
Mereka terpana melihat kapal selam milik Ranti, mereka tercengang lagi karena Ranti yang mengemudi kapal selam itu.
Jari lentiknya mengetik koordinat tempat tujuan, setelah mengetikkan tujuannya, Ranti menyetel dengan sistem auto pilot.
" Nak, darimana kamu belajar Mengemudi kapal ini, tanya Ibunya, kursus, sejak tau ayah dan ibu ada di pulau itu, maka aku pun ikut kursus, jawab Ranti.
Untunglah sebelum masuk ke kapal Ranti sudah menghapus memori mereka semua, agar tidak bingung dengan kemampuan Ranti.
" Oh anak pintar, mommy sangat merindukanmu Princes, Tuhan sangat baik, memberikan kesempatan mommy melihat kamu lagi, ucap Monicha Herdiani.
"Princes juga kangen sama kalian semua, nanti kita nginap di apartemen ku dan besok pagi kita terbang ke Jogjakarta, baru lanjut ke Surabaya, ucap Ranti.
" Princes, kira-kira si kembar kangen gak sama bibi", Tanya Nindya
" Pasti, tapi mereka tidak tahu kalau bibi masih hidup, Ranti bertemu mereka saat kak Renita sakit parah tapi memaksakan diri jual kacang rebus keliling tiap malam, ujar Ranti
" Oh anakku yang malang, tangis Nindya mendengar cerita Ranti.
" Tapi sekarang bibi tidak usah bersedih, penyakit mereka berdua sudah sembuh total, bahkan mereka terlihat lebih cantik dan sangat pintar, mereka rangking 1 dan 2 tingkat Jogja waktu mereka lulus SMA, ujar Ranti bangga dengan kakak kembarnya.
" Apa kamu menyimpan foto mereka berdua, tanya Nindya
" Tenang saja Bibi, jangan kaget ya melihat mereka, ujar Ranti sambil membuka tabletnya, dan memperlihatkan foto di kembar.
" Oh ya ampun, Mereka berdua sangat cantik, Adrian, Monicha lihat ini, ucap Nindya ke adik dan adik iparnya.
" Sangat cantik, seperti kakak permata keluarga Setiawan, ucap Adriansyah memuji Kakaknya.
" Tapi sekarang lihatlah kulit kita hangus terbakar matahari, setiap hari kita bekerja di kebun, sawah dan mengurus Ternak, ucap Nindya.
" Sekarang kita sudah Bebas, Adrian dan Monicha akan kembali ke dunia Bisnis, setelah semua beres, ucap Adriansyah.
" Daddy, untuk sementara jangan tampil di publik dulu, Princes lagi mengumpulkan semua bukti untuk menghukum paman Ferdiansyah, ucap Ranti.
" Biarkan saja Princes, itu urusan Dady, ucap Adriansyah.
" No..! Dady dan mommy, harus istirahat, perbaiki kesehatan dan merawat diri dulu, soal paman Ferdiansyah, tenang saja tunggu saja 3 hari lagi mereka akan lenyap dari dunia bisnis, ucap Ranti
" Sayang jangan membunuh orang, itu tindakan yang tidak baik, ucap Monicha Herdiani
" Tentu tidak, aku juga tidak mau mengotori tanganku dengan membunuh Manusia sampah seperti itu, tenang saja, membunuh mereka adalah hukuman yang ringan buat mereka, jadi sekarang bertukar, mereka yang akan aku asingkan dari dunia ini.
" Kalau itu mommy setuju, anggap saja gantian, hahahaha, ucap Monicha
" Betul itu mommy, ucap Ranti",
" Bu Ratmi dan Paman Lukman, kedepannya apa rencana kalian, tanya Ranti
" Kalau Nona Muda ijinkan, kami ingin melayani Nona Muda dan keluarga Tuan Besar.
" Tidak usah melayani kami lagi, nanti ada orang lain yang akan melayani Paman dan bibi, sekarang Bibi pilih mana mau tinggal di Kampung halaman Bibi, atau tinggal di Surabaya, tanya Ranti
" Bibi ingin dekat Nona Muda, Bibi dan Paman mu, tidak punya anak, di kampung juga kami sudah sudah tak punya apa-apa,ujar Bibi Ratmi.
" Ya sudah, nanti Ranti siapkan rumah dan pembantu buat Paman dan bibi, nikmatilah masa tua kalian, Bibi Yolanda juga sudah ku pensiunkan dan sudah ku belikan rumah dan membiayai hidupnya, ucap Ranti
" Princes Dady sangat hebat, itu namanya Princes memang bijaksana, mereka hanya pangkat saja pelayan, tapi sejatinya mereka sama seperti kita Manusia, apalagi kalau tidak ada suami Yolanda, mungkin Dady sudah meninggal, begitu juga kamu dan mommy, kalau tidak ada paman dan bibi, mungkin kalian juga sudah tidak ada, ucap Adriansyah.
" Princes tidak pernah membeda-bedakan orang, semua pelayan dirumahku, Princes perlakuan dengan baik, bahkan aku kuliahkan, siapa tahu kelak, mereka akan setia bekerja di perusahaan keluarga kita, ucap Ranti.
" Hebat princes mommy, puji Monicha.
" Hehehehe ia dong, bukan hanya hebat, tapi sangat kaya, bangga Ranti
" Hahahaha, Dady sekarang miskin, secara semua harta Dady dan mommy sudah atas nama Princes, ucap Adriansyah
" Tidak Dady, aku tidak mengambil apa-apa dari paman Haris, kecuali waktu membeli Tri Link Finance Indonesia, 24 Triliun dan sekarang sudah masuk perusahaan pembiayaan ke 2 terbesar di Indonesia.
" Uang mommy hanya Princes pindahkan ke rekening Princes, Bank masih sama yaitu Bank Bandung.
" Tenang Saja penghasilan bermain Saham ku bisa menguntungkan hingga milyaran dollar Amerika per-bulan, jadi aku memang sudah sangat kaya, hahahaha
" Berapa banyak uangmu Sekarang, tanya Adriansyah penasaran.
" 3 ribu triliun lebih, untuk rupiah, 400 milyar dollar, 400 milyar Yuan, kira segitu lah hartaku sekarang, dan belum aset yang ku miliki, ujar Ranti dengan santai
" Astaga Sayang, harta ayah ibu saja kalau digabung semuanya dengan Aset, sekitar 1500 triliun, astaga kamu bisa mencapai ayah dengan luar biasa, puji Adriansyah.
" Bibi Nindya jangan murung dan sedih, si kembar sekarang memiliki kekayaan sangat banyak mungkin saat ini sekitar 60 triliun perorang dan juga usaha kontrakan dan ratusan kamar kost, dan sampai hari ini semua biaya hidup mereka aku yang tanggung, dan akan sangat marah aku jika mereka membantahku memberikan mereka kebahagiaan, ucap Ranti.
__ADS_1
" Adriansyah, anakmu benar-benar berhati mulia, si kembar di urus sampe segitunya, ucap Nindya
" Karena kita adalah keluarga, bibi tidak usah malu, orang lain saja aku tolong, masa ia kakak sepupuku sedarah denganku lantas aku biarkan ! jangan harap aku biarkan mereka menderita, Kecuali aku juga tidak punya apa-apa, ucap Ranti.
" Terimalah sayang, bibi sangat bangga padamu, tapi apakah kedua kakakmu suka menceramahi kamu, tanya Nindya
" Wajarlah, namanya juga kakak yang sayang dengan adiknya, jadi bersyukurlah kalau mereka masih suka cerewet samaku, ucap Ranti
" Apa mereka gak takut kamu gak kasih mereka uang lagi, ucap Nindya.
" Bukan Maslah takut atau tidak, Ranti sadar, mereka adalah kakakku, lagian mereka cerewet kalau aku telat makan atau tidur kemalaman sama bawa mobil terlalu laju, selain itu mereka gak bakal cerewet
" Kamu itu, di cerewetin malah senang, ucap Nindya
" Dengan begitu aku bisa lihat berapa sayangnya mereka samaku, dan itu sangat tulus buat ku, biasanya karena kita yang banyak uang orang akan diam saja apapun yang kita lakukan, tapi tidak berlaku buat saya itu Bi, sampai kapanpun mereka tetap kakak terhebat buat ku, mereka sangat menyayangi dengan tulus, bukan karena takut gak ku berikan uang, ujar Ranti.
" Hebat, Monicha sama Persis dengan kamu yang dari dulu tidak pernah menyombong kekayaan orangtuamu, lihatlah anakmu,sangat menyayangi keluarganya, berbeda dengan kakak kita si Ferdi, ujar Nindya.
Bibi Ratmi dan paman Lukman, mulai hari ini, kalian berdua hanya akan terlibat dalam acara keluarga yang penting - penting saja, jika tidak ada, Paman dan Bibi bisa jalan-jalan kemanapun, atau temani Dady dan mommy saja, tidak usah urusin dapur lagi, waktunya Paman dan Bibi santai menikmati sisa hidup kalian berdua, ucap Ranti
" Tapi Nona Muda, masa ia bibi hanya makan tidur saja, ucap bi Ratmi.
" Sudah di putuskan begitu, Bibi Yolanda juga, tapi karena dia punya keturunan, jadi di masa depan Maureen akan meneruskan pekerjaan keluarga mereka di keluargaku, Bibi dan Paman Lukman wajib pensiun Kecuali acara keluarga, jadi tetap bibi dan Paman tidak boleh jauh-jauh dari kami, apalagi aku, bagiamana Dady
" Hahahaha, Dady sangat setuju, tapi biarkan saja bibi dan Pamanmu menemani Dady dan mommy, nanti kamu kalau kamu sibuk, Dady bisa main catur dengan Pamanmu, juga Dady tidak nyaman di layani oleh orang baru, ucap Adriansyah.
" Tapi paman dan bibi tak boleh kerja berat lagi, ucap Ranti
" Ia, tenang saja, gak mungkin mereka berdua yang urus rumah, ucap Adriansyah.
" Ya sudah, Sekarang Bibi Nindya bagaimana, apa mau tinggal di Jogjakarta atau mau tinggal dengan mommy dan Dady, tanya Ranti
" Bibi ingin merasakan merawat kedua kakakmu, dari kecil bibi tak pernah merawat merawat mereka, ucap Nindya.
" Ya sudah, sebentar lagi kita sampai di darat, ucap Ranti.
Tepat jam 7 malam mereka tiba di darat, di pesisir pantai PIK 2.
Ranti segera menyimpan kapalnya dan berjalan menyusul ayah dan Ibunya
" Ayo kita apartemen ku, besok kita berangkat setelah sarapan Pagi.
Hampir sejam mereka di jalan akhirnya mereka tiba di apartemen, mereka begitu takjub melihat kota Jakarta, yang sudah sangat maju, wajar saja, 10 tahun mereka hidup di Pulau yang sangat terisolasi.
" Selamat malam Nona, pesanan anda sudah berada di kamar anda, dan untuk makan malam sudah di sajikan dimeja makan, ucap Sasha.
" Terimakasih Sasha, kenalkan ini, orangtua saya, dan mereka adalah bibi dan Pamanku,
" Selamat malam juga Tuan besar dan nyonya besar, perkenalkan saya Sasha Yang mengurus segala keperluan Nona Ranti.
" Panggil Tuan dan nyonya saja, tidak usah pakai kata besar di belakangnya, kamu umur berapa tanya Monicha
" Sasha umur 19 Tahun, jawabnya
" Apa kamu tidak kuliah, tanya Monicha
" Baru mendaftar Nyonya, bersama dengan kakak angkat Nona Ranti, jawab Sasha.
" Bagus itu, saya dukung kamu jika mau kuliah, tolong urus Ranti dengan baik ya
" Pasti Nyonya, saya bisa seperti ini berkat Nona Ranti, saya hanya membalas kebaikan Nona Ranti, yang tulus membantu saya dan keluarga, Ucap Sasha
" Ya sudah, sekarang tunjukkan kamar kami, ucap Monicha.
" Mommy dan Dady tidur di kamar Princes saja, paman Lukman di kamar tamu dan juga bibi Nindya, ucap Ranti
" Nah Sasha tidur dimana, tanya Monicha
" Sasha, pulang ke rumah Sasha sendiri, jarang Sasha nginap di sini,tapi ini sudah malam kata Monicha
" Sudah biasa, dulu waktu kerja toko pulang lebih malam lagi, Sasha juga bawa mobil, ucap Sasha.
" Tapi nanti hati-hati ya, ucap Monicha.
" Terimakasih nyonya, Ucap Sasha.
Selesai makan malam, Ranti menawarkan apakah ayah dan ibunya mau keliling Jakarta.
" Daddy, mommy, kita keliling Jakarta yuk, mumpung sudah agak sepi di jalan, aku ingin menunjukkan sesuatu kepada kalian, ucap Ranti.
__ADS_1
" Baiklah kalau begitu, ucap Adriansyah
Ranti membawa kedua orangtuanya berkeliling Jakarta dan menunjukkan Gedung perkantoran miliknya.
" Itu namanya Gedung RPS Emerald, salah satu dari 3 gedung milik Saya, RPS itu singkatan namaku, ucap Ranti
" Gedungnya sangat bagus, ucap Adriansyah.
" Mari kita masuk, ucap Ranti dan masuk ke parkiran
Para Security yang berjaga, melihat mobil Ranti masuk ke area parkiran langsung berdiri tegak.
" Selamat malam Nona Muda, sapa Komandan Security.
"Malam juga, apa Rezita sudah lama pulang, tanya Ranti
" Nona Rezita, baru 2 jam lalu tiba, sedangkan Nona Regina hari ini, pulang kuliah langsung naik, ucap Komandan Security.
" Ya sudah, ini buat beli rokok, jangan kasih tau siapapun kalau saya datang, bilang sama anak buahmu yang berjaga malam ini, perintah Ranti
" Baik Nona Muda, ucap Komandan Security.
" Princes beli berapa gedung ini, tanya Adriansyah.
" Aku beli paket 3 digelung sekaligus seharga 7 Triliun tahun lalu, ucap Ranti
" WOW, berani juga kamu membeli 3 gedung perkantoran, ucap Adriansyah yang bangga.
Mereka terus berkeliling, hingga Ranti memasuki gedung Sapphire, perlakuan Security juga sangatlah sopan.
" Ayah di belakang gedung itu, sementara membangun apartemen, bahkan saat ini, sudah 75% unitnya telah terjual, Ujar Ranti.
Adriansyah dan istrinya, tak lagi bisa berkomentar kepada putri mereka, mereka justru lebih kaget, ketika Ranti menunjukkan pembangunan hotel termewah di Indonesia, yang berdiri di lahan bekas hotel Queen Indonesia.
" Princes, kamu kemanakan, gedung dari hotel The Queen Indonesia, tanya Adriansyah
" Aku beli tanahnya sudah kosong, gedungnya hancur setelah Kebakaran, ujar Ranti.
Ranti juga memperlihatkan gedung Rubby, hingga mereka ke kantor Tri Link, dan terus Mall Cempaka.
Lagi-lagi kedua orangtuanya, terdiam menatap tulisan yang begitu indah RPS Cempaka Mall.
" Kawasan ini, yang mahal, dari mall, Ruko, apartemen, dan perkantoran semua sudah ku beli, Ujar Ranti.
" Kami bangga sama kamu Nak, selama di pulau, mommy selalu berpikir soal kehidupan kamu di Panti Asuhan Charity, ucap Monicha.
" Dulu memang sangat sulit, Untung saja Kakak- kakak yang membantuku, sampai hari ini mereka sangat memanjakan aku, mereka rela tidak makan lauknya hanya demi aku, makanya mereka saat ini aku limpahkan dengan kekayaan, tapi ya itu karena kita terbiasa hidup sederhana, tak ada yang tau kalau mereka memiliki harta puluhan triliun, dan itu semua aku yang berikan kepada mereka, ucap Ranti.
" Apa kamu tidak rugi, membagikan triliunan harta buat mereka, tanya Monicha
" Tentu tidak, hari-hari sulit waktu di tinggalkan bibi Ratmi, merekalah yang menghibur ku, dan aku mohon mommy dan Dady mau menerima mereka dan menyayangi mereka, ucap Ranti.
" pasti sayang, kan enak rumah jadi rame, ucap Monicha
" Aku juga ada mengangkat adik, orang, namanya Armando Putra Setiawan dan Salma Putri Setiawan, sengaja Ranti menambahkan nama Setiawan di belakang nama mereka, karena mereka tidak tahu siapa orang tua mereka, Ujar Ranti.
" Tidak apa-apa, ucap Adriansyah.
Terakhir Ranti membawa mereka ke pondok Indah, di lahan 1 hektar berdiri sebuah mansion sangat besar.
" Mommy dan Dady kedepannya tinggal disini, bersama paman Lukman dan bibi Ratmi, ucap Ranti
" Ini sangat besar sekali sayang, ucap Monicha.
" Karena saudaraku banyak, total kami semua 11 orang, jadi harus besar, bahkan di Surabaya, aku beli lahan dan sementara di bangun, awalnya hanya 8, bertambah 3 orang, jadi aku beli lagi tanah dan bangun 11 rumah untuk kami, di tepi pantai, aku gak mau mereka terlalu jauh, mereka juga gak berjauhan dengan ku, ucap Ranti.
" Lakukanlah yang mana menurut Princes baik, mommy dan Dady percaya, kamu tidak salah dalam memilih saudara, ucap Adriansyah.
" Tenang saja Dady, ucap Ranti
Saat ini mereka sudah berada di apartemen.
Tak terasa waktu sudah Pagi, mereka semua sudah bangun, dan sedang duduk untuk sarapan.
" Mommy dan Dady, bibi Nindya, serta Paman dan Bibi Ratmi, aku ingin memberikan sesuatu buat kalian, ini adalah Pill Regenerasi dan Rekonstruksi Fisik, dan ini Serum Pembersih dan Kekebalan Tubuh.
" Kedua barang ini, akan sangat berguna, untuk membuang semua kulit mati, serta memperbaiki jaringan sel dalam tubuh kalian, ucap Ranti
Mereka berlima tercengang mendengar manfaat kedua barang yang akan di berikan Ranti.
__ADS_1
" tenang saja, hanya saja akan terasa sakit saat proses nya, tapi hasilnya, lihatlah, kami semua jarang menggunakan make-up, ucap Ranti.