SISTEM KEKAYAAN : PERJALANAN SI MISKIN

SISTEM KEKAYAAN : PERJALANAN SI MISKIN
Perdebatan


__ADS_3

Saat ibu pejabat itu melihat Ranti memasuki mobil Mercedes GLE, sejenak ibu pejabat dan anaknya terkejut, bagaimana tidak terkejut mereka saja yang menggunakan Toyota Alphard sudah dianggap mahal dengan harga 1,6 milyar, sedangkan mobil Ranti harganya 3 milyar, apalagi jika mereka tahu kalau Ranti Punya 2 mobil Bugatti Chiron dan Chiron super sport, di pastikan pingsan.


" Bunda, yang outfitnya asli semua yang di pakai gadis itu, gila serba Hermes, handphonenya saja itu iPhone 14 Promax, sudah pasti gadis itu sangat kaya", ucap Putri ibu pejabat itu.


" Percuma pakai barang mahal, kalau hanya berharap dari orangtuanya, kalau kalian kan bekerja jadi wajar jika menggunakan barang mahal, jangan minder kayak gitu", ucap ibu pejabat itu.


" Maaf Bu, apa kita sudah bisa lanjutkan perjalanan, pertemuan di Lokasi itu Jam 10, sekarang perjalanan masih jauh Bu", ucap Pengawal ibu pejabat itu.


" Bayar saja semua makanan kita lalu kita lanjutkan perjalanan, ingat baik-baik kalian berdua harus bersikap baik, karena kelak pemilik peternakan itu bisa kita ajak kerja sama", ucap ibu pejabat.


Sejam kemudian Ranti tiba di Magelang dan mampir di rumah Supomo, dan sambut hangat oleh Supomo dan istrinya yang sudah berpakaian rapi.


" Selamat datang Nona Muda, bagaimana perjalanan nya, katanya naik mobil dari Surabaya", sapa Supomo akrab.


" Baik-baik saja, jalan dengan kecepatan sedang saja, sambil menikmati pemandangan", balas Ranti dengan santai juga.


Begitulah Ranti menanggapi pembicaraan orang yang dihargainya, bahkan yang dia hormati, Supomo termasuk orang yang dia hormati, terlepas dari Supomo adalah anak buahnya, tapi karena pak Supomo yang tegas, cepat dan tangkas dalam bekerja, jadi tak salah Ranti menghargai dan menghormatinya.


" Ayo kita berangkat, ibu masih mau ke kampung sekitar, karena ibu pesan makanan dari mereka, makanan khas desa-desa mereka, jadi bisa sekalian merangkul mereka", ucap istrinya pak Supomo.


" Bagus itu Bu, itu langkah cerdas, senang saya dengan inisiatif ibu", ucap Ranti sambil mengacungkan 2 jempol.


" Hehehehe terimakasih Pujiannya Nona Muda, ibu hanya berpikir sederhana saja, jika kita merangkul mereka, pasti kedepan mereka bisa lebih percaya diri dalam berusaha", ucap Bu Supomo.


" Justru itu, langkah ibu sangat cerdas, kedepannya ibu bantu mereka membuat kelompok usaha, nanti saya bantu, ibu bisa gunakan nama perusahaan peternakan kita, agar kehadiran kita bisa berdampak positif bagi warga setempat", ucap Ranti.


" Baik Nona Muda.


Pak Supomo membawa kendaraan sendiri dan diikuti Ranti dari belakang.


Dari kaca spion, Ranti melihat iring-iringan kendaraan ibu pejabat itu, hal itu wajar karena dia pejabat di Senayan, dan Magelang termasuk dapilnya.


Dari kejauhan nampak bangsal yang besar berdiri dengan gagahnya, dibuat sendiri oleh para pekerja dan di hias oleh pemuda-pemudi setempat, sehingga terlihat nuansa modern.


Walau bertiang bambu dan atap Terpal, tapi bangsal itu sangat nyaman, untuk lantainya sudah dialas dengan susunan paving Blok jadi sudah sangat rapi.


Parkiran dan jalan masuk sudah di aspal beton, karena memang lahan itu khusus untuk meletakkan segala jenis bahan yang akan di gunakan, dan juga sudah berdiri gudang untuk semen, dan kantor dari Kontainer.


Mobil Ranti tiba dan diarahkan parkir di tempat VIP, para pemuda anggota karang taruna turut membantu, ibu PKK juga terlibat dalam pengadaan konsumsi, semua biaya di tanggung oleh Ranti lewat pak Supomo badan bekerjasama dengan Kades 4 desa sekitarnya.


Ranti sudah berjanji kepada 4 kepala desa akan memprioritaskan warganya dalam perekrutan karyawan, dan saat ini banyak warga yang terlibat dalam proyek pembangunan, kontraktor Utama adalah Pak Herman yang merenovasi rumah Si kembar, dan lebih Bagus lagi, Santoso yang telah selesai bekerja di gedung Sapphire Jakarta, di rekomendasikan Darel sebagai Pengawas pekerja Proyek.


Ranti di sambut oleh pak Bupati, Camat dan keempat kepala desa, mereka sangat Bahagia, sangat mengagumi Ranti, apalagi pengerjaan Bak air minum dan pemasangan jalur pipa sementara berjalan, mereka berpikir di kemudian hari warga tidak lagi kesulitan air bersih.

__ADS_1


" Selamat datang Nona Muda, Sapa sang Bupati, di ikuti oleh camat dan para Kades, serta beberapa pejabat daerah dan tentunya hadir Anggota dewan, termasuk bapak pejabat yang pernah bermasalah dengan Ranti.


Ketika iring iringan mobil ibu pejabat itu tiba, beberapa Pengawal pribadi sudah mulai merasakan hawa tidak enak setelah memarkir mobil persis di samping mobil Ranti.


Kemudian datang Kapolres, Kapolsek dan juga Babinsa dan binmas pol, terakhir pejabat dari Propinsi yang diwakilkan dinas terkait.


Ranti bingung dengan hadir nya banyak pejabat, padahal dia hanya membangun peternakan dan pengolahan daging beku.


Namun beda dengan pemerintah setempat, pembangunan peternakan Ranti digadang-gadang menjadi yang terbesar di Pulau Jawa, bagiamana tidak lahan yang gunakan 60 hektar, untuk ayam pedaging dan ayam petelur, ada sebagian untuk ayam kampung dan kambing, pemerintah memandang pembangunan Ranti akan mendongkrak perekonomian daerah yang cukup besar dari sektor peternakan.


Saat ibu pejabat itu masuk ke bangsal bersama rombongan termasuk juga pas Kapolres juga ikut masuk bersama jadi terlihat ramai.


Suasana hati Ranti langsung berubah, terlihat Ranti sudah mulai tidak nyaman, bisa di pastikan pertemuan ini akan beraroma perdebatan.


Sebaliknya, anak-anak dari ibu pejabat itu, sudah pucat Pasih, berbeda dengan ibu itu yang merasa dia adalah tamu kehormatan, jadi santai saja.


Dengan senyum lebarnya, ibu pejabat itu menyalami semua pejabat yang ada, namun saat tiba hadapan Ranti, ibu pejabat itu mengabaikan tangan Ranti dengan belagak lupa atau sengaja mempermalukan Ranti.


Pak Bupati dan yang lainnya melihat momen itu tapi tidak berani menegurnya, terdengar MC sekali lagi mengucapkan selamat datang kepada ibu pejabat itu.


Ranti cuek saja, dan berpikir bagaimana mempermalukan ibu itu dengan elegan.


Acara pun dimulai, tamu undangan yang hadir juga hanya berasal dari warga sekitar dan beberapa organisasi yang ada.


Sambutan ibu pejabat itu jika tidak cermati atau hanya asal dengar, pasti orang akan sangat terkesima akan kepedulian dan pengabdian ibu pejabat itu.


Sambutan terakhir adalah Ranti yang merupakan Pemilik Tunggal Perusahaan itu.


" Untuk sambutan terakhir, kami minta dengan hormat, Nona Ranti Putri, seorang gadis remaja yang baru lulus SMA dengan Predikat siswi terbaik dan nilai sempurna di tingkat nasional, dan pengusaha berprestasi, beliau adalah Pemilik Tunggal RPS Group Company, ARSA Group, IDB, SADB berbasis di Singapura, Tri Link Finance Indonesia, dan yang sangat fenomenal, beliau pemilik 2 Mega proyek terbesar di Indonesia Yaitu Mega Proyek Kota Terpadu dan Mega Proyek Treasure Island semuanya di Jawa Timur, dan sebagai informasi kedua Mega Proyek tersebut menggunakan Anggaran sendiri PT RPS Group Company, mari kita sambut, Nona Ranti Putri", ucap MC dengan panjang lebar memperkenalkan Ranti.


" Terimakasih waktu dan kesempatan nya, sebagai Tambahan, saya masih memiliki beberapa lokasi peternakan, di Cirebon itu yang Pertama, luas lahan sekitar 80 hektar, khusus pembesaran sapi Wagyu, dan sapi- sapi terbaik lainnya, juga Kambing, di Garut lahan 30 hektar, baru akan produksi bulan depan, khusus berternak Domba kualitas terbaik dan Kambing kualitas berbaik, saat ini sedang proses pembangunan peternakan, pertanian dan Tambak dilahan 5000 hektar di Kabupaten Lampung Selatan, dan terakhir, Di palu Sulawesi tengah, dengan luas lahan 100 ribu hektar, yang sementara di bangun Kompleks peternakan, kompleks pertanian, kompleks perkebunan, Pabrik Minyak Goreng berbasis Kopra dan Pabrik Pakan Ternak.


Terimakasih kehadiran bapak ibu semuanya, saya bersyukur dengan pencapaian saya, saya berusaha saat masih berusia 15 tahun, dan saat ini saya berusia 18 tahun, tapi bapak ibu tahu saya ini justru seorang pengangguran, sekolah tidak, kuliah juga tidak, bekerja secara langsung juga.


Ada yang berkata kepada saya, tepatnya hari ini, dia berkata bahwa saya seorang anak yang hanya menghabiskan uang orang tua saya, karena saya pengangguran, kami sempat berdebat sedikit, dan kesimpulan hebat orang itu berkata bahwa saya adalah orang yang arogan.


Kenapa dia mengambil kesimpulan seperti itu, karena saat dia datang saya menolak untuk pindah dari tempat duduk saya, akhir kalimat nya dia berkata, kalau sifat saya arogan, pasti bos tempat saya bekerja hanya kan bertahan 3 atau 6 bulan saja, dan jika saya melamar di perusahaan nya pasti saya di tolak.


Bapak ibu tahu, apakah orang yang baru pertamakali bertemu dengan kita itu tahu latar belakang kita, hingga mampu berkata demikian, itu namanya omong kosong.


Korelasi dengan pembangunan saya ini adalah, perusahaan kami meminta agar seluruh masyarakat, maupun pemerintah setempat dapat memberikan kesempatan bagi kami berusaha, berupaya dan bekerja, dan lihat hasilnya,


Dan apakah hasilnya bisa berdampak signifikan atau tidak terhadap perekonomian Daerah, dan secara khusus masyarakat sekitar nya, setelah melihat proses itu semua maka kita akan mengenal dengan baik, apa yang kita produksi dan tujuan jangka panjangnya, yang tentunya kita harus melihat berbagai aspek yang berlaku.

__ADS_1


Kami berupaya mencari keuntungan, itulah hukum wajib berbisnis, tapi kami tidak lupa, disamping kami ada warga yang juga butuh perbaikan ekonomi, oleh karena itu, saya selaku Pemilik Perusahaan, meminta kerja sama dari Petani, silahkan bapak dan ibu menanam jagung dan Kedelai, berapapun produksinya perusahaan saya siap menampung sesuai harga pasaran,


Dan bagi warga setempat memiliki kemampuan atau mau dididik bekerja di peternakan, di persilahkan, kuotanya 60% untuk warga lokal, kami maju, warga desa juga maju, dengan demikian visi besar kami bisa terealisasi.


Terakhir, saya hanya ingin mengingatkan, jangan mau di manfaatkan orang yang datang membantu sesaat, memberikan beras 5 kg dan uang 50 ribu lantas bapak dan ibu menganggap orang itu sebagai orang baik, belum tentu, saya harap bapak ibu mengerti maksud saya


Perusahaan saya ini, akan selamanya disini, itu berarti, perusahaan mulai dari pembangunan hingga berproduksi, akan selalu siap membantu warga, semoga pembangunan waduk saya bisa selesai, dan warga bisa menikmati air bersih dengan gratis dan tentunya seumur hidup, untuk kegiatan warga, pasti kami akan mendukung secara penuh, asalkan semuanya jelas dan untuk kepentingan bersama. sekian terimakasih.


Ibu pejabat yang mendengar kata-kata Ranti mulai gerah, apa lagi pembawa acara mengumumkan latar belakang Ranti dengan panjang lebar, dan saat searching ke situs Dinas Pendidikan nasional, dia melihat foto dan nama lengkapnya, dengan nama belakang Setiawan.


Pengusaha mana yang tidak mengenal keluarga Setiawan, walaupun mereka akan mengira Ranti adalah anak Ferdiansyah Setiawan.


Selesai sambutan, maka acara dengar pendapat di mulai, serta pihak dari pemerintah Kabupaten hanya fokus pada pelebaran jalan yang di janjikan Ranti.


" Nona Ranti, kamu sudah menghitung biaya pelebaran jalan sepanjang 10 Km, beserta dengan parit dan tanggul sepanjang 4 km, dengan spesifikasi yang tertera di dalam gambar ini, maka Anggaran yang di butuhkan 100 milyar, dan pihak Pemprov dan Pemkab hanya sanggup 40% untuk anggaran tahun ini, Ucap perwakilan dari Pemprov.


" Tidak masalah, saya tidak ingin merepotkan pemerintah dalam hal membangun jalan 10 Km ini, 40% dana pemerintah, sebaiknya alihkan untuk membangun 4 desa ini, perbaiki jalan desa, rumah ibadah dan sekolah, serta pengadaan air bersih di tiap rumah warga, dengan begitu, kita bisa sekali jalan, dan bisa selesai secara bersamaan, yang paling utama adalah akses jalan desa dari dan ke jalan utama ini", ucap Ranti.


" Jadi maksud anda anggaran pelebaran jalan ini adalah 100% di tanggung oleh perusahaan anda? tanya ibu pejabat itu.


" Ya, apa ada masalah dengan itu, dan apakah pengalihan anggaran dari pemerintah itu juga salah? tegas Ranti.


" Apa perusahaan peternakan anda mampu membiayai semuanya, maksud saya jangan sampai proyek ini berhenti di tengah jalan, sanggah ibu pejabat itu.


" Maaf ibu pejabat yang mulia, Mega Proyek di Surabaya, nilainya 600 triliun dan sudah hampir 2 tahun berjalan, dan asal ibu tahu, dana 600 triliun itu uang cash, dan sudah tersimpan di Bank mandiri dan IDB, saya tidak pernah membangun dengan menggunakan pinjaman, jadi saya pastikan dari mulai pembangunan hingga selesai, alokasi anggaran tidak akan kurang, dan tim saya yang akan mengerjakannya, pemerintah tinggal terima bersih saja itu janji saya", tegas Ranti.


" Justru disini masalahnya, jika anda. mengerjakan sendirian, apakah ada jaminan spesifikasinya bisa sesuai dengan rancangan yang sudah di buat", Ucap ibu pejabat.


" Justru anggaran banyak di salah gunakan oleh pihak ketiga, saya bangun jalan karena kepentingan perusahaan saya, otomatis saya akan membuatnya dengan baik, agar saya tidak repot karena karena per 3 bulan ada jalan yang lobang, otomatis akan menghambat pengiriman barang dari perusahan saya ke pelanggan, jadi kita berpikir jangka panjang, bukan asal berpikir lalu mencurigai orang", tegas Ranti.


" Maaf Bu pejabat, saya kira kekuatiran anda terlalu berlebihan, kenapa saya bilang begitu, anggaran pelebaran jalan otomatis guna kelancaran dan kenyamanan perusahaan dalam hal transportasi, dan juga untuk apa kita memiliki pengawas, yang paling parah lagi, jika pihak perusahaan mengurangi spesifikasi, pasti yang rugi adalah perusahaan, yang seperti Nona Ranti sampaikan, perusahaan tidak mau repot-repot setiap 3 ada saja jalan yang rusak karena faktor dari pembangunan, minimal 5 tahun sekali batu ada kerusakan itu masih normal", ucap Pak camat yang juga merasa aneh dengan pejabat itu.


" Saya mewakili Pemprov dalam PU, kami siap bekerja sama dengan Tim dari perusahaan Nona, mohon ijinkan kami terlibat sebagai pengawas, agar kita sama-sama bisa mengontrol proyek ini, soal pengalihan anggaran, itu bisa kita atur, dan tentunya kita akan rapatkan dengan perangkat daerah terkait, agar kita tidak salahkan dalam pengalihan anggaran", ucap perwakilan Pemprov.


" Saya anggota dewan Propinsi siap membantu Pemprov dalam perubahan alokasi anggaran, karena kita harusnya bersyukur karena masih ada perusahaan atau pengusaha yang mau meringankan kewajiban pemerintah, karena jalan ini termasuk jalan bersama yaitu jalan provinsi dan kabupaten", ucap salah Anggota dewan Provinsi.


" Terimakasih pak Dewan, terimakasih sudah menambahkan penjelasan saya sebagai pemilik perusahaan, dan untuk bapak dari Pemprov, justru itu yang kami tunggu, saya sangat memohon kirimkan pengawas terbaik dan konsultan terbaik, agar kualitas jalan kita ini bisa dikatakan kualitas terbaik, soal biaya pengawas dan konsultan, silahkan bapak hitung kami siap membayarnya dengan hati ikhlas kami", ucap Ranti.


" anda luar biasa Nona, pasti pak Gubernur akan sangat bahagia mendengar ada pengusaha yang mau meringankan beban pemerintah, tenang saja Nona, saya sendiri yang akan memimpin para pengawas dan saya siap turun tangan langsung, kebetulan saya orang Magelang, jadi saya ikhlas membantu, ganti uang lelah saja untuk anak buah saya, ucap pak Kepala Bagian PU.


" Terimakasih Pak, cita-cita saya hanya sederhana, jalan ini bisa lebar saja itu bagus, warga desa sekitar pasti di Untung kan, karena di pastikan jalan ini akan jadi jalan alternatif yang bagus ke wilayah Sleman di Jogja, bus besar pasti mau lewat disini karena jalan sudah lebar", sambung Ranti.


" Maaf Nona, kami dari perwakilan petani, maaf sekali jika permohonan kami menurut Nona keterlaluan, kami pihak petani selama ini terkendala dengan bibit dan pupuk, seandainya boleh, bisakah kami untuk produksi awal kedelai dan jagung, kami bantuan bibit dan jika bisa bantuan pupuk, nanti kami bayar saat panen, itu saja permintaan kami", ucap Ketua kelompok Petani.

__ADS_1


" Silahkan bentuk 2 kelompok besar, yaitu Petani Jagung dan Petani kedelai, sepanjang bapak-bapak menjual produknya kepada perusahaan saya, maka pabrik pupuk saya akan memberikan harga khusus buat bapak - bapak, harga khusus artinya, harga pupuk subsidi, soal bibit memang saya mewajibkan bapak- bapak menggunakan bibit dari dari saya, dan kami akan mengirim orang itu membantu bapak- bapak semuanya, bibit dan pendamping kelompok semuanya gratis dari kami, untuk alat-alat pertanian dan biaya mulai tanam hingga panen pertama, saya pribadi menyumbang per Petani sebesar 5 juta", ucap Ranti.


__ADS_2