
" Apakah merindukannya? tanya Ranti.
" Sangat merindukannya, andai dia masih hidup, bibi tidak membiarkan dia pergi lagi", Ucap Monika Hadinata.
" Rio, sebenarnya kamu punya seorang kakak perempuan, seumuran dengan Ranti, tapi dia hilang, kamu juga punya Ayah, tapi dia sangat jahat, membuang ibu saat kamu masih dalam kandungan ibu, dan Ranti adalah kakakmu, kalian cucu bersaudara, nenekmu dan neneknya Ranti bersaudara kandung, semoga mereka hidup, jadi kamu bisa bertemu dengan mereka", ucap Monika Hadinata.
" Apalagi yang bibi ingat dan ingin ungkapkan, katakan saja, siapa tahu saya membantu Bibi.
" Bibi ingin kembali ke Jakarta, bibi ingin mengurus dokumen, agar tabungan dan Deposito bibi bisa diambil, juga safety box bibi di bank, tidak banyak memang, tapi cukup membangun sebuah perusahaan, dan mengambil kembali hak bibi di IKATA", Ucap Monika.
" Tenang saja, sebentar lagi hak bibi akan kembali, tapi ada hal yang lebih penting dari itu semua", ucap Ranti.
" Bibi, apakah ada tanda khusus yang bibi ingat yang terdapat pada putri Bibi", Tanya Ranti.
" Ada, tahi lalat berderet di dada sebelah kanan dan kiri, hanya itu yang bibi ingat, dia hilang di pasar waktu jalan-jalan bersama keluarga, namun ternyata hari itu mereka sengaja membuang bibi, sebelum peristiwa itu terjadi, selama beberapa bulan daya ingat bibi mulai berkurang", ucap Monika.
" Baiklah, mari ikut saya ke rumah, mommy dan Dady juga sempat hampir di bunuh oleh Ferdiansyah Setiawan, kami terpisah lebih dari 10 tahun dan saya tinggal di panti asuhan Charity selama 10 Tahun dari usiaku 5 tahun", ucap Ranti.
" Ya ampun tega benar si Ferdiansyah itu, apa salah mas Adriansyah kepadanya", ucap Monika.
" Itu semua sudah tidak penting, lagian mommy dan Dady sekarang ada bersamaku, mari kerumahku, biar bibi senang melihatnya", Ucap Ranti dan membuka pintu mobilnya.
" Ryu dan Ryi tolong fokus ke rencana yang lain", Perintah Ranti.
Ranti menggerakkan seluruh kekuatannya untuk mencari keluarga kandung Kakak-kakaknya lain, Mercy dan Friska.
Ranti sudah memikirkan saat seluruh Kakaknya mengetahui dan bertemu dengan keluarga kandung mereka, namun dia yakin, bahwa seluruh kakaknya pasti tetap bersamanya, walaupun suasananya akan sedikit berbeda, karena dia sadar selama ini kerinduan seluruh kakaknya adalah bertemu dengan keluarganya.
Awalnya Ranti tidak berusaha keras mencari keluarga saudara-saudaranya, karena dia takut di tinggalkan, tapi akhirnya dia di sadarkan saat dia bertemu dengan orang tuanya, satu-satunya keegoisan Ranti akhirnya terhapus kan, dan Rindu adalah kakak nya yang pertama akan bertemu keluarganya.
Di rumah Ranti, Salma menghibur Radjiman Pradipta dan keluarga besarnya dengan bermain piano di temani Armando.
Radjiman dan istrinya terpesona melihat kepiawaian Salma dan Armando, Nikson saja yang sudah lama mengenal mereka, tidak mengetahui kelebihan dari Salma dan Armando.
Monicha sudah membaca pesan dari Ranti, bahwa dia dan Monika serta Rio sudah berada dalam perjalanan ke rumah.
Mereka lebih tercengang saat Ketty bermain biola, walau hanya lagu sederhana tapi ukuran anak 4 tahun itu sudah hebat.
Akhirnya Ranti tiba di gerbang perumahannya, dan menyapa pak Beno yang kebetulan berada di pos jaga.
" Kemana aja pak Beno, kok jarang ke sini sekarang", sapa Ranti.
" Perusahaan sangat sibuk, banyak perumahan baru yang menggunakan jasa perusahaan kami, jadi bapak lebih banyak di Kantor dan ikut survey ke lapangan, seperti arahan Nona Muda, Service adalah marketing terbaik', ucap Pak Beno.
" Ya sudah, ini buat beli kopi dan rokok", ucap Ranti.
" Terimakasih Nona Muda, kami juga sudah di berikan makanan oleh Bu Likha lewat Pelayan Dewi", ucap Pak Beno.
" Baiklah, saya masuk dulu", ucap Ranti dan bergegas kerumahnya.
" Ranti, ini rumah besar sekali", kagum Monika
" Ia bi, nanti saja di dalam baru bibi akan melihat yang lebih berharga", Ucap Ranti.
" Kenapa pada berisik didalam rumah Mang Dul? tanya Ranti yang mendengar suara orang bernyanyi.
" Biasa Nona Muda Salma lagi konser musik", ucap Mang Dul.
" Memanglah anak itu, paling pintar membuat suasana menjadi hidup", ucap Ranti.
" Aku pulang, teriak Ranti.
Seketika suasana hening, Salma langsung berhenti memainkan organ, sebelumnya tadi dia bermain piano.
" Ayah... Bunda.. teriak Monika Hadinata.
__ADS_1
Bagaikan kesetrum Hermina dan Wiyoko Hadinata terdiam sejenak, begitu Radjiman dan istrinya
" Ika, bunda sangat Rindu denganmu, mereka mengatakan kamu dan anakmu sudah meninggal, mereka sangat jahat, kami datang ingin membersihkan kuburan kamu dan putrimu, tapi ternyata sudah di ganti orang lain, ternyata kamu masih hidup, terimakasih Tuhan", ucap Hermina.
" Ayah, maafkan Ika yang tak mendengar omongan ayah, ucap Monika, sambil berlutut memohon maaf.
" Semua sudah lewat, ayah sudah memaafkan kamu dari dulu, maafkan ayah terlalu egois yang tidak datang menemuimu sebelum kamu dikabarkan meninggal", ucap Wiyoko.
" Ayah ini anak keduaku, namanya Rio Aryanto, maafkan Monika, karena tak bisa menjaga Putriku sendiri, dia tidak meninggal ayah, dia hilang di Surabaya, saat ini umurnya sudah 18 tahun", ucap Monika yang belum memperhatikan Rindu.
Hermina menatap intens Rindu yang sedang melihat handphonenya, sambil merangkul Armando.
" Lantas kamu kemana saja, kenapa tidak pulang kerumah? ucap Hermina.
" aku lupa ingatan, aku hanya ingat jalan kembali ke Jakarta, tiba di Jakarta aku lupa semuanya, bahkan mantan suamiku juga tak bisa ku ingat, baru saja Ranti mengobati ku hingga aku bisa mengingat semuanya, demi menghidupi putraku, aku berjualan kue keliling", ucap Monika Hadinata.
" Mantan suami kamu tidak jadi menikah dengan selingkuhannya, tapi sekarang dia sudah menikah dengan mantan karyawannya, dan punya anak 1, ucap Hermina.
" Ika sudah tidak memikirkan tentang dia, Ika hanya ingin mengambil kembali perusahaan ku, dan mencari putriku, Ika yakin dia masih hidup, data Putriku masih tersimpan di safety box Mandiri, akta lahirnya dan beberapa foto waktu dia bayi", ucap Monika Hadinata.
" Mungkin kita bisa mencarinya jika kak Ika masih ingat namanya", ucap Bastian menimpali omongan Monika.
" Dari nama itu kita bisa mendapatkan gambaran, siapa tahu dia punya medsos, jika Putri kakak masih hidup dan memiliki medsos, dapat di pastikan dia gemar membagikan foto baik Instagram maupun Facebook atau video Tik tok", lanjut Bastian.
" Saat dia hilang, dia memakai kalung dan gelang, di gelangnya tertulis namanya RINDU ARIYANI", ucap Monika Hadinata.
Ruangan itu tiba-tiba senyap dan di kagetkan bunyi benda jatuh.
Semua orang memandang ke arah Rindu, Armando mengambil handphone Rindu.
Rindu berdiri dan lari ke kamarnya, dia mencari kotak kecil yang di berikan oleh Suster Diana sebelum mereka keluar dari Panti Asuhan.
" Maaf Bibi, salah satu kakak saya, namanya Rindu Ariyani, itu yang barusan pergi ke kamarnya", ucap Ranti.
Monika Hadinata dan kedua orangtuanya, menatap foto keluarga.
" Dia di berikan oleh Bu Yanti yang tak kuat membujuk dan menenangkan adik Rindu, katanya 30 menit yang lalu ada ada 2 orang laki-laki dan perempuan muda menitipkannya untuk waktu seminggu atau 2 Minggu aku agak lupa, karena Adik Rindu belum berhenti menangis memanggil bundanya walau sebutannya tidak jelas.
Dia menggunakan kalung emas putih dan gelang tangan juga dari Emas putih, aku yang membuka gelangnya dan ternyata ada namanya, maka kami menulis di dalam daftar anak titipan, karena memang waktu itu Suster Diana dalam mencari tambahan uang, dia menerima penitipan anak dan kebetulan Bu Yanti menyerahkan juga uang, aku gak tau jumlahnya karena saya sendiri waktu itu masih kecil.
Setelah Suster menulis namanya, baru adik Rindu tenang, kalung dan gelangnya di simpan oleh Suster Diana, takutnya saat adik bermain dengan anak-anak lainnya, kedua barang itu jatuh.
Tapi setelah menunggu lebih sebulan orang yang menitipkan adik Rindu tidak datang, salahnya Bu Yanti, tidak meminta nomor telpon dan juga KTP si penitip, akhirnya Suster Diana merawatnya, dan memintaku menjadi kakaknya, bersama dengan Darel, Mercy Friska, ya sudah kami berempat menjaganya, apalagi adik Rindu sudah terlihat nyaman, setelah Ranti datang, Rindu akrab dengannya, akhirnya adikku bertambah 1 lagi.
soal kehidupan yang lain saya tidak tahu lagi, karena saya sudah di adopsi keluarga Gunadi dan pindah ke Magelang", ucap Vanya.
Sementara di kamar, Rindu sudah menangis sambil memegang kalung dan gelangnya, kotak itu tak pernah di bukanya, sejak di berikan Suster Diana sebelum keluar dari Panti, Rindu menguatkan hatinya dan siap menerima apapun, akhirnya dia keluar dari kamarnya dan menuju keruang tamu sambil membawa kotak berisi gelang dan kalung Emas putih.
" Dek, jangan menangis, jika takdir mu hari ini bertemu orangtuamu kakak sangat bahagia, jika takdir berkata lain, kami tetap bersamamu, kami semua kakakmu, adikmu Ranti dan dua adik kita, akan terus bersamamu dan kita tetap menjalani hidup bersama -sama", ucap Vanya.
" Terimakasih kak, Rindu akan tetap tinggal bersama kakak apapun yang terjadi, sama seperti adik Ranti tetap bersama kita, walau ayah dan bunda sudah ketemu", ucap Rindu dengan tegar.
" Nak, boleh tunjukan kotaknya, dan di dada kamu ada 2 tahi lalat berderet rata di kiri dan kanan", ucap Monika.
Seketika badan Rindu bergetar, bahkan Darel gemetar, karena yang tahu tahi lalat Rindu hanyalah mereka.
Rindu memberikan kotaknya kepada Monika, yang menerimanya dengan perasaan tak menentu, berbeda dengan Ranti yang tetap tenang, Monicha dan Nindya juga percaya dengan omongan Ranti, saat sebelum ke Manado.
Mata Monika terbelalak melihat kedua benda itu dan mengeluarkannya, dan membaca nama yang tertulis di gelang Rindu, Monika membuka liontin di kalung itu dan terdapat foto wajah dirinya dan nama Rindu juga tertulis didalamnya, dan juga ini nama berupa inisial M. H
Monika Hadinata menangis bahagia dan berdiri dari kursinya dan memeluk Rindu.
" Nak ijinkan bunda melihat tanda lahirmu, ucap Monika.
Rindu yang juga sudah Meneteskan airmata lagi, memperlihatkan dadanya kepada Monika.
__ADS_1
" Ayah, Bunda, ini Putriku, Rindu Ariyani, teriak Monika Hadinata.
Rindu hanya bisa diam, perasaannya bercampur aduk, antara senang atau apa, dia juga tidak mau meninggalkan semua kakaknya dan adik-adiknya.
" Ini bunda Nak, maafkan bunda yang tak bisa menjagamu dengan baik, dan ini kandungmu, ayah kalian orang yang sama, bunda tidak akan memisahkan kamu dari mereka, karena bunda sadar, kalian tumbuh bersama, bagi bunda melihat mu masih hidup dan saat ini hidup bahagia dengan saudara-saudaramu, bunda sudah bahagia, Ranti juga bilang, selama dia juga tinggal dengan kalian, katanya saat kangen pasti telpon atau tinggal datang kerumah ke paman dan Bibimu, percayalah", Ucap Monika berhati - hati berbicara.
" Kakak, lihat saya, bersusah payah, saya mencari mommy dan Dady, dan Ketemu, kakak lihat bontot masih disini, masih tetap bersama dengan kalian, bukan Bontot tidak sayang dengan Mommy dan Dady atau sebaliknya, itu karena orangtua kita tidak egois, mereka melihat kebahagiaan kita diatas segalanya", ucap Ranti sambil memegang tangan Rindu yang tak bersuara, hanya terdengar suara tangisan.
Rindu tidak menyalahkan bundanya, tapi dia takut justru kehilangan seluruh Kakak-kakaknya dan adik-adiknya.
" Bunda, Terdengar suara Rindu memanggil Monika.
" Ya sayang, Bunda disini bersama adikmu dan juga Kakek dan nenekmu, jangan kuatir, bunda tidak akan membawamu kemana-mana, hanya saja datang jenguk lah Bunda saat ada waktu, bunda juga akan sibuk menghadapi ayah kalian berdua, kamu tenang saja, saat bunda juga ada Waktu, pasti bunda adikmu akan mengabari saat akan kesini, mulai hari juga, seluruh kakakmu dan adikmu, akan bunda anggap sebagai putra dan putri bunda,, biar kita semua jadi satu keluarga besar", ucap Monika.
" Bunda, maafkan sikap Rindu, merekalah yang berjuang membesarkan Rindu dan adik Ranti, kak Vanya, kak Darel, kak Mercy dan kak Friska, selalu melindungi Rindu dan Ranti,
Rindu ingin bunda membagi kasih sayang buat mereka, dan ijinkan Rindu tetap tinggal disini sampai Rindu ke Amerika Serikat, Rindu sudah daftar online di MIT Massachusetts Amerika, jurusan design Pesawat terbang, Minggu depan kami semua mau ke Amerika", ucap Rindu.
" Putri bunda ternyata memiliki cita- cita yang hebat, tapi maaf bunda tidak keburu membuat paspor, paspor bunda sudah lama mati,ucap Monika.
" Bibi percaya atau tidak ini semua data bibi dan adik Rio, mohon maaf Ranti tanpa bicara terlebih dahulu, mengganti nama belakang kak Rindu dan adik Rio Aryanto.
" Kak Rindu, maafkan bontot, Bontot menemukan bibi sudah beberapa hari, tapi kondisi bibi hilang ingatan, makanya bontot belum bisa memberitahukannya, sambil Bontot membuat obat untuk menyembuhkan bibi, setelah obatnya jadi dan kebetulan kakek dan serta paman Bastian mau kesini, saya minta mommy agar meminta kakek Wiyoko dan nenek Hermina juga datang, agar kak Rindu tidak repot, harus bertemu ke Jakarta", sekali lagi bontot minta maaf", ucap Ranti.
" Kamu adik terhebat buat kakak, adik tidak salah, justru kakak yang berhutang besar sama adik", ucap Rindu sambil memeluk Ranti.
" nak sini sama nenek, biar nenek memelukmu, jangan lupa saat ada waktu datang lah, nenek hanya punya anak 1, yaitu Bundamu, tapi cucu malah banyak, nenek sangat bahagia.
Anak-anak kesini semua, mulai hari ini, kalian adalah cucu kami juga, keluarga Hadinata memang tidak Besar dan hanya memiliki bisnis yang sedang- sedang saja, tapi itu sudah cukup buat kita semuanya,
Saya Wiyoko Hadinata, dengan bangga mengangkat kalian semua sebagai cucu dan cicit", ucap Wiyoko.
Terimakasih kakek, terimakasih nenek, kami akan menjaga nama baik Hadinata, seperti kami menjaga, nama Setiawan dan Pradipta, ucap Dewi selaku yang tertua.
" kami dengan senang hati menerima mengakui kakek Wiyoko dan nenek Hermina Hadinata, terimalah hormat kami, ucap mereka bersebelas.
" Ketty Angelina Djatmiko, memberi hormat buat kakek dan nenek buyut", ucap Ketty dengan sikap berlutut.
" Hormat kalian kami terima, ucap Wiyoko dengan senyum kebahagiaan, senyum yang sudah lama tak terlihat, kini terlihat lagi raut wajah tuanya kini terlihat agak lebih segar.
" Kak Radjiman, hari ini aku menang banyak, Putri semata wayang ku kembali, bersama dengan. cucu yang banyak dan juga 1 cicit", ucap Wiyoko.
Hahahaha... hahahaha
saatnya kita nikmati masa tua kita dengan tenang, lihat saja Icha dan Ika sudah berkumpul Kembali, kita sama-sama sempat kehilangan Putri- Putri dan cucu kita, tapi Tuhan masih sayang dengan tubuh tua kita ini, hingga membawa mereka kembali bersama kita, kakak bahagia melihat senyum mu yang sudah lama tak terlihat", ucap Radjiman.
" Ranti, kakek dan nenek, sangat berterimakasih kepada mu, kamu sudah menemukan Bibimu dan 2 sepupumu, kakekmu ini tak sanggup membalasnya, hanya kata terima kasih yang sebesar-besarnya", ucap Wiyoko Hadinata yang hendak membungkuk tapi langsung di cegah Ranti.
" Jangan membungkuk kepada saya, Rindu adalah Kakakku, mau sedarah dengan kakek atau tidak kami sudah bersaudara,wajib bagi saya sebagai adiknya menggunakan seluruh kemampuan ku mencari keluarganya, dan bonusnya ternyata kak Rindu memiliki hubungan darah dengan saya, jadi kita adalah keluarga, kakek tidak perlu membungkuk pada cucumu ini, mendengar kakek berterimakasih saja, itu sudah berkat buat saya dan juga saudara-saudara ku, mohon kakek tidak tersinggung", ucap Ranti.
" Kak Radjiman, Cucu kita semuanya hebat, padahal mereka hidup sendiri, tapi etika dan moral tetap kuat dalam diri mereka", Ucap Wiyoko.
" Hahahaha, Saatnya kita membuat mereka bahagia, dan juga bahagia, mereka generasi penerus, kita bersyukur Tuhan masih memberikan kita kesempatan melihat cucu-cucu kita yang hebat-hebat", ucap Radjiman.
" Kakek Wiyoko, ijinkan Salma memeriksa nadi kakek", ucap Salma membuyarkan senyum lebar Wiyoko.
" Silahkan sayang, kakek memang tidak sesehat kakekmu Radjiman, tapi kakek masih kuat kalau hanya menggendong mu, ucap Wiyoko.
Salma, memegang pergelangan kakek Wiyoko, dan memeriksanya, Ranti juga ikut memindai seluruh tubuh kakek Wiyoko.
" Kak Ranti, Ginjal kakek Wiyoko bermasalah, kolestrol tinggi, ditakutkan 3 atau 4 bulan kedepan akan terjadi penyumbatan, komplikasi ini akan memacu serangan jantung", Ucap Salma.
" Kakek, apa kakek susah tidur malam dan sering buang air kecil, atau kakek sekarang cepat lelah, begitu juga kadang tiba-tiba leher bagian belakang suka kaku? tanya Salma.
" Ia sayang, tapi namanya udah tua, ya pasti cepat lelah", ucap Wiyoko mengelak.
__ADS_1
" Salma, apalagi yang kamu dapatkan ? tanya Ranti.
" Sepertinya ginjal kakek sudah mulai menyusut, kalau kakek ke Dokter pasti disarankan untuk operasi transplantasi ginjal, waktunya sekitar 6 bulan paling lambat", baru segitu kak.