendatang, walau sebenarnya nenek dari pak Lamasituju adalah penduduk asli kampung tersebut, kemudian menikah dengan suaminya yang berasal dari kecamatan berbeda.
Karena orangtua dari Pak Lamasituju tidak pernah pulang kampung jadi keluarga pak Lamasituju dianggap pendatang, keluarga dari neneknya pak Lamasituju tidak mengakui mereka sebagai sebagai keluarga, karena mereka takut kedatangan mereka hanya akan merebut harta nenek Pak Lamasituju dari tangan keluarga neneknya.
Melewati jalan yang beraspal sederhana sepanjang 5 km membuat perjalanan mereka sedikit lama, namun akhirnya bisa sampai juga.
Tiba di gubuk yang terlihat lumayan rapi, membuat Ranti sedikit senang, sementara itu pak Sumanga masuk ke gubuk itu dan menyapa keluarga Lamasituju.
" Selamat sore Pak Danny Lamasituju, apa kabarnya dan mana ibu Orpa, serta kedua anakmu dan cucumu? tanya pak Sumanga.
" Mereka ada di dapur, kecuali putra saya lagi belah kayu bakar", Ucap Pak Danny Lamasituju.
" Tolong panggilkan mereka semua", ucap Pak Sumanga.
Tak lama seluruh anggota keluarga Pak Danny Lamasituju berkumpul.
" Pak Danny dan Orpa, kenalkan Nona Muda ini bernama Ranti Putri, pemilik lahan ini, dan hari bapak dan ibu sekeluarga akan di pindahkan dari lahan ini ", ucap Pak Sumanga.
" Maaf Nona Muda, tolong ijinkan kami tinggal disini, kami sudah tidak punya apa-apa, kasih kami waktu 3 bulan untuk cari tempat baru", ucap Pak Lamasituju.
" Kenalkan nama saya Ranti Putri, jangan kuatir bapak ibu, saya datang bukan mengusir bapak sekeluarga, saya justru kesini ingin memberikan bapak sekeluarga kehidupan yang layak", ucap Ranti.
" Maaf kami kurang paham maksud Nona Ranti", Ucap Pak Lamasituju.
" Mulai malam ini kalian tidak lagi tinggal di gubuk ini, silahkan ambil barang yang dianggap berharga, kalau pakaian dan peralatan dapur, serta perabotan di gubuk ini, kalian biarkan saja, semua sudah disiapkan oleh Tim saya",ucap Ranti.
" Kami mau di bawa kemana Nona Ranti? tanya istri pak Lamasituju.
" Kerumah baru kalian di kota di kota kecamatan, rumah sudah atas nama kalian, dan semuanya sudah beres, kalian tinggal ikut saja dengan saya, Percayalah kalian pasti akan senang dan mulai malam ini hidup kalian akan berubah", ucap Ranti.
" b,apak dan ibu Lamasituju, saya dan keluarga juga di suruh Nona Ranti pindah ke kota kecamatan", ucap Pak Sumanga.
" Baiklah Nona Ranti, kami ikut dengan anda, kami hanya bawa surat - surat dan ijazah anak-anak kami", ucap pak Lamasituju pasrah.
Tim Ranti segera mengajak keluarga Pak Lamasituju agar masuk mobil, kemudian mereka pergi dari gubuk itu menuju perkampungan untuk menjemput istri dan anak pak Sumanga.
Tiba di rumah Pak Sumanga, para tetangga segera berkumpul.
__ADS_1
" Bu Sumanga, saya dengar keluarga ibu akan pindah ke kecamatan, dan saya heran kenapa kalian masih memperhatikan keluarga Lamasituju itu", ucap salah seorang tetangga.
" Benar kami akan pindah, kami juga disini hanya keluarga biasa saja, soal hubungan kami dengan keluarga Lamasituju itu urusan kami, keluarga Lamasituju tidak pernah berbuat salah kepada kami, bahkan seluruh warga kampung ini tidak pernah dirugikan oleh mereka, saya tanya kepada ibu, apa kesalahan keluarga Lamasituju kepada keluarga ibu hingga keluarga ibu membencinya? tanya Bu Sumanga.
" Memangnya kalau tidak kami tidak suka mereka dengan mereka harus ada alasannya", ketus ibu itu.
" Ibu sendiri bingung dengan pertanyaan saya, jadi pahami dulu segala sesuatu baru bisa mengambil keputusan, Suami saya selalu berkeyakinan bahwa semua manusia itu sama di mata Tuhan", ucap Bu Sumanga.
" Bu ayo naik, apa surat - surat dan dokumen penting sudah dirapikan untuk di bawa sore ini ? tanya pak Sumanga yang berusaja tiba.
" Sudah pah, anak kita juga sudah siap, berkas-berkas miliknya sudah di masukkan ke tas tinggal berangkat saja", ucap Bu Sumanga.
" Ya sudah kalau begitu panggil anak kita dan Ayo kita berangkat, keluarga Pak Lamasituju sudah berada di mobil, ibu naik dan putri kita naik mobil saja saya naik motor", ucap pak Sumanga.
" Motornya di masukin ke dalam rumah saja, di sana sudah ada motor baru buat bapak", ucap Tim Ranti.
Pak Sumanga hanya pasrah dan meninggalkan motornya kemudian naik ke mobil Hiace bersama keluarga Pak Lamasituju.
Tepat jam 6 sore mereka tiba di sebuah lahan yang besar, dan berdiri 3 rumah besar, lahan kedua rumah itu masing-masing 2500 meter, jadi terdapat halaman yang luas, Terlebih dahulu Ranti mengantar keluarga Pak Sumanga.
" Pak Sumanga, ini surat rumah bapak atas nama Bapak dan sebentar lagi ada hadiah yang akan datang, silahkan masuk dan cek isi rumahnya", ucap Ranti kemudian membuka pintu rumah tersebut.
Seketika, keluarga Pak Sumanga terkejut, bagaimana tidak sudah rumahnya besar, perabotan juga bisa di katakan berkualitas baik,
Mereka melihat isi rumah Tersebut, semua sudah lengkap, ada ruang tamu, ruang keluarga yang di lengkapi TV 52 inchi, ada ruang TV sendiri yang pasti di lengkapi TV dan perlengkapan audio.
Mereka masuk ke kamar masing-masing, dan kembali mereka terkejut, kamar mereka di lengkapi dengan kamar dengan kamar mandi, AC, walking closed, serta lemari penuh dengan pakaian, dan pasti kasur berkualitas baik.
Mereka turun ke lantai dasar, dan menuju ke area belakang, sebelum dapur terdapat ruang makan, dapur modern dengan perlengkapan modern, kulkas besar, kulkas daging, dan diarea paling belakang terdapat, 1 kamar pelayan, dan juga ada dapur kotor, tempat cuci baju dan menjemur, serta taman.
Disamping rumah terdapat garasi yang bisa parkir dua mobil seukuran Fortuner.
Keluarga pak Lamasituju juga kagum dengan rumah itu, dia belum tau jika keluarganya lebih beruntung.
" Pak Sumanga silahkan tanda tangan sesuai nama yang tertera pada dokumen itu", perintah Ranti.
Setelah semua dokumen baik mobil dan motor di tanda tangani, Ranti memberikan Tips kepada yang mengantarkan kendaraan - kendaraan itu.
" Pak Sumanga, Ambil ini, 2 ATM ini adalah untuk deposito, 1 buta bapak dan ibu dan satu lagi buat Putri bapak, isinya 20 milyar, besok datanglah ke Bank, dan ini ada 3 ATM, masing-masing berisi 3 milyar, untuk kalian bertiga, dan juga saya sudah belikan 2 ruko untuk kalian berusaha serta 2 ATM berisi masing-masing 5 milyar untuk modal usaha kalian.
Bapak dan ibu sudah silahkan buka usaha warung makan, sedangkan Putri bapak dan ibu silahkan buka konter HP dan dealer Pulsa, kalian tunggal masuk dan berusaha saja semua Peralatan masak dan barang keperluan warung makan sudah disiapkan, begitu juga dengan putri bapak, silahkan masuk dan langsung berusaha, semua isinya sudah disiapkan tinggal langsung berjualan, tapi Ruko tersebut baru mulai besok pagi, dan bulan depan baru kalian datang kesana tunggu orang saya datang menjemput kalian", ucap Ranti sambil menunjukkan sertifikat Ruko atas nama pak Sumanga, dan satu lagi atas nama Putrinya.
" Nona Ranti apakah semuanya ini, untuk kami, tapi kami tidak bisa menyetir mobil", ucap Pak Sumanga.
" Ambil SIM ini sesuai nama yang tertera, dan silahkan teteskan darah kalian dan rasakan keajaiban dari SIM itu", ucap Ranti.
Ketiga orang itu segera mengambil SIM sesuai mereka dan meneteskan darahnya, mereka merasakan sensasi yang luar biasa, mereka merasakan hangat di kepalanya dan tubuh mereka, pengetahuan tentang bagaimana menyetir mobil dan motor, serta keterampilan beladiri modern juga berbisnis.
" Bagaimana rasanya? tanya Ranti.
" Luar biasa Nona Ranti", ucap Pak Sumanga.
" Dan buat Kak Praycita Sumanga, telanlah Pill penambah Kecerdasan dan Memperkuat Jaringan Otak, agar bisa lebih fokus dalam belajar, dan kedepan setelah lulus, silahkan hubungi saya, agar langsung bekerja di perusahaan saya", ucap Ranti.
" Terimakasih Nona Ranti, ucap Praycita Sumanga dan langsung menelan Pill pemberian Ranti.
Seketika dia kembali merasakan hangat di kepalanya dan berbagai pengetahuan masuk ke pikirannya.
" Ini sangat menakjubkan, terimakasih sekali lagi Nona Ranti", ujar Praycita Sumanga.
" Dan ambil ini, semua catatan cara penggunaannya sudah ku tulis, bulan depan saya kesini lagi, harap apa yang kuberikan ini sudah kalian gunakan",ucap Ranti.
Dan ini hadiah saya paling terakhir, ini 3 unit handphone Samsung Galaxy S22 Ultra 5 G, 2 laptop untuk bapak dan kak Praycita, juga 3 tablet serta aksesoris lengkap dengan jam tangan.
__ADS_1
" Karena hari sudah mulai malam, saya pamit mengantar keluarga Lamasituju", ucap Ranti.
" Baik Nona Ranti, kami berjanji akan mengikuti semua arahan anda, tolong jika ke palu mampirlah di keluarga kami dan juga Pak Lamasituju", ucap Pak Sumanga.
" Pasti, keluarga kalian adalah orangku di Palu", ucap Ranti dan beranjak ke mobilnya.
Jarak rumah Pak Sumanga dan Lamasituju juga rumah putrinya hanya sederetan. Dan hanya berselang 10 menit Ranti memasuki sebuah rumah, dan terlihat ada jalan penghubung ke rumah yang satu lagi, hingga tidak perlu ke jalan umum untuk kerumah di sebelahnya.
Keluarga Pak Lamasituju terkejut melihat dua rumah yang saling terhubung dan keduanya sama-sama besar dan taman yang luas.
" Mari masuk, semua sudah lengkap, bahkan fasilitas rumah kalian lebih mewah dan lebih besar dari rumah Pak keluarga Pak Sumanga.
Untuk Keluarga Kalian saya berikan 2 rumah, Yang satu atas nama, Putra bapak dan satu lagi atas nama Putri bapak, agar kelak mereka tidak berebutan rumah.
" Saya juga memberikan kalian 3 unit mobil Toyota Corolla Cross, 1 untuk bapak dan ibu, serta seorang 1 untuk anak-anak bapak, 3 unit motor Nmax untuk bapak, ibu dan Putri kalian, serta 1 unit motor Kawasaki Ninja ZX 25 RR untuk putra kalian.
" Tidak hanya itu saja, Ini ada 3 ATM deposito, untuk bapak dan ibu serta seorang 1 untuk Putra dan putri kalian, deposito itu sudah saya isi masing-masing 25 Milyar. 4 ATM yang berisi masing-masing 5 milyar untuk biaya sehari-hari kalian,
Saya juga membelikan 2 Ruko dan lahan 2500 meter untuk gudang, saya sudah buatkan usaha toko bangunan dan sudah saya siapkan 1 unit mobil Truk, tapi kalian baru bisa kesana bulan depan, tunggu orang saya datang menjemput kalian kesana dan sekalian sertifikat nya akan di berikan.
Sekarang mari ikut saya ke kamar, saya ingin membuat tampilan kalian lebih baik lagi, kemudian Ranti menjelaskan apa yang akan dia lakukan, mereka setuju dengan proses yang Ranti ucapkan.
" Sekarang kalian berempat buka bajunya dan berbaring di atas tikar itu kemudian telan Pill ini", ucap Ranti sambil memberikan Pill Regenerasi Fisik dan Jaringan Sel.
Tanpa ada rasa malu, mereka semua sudah telanjang tunggal ****** ***** dan berbaring kemudian menekan Pill pemberian Ranti.
Dalam sekejap reaksi Pill itu sudah mulai mereka rasakan.
Setelah proses menyakitkan itu selesai, keempat Anggota keluarga itu tertidur.
Tim Ranti segera mempersiapkan air hangat, beberapa menit kemudian keempat orang itu bangun, mereka mendapati tubuh mereka terbalut dengan cairan Hitam.
Proses berendam dan mandi akhirnya selesai, kini penampilan mereka sudah berubah, apalagi mereka menggunakan pakaian yang lebih baik.
" Terimakasih Nona Ranti, kami siap melayani anda", ucap Pak Lamasituju.
" Biarkan toko bangunan itu di kelola oleh Kak Rima Naraya Lamasituju, sedangkan bapak besok akan di jemput oleh orang saya untuk bekerja di Proyek pembangunan Peternakan, perkebunan dan pertanian serta Proyek pembangunan pabrik minyak goreng dari Kopra.
" Selamat malam, kami mengantarkan 3 unit mobil Toyota Corolla Cross, dan 1 unit motor Kawasaki Ninja ZX 25 RR, dan 3 unit motor Nmax, mohon tanda tangan seluruh dokumen yang ada, ucap yang mengantar kendaraan - kendaraan itu.
Selesai urusan kendaraan dan yang mengantar juga sudah kembali bersama udang tips dari Ranti.
Ranti juga memberikan SIM mobil dan Motor kepada mereka berempat, dan mereka segera meneteskan darah mereka.
Mereka merasakan sensasi yang sama seperti keluarga pak Sumanga.
Rumah untuk Rima juga sudah full dengan perlengkapan sehari-hari kalian", ucap Ranti.
" Terimakasih Nona Ranti, kami sangat selalu setia melayani anda", ucap keluarga itu sambil membungkuk.
" Ambil juga masing-masing yang bertuliskan nama kalian", ucap Ranti dan meletakkan 4 kotak besar.
" Astaga Nona Ranti, ini handphone mahal", Ucap Rima Naraya.
" Pakailah dengan bijak, Ucap Ranti.
Selesai berbagi dengan Keluarga Lamasituju, kemudian Ranti bertanya.
" Nikmatilah, dan jangan sampai menjadi orang sombong", ucap Ranti.
" Saat ini sudah jam 8 malam, saya harus kembali ke Surabaya", ucap Ranti dan langsung naik mobilnya dan meninggalkan keluarga Lamasituju.
Setelah Ranti pergi, keluarga itu langsung menelan Pill Penambah Kecerdasan dan Memperkuat Jaringan Otak, hanya 15 detik untuk Prosesnya.
__ADS_1