
Setelah mendapatkan semua batu yang sudah di pindai dengan mata semesta, Ranti mengajak keluarganya untuk makan siang terlebih dahulu.
Sementara makan siang, keluarga Ranti terus saja bertanya kepada Ranti, apakah Batu mentah itu benar-benar memiliki kandungan Giok.
" Tenang saja, aku tidak mungkin menghabiskan uang untuk membeli sesuatu yang tidak menguntungkan", ucap Ranti kepada ayahnya.
Makan siang sudah selesai, kini mereka melanjutkan perjalanan menuju ke toko pemotongan Batu.
Disana terlihat sudah banyak pengunjung yang datang, bahkan terdengar sangat berisik ketika ada seorang pemuda yang berhasil mendapatkan batu giok kualitas tinggi tingkat sedang, jenis Es lubang Tua.
Para pengunjung sangat memuji pemuda itu, hingga membuatnya terlihat begitu sombong, apalagi mereka mengetahui bahwa ayahnya adalah pemilik toko perhiasan dan barang antik terbesar di pasar itu.
" Tuan Muda, anda memang sangat hebat, umur anda masih muda tapi anda sudah master dalam judi batu ", ujar salah seorang pengunjung.
" Tuan anda sangat menakjubkan, dari lima batu yang anda beli semuanya memiliki giok yang sangat berkualitas", ujar mereka lagi.
Kata-kata pujian terus di lontarkan para pengunjung, namun ada seorang yang tidak memujinya dan berkata
" Maaf 2 hari yang lalu, ada seorang Gadis memotong batu lebih dari seratus biji, dan semuanya memiliki Giok Tingkat sangat tinggi, bahkan dia mendapatkan Batu Giok Legendaris Kaisar Hijau, Raja Hijau dan Fulushou serta Violet, aku saja dapat hadiah waktu menebak batu terakhir, ucap pemuda itu, yang ternyata si tukang bersih-bersih yang mendapatkan 2 milyar Yuan dari Ranti.
" Hahahaha, omong kosong apa yang kamu bicarakan, apa kamu bisa mengajaknya kesini dan bertarung dengan Tuan Muda, ucap seorang pengunjung.
Dan sesaat dia selesai bicara, Ranti dan keluarganya tiba di toko itu.
" Panjang umurnya, gadis itu datang lagi, ucap si tukang bersih-bersih.
" Hahahaha, hanya gadis kecil seperti itu mau mengalahkan aku, ucap pemuda sombong.
" Ada apa ini ribut-ribut, kalau kamu merasa ahli, silahkan ajukan tantangan ke orangnya", ucap seorang pengunjung yang juga tidak suka dengan Pemuda itu.
" Hei Pak tua, bagiamana kau saja yang mengajaknya untuk bertarung denganku", perintah pemuda sombong.
Ranti yang mendengar omongan arogan dari pemuda itu, langsung mendekati pemuda itu dan berkata.
" Apa taruhan yang kamu tawarkan untukku?" tanya Ranti.
" Bagaimana kalau kita membeli batu mentah dan bertaruh, siapa yang mendapatkan giok dengan jenis tertinggi dialah pemenangnya", ujar Pemuda itu.
" Berapa banyak taruhannya?" tanya Ranti.
" Bagaimana kalau 10 milyar Yuan, dan jika batu itu terjual maka hasil penjualannya juga ikut di pertaruhkan", ucap Pemuda itu.
" Baiklah saya terima tantangan kamu, tapi siapa yang memegang uangnya?" tanya Ranti.
" Ini ATM saya berisi 10 milyar, ujar Pemuda itu
" Dan ini ATM saya berisi 100 milyar", ujar Ranti.
" Pak tua kamu yang menegang ATM kami berdua", ucap pemuda sombong itu.
" Saya sudah membeli beberapa batu, sekarang mana Batu milikmu", ujar Ranti
" Saya juga sudah membeli tiga batu, jika, mendapatkan 3 giok dalam batu-batu ini dengan kualitas tinggi dan harga yang tinggi maka dialah pemenangnya dan semua hasil dari penjualan batu itu menjadi milik pemenang", ujar pemuda itu.
" Baiklah, sekarang letakkan batu-batu itu diatas meja, dan silahkan panggil 6 orang tukang potong, biar cepat pertandingannya", ujar Ranti.
" Saya setuju, yang kalah juga wajib membayar tukang potong dan membayar 10 % pajak dari total penjualan batu Giok", ujarnya menambah aturan.
" Oke, mari tanda tangan surat perjanjiannya ucap Ranti.
Setelah surat perjanjian ditandatangani, Maka pertandingan siap di mulai.
" Dek apa kamu yakin akan menang ?", tanya Mercy.
" Lihat saja, ketiga batu itu harganya lebih dari 2 triliun harganya, bisa bangkrut pemuda sombong itu, jawab Ranti.
Sesaat sebelum pertandingan di mulai, datanglah 5 lima pria paruh baya, dengan tampilan yang terkesan orang kaya.
__ADS_1
Ternyata salah satu dari kelima orang itu adalah ayah dari pemuda sombong itu, keempat orang yang lain itu datang untuk mencari batu Giok untuk hadiah kepada bos mereka.
Empat orang itu di kenal sebagai orang terkaya di China, dan yang akan mereka berikan hadiah dia adalah orang terkaya nomor 1 di China.
" Tuan Muda dan Nona Muda, pertandingan akan di mulai, apa anda berdua sudah siap, tanya pak Tua itu.
" Sudah, cepat potong biar gadis ini bangkrut dan pulang minta uang kepada orangtuanya", ujar pria sombong.
Para Tukang Potong sudah di tandai dengan mengikat kepala dengan pita berbeda warna, semua pengunjung juga sudah di tertibkan.
Di Toko Pemotongan Batu tersebut memang sering diadakan pertandingan dadakan, jadi para pengunjung sudah tau aturan, mereka dengan sendirinya akan tertib dan tenang, Karena mereka juga ingin menikmati suasana pertandingan.
Dengan terdengarnya suara bel, pertanda pertandingan di mulai, para pemotong batu meminta para pemilik batu agar membuat garis potong terlebih dahulu.
Setelah Proses garis gambar potong selesai, kedua orang yang bertaruh itu mundur dan mengikat Kepala dengan pita sesuai dengan warna tukang potongnya.
Para tukang potong sudah mulai memotong batu pertama, para pengunjung dengan setia dan antusias melihatnya dan mereka dijinkan untuk merekam proses itu sebagai bukti.
Sudah setengah jam batu Pertama di Potong, tahap awal memotong kasar sudah selesai, kini tahap Kedua, para tukang potong mengganti pisaunya, dan melanjutkan memotong, sesuai garis yang di buat.
Tahap kedua selesai, namun belum di selesaikan, kini lanjut ke batu kedua, dan ketiga semua batu hanya di potong hingga menyisakan kulit terakhir, dan semua batu itu memang memiliki kandungan Giok, bedanya giok Ranti lebih besar dan tentunya lebih besar, tapi itu belum cukup menentukan siapa pemenangnya.
" Tuan-tuan dan Nyonya serta semua yang hadir, saat ini kita akan melanjutkan pada sentuhan akhir, ucap pak Tua itu.
Keluarga Ranti, semuanya gugup melihat batu pertama mulai di potong tahap akhir yang akan menentukan jenis giok apa yang terkandung di dalamnya.
Batu yang pertama di potong adalah milik pemuda sombong itu, dia mendapatkan Giok Ruby dengan kualitas Tinggi kemurnian 99,9 dan berat 7 kg.
" Wow Tuan muda anda sungguh hebat, suara pengunjung yang mendukung pemuda itu.
" Bagaimana Nona? apa kamu mau menyerah sekarang", tanya pemuda itu.
" Hahahaha, hanya batu Rubby saja, belum Queen Rubby jadi itu belum yang tertinggi dari jenis Ruby ucap Ranti.
" Hahahaha, tidak masalah tapi batu saya sudah cukup mengalahkan kamu dalam pertandingan ini", ujar pemuda itu dengan tetap kesombongannya.
" Nona Muda ini batu anda, ucap tukang potong itu.
Ranti dengan segera mendorong batu giok itu dan menaikkan ke atas meja untuk di nilai, dua segera membuka kain putih penutupnya.
" Wow Fulushou, giok terlangka urutan keempat", ucap seorang pengunjung.
Keempat pria paruh bayah yang datang bersama dengan ayahnya pemuda sombong langsung menawar, tapi belum diijinkan.
" Bagaimana tuan Muda, apakah Ruby anda mampu mengalahkan batu Fulushou saya", ejek Ranti.
Sejenak pemuda itu mulai berkeringat dingin dan mulai gemetaran, wajahnya mulai pucat.
" Babak ini di menangkan oleh Nona Muda ini dengan pita Merah.
Saatnya untuk batu kedua, batu pemuda itu mendapatkan isi Giok berjenis Velvet kaca, dengan kemurnian 99,9% berat 11 kg, kembali dia tersenyum, namun tidak bereaksi berlebihan.
Saat batu kedua milik Ranti di Potong tahap akhir, Ranti mendapatkan Violet Jenis Es Lubang Tua kemurnian 99, 9 %, dengan berat 12 kg dan kembali lagi Ranti yang menang.
Pemuda itu sudah kehilangan kesombongannya, dan raut wajahnya sudah semakin pucat.
Saatnya batu ketiga, Batu pemuda itu terlihat sangat besar, tapi sayangnya batu giok nya hanya berjenis Es Berkabut, termasuk kelas tinggi dalam giok jenis Es dengan warna putih mendominasi dan kabut es yang cantik, harganya hampir setara dengan Ruby, hanya Ruby lebih mengkilap dan keras. Kemurnian 99, 9 dan 15 kg
Sudah di pastikan Ranti menang, karena Ranti sudah menang 2 x, begitu juga harganya, pemuda itu sudah lemas tak berdaya, dia hanya berpikir berapa harga yang terjual dari enam giok itu, dan berapa pajak 10 % yang harus dia bayar.
Ayahnya juga sudah berkeringat dingin ketika membaca surat perjanjian yang di buat oleh anaknya, dengan menyerahkan semua hasil penjualan kepada si pemenang, dan pihak yang kalah wajib membayar pajaknya dan ongkos Potong.
" Dasar anak bodoh", umpatnya dalam hati.
Sekarang Batu milik Ranti, saat Ranti mendorong batu miliknya, yang masih tertutup kain putih, semua pengunjung terlihat penasaran, batu apa yang di dapatkan Ranti kali ini.
Pihak keluarga Ranti yang sudah tenang karena Ranti telah menang, namun karena mereka tidak mengerti akan batu Giok, jadi mereka santai saja.
__ADS_1
Dengan sekali tarikannya, terpampang lah dengan jelas Giok berwarna Hijau yang mengkilap seperti berlian, Batu Ranti adalah Raja Hijau Zamrud, kemurnian 99, 9 % dan beratnya 15 kg.
Ranti menemukan batu itu sesaat sebelum masuk toko pemotongan, dia juga memiliki batu yang sama saat berada di toko pertama.
" Wow, ini batu terlangka kedua dalam jenis giok hijau, ucap para pengunjung.
" Harga batu ini minimal 300 Milyar perkilogram, ucap seorang Pak Tua yang cukup di segani di pasar itu.
Mendengar harga minimal yang di lontarkan pria paruh baya itu, sontak semua pengunjung percaya, karena memang pria itu sangat terkenal dalam hal menaksir Giok.
Berbeda dengan Pemuda sombong itu, dia sudah mau pingsan, hanya 1 batu saja sudah 4,5 triliun itu berarti pajaknya 450 milyar, belum lagi yang lainnya.
Ayahnya juga sudah memerah mukanya, bagaimana tidak anaknya akan memberikan uang secara gratis kepada orang lain dengan nilainya bisa mencapai 1 triliun.
" Pertandingan ini di menangkan dengan mutlak oleh Nona Muda ini, dari jenis dan harga tentunya, dan saat ini silahkan bagi yang berminat, silahkan ajukan penawaran, karena ke-enam batu ini memang wajib di jual sesuai perjanjian, dan pajak ditanggung pihak yang kalah, ucap pak tua yang menjadi wasit
" Nona muda ini ATM, milik Pemuda itu dan milik Anda, ucap pak tua itu.
Sejenak Ranti memindai pak Tua itu, dia barusan kalah berjudi, dan itu uang pensiunnya untuk bulan ini.
" Terimakasih Pak Tua, mohon anda untuk tidak pulang terlebih dahulu, kita selesaikan semua penjualannya, dan tolong bantu saya menjualnya", ucap Ranti.
" Nona Muda, Fulushou dan Raja Hijau Zamrud, tolong jual kepada kami, kami Mohon Nona, ucap mereka dengan penuh harap.
" Silahkan ajukan penawaran terbaikmu, dan maaf disini punya aturan siapa penawar tertinggi pasti barangnya jatuh kepadanya, ucap Ranti
" Oh baiklah Nona Muda, untuk Fulushou, kami menawarkan 2,5 triliun Yuan dan Raja Hijau Zamrud kami menawar 6 triliun Yuan", bagaimana ? tanya mereka.
" Bagaimana dengan pengunjung yang, Tuan - tuan ini sudah membuka penawaran, apakah ada diantara kalian yang menawar lebih tinggi dari mereka berempat, tanya pak tua itu.
" Hahahaha, kami memiliki niat untuk menawarnya, tapi kelihatannya mereka akan berperang habis-habisan untuk mendapatkan barang itu, kami menyarankan kepada tuan sekalian, tolong Fulushou harganya 3 Triliun dan Raja Hijau Zamrud 7 triliun, kami harap harga itu sudah pantas, dan jika kalian tidak bisa membayarnya, kami yang akan membayar 10 triliun tunai untuk kedua barang itu, kami menghargai barang itu buat hadiah, jadi kami memberi muka kepada kalian, ucap seorang pemilik toko perhiasan dari provinsi lain.
" Terimakasih sudah pengertian dengan kami, dan kami akan mengikuti saran anda, sekali lagi terimakasih, ujar mereka sambil membungkuk.
Ranti memindai mereka berempat satu persatu, ternyata mereka ingin menggunakan barang ini sebagai hadiah juga untuk meminta maaf kepada bos nya sekaligus guru mereka.
" Baiklah penawaran ditutup, kedua batu ini jadi milik keempat Tuan - tuan, itu, silahkan transfer uangnya di rekening saya, dan mohon anda sekalian memberikan tips ke Pak Tua yang memimpin acara sebesar 5 milyar Yuan bagaimana", ucap Ranti.
" Jangankan 5 milyar, masing-masing kami akan memberikannya 5 milyar, agar pak Tua bisa menikmati hari tuanya dengan baik, ucap mereka dan langsung meminta nomor rekening pak Tua itu.
Keluarga Ranti menambah kagum melihat cara Ranti membantu orang tua itu, sedangkan pak tua itu terlihat meneteskan airmata dia berjanji dalam hati, tidak akan lagi berjudi Batu.
" Terimakasih Nona, uang 10 Triliun Yuan, sudah kami Transfer, mungkin sekitar 5 menit lagi akan ada notifikasinya, dan ini kartu Nama kami berempat, kami berjanji kapan saja Nona meminta bantuan di masa depan pasti kami akan membantumu, ujar mereka dengan raut bahagia.
" Ini Kartu nama saya, jika Tuan-tuan ingin ke Indonesia, silahkan hubungi saya, pasti saya akan menjamu Tuan - tuan dengan senang hati", ujar Ranti.
" Hahahaha, bos kami dulu punya sahabat di Indonesia tapi sahabatnya sudah meninggal, Dan terakhir salah satu anak laki-lakinya menghilang bersama istrinya", ujar salah seorang pria paruh baya itu.
" Oh begitu, Perkenalkan ini adalah kedua orang tua saya, namanya Adriansyah Setiawan dan Monicha Herdiani Setiawan dan ini bibi saya Nindya Pratiwi Setiawan, serta mereka semua adalah saudara saya", ujar Ranti.
" Boleh kami berfoto bersama dengan Nona Muda dan keluarga, tanya mereka.
" Boleh tidak masalah", ujar Ranti.
" Maaf apa nama keluarga kalian?' tanya salah seorang dari mereka.
" Kami keluarga Setiawan", ucap Ranti dan menuliskan di kertas dan memberikan kepada empat orang itu.
" Baiklah, kami akan memberitahukan kepada bos kami, bahwa kami bertemu dengan orang Indonesia, dan batu ini berasal dari Kalian", ujar mereka berempat.
Sementara mereka ngobrol, pak Tua yang disuruh Ranti menjual batu-batu itu, dengan semangat memimpin pelelangan batu itu.
Akhirnya keempat batu itu terjual dengan harga 1,5 Triliun dan uangnya sudah masuk di rekening Ranti.
Berarti total penjualan keenam batu itu sebesar 11,5 triliun, dengan demikian pemuda sombong itu wajib membayar pajak 10 % sebesar 1,150 triliun, di tambah lagi dengan ongkos Potong 2,5 juta Yuan.
" Tuan Muda acara sudah selesai dan anda kalah, maka silahkan ke kasir untuk membayar pajaknya dan ongkos potong", ucap Pak Tua itu.
__ADS_1
Sontak pemuda itu langsung pingsan.