
Ranti menggeber motornya seolah-olah dia adalah pembalap yang berada di arena, untung saja hari Minggu jalanan agak senggang, jadi masih bisa menggeber motor dengan kenceng.
Tak lama mengendarai motor Kawasaki ninja, kini Ranti telah memasuki kompleks perumahan Tiara.
Sesampainya di rumah Tiara, terlihat di teras rumah Tiara dan kedua orangtuanya sudah menunggu.
Tiara memandang Ranti dengan tatapan bingung, dan bersuara, " Astaga Ranti sejak kapan kamu bisa bawa motor", mana motor gede lagi..
Hehehehe sudah lama, tapi karena belum punya jadi ya gitu deh, jawab Ranti santai.
Oh jadi ini motor kamu sekarang, tanya Tiara
Bukan motor saya, tapi punya kak Darel, hehehehe
Ya sudah ayo Ranti masuk dulu, ajak mamanya Tiara
sampai dalam rumah Ranti bertanya ke mama Tiara, apakah Tante sudah siap
Tante sudah siap, antusias mamanya Tiara
Ya sudah kita di kamar Tante saja, dan siapkan air hangatnya
Setelah semua beres Ranti memberikan satu gelas air yang sudah di teteskan Serum Pembersih dan Kekebalan Tubuh, ke mamanya Tiara.
Tak berselang lama serum itu bereaksi dan terlihat proses pembersihan itu berlangsung, papanya Tiara kagum dengan proses yang tengah berlangsung, setelah 15 menit menunggu, prosesnya kini telah selesai
Mama Tiara berdiri dan melakukan pembersihan dirinya, ketika dia melihat dirinya di cermin kamar mandi, dia berteriak, pah coba kesini lihat mama sekarang tambah cantik
mereka berpelukan tanpa sadar diluar kamar mandi ada 2 gadis remaja yang menunggu, Tiara bersuara, " Mama '" cepat keluar, masa biarkan kita nunggu.
Suami istri itu tersadar dan keluar dari kamar mandi, " maafkan kami", sangking bahagia mama lupa masih ada kalian disini, hehehehe
Gimana Tante, apakah Anda puas dengan hasilnya?
Ranti, Tante sangat puas dan bahagia, sekarang Tante tidak kuatir lagi hehehehe
Berarti saya tidak ada hutang janji lagi sama Tante, kata Ranti
Mereka keluar dari kamar menuju ruang tamu, di meja sudah ada minuman dan cemilan, akhirnya Pak Pribadi memulai pembicaraannya soal rencana Ranti.
Pak Pribadi membuka laptop dan menunjukkan foto-foto yang dia ambil dari berbagai sudut di lahan yang rencananya akan di bangun sekolah.
Dan juga mengambil gambar Desain, yang di buat oleh Tim Arsitek dari kantornya
Bagaimana menurut kamu dengan desain ini, tanya Pak Pribadi
Secara umum ini sudah baik, namun saya ingin ada Taman yang rindang juga lapangan olahraga outdoor, apakah bisa di tambahkan di sisi yang ini, Ranti menjelaskan keinginannya
Bisa, untuk lapangan bola, kami akan berikan rumput yang bagus, untuk Taman kami akan menanam pohon yang berkualitas. semua lapangan terbuka akan kami tanami rumput, lanjut pak Pribadi.
Kalau begitu tolong di revisi dan bila perlu tolong dengan format 3D, dan bagaimana dengan interior Pak?
Ini bagian interior kelasnya, Hall, ruang guru dan kantin. Dan semua material menggunakan yang berkualitas premium. Pak Pribadi masih menjelaskan
Dan ini bagian parkiran mobil dan ini parkiran motor, kami juga memisahkan parkiran untuk siswa dan juga pegawai dan guru.
Aku setuju, tapi tolong semua jaringan kabel dan pipa, jangan sampai terlihat dan siapkan tempat untuk AC agar jangan ada yang sampe mengebor lagi untuk pemasangan AC atau jaringan kabel dan pipa lainnya, kata Ranti mengingatkan
Dan ini yang terakhir bentuk gerbang dan pagar sekolah, apakah ada yang perlu kita koreksi ? tanya Pak Pribadi
Penataan Lampu harus bisa memberikan kesan yang elegan dan pilih model yang klasik. kata Ranti
Dan terakhir ini RAB sementara dan nanti finalnya saat kita ketemu lagi bersama desain format gambar dan video 3D.
Untuk anggaran ini apakah sudah dengan furniturnya, artinya saya tinggal terima murid saja ?
Benar Ranti, anda terima beres, dan juga kami langsung pasang CCTV dan Monitor kontrol di ruang khusus total kami akan pasang lebih dari 250 titik. Kata Pak Pribadi.
__ADS_1
Oke kalau begitu, jadi Rencananya kita menghabiskan 100 milyar untuk pembangunan hingga selesai, kata Ranti
Kurang lebih segitu, kata Pak Pribadi
Baiklah soal dana pembangunan jangan kuatir, siapkan saja format 3D dan kita bicarakan lagi, apakah 2 Minggu cukup untuk membuat nya?
Cukup, dan nanti saya hubungi jika sudah selesai, akhir kata Pak Pribadi.
Tiara yang bingung dengan pembicaraan ayahnya dan Ranti hanya bisa diam mendengarkan, hingga mereka selesai ngobrol baru Tiara bersuara
Ranti apakah kamu mau bangun sekolah elite di samping sekolah Budi Luhur? Tiara meminta penjelasan
Ia, aku akan membangun sekolah lebih elite dari Budi Luhur, jawab Ranti penuh semangat.
Gila kamu, benar-benar gila pikiranmu, aku sebagai teman sangat bangga dengan rencana mu, puji Tiara
Terimakasih sahabatku, apa kamu berani mengelolanya jika sudah selesai ?
Hahahaha, kamu bisa saja Ranti, seringai Tiara
Aku serius, jika kamu berminat, tegas Ranti
Kita lihat saja nanti, kamu tau sendiri Robin seperti apa, ujar Tiara
oke terserah kamu saja, putus Ranti singkat
Om kalau begitu Ranti tunggu kabar dari om secepatnya. " siap' Pak Pribadi menyanggupi
Ranti membaca pesan ternyata, keempat kakaknya bersama Dewi, Ketty dan Sonia sudah berada Mall Galaxy.
Ranti berpamitan dan berangkat menuju Mall, Tiara tidak ikut karena ada janjian dengan Robin
Tak berselang lama, Ranti sudah berada di parkiran, namun saat turun dari motor ada seorang pemuda yang menyentuhnya dan menggodanya
Hai gadis cantik, boleh aku tau nama kamu dan nomor WA kamu ? kata pemuda itu
" Nggak ", singkat Ranti
Tidak tau dan tak mau tau, jawab Ranti dengan cuek
Tangkap dan bawa gadis sombong ini ke markas, perintah pemuda itu, yang ternyata pemimpin Genk motor
Siap bos, jawab anggota Genk motor itu.
Nona cantik mendingan kamu, ikut kami dan layani bos kami, ucapan licik anggota itu
" Nggak Sudi ", jawab Ranti
Sudah jangan banyak omong tangkap saja, emosi pemimpin itu
Coba saja kalau bisa, tantang Ranti
Dasar betina sok suci, bugh.. bugh, aduhh, tinju anggota Genk kena bodi motor..
Datang lagi 4 orang untuk mengeroyok Ranti, dan terdengar, bugh,... bugh,... bugh 5 anggota Genk motor tumbang, tapi tidak sampai disitu, Ranti masih menendang dan meninju alhasil para anggota Genk motor itu tidak berkutik dengan wajah bengkak dan tangan semuanya patah
Selesai dengan anggotanya, Ranti menuju ke pemimpin Genk,
Jangan mendekat, sambil mengacungkan pisau, teriak pemimpin Genk motor itu
Ranti terus maju dan mendekat, semakin dekat, dan bugh, bugh... pisau pemimpin itu terlempar, dia meringis kesakitan namun Ranti tanpa ampun menendang junior pemimpin itu, setelah pemimpin itu pingsan, Ranti segera meminta orang-orang yang berkerumun itu memanggil security.
Security datang bersama 2 orang polisi yang membantu penjagaan Mall Galaxy, polisi memanggil bantuan untuk membawa anggota dan pemimpin itu ke kantor Polisi.
Setelah aman terkendali, Ranti langsung mencari keempat kakaknya, ternyata mereka berada di restoran.
Ranti hanya memesan sup kepiting dan udang goreng tanpa nasi, selesai menikmati makanannya, Ranti mengajak Dewi untuk belanja keperluan Ketty. Darel Sonia memilih jalan sendiri.
__ADS_1
Ranti dan ke-tiga kakak perempuannya menemani Dewi berbelanja, sambil tertawa bahagia, mereka menikmati waktu yang ada, dan tak terasa mereka berkeliling, jam sudah menunjukkan pukul 20 WIB
Ranti menghubungi Darel dan Sonia, ternyata mereka berada di restoran yang tadi.
Akhirnya mereka bertemu di restoran itu dan sekalian makan malam, sambil makan Dewi menjelaskan bahwa masakan ini bisa dia buat dirumah Ranti.
Ranti mendengar Dewi bisa membuat menu favoritnya langsung tertawa senang, hahahaha, kalau begitu, aku tak perlu lagi kesini jika ingin makan menu yang ini, ayo mba Dewi nanti tulis saja bahan-bahan nya nanti, Bu Likha yang siapkan.
Ranti langsung berpikir, kolam yang berada di ruang dimensi bisa dia gunakan untuk lobster ini hehehehheh
" Rose apakah lobster ini bisa hidup di kolam yang kamu buat?
* Bisa tuan kan kolam satu itu airnya asin setara air laut, mau lobster, kepiting atau juga kerang dan remis bahkan ikan laut bisa hidup di sana, jawab Rose*
" oke Rose nanti aku cari lobster hidup dan taruh di kolam itu nantinya"
* Silahkan Tuan, asal anda bahagia Rose ikut senang."
" Terimakasih Rose"
Selesai makan malam, mereka beranjak dan kembali ke rumah, namun kali ini Darel yang membawa motor, Ranti gak mau di omeli sama Mercy.
Seolah paham Ranti, langsung memegang lengan Mercy dan mengajaknya naik ke mobil, Mercy tersenyum karena lihat Ranti tidak menggunakan motor.
Sekarang mereka telah berada di jalan raya menuju rumah, Mercy membuka suara..
Bontot maafkan kakak tadi siang, yang melarang kamu naik motor, kata Mercy
Kakak gak salah, semua itu demi kebaikan aku, dan itu tugas kakak memperhatikan kami, justru aku yang minta tadi siang tidak mendengar omongan kakak. Lain kali Ranti tidak akan naik motor kalau tidak terpaksa sama sekali. jawab Ranti
Kakak gak ingin kamu kenapa-kenapa, mohon bontot mengerti maksud kakak, jelas Mercy
Ia kakak cantik, Ranti memeluk Mercy dengan penuh bahagia.
Kendaraan terus bergerak dan akhirnya mereka tiba di rumah, Ketty sudah terlelap di pangkuan Dewi.
Karena semua pada kecapean, maka tak banyak suara yang terdengar, mereka langsung menuju ke kamar masing-masing dan membersihkan diri.
* Tuan silahkan pilih hewan laut yang tuan suka dan silahkan pelihara, juga ada lobster air tawar, kepiting juga. Rose akan membantu tuan*
kamu memang hebat Rose, terimakasih, ucap Ranti
Ranti yang agak kelelahan memilih istirahat besok adalah hari pertama sekolah di Bintang Timur.
Jam menunjukkan 04.30 wib, seperti biasa Ranti, mereka berlima langsung mengadakan latihan, hingga 05.30 mereka istirahat sejenak dan mandi
Sebelum turun sarapan Ranti berbicara dengan Rose.
" Oke Rose CHECK IN "
* Selamat Tuan anda mendapatkan hadiah berupa 20 ribu hektare sawah di Banyuwangi, semua surat sudah tersimpan di inventori.{🔐}
[ Luas area itu terdapat di satu area artinya tidak terpisah secara lahan, hanya terdiri dari 5 pemilik]
* kedepannya Tuan bisa memanfaatkannya untuk dengan bibit padi unggul*
Selesai berbicara dengan Rose, Ranti turun ke lantai bawah untuk sarapan dan berangkat ke sekolah, dan juga hari ini Ranti akan menemui mama Sonia jam 7 malam.
Pagi ini menu sarapan terlihat berbeda dan lebih bergaya modern, ternyata yang membuatnya adalah Dewi, begitu juga bekal yang akan mereka bawa kesekolah terlihat mewah.
Senang dengan menu sarapan yang ada, membuat mereka hampir lupa kalau itu menu sarapan.
Waktunya berangkat, pak Dul sudah menunggu, dengan menggunakan mobil alphards mereka berangkat ke sekolah.
Hari ini adalah hari pertama mereka berlima berangkat ke sekolah yang sama, sambil ngobrol ringan mereka pun tiba di sekolah.
Darel mengantar Ranti ke ruang kepala sekolah untuk konfirmasi bahwa Ranti sudah mulai masuk per hari ini.
__ADS_1
Dengan di antar Pak Murjani, Ranti menuju ke kelas 10 Ruang A, yakni tempat berkumpulnya siswa-siswi berprestasi, dan seperti biasa Tiara sudah menyiapkan tempat untuk Ranti, agar duduk di dekatnya.
Setelah berkenalan dengan semua teman-teman sekelas, Ranti pun duduk di samping Tiara dan pelajaran pertama di mulai.