
Dasar pemilik hotel tidak tau diri, pegawai sendiri di abaikan, semua tentang reputasi, dan uang bagi kaum seperti mereka adalah alat untuk memuaskan hasrat, monolog Ranti
Dengan langkah pasti, Ranti bersama pasangan calon pengantin pergi meninggalkan hotel, meski menimbulkan tanda tanya di pikiran Seruni dan Niko, tapi mereka tidak bisa berkomentar banyak.
Selang sejam mobil itu berkeliling akhirnya ketemu juga hotel yang sederhana namun asri, oleh karena itu Ranti memilihnya, sebelum turun mobil, Ranti mengatakan kepada mereka berdua bahwa sudah cukup mereka mengantarnya.
Mas Niko, Seruni, terimakasih sudah mengantar saya hingga sampai disini, silahkan kalian kembali ke Cirebon dan mumpung masih pagi.
Tapi Nona, bagaimana dengan Anda, tanya Seruni
Saya tidak apa-apa, kalian tenang saja, nanti kalau urusan saya sudah selesai, akan saya hubungi kalian. Sampaikan salam saya ke mereka di Cirebon, Dan ini buat kalian dan saya harap ini cukup buat kalian membuka usaha, sebelum proyek saya berjalan, sambil Ranti memberikan cek senilai 100 juta dan uang jalan cash 5 juta.
Maaf Nona, ini terlalu banyak yang ada berikan, sembari Seruni mengembalikan cek kearah Ranti
Tidak apa-apa, sudah simpan nanti di lihat orang, dan ingat mungkin proyek kita baru bisa jalan maksimal 6 bulan kedepan, jadi gunakan uang itu untuk kalian berusaha.
Akhirnya pasangan itu mengambilnya, itu berarti Ranti telah memberikan uang kepada mereka sebanyak 260 juta rupiah, sungguh hati yang mulia.
Mari kita sarapan dulu sebelum kita berpisah, dan saya akan langsung ke Bank, mumpung masih pagi.
Mereka sarapan dengan tenang, sambil Ranti mengecek jadwal kereta ke Surabaya, dan ternyata ada kereta malam ini.
Selesai mereka sarapan, akhirnya Niko berdiri baiklah nona Ranti sekarang ijinkan mengantar anda sampai ke bank yang akan anda tuju dan kita berpisah disana, kata Niko
Baiklah, mereka menaiki mobil dan berangkat ke kantor pusat Bank Bandung, setelah berkendara selama 40 menit akhirnya tiba, dan tanpa mematikan mesin mobil Ranti turun di area drop off.
Terimakasih untuk kalian berdua, hati-hati di jalan,
sama-sama Nona, kami pamit dan kalau ada apa-apa segera hubungi kami, da.. dan
Ranti memasuki lobby Bank Bandung dan di sapa oleh security, setelah menjawab security, akhirnya Ranti diberikan kertas antrian dan harap menunggu.
Tiba giliran Ranti, dan baru saja duduk berhadapan dengan CS, tiba-tiba dia di tegur sambil menepuk bahu Ranti dengan nada kasar..
Hei Nona, kamu memotong antrian saya, Ranti menengoknya dan berkata, maaf yang barusan di panggil adalah nomor antrian saya, dan nomor ibu sudah ketinggal beberapa nomor, kata Ranti dengan sopan
Pihak CS bank juga mengatakan tadi kami sudah memanggil nomor Ibu tapi ibu tidak ada, jadi harap menunggu, setelah saya layani Nona ini, baru giliran ibu yang saya layani..
"hei siapa kamu" !! memangnya kamu pemilik Bank ini apa, seenaknya kamu menyuruh saya menunggu.
CS tetap tidak bergeming, ini sudah peraturan, ibu benar tadi sudah ambil nomor yang memang harusnya ibu duluan, tapi tadi kami sudah memanggil nomor ibu, tapi ibu tidak ada, jadi kami panggil antrian selanjutnya, bahkan sebelum nona ini, kami sudah melayani 5 orang, jadi mohon pengertiannya.
"Tidak bisa", tetap saya harus duluan dari wanita muda ini, lagian dia mau menabung berapa sih.. paling juga uang sisa dari jajannya ejek ibu itu.
Mohon maaf Bu, anda tetap harus antri kembali, kata CS
Panggil manajernya sekarang, dasar hanya CS saja berlagak pemilik Bank.
Ranti yang tak tahan mendengar mulut rombengan si ibu, lantas berbicara
Ibu yang terhormat dan sepertinya terpelajar, apakah anda sangking banyak uang, bisa seenaknya menghina saya menabung hanya sisa uang jajan saya, kasihan sekali anda.
" Kamu siapa hah.. beraninya kamu mengatai saya "
Hahahaha..... "tidak penting siapa saya, dan tak penting saya memberitahu siapa saya"
Ibu sombong itu makin marah, tapi Ranti cuekin, bagi Ranti ibu itu tidak penting.
Akhirnya CS, meminta security untuk mengawasi Ranti dan ibu sombong, sedangkan CS pergi memanggil atasannya.
Sesampainya manajer di Meja CS, dia bertanya ada masalah apa sampai bisa ribut, kepada CS
Lalu CS menjelaskan duduk persoalannya, nasabah lain yang melihat kejadian tersebut, juga membenarkan pernyataan CS,
Manajer akhir bersuara kepada ibu sombong itu, mohon maaf ketidaknyamanannya, tapi tolong ibu hargai peraturan yang ada di Bank kami, kata si manajer
Kalian semua sama saja, baiklah saya telpon suami saya, awas kalian semua, hardik ibu itu
__ADS_1
Setelah telpon tersambung, suaminya bertanya, " ada Mi", telpon papa
Papi, mami di permalukan di Bank Bank Bandung, alamat disini, ibu itu memberikan alamat bank tersebut.
"Ya ampun mi ", kan tinggal panggil manajernya, dan katakan, kalau mami istri papi
Sudah papi, tapi manajernya juga ikut mempermalukan mami,
apaaa.. kasih handphone mami ke manajer sialan itu
Setelah di Pagang si manajer dan dengan sopan menyapa suami ibu itu, " Selamat pagi pak , saya Donny Firmansyah, manajer yang bertugas pagi ini, adapun masalah disini hanya salah paham tidak seperti yang istri anda katakan, langsung saja si manajer bicara panjang lebar..
Kamu hanya manajer saja sudah bergaya pemilik, apa kamu tidak bank dimana kamu bekerja berada dalam naungan siapa hah...cepat layani istri saya tidak usah antri segala,.. hardik petinggi
Maaf pak ini sudah aturan silahkan anda revisi peraturan nya baru saya lakukan apa yang anda minta.
Akhirnya Ranti berdiri dan berbicara lantang, bagaiman mau maju negara kita jika pemimpin saja seperti itu.
omongan Ranti di sambut tepuk tangan para nasabah lainnya sambil tertawa, hahahaha benar itu nona, jawab mereka
manajer sudah tidak menanggapi lagi si pejabat itu, dan langsung bertanya ke Ranti
Nona, ada yang bisa saya bantu, manajer menawarkan bantuannya
Oh maaf pak manajer, saya hanya mau menkonfirmasi akan dokumen dan kunci ini.
manajer melihat kunci yang diberikan Ranti, dan bertanya, "mohon" maaf nona kita bicara di ruangan saya saja.
Si ibu itu langsung juga pergi keluar dari bank karena merasa tidak di tanggapi
Ranti yang mengikuti langkah sang manajer itu, mereka masuk ke ruangan khusus dan berbicara.
Nona darimana anda mendapatkan kunci ini, dan apa anda tau ini kunci untuk apa
Maaf pak kunci ini peninggalan ibu saya, kunci ini di titipkan ke ibu Panti Asuhan Charity di Surabaya oleh bibi pengasuh saya,. dan ini surat kuasa dari ibu saya.
Manajer mengambil dan membacanya, manajer itu juga mengambil salinan surat yang sama dan mencocokkan tanda tangan dan kebetulan Ranti menemukan foto copy KTP ibunya di sertifikat rumah yang di Cirebon.
Ranti menjawab, hingga saat ini saya sudah tidak bertemu ibu sekitar 11 tahun
maaf Nona, dan karena semua persyaratan sudah cocok maka anda berhak untuk mengambil semuanya. Dan untuk 3 buku rekening ini benar uangnya masih ada dan ini saldonya,
dan mari kita ke tempat lain untuk membuka safety box, mari nona
Setelah mereka tiba di tempat safety box manajer mengambilnya dan memberikan kepada Ranti, " silahkan masukkan kuncinya, tapi masukkan dulu kombinasi angka yang ada disini, dan silahkan buka dengan kunci tersebut.
setelah di buka ternyata isinya dokumen-dokumen perusahaan milik pribadi ayahnya, berarti ayah Ranti selain mengelola perusahaan keluarga dia juga punya perusahaan sendiri bersama ibunya Bernama
" PT DMR CORPORATION"
Selesai melihat dokumen-Dokumen itu Ranti menyimpannya di inventori miliknya
Ranti kembali menemui manajer itu dan berkata apakah deposito itu sudah bisa di cairkan, jawab manajer itu, bisa Nona.
Kalau begitu, buatkan Rekening atas nama saya serta tolong pindahkan semuanya ke rekening saya
dan tutup akun ibu saya.
Baik nona silahkan anda menunggunya, silahkan di nikmati teh nya.
Sambil menunggu pembuatan Rekening dan proses pemindahan Saldo, Ranti melihat pesan dari pak Adam, dia mengatakan saat ini dia sedang dalam perjalanan menuju lokasi lahan, yang akan di beli Ranti
Nona silahkan tanda tangan, setelah tanda tangan rekening anda sudah aktif dan semua saldo dari rekening dan deposito ibu anda sudah di transfer ke rekening anda dan total semuanya 165 Milyar rupiah, apakah anda mau di buatkan kartu ATM Platinum atau yang Gold.
Silahkan buatkan tidak apa-apa, terimakasih
sudah selesai nona, kata manajer itu, dan saat selesai ternyata waktunya sudah menunjukkan jam 12 siang
__ADS_1
Pak manajer, sebagai bentuk terimakasih, saya traktir anda makan siang di restoran yang anda pilih, bagaimana?
Saya tidak bisa menolaknya, tapi saya ajak CS yang tadi bisa gak, biar gak ada omongan negatif.
Oh tidak apa-apa, lebih dari satu orang juga tidak masalah
" kami berdua saja Nona"
Oke mari kita berangkat kata Ranti, tapi maaf saya tidak bawa kendaraan
Tidak apa-apa Nona, kita naik mobil kantor saja, sebentar saya panggil Nina CS.
Apa nona alergi makanan laut, tanya pak manajer..
hahahaha aku memakan apa saja, apalagi makanan laut, saya sangat senang memakan nya, menu itu saja pak.
Restorannya ada di dalam Mall, ' pak supir antar kami ke Bandung Supermall.
Dengan kecepatan sedang mobil melaju ke arah Bandung Supermall, dan tibalah mereka disana, ketika memasuki mall Ranti melihat- lihat, ternyata ada banyak gerai yang menjual beragam oleh-oleh, dia melihat juga ada konter HP sejenak dia berpikir untuk membelikan untuk pak manajer dan CS.
Setibanya di restoran dan memesan makanan. Sebelum pesanan datang Ranti ijin sebentar untuk ke toilet, padahal dia mau ke konter HP
Sampai di konter HP, Ranti melihat HP merk iPhone keluaran terbaru, dia membeli 2, dan membeli 1 HP Samsung. Dan dia buru-buru kembali ke restoran, saat tiba ternyata pesanannya sudah datang.
Mereka makan sambil ngobrol, hingga selesai dan Ranti memberikan HP yan di belinya kepada 2 manajer dan CS, dan mereka menerima dengan senang hati, ini sebagai bonusnya pak mohon diterima dan dipergunakan.
Terimakasih Nona Ranti, semoga rezekinya lancar
Amin, jawab Ranti
Selesai makan, mereka ke arah parkiran, sampai di parkiran, Ranti memberikan 1 lagi HP ke pak supir, ini buat bapak, terimakasih sudah antar kami kesini.
"sama-sama Nona", kebetulan anak saya yang perempuan minta HP Baru.
Saat mau di ajak naik mobil Ranti mengatakan, maaf pak saya masih mau disini, saya mau belanja oleh-oleh untuk kakak-kakak saya di Surabaya dan malam ini saya juga mau langsung pulang ke Surabaya, naik kreta malam, jadi mau habiskan waktu disini saja.
baiklah kalau begitu, terimakasih sekali lagi Nona, nanti jika ke Bandung silahkan hubungi saya, kata pak manajer itu sambil memberikan kartu namanya.
Ranti hanya tersenyum, sebagai jawabannya
Setelah mereka pergi Ranti masuk lagi ke mall dan mulai berbelanja oleh-oleh yang sangat banyak, tapi dia tidak kuatir karena dia punya cincin semesta yang bisa simpan barang.
Sekitar jam 5 sore Ranti, memesan taksi untuk ke stasiun kereta Bandung
Ketika taksi datang Ranti pun berangkat, tak berapa lama taksinya Sampai di stasiun kereta.
Saat lagi jalan mau ke lobby stasiun, terdengar teriakan tolong... tolong...
Ranti melihat ada seorang ibu yang dicopet, segera Ranti menggunakan mata semesta dan mencari orang yang lari kearahnya tadi dengan menenteng tas wanita.
Kena kau, Ranti lari mengejar, hingga ke arah parkiran, dan langsung batu kerikil dan melemparnya, hahaha kena pas di betis dan kaki-kaki tumbang..
Dengan cepat dia bangun dan mengeluarkan pisau, " siapa kamu" ?
hardiknya
Hahahaha, kamu tanya siapa aku, nah kamu juga siapa, beraninya mengambil barang orang lain
'Bukan urusanmu"... sahut kasar pencopet
Tanpa basa-basi Ranti langsung menyerang, banyak orang yang melihatnya takjub
Siapa gadis ini kuat sekali dan pandai bertarung lagi , terdengar omongan orang-orang yang berkerumun..
tak sampai 5 menit si pencopet sudah tumbang, " ampun neng,... Ampung neng... krak, krak terdengar tulang bergeser atau patah...
Orang-orang yang melihatnya menjadi gemetaran, sambil berkomentar, memang tanpa ampun, tangan mencuri langsung dipatahkan....
__ADS_1
Para penjaga stasiun langsung mengamankan pencopet itu dan menyerahkan ke kepolisian dan memborgol tangannya walau sudah kelihatan patah... ngeri juga wanita ini batin polisi.
Ranti bergegas ke toilet dan cuci tangan juga muka, sembari mengeringkan mukanya dengan tissue, terdengar suara sistem....