
Dengan terburu-buru wanita sombong itu menjawab panggilan telpon yang ternyata berasal dari suaminya.
" Ya halo pah, ada apa", jawab wanita pura-pura tidak tahu kalau suaminya lagi marah.
" Mamah dimana, dan spa yang mama lakukan, hingga pagi-pagi papah sudah dapat pemberitahuan pemutusan kontrak kerjasama, dan pak Pribadi suruh papah telpon mama", ujar pria itu dengan emosi.
" Mama di sekolah Bintang Timur, mau daftar anak kita masuk TK, terus apa hubungannya dengan kontrak kerjasama kita dengan Pak Pribadi', ujar wanita Sombong itu.
" Apa kamu bermasalah dengan orang Pagi ini, tanya suami wanita itu.
" Aku hanya Bertemu dengan wanita yang mau daftar anaknya disini, dan mamah nasehati agar jangan ambil kelas yang mahal, tapi dia tersinggung, lagian orang miskin seperti dia mana pantas anaknya sekelas dengan anak kita", ujar wanita sombong itu.
" Mamah bilang wanita miskin, mama dengar baik-baik, jika dia miskin terus kita apa, wanita itu salah satu Pemilik Proyek tempat perusahaan kita bekerjasama, malu kita nanti sama orangtuanya Geo, yang membantu kita dapat proyek itu", ujar suami wanita itu.
" Maafkan mama pah, mama tidak tahu, soal nya dia tidak terlihat orang kaya pah", ujar wanita itu.
" Kalau sampai perusahaan kita hancur, mamah terpaksa hidup sendiri, sudah berapa kali mama hampir menghancurkan perusahaan papa karena sifat mama yang sombong, ujar suami wanita itu.
" Maafkan mama pah, sekali ini saja", ujar wanita itu.
" Tidak mah, papa capek bangun perusahaan untuk masa depan, tapi mama tidak pernah berubah, jika papa gagal lagi di proyek ini, pasti tidak akan bisa bangkit lagi, jadi papa tidak tahan lagi kalau begini terus", ujar suami wanita itu.
" Ya sudah terserah papa saja, setelah mama bercerai dari papa, nanti mama langsung bunuh diri saja, ujar wanita itu mengancam suaminya.
" Kalau mama bunuh diri silahkan saja, papa pasti akan cari pengganti mamah, ancaman mama tidak mempan, jadi lihat saja jika sampai perusahaan hancur, pasti papa gugat cerai", tekan suami Wanita itu.
" Baiklah pah, mama juga capek selalu di salahkah, kalau papa memang mau bercerai ya sudah, mama pasrah saja, mama kembali ke rumah orangtuaku saja, mama tunggu surat cerai dari papa kalau begitu", ujar wanita Sombong itu.
" Pulanglah, apa mama pikir mereka akan menerima mama setelah mama menghancurkan perusahaan mereka tahun Lalu, apalagi sekarang mereka lagi berusaha bangkit dan papa juga yang membantu mereka, itu semua karena keangkuhan kamu, bukannya berubah malah bicara mau bunuh diri dan kembali ke rumah orang tua", ujar suami wanita itu.
" Memangnya perusahaan mereka lebih besar dari kita, hingga kita harus tunduk kepada mereka? ucap wanita itu dengan keras kepalanya.
" Perusahaan kita dengan mereka bak bumi dan langit, apa kita mampu beli pesawat Pribadi 2 unit, apakah mama mampu beli tanah dengan tunai serta seluas 25 ribu hektare, apa uang kita cukup beli tanah seluas itu, belum lagi yang di Jakarta, Amerika dan Singapura", apa menurut mama perusahaan kita lebih besar?" ucap suami wanita itu.
" Ya sudah, maafkan mama kalua begitu, mama janji akan berubah", ujar wanita sombong itu.
" Terserah mama saja, papa sudah capek, mungkin jika perusahaan ini hancur, papa akan pulang kampung saja, papa gak sanggup hidup dengan sifat mama yang sangat Sombong, pantas saja usaha papa tidak bisa maju", ujar suami wanita itu.
" Mama ikut papah saja kalau gitu, ucap wanita itu.
Bu Rosita dan petugas penerima murid baru hanya bisa duduk pasrah, awalnya hidup sudah enak, kerja bagus, fasilitas juga keren, tapi sekarang hilang semuanya, lebih parah si Petugas, sudah enak di mess kamar ber AC, dan gratis lagi, sekarang cari kerja susah, kos-kosan yang pakai AC minimal 1,3 juta, belum tentu gaji sebesar disini.
Sementara di tempat lain, Dewi sedang mencari sekolah buat Ketty, dia memutuskan cari sekolah dekat rumah Ibunya.
Sedangkan Ranti dan Rindu, tidak tahu apa-apa, mereka tetap beraktifitas seperti biasa, apalagi saat ini Rindu sedang bersiap ke DAMKAR Supermarket, apalagi nanti malam mereka mau ke resepsi pernikahan.
Handphone Ranti berdering, ternyata dari Clara.
" Halo Clara ada apa ? tanya Ranti.
" Apa Nona Dewi sudah berangkat ke kantor", tanya Clara
" Tadi katanya mau ke sekolah Bintang Timur dulu, mau daftarkan Ketty masuk TK, dan katanya mau langsung ke kantor, apa ada masalah di kantor?" tanya Ranti.
" Ada tamu dari keluarga Sutanto, salah satu perusahaan yang bekerjasama di Mega Proyek Kota Terpadu dan Treasure Island, katanya ada urusan pribadi", ujar Clara.
" Ya sudah, saya coba hubungi kak Dewi dulu", ujar Ranti.
Dewi yang sedang serius mendaftarkan Ketty untuk masuk TK, mengabaikan telponnya yang terus bergetar.
Ranti terus mencoba beberapa kali lagi, namun sia-sia, akhirnya dia menelpon ke sekolah TK Bintang Timur, namun mereka menjawab bahwa hari ini belum ada nama Ketty yang mendaftar.
Ranti mencoba menelpon Dewi lagi bdan akhirnya di angkat juga.
__ADS_1
" Halo, Kak Dewi dimana?' tanya Ranti.
" Lagi daftar Ketty masuk TK, maaf tadi kakak tidak mengangkat telpon karena lagi mengisi dokumen", jawab Dewi.
" Apa banyak orang di Bintang Timur yang datang hingga kakak harus antri ", tanya Ranti.
" Ketty di tolak di sana, jadi kakak bawa ke sekolah Permata Hati, dekat dengan rumah ibuku", jawab Dewi.
" Apa alasan mereka tidak menerima Ketty disana?" tanya Ranti.
" Si petugas penerima murid baru bilang Ketty tidak cocok masuk di kelas A dan B, karena nanti banyak wali murid yang komplain karena Ketty katanya datang ke sekolah tidak bawa mobil sendiri', jawab Dewi.
" Kenapa kak Dewi tidak menelpon Ketua Bagian TK atau ketua Yayasan, kan mereka bisa bantu menjelaskan siapa kakak", ujar Ranti.
" Sudah, kakak minta mereka di berhentikan tapi Ketua Yayasan bilang nanti di diskusikan dulu, padahal kepala bagian TK sudah sangat menyalahi aturan, dia tanpa persetujuan yayasan menjalankan kebijakan adanya kelas khusus orang Kaya, orang yang sedang saja dan orang miskin, Ketty disuruh oleh petugas ikut tes untuk orang yang tidak mampu.
Padahal kakak sudah bilang mau ikut jalur umum dan akan bayar sesuai harga, tapi bilang tetap tidak boleh masuk di kelas A atau B, karena kedua kelas ada biaya tambahan sebesar 25% dari biaya awal, kakak juga bilang akan bayar seperti itu, tapi dia bilang tetap tidak boleh, di tambah lagi istri dari Keluarga Sutanto menghina kakak dan Ketty, jadi kakak langsung pergi, gak tau ketua yayasan dan Rosita ngomong apa", ujar Dewi.
" Akhirnya kakak pikir ya sudahlah, mending Ketty sekolah di tempat yang sederhana saja, nanti SD saja baru masuk ke Bintang Timur, ujar Dewi melanjutkan omongannya.
" Sabar saja kak, sekarang juga saya ke Sekolah, kakak mendingan ke kantor, kasihan tu si Clara cari kakak terus, katanya ada tamu di kantor yang lagi tunggu kakak disana, soal Ketty biar saya yang urus", ujar Ranti.
" Kak Rindu, aku ke Sekolah TK dulu, nanti aku nyusul kakak di DAMKAR Supermarket", ujar Ranti dan langsung berangkat bersama Mercedes GLE 53.
Dengan kecepatan sedang Ranti menuju ke sekolah, emosinya sudah sangat besar, ponakan kesayangannya di tolak disekolah miliknya sendiri kan lucu
25 menit kemudian mobil memasuki halaman parkir sekolah TK itu, saat dia mau parkir yang ada tulisan khusus guru dan staf, dia di larang oleh Security.
" Maaf Nona, parkiran ini khusus guru dan staff, sedangkan tamu di sebelah sana", ujar Security itu.
" Tidak saya tetap parkir disini dan tolong jaga mobil saya", ujar Ranti dengan kesal.
" maafkan saya, jika Nona parkir disini, nanti para guru dan staff akan memarahi saya", ucap Security itu.
Security mendengar nama Ranti Putri langsung gugup tak berani membantah. Mereka semua Security ini hanya mendengar nama saja tapi tidak dengan wajahnya.
" Maaf, maafkan saya Nona Muda, jika ada yang bertanya nanti saya katakan itu adalah mobil anda Nona Muda", ujar Security itu dengan ketakutan.
" Ya sudah saya masuk dulu, tolong jaga mobil saya, ujar Ranti dan langsung bergegas.
Dengan masih emosi, dia masuk ke ruang kantor, karena sudah jam 11, jadi beberapa guru masih di kelas.
" Selamat siang, saya kesini mau bertemu dengan ibu Rosita kepala bagian TK, dan petugas penerima murid baru yang berjaga pagi tadi", ujar Ranti.
" Maaf kalau boleh tau dengan siapa kami berbicara", tanya seorang guru Play group.
" Saya Ranti Putri, dan ingin ketemu dengan Bu Rosita",ujar Ranti menyebut nama Bu Rosita.
" Maaf Nona Muda, kami tidak mengenal anda, soal Bu Rosita sudah di pecat oleh ketua Yayasan, karena tadi ada masalah dengan Nona Muda Dewi kakak nona", ujar mereka.
" Sudah berapa lama ada kebijakan dari Bu Rosita tentang pembagian kelas khusus", tanya Ranti.
" sudah satu tahun",Jawab mereka.
" Kalian tau, akibat kebijakan bodoh ini, keponakan saya harus antri disekolah lain untuk mendaftar dan kalian juga tidak ada yang melapor ke pihak yayasan akan kebijakan aneh ini", tegas Ranti.
" Kami hanya di beritahukan bahwa itu adalah aturan baru, karena Bu Rosita kepalanya, jadi ikut saja nanti kita banyak tanya, di rekomendasikan lagi kami untuk di pecat", ujar salah satu guru.
" Mulai hari ini tidak ada kelas khusus, semua orang sama, memangnya anak orang kaya itu siapa, nanti jika ada dari wali murid komplain, suruh saja mereka pindahkan anaknya dari sini, dan kalau tidak ada murid yang datang, sekolah ini tinggal saya tutup", ujar Ranti santai.
" Kalau mereka mau ada kelas seperti itu, silahkan ke Budi Luhur atau Sekolah lain yang menerapkan sesuai kemauan mereka dan saya yakin biayanya 3 kali lipat dari sini, Budi Luhur uang masuk untuk kelas khusus adalah 35 juta, SPPnya 3 juta, tapi apakah program itu sukses, tidak ! sekarang malah sudah tutup dan kembali seperti biasa", ujar Ranti.
" Ya sudah, saya mau ke Yayasan sekarang, ingat pesan ku tidak ada kelas spesial", tegas Ranti dan beranjak ke mobilnya dan langsung ke Kantor Yayasan.
__ADS_1
Sepeninggal Ranti, para guru TK dan staff hanya bisa melongo melihat bos mereka pergi begitu saja.
" Ternyata pemilik sekolah kita masih sangat Muda", ujar salah seorang guru.
" Yang aku tahu, dia baru saja selesai UN, lanjut kata seorang guru.
" Astaga, masih mudah jauh dong dari kita, tapi sudah sangat kaya, yang aku dengar Yayasan ini di beli seharga 10 triliun, dan dahsyat nya di bayar Tunai, tapi baguslah, sejak ganti pemilik, gaji kita semua naik menjadi UMR, bahkan tahun ini saja kita sudah di berikan Bonus 75 juta", ujar mereka.
Sementara di kantor Yayasan, Ketua Yayasan sedang mengurus surat pemecatan, terlihat Rosita dan Petugas penerima murid baru, duduk lesu memikirkan nasib mereka.
" Selamat siang", sapa Ranti.
" Siang juga Nona Muda", ucap mereka
Kehadiran Ranti yang mendadak, membuat hawa kantor menjadi tegang.
" Bu Rosita, Pemilik sekolah dan Yayasan, kamu atau saya, hingga kamu seenaknya membuat kebijakan seperti itu, bahkan keponakan saya, sudah mau bayar sesuai kebijakan kamu, tapi masih harus memiliki kendaraan juga, agar tidak bau angkot", ujar Ranti.
" Maafkan saya Nona Muda, saya mengaku salah", ujar Rosita.
" Saya tanya, sekaya apa orang tua murid yang kamu anggap kaya dengan keponakan saya, ini buku Rekening atas nama Ketty Angelina Keponakan kesayangan saya, lihat baik-baik berapa tabungannya, dan ini rekening atas nama kakak saya", ujar Ranti.
Ketika Bu Rosita melihat beberapa buku rekening atas nama Ketty Angelina yang totalnya mencapai 250 triliun, dia terkejut bukan kepalang, di tambah lagi dengan punya Dewi yang lebih dari 1000 triliun, menambah wajah Bu Rosita pucat .
" Bagaimana, apa keponakan saya orang miskin ! jawab jangan diam atau ku tampar kamu walau usiamu lebih Tua dari saya !. bentak Ranti.
" Maafkan saya Nona Muda, saya mengaku salah", ucap Bu Rosita sambil berlutut ketakutan.
" Dan kamu, berapa besar uang kamu terima tiap tahun Disini, hingga kamu mengatai kakak saya tidak bisa membayar uang bulanan yang 800 atau 1 juta", ujar Ranti.
" Hampir 50 juta pertahun diluar tunjangan", jawab petugas itu.
" Lantas apakah kamu sudah merasa kaya, hingga hatimu tak berperasaan menghina kakak saya, asal kamu tahu, dia bekerja sebagai Direktur, gajinya 5 milyar per tahun, itu kakak saya, tanpa bekerja di sudah bisa hidup mewah, kamu gaji 50 juta saja setahun sudah berani menghina orang.
" Saya pantang menghina orang, karena saya juga pernah hidup susah, makanya saya ingin sekolah ini bisa terjangkau oleh siapapun, kalian saya gaji dengan layak, agar kalian bisa hidup nyaman walaupun tidak Mewah,
Gak kebayang saya, bagaimana kamu jika punya seperti kakakku Dewi, pasti kamu akan bunuh orang saat kamu tidak suka dengan orang itu", ujar Ranti.
" Maafkan saya Nona, saya hanya menjalankan tugas", jawab si petugas itu
" saya tau, tapi apakah Bu Rosita juga menyuruh kamu menghina orang ?" ucap Ranti
" Maafkan saya Nona Muda, saya mengaku salah", ujar petugas itu.
" Apa kamu tahu akibat dari perbuatan kalian, kakak dan Keponakan saya harus antri hampir 2 jam untuk mendaftar di sekolah biasa, alasannya hanya 1, yang penting nyaman, bagaimana perasaan kamu sebagai pemilik sekolah tapi anak dari kakakmu di tolak bersekolah di tempatmu", tanya Ranti.
" Saya mengaku salah", ujarnya pasrah.
" sekarang kamu menyesal bukan, diluar sana apa kamu pikir akan mendapatkan gaji seperti yang saya berikan, karena gaji seluruh kalian disini, menggunakan 50% keuntungan pribadi saya sebagai pemilik sekolah, saya juga bayar disini, kedua adik saya di SD juga bayar, dsn juga ikut aturan, dan kedua adikku tidak pernah membuly orang, saya sendiri berteman dengan seluruh teman sekelas, walau mereka tahu saya Pemilik sekolah", ujar Ranti.
" Pak ketua Yayasan, tarik perwakilan yayasan bagian TK di Malang kesini dan Bu Rosita pindah kesana sebagai perwakilan, sedangkan petugas ini, pindahkan ke Sidoarjo, dan yang di Sidoarjo pindahkan kesini, itu kalau mereka mau, kalau tidak pecat dengan tidak hormat dua orang ini, Senin depan sudah harus aktif disana", perintah Ranti.
" Saya masih memberikan kalian kesempatan, untuk bekerja di tempat ku, kalau kalian tidak mau pindah itu urusan kalian", lanjut Ranti.
" Saya bersedia Nona Muda, ucap petugas itu dengan cepat.
" Saya juga Nona Muda", ujar Bu Rosita.
" Ya sudah, tolong berubah, ini hukuman buat kalian, tapi saya juga masih berpikir dengan keluarga Kalian, namun jika saya dengar kalian berbuat hal ini lagi, maka tidak ada lagi kesempatan buat kalian, dan saya jamin kalian akan jadi kuli kasar di Surabaya", tekan Ranti.
" Kami berjanji akan bertobat", ujar mereka berdua.
" Buktikan, jika 2 tahun kalian sudah berubah, maka kalian boleh mengajukan pindah kesini atau tempat lainnya, Gresik atau Jogja, atau di kota Baru yang sedang fi bangun.
__ADS_1