SISTEM KEKAYAAN : PERJALANAN SI MISKIN

SISTEM KEKAYAAN : PERJALANAN SI MISKIN
Membela Elisabeth


__ADS_3

DING... DING


* Tuan Hari ini anda belum check in*


" Astaga, Rose aku lupa"


" Oke Rose CHECK IN"


*Selamat Tuan anda mendapatkan hadiah 1 kompleks perumahan Griya Indah


[ Griya Indah, memiliki total 3200 unit, tipe 36 dan 45, Griya Indah, harga jual per unit 300 juta untuk tipe 36 dan 400 juta untuk 45 ]


" Terimakasih Rose"


" Rose apakah kompleks itu juga terkunci hingga umurku 18 Tahun


* Benar Tuan, semua penjualan unit sudah ada yang mengaturnya*


" Bisakah aku menggunakan Permintaan Darurat, untuk kompleks itu ?


* Maaf Tuan " tidak bisa "


" Ya sudah kalau tidak bisa


* Harap Tuan mengerti keputusan sistem*


" Baiklah "


" Ada rasa senang mendapatkan kompleks perumahan, tapi karena keputusan sistem yang mengatur seperti itu, aku terima saja, pasti ada hal baik kedepannya, batin Ranti


* Tuan, tidak ada pemberian sistem untuk mengecewakan anda, semua sudah diatur dalam rencana besar sistem untuk Tuan, harap Tuan selalu bersabar*


" Terimakasih Rose"


* Sama-sama Tuan, istirahatlah


Rasa kecewa Ranti terhibur dengan suara lembut sistem, hingga membuat Ranti terlelap tidur.


Keesokan paginya, Ranti terbangun dan langsung ke kamar mandi membersihkan tubuhnya dan berganti pakaian seragam.


Karena masih terlalu pagi, Ranti masih enggan untuk turun ke lantai bawah, namun terdengar suara ketukan pintu kamarnya.


Ranti membuka pintu ternyata Bu Likha yang mengetuk pintunya.


" Ada apa Bu Likha, tanya Ranti


" Tidak ada apa-apa, hanya ingin membangunkan Anda Nona, jawab Bu Likha


" Terimakasih, ya sudah aku turun dan tolong bangunkan Armando dan Salma, perintah Ranti


" mereka berdua sudah bangun Non, jawab Bu Likha


" Baik, kalau begitu


Ranti mendengar bahwa Armando dan Salma sudah bangun, dengan segera dia menemui mereka.


Nampak Armando dan Salma sedang duduk di depan TV menonton film Kartun.


" Selamat pagi ganteng dan cantik, apa semalam kalian tidur nyenyak ?


" Selamat pagi kakak, kami tidur sangat nyenyak kata Armando


" Salma, kenapa tidak menjawab pertanyaan kakak, tanya Ranti ke Salma


Salma juga nyenyak kak, tapi... tapi


" Tapi apa, kasih tau kakak, tanya Ranti


" Tapi, nanti apa Salma dan kak Armando akan tidur terpisah kak, tanya Salma


" Apa Salma, tidak ingin punya kamar sendiri, tanya Ranti


Salma sangat ingin punya kamar sendiri, tapi Salma tidak mau tidur sendiri, kata Salma


Salma harus belajar tidur sendiri, kan Salma sudah besar, bujuk Ranti


" Ia kak, tapi kak Armando temani Salma dulu hingga tidur ya kak, pinta Salma


" Ia dek, kakak akan selalu temani kamu tapi dengan syarat, Salma harus selalu tersenyum, kata Armando


" Terimakasih kak, ucap Salma sambil memeluk Armando


Ranti melihat tingkah Salma, dia mengingat masa kecilnya bersama Mercy dan Darel, Ranti tidak bisa tidur kalau belum di keloni Mercy.


Kenapa dek, kamu ingat dulu waktu kecil ya, Darel mengejutkan Ranti


" Ia kak, jadi ingat dulu kak Mercy selalu memelukku sebelum aku tidur


" Cukup di ingat dan di kenang, sekarang kamu sudah besar, memangnya kamu mau terus-terusan di peluk Mercy?


" Hahahaha ya sudah nggak, sekarang kalau kangen masa kecil saja, Bontot juga kangen di gendong kak Darel tapi sekarang aku sudah sangat berat, kata Ranti


" Ya sudah sini, kakak gendong, biar kamu tidak sedih lagi, kata Darel sambil jongkok

__ADS_1


" Ranti langsung naik di punggung Darel dan berkata, " aku sangat bahagia " kakak selalu ada buat aku dan kami semua, kata Ranti dengan senyum manisnya.


Astaga Bontot, apa kamu tidak kasihan dengan kak Darel yang menggendong kamu yang besar, teriak Friska


Kak Friska, aku liat Salma dan Armando, jadi ingat dulu waktu kecil, kak Darel selalu menggendong ku, jawab Ranti


Ia bontot sayang, tapi ingat umur, kamu sudah besar dan berat apa kamu mau kakak ganteng kita tulangnya patah, kata Friska


Ia deh, terimakasih Kak Darel, kata Ranti


Bagaimana apa kamu sudah tidak sedih lagi? tanya Darel


" Aku sangat bahagia, jawab Ranti


" Bontot ayo sarapan, mba Dewi sudah buatkan bubur ayam dan gorengan nugget kesukaan kamu, ajak Friska


Sambil bergelayut di lengan Friska, mereka menuju ke ruang makan, Salma juga berpegangan ke Armando,.


Formasi sarapan kini berubah dan bertambah 2 penghuni baru.


Salma yang biasanya kaku kini terlihat senyum saat melihat Ketty, dia berjalan ke arah kursi mba Dewi dan Ketty dan langsung menyapa, " Hay dede bayi cantik, aku Salma dan aku mau kamu jadi adikku" kata Salma


Semua yang mendengar omongan Salma tersenyum.


" Salma, nanti bantu Bibi Dewi jagain Ketty , bagaimana kamu mau gak? tanya Ranti


" Aku mau tapi dengan kakak Armando, jawab Salma


" Ia, kamu dan Armando harus menyayangi Ketty balas Ranti


Suasana makin hangat, sarapan bubur ayam jadi bertambah nikmat, walau berbeda meja, para pelayan juga selalu sarapan bareng dengan Ranti bersaudara.


Waktunya berangkat sekolah, tapi Armando dan Salma ingin ikut melihat sekolah Ranti, kedua anak kecil terlihat sangat gembira melihat jalanan penuh dengan kendaraan dan aktifitas pagi yang padat.


Saat tiba di gerbang sekolah, Ranti di sambut Tiara dengan senyum khasnya.


" Ada yang lagi bahagia kayaknya, goda Ranti ke Tiara


" Ranti nanti liburan ini ayahku mengajak kami berlibur ke Jakarta dan mau malam tahun baru di Ancol, dan juga Robin mau ikut, hehehehe


" Selamat ya, Nanti saat kita libur kenaikan kelas, aku akan ajak kamu berlibur ke Eropa.


" Terimakasih sebelumnya. kata Tiara


Tak terasa hari kedua ujian telah selesai, kini kelima bersaudara dan Tiara sudah berada di mobil dan mengantar Tiara pulang.


Ditengah perjalanan, Ranti mendapat telpon dari Aluna yang mengatakan mobil Toyota C-HR sudah selesai Dokumen nya.


Ranti kaget kapan dia beli mobil Toyota itu, tapi dia tetap merespon Aluna dengan mengatakan bahwa saat dia akan mengambilnya.


Saat sudah sampai di depan rumah, Ranti dan keempat kakaknya langsung masuk dan menuju meja makan.


Ranti yang belum lapar mengajak Armando dan Salma untuk pergi ke Dealer Grace.


Kakak kita mau kemana, tanya Armando ke Ranti


Kita mau beli mobil untuk kalian berdua, jawab Ranti dan langsung memerintahkan mang Dul untuk mengantarnya ke dealer Grace.


Di perjalanan tak sengaja Ranti melihat Bu Gendhis dan Elisabeth yang terlihat lagi ribut dengan seorang wanita seumuran Bu Gendhis, langsung Ranti menyuruh mang Dul menepi.


Pas mobil berhenti Ranti langsung turun dan menyapa,


Halo Bu Gendhis, kak Elis, ada apa?


" Hey kamu pergi sana, hardik wanita itu.


" Maaf ibu siapa, dan kenapa ibu marah-marah, tanya Ranti


" Gadis ini telah merusak rumah tangga saya, dia merayu suamiku agar membelikan dia mobil, kata wanita itu sambil menunjuk ke Elisabeth.


Apa anda punya bukti kalau kak Elis punya hubungan dengan suami anda, tanya Ranti?


" Ini buktinya, kata wanita sambil memperlihatkannya foto Elisabeth bersama seorang pria berada di dealer.


Kak Elisabeth siapa pria ini, tanya Ranti


Dia manajer operasional di kantor kita, tadi aku mau mengajak pak satpam untuk mengantarkan saya ke dealer mengambil mobil yang Nona belikan hari Minggu kemarin, tapi Pak Broto Manajer operasional memaksa kalau dia yang akan mengantar saya dan memarahi Satpam itu, daripada ribut dan takutnya malah satpam yang disalahkan maka aku biarkan pak Broto mengantar aku. jawab Elisabeth


" Ibu, apakah anda sudah dengar penjelasan kakak saya ? emosi Ranti


" Mana ada maling teriak maling, teriak wanita itu


" Jadi anda maunya gimana? tanya Ranti


" Aku mau pelakor ini mengembalikan mobil yang di belikan suami saya dan dia harus mengundurkan diri dari kantor suamiku, jawab wanita seenaknya


Kak Elisabeth, bagaimana urusan perusahaan apakah pak Jerry William sudah memindahkan posisi kakak, tanya Ranti


" Sudah, dan aku akan aktif per Januari, besok siang saya di suruh antar dokumen ke Ranti untuk tanda tangan.


Kak Elis tolong mana aku mau lihat STNK mobil barumu, tanya Ranti


Ketika Elisabeth ingin menyerahkan STNK mobilnya, dengan cepat di rebut oleh ibu itu.

__ADS_1


Saya sudah sopan dengan kamu, karena umurmu lebih tua dari saya kata Ranti


" Terus, kamu mau apa, mobil ini uang beli suami saya, jadi saya yang berhak, sengit ibu itu


" Hey wanita gendut, bacalah STNK mobilnya baru kamu bicara, ejek Ranti


" Kamu tanya siapa nama gadis ini dan baca nama siapa yang ada di STNK itu


Ketika ibu itu membaca nama yang tertera di STNK atas nama Ranti Putri, dia kaget namun tetap belagak


" Bagaimana apa sudah kamu baca gendut, tanya Ranti sambil memanggil ibu itu gendut


" Kamu menghina saya dan bilang akun gendut, emosinya


Saya bicara fakta, lihat badan kamu memang gendut, tapi kamu menuduh kak Elisabeth tanpa fakta, kata Ranti


Dasar wanita murahan, wanita memakai Ranti


Kalau aku murahan terus kamu apa, " kamu gratiskan tubuhmu juga tidak akan ada yang mau, buktinya suami kamu, Ranti balas mengejeknya


" Sekarang, kamu mau kembalikan STNK itu atau tidak? bentak Ranti


" Tidak. ! mobil di beli pakai uang suamiku, ucap ibu itu dengan lebih emosi


" Baiklah, sekarang aku telpon polisi dengan kasus pengambilan paksa milik orang lain dan mengganggu kenyamanan orang lain serta memfitnah orang tanpa bukti. ancam Ranti.


" Kamu pikir aku takut, kamu gak tau siapa saya, kata wanita itu.


" Oke, kita lihat siapa yang akan teriak minta ampun, kata Ranti, sambil menghubungi nomor telepon Polisi


" Wanita itu juga tak mau kalah menelpon keluarganya.


" Mang Dul yang sudah memarkir mobil di area gedung mendatangi Ranti. bersama Armando dan Salma.


Orang-orang pun sudah banyak yang berkumpul mendengar perdebatan mereka, Bu Gendhis sudah gemetaran karena melihat Ranti yang emosi dan Elisabeth yang menangis karena di permalukan wanita gendut itu.


Pihak keluarga wanita tiba duluan, terlihat beberapa orang yang menghampiri wanita itu dana langsung berkata, " hey kamu beraninya kamu mengatai adikku dengan gendut, bentak laki-laki itu


Hey juga kamu, beraninya adikmu itu memfitnah kakakku dengan sebutan pelakor, balas Ranti.


Awas kamu..! ancam laki-laki itu


" Kenapa, ! " kamu pikir aku takut dengan ancaman kamu, ucap Ranti tak kalah sengit.


Akhirnya polisi Tiba, " harap semua tenang", kata Polisi


" Ada masalah apa ? tanya Polisi itu


Begini pak Polisi wanita mengambil STNK mobil saya dan menuduh kakak saya memeras suaminya untuk membeli mobil untuk kakakku, jawab Ranti


Saya Ranti Putri secara resmi meminta pihak kepolisian untuk mengusut tindakan wanita karena sudah menuduh tanpa bukti, perampasan milik orang lain dan mengganggu kenyamanan orang lain. Ujar Ranti.


Wanita itu dan keluarga nya kaget mendengar ucapan Ranti ke pak Polisi.


" Baik kalau begitu kita selesaikan di kantor saja, kata polisi itu sambil memerintahkan 2 anggota nya membawa ibu itu dan diikuti Ranti


Sejenak wanita itu pucat, dan bingung dengan keadaan yang sudah tak mengenakan.


Mobil polisi, mobil Ranti dan mobil Elisabeth semua tiba di kantor Polisi dan langsung di terima bagian pengaduan, Ranti mengisi formulir pengaduan dan menyerahkan ke polisi yang melayani mereka.


Bagaimana ibu, apakah ada yang ingin ibu sampaikan untuk membantah laporan yang di buat oleh Nona Ranti, tanya polisi itu


Dan jika benar ada tindakan pemerasan atau tindakan mengganggu yang di buat saudaranya Nona Ranti sebagai pelapor, silahkan ibu ajukan bukti-bukti dan saksi yang ibu miliki.


Wanita itu menyerahkan foto di handphone nya dan memperlihatkan STNK mobil yang menurut nya menggunakan uang suaminya.


Nona Ranti apakah anda punya bukti dan saksi lain untuk menjelaskan bahwa mobil ini benar menggunakan uang milik anda dalam proses pembeliannya.


Ada orang dari Dealer, sebentar lagi mereka tiba disini dengan membawa bukti transfer mobil ini dan seluruh mobil yang aku beli dari Dealer mereka, dan rekaman cctv yang berada di Dealer, jawab Ranti


Dan jika tuduhan wanita itu terbukti tidak benar saya harap pihak polisi menindak sesuai hukum, dan tidak ada perdamaian, kata Ranti


Tak lama berselang Aluna dan staf keuangan tiba di kantor polisi dengan membawa seluruh bukti pembayaran mobil Ranti.


" Maaf Nona Ranti kami terlambat datang, kata Aluna


" Tidak apa-apa, apa semua transaksi mobil saya sudah kamu bawa kesini, Tanya Ranti


" Sudah nona termasuk pembayaran mobil tadi Pagi, kata Aluna


Baik terimakasih, sambil mengambil bukti transfer dan flashdisk kopian rekaman cctv dari tangan Aluna, lalu menyerahkan kepada polisi itu.


Polisi membaca dokumen yang di bawa Aluna, beserta semua dokumen pembahasan mobil-mobil yang lain milik Ranti.


Polisi tertegun membacanya, hingga akhirnya dia berkata, namun di potong langsung oleh Ranti


Di lanjutkan dengan kedatangan suami dari wanita itu.


" Silahkan pak polisi melihat bukti pembayarannya apakah laki-laki ini yang membayar mobil ku atau tidak dan orangnya sudah berada di sini.


Dengan cepat pihak kepolisian memproses dengan mengkonfrontir suami wanita itu dan dengan tenang suami itu menjawab bahwa dia tidak punya uang sebanyak itu untuk membeli mobil secara Tunai.


Mendengar kesaksian suaminya wanita itu terdiam dan mulai pucat

__ADS_1


Sementara Ranti menghubungi Rendi agar membawa pengacara ke kantor Polisi.


__ADS_2