SISTEM KEKAYAAN : PERJALANAN SI MISKIN

SISTEM KEKAYAAN : PERJALANAN SI MISKIN
Kekacauan di Merak dan kemenangan Ranti


__ADS_3

Suasana di pelabuhan merak semakin tegang ketika melihat 9 orang Pria datang dan berdiri di samping Pak Antara.


" Bang Antara ada apa ini? tanya Nuril teman Pak Antara.


" Masduki menuduh saya dan kalian membakar Markas dan rumahnya", Ucap Pak Antara.


" Masduki, jangan sembarangan kamu bicara, kami sudah lama tidak mengambil jalan seperti kamu, kami mengikuti bang Antara, dengan ikhlas dan tidak mengganggu kalian selama tidak ganggu, kami juga tidak peduli anak buahmu mau ngapain, selama kami tidak tidak di ganggu, sekarang kamu datang dengan anggotamu dsn menuduh kami melakukan tindakan itu, kamu salah besar, dari dulu otakmu itu tidak belajar dengan baik", hardik Nuril.


" Nuril, kalau bukan kalian siapa lagi yang bisa melawan kami", ucap Masduki.


" hei pak Tua Bangka, jangan menganggap dirimu terlalu tinggi, anggotamu dan kamu belum tentu bisa menyentuh tubuhku jika bertarung, jadi jangan banyak bertingkah, laki - laki kok banyak bacotnya ", ejek Ranti


Ucapan Ranti membuat Pak Antara dan teman-temannya terkejut,begitu juga orang-orang yang melihat mereka.


" Hei gadis muda, kamu pikir dirimu siapa disini beraninya mencampuri urusan kami", bentak Masduki.


" Hahahaha, benar juga kata teman pak Antara, otak mu perlu banyak belajar, mana buktinya jika pak Antara yang melakukannya, tapi kalau kalian memaksakan kehendak, saya sendirian bisa menghabisi kalian tidak kurang dari 30 Menit, kalau mau mencoba Silahkan, kalau kalian menang dari saya, kuberikan kalian 30 milyar cash, majulah capek kuping dengar bacotan kamu yang fals", tantang Ranti.


" Nona Muda, biar kami yang melawannya, ucap Pak Antara.


" Tenang saja, melawan mereka tidak akan membuatku berkeringat, Pak Antara dan kalian semua lihat saja, kecuali saya berteriak minta tolong baru kalian maju", ucap Ranti sambil mengaktifkan Armor Transparan dan keluar dari Kios.


Ranti melindungi mobil yang ada, dengan pelindung semesta, dia melihat semua anak buah Masduki sudah bersiap-siap dengan batang Besi.


"Hahahaha, hanya melawan saya kalian sudah membawa besi, itu pertanda bahwa kalian itu lemah, majulah kalian semuanya ", tantang Ranti.


" Aisyah hitung waktunya 30 menit dari sekarang ", Perintah Ranti pada Aisyah.


"Serang wanita Sombong ini, Perintah Masduki.


Ranti hanya tersenyum kecil, dan bersiap bertarung, seluruh kendaraan di lindungi oleh Pelindung Semesta, agar tidak timbul kerusakan besar.


" Hei Nona Cantik, kupastikan tubuh kamu akan jadi pemuas kami, ucap salah satu preman.


Dengan cepat Ranti menampar pria itu plak plak plak dan langsung tersungkur, bukan hanya itu Ranti langsung menginjak pergelangan tangan laki-laki itu, kemudia berpindah ke kaki dan terdengar bunyi tulang yang patah.


akhirnya pertarungan terjadi, pak Antara dan teman-temannya terkejut melihat kecepatan dan ketepatan Ranti dalam menyerang.


Argh....argh .. terdengar teriakan kesakitan.


Ranti terus bergerak dia melompat dan menendang para preman dengan begitu cantiknya, Ranti mengambil bola-bola besi transparan dan menembakkan ke beberapa orang Sekaligus, hingga para penontonnya tercengang melihat tiba-tiba beberapa preman jatuh dengan sendirinya.


Bola besi terus berterbangan menghajar para Preman, tembakan Ranti mengenai kaki mereka dan langsung patah, yang kena tangan juga langsung patah, banyak orang heran kok bisa ada tenaga sebesar itu.


Masduki mulai ketat ketir, Ranti masih beringas menghajar, ketika sedang di keroyok, sudah pasti bola besi kembali di lepaskan dan membuka ruang bagi Ranti untuk terus menghajar.


" Hahahaha, hanya segini kemampuan kalian, ejek Ranti dan terus menghajar para preman yang masih terlihat belum cacat.


" Serang terus, biar dia capek, dan langsung bantai saja, teriak Masduki.


Dengan emosi Ranti menambah kecepatannya, membuat Pak Antara dan teman-temannya semakin bergidik ngeri, ternyata Ranti memiliki kekuatan besar.


Para preman masih terus melakukan perlawanan, nyali mereka masih kuat, padahal sudah hampir 60 orang yang pingsan dan di tarik warga kelaut dari arena pertarungan.


Ranti sendiri belum terlihat capek, semua yang tumbang patah kaki dan tangan.


Para preman merasakan seperti adanya malaikat maut yang menghampiri, kemudian mereka mengambil parang karena merasa sudah hampir tak mampu melawan Ranti.


" Aisyah ambil bungkusan yang ada di dalam tas kakak dan lempar kesini', Perintah Ranti.


Aisyah dengan cepat membuka tas Ranti dan melihat ada bungkusannya Hitam, dan segera melempar ke arah Ranti yang sedang bertahan dari serangan Preman.


Masih ada sekitar 80 orang yang menggempur Ranti, Ranti tak terlihat gentar, yang heboh justru para penonton, istri pak Antara, Rubiyah dan Ayunda sudah gemetaran, Anjas dan Atilla terlihat menahan emosi, tapi mereka belum mendapatkan Perintah, lagian Ranti belum sekalipun terkena serangan pukulan atau parang.


suasana mencekam di pelabuhan membuat aktivitas terhenti, apalagi tidak terlihat satupun polisi, karena preman sudah mengancam jangan datang.


Dengan lincah Ranti mengambil bungkusan yang berisi sepasang belati ukuran sedang dan di pegang kiri dan kanan, serta langsung menyerang, sekali dapat musuh langsung di tikam di tangan dan kedua paha para preman.

__ADS_1


Masduki sudah berkeringat dingin, bagaimana tidak dalam hitungan Menit sudah lebih seratus yang tumbang, tinggal yang menggunakan parang itupun sudah mulai terlihat berjatuhan.


Ranti tanpa ampun menghajar dan menikam, sejenak Ranti terlihat seperti Dewi pemusnah.


" Aisyah, berapa menit lagi, teriak Ranti.


" 5 menit lagi kak," balas Aisyah.


Ranti menambah laju serangan, tinggal 10 orang, kemudian Ranti mengambil bola-bola Besi dan ditembakkan sekaligus.


Bak sebuah film 10 orang tumbang sekaligus dengan tang dan kaki patah.


Kini tersisa Masduki, dia hendak mundur dan ingin melarikan diri, tapi sayang pada saat dia berlari, Ranti melempar kedua belatinya dan langsung mengenai kedua kakinya dan putus kakinya seketika, namun tidak mengeluarkan darah.


Para penonton tertegun merinding melihat sentuhan akhir yang memukau.


" Aplikasi mata dewa hapus rekaman CCTV dan rekaman dari handphone sebelum aku lepas Pelindung Semesta", Perintah Ranti.


" Baik Tuan", balas aplikasi Mata Dewa.


" Aisyah, berapa menit kakak bertarung? tanya Ranti.


" 28 Menit hingga ke Masduki, ternyata kakakku sangat keren", Bangga Aisyah.


"Rose kirim ambulance dan bawa mereka semua ke rumah sakit dan hapus ingatan Mereka, cukup mereka mengenal keluarganya ", perintah Ranti.


* Baik Tuan", jawab Rose.


Dan benar saja, ratusan ambulans langsung datang.


Ranti menyeret Masduki ke hadapan Pak Antara dan 9 orang temannya.


" Maaf Pak Antara dan Bapak semuanya, saya bertindak sendiri, saya hanya ingin, supaya tangan kalian yang sudah bersih menjadi kotor kembali dengan manusia ini", ucap Ranti.


" Kamu sangat hebat, jurusmu semua tepat sasaran, tapi kamu masih baik hati tidak membunuh mereka, kalau saya pasti sudah langsung ku bunuh", jawab Pak Antara yang dulu terkenal kejam.


" Saya tahu itu, makanya saya mendahului bertindak, jangan sampai sia-sia kalian berusaha menjadi orang baik selama ini, dan biar bagaimanapun, Masduki masih satu perguruan dengan kalian, berbeda dengan saya tidak akan ada beban", ucap Ranti.


" Bapak-bapak dan ibu sekalian, stop membayar upeti kepada mereka, retribusi kalian buat pemerintah dan untuk merawat fasilitas pelabuhan, bukan untuk orang-orang ini, jika anggota yang lain datang kalian bersatu menghadapi mereka, semakin kalian lemah semakin kalian di injak-injak oleh orang-orang seperti mereka", teriak Ranti.


" Terimakasih Nona, anda sudah membebaskan kami dari para Preman ini, kami setiap bulan wajib membayar upeti kepada mereka", teriak salah satu pemilik Kios.


" Masduki, bertobatlah dan Didik anak bodohmu itu agar naik kelas, jangan kebodohan kamu menular ke anakmu, kamu lihat kenapa tidak ada polisi yang datang, karena polisi sudah kamu ancam, jadi aku bertarung dengan bebas, silahkan lapor, dan perlu kamu tahu markas dan rumahmu bukan kami pelakunya, tapi ada yang dendam kamu, makanya belajar baik - baik biar otakmu pintar', ejek Ranti.


Petugas ambulans Segera membawa Masduki, Ranti sudah menghapus memorinya, agar jangan lagi mengganggu di pelabuhan.


" Aplikasi Mata dewa dan Mind Ruler, hapus semua memori pertarungan ini dari seluruh yang melihatnya tadi kecuali mereka sahabatku.


" Baik Tuan", balas Aplikasi Mata Dewa, dan langsung berkolaborasi dengan Mind Ruler, bersama mata semesta.


Ranti menggabungkan tiga kekuatan miliknya hanya untuk membuat suasana kembali tenang, dan seolah-olah tidak pernah terjadi sesuatu.


Dan benar saja, suasana pelabuhan kembali seperti biasa, tidak ada lagi terdengar suara-suara tentang kehebatan Ranti.


" Nona Muda, ternyata anda sangat hebat, ucap Anjas Antara.


" Apa kamu tidak merasakan kekuatan kamu sendiri, tanya Ranti.


" Saya merasakannya Nona Muda", jawab Anjas.


" Maaf bapak-bapak, perkenalkan Nama saya Ranti, atasan dari Anjas dan Atilla, sekaligus teman keluarga Pak Antara.


" Senang melihat gaya bertarung kamu Nona, saya yakin anda belum mengeluarkan kekuatan penuh dan jurus pamungkas anda, anda menahan kekuatan besar agar mereka tidak tewas", ucap Salah seorang teman Pak Antara.


" Masih kalian yang pandai dan berpengalaman, saya masih terlalu muda, umurku baru 17 tahun, sebulan lagi baru 18, ucap Ranti.


Omongan Ranti membuat teman-teman pak Antara tercengang.

__ADS_1


" Maaf Nona Muda, anda batu 17 tahun, dan sudah Menjadi pengusaha besar, bahkan gaya bertarung kamu sudah diatas level Grand Master, almarhum guru kami saja belum tentu menang jika berhadapan dengan Anda.


" Saya belum sehebat guru kalian, ucap Ranti merendah.


" Maaf Nona Muda, sudah saatnya kami pulang, pasti istri kami sudah cemberut kami belum datang menjemput mereka, kalau kami pasti datang sore hari sekedar nongkrong, ucap Nuril.


" Baiklah, salam buat istri dari bapak-bapak semuanya", ujar Ranti.


" Akan kami sampaikan, permisi", ujar mereka dan langsung meninggalkan kios Aisyah.


Beberapa saat kemudian, datang 3 orang bergaya pekerja bangunan dan operator alat berat.


" Maaf Nona Muda, kami di perintahkan ibu Rose, untuk membangun minimarket, restoran dan kontrakkan, hari ini kami mau cek lokasi dan nanti malam akan membawa alat berat meratakan tanah, kami juga akan membangun pondasi pembatas dengan lahan pelabuhan, kami rencanakan 1 tahun selesai, beserta rumah kontrakan di samping rumah besar, Besok penggaliannya pondasi akan dimulai. semua sudah siap, supplier bangunan juga sudah ada, tinggal kami minta bantuan tenaga kerja 15 orang", ucap Tim Rose.


" Baiklah, silahkan cek lahannya, dan atur baik-baik jangan Sampai ada kesalahan apapun, apa sudah ijin membuka penghubung lahan kita dengan pihak pelabuhan? tanya Ranti.


" Semuanya sudah, surat-suratnya sudah selesai, kami dimohon membuat trotoar dari gerbang masuk pelabuhan, serta tanggul untuk menahan tanah", lapor Tim Rose.


" Ya sudah silahkan lanjut bekerja, nanti Masterplannya kirim kesaya, dan ini Kenalkan namanya Aisyah, dia pemilik lahan itu dan semua bangunan yang akan kalian kerjakan, dan mereka adalah keluarganya', ujar Ranti.


" Kami sudah tahu Nona Muda", jawab mereka.


" Baguslah, nanti saya minta ke Pak Antara 15 orang yang kalian butuhkan", jawab Ranti.


' Terimakasih Nona Muda, kami permisi", jawab mereka dan langsung berjalan ke arah lahan kosong milik Aisyah.


" Kakak, cepat sekali kakak mengaturnya, Aisyah pikir nanti Minggu depan atau bahkan bukan depan, ternyata hari ini orang-orang kakak langsung bekerja", ujar Aisyah.


" Biar kami cepat jadi bos kecil, dan pegang ATM, ini buat jaga - jaga anggaran yang sudah di rencanakan mereka kurang, isinya 20 Milyar, jadi pegang dan simpan baik-baik, uang itu nanti transfer ke ibumu untuk biaya makan para pekerja, baik yang di sebelah ini, maupun yang dirumah besar, juga kopi pagi dan Sore, Perintah Ranti.


" Baik Kak, tapi ini banyak sekali', ucap Aisyah.


" Pegang saja dan jangan membantah, atau kakak hukum kamu, yang mulai membantah", ucap Ranti pura-pura marah.


" Hehehehe, ia ... ia Aisyah akan mematuhi kakak, senyum dong", ucap Aisyah.


" Dasar kami itu, mulai sekarang kami belajar bagaimana mengelola keuangan, karena bisnis hancur karena tata kelola keuangan yang buruk, jadi belajarlah, agar kelak kakak tidak kecewa dengan kamu", ucap Ranti.


" Ia kak, terimakasih ya, Aisyah janji tidak akan mengecewakan kakak, Aisyah akan buat kakak bangga dengan Aisyah di masa depan", ujar Aisyah.


" Buktikanlah dengan kerja keras dan semangat kamu, harus kamu ingat, apapun yang kamu buat selama bertujuan baik, ratusan triliun pun kakak rela berikan, asal kamu jangan jadi tamak dan serakah, serta Sombong karena punya segalanya", ucap Ranti memperingatkan.


Ditempat terpisah, Tim hukum dari IDB dan juga Tim dari Pak Haris tengah berada di perusahaan Super Speed Line, mereka mendesak pemilik perusahaan agar menyelesaikan kewajibannya.


Di Jakarta tepatnya, di Gedung Bursa Efek Indonesia, Saham PNSP, sudah semakin terperosok ke dasar jurang, Indrajati Patria dan para pemegang Saham sudah tidak berdaya, berita ekonomi berisi tentang kehancuran saham PNSP, serta dugaan skandal mereka.


Di gerai pizza milik Panca sudah di tempel waktu pengosongan Kios, Panca sendiri sudah tidak sanggup membayar Preman Untuk menghancurkan Mall milik Ranti yang mengusir nya.


Kembali ke PT Super Speed Line.


Bagiamana Pak Lim, apa upaya anda dalam membayar hutang anda kepada kami, dan apa maksud anda mengabaikan surat-surat kami, apa kamu meremehkan perusahaan kami", tekan Tim Hukum IDB.


" Bukan begitu maksudnya, kami memang lagi kesulitan uang, karena beberapa kami mengalami kerusakan,", jawab pemilik perusahaan p


itu.


" Tapi bukan berarti anda mengabaikan surat kami, harusnya anda yang mengirim surat permohonan kelonggaran waktu, tapi anda begitu sombong mengabaikan surat kami, dan sesuai bunyi kontrak, jika anda telah 3 bulan lalai membayar angsuran makan saham 25 % akan otomatis jadi milik IDB, dan Bunga sudah 4 bulan menunggak jadi total saham yang menjadi milik kami adalah 30 %, apakah anda setuju? tekan Tim Hukum IDB.


Pemilik perusahaan tak berdaya, Ketika dia tanda tangan, maka sahamnya tinggal 10 %, dan pemegang saham terendah di perusahaan yang ditintis almarhum kedua orangtuanya, tapi jika tidak tanda tangan maka dia harus bayar, itu berarti dia lebih rugi, otomatis seluruh aset nya bisa habis.


" Lalu bagaimana dengan Dividen untuk ARM, 2 tahun berturut dalam laporan keuangan anda yang asli Ternyata ada keuntungan, kenapa hak ARM Investama tidak di berikan, bahkan laporan keuangan yang anda berikan itu sudah kamu manipulasi, jika anda tidak membayar hak kami maka saya laporkan kamu dengan tuntutan penipuan kepada investor", tegas Tim ARM Investama.


" Saya akan membebaskan kamu, asal kamu melepas 10% saham milikmu yang terakhir, saya akan bayar sesuai harga pasar, bagaimana, 20 milyar cukup untuk 10% saham kecilmu itu", tekan Tim ARM Investama.


" Tadi Pagi kamu menawarkan 20 triliun kepada Nona Muda kami, asal kamu tahu ARM Investama, adalah milik dari Nona Muda kami, sedangkan IDB, adalah milik pribadinya, 100 % saham adalah milik Nona Muda kami, RPS Group Company, ARSA Group, Southeast Asian Development Bank, yang berbasis di Singapura itu miliknya pribadi, nilai perusahaan itu sebesar 450 milyar dollar Singapura, dan sudah di nobatkan bank terbesar di Asia Tenggara, jadi apakah berarti 20 triliun bagi Nona Muda kami", ejek Tim ARM Investama.


" Mau di jual atau tidak itu hak kamu, yang jelas hak kami juga harus kamu penuhi, makanya kalau mengganggu orang itu hati-hati, sudah bagus kamu tidak patah tangan dan kaki", Ucap Tim Hukum IDB.

__ADS_1


" Baiklah bapak-bapak, saya sungguh sudah tidak berdaya, silahkan ambil perusahaan ini, tapi Mohon saham sisa bayar 30 milyar,agar saya bisa membuka usaha yang lain", ucap pemilik perusahaan itu.


" 25 milyar, hanya itu yang bisa kami berikan, itu sudah cukup membayar utang mobilmu, dan membuka toko, dan saran saya bertobatlah jangan memandang remeh orang lain", tegas Tim ARM Investama.


__ADS_2