
Wanita pemilik toko terlihat santai, dia yakin setelah membayar 10 atau 15 juta, dia pasti di bebaskan.
" Sudah Tuan, uangnya hanya 5 milyar Saja", ucap aplikasi mata Dewa.
" Oke terimakasih ', jawab Ranti.
" Rose tolong Transfer uang rampasan toko itu, ke karyawan yang dipikulnya, Perintah Ranti.
* Oke silahkan tunggu 1 Menit Tuan ", ujar Rose.
Ranti tidak ikut ke Polsek, dia sudah menyerahkan kepada pengacaranya.
Didalam mobil gadis itu menerima notifikasi dari Bank, bahwa dia mendapatkan uang sebesar 5 milyar, gadis itu langsung kaget, namun dia berusaha tenang.
Si wanita pemilik toko belum sadar jika sudah tidak memiliki uang di tabungannya.
Ranti lanjut ke tujuan awalnya untuk melihat pameran perhiasan yang diadakan oleh sebuah Toko, tiba di tempat itu Ranti melihat begitu banyak orang kaya yang datang.
Namun saat Ranti ingin masuk dalam toko, dia di cegat oleh seorang Pria umur berkisar 25 tahun.
" Maaf Nona, pameran ini hanya untuk orang-orang yang berkelas atau dari keluarga terpandang, kamu berasal dari keluarga mana?", tanya Pria itu.
" Saya dari keluarga biasa saja, tapi apakah itu memang syarat utamanya?", tanya Ranti.
" Ia, karena harga perhiasan disini sangat mahal, minimal harganya 200 juta, dan yang termahal 10 miliar, dan khusus di pameran ini ada 15 barang yang di pamerkan dengan harga 15 milyar", ujar pria dewasa itu.
" Apakah anda pemilik toko ini atau pengunjung?" tanya Ranti.
" Saya pengunjung dan saya pelanggan VIP Disni", ujar Pria dewasa itu.
" Apakah anda ingin membeli perhiasan yang 15 milyar itu?, tanya Ranti.
" Hahahaha, saya laki-laki tidak mungkin membeli perhiasan yang khusus perempuan, saya hanya mau beli jam tangan berlian", ujarnya.
" Saya kira kamu mau beli perhiasan yang 15 milyar itu", ujar Ranti.
Lagi berdebat dengan pria sombong, terdengar didalam ada barang yang akan di lelang.
Satu set perhiasan dari berlian, ketika Ranti melihat status dari perhiasan itu, ternyata itu adalah karya Arthur Johansen yang dia ikutkan dalam lomba Desain perhiasan tingkat dunia dan dua mendapat juara 1 Dunia 25 tahun lalu, barang itu hanya ada 1 di dunia, harga yang di tawarkan sekitar 75 milyar.
Terlihat beberapa orang kaya mulai berlomba-lomba untuk mendapatkan barang itu, barang itu di jual oleh seorang wanita paruh baya.
Ranti yang hanya berdiri di depan pintu karena di cegat oleh pria dewasa itu, hanya bisa melihat orang-orang yang berlomba mendapatkan barang itu.
Ranti melihat di bangku paling depan, ya dia melihat kearah wanita paruh baya itu, dan betapa sedih hatinya, wanita itu berharap ada yang membeli perhiasannya dengan harga 150 milyar, untuk membayar hutang suaminya yang meninggal dan meninggalkan hutang 100 milyar.
Pertarungan para orang kaya belum menyentuh angka 100 milyar, tapi kemudian seorang wanita paruh baya berteriak.
" Hei Mona, sudah miskin kamu sekarang hingga menjual harta satu-satunya peninggalan suami kamu", teriak wanita.
" Ya sekarang aku memang sudah miskin, tapi tidak masalah, suamiku meninggalkan hutang, tapi lebih disayangkan adalah orang yang berhutang kepada kami yang sudah 10 tahun tidak mau membayarnya, padahal bukti surat hutang masih ada, tapi tidak masalah suatu saat karma itu akan berlaku", ucap Mona.
" Aplikasi mata Dewa selidiki kasus hutang piutang antara kedua wanita itu, jika wanita itu berhutang kepada pemilik perhiasan, ambil semua tabungan wanita jahat itu", perintah Ranti.
" Mona, suami kamu yang sudah mati itu memang bodoh dalam berbisnis, lihat suami saya, Perusahaan kami ada dimana- mana, sedangkan kamu hanya ditinggalkan Perusahaan kecil dan hutang yang sudah jatuh Tempo, jika kamu tidak membayarnya pasti perusahaan kecilmu akan disita, kamu dan anak gadismu akan jadi gembel, ujar Wanita sombong itu.
Ruangan pelelangan jadi hening mendengar penghinaan dari wanita sombong itu.
" Maaf, tolong jangan buat kegaduhan, mari kita lanjutkan acaranya", ujar pemandu lelang.
Setengah jam kemudian, penawaran perhiasan itu akhirnya tembus angka 100 Milyar.
" Hei kamu orang kaya, kenapa kamu tidak menawarnya", Pancing Ranti kepada pria Dewasa yang mencegatnya.
" Kamu tidak melihat wanita tadi, itu ibu saya, dsn di sampingnya itu adalah ayahku, mereka saja tidak mau membeli perhiasan Tante Mona itu", jawab laki-laki itu.
" Oh... ! pantas saja kamu sombong, ternyata orangtua mu mendidik kamu menjadi orang Sombong, tidak heran buah jatuh persis di bawah pohonnya", ujar Ranti.
" Saat ini, uang yang berkuasa, kalau kamu punya uang, maka kamu bisa melakukan apa saja, jadi bekerja keraslah biar kamu bisa kaya", ucap Pria dewasa itu.
" Kali ini kamu benar", berarti kamu sangat giat bekerja hingga bisa beli jam tangan mahal dan stelan jas juga mahal, kamu hebat sangat hebat", sarkas Ranti.
" Hahahaha, perkenalkan nama saya Wildan Hadiwijaya", ucap Pria dewasa memperkenalkan dirinya.
Ranti tak merespon, dia memperlihatkan pemandu lelang hendak mengetuk palu tanda berakhirnya lelang perhiasan itu, pada harga 110 milyar.
Saat akan di ketuk Ranti berteriak
" Tunggu..! saya menawarnya 150 milyar", ujar Ranti.
" Tuan, memang benar keluarga Hadiwijaya berhutang 50 milyar kepada ibu Mona, dan mereka tidak mau membayarnya, mereka dalang dari kematian suami ibu Mona, harta keluarga itu ada 300 Milyar uang tunai di Bank", lapor aplikasi Mata Dewa.
" Baik ambil 200 milyar saja.perintah Ranti.
Semua peserta lelang itu terdiam mendengar penawaran yang Ranti lakukan.
__ADS_1
" Hei, kamu jangan berbuat gila disini, apa kamu tau uang 150 milyar itu jumlah sangat Banyak", ujar Wildan.
" Kamu pikir saya semiskin yang kamu kira, dengar baik-baik, harta keluarga kamu itu tidak sampai menyentuh angka 5 persen harta milik saya, belum lagi kalau di gabung dengan harta seluruh keluargaku, kalau kamu tidak percaya ayo kita bertarung mendapatkan perhiasan itu", ujar Ranti menantang.
" Siapa juga yang mau dengan perhiasan dari orang miskin seperti Tante Mona itu", ucap Wildan.
" Hahahaha ternyata kamu sudah sombong, bego dan childish ", ejek Ranti.
" Nona apa anda serius dengan penawaran anda?" tanya pemandu lelang.
" Apa saya terlihat bercanda, silahkan kalau ada yang ingin menawar lebih tinggi, saya tidak akan mundur untuk mendapatkan barang itu", ucap Ranti.
" Maaf siapa nama Anda?" tanya pemandu lelang itu.
" Nama saya tidak penting, yang penting sekarang adakah yang mau menawar lebih tinggi dari harga yang kutawarkan", ucap Ranti dengan nada Sombong.
" Kamu gadis kecil jangan mengacau disni, teriak ayahnya Wildan.
" Kalau begitu silahkan anda mengajukan penawaran, jangan berteriak kalau tidak punya uang, teriak Ranti Sengit
" Tuan uangnya sudah di kuras", lapor aplikasi mata Dewa.
" Baik terimakasih", ucap Ranti.
" Hahahaha, kamu mau pancing saya agar membeli perhiasan itu, tidak akan terpancing saya dengan trik murahan kamu", ucap ayahnya Wildan.
" Baiklah kalau sudah tidak ada yang ingin menawar lagi, maka perhiasan ini jatuh ke tangan Nona Muda itu, ucap Pemandu lelang.
" Untuk Nona harap anda masuk dan silahkan lakukan pembayaran nya, ucap Pemandu itu.
" Maaf saya tidak di ijinkan oleh orang ini", teriak Ranti.
" Jangan pedulikan dengan anak itu, silahkan kesini, ucap Pemandu lelang.
" Orang goblok minggir kamu, saya mau masuk dan bayar perhiasan itu, lumayan jika aku jual lagi di luar negeri, apalagi jika aku dapat sertifikat juara dari pembuatnya, pasti aku untung triliunan, hahahaha, ejek Ranti
Ranti meninggalkan Wildan dan langsung menuju ke depan.
" Bagaimana cara pembayarannya, apa saya harus transfer atau gesek, tanya Ranti.
" Semua cara bisa, silahkan pilih yang menurut Nona Muda nyaman, ujar pemandu lelang.
" Baiklah gesek saja, ucap Ranti sambil mengeluarkan kartu Black Card Centurion dari Amex.
" Ada apa, apa kartu saya bermasalah, jika bermasalah silahkan pakai salah satu dari 2 kartu ini, ujar ranti sambil mengeluarkan 2 kartu lagi yaitu JP Morgan reserve card dan Black Emerald Seven Platinum Star.
Lebih ternganga lagi mereka ketika melihat 2 Kartu yang barusan Ranti keluarkan.
" Astaga itu Black Emerald Seven Platinum Star, siapapun yang memegang kartu itu, pasti dia memiliki Kartu Utamanya Black Diamond Seven Platinum Star, minimal hartanya 10 Kualidrium untuk bisa mendapatkan kartu itu, ucap seorang pengusaha perbankan.
" Bukankah di Dunia hanya ada beberapa orang saja yang memilikinya", ujar salah seorang pengusaha.
" Bagaimana apa sudah bisa kalian lanjutkan pembayaran nya atau masih ada masalah, jika kalian tidak menerima kartu saya, akan saya panggil orang untuk membawa uang tunai kesini", ujar Ranti yang sudah mulai kesal.
" Maaf Nona, kami hanya gugup melihat Kartu - Kartu Anda, ucap Pemandu lelang.
" Sekarang cepatlah, saya sudah lapar mau pergi makan", ucap Ranti.
Pihak pelelangan segera menggesek Black Card Centurion, dan Berhasil melakukan pembayaran.
" Terimakasih Nona Muda, ini barang Anda, semoga selalu sukses, ucap pemandu acara itu.
" Nona Muda, Perkenalkan nama saya Mona, Mona Bagaskara, terimakasih sudah membeli perhiasan saya, saya bisa melunasi hutang almarhum suami saya, sekali lagi terimakasih", ucap Mona.
" Sama-sama, ada masalah apa di perusahaan ibu hingga memiliki hutang sebanyak itu dan sudah jatuh tempo, harusnya bisa di cicil, ucap Ranti.
" Suami saya meninggal setahun lalu, namun sebelum itu dia berhutang dengan orang dan pembayaran secara cicil, dengan bunga yang memang terjangkau, tapi tidak tau bagaimana, tiba-tiba orang itu meminta harus segera di lunaskan, jika tidak perusahaan saya yang akan dia sita dan di lelang, ucap Mona.
" Pasti ada yang menghasut, tapi sudahlah, segera bayar hutangnya, dan jika suatu saat ibu sudah memiliki uang, maka ibu bisa membayar kembali perhiasan ini", ujar Ranti.
" Terimakasih Nona Muda, saya hanya fokus mau mengembangkan lagi usaha peninggalan Suami saya, kasihan Putri saya, jika dia harus bekerja di perusahaan orang lain", ujar Mona.
" Apa usaha yang ibu kerjakan", tanya Ranti.
" Perusahaan importir barang dari China, tapi karena ada masalah modal jadi kami berhutang waktu itu, dan 3 bulan lalu, kami di gugat karena katanya menyalahi aturan, hingga kami harus membayar denda yang besar, ucap Mona.
" Sudahlah jangan di pikirkan lagi, sekarang bangkitlah, saya punya teman di China, jika ibu Mona punya waktu datanglah kesana dan berbicara dengan mereka pasti mereka akan membantu ibu, jika sudah disana telpon saya saja, ucap Ranti.
" Terimakasih Nona Muda, saya memang akan kesana Minggu depan, ujar Mona.
" Baiklah, jika anda butuh bantuan darurat, bawa Kartu nama saya ke Bank IDB, ketemu langsung CEO nya pak Jusuf, ini nomor telponnya, Ujar Ranti.
" Sangat kebetulan, hari Senin saya ada rapat dengan petinggi Bank IDB, saya memang sudah mengajukan permohonan Pinjaman, dan dipanggil untuk datang kesana hari Senin lusa jam 9 Pagi, ucap Mona.
" Baguslah, tunjukkanlah kartu nama saya ini kepada Pak Jusuf, pasti dia mengerti dan akan menjelaskan maksud dari kartu nama saya", ujar Ranti.
__ADS_1
" Terimakasih Nona Muda, ujarnya.
" Baiklah saya pamit pulang duluan, hati-hati dengan ibu yang tadi, dan jangan lagi berhubungan dengan mereka, Ranti dan langsung beranjak meninggalkan Mona.
Saat hendak keluar dari ruangan, Ranti di cegat Wildan lagi.
" Hei siapa nama kamu, dan maukah kamu makan malam dengan saya, ucap Wildan.
" Maaf, saya tidak suka makan dengan orang asing yang tidak saya kenal, permisi saya mau pulang", ujar Ranti dan langsung bergegas Pergi.
Saat hendak keluar dari pintu ruangan, Wildan menarik tangan Ranti dengan agak kasar.
" Sombong sekali kamu ! tidak menghargai saya bentak Wildan.
Tapi Ranti membalasnya dengan tamparan yang kencang hingga gigi graham Wildan bergoyang.
" Heh gadis gila, Kenapa kamu menampar saya? ucap Wildan
Tapi lagi-lagi Ranti menamparnya, hingga mulut Wildan berdarah.
" Kalau orang tidak mau kamu ajak, jangan memaksa, kamu sudah sudah mengotori tangan saya dengan tangan najismu itu, ujar Ranti dan langsung mendorong Wildan.
Ranti paling tidak suka ada orang asing yang menyentuhnya, apalagi orang sombong seperti Wildan.
Ranti pergi meninggalkan Wildan yang masih tersungkur di lantai, orang-orang yang melihatnya tidak ada yang mau membantunya.
Ranti mampir ke toilet dan memasukkan perhiasan itu ke Cincin Semesta.
Dia mampir ke restoran seafood untuk makan malam, sambil menunggu pesanan, Ranti menerima kabar bahwa Vanya dan yang lain menginap di PIK 2, karena besok pagi Salma ingin jalan-jalan di pantai pasir putih.
Sementara Ranti menikmati makanannya, dia di dekati oleh beberapa Pria paruh bayah.
" Maaf Nona mengganggu anda sedang makan, kami hanya ingin berteman dengan anda, dan maaf sekali lagi, tadi saya tidak sengaja mendengar anda menyebut Bank IDB, bank yang baru berdiri hasil merger beberapa Bank Kecil", ucap Hanafi salah seorang pengusaha perbankan.
" Silahkan duduk dan silahkan pesan sesuai keinginan bapak-bapak.
" Kami masih kenyang, tapi kami temani Nona Muda dengan minum kopi Saja.
" Sekarang langsung saja pada intinya, ada maksud apa bapak-bapak ingin berteman dengan gadis seperti saya? tanya Ranti.
" Sejujurnya kami penasaran dengan kartu Black Emerald Seven Platinum Star milik Anda, kami hanya ingin melihatnya, apalagi jika anda memperlihatkan kartu utamanya.
" Oh saya pikir ada apa, sejujurnya tadi saya tidak sengaja mengambil Kartu itu, dan ternyata anda sangat luas wawasannya, baiklah saya akan memperlihatkannya", ujar Ranti dan mengambil dompetnya.
" Ini silahkan lihat, kalau mau pegang Silahkan", ujar Ranti.
" Oh Astaga, Nona Muda kartu anda berada di urutan keempat, di dunia ini Kartu inilah yang Tinggi, tapi tidak pernah di publikasikan, karena setahu saya, orang - orang yang memegang kartu ini, sangatlah tertutup dari siapapun, kami berjanji tidak akan menceritakan soal kartu ini, terimakasih sudah memberikan kami kesempatan melihat dan memegang kartu paling tinggi sejagat raya", ujar Hanafi.
" Sama-sama, sejujurnya saya malas membawa Kartu- kartu ini, tapi mau bagaimana lagi", ucap Ranti.
" Terkadang seperti itu Nona, saya saja hanya menggunakan Black Master card saja sudah dilihat orang seperti raja apalagi anda, yang juga memiliki kartu Centurion dan JP Morgan, kedua kartu yang terkenal dan eksklusif di dunia ini, ucap Hanafi.
" Yang penting tetap sederhana, untuk apa pamer harta, mati juga hanya bawa sepotong baju dan peti mati atau kain kafan saja, setelah dikubur, setahun kemudian kita di lupakan", ujar Ranti bijak.
" Anda masih sangat muda tapi pikiran anda sangat bijak dan dewasa, tapi mohon maaf apa saya boleh minta nomor anda Nona Muda, ucap Hanafi.
" Boleh tidak apa-apa, tapi jangan menelpon saya pagi hari hingga jam 4 Sore, karena saya masih Sekolah", ujar Ranti.
" Apa ..! Anda masih sekolah, kami kira anda gadis dewasa yang awet muda, ucap Hanafi.
" Hahahaha, santai saja pak, saya baru saja berumur 17 tahun, dan saat ini baru masuk ke kelas 12 di Surabaya.
" Jadi anda tidak tinggal di Jakarta, apa perusahaan milik orang tuamu, tanya Hanafi.
" Mereka hanya tinggal dirumah saja, sudah pensiun. Dan saya mengelola perusahaan saya sendiri, bukan warisan dari orang tua", ujar Ranti.
" Hebat sekali kamu Nona Muda, boleh saya tahu perusahaan Anda? tanya Hanafi.
" Tidak banyak, Aku hanya punya 3 gedung Perkantoran, 1 Mall, 1 hotel yang sementara di bangun, 1 bank dan 1 Perusahaan Pembiayaan, itu yang di Jakarta", ujar Ranti.
" Saya orang perbankan dan juga pemilik perusahaan investasi, apa kalau boleh tahu bank dan perusahaan keuangan apa milik anda Nona? tanya Hanafi.
" Bank IDB dan Tri Link Finance Indonesia, perusahaan pembiayaan nomor 3 terbesar tahun ini, ujar Ranti.
" Jadi pak Jusuf Maulana Maulana adalah bawahan Anda, dan pasti anda mengenal pak Hino Nakata, mantan Petinggi di Tri Link yang kini menjadi CEO ARSA Group Company, ujar Hanafi.
" Hahahaha pengetahuan pak Hanafi sangat luas, itu memang benar, Hino Nakata, memang sudah sudah tidak di Tri Link Finance, karena saya sendiri yang memindahkannya ke ARSA Group Company, yang juga milik saya", ujar Ranti.
Mendengar ARSA Group Company milik Ranti, Hanafi lebih gemetar.
" Nona Muda, terimakasih sudah mempercayakan Hino Nakata di perusahaan Anda", ucap Hanafi.
" Kenapa anda berterimakasih, apa hubungan anda dengan Hino Nakata dan Kamala, tanya Ranti kaget
" Kamala anak kandung saya dari istri Pertama saya, tapi ada konflik hingga Kamala tinggal bersama Ibunya.
__ADS_1