SISTEM KEKAYAAN : PERJALANAN SI MISKIN

SISTEM KEKAYAAN : PERJALANAN SI MISKIN
Kios Si kembar pengamen di hancurkan


__ADS_3

Ketika Ranti tiba dirumah Mora, para tetangga berkumpul penasaran ingin melihat kesembuhan Mora.


Setelah mereka melihatnya, mereka heran, bagaimana mungkin Mora bisa sembuh secepat itu, bahkan tadi pagi saja, ibunya Mora masih berkata bahwa Mora belum ada perubahan.


" Paman, bibi kami pulang dulu, Salma sudah capek katanya, Mora juga sudah capek, abis sembuh langsung keluyuran", ucap Ranti.


" Terimakasih Nona Muda, hati-hati di jalan", ucap sepasang suami istri itu.


Sepeninggal Ranti, warga mendatangi Keluarga Mora, mereka ingin melihat Mora lebih dekat.


" Papa Mora, selamat atas kesembuhan Mora, ucap seorang ibu-ibu tetangganya.


" Terimakasih Bu, untung ada bos saya dan istri datang membantu, hingga akhirnya Mora bisa sembuh", ucap Ayahnya Mora.


" Syukurlah Pak, kami sangat senang jika Mora sudah sembuh, anak saya tidak kesepian lagi, katanya kak Mora sudah sembuh atau belum", ucap ibu itu.


" Ia bilang sama Vikram, kakak Mora sembuh", ucap ayah Mora.


" Nanti sore sebelum Magrib, Vikram kerumah bapak, oh ya Pak apakah di kantor bosnya masih ada lowongan pekerjaan buat suami saya, bulan depan katanya kontraknya selesai", ucap ibu itu.


" Bukannya suami ibu bekerja di Semarang dengan gaji yang bagus ? tanya ayahnya Mora.


" Ia, tapi bukan karyawan tetap jadi setelah 2 tahun kontrak, maka selesai, karena perusahaan itu tidak menerapkan karyawan tetap", ujar ibu itu.


" Maaf Bu, tadi pagi keponakan saya baru di pecat, alasannya karena sombong, nah aturan di perusahaan bos saya yang paling penting adalah kita jangan menjadi orang yang sombong dan serakah, serta jujur dan setia, dan itu berlaku bagi anggota keluarga, jika ibu bertindak Sombong maka suami ibu akan di pecat, begitu juga jika anak ibu juga berlaku sombong maka suami juga akan di pecat, tapi sebaliknya jika keluarga berbuat baik, dan mau juga berbagi, pasti bos saya akan sangat senang, terapi ingat bos saya tahu mana yang tulus dan mana yang tidak", ucap ayahnya Mora.


" Aturannya terdengar unik tapi sangat bagus, bos bapak ingin karyawannya hidup apa adanya, pantas saja bapak dan ibu, tidak terlihat orang yang sudah kaya, justru makin sederhana, walaupun sekarang sudah punya mobil bahkan rumah juga sudah bertambah", ucap ibu itu.


" Untuk kita pamer ke orang-orang, belum tentu mereka tulus mau bersahabat atau bertetangga dengan kita, ibu bisa lihat sendiri bagaimana tetangga lain memandang keluarga saya, hanya ibu dan suami yang selalu baik kepada kami, ibu yang sabar, saya telpon bos saya sekarang, siapa tahu suami ibu bisa menggantikan posisi keponakan saya yang tidak tahu diri itu", ucap ayahnya Mora dan langsung menelpon Ranti.


Ranti yang masih di perjalanan mendapatkan telpon dari ayahnya Mora.


" Halo Paman, ada apa ? maaf saya lagi nyetir saya pinggirkan mobil dulu", ucap Ranti.


" Ia gak apa-apa Nona Muda, maafkan Paman mengganggu perjalanan Nona Muda.


" Begini Nona Muda, tetangga depan rumah paman yang bersebelahan dengan ibu-ibu sombong itu, suaminya bulan depan akan putus kontrak di Semarang, istrinya minta tolong apa di perusahaan Nona Muda masih ada lowongan?


" Suaminya, sangat ulet dan taat beribadah, keluarga yang dulu suka membantu Paman, bahkan sering memberikan Mora uang jajan, jabatan suaminya juga supervisor di Semarang, kalau boleh posisi keponakan paman yang jahat itu, gantikan saja dengan suami ibu tetangga Paman, dia bisa di percaya, malam ini dia pulang dari Semarang, ucap ayahnya Mora.


" Baiklah, besok pagi jam 9, Paman antar orangnya kerumah saya, bawa Mora sekalian biar saat kita ngobrol, Mora bisa main dengan Salma, jangan naik motor, paket mobil dan seterusnya begitu jangan bawa motor lagi saat antar Mora kemanapun", ucap Ranti.


" Terimakasih Nona Muda, paman pasti datang bawa mobil, juga Paman sudah berjanji akan Anatar Mora kemanapun pakai mobil", ucap ayahnya Mora.


" Ya sudah, besok kita ngobrol lagi, saya lanjut dulu", ucap Ranti dan mematikan handphonenya.


" Bu, besok pagi jam 9, bos saya suruh saya mengantarkan suami ibu ke rumah bos saya, jadi nanti besok jam 8 kita sudah berangkat, bos paling gak suka menunggu kalau sudah berjanji", ucap ayahnya Mora.


" Terimakasih Pak, semoga saja suami saya bisa di terima, tapi apa saya sama Vikram bisa ikut? tanya ibu itu.


" Bawa saja, saya juga disuruh bawah Mora kerumah bos", ucap ayahnya Mora.


" Astaga Pak, apakah gadis muda yang mengantar Salma pulang itu bosnya bapak dan ibu? tanya ibu itu.


" Ia, dan adiknya teman sekelas Mora, Makanya liburan kemarin mereka membawa Mora ke Perancis untuk jalan-jalan, jujur saja kami orangtuanya Mora, tapi biaya hidup Mora, semuanya sudah di atur oleh kakaknya teman Mora yang juga bos kami", ucap ayahnya Mora.


" Maksudnya, Mora di biayai hingga selesai sekolah, atau semuanya Bahakan pakaian dan lainnya", tanya ibu itu.

__ADS_1


" Ia semuanya, dan kemanapun adiknya bos saya mau sekolah Mora wajib ikut, awalnya kami menolak kalau anak kami nanti akan di jadikan Pembantu, tapi bos saya dengan tegas mengatakan, Mora adalah teman adiknya satu-satunya, jadi segala sesuatunya Mora wajib mengikuti Nona Muda Salma, lihat saja rumah kami di renovasi agar Mora bisa hidup nyaman, bahkan pakaian, Handphone semuanya ikut Nona muda Salma.", ucap ayahnya Mora.


" Ayah, tadi Mora dan Salma di belikan ini, layarnya lebih besar, jadi nanti Ade Vikram dan adiknya Mora bisa nonton kartun di YouTube dengan puas", ucap Mora.


" Halo Mora, selamat ya, kamu sudah sembuh, bibi bahagia lihat Mora sembuh, pasti pamanmu juga akan sangat bahagia, apalagi adikmu Vikram yang selalu tanya kapan katanya kak Mora sembuh", ucap ibu itu.


" Terimakasih Bi, nanti Mora main dengan Vikram", ujar Mora.


Begitu tiba di kamarnya, Ranti mendapat kabar yang tidak baik, Warung si kembar Pengamen Omar Dan Amir, barusan di hancurkan orang tak dikenal, bahkan Omar dan pemilik warung terluka kena belati, pemilik warung demi melindungi adiknya Omar dipukul hingga babak belur, sekarang mereka berada di rumah sakit Medika Sentosa.


" Salma, Armando, kakak pergi dulu sebentar, jangan lupa mandi ya", ucap Ranti.


" Ia kak, Salma juga mau setting tablet baruku, tadi Mora bilang sangat gampang untuk settingnya", ucap Salma.


Ranti mengganti mobil dengan mobilnya Salma dan Armando, dsn berangkat menuju rumah sakit.


" Aplikasi Mata Dewa, cari semua data, soal penghancuran warung milik temanku, jika sudah ketemu segera kirim datanya dan koordinat biar Drone segera mengeksekusi mereka.


" Baik Tuan, Balas Aplikasi Mata Dewa.


Setelah berkendara sekitar 45 menit, Ranti tiba di Rumah Sakit Medika Sentosa, Ranti mendatangi bagian informasi dan menanyakan dimana pasien atas nama Omar di rawat, dan setelah mendapatkan informasi, Ranti bergegas ke ruang UGD.


" Omar.. !, teriak Ranti".


" Nona Muda, Omar tidak apa-apa, hanya luka kecil saja dan sudah di jahit, yang parah ibu pemilik kios yang babak belur karena melindungi adikku yang masih kecil, maaf Nona kiosnya sudah hancur", ucap Omar.


" Jangan pikirkan soal kios, obati dulu lukanya biar cepat sembuh.


* Tuan berikan saja, saja air Surgawi buat Omar dan ibu yang babak belur, 15 menit kemudian mereka sudah bisa pulang, nanti dirumah suruh mereka Mandi saja, campurkan setetes embun Pohon Kehidupan ke bak air mereka, pasti semuanya akan baik-baik saja", ucap Rose tiba-tiba.


" Terimakasih Rose", jawab Ranti.


" Halo Pak, saya temannya Omar", ujar Ranti.


" Ia Nak, bapak sudah mengenal kamu dari cerita istri saya, mereka anak baik, bahkan istri saya sangat senang dengan mereka, makanya istri saya selalu menunggu saya pulang kerja di warung mereka, tapi hari ini, istriku di pukul orang, bahkan kios kami dan warung anak-anak malang itu hancur berantakan, kasihan mereka nak, kios bisa bapak perbaiki, tapi bagaimana kehidupan mereka selama kios belum selesai", ucap bapak itu.


" Berikan kepada ibu, hari ini kita pulang nanti saya lanjutkan pengobatan ibu dirumah saja, kalau disini nanti lebih ribet", ujar Ranti.


" Paman, maafkan Omar dan adik-adik, karena kami Bude jadi seperti ini", ujar Omar sambil menundukkan kepalanya.


" Ini sudah takdir Nak, kalian tidak bersalah, bude melindungi adikmu, karena rasa sayangnya, jadi jangan merasa bersalah, budemu sangat menyayangi kalian, walau kadang mulutnya terdengar kasar, atau kadang dia suka menegur kamu yang terlambat buka Warung", ucap bapak itu.


" Omar mengerti Paman, itu semua karena Bude ingin Omar selalu rajin, dan bisa sukses, jadi Omar anggap teguran bude sebagai penyemangat Omar di saat sedang capek", uang Omar dengan sangat sopan.


Tak lama kemudian, ibu pemilik kios sudah sadar, dan terlihat melihat suaminya dan juga Omar.


" Nak, apa kamu sudah baikan", tanya ibu itu pada Omar.


" Sudah Bude, kata dokter barusan aku sudah boleh pulang", jawab Omar.


" Baguslah, bude juga sudah baikan", jawab ibu itu.


" Mas, jangan kasih tau anak dan menantu ya, nanti mereka terganggu di kerjaannya", ucap ibu itu pada suaminya.


" Ia, mas juga belum beritahu mereka, apalagi anak kita yang kedua baru saja di terima di Perusahaan Body Clean, nanti saja saat dia pulang baru mas cerita", ucap suami ibu itu.


" Maaf Bu, ternyata ibu sudah sadar, dan menurut hasil pemeriksaan, ibu tidak perlu menginap, apalagi ibu sadar, tebus obat ini di apotik dan minumlah sesuai aturan, ibu pingsan karena shock saja, jadi usahakan istirahat yang cukup, nanti Minggu depan datang lagi untuk check up saja", ucap Dokter itu.

__ADS_1


Setelah semuanya selesai, Ranti mengantarkan Omar dan adik-adiknya pulang, juga dengan sepasang suami istri itu.


Sampai di rumah ibu itu, Ranti menyuruh agar dia mandi dan menyuruhnya meneteskan cairan yang berasal dari sistem dan berendam selama 10 menit baru mandi.


Ibu pemilik kios itu, merasakan hangat dalam tubuhnya, dan semua luka lebam di badan dan wajahnya telah hilang bahkan dia merasakan lebih sehat dan segar.


" Bagaimana perasaan ibu sekarang ? tanya Ranti, saat ibu itu keluar dari kamar mandi.


" Maaf nak sudah merepotkan kamu, oh ia panggil saja saya ibu Amalia, dan ini suami ibu Hadid namanya.


" Bu Amalia, syukurlah kalau ibu sudah sembuh, sekarang Omar numpang mandi juga boleh gak Bu, soalnya di rumah mereka tidak ada air panas", ucap Ranti.


" Silahkan saja, adik-adiknya juga kadang ibu mandikan disini", ucap ibu itu.


" Mulia sekali hati ibu, rela membantu mereka", ucap Ranti.


" Kedua anak saya sangat suka dengan mereka jadi ibu juga tenang dan bahagia melihat mereka, jadi tidak masalah membantu mereka, apalagi mereka anak baik dan sopan", ucap Bu Amalia.


Ranti segera menuntun Omar dan membantunya ke kamar mandi setelah itu ranti meneteskan cairan dari Sistem kemudian dia keluar dari kamar mandi dan membiarkan Omar mandi.


20 menit kemudian Omar keluar dari kamar mandi dan terlihat luka bekas jahitan sudah sembuh dan tidak lagi lagi kelihatan bekas lukanya.


" Terimakasih Nona, ucap Omar".


Kemudian mereka duduk di ruang Tamu, dan Ranti menyampaikan niatnya.


" Pak Hadid dan Bu Amalia, terimakasih sudah membantu Omar dan adik-adiknya, ini sebagai tanda terimakasih dari saya, disini ada 2 ATM buat ibu dan bapak, dan ATM 1 lagi untuk biaya pembangunan kembali Kiosnya dan buat lebih bagus lagi, tapi syaratnya, Omar yang akan tetap menggunakannya selama 5 Tahun, karena dalam ATM, sudah saya tambahkan untuk biaya kontrak mereka", bagaimana menurut kalian? tanya Ranti.


" Hahahaha, silahkan saja, ibu sangat senang jika mereka yang menyewa di kios ibu, biar ibu juga ada temannya saat suami dan anak-anak ibu pergi kerja', ujar Bu Amalia.


" Kedua ATM itu berisi masing-masing 10 milyar, dan yang satu lagi 5 Milyar untuk Renovasi dan biaya sewa selama 5 tahun", karena nanti setelah mereka selesai sekolah, apalagi Omar Dan Amir tahun depan harus kuliah, itu sudah cukup waktu untuk mereka berdua berjualan, karena selesai mereka kuliah maka mereka akan bekerja di perusahaan saya", ucap Ranti.


" Uang ini sangat banyak, ibu bisa Bangun 3 kios lagi, jadi kios nanti akan di gunakan Omar, silahkan mereka gunakan selama 10 Tahun, hingga si kecil lulus kuliah, itupun Unang ini masih tersisa sangat banyak", ucap ibu itu.


" Baiklah terserah ibu saja, dan saya harap tetap membantu mereka, dan saya juga mau tanya apakah disini ada rumah yang hendak dijual", ujar Ranti.


" Ada Nak Ranti, kebetulan pas di samping saya, bahkan rumahnya lebih besar, pemilik rumah itu sudah beli rumah lebih besar di daerah timur dekat pabrik mereka, katanya rumah itu mau jual 15 Milyar, ada 6 kamar dan dan di belakang ada 2 kamar pembantu, dan ada jalan samping menuju halaman belakang, kebetulan mereka belum pindah, katanya rumah mereka sedang di cat dan lagi pesan perabotan", ujar Bu Amalia.


" Baiklah, bagaimana kalau ibu dan bapak menemani saya ke sebelah, siapa tahu rumahnya belum terjual", ujar Ranti.


Ranti beserta Pak Hadid dan Bu Amalia, mendatangi rumah yang di maksud, dan mereka di sambut dengan ramah oleh pemilik Rumah.


" Silahkan masuk pak Hadid, Bu Amalia, dan maaf Nona ini siapa Pak ? saya belum pernah lihat", ucap pemilik rumah yang bernama Romly.


" Oh ini kerabat kami, yang juga teman dari Omar dan adik-adiknya", jawab pak Hadid.


" Oh gitu, mari silahkan duduk, kenalkan saya Romly dan ini istri Agnes, maaf anak - anak kami semuanya kuliah di Jakarta", ucap Pak Romly.


" Kenalkan juga Nama saya Ranti Putri, saya sengaja kesini saat mendengar dari Bu Amalia, kalau rumah ini mau di jual", ucap Ranti to the point.


" Ia benar, kami dalam Minggu ini sudah mau pindah, biar lebih dekat dengan Pabrik saya, kalau dari sini lumayan jauh, apalagi pabrik saya lagi banyak Pesanan dari Proyek Kota Terpadu dan Treasure Island, makanya saya harus kontrol baik - baik, agar jangan sampai mengecewakan pihak Pembeli", Ucap pak Romly.


" Pabriknya Produksi apa ? tanya Ranti.


" Pabrik saya produksi, batako press, paving blok, u- ditch untuk parit, dan gorong - gorong, campuran trimix untuk jalan, kami ada 5 perusahaan yang bertanggung jawab menyediakan seluruh kebutuhan 2 proyek besar itu, bahkan kami 5 perusahaan berkolaborasi membuat pabrik sementara di pulau, agar hemat transportasi", ucap pak Romly.


" Pantas saja, produknya bagus, bapak sangat peduli dengan kualitasnya, saya sudah melihatnya dan memang sangat bagus, Pak Pribadi tidak salah memilih supplier, buatlah seperti itu kualitasnya, proyeknya masih panjang, artinya perusahaan bapak masih panjang kerjasamanya jika kualitasnya seperti itu, saya jamin", ucap Ranti.

__ADS_1


" Ehh.. maaf Nona Ranti, apa anda mengenal dengan Pak Pribadi, tanya Pak Romly.


" Sangat mengenal, anaknya sekelas dengan saya, dan dia adalah sahabat terbaik saya, makanya saya kenal dan sering saya main kerumahnya, nanti kapan-kapan, tanya saja ke Pak Pribadi apa dia mengenal saya atau tidak dan siapa saya", ucap Ranti.


__ADS_2