
Aplikasi Mata Dewa aktiv, buka seluruh jaringan internet yang di privat dan tunjukkan IP address para penyerang, perintah Ranti
Rendi tolong belikan cemilan dan kopi susu, perintah Ranti
Ranti terus berkutat memperbaiki celah-celah kecil yang bocor, sambil membalas serangan para hacker yang menyerang sistem database perusahaan Ranti.
Aplikasi Mata Dewa juga secara otomatis membuka semua jaringan internet yang di pakai oleh para hacker.
Ranti menemukan satu hacker dan membalasnya dengan mengunci komputer dan langsung mengkopi data hacker itu, kemudian meledakkan komputer nya.
" Ahhhh... sial aku ketahuan, kata si hacker
Aplikasi Mata Dewa langsung menelusuri siapa orang itu, ternyata berasal dari Surabaya saja, setelah mendapatkan alamat orang itu, aplikasi mata dewa, melanjutkan penelusuran
Ranti saat ini baru bisa memperbaiki 2 lapisan pelindung, sudah hampir 2 jam Ranti berkutat, akhirnya dia mendapatkan sekaligus 5 hacker, dan di berikan kepada aplikasi Mata Dewa untuk menelusuri, sedangkan Ranti berbalas serang dan telak komputer ke lima orang itu langsung terkunci
Aplikasi Mata Dewa mendapatkan semua data mereka, kelima orang tinggal di Jakarta
" Masih ada 7 orang lagi, kata Ranti ke Rendi.
Rendi yang melihat Ranti yang begitu ulet dalam memperbaiki lapisan demi lapisan pelindung keamanan, membuat ia semakin kagum akan bos kecilnya.
Nona berapa lapisan lagi, anda terlihat sudah sangat Lelah, Tanya Rendi
Tinggal 2 lagi, tapi semua pelindung sudah ku tambah ketahanannya, jadi agak lama, kamu tenang saja, aku baik-baik saja, jawab Ranti
Rendi, perusahaan kita belum di buka sudah mengalami hal ini, apa ada penghianat di kantor ini, karena mustahil ada yang coba meretas sistem kita dengan sangat cepat, tanya Ranti
Saya juga kurang paham soal ini, tapi besok saya akan memanggil semua karyawan kita, jawab Rendi
" Tidak perlu, mulai hari Senin, pakai sistem absensi ini, nanti aku buat lebih banyak lagi dan akan di tempatkan di seluruh perusahaan kita, kata Ranti
Dan ini aplikasi rekrutmen karyawan, nanti kamu install di laptop kamu, dengan adanya aplikasi ini, maka calon karyawan kita yang menyembunyikan latar belakangnya akan kamu ketahui.
Berapa orang yang sudah memasukkan lamaran kerja di kantor kita, tanya Ranti
Sudah lebih seribu orang nona, jawab Rendi
Kita butuh berapa orang dan berapa divisi yang ada di kantor kita ini, tanya Ranti
Untuk sementara, aku hanya membagi 5 Divisi
Divisi Kredit
Divisi Keuangan dan akuntansi
Divisi Legal
Divisi SDM dan GA
Divisi IT
Dan setiap Divisi, memiliki bagian-bagian yang telah di atur sesuai kebutuhan pengembangan perusahaan. jawab Rendi
Berarti susunan hirarki perusahaan sudah sesuai prosedur dan legal secara hukum, dan per Januari kita sudah beroperasi tanpa ada lagi masalah, tanya Ranti
Benar Nona, semua sudah sesuai prosedur hanya tinggal mengisi orang-orang nya saja, jawab Rendi
Baik kalau begitu, Formasi penerimaan karyawan harus seperti ini, 20% yang sudah sangat berpengalaman, 20% berpengalaman, 20 % pernah bekerja di bidang sama dan 40 % cari sarjana fresh graduate dan tempatkan sebagian besar di lapangan, kata Ranti
" Baik Nona, "
Sambil ngobrol Ranti, namun jari-jarinya tetap sibuk mengetik dalam menutup celah yang telah dirusak hacker, dan memperbaiki setiap lapisan yang sudah hancur, sambil mencari siapa pelakunya.
Setelah 6 jam berkutat dengan memperbaiki dan menyempurnakan sistem keamanan, Ranti duduk sebentar, waktu sudah menunjukkan jam 4 subuh.
Ranti berpamitan ke Rendi dan langsung pulang menuju Rumahnya.
Sekitar 30 menit perjalanan, akhirnya dia tiba dirumah, membuat para pelayan terkejut, selama ini para majikan mereka tidak pernah pulang Pagi.
Selamat pagi Nona, sapa mereka
Pagi semuanya, tolong buatkan teh hijau hangat, perintah Ranti
__ADS_1
Sambil memegang gelas naik tangga menuju kamarnya dan menguncinya.
Biar enak tidur mending, aku tidur di Ruang Dimensi.
Sementara Ranti istirahat, aplikasi Mata Dewa masih terus bekerja mencari siapa dalang yang menyuruh 13 hacker terbaik Indonesia untuk menyerang Sistem Keamanan perusahaan Ranti.
Dan akhirnya ketemu, Aplikasi Mata Dewa mengambil aplikasi virus yang di buat Ranti dan langsung menyerang perusahaan yang menyewa 13 hacker Indonesia, tepat jam puku 05.00 WIB, Aplikasi virus sudah di lepas ke sistem database perusahaan itu
Virus tersebut menghancurkan data para debitur di perusahaan itu, dan menekan harga saham perusahaan.
Tepat pukul 08.00 WIB, terjadi kegemparan di perusahaan itu, bahwa data-data penting tidak bisa di akses, harga saham makin anjlok.
Di Media televisi sudah muncul berita terbaru, salah satu perusahaan pembiayaan terbesar akan mengalami kebangkrutan, saham perusahaan kian merosot, kira-kira seperti itu bunyi bertanya.
Di kantor pusat Perusahaan itu, para pemegang saham ramai-ramai menjual sahamnya walaupun mereka menjual rugi sahamnya.
Jam 09.00 WIB, Ranti membuka laptop dan melihat laporan dari aplikasi Mata Dewa, dia tersenyum melihat Sebuah perusahaan dengan aset hampir 40 Triliun dan masuk dalam kategori perusahaan pembiayaan terbesar kini sedang berada di ujung tanduk.
Ranti menghubungi Pak Haris agar mengakuisisi perusahaan tersebut.
" Halo, selamat pagi pak Haris, apakah anda sudah melihat berita hari ini, tanya Ranti
" Selamat Pagi juga Nona muda, saya lagi lihat berita Perusahaan Pembiayaan ke 3 terbesar sedang mengalami kehancuran, apa ada perintah Nona Muda, tanya pak Haris
" Tanyakan kepada mereka mau jual berapa perusahaan itu, jika harga wajar segera akuisisi
" Baik Nona Muda, orang saya akan segera melaksanakan nya, tunggu maksimal 1 jam, jawab pak Haris
Di lantai tertinggi tower gedung itu para petinggi perusahaan sudah menggelar rapat, para pemegang saham sudah mulai ribut.
Sedangkan dalang dari kehancuran itu, adalah seorang pria pendiri perusahaan yang masih tergolong muda baru 43 Tahun.
Dia memimpin rapat dengan berusaha agar pemegang saham penting menunda penarikan saham mereka, saham yang biasa-biasa sudah mulai di obral.
Pergerakan Saham masih terus menggerus, dan tak lama orangnya pak Haris menghubungi salah satu Direktur dan menyatakan keinginannya untuk mengakuisisi Perusahaan Pembiayaan tersebut beserta seluruh asetnya, termasuk gedung itu.
Gedung itu baru di beli Perusahaan itu sekitar 2 tahun yang lalu.
Direktur tersebut melaporkan bahwa ada pihak yang ingin mengakuisisi perusahaan itu, langsung Gempar.
Mereka malah menuduh Perusahaan pak Haris mengambil kesempatan dalam kesulitan mereka.
Sambil menunggu kabar dari Pak Haris, Ranti masih terus berkutat dengan laptop nya, padahal dia hanya tidur beberapa jam saja.
Sistem keamanan di perkuat sementara, sedang saat ini Ranti sementara membangun sebuah sistem keamanan super canggih, Ranti mengerahkan semua kekuatan dan kemampuan nya untuk membuat sistem itu.
kembali ke Perusahaan Pembiayaan itu, mereka mengerahkan semua ahli IT untuk menghapus virus yang Ranti buat tapi sudah beberapa jam tidak ada hasil.
Rapat kian memanas, sang pemimpin sekaligus pendiri perusahaan tetap berkeras bahwa perusahaannya tidak akan bangkrut.
Namun kenyataan di lapangan sudah jelas arah kebangkrutan tinggal menunggu waktu.
Anak buah pak Haris mengatakan akan membeli perusahan itu dengan hitungan mundur, setiap 30 menit harga penawaran akan di turunkan.
Perhitungan saat ini nilai perusahaan itu masih laku terjual di angka 30 triliun, dan setiap 30 menit akan di turunkan 3 Triliun, kata anak buah pak Haris.
Sang pendiri yang menguasai 65 % saham akhirnya memutuskan untuk menjual perusahaannya dan membayar segala beban hutang perusahaan.
Anak buah pak Haris mengatakan bahwa Perusahaan nya akan membeli nya saat ini juga.
Ranti mendapat kabar bahwa Perusahaan Pembiayaan itu akhirnya di jual dengan 24 Triliun.
" Pak Haris apakah perusahaan ayahku sanggup membelinya? tanya Ranti
" Tenang saja Nona, jangankan 24 Triliun, 240 triliun bisa di bayar dengan sekali tekan ENTER, kata Pak Haris
Uang orang tua Nona sudah melebihi 5 orang terkaya di Indonesia, Nona muda bisa lihat daftar orang terkaya di Indonesia dari urutan pertama hingga kelima, lalu jumlahkan, dan total dari jumlah itu, masih belum mampu mengalahkan milik ayah dan ibumu, belum lagi harta mereka berdua yang terpisah, kata pak Haris panjang lebar.
" Baik kalau begitu, tolong pilih orang yang terbaik untuk menjalankan perusahaan itu, perintah Ranti
" Bagaimana kalau perusahaan itu saya alihkan atas nama nona saja, saran pak Haris
" Silahkan tapi seluruh data saya harus di tutup rapat, jangan sampai ada yang tahu. perintah Ranti
" Tenang saja Nona Muda, kami sudah terbiasa mengatur hal itu, kata Pak Haris.
" Menurut nona apa yang akan kita lakukan dengan para petinggi disana? tanya pak Haris
__ADS_1
' Untuk sementara CEO nya saja dulu yang di ganti dengan orang kita dan direktur keuangannya itu dulu, nanti kita lihat kinerja mereka paling lambat 1 semester, saran Ranti
" Apakah Nona punya orang untuk menjabat sebagai CEO ? tanya Pak Haris lagi
Sebentar saya tanyakan ke orangnya dulu apakah dia bersedia atau tidak
Ranti menelpon pak Jusuf kepala cabang pusat Bank Mandiri Surabaya
Halo selamat pagi pak Jusuf, sapa Ranti
Selamat pagi Nona Ranti, ada yang bisa saya bantu ? tanya pak Jusuf
Apakah bapak bisa memegang perusahaan yang baru saya beli, bapak jadi CEO di perusahaan itu, tanya Ranti dan menawarkan posisi
Kalau boleh tau perusahaan apa dan bergerak di bidang apa Nona, tanya Dia
Perusahaan itu bergerak di bidang Pembiayaan, Hari ini Perusahaan Pembiayaan itu heboh di berita pagi ini, dan hari juga tim saya sedang melakukan proses pengalihan kepemilikan, jawab Ranti
" Nona itu perusahaan besar, jika perusahaan itu stabil di pastikan akan menjadi yang terbesar, ini tanggung jawab yang sangat besar Nona, jawab Pak Jusuf
" Apakah pak Jusuf bersedia atau tidak, saya tunggu jawaban pak Jusuf hingga 31 Desember, putus Ranti
" Pak Haris, untuk sementara, tolong. bapak saja yang mengurus nya dan per Januari tahun depan kita sudah punya orang yang akan yang akan menjadi CEO.
Baiklah Nona, saya akan melaksanakannya, dan hati ini saya akan ke Jakarta untuk melaksanakan pengalihan perusahaan itu. jawab pak Haris
Setiap perbuatan jahat akan menghasilkan kehancuran,
Selesai dengan urusan perusahaan pembiayaan ke tiga terbesar yang bernama Tri Link Finance Indonesia
Nasib ke 13 hacker itu sudah di putuskan, Ranti telah menghapus kemampuan mereka di bidang IT, artinya mereka sama sekali tidak bisa lagi bekerja dalam bidang IT.
Itu masih hukuman yang ringan bagi Ranti, andai mereka melakukan nya saat perusahaan sudah berjalan maka hukumnya pasti lebih berat.
Sudah jam 10 pagi Ranti baru keluar dari kamar nya dengan pakaian yang sudah rapi walau belum ada rencana mau pergi kemana.
Bu Likha mengantarkan makanan kepada Ranti di meja makan, sementara semua saudaranya sedang asik bermain bersama 2 bocah Armando dan Salma.
Renata berkelakar kalau mereka ingin membawa 2 bocah ini ke Jogja, tapi langsung di jawab oleh Salma
" Aku mau di sini sama kakak yang lainnya, nanti mobilku gimana , jawab Salma, sambil menangis
Mereka semua langsung tergelak tawa, hahahaha
Armando dan Salma, gak kemana-mana, kak Renata hanya bercanda saja, kata Renata membujuk Salma, yang sedang memeluk Armando.
Kasih liat kakak mana mobil Salma, tanya Renita
Salma menarik tangan si kembar dan menuju ke parkiran khusus mobil Toyota C-HR milik Armando dan Salma
" Itu, mobil aku dan kak Armando, kata kakak - kakak yang lain, jika aku sudah SMA nanti di belikan mobil untukku sendiri, jawab Salma polos
Terus nanti siapa yang membelinya, tanya Renata
" Kak Ranti, kan uang kak Ranti sangat banyak, coba kakak lihat isi Dompet ku, jawab Salma sambil menunjukkan isi dompetnya yang berjumlah 500 ribu
" Mau gak kakak tambahin, tanya Renata
" Gak usah kak, ini saja bingung mau beli apa, kata Salma
" Kenapa bingung mau beli apa, pancing Renata
" Di rumah ini, semua sudah ada, Es krim, cemilan dan.. pokoknya semua ada, kalau mau pergi, kakak pengasuh kami, yang membayar semua yang kami mau, begitu kak Renata, jawab Salma
Tapi kenapa Salma bawa dompet di dalam rumah, lanjut Renata bertanya
Ini dompet milikku pertama yang di belikan oleh kakak Ranti, jawab Salma
Kata kak Ranti walau kita banyak uang , tetap kita harus rendah hati dan tidak boleh serakah, jadi kak Renata gak perlu menambahkan isi dompetku, lanjut Salma menjawab
Anak pintar, kakak senang mendengarnya, kata Renata
Kalian harus belajar baik-baik biar jadi lebih pintar biar lebih banyak uangnya.
" Ia dong, kan nanti kalau aku sudah punya uang, aku ingin membalas semua yang kakak - Kakak berikan untukku dan kak Armando.
Ranti mendengar ucapan Salma, membuat hatinya bahagia, anak sekecil ini, sudah memikirkan bagaimana membalas kebaikan orang kepada mereka.
__ADS_1
" Kak Renata gak usah kuatir, kalau aku liburan sekolah nanti, pasti aku mau ketempat kakak, ucap Salma
" Kakak akan menunggu kalian datang, jawab Renata sambil memeluk Salma