
Tepat Pukul 9 WIB, nampaklah sebuah pulau yang indah, nampak hamparan sawah, dan beberapa bangunan sederhana, namun pemandangan itu di halangi oleh ratusan Pasukan dengan senjata lengkap.
Ranti yang sudah berpenampilan sangat gagah bak jenderal perang, tapi dia tidak memiliki anak buah.
Drone sudah berbaris di belakangnya, Drone juga kini berwarna Emas dengan lapisan pelindung berbahan Graphene.
Mata Ranti yang sudah berubah seperti burung Phoenix, kini terlihat sangar, dengan nafsu membunuh yang sangat mendominasi.
Di kejauhan terlihat keluarganya yang bersembunyi, melihat ke arahnya dengan penuh takjubnya.
* Tuan mereka berjumlah 500 orang, serang terlebih dahulu portal yang berada dekat Pendopo, agar tidak ada bala bantuan atau mereka kabur, ucap Rose
" Baik, dan apakah jarumku mampu mampu melumpuhkan mereka, tanya Rose.
* Kelemahan mereka berada di leher bagian belakang, dan mata mereka, seger aktifkan jarum otomatis dan bola transparan, ingat ! tuan harus memenggal kepala mereka agar tidak bisa bereinkarnasi lagi.
" Baik, sudah saatnya mereka di hukum, lalu di balik bukit itu kenapa ada seperti gua besar dan banyak yang bernyawa, tanya Ranti
* Maaf Tuan, ini misi utama utama tuan untuk menghancurkan Mereka, ada lebih 5000 orang di dalam gua itu,mereka semua sedang menjalani pemurnian untuk menjadi pasukan yang nantinya akan menghancurkan seluruh semesta, Jawab Rose.
" Kenapa tidak bilang dari awal, agar aku bisa membawa Sabrina dan Santina, ucap Ranti agak kesal
* Maaf Tuan, tapi kami yakin tuan mampu mengalahkan mereka semua, jangan pikirkan yang 5000 orang itu, karena mereka tidak bisa berbuat apa-apa, sekarang waktunya Tuan, ucap Rose
Seketika Ranti sadar, bahwa kali ini dia sengaja di peralat oleh Sistem.
" Sudahlah, yang penting keluargaku bisa bebas dari sini", batin Ranti
Rose yang mengetahui isi pikiran Ranti, menyesal karena tidak memberitahukan dari awal, " Mudah-mudahan Tuan tidak ambil hati dalam masalah ini", Batin Rose.
"Hei anak muda, apa tujuan mu membuat kekacauan disini, teriak kepala Pasukan musuh.
" Pulau ini bukan milik kalian, jadi sudah sewajarnya kalian pergi dari sini, ucap Ranti yang sudah bersiap dengan pedang Yin dan Yang.
Para pasukan terkejut dengan 2 pedang itu, mereka teringat, pada masa lalu banyak kawannya yang mati terbunuh dengan pedang seperti itu, " Apakah itu pedang Yin dan Yang", Batin mereka.
* Tuan, mereka ketakutan dengan pedang Anda, Rose baru di Semesta lain, tuan juga menggunakan pedang seperti ini, dan hingga hari ini, sangat ditakuti oleh siapapun, ujar Rose.
" Benarkah demikian, jika begitu, aku akan urus ini dengan cepatnya.
* Benar Tuan, gunakan Elemen Api dan Es abadi, ujar Rose.
" Majulah, teriak Ranti
" Hahahaha, hanya kamu seorang apakah mampu, cemooh mereka sambil tertawa.
" Oh hati-hati, tertawalah, karena hari adalah tertawa kalian yang terakhir, sengit Ranti dan langsung berteriak
" Pedang Angin membela lautan gerakan ke 7"
lalu muncullah Angin kencang berbentuk bilah pedang yang besar
Para pasukan musuh membuat formasi pelindung, tapi banyak yang terlambat dan terhempas.
" Bangsaat, serang dia
" Drone Serang mereka dan aktifkan Mode Stealth dan cari gua yang berisi pasukan mereka yang tidur.
Gerombolan musuh langsung menembakkan ratusan peluru ke arah Ranti, dengan skill Kitab Hukum Waktu, Ranti memberhentikan peluru- peluru yang datang, dan bersamaan dengan Ranti membalikkan peluru ke arah mereka.
Walau mereka kebal dengan peluru, tapi minimal mampu membuat mental mereka menurun.
Mata semesta mengkonfirmasi Adanya Pergerakan dalam portal Dimensi
Dengan Segera Ranti terbang menuju ke tengah-tengah pasukan musuh dan mulai membantai, " ternyata Armor mereka juga cukup kuat", batin Ranti.
Aku coba dengan Tinju sembilan Dewa, aktifkan elemen logam, seketika tangan Ranti menjadi keras dan berat, lalu terdengar seorang pasukan berteriak arkhhh, hancur dadanya tapi masih hidup.
Dengan Mind Ruler Ranti memerintahkan jarum-jarum agar mencari sasaran di belakang leher.
Para pasukan tidak menyadari ribuan jarum transparan mulai beterbangan menyerang mereka.
Ranti yang masih terbang dia udara melayani 10 orang pasukan dalam adu pedang
Di bawah terlihat ratusan Pasukan kebingungan menghadapi jarum uang tak terlihat.
Ranti kena tendangan ketika dia lengah dan terlempar lumayan jauh, Ranti meringis kesakitan, saat akan jatuh ke laut, Ranti mulai bisa mengontrol dirinya kembali.
__ADS_1
Dan melesat, kearah 10 orang pasukan yang juga menggunakan Armor terbang.
Belati terbang keluar lah, dalam sekejap, pilihan belati beterbangan menyerang 10 orang Pasukan.
Tombak Es abadi Keluarlah, Ranti kali ini mengeluarkan semua skillnya, dari laut muncul ribuan tombak Es dan menghajar para pasukan, mereka semua terhempas ke arah hutan
Elemen kayu aktifkan, terdengar Ranti berteriak, dan dari dalam hutan terdengar teriakan-teriakan, karena akar-akar kayu mulai melilit kesepuluh pasukan, Ranti segera bergegas dan memenggal kepala mereka tanpa ampun, dalam sekejap tubuh mereka hangus terbakar.
Sementara di bagian lain, Drone yang sudah menemukan para anggota Pasukan yang tertidur karena Pemurnian, dengan segera Drone memutuskan suplai oksigen, hingga para Calon pasukan tersebut mulai bergetar.
Di tempat Sistem Kekuatan Pengendali dan Penakluk, berada terlihat sangat geram, mereka mengirim pasukan tambahan.
* Tuan segera hancurkan portal yang berada di pendopo, Mereka sudah mengirim bantuan kesini, perintah Rose
" Elemen Tanah Aktifkan, Ranti segera mendarat dan menghentakkan kakinya, seketika pendopo hancur dan dan mulai tenggelam bersama portal yang sudah retak.
Didalam portal Dimensi terjadi kegaduhan, para pasukan bergegas lari untuk kembali, tapi sayang sebagian besar pasukan tambahan terjebak di dalam ruang Dimensi.
Ranti menyerang di bantu dengan belati dan Jarum, tapi tidak mempan.
" Hei anak muda hanya segitu kekuatan kamu, ejek mereka.
" Hahahaha kalau tadi aku hanya main-main, tapi sekarang aku serius, teriak Ranti
" Elemen Tanah buatkan hisap mereka hingga lutut, teriak Ranti sambil terbang.
Terdengar suara gemuruh Tanah bergerak, dan mulai menghisap kaki mereka, ada yang berusaha lari tapi sayang mereka disambut ribuan akar Pohon, terdengar suara tukang yang remuk.
Sementara di lapangan terbuka, ratusan yang terjebak tidak bisa bergerak, mereka hanya bisa berteriak dan menembak ke arah Ranti.
Tapi sayang Armor Ultimate Power Ranti sangat kokoh untuk di tembus, tanya maju, tak menghiraukan banyak nya peluru mengenai tubuhnya.
Bahkan ada yang sengaja menembak wajahnya, tapi sayang sekali kaca pelindung wajah Ranti sangat kokoh, tergores saja tidak, apalagi tebus.
Dari kejauhan, tatapan orangtuanya, yang belum percaya jika di balik Armor Emas itu adalah Putri semata wayang mereka.
Dengan tatapan matanya, para pasukan musuh sudah berkeringat dingin, ribuan tahun mereka melanglang buana, melintasi seluruh semesta, ini kali kedua mereka takluk di tangan wanita muda, dengan tampang yang sama, bahkan pedangnya juga sama.
" Bagaimana, apa hanya segini kekuatan kalian, katanya kalian tentara paling di takuti di seluruh semesta, ejek Ranti
" Kalau mau bunuh silahkan, jangan banyak omong, teriak pemimpin Pasukan".
" Siapa kamu, kenapa kedua pedang itu ada di tangan kamu" ? apa kamu pelintas semesta untuk memburu kami ? tanya Kepala pasukan itu
" Hahahaha, aku Manusia asli, aku tidak paham dengan istilah Semesta lain selain dunia ku ini", ujar Ranti dengan jujur, karena memang dia tidak tahu.
" 5 Ribu tahun lalu kami bertemu dengan gadis seperti kamu, wajahnya sangat persis dengan kamu dan pedang itu juga sama dengan yang kami jumpai 5000 tahun lalu.
" Oh begitu, tapi maaf aku tidak tahu, dan anggaplah kalian saat ini, bertemu dengan hantunya, hahahaha
" Siapa nama kamu ?", tanya seorang anggota pasukan.
" Heh.. ! sudah mau mati masih mau berkenalan",. lucu kamu hahahah.
" Tapi baiklah Nama ku Ranti Putri Setiawan, dan sejujurnya aku kesini, hanya ingin membebaskan keluargaku, yang kalian jadikan babu disini".
" Bukan kami yang menangkap mereka, tapi anggota Pax Mundo, Manusia yang memiliki Sistem Kekuatan Pelindung Semesta, dan Pelindung Semesta yang kamu hancurkan adalah buatan leluhur nya, Jawab Kepala Pasukan itu.
" Hahahaha, dia sudah mengakui nya kepadaku, walau tidak semuanya, dan dia sekarang dalam proses pemurnian di bersama Absolute Supreme Divine",
" Kekuatan mu jauh dari ekspektasi kami, Pelindung Semesta ini, adalah pelindung Terkuat yang ada di seluruh Semesta.
* Tuan segera eksekusi, mereka sementara menghubungi menghubungi pasukan Elite mereka, setelah eksekusi hancurkan tempat ini dan biarkan tempat ini terbuka bagi dunia luar, ucap Rose.
" baiklah, terimakasih kasih"
" Di semesta kami punya hukum, di tempat kalian juga punya hukum, maka dengan terpaksa, aku harus memusnahkan Kalian, ucap Ranti
Dengan jurus Pedang Angin, Ranti mulai menebas leher mereka satu persatu, dan langsung terbakar.
Tidak ada yang bisa reinkarnasi dari hukuman pedang Black Soul dan White Destiny.
Sementara mereka terbakar, Ranti menuju ke dalam hutan dia mendengar teriakkan kesakitan, dan langsung menebas leher mereka.
Dia menuju ke goa pemurnian pasukan, terlihat begitu banyak jiwa yang terperangkap dalam berbagai jenis tubuh dari berbagai semesta, dengan menggunakan Elemen Api Ranti membakar semua semua hingga menjadi debu, dan menenggelamkan mereka dasar bumi.
Para pasukan yang sudah Menjadi debu, terlihat tinggal senjata yang ada, dengan 1x hentakkan kaki, elemen tanah bergerak dan menenggelamkan semua yang ada, termasuk bangunan yang selama ini di tempati oleh Keluarga Ranti dan pengasuhnya.
__ADS_1
Ranti terbang menuju ke tempat persembunyian orang tuanya.
Betapa kaget mereka melihat Ranti ketika dia membuka Armor Ultimate Power.
" Rose tolong upgrade kapal selam ku dan aku akan membawa mereka sekarang juga".
" Baik Tuan, karena darurat, maka Rose memotong 1 milyar Poin Pengabdian, jawab Rose
" Terserah kamu Rose, di habiskan juga Poin aku semuanya aku tak peduli, ucap Ranti dengan Tegas.
* Sabar Tuan, kasih waktu 1 jam Rose mengupgrade kapalnya, ucap Rose.
" Baiklah, terimakasih", jangan lupa makanan yang terbaik harus ada, perintah Ranti.
" Mom, Dady, maafkan Princes baru bisa datang Sekarang, ucap Ranti
" Kamu siapa, anak kami masih sangat muda dan berada di Panti Asuhan Charity, Surabaya, ucap Monicha Herdiani yang belum benar-benar percaya dengan pengakuan Ranti.
" Tidak masalah kalian tidak percaya denganku, tapi apa ini bisa membuat kalian percaya padaku, ucap Ranti sambil menunjukkan Tato Keluarga Setiawan.
Adriansyah menggigit jarinya dan meneteskan darahnya diatas tato Ranti, langsung terlihat cahaya terang pada Tato Ranti, dan betapa kagetnya dia ketika melihat melihat Tato sama yang sama di pergelangan tangan ayahnya, yang juga bersinar sangat kemilau.
" Terimakasih Tuhan, Akhirnya aku bisa melihat Princes ku, maafkan ayah Nak, ucap Adriansyah sambil memeluk Ranti
" Dady dan mommy, tidak bersalah sama Princes, ucap Ranti.
" Sekarang mommy sudah percaya dengan princess sekarang, tanya Ranti kepada Monicha Herdiani
" Maafkan mommy Princes sayang, mommy takut jika bukan Princes dan mencelakai mommy dan Dady, juga kami semua
" Princes kangen mommy dan Dady, ucap Ranti.
" Bibi Nindya, aku Ranti Putri Setiawan, mohon maaf baru bisa bertemu dengan Bibi Nindya, ternyata sangat Cantik seperti kedua kakak kembar, ucap Ranti.
" Kamu bilang apa tadi... ! kakak kembar ? maksudnya apa ! kaget Nindya.
" Tenang Bibi, Kak Renita dan Kak Renata, sudah hidup dengan baik, sekarang mereka kuliah di kedokteran di UGM, setiap 2 Minggu sekali mereka akan datang ke Surabaya, menjengukku atau aku yang datang kerumah mereka, di Jogja.
" Apa benar begitu sayang, apa Princes sudah ketemu dengan sepupu kembarmu, tanya Monicha memastikan.
" Sudah setahun setengah Princes bertemu dengan mereka Mom, Ujar Ranti.
Bibi Suratmi badan Lukman, walau sangat rindu dengan Ranti, tapi mereka tidak mau mengganggu majikannya, namun bukan Ranti namanya kalau acuh terhadap mereka berdua.
" Paman, Bibi, apa kalian tidak Kangen dengan aku, ucap Ranti sambil melebarkan tangannya minta di peluk.
" Bibi sangat Kangen, maafkan bibi pergi dari Panti Asuhan, tanpa memberitahu Nona Muda, ucap Suratmi
" Semua sudah lewat, sekarang kita sudah berkumpul lagi, jangan sedih lagi
" Paman... Ranti kangen mau di gendong paman, teriak Ranti
" Nona Muda sudah besar, masa masih mau di gendong paman kayak mau ke TK dulu, ujar Lukman yang memang selalu menggendong Ranti ke sekolah TK.
" Pokoknya Gendong, paman Lukman adalah paman terbaik buat Ranti, Ucap Ranti
Tuan besar maafkan saya, kalau tidak sopan dengan Nona Muda.
" Lukman, anggaplah putri kami sebagai anakmu, mulai hari ini, gemdonglah mari kita buat Ranti bahagia, ucap Adriansyah dengan lembut.
" Hore, hore... aku di gendong Paman berbaik sedunia, teriak Ranti kegirangan.
Melihat Lukman yang sudah kecapean, akhirnya Ranti turun dari gendongan.
Mom, Dady ayo kita pulang ke Surabaya, rumah princes Disana, dan mom dan Dady, juga sekarang punya banyak anak, Ranti tinggal bersama dengan kakak angkat Ranti dari panti Asuhan, mereka yang merawat Ranti.
* Tuan kapalnya sudah selesai, waktunya tuan berangkat, 3 jam lagi pelindung ilusi saya akan hilang, Segera perbaiki pulau ini, rubah waktu nya 1 jam menjadi 25 tahun, agar hutan-hutan kembali ada, ucap Rose
" Baik terimakasih" ucap Ranti
Saatnya kita tinggalkan tempat ini, silahkan kalian semua ke pesisir pantai tunggu disana, ujar Ranti
Ketikan orang tuannya beranjak Ranti langsung mengaktifkan Elemen Tanah dan terjadi pergerakan tanah yang hebat, sawah dan perkebunan semuanya lenyap, hewan berlarian ke hutan.
" Teknik ruang Dan waktu, teriak Ranti dalam hatinya, dengan sekejap terlihat kubah menjulang tinggi dan segera mulai tumbuh pepohonan.
Ranti segera beranjak dan membiarkan proses pulau itu di tumbuhi ragam pepohonan .
__ADS_1
" Ayo Masuk, kita akan pesisir pantai di Jakarta, tapi sebelum itu, gantilah pakaian kalian, ucap Ranti menunjukkan Lemari berisi pakaian yang disiapkan Rose.