SISTEM KEKAYAAN : PERJALANAN SI MISKIN

SISTEM KEKAYAAN : PERJALANAN SI MISKIN
Dimana pun tetap berbagi


__ADS_3

Selesai mengurus masalah di Gandaria City, Ranti pergi ke rumah lama Ibunya Cindy.


Hanya menempuh perjalanan sekitar 2 jam akhirnya mereka tiba di sebuah rumah yang cukup asri, dan saat mobil parkir di halaman rumah, seketika itu juga terlihat sepasang suami-istri keluar dari dalam Rumah.


Cindy yang langsung mengenal Pengasuhnya langsung buru-buru turun dari mobil dan menghampiri kedua orang tua itu.


" Bibi, Paman, Cindy pulang, teriak Cindy sambil menangis.


" Akhirnya Bibi dan paman masih sempat melihatmu, rencananya minggu depan Bibi dan paman akan Kembali ke kampung halaman, Paman dan Bibi sudah tidak mampu lagi bekerja di kota, jadi kami berencana pulang kampung, ujar pengasuh Cindy.


" Paman dan Bibi tidak boleh pulang kampung, karena Cindy tidak mau tinggal sendiri, Cindy selama ini di masukkan ke RSJ oleh Alexius, setelah bibi dan paman pergi, Cindy di siksa di rumah, bahkan di lecehkan oleh Alexius", Ujar Cindy.


* Tuan, segera bawa sekarang mereka,malam ini Alexius akan datang kerumah ini, rumah untuk mereka sudah ada dan ful furnished, pakaian sudah di siapkan, tuan harus segera mengubah ingatan Alexius kedua pengasuh Cindy.


* Sekarang Alexius sudah tidak mengenal Cindy, karena dia menganggap Cindy sudah cacat, bila Perlu hapus saja ingatan Alexius tentang Cindy dan Pengasuhnya ", ujar Rose.


" Baiklah, terimakasih Rose, sebelum aku ke Cirebon, aku mampir dulu ke rumah Alexius", jawab Ranti.


" Cindy, suruh paman dan Bibimu Segera berkemas, sejam lagi, Alexius Robinson tiba di tempat ini, cepatlah", ujar Ranti.


" Paman, Bibi, tolong berkemaslah sekarang, bawa saja apa yang penting, jangan bawa barang yang lain", uang Cindy.


" Baik Non, ucap Bibi pengasuh.


Hampir 30 menit kedua orang itu berkemas akhirnya selesai, mereka segera masuk mobil dan pergi dari rumah itu.


Sedangkan di posisi yang lain, tepatnya 5 km dari situ Alexius terjebak macet, Ranti mengambil arah pondok pinang dan melaju menuju arah Fatmawati. dan masuk tol, Ranti terus melajukan mobilnya menuju ke PIK 2.


Setelah 2,5 jam perjalanan akhirnya Ranti tiba di daerah PIK 2, tempatnya sudah jam 7 malam.


Alexius yang barusan tiba di rumah lama istrinya, hanya melihat bekas mobil dan di bertanya ke tetangga, dan mereka menjawab bahwa kedua orangtua itu telah di jemput dengan menggunakan mobil dan pergi kearah pondok pinang.


Ranti membuka pintu rumah itu dan terlihatlah interior rumah yang lumayan Mewah, kemudian Ranti memeriksa Dapur, ternyata Rose sudah menyiapkan segalanya, begitu mereka masuk kamar, juga terlihat di lemari berderet pakaian yang sangat Bagus buat Cindy.


Begitu tiba di kamar Paman dan Bibi pengasuh Cindy, lemari pakaian mereka penuh dengan berbagai Pakaian.


Setelah keluar kamar, terdengar di luar ada yang memanggil mereka, ternyata dari Grace, yang membawa 2 unit Mobil, Aston Martin Vanquish dan Mercedes GLE 53, sama persis punya Ranti.


" Mohon maaf apakah benar disini rumahnya Cindy Bernadette, kami dari Dealer Grace datang mengantar mobil pesanan atas nama Cindy Bernadette, dan di pesan Nona Muda Ranti Putri", ujar pengantar mobil itu.


" Saya sendiri Cindy Bernadette, dan ini Nona Ranti Putri, ujar Cindy.


" Halo Nona Muda, ternyata anda berada disini juga, ujar pengantar mobil yang memang sudah kenal dengan Ranti.


" Cindy adalah saudaraku, jadi aku datang main kesini", bohong Ranti.


Setelah tanda tangan seluruh dokumen, akhirnya ke dua mobil pengantar itu kembali, tapi sebelum itu Ranti memberikan mereka umah tips masing- masing 5 juta.


" Cindy, mobil itu buat kamu, dan rumah ini juga atas nama kamu, belikanlah Paman dan Bibimumu mobil seorang 1, agar mereka bisa jalan- jalan ujar Ranti.


" Kalau saya sudah mengambil alih Perusahaan itu maka saya kan belikan mereka berdua mobil", ujar Cindy.


" Cindy, ini semua Dokumen, ijazah kamu, data penduduk, KTP serta SIM mobil dan motor, silahkan teteskan darahmu di atas kedua SIM itu, maka kamu akan mendapatkan keajaiban", ujar Ranti.


Cindy dengan sangat mempercayai Ranti kemudian meneteskan darahnya, dan tiba-tiba di kepalanya muncul seluruh teori mengendarai mobil dan motor dan bahkan Cindy seolah-olah sudah sering menyetir mobil, bukan hanya itu saja, Cindy dengan cepat memahaminya beragam jenis mobil, 5 menit berselang, Cindy akhirnya selesai mempelajari mengendarai mobil.


" Ini kunci mobilnya sekarang cobalah, pagi kamu sudah bisa", ujar Ranti.


Cindy yang tetap percaya dengan Ranti, langsung menaiki mobil Aston Martin Vanquish miliknya dan menyalakan mesin, kemudian di mundur dan langsung Pergi berkeliling kompleks.


" Paman, Bibi saya titip Cindy kepada kalian, ini SIM mobil dan motor untuk kalian berdua, dan ini ATM buat kalian berdua, 1 ATM ini berisi 1 triliun, dan sudah di deposito kan, dan 1 lagi berisi 250 milyar, dan yang ini juga sama, jadi total 1,5 triliun", ujar Ranti dan memberikan masing-masing 3 ATM dari Bank Mandiri, BCA dan BRI.


" Nona ini sangat banyak, sudah lebih dari cukup kami merawat Nona Muda saya, ucap bibi pengasuh itu.

__ADS_1


" Santai saja, tolong teteskan darah kalian berdua di kedua SIM kalian, Paman akan lebih lihai menyetir mobil , bibi juga bisa langsung menyetir mobil seperti Cindy.


" Dan ini adalah, Pill untuk membuat kalian kalian sembuh dan dan akan awet Muda, dan ini Namanya serum Pembersih dan Kekebalan Tubuh, setelah kalian sembuh maka dengan serum ini kalian tidak lagi mudah terserang penyakit', terakhir ini adalah Pill Penambah Kecerdasan, jadi kalian bisa belajar apa saja dengan cepat. aturan pakainya sudah saya tulis di kertas ini", ujar Ranti.


20 menit kemudian, Cindy sudah Kembali dan langsung parkir dengan sempurna.


" Dek, sungguh ajaib, kakak sudah bisa menyetir mobil, nanti ke kampus bisa mobil sendiri, terimakasih ya Dek, ujar Cindy.


" Sama-sama kak, Kak, ini seluruh Dokumen meninggal ibumu, silahkan kamu pelajari, dan ini adalah Rekening Bank Milik ibumu dan ada surat wasiat atas namamu, dan semua Saham Perusahaan tambang milik ibumu dan sudah saja menjadi menjadi milikmu 100%, dan menurut informasi, uang perusahaan saat ini berjumlah lebih dari 250 triliun, nanti kami baca detail nya.


Terakhir ini ada 5 ATM buat kamu, yang keempat kartu itu bisa kami Pakai sehari- hari, sedangkan yang q ini adalah rekening Deposito Berjangka per 12 bulan", Ranti sambil memberikan ke 5 ATM itu kepada Cindy.


" Dek ini kartu banyak sekali", ujar Cindy.


" Totalnya 160 triliun, itu hak kamu dari perusahaan ibumu, dan besok segera urus buku rekening ibumu dan bawa surat wasiatnya serta KTP kamu dan KK kamu yang baru, atau bila perlu bawa saja akta kelahiran. Pengacara sedang memutuskan transfer dividen ke rekening Alexius, menjadi ke rekening kamu", Ujar Ranti.


" Terakhir mulai lusa, saya sudah siapkan orang untuk mengelola perusahanmu hingga, kakak bisa menjalankannya sendiri, mereka ada 4 orang, yang akan memegang Posisi penting di perusahaan, orang- orang Alexius, di pastikan tidak lagi menguasai posisi jabatan di perusahan ibumu", ujar Ranti.


" Terimakasih Dek, kakak bahagia sekali, hari ini, adalah hari kebangkitannya saya, Ujar Cindy.


" Belajar dengan baik, serta jangan sombong dan serakah", ucap Ranti.


" Kakak janji tidak akan pernah melakukan hal-hal seperti yang adik katakan", uang Cindy berjanji.


Karena waktu sudah menunjukkan pukul 10 akhirnya Ranti Pamit pulang, Cindy terlihat sangat berat berpisah dengan Ranti, walaupun Ranti sudah berjanji akan berkunjung jika ada waktu, atau Cindy bisa datang ke Surabaya.


Sejam lebih perjalanan, akhirnya Ranti tiba di apartemen nya, dia melihat Vanya, masih menatap laptopnya.


" Selamat malam kak, sapa Ranti".


" Akhirnya kamu pulang juga, tadi pak Jusuf Maulana, berdiskusi dengan kakak soal nasabah atas Nama Alexius Robinson, kami juga berdiskusi dengan Yoga Setiadi, sebenarnya ada masalah apa? tanya Vanya.


" Kemarin dia menghinaku dan membuat kekacauan di di Mall Cempaka, bahkan ajak saya bertaruh siapa yang lebih kaya, dan ternyata dia kalah, tapi tidak mau mengakui kekalahannya, dia menunjukkan uangnya sangat banyak, jadi wajar jika kita tidak menolong orang seperti itu, dia terlihat meremehkan hutangnya, lihat saja laporan pembayarannya yang sering terlambat bahkan dia menunggak. Selain itu, dia mengakuisisi perusahaan almarhum Istrinya dan anak dari almarhum istrinya di lecehkan, di siksa bahkan seluruh badan hingga wajah rusak berat, dan terakhir dia memasukkan anak itu ke RSJ", ujar Ranti.


" Istri keduanya juga menggugat cerai, karena dia selingkuh dengan pembantunya,dia gemar mencari wanita kaya untuk di porotin, sedangkan wanita sederhana hanya akan menjadi pemuas nafsunya", ujar Ranti.


" Ngeri juga ya, ya sudah besok pagi kakak akan mengirim surat perihal tunggakannya, dan jika dia tidak mau bayar juga, kita tunggu sampai jatuh tempo, jika telat seminggu maka aset jaminannya akan kakak masukkan daftar lelang", ujar Vanya.


" Harus itu, untunglah yang di jaminkan bukan perusahaan almarhum istrinya", Ujar Ranti.


" oh ia kak, 1 jam lagi aku dan Sandrina akan ke Lampung, ke Cirebon nanti saja", ujar Ranti.


" Ia tapi hati-hati", jawab Vanya.


Ranti bergegas mandi dan berganti pakaian stelan seperti biasanya, kemudian dia dan Sandrina berangkat.


Saat keluar dari basement, Ranti langsung terbang ke arah Rumah Alexius, tanpa banyak bicara Ranti langsung menghapus ingatan Alexius tentang Cindy dan 2 pengasuhnya, begitu juga dengan perusahaan Almarhum istrinya.


Dari rumah Alexius, Ranti terbang dengan kecepatan maksimalnya menuju ke Cirebon, waktunya masih masih ada 1 jam 15 Menit, selama terbang Ranti terpesona dengan pemandangan yang berada di bawah.


Akhirnya setelah menempuh perjalanan 1 Jam dia tiba di di peternakan miliknya, segera dia membuat Array Pelindung Ilusi dan memblokir suara, Ranti menunggu waktu agar pas pukul 00.00 wib.


Saat jam menunjukkan pukul 00.00, Ranti Segera mengaktifkan Elemen Tanah, terlihat tanah yang di bolak-balik oleh Ranti, dalam sekejap seluruh lahan yang tidak Bangun kandang sudah terbalik, dengan mengontrol elemen angin Ranti memupuk tanah tersebut sambil menanam bibi rumput.


Setelah bibit rumput di taman, dia menggunakan Elemen air untuk menyiram seluruh bibit rumput dan mengatur waktu 1 jam me jadi 2 Minggu, dalam sekejap terlihat rumput mulai tumbuh.


Ranti berpindah ke lahan di seberang jalan, dia juga melakukan hal yang sama, setelah semuanya selesai, Ranti terbang mengangkasa menuju ke Garut tepatnya di peternakan domba miliknya.


Lokasi di Garut mata airnya kurang lancar, Ranti terus memacu kecepatan, saat ini sudah jam 2 pagi, dia harus tiba di Garut tepat pukul 3 dini hari.


Saat mendekati lokasi peternakannya, Ranti melihat ada sekumpulan yang sedang merusak mata air, bahkan pagar sudah dirusak oleh Mereka.


Ranti seketika berpikir untuk mengerjai mereka, tapi niatnya berubah menjadi emosi, setelah melihat para perusak itu terdapat 2 orang yang statusnya mantan pekerja konstruksi, dengan cepat Ranti menotok mereka.

__ADS_1


Karena waktu sudah pas Jam 3, Ranti memasukkan para perusak itu ke kantong Ruang Penyimpanan kemudian dia membuat Array Pelindung Ilusi dan memblokir suara, setelah itu dia Elemen tanah mulai mengatur struktur tanah, setelah itu dia menggunakan elemen angin dan menabur benih rumput beserta pupuk, terakhit dia mengendalikan air dsn menyirami seluruh lahan untuk rumput.


Tak lupa Ranti mengatur waktu 1 jam menjadi 3 hari, terlihat rumput mulai bertumbuh, sementara rumput bertumbuh Ranti mengatur ulang mata air dengan membuatnya lebih jernih dan lebih deras.


Setelah selesai, Ranti meninggalkan peternakan domba, dia memindai sekali lagi, dan menutup pagar yang dirusak dengan kayu, setelah itu Ranti terbang rendah menuju tempat tinggal para pekerja, sementara Niko dan Seruni tinggal di kota Garut sekitar 6 km dari lokasi Peternakan.


Sebelum Ranti terbang kencang dia berhenti di perkampungan para perusak pagar dan air itu, Ranti segera menghapus ingatan mereka tentang perusakan itu, dan dengan lebih jahat lagi, Ranti menelanjangi mereka hingga tertinggal ****** *****, kemudian meletakkan mereka di lapangan yang berada di tengah-tengah kampung, dalam keadaan tertidur.


" Sandrina kamu sudah dimana ? tanya Ranti.


" Saya sudah Tiba di Merak Nona Muda, sejam lagi kapal pertama pertama akan berangkat", Sandrina.


" Saya setengah jam lagi akan tiba, apakah mobil sudah masuk area pelabuhan atau Belum? tanya Ranti.


" Sudah Nona, saya parkir dekat toilet, saya sendiri lagi ngopi", jawab sandrina.


" Oke kalau begitu, aku nanti turun di toilet",ujar Ranti.


Tak lama berselang Ranti tiba di Merak Banten, dia memindai dimana Sandrina duduknya, setelah menemukan Sandrina Ranti segera mendekatinya dan langsung memesan kopi susu, serta makan gorengan pisang dan ubi.


" Bu apakah ibu asli Merak, tanya Ranti kepada ibu paruh bayah itu.


" Saya dan Suami keturunan Jawa Timur tapi tinggal di Lampung, tapi cari uang disini, jawab ibu itu.


" Terus anak-anaknya di Lampung semua atau ada yang merantau, ada yang di Lampung dan ada yang di Jakarta, yang anak gadis bungsu, tinggal dengan kami disini, dia maunya SMA disini, jadi kami kesini sambil jualan, hanya saja lagi kumpul uang untuk bisa sewa yang di dalam", ujar ibu itu.


" Memangnya didalam kalau mau sewa berapa harganya perbulan? tanya Ranti.


" Perbulan 2,5 juta diluar air dan Listrik, tapi bayarnya wajib minimal 1 tahun, dan deposit 5 juta jadi 35 juta", ujar ibu itu.


" Terus disini dimana ibu tinggal?" Tanya Ranti.


" Kontrak di kompleks perumahan 600 sebulan, kebetulan ada ponakan juga yang sekolah disini, jadi anak saya ada temannya", Ujar ibu itu.


" Kalau didalam ada tempat tidur atau hanya untuk jualan saja?" tanya Ranti.


" Didalam bisa di buatkan tempat tidur, tapi kalau ada uang lebih bisa ambil 2 lantai, 3,5 juta sebulan", jawab ibu itu.


" Lumayan juga ya Bu, belum lagi modal untuk jualan, jika sewa di dalam, ibu mau jual apa? tanya Ranti".


" Makanan, gorengan juga kopi, sama minuman segar kayak Es gitu, 2 tahun lalu kami di dalam, tapi hanya terlambat 1 Minggu langsung di suruh pindah sama pengelola, akhirnya pindah kesini, bayar lapaknya sama air dan Listrik 700 ribu, cuma ya itu dia tempat nya kecil dan banyak orang jadi terlihat jorok", ucap ibu lagi.


" Saya tanya terakhir, apakah uang 100 juta cukup untuk sewa setahun 2 lantai sama Modal untuk usaha makanan", tanya Ranti.


" Pas-pasan, tapi itu sudah bisa jalan, barang-barang yang lainnya bisa beli bertahap", ujar ibu itu.


" Ibu ikut saya sebentar ke mobil, itu mobil saya dekat toilet", ujar Ranti.


Tiba di mobilnya Ranti, saya kasih ibu Modal, karena saya pasti sering kesini, saya buka peternakan dan tambak di Lampung Selatan", Ranti sambil memberitahu alamat tambaknya.


" Anak saya dan istrinya bekerja disana, tapi katanya tambak itu sudah di jual, jadi anak saya kebingungan, takut tambaknya di tutup atau pemilik baru akan memecatnya", ujar ibu itu.


" Siapa nama anak ibu, pagi ini saya mau kesana", ucap Ranti.


" Namanya Anjas Antara istrinya Rubiyah, mereka tinggal di kompleks tambak itu, rumah nomor 11", ujar ibu itu.


" Baiklah Bu, itu sudah pengumuman masuk Mobil, ini ada Cek, nanti siang sebelum jam 10 ibu cairkan dan buka rekening langsung, dan sewa tempat itu 2 tahun langsung, nanti jika sudah bayar dan buka tempatnya, foto dan kirim kesaya, sebagai bukti, kalau ibu berbohong, justru anak ibu yang saya pecat, jika ibu benar-benar menggunakan untuk sewa tempat jualan, maka saya senang, dan dalam 2 tahun jika ibu gagal,maka ibu harus bekerja untuk saya di peternakan, tapi jika ibu berhasil mengembangkan uang itu, saya akan berikan hadiah 1 unit rumah dan mobil", bagaimana, apa berani menerima tantangan saya ? tanya Ranti.


" Lalu berapa angsuran perbulannya? tanya ibu itu.


" Tidak ada, jika lolos 2 tahun dan berkembang saya akan beri hadiah yang sudah saya sebutkan tadi, artinya uang ini gratis jika ibu berhasil dalam usahanya, bahkan ada hadiah untuk ibu", jawab Ranti menjelaskan.


" Baiklah Nona, ibu siap dan berani bertaruh dengan Nona", ujar ibu dan menerima cek dari Ranti.

__ADS_1


__ADS_2