SISTEM KEKAYAAN : PERJALANAN SI MISKIN

SISTEM KEKAYAAN : PERJALANAN SI MISKIN
Memimpin Rapat


__ADS_3

Waktu berjalan cukup cepat, dan menunjukkan jam 2 Siang, di kantor Perusahaan Super Speed Line sudah terlihat sangat sibuk, apalagi mereka di beritahukan bahwa akan kedatangan salah satu Pemilik Perusahaan Super Speed Line, ayahnya Nuril sudah diberitahukan oleh Rendi, bahwa Aisyah yang akan mewakili Ranti dalam acara rapat tersebut, dan Rendi berpesan bahwa dia tidak mau mendengar ada kesalahan, karena yang datang adalah adik kesayangan Ranti.


Ranti sendiri, tidak akan membiarkan adiknya sendirian, rapat ini di lakukan, karena ada beberapa masalah yang harus diselesaikan, dan ada beberapa petinggi perusahaan yang menjual data Perusahaan ke perusahaan pesaing.


" Semoga Aisyah mampu memimpin Rapat dengan baik, dan juga semoga Nuril bisa membantu dengan maksimal", batin Ranti.


Ranti yang sejak pulang dari acara peresmian Gedung Panti Asuhan, serta menjemput Salma dan Armando, dia hanya berdiam diri di kamarnya, ditemani Putri angkatnya yang sedang bermain di kasurnya.


" Mommy, Rory mau minum susu", pinta Rosemary.


" Ia sayang, Ayo kita ke Dapur dan ketemu juga dengan Bibimu Salma dan Armando", jawab Ranti lewat telepati dan menggendong Rosemary keluar dari kamar.


" Halo Rory sayang, ucap Salma dengan senyum manisnya.


Rosemary membalasnya dengan senyum.


" Kakak, Salma ingin menggendong Rosemary", Ucap Salma.


" Silahkan sayang, tapi hati-hati ya, kakak mau buatkan Rosemary Susu", ucap Ranti.


" Mommy Aunty Salma sangat cantik dan juga baik hati, Rory nanti kalau sudah besar boleh gak jalan-jalan dengannya", ucap Rosemary.


" Boleh dong", singkat Ranti.


" Terimakasih Mommy, tapi Rory tidak punya uang Mommy", ucap Rosemary.


" Tenang saja sayang, uang Mommy sangat banyak, tapi Mommy ingin, Rory jadi gadis yang sederhana dan selalu rendah hati kepada siapapun, kecuali orang jahat", Ujar Ranti.


" Rory mau seperti Mommy", jawab Rosemary.


Sambil minum susu, Rosemary melihat tingkah Salma yang manja dengan Ranti.


Kembali ke Merak, Aisyah yang sudah pulang ke rumah dan berganti pakaian yang terlihat sebagai wanita karir.


Pakaian yang di berikan Ranti sebelum pulang ke Surabaya, pakaian dengan merk Hermes menambah aura dengan warna tegas namun tetap terlihat elegan.


" Nak, kamu mau kemana dengan pakaian rapi seperti itu ? tanya Bu Antara.


" Kakak menyuruhku ke kantor PT Super Speed Line, mewakilinya ikut rapat? jawab Aisyah.


" Oh ya sudah, makanlah terlebih dahulu", ucap Bu Antara.


Selesai makan, Aisyah dan Nuril beranjak pergi menuju ke kantor PT Super Speed Line.


" Aisyah, Perusahaan Super Speed Line, termasuk perusahan penyeberangan Ferry swasta terbesar", ucap Nuril.


" Ia, tapi aku harus bisa menjalankan tugas dari kakakku, aku mau buktikan kalau adiknya ini, bisa membuatnya bangga", jawab Aisyah kepada Nuril.


Dengan mobil Mercedes Benz GLE 53 S Class, Aisyah dan Nuril berangkat ke kantor PT Super Speed Line.


Hanya 15 menit kemudian, mereka tiba di gerbang Perkantoran milik PT Super Speed Line.


Di depan gerbang terlihat gedung 5 lantai yang cukup megah, dan tanpa ragu Aisyah masuk ke pelataran dan memarkir mobilnya di parkiran khusus yang bertuliskan Direktur Utama, dan berdampingan dengan parkiran Direktur Pelaksana.


Namun sebelum mobilnya terparkir dengan benar, tiba-tiba dia di cegat oleh Security.


" Ada apa Pak ? Aisyah bertanya sambil menurunkan kaca pintunya.


" Maaf, Parkiran ini khusus untuk pemilik Perusahaan, jadi harap Nona, tidak memarkir mobil di tempat ini, dan silahkan parkir di sebelah sana", ucap Security itu sambil menunjuk ke arah parkiran Tamu.


Aisyah yang tidak mau berdebat, diapun menuruti omongan Security itu.


" Lain kali tolong baca dulu Nona, sebelum anda memarkir mobil", ucap Security itu.


" Baik Pak, maaf ya karena saya terburu-buru", jawab Aisyah yang masih mode sabar.


" Aisyah, kenapa kamu tidak memberitahukan siapa kamu sebenarnya", ucap Nuril yang kesal dengan tindakan Security itu.


" Biarkan saja, jangan sewot gitu dong", ucap Aisyah sambil mencubit pipi Nuril.


" Ia Tuan Putriku yang baik hati", ucap Nuril.


" Kamu itu, ayo kita turun dan selesaikan Tugas dari kakakku.


Sebelum turun dari mobil, Aisyah dan Nuril melihat ke arah pintu masuk kantor, disana ada beberapa orang karyawan yang terlihat sedang menunggu orang penting.


Tidak ada karyawan yang mengenal Aisyah maupun Nuril, karena Aisyah maupun Nuril mereka memang tidak pernah datang ke kantor itu.


" Selamat Sore pak", Sapa Aisyah dan Nuril.


" Sore juga, ada keperluan apa ? tanya salah satu karyawan.


" Kami ingin bertemu dengan Pak Fuadi", ucap Aisyah.


" Maaf sekali adik-adik, pak Fuadi sedang sibuk, beliau sedang persiapan untuk rapat dengan pemilik Perusahaan, jika kalian ada keperluan penting, kalian bisa datang besok, karena hari ini jam kantor sudah tutup, dan kami akan ada rapat", jawab Karyawan itu.


" Kami ingin bertemu dengan pak Fuadi karena ini sangatlah penting", jawab Aisyah.

__ADS_1


" Apakah kalian sudah buat janji terlebih dahulu? apalagi waktunya sudah sangat mepet, jadi sebaiknya kalian kembali besok saja", jawab karyawan itu.


" Pak supervisor ada apa? tanya seseorang karyawan yang baru saja datang.


" Maaf Pak Manajer, Kedua Adik-adik ini ingin bertemu dengan Direktur, tapi waktunya tidak tepat, sebentar lagi kita akan mengadakan rapat, karena menurut Pak Direktur, sebentar lagi adik dari pemilik perusahaan akan datang, untuk mewakilinya", jawab Supervisor itu.


" Ya sudah, suruh pulang saja, lagian ini masih sore, Pak Direktur ternyata suka main dengan ABG", ucap Manajer itu.


" Tapi bagaimana jika Pak Direktur tau kita mengusir mereka", jawab supervisor itu.


Aisyah dan Nuril yang mendengar omongan Pak Manajer itu, seketika muka mereka berubah.


" Jadi kami, tidak boleh bertemu dengan Pak Fuadi? tekan Aisyah.


" Kalau mau ketemu, tunggu acara rapat saja, sudah sana pergi, Pak supervisor panggil Security untuk mengusir mereka, jangan sampai pemilik datang, kita semua kena masalah, kamu tahu sendiri posisi kita", perintah Pak Manajer.


" Baik Pak Manajer", jawab Supervisor itu dan beranjak untuk memanggil Security.


" Apa boleh saya minta nomor telepon kalian berdua", ujar Manajer itu.


" Untuk apa meminta nomor telpon kami? ucap Aisyah.


" Agar nanti setelah rapat saya hubungi kalian untuk bersenang-senang", jawab manajer itu dengan menatap mesum kepada Aisyah.


" Oh bersenang-senang Bagiamana maksud anda? balas Nuril.


" Berapa tarifnya untuk menggunakan jasa kalian? jawab Manajer itu to the point.


" Baiklah, siapa nama anda? tanya Aisyah.


" Fattar, Manajer Operasional Di perusahaan ini, dan kalau boleh tahu siapa nama Nona berdua", ucap Manajer itu sambil menyodorkan tangannya.


" Saya Aisyah Aliyah Antara dan ini Sahabat saya Nuril Fatma", jawab Aisyah.


Manajer yang mendengar nama Aisyah, sontak terkejut, raut wajahnya terlihat berubah.


" Maaf Nona, boleh saya lihat tanda pengenal anda? tanya Manajer itu yang mulai ketakutan.


" Untuk apa melihat kartu identitas saya? tegas Aisyah.


" Tidak apa-apa Nona, saya hanya ingin memastikan nama anda, karena di data kami, Nama Aisyah Aliyah adalah salah satu saudara dari pemilik Perusahaan ini", ucap Manajer itu.


" Oh begitu, lalu bagaimana jika saya bilang, kalau saya adik dari pemilik perusahaan ini, dan Teman saya ini adalah Putri dari Direktur Fuadi", tegas Aisyah.


" Maaf Nona, apa boleh saya melihat tanda pengenal anda? ucap Manajer itu sekali lagi.


" Baiklah, apa menurutmu, tanda ini sudah cukup jelas atau belum ! tekan Aisyah.


" Maafkan atas ucapan saya Nona Muda", ucap Sang Manajer.


" Nuril, telpon ayahmu sekarang, dan katakan rapatnya segera di mulai", perintah Aisyah.


" Baik Nona Muda, jawab Nuril.


Sang manajer lebih terkejut lagi, setelah mendengar ucapan Aisyah, yang memerintahkan Nuril menelpon pak Fuadi ayahnya Nuril.


Manajer langsung tertunduk lesu, tak berani bersuara lagi.


Aisyah memanggil resepsionis, agar mengantar mereka ke ruang rapat.


Resepsionis dengan buru-buru berdiri dan langsung memimpin jalan ke ruang rapat.


Mari silahkan Nona Muda, Pak Direktur sudah menunggu di ruang rapat, dan mohon maaf saya tadi lagi di toilet saat anda tiba.


" Tidak apa-apa, apakah disini ada Security wanita? tanya Aisyah.


" Tidak ada Nona Muda, kalau boleh tolong di adakan Security wanita, agar kami karyawan wanita merasa lebih nyaman dan tamu wanita juga bisa nyaman juga", ucap Resepsionis itu.


" Sabar ya, nanti saya bicarakan dengan kakakku dan juga dengan Pak Direktur", jawab Aisyah dengan lembut.


" Terimakasih Nona Muda, terimakasih sudah mendengarkan permintaan saya", ucap Resepsionis itu.


" Sama-sama kak Resepsionis, tolong jangan pulang dulu, tunggu sampai rapat selesai", ucap Aisyah.


" Baik Nona Muda, saya akan menunggu di meja saya", jawab Resepsionis itu.


" Ini buat kakak beli cemilan", ucap Aisyah dan memberikan uang 250 ribu.


" Terimakasih Nona Muda", jawab resepsionis itu dengan raut wajah senang.


Di dalam ruang Rapat, sudah berkumpul para petinggi Perusahaan, selain si Manajer mesum dan supervisor.


Pak Fuadi terkejut, karena Aisyah tiba-tiba sudah sampai di ruang Rapat.


" Selamat datang Nona Muda, maaf tidak menyambut anda di depan", ucap Pak Fuadi.


" Tidak apa-apa Pak Direktur, silahkan duduk semuanya", ucap Aisyah.

__ADS_1


" Lanjutkan rapatnya, saya akan mendengarkan, sambil membaca laporan dari tiap divisi", ucap Aisyah.


" Dek, kamu buka pesan yang kakak kirim, tolong kamu selesaikan masalah itu dengan baik, jika perlu pecat saja, siapapun yang terlibat dalam penjualan data perusahaan", isi pesan Ranti kepada Aisyah.


" Baik kak, hari ini saya mau pecat orang, dia manajer, barusan dia bilang mau bayar saya dan Nuril", balas Aisyah.


" Siapa namanya? tanya Ranti.


" Fattar, Manajer Operasional", balas Aisyah.


" Buka saja link yang kakak kirim, dan orang itu memang target kakak, silahkan pecat saja, dan tunjukkan bukti - bukti yang ada, Polisi sedang dalam perjalanan", ucap Ranti.


" keren, kakakku memang hebat", puji Aisyah.


" Adikku sayang, kamu harus banyak belajar, agar jangan di bohongi oleh bawahan kamu", balas menasehati Aisyah.


" Terimakasih ajarannya kak, Aisyah akan giat belajar, ya sudah Aisyah pimpin rapat dulu", balasnya.


" oke, kakak tunggu hasilnya, semangat ya sayang, kakak percaya kamu bisa menyelesaikannya", balas Ranti.


" Apa kalian sudah selesai membahasnya, lalu bagaimana dengan dengan kebocoran data Perusahaan kita? tanya Aisyah.


" Maaf Nona Muda, saya bagian IT, dan kami tidak menemukan adanya pembobolan database, Karena sistem keamanan kita telah di atur oleh Nona besar Ranti", ucap manajer IT menyela ucapan Aisyah.


" itu benar sekali, Sistem keamanan perusahaan kita tidak bisa bobol, tapi data perusahaan kita telah sampai ke Perusahaan kompetitor, dan ada orang yang sengaja memberikannya, dan kami sekeluarga sangat marah dengan tindakan ini, terimakasih pak Manajer IT, ini bukan kesalahan kamu", ucap Aisyah.


" Terimakasih Nona Muda, tapi saya jadi tidak enak dengan Nona Besar, maafkan jika ada kelalaian dari divisi saya, dan saya berjanji jika ada salah satu dari Tim saya yang melakukannya, saya siap memecatnya dan saya juga siap menerima konsekuensinya sebagai pemimpin", ucap Manajer IT sambil berdiri dan menundukkan kepala, sebagai rasa bersalah.


" Terimakasih atas jiwa loyalitas anda Pak Manajer, kakak saya sangat mempercayai anda, tapi ini murni kesalahan anak buah anda yang bekerjasama dengan salah satu Manajer kita, dan juga ada beberapa orang yang terlibat dalam aksi ini, jangan kuatir, anda tetap berada di posisi itu, hanya saja lain kali berhati-hati.


ini adalah seluruh bukti siapa saja yang terlibat, kalian semua bisa melihatnya di layar, kami juga memiliki data pembicaraan mereka dengan perusahaan kompetitor yang membayar pengkhianat di Perusahaan kita ini", ucap Aisyah dan memutar video rekaman CCTV dan foto-foto data pembicaraan para pengkhianat.


Sementara video di tayangkan, resepsionis datang dan memberitahukan kepada Aisyah bahwa ada beberapa Petugas dari kepolisian yang datang.


" Antarkan mereka masuk kak Resepsionis, dan tolong kakak buatkan minuman", perintah Aisyah.


" Dengan senang hati Nona Muda", jawab resepsionis itu.


Dalam video, terlihat Fattar Manajer Operasional dan beberapa orang sedang membuka database, dan mengkopinya di Flash disk, kemudian Video berhenti saat ada gerakan merusak CCTV.


Selanjutnya, slide foto - foto rekaman pembicaraan antara Fattar dan petinggi perusahaan kompetitor, kemudian rekaman suara, serta tanggal transfer uang, Terakhir pertemuan mereka di salah satu Kafe di Tanggerang.


Para petinggi yang lain langsung melihat Fattar dengan tatapan kebencian, apalagi Manajer IT, sedangkan Pak Fuadi terlihat wajahnya sudah merah menahan amarah.


" Selamat sore semuanya, kami datang setelah menerima laporan dari Nona Ranti Putri, Pemilik Perusahaan, dan juga kami membawa surat penangkapan terhadap beberapa karyawan yang terlibat sesuai bunyi laporan", ucap Petugas dari kepolisian.


" Saya Fuadi Direktur Operasional, silahkan bapak-bapak petugas menjalankan sesuai surat perintah penangkapan, kami akan membantu dengan memberikan seluruh bukti yang ada", ucap Pak Fuadi.


" Tidak Perlu lagi Pak Direktur, karena kamu sudah memiliki semua bukti yang dikirim langsung oleh Nona Ranti Putri selaku pelapor, dan sudah kami telusuri, sebelum kami mengeluarkan surat Perintah penangkapan", jawab Pak petugas itu.


" Tapi kami akan sangat terbuka, jika masih ada yang di butuhkan guna penyelidikan lebih lanjut", ucap Pak Fuadi.


" Terimakasih Pak Direktur, anda layak menjabat sebagai Direktur", puji Petugas itu.


" Terimakasih Pak Petugas, silahkan bawa semua pengkhianat ini, ucap Pak Fuadi.


Dan bergerak cepat, para petugas langsung melakukan tugasnya, dan tanpa perlawanan, Fattar dan teman-temannya di gelandang ke kantor Polisi.


" Itulah hukuman bagi siapa saja pengkhianat di perusahaan kakakku, bapak-bapak bisa mengecek gaji Manajer di perusahaan yang bergerak di bidang yang sama dengan kita, perusahaan mana yang memberikan gaji lebih besar", ucap Aisyah.


" Saya sudah sangat paham Nona Muda dengan sistem penggajian di perusahaan lain, makanya saya sendiri sudah berjanji, akan menghabiskan karier saya di perusahaan ini, makanya saya memberikan seluruh kemampuan saya untuk kemajuan perusahaan yang akan menjadi sandaran saya hingga masa Tua", ucap Manajer Keuangan.


" Sangat hebat pemikiran anda Pak Manajer, saya senang mendengarnya, dan percayalah, setelah kita mampu menguasai pasar sebesar 60%, maka gaji kalian semua akan di naikkan, dan seluruh Manajer, saya berikan hadiah dari uang saya pribadi", ucap Aisyah.


" Mari jadikan Perusahaan ini sebagai tempat kita untuk bekerja sampai akhir karier kita, saya menjamin, siapapun yang bekerja dengan jujur dan loyal, maka pengorbanan kalian tidak akan sia-sia", ucap Aisyah.


" Kami percaya dengan ucapan anda Nona Muda, apalagi Nona Besar juga sudah berkata demikian, itulah kenapa kami tidak ingin berkhianat, memikirkannya saja kami tidak mau, karena kami yakin Anda dan Nona Besar, tidak akan menyia-nyiakan kami", ucap Manajer Maintenance.


" Saya atas nama Kakak-kakakku dan kedua adikku, berterimakasih atas kesetiaan kalian", ucap Aisyah sambil berdiri dari kursinya dan menundukkan kepalanya sebagai rasa kagum dan hormat kepada para Manajer yang setia.


" Tolong Nona Muda jangan berterimakasih kepada kami dengan menundukkan kepala anda kepada kami yang rendah ini, kami setia karena kami merasakan perusahaan ini memberikan kami peluang untuk hidup lebih baik dan tentunya mapan", ucap para manajer yang juga menundukkan kepalanya, mereka terharu dengan sikap Aisyah yang sama persis dengan Ranti yang sangat menghargai orang yang jujur dan setia.


" Untuk pak Manajer HRD, saya minta tolong, Carikan 1 Security wanita, untuk membantu kakak Resepsionis, kasihan dia kerja sendirian", perintah Aisyah dengan lembut.


" Siap Nona Muda, besok pagi langsung saya carikan", jawab Manajer HRD.


" Terimakasih, hanya itu yang ingin saya tambahkan, soal personel.


Terakhir, harap semua bersedia, karena 6 bulan kedepan Kapal sebanyak 6 unit akan segera kirim, dan bulan depan sebanyak 10 mobil Untuk Logistik ekspedisi akan segera tiba, agar divisi Ekspedisi kita tidak mati, untuk agar manajer keuangan dan nanti jika sudah manajer operasional yang baru segera mempersiapkan semuanya, dan saya berharap seluruh manajer saling membantu, agar pekerjaan jadi ringan, apakah kalian siap? tanya Aisyah.


" Kami semua sangat siap, bahkan kami sangat bahagia, jika ada ketambahan kapal dan Divisi Ekspedisi bisa hidup kembali, kami rela kerja berat demi kebesaran Perusahaan Super Speed Line", teriak semangat para Manajer yang bahagia karena sudah pendapatan mereka akan bertambah.


" Pak Fuadi, kakak Resepsionis tadi, jadikan staf di divisi operasional dan cari Resepsionis yang baru, dalam 1 Minggu semuanya sudah harus berjalan, dan untuk Manajer Operasional, saya tunjuk Pak Suryadi, ini sudah keputusan, seluruh kakak saya, tolong jangan ada yang yang menolaknya", ucap Aisyah.


" Hahahaha, justru kami sangat senang jika junior kami Suryadi naik menjadi Manajer dan pilihan Nona Para Nona Besar sangat tepat, tapi ijinkan kami ingin mengerjainya sekali saja", ucap Para Manajer kompak.


" Baiklah, itu terserah kalian, asal jangan sampai merugikan pak Suryadi saja", ucap Aisyah.

__ADS_1


" Terimakasih Nona Muda, kami yakin dengan naiknya Pak Suryadi, Pak Direktur kita akan semakin hebat dalam mengelola perusahaan kita, tapi tolong Nona Muda ancam dia dengan pemecatan, karena orangnya tidak mau jadi Manajer", ucap salah satu Manajer itu.


" Baiklah, buatkan suratnya, dan tulis jika dia tidak mau menerima jabatan manajer Operasional maka dia harus bicara langsung dengan kakak saya", ucap Aisyah.


__ADS_2