SISTEM KEKAYAAN : PERJALANAN SI MISKIN

SISTEM KEKAYAAN : PERJALANAN SI MISKIN
Persiapan Penyerahan Bantuan Modal


__ADS_3

Tepat hari ini sudah sangat mendekati pergantian Tahun, tepat hari ini adalah tanggal 30 Desember, misi khusus Ranti yang terkonfirmasi, akan berakhir besok, itulah sebabnya dia akan pergi mengunjungi dan mengecek langsung lokasi yang dikerjakan Rendi.


Sementara asik mereka ngobrol, Rendi tiba dengan pakaian santai, dan langsung di sambut oleh Bu Likha


" Silahkan duduk Tuan Rendi, saya akan panggilku Nona Muda Ranti,


" Non, Tuan Rendi sudah menunggu di ruang tamu, lapor Bu Likha


" Baik terimakasih, katakan padanya kalau tunggu sebentar, perintah Ranti


" Kakak semua aku pergi sebentar, nanti agak sore kita jalan-jalan ke Mall Pakuwon, ucap Ranti


" Hati-hati, kamu masih capek, jangan bawa mobil sendiri dulu, saran Mercy


" Ia aku pergi dengan Rendi, tenang saja, kata Ranti


" Kakak nanti di jalan tolong beliin kerupuk ya, kata Salma


" Kerupuk apa sayang, siapa tahu di rumah kita ada, ucap Ranti


" Kerupuk Tempe, kayak gini, kata Salma sambil menunjukkan handphone nya, yang terdapat gambar kerupuk Tempe


" Nona Salma, biar Bibi goreng dulu, karena kita punya stok kerupuk seperti itu, jawab Bu Likha


' Oh ada ya, ya sudah, Bibi tolong goreng buat Salma dan juga buat siapa yang mau, kata Salma


" Baiklah Nona Kecil, Bibi siap melayani anda, apa Nona mau ikut bibi ke dapur, tawar Bu Likha


" Emang boleh ya kak Ranti, Salma lihat Bibi goreng kerupuk, tanya Salma


" Boleh dong, tapi hati-hati kena minyak, kata Ranti


" Kakak pergi dulu ya, ingat jangan makan cemilan terlalu banyak nanti giliran makan nasi susah lagi,. kata Ranti


" Ia kak, kakak juga hati - hati di jalan, kata Salma sambil mencium tangan.


Rendi dan Ranti, kini dalam perjalanan menuju ke lokasi 2 anak Yatim Piatu yang membuka warung mie instan matang, atau istilahnya, "WARMIN"


Sepanjang jalan Rendi berbicara, kalau dia di bantu oleh Tim Pak Sumadi, dan orang dari kantor RPS Finance.


" Bagus itu, awal yang bagus bagi Tim Pak Sumadi, dan tolong kamu perhatikan mereka, kasih kompensasi buat mereka selama membantu kita, dan mulai bulan depan kamu urus semua gaji mereka, jika total dan daftar sudah selesai kamu lapor saya, perintah Ranti


Untuk gaji mereka yang 26 orang, gaji pokok 4,5 juta dan tunjang jabatan anggota bagi 24 orang 1,5 juta, tunjangan wakil ketua 2 juta dan untuk pak Sumadi sebagai ketua 3 juta, untuk biaya operasional harian mereka 25 juta perbulan.


Dan evaluasi kinerja mereka dalam kurun 6 bulan, atur seragam mereka dan setiap 6 bulan ganti dengan yang baru. setiap bulan berikan mereka beras 25 kilo per orang. Perintah Ranti


" Baik Nona semua sudah saya atur dalam format gaji, tinggal isi besar gaji dan tunjangan saja, kata Rendi


" Rekening mereka bagaimana, tanya Ranti


" Sudah selesai diurus langsung oleh Pak Jusuf kepala Cabang Pusat Bank Mandiri Surabaya, jawab Rendi


" Bagus kalau begitu, lalu sudah berapa perusahaan yang telah mengirimkan proposal dan sudah berapa kelompok Tani dan nelayan yang meminta bantuan modal kerja, tanya Ranti


Perusahaan besar ada 10 salah satunya Keluarga Sungkono, termasuk orang kaya ke 9, di Surabaya. Sedangkan kelompok Tani dan Nelayan masing sudah ada 35 kelompok yang beranggotakan 6 sampai 10 orang, dan 2 kelompok dari peternak ayam petelur, lapor Rendi


" Kerja bagus Rendi, ini awal yang baik, namun bagaimana dengan perusahaan Garam, yang sempat terkait dengan Darma, tanya Ranti


" Mereka ingin bertemu dengan Nona langsung kata Nancy, dia kini lagi persiapan untuk menjadi Direktur di Perusahaan Ayahnya, kata Rendi


" Kamu katakan padanya, setelah dia menjadi direktur, maka kita atur waktu untuk bertemu, perintah Ranti.


" Baik Nona, kita sudah sampai di warung kakak beradik itu, dan itu mereka berdua, cuma kasihan yang anak gadis tulangnya punggung nya bengkok karena jatuh dari jembatan belakang rumah mereka, Rendi


" Mari kita turun dan lihat suasananya, dan tolong pesankan yang paket komplit, kata Ranti


Mereka yang Rendi, langsung membungkuk dan memberikan salam


" Selamat siang dan selamat datang Tuan Rendi, dan maaf dengan Nona siapa, Tanya Atmini


" Selamat siang juga, Saya Ranti Putri, panggil saja Ranti, sengaja datang ingin mencoba racikan mie buatan kalian, jawab Ranti


" Silahkan duduk Nona, maaf tempatnya masih berantakan, baru siap di renovasi, dan itu atas bantuannya Bos Tuan Rendi, hari ini mereka akan membawa kursi dan meja serta mangkuk yang baru katanya, kata Atmini


" Tidak apa-apa, kamu sekolah dimana dan kelas berapa, tanya Ranti


" Saya sekolah di SMU negeri 5 dekat sini, kelas 2 IPA, jawab Atmini.

__ADS_1


" setiap hari bisa laku berapa bungkus, kalau boleh tau, tanya Ranti


" Kalau malam Sabtu dan malam Minggu, biasanya sampe 40 bungkus, kalau hari biasa paling 25 bungkus, ya karena tempat juga modal, beberapa yang minta mie dengan rasa yang lain tapi kami tak sanggup beli, kata Atmini


" Mudah-mudahan dengan adanya renovasi tempat dan penambahan modal, usaha kalian bisa lancar, kata Ranti menyemangati


" Amin, kata Atmini dan Atmono


" Maaf kalau mas, kegiatannya apa, tanya Ranti ke Atmono yang barusan meletakkan pesanan Ranti


" Maaf Nona, saya kuliah di Institut Teknologi Sepuluh November, Jurusan Teknik Sipil, Semester 5 dan bulan depan masuk semester 6, Kata Atmono.


" Berat juga biaya kuliah disana, kata Ranti


" Saya masuk beasiswa, jadi hanya biaya hari-hari saja dan praktikum serta perlengkapan, kemarin Tuan Rendi juga membantu membelikan Laptop dengan spesifikasi yang tinggi, jadi sudah tidak ada kendala, yang biasanya saya pinjam laptop punya kawan, sekarang tidak lagi, terimakasih Tuan Rendi.


" Jangan berterimakasih kepada saya, Tapi kepada Nona Ranti, dialah orang yang membantu kalian berdua, saya hanya mengikuti perintah Nona Ranti saja, tapi jangan kuatir saya ikhlas juga mengerjakan nya, kata Rendi


Atmono dan Atmini, mendengar bahwasanya Ranti yang membantu, mereka langsung membungkuk dan berterimakasih.


" Mohon maaf jika sambutan kami kurang berkenan, dan terimakasih sudah membantu kami berdua, kata Atmono


" Angkat kepala kalian, aku masih lebih muda dari kalian, umurku baru 15 Tahun, kata Ranti


" Terimakasih Nona Muda, kami hanya bisa membalas lewat doa saja, kata Atmono


" Mas Atmono, mau gak saya kasih tantangan, tanya Ranti


" Maaf Nona, tantangan apa yang akan anda berikan, tanya Atmono


" Jawab dulu, berani tidak jika aku kasih tantangan, tanya Ranti lagi


" Saya berani dan bersedia, terima tantangan dari Nona, jawab Atmono


" Coba peta ini dan rancangan yang di buat oleh Tim Proyek Terpadu, kata Ranti sembari memperlihatkan peta dan draft rancangan di lahan 25 ribu hektare


" Maaf Nona, draft ini, jika di sempurnakan lagi, akan menjadi karya yang sangat indah dalam penataan ruang dan segala aspek penting di dalam nya, kata Atmono


" Bagaimana menurutmu dengan design soal drainase, yang mereka buat, tanya Ranti


" Terimakasih, mas Atmono, Proyek ini akan di mulai awal bulan Juli tahun depan, dan akan di kerjakan oleh Agung Jaya Konstruksi, sebagai kontraktor utama, Proyek ini bertujuan untuk membangun sebuah kota baru, kata Ranti.


" Sangat keren dan ambisius, apalagi jika modal sudah ada, pasti pembangunan bertahap dan berkelanjutan akan cepat terlaksana, kata Atmono


' Anggaran sudah ada, tinggal penyempurnaan desain dan perijinan saja. kata Ranti


" Maaf Atmini, jangan tersinggung, sudah berapa lama punggung anda bengkok, tanya Ranti


" Sudah 2 tahun, jadi sudah terbiasa, hanya kalau kena basah karena hujan, pasti nyeri semuanya, harusnya pakai alat penyangga, tapi alatnya mahal jadi sudahlah, terima nasib saja, kata Atmini Pasrah.


" Rose apakah Pill surgawi bisa mengobati tulang yang bengkok, tanya Ranti


" Untuk saat ini, berikan dulu akupuntur dan Pill Regenerasi dan konstruksi tulang, baru 1 Minggu kemudian, berikan Pill surgawi jika tuan bermurah hati, hanya dengan Pill Regenerasi dan konstruksi tulang, nona itu sudah normal punggungnya, namun di larang mengangkat benda berat selama 1 Minggu, bila perlu istirahat total selama 1 Minggu.


" Baiklah, saya berikan Pill Regenerasi dan konstruksi tulang, serta Pill kecerdasan dan perbaikan jaringan, terakhir Serum Pembersih dan Kekebalan Tubuh, bagaimana Rose


* Itu sudah sangat baik Tuan, lanjut Rose.


" Dan sebagai bentuk terapi, saya akan berikan, juice buah 1000 tahun, sebanyak 4 botol.


* sepertinya itu baik buat dia, kata Rose


" Atmini, apakah kamu ingin tulang punggungmu kembali normal, tanya Ranti berpura-pura polos


" Sangat ingin, tapi jika biayanya mahal, aku tak sanggup, mendingan uangnya buat kakak saya saja, dan jika sudah saatnya, saya yakin pasti akan sembuh, kata Atmini


" Kamu hebat, dan kalau kamu percaya kepada saya, aku akan mengobati kamu, tapi prosesnya lumayan berat, paling lambat 1 bulan dari sekarang kamu sudah bisa normal kembali, balas Ranti


" Terimakasih jika Nona ingin membantu saya, tapi saya tidak mampu membayar biaya pengobatan yang Nona tawarkan, kata Atmini


" Semua gratis dari saya, yang mengobati saya, obat aku yang buat, bahannya aku tanam sendiri jadi aku tidak rugi, tapi syaratnya adalah jangan pernah kecewakan kakakmu, yang sangat sayang sama kamu, balas Ranti.


" Saya sangat bersyukur punya kakak seperti mas Atmono, mantan pacarnya meninggalkan dia gara-gara aku yang cacat, tapi mas tetap tidak membenciku, kata Atmini.


" Sekarang tutup dulu warungnya, saya obati kamu sekarang dan lihatlah kekuatan sebuah ketulusan dalam persaudaraan, kata Ranti


" Terimakasih Nona, aku akan menerima kesempatan ini, jika sembuh aku akan sangat bersyukur, tapi jika tidak, aku juga tidak akan menyalahkan mu, yang penting kita sudah berusaha, kata Atmini

__ADS_1


" Keyakinan yang bagus, aku suka, kata Ranti


" Rose aku berubah pilihan, bagaimana kalau pakai Pill semesta, apakah bisa langsung sembuh, tanya Ranti.


* Pasti, prosesnya 45 menit, dan berikan air surgawi untuk Nona itu mandi, setelah 1 Minggu berikan Pill kecerdasan dan penguatan jaringan, kata Rose


" Terimakasih Rose"


" Ayo Atmini kita kedalam rumah kamu, dan mas Atmono nanti tolong buatkan air hangat, perintah Ranti


" Baik Nona, tapi apakah saya boleh menemani adik saya, tanya Atmono


" Nona biarkan kakakku ada di samping saya, pinta Atmini


" Apa kamu tidak malu di lihat kakakmu dengan hanya berpakaian dalam saja, kata Ranti


" Dia Kakakku, setiap penyakit ku kumat, kakakku yang selalu membantuku, jadi aku sudah terbiasa, kata Atmini


" Baiklah, sekarang kita akan mulai, bukalah bajumu dan lepaskan jam tangan dan kalung kamu, perintah Ranti


" Rendi tolong bereskan pekerjaan kamu di luar, perintah Ranti


" Baik Nona, jawab Rendi


" Atmini, kamu akan merasakan kesakitan sekitar 30 menit, kamu harus berusaha sadarkan diri dan bertahan, apakah kamu sudah siap, tanya Ranti


" Aku sudah siap Nona, kata Atmini


" Mas, terimakasih sudah jadi kakak yang baik buat aku, jika terjadi apa-apa, tolong jangan salahkan Nona Ranti, Atmini ingin lihat mas bahagia, maafkan Atmini yang selalu menyusahkan mas, kata Atmini


Selesai berbicara ke kakaknya Atmini langsung menelan Pill semesta yang di berikan Ranti.


Lewat 5 menit, mulailah proses menyakitkan itu, pertama terdengar seluruh tulang Atmini berbunyi sangat kencang, Atmini sudah mulai berteriak, tulangnya di remukkan kembali, dia hampir tidak kuat menahan sakit, Ranti berbicara lewat pikiran dan memberikan semangat.


Kini sudah lebih dari 2o menit, teriakan Atmini, hingga terdengar kedepan, Rendi dan para pekerja yang mendengarnya kebingungan, beberapa tetangga juga mendengarnya, namun Rendi menjelaskan bahwa Atmini sedang dalam pengobatan, mungkin kesakitan, para tetangga hanya percaya saja.


Proses terus berlangsung, saat ini Proses rekonstruksi dan penyatuan tulang di mulai, Atmini berteriak lagi, Atmono hanya diam menahan tangis melihat adiknya yang tersiksa, Ranti hanya menepuk pundak Atmono


" mas Atmono, kamu tenang saja, selama dia masih berteriak berarti efek Pill itu bereaksi dengan sempurna, mas bisa lihat tulang-tulang Atmini mulai bergerak, itu namanya rekonstruksi tulang sedang berlangsung, kata Ranti


Di menit keempat puluh, Atmini mulai tenang, Ranti memasuki pikiran Atmini dan berkata


" Atmini, setelah sakit yang kamu rasakan hari ini, maka kamu akan melihat senyum kebahagian kakak mu, percayalah jangan di lawan rasa kantuknya, tidurlah 5 menit dan kamu akan sadar, kata Ranti


Dan benar saja, Atmini tertidur dengan seluruh badan tertutup cairan hitam.


" Mas Atmono, buatkan air hangat dan ambil ini campurkan di dalam ember besar dan biarkan dia berendam disitu, perintah Ranti sambil memberikan sebotol ukuran 10 tetes air surgawi.


Setelah 5 menit akhirnya Atmini sadar dan mencari kakaknya,


" Nona dimana Kakakku, tanya Atmini


" Kakak mu lagi di dapur dia mempersiapkan air panas untuk kamu mandi, tapi maaf nanti kakakmu yang bantu kamu mandi, kata Ranti


" Tidak apa-apa, aku percaya kakakku yang tulus membantuku, kata Atmini


" Kita harus percaya dengan saudara kita, percayalah setelah ini, kamu tidak lagi akan menyusahkan kakakmu, kamu bisa jalan dan berlompatan sesuka hatimu, kata Ranti


" Benarkah ? ucap Atmini


" coba kamu duduk sekarang dan serta tegakkan dan rabahlah punggung mu, perintah Ranti


Atmini duduk di ranjang dan menegakkan punggungnya serta meraba punggungnya, lalu dia tersenyum


" Terimakasih Nona Ranti, aku bisa normal lagi, ujar Atmini gembira


Nona, airnya sudah saya taruh di kamar mandi, kata Atmono


" Bantulah Atmini mandi, bawalah baju ganti buat dia, perintah Ranti


" Atmini bangunlah dan berdiri kemudian berjalanlah ke kamar mandi, setelah mandi kita ngobrol lagi, perintah Ranti


Atmono memegang tangan Atmini dan membawanya ke kamar mandi.


Ranti segera keluar dari kamar Atmini dan menuju ke depan dan melihat para pekerja yang sementara membersihkan dan menata semua meja yang barusan di beli, sempurna pekerjaan kalian, kata Ranti memuji


Setelah 20 menit berlalu, kini tampak lah di pintu rumah, seorang gadis cantik bersama kakaknya.

__ADS_1


__ADS_2