
Saat ini waktu sudah menunjukkan pukul 10.00 WIB, Ranti memanggil semua saudaranya untuk berkumpulnya di ruang keluarga.
Keempat kakaknya dan Dewi bingung kenapa Ranti memanggilnya, namun, mereka tidak berkomentar dan segera ke ruang keluarga, dan tak berapa lama semua saudaranya telah berkumpul.
" Bontot ada apa mengumpulkan kami semua, apa kamu ada masalah" ? tanya Darel
" Tidak Kak", aku hanya ingin memberikan kalian hadiah karena sudah mendapat juara 1, terutama kak Darel lulus dengan nilai terbaik, balas Ranti
" Terimakasih dek", atas hadiahnya kata Mercy.
" Aku juga ingin berbagi beberapa kemampuan saya kepada kalian, tapi kalian harus berjanji tetap menjaga rahasia keluarga kita", tegas Ranti
" Kalau itu sudah pasti", balas mereka serentak.
" Aku akan mengeluarkan beberapa kemampuan ku untuk kalian, tapi sebelumnya kalian harus meminum Pill ini, dan Pill ini di sebut, sebagai Pill Pembuka Meridien di tubuh kalian, kata Ranti.
" Kami semua menurutimu dek, kata Darel dan di anggukin oleh yang lain.
" Sekarang ambil Pill dan botol ini, campurkan cairan dalam botol ini dengan air hangat dalam bathtub dan berendam lah, setelah Pill ini selesai bereaksi, setelah semua proses selesai, kembalilah ke ruang keluarga, ucap Ranti
Mereka mengambil apa yang Ranti berikan dan segera kembali ke kamar masing-masing, kecuali Armando dan Salma yang akan di bantu oleh Ranti.
Ranti segera ke kamar Armando dan Salma serta mengambil handuk juga baju ganti mereka berdua dan membawa kedua bocah itu ke kamar Ranti.
Tiba di kamar Ranti, kedua bocah di suruh buka baju dan berbaring di lantai dekat kamar mandi, kedua bocah itu hanya menurut saja, kemudian mereka menelan Pill Pembuka Meridien.
Begitu juga dengan keempat kakaknya dan juga Dewi, di kamar segera membuka baju dan berbaring dekat kamar mandi dan menelan Pill Pembuka Meridien, kompak terdengar nafas dan getaran dalam tubuh mereka.
Proses Pembukaan Meridien, berlangsung selama 30 menit, kedua bocah Armando dan Salma ternyata cukup kuat mengikuti getaran dalam tubuh kecil kecil mereka, akhirnya selesai.
Setelah menunggu beberapa saat, mata kedua bocah itu terbuka, mereka kaget dengan kondisi tubuhnya yang di penuhi cairan hitam dan cukup berbau.
Ranti membawa kedua bocah itu ke kamar mandi dan disuruh berendam didalam bathtub secara bersamaan.
Selesai berendam Ranti memandikan mereka berdua juga dengan air hangat, dia mengurus mereka dengan penuh kasih sayang.
" Kak, biar aku mandi sendiri", kata Armando yang malu di mandikan Ranti
" Sudah biarkan kakak memandikan kalian, ini yang pertama dan terakhir kakak memandikan kalian, jadi jangan malu-malu dengan kakak, kata Ranti
" Baiklah", jawab Armando yang masih menunggu Salma yang sedang di mandikan oleh Ranti.
Setelah semua selesai, Ranti menyuruh mereka pergi ke ruang keluarga.
Setelah kedua bocah itu pergi, Ranti segera membersihkan kamarnya dan menyemprotkan wewangian agar kembali harum kamarnya, kemudian dia juga membersihkan tubuhnya dan kembali ke ruang keluarga.
Dia melihat semua kakaknya yang kini telah berubah, dan yang paling menonjol perubahannya adalah Dewi yang terlihat lebih mudah.
* Tuan mohon maaf, Rose lupa mengatakan bahwa, Proses transfer dan meditasi, harus di lakukan dengan hanya menggunakan pakaian dalam saja, kata Rose.
" Baiklah tidak apa-apa, kami semua bersaudara dan kami saling percaya, kata Ranti.
* Ini dilakukan karena Tuan akan mentransfer kemampuan Tuan hingga batas Grand Master, jika hanya tingkat master tidak perlu meditasi, bagaiman Tuan, apakah Anda akan memberikan kemampuan anda hingga Grand Master kepada mereka? tanya Rose
Seluruh saudaranya yang melihat Ranti Duduk dilantai dan bersilah mereka diam dan mengikutinya.
" Apakah saya juga hanya berpakaian dalam saja, tanya Ranti
* Benar Tuan, selama Proses meditasi , tuan juga mentransfer Energi kepada mereka, kata Rose.
" Baiklah ", kata Ranti.
" Kakak-kakak semua apakah kalian percaya dengan aku, tanya Ranti
" Kami percaya dengan tindakan kamu dek, sekarang apa yang apa yang harus kami lakukan, tanya mereka
" Setelah aku mentransfer kemampuanku kepada kalian, Kita akan melakukan meditasi selama 30 menit, tapi kita semua kita semua hanya berpakaian dalam saja, itupun hanya menutupi bagian area kelamin kita, kata Ranti.
" Kalau kami tidak masalah walaupun ada kak Darel, tapi bagaimana dengan kak Dewi, tanya Mercy
" Aku tak masalah, kita semua adalah keluarga, walau kita semua sudah dewasa, tapi demi masa depan kita semua, mari kita selesaikan sekarang, saya percaya adik Darel adalah pria sejati yang sangat menghargai kita sebagai saudaranya, kata Dewi dengan pasti.
" Baiklah ini adalah yang pertama dan terakhir kita lakukan, kak Darel apakah kakak menyayangi kami dan siap menjaga kami semua, kata Ranti
" Kakak sangat menyayangi kalian semua, dan kakak sangat bahagia memiliki kalian sebagai saudara, apa yang kita lakukan hari ini, semua demi kebaikan kita di masa depan, kata Darel.
__ADS_1
" Ayo kita selesaikan dan jangan ada merasa sungkan, kita pikirkan hal baik yang akan kita dapatkan setelah ini.
Serentak mereka semua membuka baju mereka, Ranti membantu Salma dan Armando membuka baju mereka dan terakhir dia yang membuka bajunya.
Setelah semuanya duduk melingkar dengan bersilah, Ranti mendatangi mereka satu persatu dan mulai menyentuh jidat mereka dengan jari telunjuknya untuk menandai mereka satu persatu.
" Aktifkan Sekarang " kata Ranti dalam pikirannya.
Ranti dengan cepat menyebutkan kemampuan apa saja yang akan di Transferkan dan hingga tingkatannya.
Dalam sekejap tubuh Ranti mengeluarkan energinya ke tubuh saudara-saudaranya dan memasuki kepala mereka satu persatu kemampuan yang dia miliki.
Raut wajah mereka terlihat mulai berubah-ubah, Ranti membagi fokusnya kepada Armando dan Salma selama proses berlangsung.
Karena Meridien mereka sudah terbuka dan mereka sedari awal sudah meminum Pill kecerdasan dan penguatan jaringan tubuh maka mereka tidak merasakan kesakitan, perpaduan Pill Pembuka Meridien dan Pill Kecerdasan, ternyata sanggup menahan kesakitan saat proses sinkronisasi.
Mereka semua berfokus pada apa yang masuk ke dalam pikiran mereka, jadi mereka lupa dengan kondisi mereka yang saat ini hampir telanjang.
Getaran di tubuh keenam orang saudara Ranti kini mulai menurun secara bertahap, keringat dingin kini sudah tidak lagi menetes.
Kondisi mental mereka saat ini, sudah semakin terlihat sempurna, seluruh panca Indra mereka telah meningkat melebihi tingkat rata-rata manusia biasa, insting mereka kini bekerja dengan baik.
Penampilan Fisik mereka terlihat sangat sempurna, terlihat tidak ada lagi sedikitpun di tubuh mereka tumpukkan lemak yang tak berguna.
Kakak perempuan Ranti kini memiliki bentuk tubuh yang sempurna, dari lingkar dada hingga lingkar pinggang semuanya telah sempurna, apalagi tampilan Dewi, meski sudah memiliki seorang anak, kini terlihat seperti gadis perawan.
Begitu juga Darel yang kini otot-otot nya terlihat sempurna dengan perut sixpack.
Kedua bocah Armando dan Salma juga telah berubah sangat drastis, Armando kini terlihat seperti seorang remaja, pembentukan tubuhnya sudah melampaui anak seusianya, begitu juga Salma, bentuk fisiknya kini seperti anak seusia 10 tahun, kecantikannya sudah sangat terlihat dengan kulit putih yang bersih.
Setelah semuanya selesai, mereka membuka matanya dan melihat tubuh mereka masing-masing.
" Wah kak Dewi kini seperti gadis berusia 18 tahun, kata Mercy
Dewi yang penasaran dengan omongan Mercy, tanpa malu-malu dia berdiri dan melihat dirinya di cermin, betapa kagetnya dia dan langsung duduk kembali.
" Bagaimana, apa yang kalian rasakan saat ini, tanya Ranti
" Kami merasakan perubahan pada panca Indra dan insting kami, juga dalam otak kami terdapat berbagai pengetahuan, bahkan secara menyeluruh kami merasakan berbagai kemampuan dalam diri kami, kata Friska.
"Gunakan dengan bijak dan jaga rahasia ini, kemampuan kalian sudah melebihi rata-rata Manusia yang ada, contohnya, kalian semua sudah bisa memainkan alat musik dan bernyanyi dengan sangat baik, pengetahuan komputer dan meretas telah berada lebih tinggi dari pembuat program komputer dan peretas yanga ada di dunia ini", kata Ranti.
Ranti mengambil beberapa batu dari cincin semesta nya dan memberikan kepada mereka.
" Sekarang coba kalian remas batu di tangan kalian" perintah Ranti
Tanpa memberi jawaban, mereka langsung meremas batu yang di berikan Ranti, dalam sekali remas, batu di tangan mereka langsung hancur.
" Astaga, aku bisa sekuat ini", kata Rindu
" Bagaimana apa kalian akan bermain-main dengan kekuatan kalian ? tanya Ranti
" Tentu tidak, kami akan mengontrolnya dengan baik, kata Rindu
" Armando, Salma, kini kalian tidak usah lagi takut ketemu dengan preman-preman yang ada penampungan suatu saat nanti, kata Ranti
" Baik Kak, kalau mereka bertindak jahat, apakah aku bisa menghajar mereka, tanya Salma
" Hajar saja, tapi ingat jangan sampai melewati batas", jawab Ranti
Setelah semua sudah di jelaskan oleh Ranti dan mereka berjanji tidak akan sembarangan menggunakan kemampuannya, Ranti mengajak mereka berdiri dan meminta menggerakkan seluruh badan masing-masing.
Mereka semua menggerakkan badannya dan terasa lebih ringan dan pergerakan mereka makin lama semakin cepat dengan nafas yang teratur.
" Sempurna", batin Ranti
" Kak Darel bagaimana menurut kakak perubahan kami, tanya Friska dengan iseng
" Kalian sangat cantik dan seksi, hanya laki-laki bodoh yang akan menyia-nyiakan kalian di masa depan, kata Darel jujur.
" Menurut kak Darel apa kak Sonia seksi seperti kami, kata Rindu menimpali.
" Kalian ini ada-ada saja, kakak dengan Sonia hanya berpegangan tangan saja tidak lebih, mana pernah kakak melihat Sonia seperti kalian saat ini, kata Darel
Hahahaha hahahaha
__ADS_1
Mereka ketawa, namun tiba-tiba mereka sadar kalau saat ini mereka semua belum berpakaian.
" Bontot apa kita sekarang sudah boleh berpakaian, tanya Mercy
" Belum 10 menit lagi, jaringan tubuh kalian sementara proses penyatuan dengan kemampuan yang baru saja kalian dapatkan", kata Ranti
" Oh baiklah, kata mereka
" Apa kalian malu, karena kak Darel melihat kita seperti ini, tanya Ranti
" Sedikit, kata Friska
" Kalau kak Dewi, bagaimana ? tanya Ranti
" Jujur hanya awal saja malu, kalau sekarang bukan tidak malu, tapi kalau belum selesai Prosesnya, buat apa malu, toh dari tadi Darel sudah melihatnya, kata Dewi
Sekarang minum ini, Ranti mengambil 7 botol juice buah Abadi, sambil duduk bersilah kembali, dan dengan santai mereka menikmati juice buah abadi, sambil ngobrol, tanpa ada rasa canggung dengan kondisi mereka saat ini yang belum berpakaian.
" Bontot rasanya kami bertambah tinggi, kata Mercy sambil menarik tangan Darel untuk berdiri.
" Itu adalah efek lain dari kemampuan yang kalian dapat hari ini, kata Ranti.
" Kami ingin memeluk kak Darel, kata Friska
" Pakai baju kalian dulu ", kata Darel
" Gak mau kami ingat waktu kecil mandi hujan tidak pakai baju waktu di Panti, kata mereka serentak
" Ya sudah sini, kata Darel
" Terimakasih kakak sudah jadi kakak yang baik buat kami semua, kata Mercy, Friska, Rindu dan Ranti sambil mereka memeluk Darel.
Mereka tidak malu dengan tubuh telanjang mereka, walau secara norma ini tidak baik, apalagi semuanya sudah besar.
" Sama-sama, asal kalian bahagia kakak pasti senang, suatu saat kalian ingin memiliki pasangan, usahakan cari yang terbaik dan paling penting menghormati dan menghargai kalian, dan paling penting jangan sampai ada laki-laki yang memanfaatkan kalian, baik tubuh maupun harta kalian, ingat baik-baik ", ujar Darel dengan penuh rasa sayang kepada mereka.
" Kami akan mengingatnya, kata mereka
" Kak tolong gendong kami satu persatu, kata Mercy
" Ini terakhir kalinya kami meminta kakak menggendong kami dalam keadaan seperti ini, kata Rindu sambil menampilkan wajah memohon.
Darel terharu hingga meneteskan air mata dan menggendong mereka satu persatu, dia teringat saat dulu mereka kecil di Panti, Darel akan memarahi mereka jika mandi hujan tidak menggunakan baju dan menggendong mereka untuk masuk ke dalam Panti.
" Sekarang kalian sudah besar, tak selamanya kalian bersama dengan kakak, begitu dengan kakak tak selamanya akan bersama dengan kalian, mulai saat ini, belajar mandiri dan belajar lebih dewasa lagi, kata sambil memegang kepala adik-adiknya.
" Ia Kak, kami sadar suatu saat kita akan memiliki keluarga masing-masing, tapi selamanya kita harus tetap saling menyayangi, kata Ranti, yang masih memeluk Darel.
" Kalian memang hebat, kak Dewi sangat bahagia bisa bersama dengan kalian", ucap Dewi.
" Apa boleh kakak memeluk kalian semua, tanya Dewi
" Boleh dong, kata Ranti dan langsung memeluk Dewi
Mereka semua juga memeluk Dewi dengan penuh kebahagiaan, bahkan Dewi tak sungkan memeluk Darel, Armando dan Salma juga ikut memeluk Dewi.
" Dan sebagai proses terakhir, teteskan darah kalian darah kalian dalam mangkok giok ini, kata Ranti sambil lebih dulu meneteskan darahnya ke dalam mangkok giok.
Tak ada bantahan dari mereka dan langsung meneteskan darahnya, Ranti meneteskan air surgawi dan mencampurkannya, dalam sekejap darah bercampur air surgawi bersinar, dan berbentuk seperti benang dan mengikat pergelangan tangan mereka masing-masing.
Terasa ada aura hangat dan lembut, namun tegas memasuki tubuh mereka, Hingga darah bercampur air surgawi itu kering.
" Sekarang seluruh Proses sudah selesai, usahakan setiap hari berolahraga walau hanya 15 menit, kata Ranti.
" Bontot, bagaimana dengan si kembar di Jogjakarta, tanya Mercy
" Nanti, aku berikan ketika kita berada di Jakarta dan kita akan melaksanakan meditasi bersama seperti barusan, dengan begitu ketrampilan kalian akan lengkap 100 %. tapi kalian cukup meneteskan darah setetes lagi, sedangkan si Kembar 2 tetes langsung, jawab Ranti.
" Baiklah " , jawab mereka
" Sekarang mari kita berpakaian dan makan siang", kata Ranti.
" Kak Dewi, mulai besok selama satu Minggu berikan diskon 30 % untuk setiap pelanggan, kata Mercy.
" Baik Dek", jawab Dewi singkat.
__ADS_1
" Rose tolong transferkan uang kepada mereka semua, seperti yang sudah ku atur", perintah Ranti
* Baik Tuan, dalam 5 menit semuanya sudah beres", jawab Rose.