
Suasana dalam mobil terasa sepi, keempat gadis cantik hanya memperhatikan kakak laki-laki mereka yang nampak gelisah...
Kak Darel tenang saja, kata kak Robin dia akan hadir... kata Ranti ke Darel..
Mendengar Ranti menyebut nama Robin, Darel agak tenang...
Mercy menimpali, apapun yang terjadi di rumah Sonia, kak Darel tetap yang terbaik... semangat..
Ia kak Darel... semangat... jangan gugup, nanti ganteng nya berkurang sambil Rindu meletakkan kepalanya di bahu Darel...
Pak supir tidak mau kalah dan berkomentar, mas Darel... di terima atau di tolak jangan di pikirkan, yang penting sebagai laki-laki, kita harus percaya diri dan pantang menyerah...
pak supir memberi semangat...
disambut keempat adik-adiknya... Setuju pak supir... anda hebat... teriak mereka.. dan jadilah suasananya jadi berisik... Darel juga sudah terlihat tenang...
karena sudah dekat, Darel menghubungi Sonia bahwa mereka sudah di depan kompleks perumahan Sonia...
Ketika mobil yang ditumpangi Darel dan adik-adiknya tiba di depan rumah Sonia, ternyata orangtuanya Sonia juga sudah menyambut mereka...
Darel membuka omongan...
Darel :
Selamat Sore Om dan Tante, saya Darel Pacarnya Sonia, dan mereka berempat adalah adik-adik saya...
yang pertama namanya Mercy
yang kedua namanya Friska
yang ketiga namanya Rindu, dan
yang keempat namanya Ranti
Darel memperkenalkan adik-adiknya, dengan sopan...
Orang tua Sonia juga memperkenalkan diri mereka
Kenalkan saya Abraham Wijaya, ayahnya dan ini adalah Lindsey Suherman, mamanya Sonia...
Mari masuk anak - anak semua... ajak mamanya Sonia
Pak supir mengatakan kepada Ranti, nona Ranti saya pergi dulu nanti kalau sudah selesai telpon saya nanti saya jemput, "Ranti menjawab baik pak..."
Ayo duduk semuanya disini...jangan kuatir ataupun takut... kami orangtua hanya mau berkenalan dengan orang yang sudah Mencuri harta paling berharga kami, dan namanya pencuri harus segera di tindak, nampak serius dan penuh penekanan, ucapan ayahnya Sonia...
Darel sudah ketar-ketir... adik-adiknya juga sudah mulai gugup, kecuali Ranti yang masih terlihat santai...
Mamanya Sonia menimpali, apakah kamu sudah tau konsekuensinya mencuri harta kami, anak muda... mamanya Sonia tak kala garang...
Sonia juga ikutan gugup... takut orangtuanya menolak Darel...
Darel diam seribu bahasa... keringat dingin sudah mulai bercucuran... walau masih berpura-pura tenang tapi jelas terlihat kalau Darel sudah kena mental...
Ranti yang kasihan melihat Kakak tercintanya tak bisa bersuara akhirnya, dia bersuara...
Mohon maaf om dan Tante, saya adiknya kak Darel, maaf sekali lagi kalau saya lancang.. ucap Ranti..
Kami berlima, memang tidak lahir dari orang tua yang sama, dan kami juga tidak tahu, latar belakang kami masing-masing, yang kami hanya tau kalau kami berlima dari kecil hidup di Panti Asuhan Charity yang dulunya di pimpin oleh suster Diana, dari Suster Diana kami di ajarkan untuk saling menyayangi dan saling berbagi, karena kami hidup di Panti Asuhan serba kekurangan segalanya, karena itulah kami berlima selalu bersama dan saling menyayangi dan saling mendukung satu sama lain... saya beruntung disaat orang lain tidak menyukai dan menyayangi ku, masih ada kak Darel, Kak Mercy, kak Friska dan kak Rindu yang menyayangi saya... begitu sebaliknya dan yang paling utama adalah Suster Diana yang sudah kami anggap sebagai orangtua kami, dengan mata berkaca-kaca Ranti berbicara...
Kami hidup berusaha untuk jujur dan setia kawan, serta saling terbuka, dan saat ini, kami sangat bahagia melihat Kakak laki-laki satu-satunya telah memilih kak Sonia sebagai pasangan yang akan menemani kak Darel di kemudian hari.. tapi jika om dan Tante, tidak menerima kak Darel dengan alasan atau tanpa alasan apapun, tidak masalah buat kami, dan kami juga menyadari siapa kami, yang latarbelakang nya tidak jelas, ya bisa di bilang kami tidak pantas berada di keluarga om dan Tante... jelas Ranti tegas.
Darel masih terdiam, begitu juga orangtua Sonia...
Sonia juga masih berusaha memperbaiki suasana hatinya yang bingung dan gelisah...
Makanan dan minuman ringan di meja belum ada yang menyentuh...
suasana masih hening, terdengar suara Mercy.
__ADS_1
Terimakasih Sonia sudah mengundang kami, dan tenang saja jika kak Darel sudah lancang kepada om dan Tante, kami sebagai Adik-adik nya akan ikut bertanggung jawab..
Friska dan Rindu, setuju dengan ungkapan Mercy...
Orangtua Sonia, nampak kagum dengan dengan sikap mereka, walau kelihatan tidak sopan tapi terlihat jelas mereka tidak akan diam jika saudaranya di sakiti atau di lukai...
setelah selesai keempat adik-adik Darel mengutarakan isi hati mereka, Akhirnya Darel bersuara...
Om dan Tante, maafkan saya, jika saya lancang mengatakan saya adalah pacar Sonia, hingga membuat om dan Tante tersinggung, ucap Darel
Niat kami datang kesini adalah, pertama, kami memang di undang untuk datang, yang kedua kami datang kesini karena kami dan saya secara khusus, ingin mengatakan bahwa serius dengan Putri om dan Tante, dan yang ketiga kedatangan kami kesini, memperkenalkan diri kami, sebagai bentuk tanggung jawab saya sebagai laki-laki...
mungkin saya masih muda dan masih berstatus pelajar, tapi jika om dan percaya kepada saya, maka berjanji, tidak akan melakukan hal-hal yang tidak terpuji atau menyakiti Sonia, dengan penuh percaya diri Darel berbicara... sambil mengambil Hadiah yang di persiapkan oleh Ranti..
dan ini adalah hadiah kecil dari saya, maaf kelihatannya sangat kecil dan tak berharga, tapi mohon om dan Tante menerimanya...
Cairan serum yang dikemas Rose dengan sangat Indah, jelas terlihat, membuat mata mamanya Sonia agak tertarik..
Ayah Sonia, menerima hadiahnya dan berkata tak perlu repot-repot..
lanjut ayah Sonia, mencairkan suasana, dan langsung berbicara to the point,...
Nak Darel, ternyata apa yang dikatakan Sonia tadi malam sangatlah benar, kamu sangat beruntung memiliki adik-adik yang sangat menyayangi kamu, om dan Tante tidak peduli dengan latar belakangnya kalian, karena om dan yakin kalian bisa menulis latarbelakang kalian dimasa depan dan keturunan kalian akan melihat kalian yang hebat..
jangan kuatir, om dan Tante tidak suka dengan orang yang tak punya prinsip... syarat om sudah kamu jawab tadi, om hanya kuatir dengan umur kalian masih muda, kalian melakukan hal-hal yang melanggar norma hukum dan agama juga adat istiadat, asal kamu mampu menjaga prinsip itu, percayalah om dan Tante tidak akan pernah mempersoalkan darimana kamu berasal... tegas ayahnya Sonia...
Dalam hati Darel sudah lega karena di terima...
Mama Sonia tak ketinggalan berkomentar, Darel Tante percayakan Sonia kepadamu, dia satu-satunya anak gadis Tante... anak Tante dan om hanya 2, kakaknya Sonia berada di Jakarta dan masih kuliah, nanti kapan-kapan dia pulang ke rumah ini, usahakan kamu datang berkunjung dan berkenalan dengan kakak Sonia...
Baik Tante saya pasti datang...
Ayah Sonia, melirik kearah Ranti, dan bertanya kamu yang Dapat peringkat pertama lulusan terbaik tingkat SMP se Jawa Timur dan peringkat 3 Nasional... ucap ayah Sonia..
Ranti menjawab, benar om saya Ranti, nama lengkap saya Ranti Putri Setiawan..
wajah Ayah dan mamanya Sonia langsung berubah aneh...
Mamanya Sonia tidak bisa menahan penasarannya, lantas bertanya siapa nama lengkap kamu...
" Ranti Putri Setiawan"
maaf om dan Tante, apa ada yang salah dengan nama saya...
Oh tidak apa-apa... hanya teringat teman masa lalu, maaf wajah kamu sangat mirip dengan teman kami, atau hanya perasaan kami.
Ranti yang tak mau ambil pusing, jadi dia diam saja, walau otak nya berpikir ada apa..
Ting .. tong...
Pas pintu di buka ternyata yang datang Robin, ohh ternyata Tiara juga datang..
Robin menyapa, halo Paman dan bibi yang tetap cantik, apa kabar nya, ganteng kan, calon menantu paman dan bibi... Robin berbicara seperti kereta, kepada paman dan bibinya...
kamu ini Robin selalu mengejek bibi mu terus, kata pamannya...
Robin, membantah, siapa yang mengejek, kalau paman bilang, ucapan Robin mengejek, berarti paman tidak mengakui kalau bibi cantik hehehehe, ohhhh kasihan bibiku yang cantik dan baik hati tidak akui suaminya
Bibinya Robin hanya tertawa senang melihat kelakuan ponakan yang dari kecil dirawatnya,, jadi wajar sikap manja Robin hanya nampak pada bibinya, yang tak lain mamanya Sonia, Paman dan bibinya lain serta saudara sepupu yang juga, Robin sangat cuek dan cenderung dingin....
Tiara kaget lihat sifat Robin yang seolah-olah berubah...
Robin yang bergelayut di lengan bibinya, melihat Darel dan adik-adiknya, bro santai saja, paman dan bibiku yang ini, sangat baik hati dan tidak terlalu ambisi dengan kekayaan, jadi kalian jangan merasa minder disini... yang penting bro Darel, atas nama Paman dan bibi, juga adik sepupu Sonia Wijaya, tolong jangan kecewakan kakak sepupu ini... hanya itu saja, yang lain aku tidak perduli...
oh ia om dan Tante, ini kenalkan namanya Tiara Nirmala Agung, pacar saya juga teman sekelasnya Ranti di SMU Budi Luhur.
Halo Paman dan Bibi saya Tiara, Tiara Nirmala Agung, pacarnya Robin Junior..
Halo juga, juga nak Tiara, maaf apa kamu Putri Pemilik Perusahaan Agung Jaya konstruksi, Pak Pribadi Agung, ucap paman Robin
__ADS_1
Ia benar, itu nama ayah saya, paman
bagus kalau begitu, nanti salam buat ayah kamu dari paman Hardi Wijaya, kami dulu teman satu fakultas teknik tapi ayahmu adalah junior saya 1 tingkat, tapi karena dia cerdas maka kami sama-sama lulus...
pasti paman, nanti pulang saya sampaikan... kata Tiara
sudah ayo kita makan, kasihan calon menantu kayaknya sudah lapar, hahahahah...
ayah Sonia langsung menepuk bahu dan mencengkram lembut bahu Darel dan dengan yakin memanggilnya calon menantu...
Darel anggap saja sendiri, kapan saja kamu ingin kesini silahkan, kalau kamu libur sekolah datanglah ke perusahaan om dengan Sonia, dan kalau kamu sudah lulus di SMU, dan kamu mau belajar bekerja sambil kuliah, on akan semakin senang...
Baik om, Darel akan diskusikan dengan adik-adik saya...
sampai di meja makan, mereka mengambil piring, Sonia dan Tiara, melayani pacarnya masing-masing, membuat suasana makin hangat... terdengar suara mamanya Sonia..
Pah.. mau Mama ambilkan lauk apa, sambil memberi kode ke suaminya, Mama Sonia berceloteh,
Ayah Sonia yang mengerti, dan melirik Sonia yang sedang mengambil makanan buat Darel bersuara... oh ternyata papa sudah ada yang menggantikan, oh kasian diriku sudah tak disayang lagi sama anak gadisnya... hahahaha
Sonia langsung mencubit papanya.. ayah jangan godain Nia terus yah... pokok ayah tetap nomor 1, cinta pertama Sonia.. jangan sedih ya ayah..
Hahahaha, Darel kamu lihat itu walaupun kamu ganteng tapi tetap kamu nomor 2, om tetap nomor 1, kamu tau apa artinya itu...
Darel pura-pura tak mengerti...
Itu artinya om lebih ganteng dari kamu... huk...huk... makanannya berhamburan kemana-mana...
Tuh kan papa kalau makan jangan sambil bercanda...
suasana makan malam yang sangat indah dan riang membuat ruang makan menjadi hidup...
Di posisi Ranti masih memperhatikan, tingkah laku, orang tua Sonia, tapi Ranti tidak berniat menggunakan mata semesta untuk mencari tau status orangtua Sonia...
selesai acara makan dan tak terasa waktu sudah jam menunjukkan waktu jam 20.30 WIB...
Ranti berbisik ke Darel, " kak sudah malam, ayo pulang
Belum sempat Darel menjawab, mama Darel memanggil Ranti..
Nak Ranti, boleh Tante bicara sebentar, tanya mama Sonia
Ranti menjawab, "boleh Tante"
Mama Sonia mengajak Ranti ke Taman belakang bangunan utama, dan bertanya
Ranti kamu ingat tidak siapa orang tuamu, mohon maaf wajah kamu mengingatkan Tante dengan teman Tante yang entah kemana sekitar 11 tahun yang lalu, tapi dia tinggal di Jakarta
apakah kamu tau asal kamu dari mana... lanjut mama Sonia bertanya..
Ranti teringat dengan ungkapan Suster Diana, yang mengatakan jangan terlalu percaya dengan siapapun, membuat Ranti sadar akan pertanyaan mama Sonia..
maaf Tante saya sudah lupa, yang saya ingat saya ditinggalkan bibi saya di panti itu saja, saya juga tidak tahu kenapa saya ditinggalkan, tapi saya sudah melupakan semua itu, yang terpenting sekarang adalah belajar agar sukses di kemudian hari..
oh ya sudah kalau begitu...
Ranti juga teringat dengan ucapan Rose soal perusahaan kosmetik mamanya Sonia, seolah menemukan peluang Ranti mencoba bertanya
Tante maaf, Tante pakai produk kecantikan merek apa ??
ini produk perawatan produksi perusahaan Tante,. " Beauty and Shine", tidak mahal, ada produk untuk perawatan bagi remaja, jawab Mama Sonia.
Kalau Ranti biasanya beli bedak atau lotion merk apa..
saya gak pakai merek tertentu, saya hanya pakai bedak bayi saja, kalau lipstik, saya beli yang sesuai kantong saya, lagian saya jarang berdandan ini, saja Ranti tidak merias wajah ini cuma pakai bedak bayi sama lipstik merk yang biasa di pasaran..
kalau parfum, saya tidak pernah beli parfum, hanya deodorant saja yang saya beli, sabun mandi juga yang merk biasa di pasaran...
tapi kamu sangat wangi dan kulit kamu sangat halus, boleh Tante minta nomor WA kamu, tapi jangan kasih tau Sonia, nanti Tante hubungi kamu..
__ADS_1
Terimakasih obrolannya, Ranti