
Tak terasa hari Sudah berganti, dan hari ini Ranti sangat bahagia karena dia dan Rindu sudah lulus SMA, Salma dan Armando memenangkan lomba Seni Suara, dan yang menyempurnakan kebahagiaan nya adalah PNSP per tadi malam di nyatakan bangkrut.
Para pemegang saham mulai berebutan aset, perusahaan - perusahaan kecil mulai bergerak, mereka ingin mengambil alih perusahaan itu.
Di kediaman Indrajati Patria, terlihat sudah pasrah, tabungan miliknya memang bagi sebagian masih terbilang banyak, 100 milyar, dan juga masih ada beberapa rumah yang cukup besar, apakah Indrajati Patria bisa bangkit lagi, jawaban bisa, akan tetapi perusahaannya tidak akan menjadi sebesar perusahaan sebelumnya.
Usaha kedua anaknya juga tidak hancur total, hanya saja, Mall - mall besar sudah mem-blacklist Panca dan usahanya, akhirnya dia harus membuka gerainya di ruko, dsn itupun dia tidak bisa lagi seenaknya.
Kalau Dwi, masih lebih beruntung, tapi sepak terjangnya yang berusaha atau bisa di katakan setengah memaksakan Yayasan Bintang Timur untuk bekerjasama dengannya.
Dwi dan Panca tak menyadari jika pergerakan mereka semuanya terpantau oleh Aplikasi Mata Dewa, Ranti hanya tersenyum melihat tingkah dari panca dan Dwi.
Kini acara pokok Ranti hari adalah menjamu seluruh teman-teman sekelas nya, Ranti sudah menyediakan semuanya, namun teman-temannya tetap membawa daging ayam dan ikan segar.
Padahal Ranti sudah menjanjikan akan memberikan memberikan daging sapi Wagyu, Ranti sengaja minta dikirimi daging sapi tersebut, tapi Ranti juga tidak bisa berbuat apa-apa.
Suasana dirumah Ranti hati ini sangat ramai, mereka tanpa beban membakar daging sambil ngobrol, saling mengatakan rencananya mau kuliah dimana, ada yang bilang kuliah di di Surabaya saja,ada yang ke Jakarta dan ada juga mau yang mau keluar negeri, namun rata-rata dari mereka kuliah di Surabaya saja, walau berbeda kampus tapi masih di Surabaya juga.
Ranti sendiri bingung mau kuliah dimana, apalagi sekarang ada Salma dan Armando yang harus dia jaga, jadi Ranti memutuskan untuk kuliah di Surabaya saja, tapi belum tahu ke universitas mana.
* Tuan sebaiknya anda mengambil kuliah online saja, karena sejujurnya Tuan sudah tidak perlu kuliah, tapi kalau boleh Rose sarankan ambil saja jurusan bisnis manajemen, agar lebih gampang', saran Rose.
" Baiklah saya ikut saja saran Rose, karena saya juga bingung mau kuliah apa, hanya saja di dunia ini orang akan melihat ijazah kita terlebih dahulu, dan bukan hanya itu nama kampus juga berpengaruh", ucap Ranti.
* Di jalani saja Tuan, Rose bisa membantu Tuan dalam proses kuliah nanti", ujar Rose.
Tak terasa hari sudah Sore, beberapa teman Ranti sudah pulang, kini tinggal Gilang, Pretty, Chelsea, si Kembar serta Gema, Yudi dan Kiran.
Pas sebelum Maghrib, akhirnya tinggal Ranti saja, tapi beruntunglah, teman- temannya sebelum pulang sempat membantu para pelayan membersihkan tempat acara, Ranti juga memanggil pak Beno agar datang mengambil daging ayam dan ikan yang belum sempat di bakar untuk di bawa pulang, serta Ranti memberikan masing-masing 2 kg daging sapi kepada para Security di kompleksnya.
Ranti masuk kamarnya dan membersihkan diri, saudara Ranti yang lain semuanya pada pergi, saat acara sudah selesai, di kamar Ranti hanya melihat situasi PNSP yang sudah runtuh.
" Rose berikan kompensasi kepada seluruh karyawan PNSP dari seluruh uang perusahaan yang kita Ambil, para direktur dan Manajer bagikan 2 milyar, kepala bagian 1 milyar, supervisor 500 juta untuk si bawah supervisor 200 juta, fan halus seluruh letusan kecil dan perusahaan fiktif.
* Baik Tuan, untuk kasus Fatimah Puspitasari sudah selesai dan hari Senin akan kami antar kerumah anak-anaknya", ucap Rose.
" Buatkan deposito berjangka buat ibu Fatimah sebesar 4 triliun dan 1 triliun buatkan rekening biasa di beberapa Bank, serta berikan berikan Pill Rekonstruksi Fisik dan Jaringan Sel, serta Serum Pembersih dan Kekebalan Tubuh, dan buat SIM", ucap Ranti.
* Baik Tuan, segera di laksanakan", jawab Rose.
Ranti yang sudah bersiap hendak Pergi, tiba-tiba handphonenya berdering, ternyata dari Maura Adelaide.
" Selamat malam Nona Muda, saya sudah menemukan lahan yang sangat bagus dan berada persis di 2 jalan utama, luasnya 10 hektar, sebagian lahan ada tanaman pala, Pemiliknya mematok harga 30 milyar, lahannya sangat bagus Nona Muda dan surat-suratnya lengkap", Lapor Maura Adelaide.
" Oke, segera urus, katakan kepada pemilik lahannya, saya akan datang hari Senin untuk melakukan pembayaran, oleh karena itu harap pemilik lahan Segera menyiapkan seluruh dokumennya", perintah Ranti.
" Saya lagi kebetulan sedang bersama dengan keluarga pemilik Lahan, dan penjualan tersebut telah di setujui oleh mereka sekeluarga", ucap Adelaide.
" Syukurlah, besok sore saya jemput saya di Bandara", perintah Ranti.
" Baik Nona Muda", jawab Maura Adelaide.
" Maura apa jawab bos kamu soal harga yang kami tawarkan? tanya pemilik lahan.
" Tidak ada masalah soal harga, besok sore dia sudah sampai, tapi nanti hari Senin baru di adakan pembayarannya, harap bapak dan ibu memberitahukan kepada pemerintah desa bahwa pihak pembeli setuju", ucap Maura.
" Terimakasih Maura, kamu sudah menolong keluarga saya, Ucap Miky yang ternyata adalah teman sekolah Maura.
" Sama-sama, kita kan teman jadi tidak masalah jika saling bantu, saya sarankan agar kalian segera membagi uang itu dan masukkan ke deposito berjangka, agar tiap tahun ada pemasukkan, apalagi kalian 2 kakak beradik, jadi orangtua kalian tidak kesulitan dalam membaginya", ucap Maura Adelaide.
" Terimakasih Maura, kasihan kakakku suaminya baru meninggal sedangkan dia punya anak 3 masih kecil-kecil, dia katanya mau buka minimarket disamping rumahnya yang kebetulan masih luas", ucap Miky.
" Syukurlah, dan semoga orangtuamu cepat sembuh, saya pergi dulu, kasihan ibuku yang menjaga anak ku", ucap Maura.
" Maaf Maura, apa benar cerita yang beredar, kata nya kamu sudah bercerai dengan suami kamu ? tanya Miky.
" Ia sudah 3 bulan, makanya saya pulang kampung dan mencari pekerjaan disini, lagian dia sekarang sudah bersama dengan selingkuhannya yang dari kampungnya sendiri, lalu kamu kenapa belum menikah padahal kami sudah bekerja bagus di dealer Toyota, tanya Maura mengalihkan pembicaraan.
" Dealer tempat saya bekerja tidak seperti Dealer yang lainnya, gajinya kecil, insentif juga kecil, makanya pembagian dari penjualan tanah ini, saya mau buat Show room motor saja, karena kalau Dealer mobil modalnya tidak cukup", ucap Miky.
__ADS_1
" Ya sudah, ini sudah terlalu malam, saya pulang dulu, besok kita lanjut", ujar Maura Adelaide.
Ranti kini berada di Kafe kakaknya disana mereka semua berkumpul, Tiara, Robin dan Sonia juga hadir, tampak kafe sedang ramai, begitu restoran yang berada di samping Kafe yang semuanya milik mereka.
Lahan seluas 1, 5 hektare membuat kafe restoran milik kakaknya Ranti menjadi yang terbesar dalam kategori lahan, para pengunjung tidak kuatir dengan parkiran, yang sangat luas.
" Ranti akhirnya kamu tiba, aku dan Robin sudah sejam menunggu kamu", ucap Tiara.
" Maaf ya, tadi aku baca laporan perusahaan sebentar", ucap Ranti.
"' oh ya sudah, semua saudaramu ada di dalam, ucap Tiara.
" Selamat atas kelulusan kamu Dek, kakak senang dan bahagia melihat kamu dan Tiara sudah lulus", ucap Robin sambil merangkul Ranti.
" Terimakasih kakak gantengku, lalu kapan kalian akan menikah ? tanya Tanti.
" Tunggu Tiara genap 19 tahun dan aku 21 tahun, berarti tahun depan sekitar bulan-bulan seperti ini, rencananya kakak mau sewa tempat ini dan restoran nya juga, biar tamu undangan bisa leluasa, ucap Robin.
" Ya diatur saja, kalau aku setuju-setuju saja, tempat ini juga memang di setting taman jadi lihatlah seluruh tanaman di pada bagus - bagus", ucap Ranti.
" Terimakasih Dek, ucap Robin.
" Jadi nanti kalian akan tinggal dimana setelah menikah? tanya Ranti.
" Kata ayahku, kami tinggal bersama ayah dan ibu, apalagi aku satu satunya ", ucap Tiara.
" Itu maksudku, rumah kalian yang sekarang kan juga besar, kasihan orangtuamu", ucap Ranti.
" Ia Ranti, kakak juga gak mau Tiara jauh dari orangtuanya, maka nya kakak ikut saja, walau orangtuaku sudah menyiapkan rumah untuk kami berdua, tapi mau gimana, daripada tengah malam buta kakakmu ini harus mengantarnya pulang kerumahnya hanya karena kangen ayah dan ibunya, jadi kakak ngalah saja", ucap Robin.
" ya kakak harus ngalah, kasihan kakak ipar yang tak jauh dari orangtuanya, beda kalau kakak dari kecil sudah berpisah dengan Orangtua, sama kayak aku, tapi kakak iparku ini, bakal merepotkan kita berdua kalau dia kangen orangtuanya, hahahaha", canda Ranti.
" Awas kalian berdua ya, tega banget menggodaku", ucap Tiara pura-pura cemberut.
" Kalau cemberut nanti cantiknya nambah loh", ucap Ranti makin menggoda Tiara.
" Kalian adik dan kakak sama - sama usil, tapi aku sayang kalian berdua", ucap Tiara bahagia.
" Bagus itu, lagian rumahku yang lama di kompleks itu, masa Tiara lupa rumahku, kak Darel, Mercy, Friska dan Rindu, juga punya rumah disitu, sekarang di sewakan, termasuk rumahku", ucap Ranti.
" Ia aku masuk ingat, makanya ayahku beli rumah di kompleks itu, tapi ternyata keluargamu makin besar jadi kamu pindah", ucap Tiara.
" Eh ada kakak ganteng dan kakak cantik, sapa Salma dan langsung mencium tangan Robin sekalian minta di peluk.
" Apa gak malu sudah besar masih mau dipeluk kakak? tanya Robin
" hehehehe, kalau sudah besar nanti ya pasti malu, kalau sekarang Salma masih kecil", Jawab Salma.
Hahahaha hahahah
" Kamu itu, untung kakak tidak lagi minum", ucap Tiara.
" Kak Tiara, kak Robin kemarin Salma dan Armando, juara 1, lomba seni suara Tingkat Provinsi Jawa Timur yang berlangsung di Trenggalek", ucap Salma.
" Selamat ya, kakak pikir kamu hanya pintar melukis saja, ternyata bisa bernyanyi juga, Puji Robin.
" Terimakasih kak Robin, rekamannya ada di Rumah, nanti Salma kirim, Ujarnya.
" Oke kakak mau dengar ", singkat Robin.
" Salma, bisa gak nyanyikan 1 lagu buat kakak, hari ini ulang tahun kakak dan Robin pacaran", ucap Tiara
" Pergilah, bilang sama Kakak-kakak pemain musik kalau Salma mau nyanyi", ucap Ranti.
" Tapi sama kak Armando", ucap Salma.
" Ia kakak temenin, kamu pegang melodi kakak di keyboard bagaimana", ucap Armando.
" Ya sudah Ayo, ucap Salma
__ADS_1
" Kalau begitu kakak juga ikut temani kalian menghibur kak Robin dan Tiara, kakak saja yang main drumnya", ajak Ranti.
Ketiga kakak beradik berjalan kearah panggung, ketika sampai, Ranti pun berbicara ke pemain musik agar istirahat sebentar, lalu Ranti memanggil kakak kembarnya untuk main Bass dan Rhythm.
Renata dan Renita mendengar kalau Ranti memanggil mereka berdua, mereka pun langsung ke arah panggung dan komplit sudah formasi band mereka.
Para pengunjung terkejut melihat Salma memegang gitar melodi, dan juga 2 gadis kembar memegang gitar juga.
Ranti memberitahu lewat telepati untuk lagu pertama adalah Canon Rock.
Saat nada pertama terdengar, para pecinta musik rock langsung terkejut, apalagi saat mereka melihat ternyata Salma yang memainkan melodi, jelas membuat para pengunjung kafe terdiam.
Para pengunjung kagum dengan kepiawaian dan kecepatan jari-jari lentik Salma, berpadu dengan kakaknya yang lain, Ranti juga tak kalah memukau memainkan drumnya, sedangkan para pemain musik tetap di kafe itu hanya terdiam.
Mereka tidak menyangka jika Ranti, Salma dan Armando yang sering datang ternyata sangat mahir bermusik, lalu bagaimana jika Darel, Mercy, Friska dan Rindu yang bermain musik, bisa dipastikan para pemain musik tetap di kafe itu akan gemetaran.
Pengunjung sangat menikmati permainan musik Salma dan keempat kakaknya, setelah selesai membawakan Canon Rock, kini mereka memainkan beberapa lagu hingga membuat Tiara dan Robin sangat berbahagia.
Namun kebahagiaan mereka di rusak oleh penembak tak di kenal, yang tiba-tiba datang memberondong kearah pengunjung, yang mengakibatkan 5 orang kena tembak.
" Aplikasi Mata Dewa cari informasi tentang mereka, Ranti mengedarkan Mata Semestanya dan dia melihat para pelaku penembakan ke kafe milik kakaknya, dan meminta Drone untuk mengikuti para penembak itu.
Ranti segera membantu para korban penembakan, untuk orang tertembak segera Ranti menghentikan pendarahannya dan meminta beberapa orang untuk membawa korban ke rumah sakit, sementara korban yang luka ringan hanya di berikan air surgawi saja.
Pihak kepolisian datang untuk melakukan olah TKP, dan setelah pihak kepolisian selesai melakukan tugasnya dan menutup sementara kafe milik saudara- saudara Ranti.
Ranti mengajak seluruh saudaranya pulang, dan setelah sampai rumah, mereka membersihkan badan nya, waktu sudah menunjukkan jam 1, Salma dan Armando sudah ketiduran.
Tepat jam 3 Subuh, Ranti terbang menuju ketempat dimana para penembak itu berada.
Tak butuh waktu lama, Ranti tiba di sebuah rumah mewah, dan ternyata mereka adalah anak orang Kaya, alasan mereka menembak orang hanya untuk bersenang-senang.
Saat melihat ketiga orang itu, Ranti langsung menangkap mereka yang sedang asik tidur dan memasukkan mereka kantong Ruang 4 musim, dan hanya di berikan pisau dan garam saja, serta pakaian 1 stelan Saja, sepatu dan jaket, dan di berikan gubuk, Setya makanan untuk 1 Minggu, selebihnya mereka cari sendiri.
Selesai menangkap 3 orang itu Ranti langsung kembali ke rumahnya dan masuk keruang Dimensi.
Ranti membuka kantong Ruang 4 musim itu dan melihat ke tiga orang itu dan membangunkan mereka.
Betapa kagetnya mereka saat sadar berada di gubuk tengah hutan dan ada seorang gadis dihadapan mereka.
" Siapa kamu, dan apa yang sudah kamu lakukan pada kami? tanya mereka.
" Aku membantu kalian agar tidak tertangkap, kan malu nanti orang tua kalian, jika kalian masuk penjara, jadi tinggal di sini saja dulu hingga suasananya aman", akting Ranti.
" Terimakasih Nona, nanti kalau sudah tenang dan saat kami kembali kerumah, nanti kami berikan anda uang yang banyak", ucap mereka berterimakasih.
" Kenapa kalian menembak orang yang tidak bersalah", tanya Ranti.
" Iseng saja, sudah bosan dengan permainan yang ada, jadi ya buat yang lebih seru dan menantang", ucap mereka.
" Ya sudah di belakang ada sungai dan juga kolam ikan, kalau kalian lapar ambil aja, dan di kandang masih ada seekor kambing, makanlah, karena saya tidak akan datang lagi, dan inilah tempat tinggal kalian untuk 25 tahun kedepannya, semoga 25 tahun lagi kalian masih hidup, secara sebentar lagi akan musim salju.
Berusahalah bertahan hidup, ikan dan udang juga kepiting di sungai dan di kolam sangat banyak, silahkan di nikmati, bahkan di hutan banyak ayam hutan, kelinci, Kambing, sapi dan juga babi, bumbu sudah saya siapkan di kebun.
" Jadi kamu menculik kami ? ucap mereka.
" Ya bisa dikatakan demikian, daripada kalian menembak semakin banyak orang, mendingan kalian hidup disini, radius 2000 km ada juga orang yang saya buang di arah barat, di arah timur 1000 km dari sini, ada 2 orang, juga masih ada yang lain, jadi silahkan kalau kalian bisa menemukan mereka maka kalian bisa punya teman', ucap Ranti
" Ternyata kamu penculik, kurang ajar kamu, terima mereka.
" Selamat menikmati, semoga kita bisa bertemu kembali, tapi kalau sudah tidak kuat bertahan, silahkan bunuh diri saja, gampang bukan ? kalian saja dengan gampang menembak orang hanya karena iseng, nah saya juga iseng membawa kalian kesini, anggaplah kalian di acara survivor, dan bonusnya buat kalian adalah musim salju.
Saya tidak akan menggangu kalian lagi, bye, bye selamat bertarung dengan alam ini", teriak Ranti dan menghilang.
Ketiga orang itu terkejut melihat Ranti Ranti yang menghilang dari hadapan Mereka.
" Jangan-jangan dia setan", ujar mereka yang ketakutan..
" Sebenarnya kita dimana, kok katanya ada salju segala", ucap salah satu orang dari mereka.
__ADS_1
Lalu mereka masuk ke dalam gubuk yang termasuk luas dan bersih, dapur lengkap, bahkan ada kamar mandi dan air panas, di meja makan mereka melihat kertas yang berisikan catatan panduan untuk bertahan hidup.
Sementara para korban penembakan sudah selesai operasi pengangkatan peluru, dan kondisi mereka juga sudah melewati masa kritis.