SISTEM KEKAYAAN : PERJALANAN SI MISKIN

SISTEM KEKAYAAN : PERJALANAN SI MISKIN
Mercy diserang


__ADS_3

Belum selesai keterkejutan mereka, Rosemary sudah berbicara lagi.


" Aunty dan uncle semua, terimakasih sudah menyayangi mommy Rosemary Rianti", ucap Rory lagi.


" Sama-sama sayang, kami tidak akan membuat mommy nya Rory bersedih", jawab saudara-saudara Ranti.


Ranti hanya bisa meneteskan air mata bahagia dan terharu melihat putrinya yang sudah bisa bicara dan tau berterimakasih.


" Rose, terimakasih atas anugerah ini", ucap Ranti.


*Absolute Supreme Divine yang memberikannya, tapi ingat ini hanya berlaku kepada seluruh keluarga, Nona Rosemary saat berada di luar akan berlaku seperti bayi pada umumnya", ucap Rose.


" Terimakasih banyak Rose, segini saja saya sudah sangat bahagia", jawab Ranti.


Seketika cincin ditangan Rory bersinar, di ikuti cincin yang berada di seluruh kakak dan adiknya Ranti juga Ketty, hingga ke seluruh keluarga besarnya.


" Rose apa maksudnya sinar ini? Tanya Ranti.


* Ini pertanda, kehadiran nona Rosemary telah diakui sepenuhnya oleh seluruh keluarga besar anda Tuan, berbahagialah, kedepannya Status Rosemary telah 100 % menjadi Putri anda Tuan, Absolute Supreme Divine, sudah memurnikan darah Nona Rosemary, karena ketulusan anda dan seluruh saudara-saudara Tuan menerima kehadiran Nona Rosemary.


Absolute Supreme Divine menganugerahkan Darah Phoenix Tuan kepada Nona Rosemary, nanti saat Nona Rosemary berumur 1 tahun, maka struktur tulangnya akan di perbaharui", Ujar Rose.


" Terimakasih Rose, lalu apakah Putriku akan menjadi kejam sepertiku? tanya Ranti.


* Benar Tuan, namun hanya bagi yang pantas di hukum, Nona Rosemary akan menjadi pertahanan terkuat bagi sepupu - sepupunya selain Putra anda Tuan, Kekuatan dan Kekuasaannya akan mampu melindungi seluruh kekuasaan dan Harta kekayaan keluarga anda dimasa depan, dan maaf Putra dan Putri anda, akan menjadi manusia Semi Abadi", ucap Rose.


" Terimakasih Rose, itu berarti aku tidak akan kesepian dalam waktu yang panjang", jawab Ranti.


* Tugas anda hanya mengontrol kekuatan mereka berdua, walau mereka berdua akan menjalani hidup sama persis seperti anda yang sangat penyayang keluarga dan teman-teman anda Tuan", jawab Rose


Sementara Ranti berbicara dengan Rose, dia melihat putrinya juga sedang duduk di tengah-tengah Adriansyah dan Monicha.


" Rory nanti kalau sudah besar jangan lupa, sering-seringlah ke tempat opa dan Oma", ucap Monicha.


" Ia Oma, nanti Rory datang bersama aunty atau uncle, jika mommy sibuk", jawab Rosemary.


" Pasti mommy yang akan mengantarkan Rory, jawab Ranti yang bergabung sambil membawa susu untuk Rosemary.


Tepat jam 3 sore, akhirnya mereka berangkat ke bandara, tampak Aisyah agak murung.


" Kak, nanti jangan lama-lama datang menjenguk Ade", ucap Aisyah.


" Ia sayang, dan kamu juga kalau kangen datang saja ke Surabaya, kan ada pesawat kak Vanya juga ayah", ucap Ranti.


" Ia kak, jawab Aisyah pasrah.


Saat tiba di bandara, keluarga besar Ranti sungguh menjadi perhatian banyak orang.


Para petugas juga terlihat sangat antusias mengatur seluruh dokumen mereka yang tentunya harus di rahasiakan.


Kehadiran 3 pesawat Jet Pribadi termahal itu, sungguh membuat Bandara Juanda menjadi sorotan publik.


" Dek, kakak pergi dulu ya", ucap Mercy sambil memeluk Ranti.


" Ia kak, tapi jangan lama-lama ya, bontot pasti kangen", balas Ranti.


Keluarganya hanya bisa terharu melihat Ranti yang enggan di tinggal Mercy.


* Tenang saja Tuan, Nona Mercy memang di takdirkan pulang kampung untuk menyelesaikan masalah keluarga mereka, Tuan cukup pantau saja", ucap Rose


" Nanti Kak Mercy akan mengamuk disana? Balas Ranti


* Itu sudah takdirnya, dan keluarganya memang sudah keterlaluan, biarkan Nona Mercy menghukum mereka", lanjut Rose.


" Baiklah, tapi jika kak Mercy dalam bahaya, aku pasti datang menolongnya", ucap Ranti.


* Di ijinkan", singkat Rose.


" Terimakasih Rose", balas Ranti.


Akhirnya semua keluarga kakaknya Ranti menaiki pesawat mereka, termasuk Aisyah dan keluarga, juga Adriansyah dan Monicha, serta Nayla, Anjeli dan Delia.


Setelah dalam posisi aman, seluruh keluarga itu mendapat notifikasi dari bank, ternyata Rose sudah mentransfer penambahan uang buat keluarga kakak dan adiknya Ranti.


Adriansyah dan Monicha menerima pesan email, bahwa besok pagi mereka ada rapat pihak Indofood dan juga bank BCA, soal perubahan formasi kepemilikan saham.


Diperjalanan kerumah Ranti, Rose memberitahukan bahwa, selama ini Ranti tidak pernah memberikan hadiah kepada pak Mario.


Ranti langsung merasa bersalah dan memerintahkan Rose agar segera mentransfer 25 triliun, dan belikan 1 unit rumah mewah dan 2 unit mobil, 1 Toyota Hilux double cabin dan 1 unit Aston Martin DB 11", perintah Ranti.


* Baik Tuan, besok siang semuanya sudah selesai", jawab Rose.


Sejam kemudian Ranti dan yang lain tiba di rumahnya, Ranti segera masuk kamar, sedangkan Rindu dan Friska beserta Salma dan Armando pergi melihat Supermarket DAMKAR, Ranti beralasan dia mau istirahat, hingga seluruh saudaranya tidak ada yang mengganggunya.


Sambil menggendong Rosemary Ranti terus memantau keluarga Mercy yang sedang menunggu kedatangan Mercy beserta orangtua dan adiknya.


" Ayah, Bunda, Mercy ingin kalian semua jangan pernah memamerkan kekayaan, hiduplah seperti biasa, hanya saja ayah dan bunda tidak boleh bekerja terlalu berat", ucap Mercy yang duduk sambil bersandar di bahu ayahnya.


" Ia sayang, ayah pasti hidup seperti biasa, walau sekarang punya mobil, ayah paling senang ke kebun, jadi jangan larang kalau ayah kesana", ucap Ayahnya Mercy.


" Ya sudah gak apa-apa, asal jangan sampai ayah capek, nikmatilah masa tua kalian, dan pacaran lagi sama bunda, hehehehe, goda Mercy ke ayahnya.


" Hahaha kamu benar nak, nanti ayah ajak jalan-jalan Bundamu, seperti kebiasaan anak muda zaman sekarang,.Walau sudah punya cucu 2 orang, Ketty dan Rosemary", balas ayah Mercy.


" Kamu April, harus siap-siap, karena Marco sama persis ayahnya, ganteng dan juga rajin", ledek ibunya Mercy ke April.

__ADS_1


" Hehehehe, awas saja kalau Marco keluyuran gak jelas, nanti April ikat di kaki meja hahahaha", ucap April menambah seru suasana.


" Bunda lihat dia, tidur di pahaku, kayak anak kecil saja", lanjut April sambil membelai rambut Marco.


" Nak, tolong jangan hukum keluarga Bunda, karena biar bagaimanapun mereka adalah saudara kita, cukup kita tidak membantu mereka dengan harta, itu sama juga saat mereka tidak membantu keluarga kita dengan harta, saat kita miskin", ujar Vivi ibunya Mercy.


" Selama mereka tidak lagi mengganggu Keluarga kita, maka saya juga tidak akan mengganggu mereka", jawab Mercy tegas.


Akhirnya setelah perjalanan 1,5 jam nonstop, Keluarga Mercy tiba di Bandara Sam Ratulangi Manado, mereka sudah di jemput Dion dan keluarga April.


" Selamat datang di Manado, Nona Muda Mercy, ucap Dion.


Ranti mengingatkan ke Dion agar memanggil Mercy dengan Nona Muda, kecuali Mercy melarangnya.


" Terimakasih ya, dan kamu yang namanya Dion, orang yang di percayakan ayah dan bundaku mengawasi renovasi rumah kami dan bibi? Tanya Mercy.


" Benar Nona Muda, dan saya bersyukur juga karena sudah di anggap keluarga oleh orangtua Nona Muda", jawab Dion dengan gugup.


" Baiklah, tolong jaga kepercayaan kedua orangtuaku dan adikku Ranti, selama kamu bekerja dengan jujur dan setia, maka kami juga yang di Surabaya tidak akan pelit kepadamu, dan saya harap kamu sudah mengecek saldo tabungan kamu", ucap Mercy.


" Sudah Nona Muda, akan saya gunakan dengan baik, agar masa depan saya juga bisa lebih baik, terutama nenekku", jawab Dion.


" Baguslah, sekarang mana mobilnya, apa kamu sudah pesan bawa mobil 2, tanya Mercy.


" Sudah Nona Muda, dan ini kuncinya, mobil ini baru datang tadi pagi, dan mobil ini juga akan menjadi milik Nona Muda selama berada di Manado", jawab Dion.


" Ya sudah, ayo antarkan saya dan keluarga, dan pulang kerumah", perintah Mercy.


" Halo paman dan bibi, maaf ya, adik April kami bawa ke Surabaya, dan kedepannya, mohon jangan melarang jika saya meminta April dan Marco datang ke Surabaya, tolong jangan ya paman", ucap Mercy dengan lembut.


" Tidak apa-apa nak Mercy, selama mereka tidak melanggar norma adat istiadat", ucap ayahnya April.


" Terimakasih paman, dan ayo kita pulang", ucap Mercy.


" Halo pak Wely dan ibu, besok pagi bukakan pintu buat kami datang bertamu", ucap Pak Agus.


" Pasti pak Agus, dan coba lihat anak kita berdua", jawab Pak Wely.


Setelah bertukar sapa, akhirnya kedua keluarga itu langsung menaiki mobil masing-masing dan pulang.


Mercy, mengendarai mobil Mercedes yang baru saja di kirim Ranti.


Dan setelah 1,5 jam dari bandara, akhirnya tiba mereka di rumah yang beli Ranti.


Mercy kagum melihat pemberian Ranti dan segera menelponnya.


" Dek, terimakasih ya, sudah membelikan rumah untuk Orangtua kakak", ucap Mercy.


" Jangan berterimakasih, kak Mercy adalah kakakku, orang yang juga selama ini merawat dan mendidik adik", ucap Ranti.


" Kalau ada sesuatu, tolong telpon kakak ya, dan maaf pesawatnya kakak suruh tunggu hingga besok saat kakak mau pulang," ucap Mercy.


Selesai menelpon Ranti, Mercy mengajak Dion untuk mengantarnya ke kampung orangtuanya.


" Nak, kamu mau kemana ? Tanya ibunya Mercy.


" Mau kekampung kita bunda, jawab Mercy tegas.


Ada raut kegelisahan di wajah orangtua Mercy setelah mendengar jawaban mercy, apalagi raut wajah Mercy yang terlihat sangat tidak tenang.


" Nak, ayah dan bunda ikut, takutnya disana terjadi apa-apa", jawab ayahnya Mercy.


" Baiklah, jawab Mercy singkat.


Dengan mengendarai mobil Mercedesnya Mercy mengikuti Dion dari belakang, sementara orangtuanya Mercy menggunakan mobil Toyota Hilux Double cabinnya, dan hanya membutuhkan waktu 45 menit, Mereka tiba di lokasi rumah keluarganya yang sedang di bangun.


Warga masih antusias melihat kedatangan keluarga Mercy, namun kali ini mereka terkejut saat melihat Mercy turun dari mobilnya.


Tak berapa lama datang beberapa warga yang penasaran.


" hey Dion, siapa wanita muda itu ? Apa itu pacar kamu? Tanya seorang ibu tetangga rumah keluarga Mercy.


" Bukan pacarku, Dia adalah Nona Muda Mercy, anak pertama ibu Vivi", jawab Dion.


Berapa kagetnya warga yang mendengar jawaban Dion, sedangkan Mercy sendiri hanya tersenyum tipis.


" Dion, kamu kerjakan apa yang menjadi tugasmu, jangan bicarakan hal-hal yang tidak penting", ucap Mercy.


" Baik Nona Muda, maafkan saya", jawab Dion dengan gugupnya.


" Dion, ternyata kamu benar-benar menjadi kacungnya mereka, kasihan kamu di perbudak oleh keluarga yang tidak jelas ini", teriak seorang pemuda.


" Tidak apa-apa, setidaknya saya di anggap keluarga dan juga di berikan gaji yang sangat besar, tapi yang lebih penting dari semua itu, mereka menerima saya dengan ketulusan", jawab Dion.


" Benar juga kata adikku, kalian disini hanya bisa mengurus orang lain, pantas saja hidup kalian tidak ada kemajuan", ucap Mercy lantang.


" Baru kaya segitu saja, sudah kayak seperti Sultan", balas pemuda itu.


"Lalu kamu sendiri, apa sudah pekerjaan, karena kelihatannya kamu seorang pengangguran", sambung Mercy.


Pemuda itu terdiam mendengar omongan Mercy.


Tak berapa lama, saudara-saudara ibu Vivi datang ketempat itu.


" Vivi, apa ini keponakan kami yang hilang? tanya kakaknya Bu Vivi.

__ADS_1


" Ya, ada apa memangnya, apa kalian mau menghinanya seperti kalian selalu menghina kami, jawab ibunya Mercy ketus.


"Bunda, siapa mereka? Tanya Mercy


" Mereka, kakak dan adik ibumu nak, bukan Bu Vivi jawab melainkan ayahny Mercy.


"Oh, lantas mereka kesini mau apa, dan kenapa bunda bilang mereka sering menghina keluarga kita", ucap Mercy.


"Karena keluarga kita sangat miskin, sebelum adikmu Ranti datang, tapi biarkanlah mereka seperti itu", jawab ibunya Mercy.


"Apa mereka pernah membantu keluarga kita atau tidak? Tanya Mercy.


"Tidak pernah, bahkan ibu beberapa kali minta pinjaman uang untuk adikmu Marco, mereka tidak memberikannya alasannya mereka takut kami tidak bisa membayarnya, jujur ibunya Mercy.


"Kalau begitu, perlakukan seperti yang mereka buat kepada Bunda, jangan pernah memberikan mereka apapun, toh mereka sudah sangat kaya, jawab Mercy.


"Vivi, kenapa kamu mengajarkan anakmu seperti itu, bentak kakakny Bu Vivi.


"Kamu tidak berhak memarahi bundaku, kamu sebagai kakak sudah gagal melindungi adikmu, beruntung adikku Ranti menemukan kedua orang tua ku, jika tidak, pasti hingga saat ini, kalian akan tetap menghina mereka berdua", lantang Mercy.


" Kamu bicara yang sopan kalau berbicara dengan orangtua ! Hardik adik laki-laki ibunya Mercy.


"Oh, lantas apa pantas kalian menghina ibuku dan keluargaku, apa itu sopan, kalian saudara sedarah ibuku, tapi kenapa kalian menghina saudara sendiri?, mana lebih kejam", silahkan jawab teriak Mercy.


Tiba-tiba, anak laki-laki tertua dari pamannya Mercy menerjang Mercy dengan tendangan.


"Kamu harus sopan kepada ayahku, teriak laki-laki itu.


"Dan kamu juga harus sopan pada ibuku, jawab Mercy sambil menangkis tendangan sepupunya, dan langsung meninjunya


Seketika seluruh sepupu laki-laki Mercy datang dan menerjangnya.


Ranti sendiri yang melihatnya lewat aplikasi Mata Dewa sampai geram melihat tingkah laku para sepupu Mercy.


" Hanya kalian berlima, mau menghajarku, kalian tidak akan mampu, ujar mercy sambil menahan pukulan dari para sepupunya.


" Sekarang giliran saya, ucap Mercy dan membalas menyerang, alhasil dalam hitungan detik kelima sepupunya tumbang sambil memegang pipi yang lebam di tampar Mercy.


" Bagaimana rasanya, ejek Mercy


" Awas kamu, seumur hidup kami tidak akan menganggap kalian saudara, teriak mereka.


"Hahahaha, apakah aku mengenal kalian, jadi saya juga tidak berharap di akui kalian sebagai saudara, dan perlu kalian ingat, tamparan saya masihlah kurang kuat, karena masih menghargai ibu saya, jadi jangan berharap juga suatu saat saya dan keluarga akan menganggap kalian.


Sekarang kalian pergi dari halaman rumah kami, dan jika kalian melangkah 1 cm saja, saya akan datang menghajar kalian.


Kalian para warga juga, semoga kalian semakin kaya dan makmur, terimakasih sudah membenci keluarga saya, dan saya tekankan, kalian semua di larang memasuki area halaman rumah kami, dan siapapun yang mencoba mengganggu pembangunan rumah kami, maka kalian akan berhadapan saya", ancam Mercy.


Setelah Mercy habis berbicara, datang puluhan orang yang entah datang darimana dan apa tujuannya serta siapa yang menyuruh mereka, datang-datang langsung mengeroyok Mercy dengan senjata tajam.


Mercy yang tidak siap, terkena sabetan parang salah satu pemuda yang datang.


Kakak, teriak Ranti ketika melihat di layar Aplikasi Mata Dewa.


*Tuan, anda harus tenang, percayalah nona Mercy tidak apa-apa, ucap Rose menenangkan Ranti.


Sementara Mercy yang melihat lengannya berdarah, dia segera meminum air surgawi, dan seketika darah berhenti mengalir.


Mercy tak tinggal diam, dia mencabut tiang kayu yang ada disitu, dan menyerang para pria yang datang sekitar 20 orang.


Dengan kecepatan tinggi Mercy mulai menghajar mereka tanpa ampun, Mercy mengincar kaki dari para penyerang itu, hingga terdengar teriakan kesakitan, dan terlihat para penyerang mulai tumbang dengan kaki patah.


Warga yang melihatnya hanya diam sambil bergetar ketakutan.


" Hahahaha, apa hanya segini kekuatan kalian, ejek Mercy sambil menghunus kayu ke hadapan para penyerang.


" Kalau kalian kasih tau siapa yang menyuruh kalian, maka saya akan memberikan obat patah tulang", ujar Mercy.


Belum juga selesai dengan para penyerangnya, datang lagi saudara-saudara dari ayahnya, bersama beberapa anggota polisi.


" Maaf Nona, anda kami tahan atas tindakan main hakim sendiri hingga mengakibatkan korban patah tulang.


"Oh, mereka yang datang menyerang saya dengan senjata tajam, dan saya hanya membela diri, lantas saya yang kalian salahkan, mereka 20 orang, sedangkan saya hanya sendirian, tantang Mercy.


"Harusnya anda menghindar dan melapor polisi atau pihak desa, bukan anda bertindak sendiri, jawab anggota polisi.


" Saya baru datang dari Surabaya, saya juga tidak mengenal mereka, lalu apa masalahnya hingga mereka datang menyerang saya, jadi kalian sebagai petugas jangan asal mengatakan saya bersalah", jawab Mercy.


" Jadi, Nona ingin melawan petugas", tegas anggota polisi.


" Apa kesalahan saya, disini juga adalah tanah keluarga saya, mereka yang datang menyerang, lantas saya yang ingin anda tangkap, lalu bagaimana dengan mereka yang datang menyerang saya, apa mereka akan anda biarkan? tanya Mercy.


" Tentunya mereka akan kami tahan untuk di mintai keterangan pemukulan anda terhadap mereka, jawab pak polisi itu.


"Hahahaha, anda lucu pak polisi, mereka seharusnya di jadikan tersangka, bukti sudah ada, dan banyak warga yang melihatnya, kecuali mereka bersaksi dusta", tegas Mercy.


" Nanti semuanya di bicarakan di kantor polisi", ucap polisi itu.


"Aplikasi Mata Dewa, cari siapa dalang dari penyerangan ke kak Mercy, perintah Ranti.


" Sudah Tuan, yang memerintah mereka adalah si pejabat yang dulu yang menculik Nona Mercy, semua data sudah ada di laptop, termasuk skandal-skandal pejabat itu", balas Aplikasi Mata Dewa.


" Kuras hartanya sekarang, jangan sisahkan barang 1 rupiah pun", perintah Ranti.


" Mind Ruler, manipulasi otak para warga yang hadir di lokasi kejadian, buat mereka berbuat tindakan tak senonoh di jalan, dan buat istri dan anak pejabat itu untuk meninggalkannya, dan juga buat istrinya menggugat cerai pejabat itu", perintah Ranti.

__ADS_1


" Rose, kirim pengacara dan bawa semua bukti-bukti kejahatan pejabat itu", perintah Ranti.


" Dilaksanakan Tuan, jawab Rose.


__ADS_2