SISTEM KEKAYAAN : PERJALANAN SI MISKIN

SISTEM KEKAYAAN : PERJALANAN SI MISKIN
Tak ada ampun


__ADS_3

Ranti dan Elisabeth saat ini berada di Mall Pakuwon, mereka sedang menikmati makan siang, dengan suasana yang nyaman.


Laporan dari aplikasi Mata Dewa, mengabarkan bahwa para preman di lokasi pedagang tadi pagi sudah menyerang orang yang memerintahkan mereka.


" Siapa dalangnya, balas Ranti"


" Perusahaan dari Jakarta, yang hendak menggunakan lahan itu, untuk didirikan bangunan, tapi Pemilik lahan tidak mau menjualnya, karena kasihan dengan pedagang, balas aplikasi Mata Dewa.


" Apa nama Perusahaan itu, balas Ranti


" AQS Holding Company"


" Bergerak di bidang apa, tanya Ranti


" Perkapalan dan Cargo " jawab Aplikasi Mata Dewa


" Siapa pemiliknya, lanjut Ranti


" 3 Sepupu anda, Aquino, Aquinas dan Aquila, namun sejatinya perusahaan itu milik Ferdiansyah Setiawan, balas Aplikasi Mata Dewa.


" Retas dan hancurkan, Perintah Ranti


" Cari alamat Pemilik Lahan itu, Perintah Ranti


" Pemilik Lahan itu adalah Seorang Pria Usia Lanjut, Pensiunan tentara, anaknya hanya 1 dan berjualan di situ juga, serta cucunya saat ini, yang satu bekerja di Kantor RPS Multidana sebagai Resepsionis dan satu lagi Security di Proyek Kota Terpadu, Balas aplikasi Mata Dewa


" Kirim pesan bilang saya ingin bertemu dengannya, Perintah Ranti.


Ranti melanjutkan makan siang sambil berdiskusi tentang Multi Food.


Dan benar saja, baru di omongin, Franky Purnama telah berada disitu juga bersama 5 orang Pria berbadan tegap.


" Selamat siang Nona Elisabeth, kebetulan kita bertemu disini, bagaimana dengan surat saya ? tanya Franky


" Bos saya tidak ada waktu bertemu dengan anda, silahkan tunggu saya hubungi jika Bos saya ingin bertemu denganmu, ucap Elisabeth.


" Tak perlu lagi, untuk apa bertemu dengan orang sombong seperti bos kamu, kasih tau bos kamu, Purnama Multi Food, tidak akan hancur tanpa RPS Food Excellent dan RPS Multidana Finance, ucap Franky


" Dan bos saya berkata, ada atau tidak Purnama Multi Food, Perusahaan kami tidak akan terganggu, sengit Elisabeth.


" Sombong sekali Bos kamu, ucap Franky


" Kamu yang tak mengenal bos saya, makanya kamu berkata demikian, kalaupun bos saya, wajar saja, Perusahaan milik sendiri dan tidak ada hutang sepeserpun, ucap Elisabeth


" Dasar pembohong, Nona Elisabeth, tidak ada lagi di zaman sekarang orang membangun pabrik besar tidak berhutang, ucap Franky


" Silahkan cek kepemimpinan Perusahaan kami, apakah ada investor atau tidak, kurang jauh main anda Tuan Franky, jawab Elisabeth


" Omongan kamu itu hanya sekedar membangun brand image saja, ucap Franky.


" Sudahlah, berbicara dengan orang seperti anda memang tidak ada untungnya, ucap Elisabeth.


" Santai saja Nona Elisabeth, lagian saya juga sudah dapat investor dari Jakarta dan juga ada Produk baru yang lebih bagus dari punya kalian, ucap Franky


" Kamu pikir saya tidak tahu, silahkan tunggu surat panggilan dari kepolisian, dengan kasus penadah barang curian, saat ini kami sudah menahan Manajer yang bekerja sama dengan kamu, ucap Elisabeth.


" Bapak-bapak yang terhormat, pikirkan baik-baik jika kalian ingin berinvestasi, Purnama Multi Food, bergantung dengan Produksi kami, tapi kontraknya sudah kami batalkan, ucap Elisabeth.


" Apa benar begitu Tuan Franky Purnama, tanya seorang investor


" Itu pembatalan sepihak, tapi perusahaan saya sudah mendapatkan produk yang lebih berkualitas, saat ini kami sudah dikirimkan 1 ton barang, dan akan berkelanjutan, mereka sanggup mensuplai 6 ton per bulan, ucap Frangky


" Kami akan selidiki dari perusahaan apa yang menjadi supplier anda, dan untuk saat ini, kita tangguhkan dulu pembicaraan kita, ucap seorang calon investor.


" Ini bukti barangnya yang di rebranding oleh Purnama Multi Food ucap Elisabeth sambil memperlihatkan bukti CCTV.


Wajah Franky Purnama sudah pucat seperti mayat, tak mampu berkata-kata.


" Perkenalkan nama saya Ranti Putri, pemilik dari RPS Food Excellent dan RPS Multidana, ucap Ranti kepada calon investor Franky


" Maaf Nona, apa kaitan anda dengan 3 gedung yang menggunakan nama RPS di Jakarta, tanya investor itu


" Semua itu milik saya Pribadi, jawab Ranti


" Sebuah kebetulan, kantor saya berada di Gedung Emerald lantai 60, jawab investor itu


" Terimakasih sudah menyewa di gedung saya, ucap Ranti


" Sama-sama Nona Ranti, kami juga nyaman di gedung anda, ujarnya.


" Baiklah kalau begitu Nona, saya mohon diri, kebetulan saya masih ada pertemuan dengan orang lain lagi, ucap investor itu dan dia langsung beranjak.

__ADS_1


" Baiklah Tuan, kapan-kapan kita bertemu di Gedung Emerald, ucap Ranti


" Saya akan menunggu anda di Jakarta.


" Apa Tuan Franky Purnama yang terhormat masih mau disini atau mau pergi juga, ketus Ranti.


" Hati-hati kamu Nona, kamu belum tau sedang berhadapan dengan siapa, bisik Franky Purnama


' Kamu yang berhati-hati, karena kamu juga tidak mengenal saya siapa, ancam balik Ranti


" Tuan, pemilik lahan bersedia bertemu dengan anda, lapor aplikasi Mata Dewa.


" Baik, terimakasih "


Ranti dan Elisabeth menyelesaikan makan siangnya dan mereka berdua berpisah di parkiran, Ranti menuju ke rumah pemilik lahan yang di jadikan tempat Berdagang.


Dengan menempuh perjalanan selama 25 Menit Ranti tiba dan langsung di terima pemilik lahan beserta anak satu-satunya yang berdagang bakso dan mie ayam.


" Selamat Siang Tuan, saya yang mengirim pesan tadi, perkenalkan nama saya Ranti Putri, ucap Ranti memperkenalkan diri.


" Saya Sulaiman dan ini Fatimah anak saya satu-satunya, ucap pria lansia itu.


" Saya mendengar ada orang Jakarta memaksa Tuan untuk menjual tanah yang di pakai oleh pedagang, tanya Ranti


" Tanah itu, memang saya ingin menjualnya dan merenovasi rumah saya, biar anak saya berdagang di rumah saja, tapi kadang kasihan pada pedagang jika saya jual lahan itu, ujar kakek itu.


" Saya jujur berminat membeli jika Tuan ingin menjualnya, saya bersedia memberikan mereka waktu 3 tahun berdagang disana dan saya akan buat lahan itu sebagai pusat kuliner, dan semua yang berjualan disana asal memenuhi syarat saya berikan kios dengan harga sewa murah.


" Sangat baik jika lahan itu di kelola dan di jadikan pusat kuliner, luas lahan itu 2,3 hektar, asal tujuan Nona seperti saya rela melepas lahan itu, ucap Kakek itu.


" Pasti saya akan buat sesuai dengan yang saya ucapkan, dan ijinkan saya menggunakan nama Tuan sebagai merek dari pusat kuliner itu, ucap Ranti.


" hahahaha, emang bisa begitu, tanya kakek itu


" Bisa kenapa tidak, dan nama tuan adalah bentuk penghormatan saya, bagaimana Tuan? tanya Ranti


" Terimakasih Nak, saya ini ijinkan menggunakan nama saya, ucap sang kakek.


" Berapa harganya, tanya Ranti


" Ayah saya ingin menjualnya 20 milyar, jika nona berminat, ucap anak si kakek.


" Saya sanggup membayarnya, dan sebagai bayaran menggunakan nama tuan, saya tambah 5 milyar, untuk 10 tahun, dan ibu setelah Bangunan jadi saya akan berikan sewa gratis 1 kios selam 10 tahun juga, dengan catatan harus ibu atau anak ibu yang menggunakannya, ucap Ranti


" Baiklah, siapkan saja dokumen nya, besok orang saya akan datang mengurusnya, jika besok semua sudah beres, maka uangnya juga langsung saya bereskan, ucap Ranti.


" Terimakasih Nona, nanti malam saya akan bicarakan dengan anak dan menantu saya, ucapnya


" Baiklah, dan ini sebagai tanda jadi, ucap Ranti, sambil memberikan Cek sebesar 1 milyar, kepada ibu itu.


Setelah selesai, Ranti pamit, dia sekarang pulang ke rumah, dan akan keluar lagi malam untuk menghancurkan markas White Tiger.


Tiba di rumah, kedua bocah Armando dan Salma sudah pulang dan sementara makan.


" Kakak abis darimana, tanya Salma


" Kakak lagi melihat- lihat perusahaan, ucap Ranti


" Oh gitu, ucap Salma


" Daripada kakak bosan di rumah, mending kakak ke kantor, ucap Ranti


" Baiklah, tapi apa kakak sudah makan siang belum, tanya Salma


" Sudah sayang, ucap Ranti sambil mengelus punggung Salma.


" Kak, hari Sabtu boleh gak teman-teman Salma main ke sini, tanya Salma


" Berapa orang, tanya Ranti


" Hanya 4 orang, termasuk Mora, ucap Salma


" Ya sudah, asal jangan buat berantakan rumah kita, kasihan nanti pelayan membereskan nya, ucap Ranti


" Terimakasih Kak, dan boleh kan Salma minta tolong bibi Likha belanja kentang, udang dsn cumi-cumi buat di goreng tepung, Ucap Salma


" Boleh, asal dimakan habis oke, ucap Ranti.


" Terimakasih kak, ucap Salma


" ingat jangan pamer Ok, tegas Ranti

__ADS_1


" Salma mengerti kak, ucap Salma


" Ya sudah, selesai makan istirahat, Perintah Ranti


Ranti beranjak ke kamarnya dan membersihkan diri, dia membuka laptopnya dan melihat hasil laporan dari aplikasi mata Dewa,


" Tuan, saham kita melemah, ucap sekretaris Aquino


" Kenapa bisa begitu, tanya Aquino


" Ada kebocoran data tuan, ucap sekretaris itu.


Ternyata kekuatan perusahaan itu hanya segitu.


" Mind Ruler aktif, kontrol semua pemegang Saham, atur pikirannya agar menarik saham mereka di AQS Holding Company, sekarang, perintah Ranti.


Kini waktu sudah menunjukkan jam 5 sore, Ranti sudah berganti pakaian, dan berpamitan kepada semua saudaranya.


Dengan menggunakan Toyota New C-HR Hybrid, dia menuju Kafe milik keempat kakaknya, rencananya dia akan nongkrong disana sambil menunggu waktu makin malam.


Ranti berkeliling kota sebentar, sebelum dia mampir ke Kafe itu, tepat 7 malam, akhirnya dia tiba kafe dan memesan tempat yang agak pojok.


Lupita kaget melihat Ranti yang sedang duduk, dia mendekat dan menanyakan mau pesan apa.


" Tumben Nona Muda kesini sendiri, ucap Lupita


" Mereka lagi pada sibuk, jadi aku kesini sendiri, ucap Ranti santai


" Apa Nona mau makan atau minum sesuatu, tanya Lupita


" Buatkan kopi latte dan juga menu favorit ku, ujar Ranti.


Setelah nongkrong 2 jam, Ranti mengendarai mobilnya ke tujuan awalnya.


Sengaja berputar - putar dan akhirnya tiba, Ranti berhenti di seberang jalan bangunan bekas gudang.


Dengan menggunakan mata semesta dia memindai seluruh bagian bangunan itu.


" Mind Ruler kontrol pikiran para preman agar membawa para gadis remaja keluar dari bangunan itu, Perintah Ranti


Hanya berselang 5 menit para preman itu sudah membawa para gadis keluar dari bangunan.


Mind Ruler memerintahkan agar para preman membawa semua narkoba ke kantor Polisi.


Setelah gadis- gadis itu keluar, dan para preman memasuki mobil dengan narkoba, dengan cepat Ranti mulai melepaskan jarum - jarum Balck Soul, Drone juga di keluarkan agar proses penghancuran lebih lebih cepat.


Api yang mulai membesar, di halangi Ranti dengan array pelindung, alarm kebakaran berbunyi dengan kencang.


Aplikasi Mata Dewa, menghapus semua CCTV yang ada.


Para pengendara mulai ada yang berhenti dan merekam gedung yang mulai terbakar, Ranti memasukkan mobil ke pelataran Ruko dan duduk dengan santai sambil melihat gedung itu mulai terbakar


Dari kejauhan sirene mobil Pemadam Kebakaran sudah berdatangan, namun mereka seperti teringat beberapa hari lalu api menyala dengan ganas tapi tidak kemana-mana.


Tim Pemadam Kebakaran langsung bekerja menyemprotkan air dan cairan kimia untuk memadamkan api, tapi lagi-lagi mereka berhadapan dengan api Abadi.


Drone terus menerus menyiramkan cairan api ungu menambah laju pembakaran gedung itu.


Tiba-tiba, angin kencang menutupi gedung, Ranti melepaskan jarum dengan mengaktifkan api biru, dan jadi angin tornado berapi.


" Ini fenomena alam yang sangat langka" , begitulah caption siaran langsung di media sosial


Surabaya kembali heboh dengan kebakaran yang aneh di sertai tornado berapi, dengan kilauan warna biru.


Tim Pemadam Kebakaran kewalahan, Ranti mengedarkan elemen angin angin dan air agar Tim Pemadam Kebakaran tidak menjadi korban keganasan tornado berapi yang suhunya mencapai 1500⁰ C. atap spandek, baja ringan semua habis di hajar api.


Tak berhenti sampai disitu, Ranti mengaktifkan elemen tanahnya, dia membuat tanah di sekeliling bangunan menjadi lumpur,


Sekali lagi warga dan pengendara yang lewat di suguhkan dengan tenggelam nya Bangunan- bangunan itu secara perlahan, Ranti menarik elemen api nya lalu menggantinya dengan elemen Air.


Bangunan terus menerus tenggelam, air keluar dari tanah, membuat semua orang yang melihatnya tercengang, kali ini Ranti sungguh sangat ganas, walau tidak membunuh orang tapi cukup membuat orang ketat ketir.


Dalam waktu 3 jam lokasi gedung yang tenggelam berubah menjadi kolam. Rose yang tidak mau kalah sempat- sempat dia melepaskan ratusan ekor ikan dan udang.


Rose mengatur waktu agar seluruh ikan dan udang menjadi besar saat pagi hari.


Ranti puas dengan apa yang dia lakukan, tapi ada kemarahan di tempat lain


Ayahnya Mikhael, lagi-lagi menelan kerugian yang besar bagaimana tidak narkoba sebagai salah satu penghasilan terbesar nya kini sudah berada di kantor polisi dengan 15 orang anak buahnya yang mendatangi kantor Polisi.


Ayah Mikhael menghubungi semua petinggi organisasinya, di berbagai wilayah Surabaya, agar waspada.

__ADS_1


Ranti pergi dari tempat itu dan menuju ke Purnama Multi Food.


__ADS_2