
" Dek, hari Jumat malam, jadi kan kita Manado, ke kampung kakak? tanya Mercy.
" Jadi kak, besok juga adek mau ke Kalimantan mau urus keluarganya kak Friska", ucap Ranti.
" Tak menyesal kami sangat menyayangimu, selain uang yang berlimpah, kini orangtua kami juga kamu pertemukan, terimakasih banyak dek", ucap Mercy sambil meneteskan airmata kebahagiaan.
" Ade sudah bilang, apapun yang ku lakukan dan ku berikan sama kalian, tidak akan mampu membalas keringat dan pengorbanan kalian untukku selama 10 tahun, kebahagiaan kakak adalah kebahagiaan Ade juga, jadi tolong jangan pernah menghitung apapun pemberian Ade", ucap Ranti.
" Adik juga nanti akan merepotkan kalian, tolong bantu Ade membesarkan putriku dengan kasih sayang seperti yang kakak berikan pada Ade", ucap Ranti sambil menundukkan kepala memohon.
" Kamu itu, mana mungkin kami membiarkan keponakan kami sedih atau kurang sesuatu, lihat saja bagaimana kami memanjakan Ketty, tapi lihat juga, apa Ketty jadi anak yang nakal atau tidak, mereka adalah generasi kita, sama seperti pemikiran kamu, jangan sampai mereka merasakan kesulitan seperti yang kita alami, apalagi Ketty sudah sempat mengalaminya", ucap Mercy sambil membelai pipi Ranti.
" Aunty Mercy, Rory bahagia memiliki aunty dan uncle yang saling menyayangi, mommy selalu bilang agar Rory wajib mendengar dan melakukan perintah Aunty dan uncle, sama seperti kak Ketty", ucap Rory.
" Ia sayang, sekarang kita sangat kaya, apapun bisa kita beli, apalagi mommy kamu yang uangnya tak terhitung, aunty hanya berharap agar Rory jadi seperti mommy kamu yang rendah hati", ucap Mercy.
" Itu pasti, Rory justru ingin hidup lebih sederhana lagi, saat nanti sudah bisa bawa mobil, Rory hanya mau pakai mobil biasa saja, atau bila perlu Rory naik taksi online saja", ucap Rory.
" Hebat keponakan Aunty, tapi aunty tidak ijinkan Rory naik bus, nanti aunty belikan motor saja, kalau memang Rory gak mau di antar ke sekolah saat sudah besar", ucap Mercy.
" Hehehehe terimakasih Aunty, awas ya, jangan bohong, kalau bohong, nanti Rory nangis", ucap Rory.
" Ia sayang, biarpun mommy kamu memiliki uang sangat banyak, tapi tetap, aunty juga akan memberikan apapun yang Rory mau", jawab Mercy.
Sementara tadi sore, di kampung Mercy, terjadi kehebohan, saat keluarga mercy datang ke kampung dengan membawa mobil masing-masing.
" Ayahnya Mercy turun dari Land Cruiser, sedangkan ibunya turun dari Mercedes Benz GLE 53 dan lebih heboh lagi, saat Marco turun dari mobil Aston Martin Vanquish miliknya.
" Pak RT, kami sengaja datang, hanya ingin membagikan rejeki untuk para lansia, rumah ibadah dan juga perbaikan balai desa", ucap pak Agus yang kini sudah terlihat bersih, apalagi pakaiannya sudah sangat bagus dan bermerek.
" Maaf Pak Agus, bukan saya mau menyinggung, tapi bapak dan keluarga dalam beberapa jam bisa memiliki uang yang banyak, itu dari mana? tanya Pak RT yang penasaran.
" Putri saya yang hilang dulu, kini sudah ketemu, tadi yang datang adalah adek angkatnya, dan hari Sabtu mereka akan kesini, putriku ingin ziarah ke kuburan kakek dan neneknya, juga nanti kakakku juga akan datang", ucap Pak Agus.
" Berarti putrimu di angkat anak sama keluarga kaya", ujar pak RT.
" Tidak, dia hidup bersama kakak dan adik angkatnya di Panti Asuhan Charity di Surabaya, dan salah satu adiknya mendapatkan warisan dari orangtuanya dan dia kembangkan hingga memiliki ratusan Perusahaan Besar, karena adik angkatnya sangat menyayanginya, maka Putriku di berikan harta yang banyak", jawab Pak Agus.
Di luar rumah pak RT, banyak warga yang berkumpul, lalu datanglah Dion dengan mobil pemberian Ranti.
" Baiklah Pak Agus, sumbangan anda, akan kami salurkan dan akan berikan laporannya ke keluarga kamu, tapi apakah boleh kami meminta bantuan untuk perbaikan Sarana kesehatan", ucap Pak RT.
" Baiklah, nanti segala sesuatu akan diawasi oleh Dion, berikan saja laporan kalian kepadanya", ucap pak Agus.
" Dek maafkan kakak, teriak kakak istrinya pak Agus.
" Sudah ku maafkan, kami sudah punya rumah baru, jadi kamu tidak akan lagi membuat kalian kakakku malu di kampung ini, aku membawa adik Viane bersama kami, walau dia tidak tinggal bersama kami, lihatlah dia juga sudah punya mobil dan rumah sendiri, jadi dia tidak akan numpang lagi rumah kalian", ucap Istrinya pak ke kakaknya.
" Hey Feybe, karena kamu sudah banyak uang, sekarang bayar utang mu kepada kami", ucap kakak tertua ibunya Mercy.
" Baiklah, padahal saya tidak pernah berhutang kepada kalian, tapi tenang saja, saya akan transfer 1 milyar, dan juga saya tambah 1 milyar lagi, dan kalian kakakku yang lain, berikan nomor rekening kalian, saya akan berikan kalian masing-masing 2 milyar,.ini pemberian dari saya yang pertama dan terakhir, anggaplah balas Budi kalian ke pada saya dan adik Viane", ucap ibunya Mercy.
Pak RT dan saudara-saudaranya ibunya Mercy terkejut, saat mendengar ucapan Feybe ibunya Mercy menyebut angka milyaran.
Kakak tertua ibunya Mercy memberikan nomor rekeningnya, dan tak berapa lama handphonenya berdering tanda ada notifikasi.
" Dek, kamu beneran memberikan kakak segini, darimana kamu punya uang banyak? tanya kakak tertua ibunya Mercy.
" Jangan tanya darimana kamu punya uang banyak, yang jelas permintaan kakak sudah saya berikan, dan kalian juga sudah saya transfer sesuai ucapan ku, tapi ingat baik-baik, di kemudian hari, saya tidak akan pernah membantu kalian", tegas ibunya Mercy.
Itulah ibunya Mercy, walau dia sangat kecewa dengan Kakak-kakaknya, tapi dia tidak pendendam, walau mulutnya tegas bicara, tapi hatinya sangat sedih.
" Sudahlah mah, paman dan bibi tidak akan malu lagi dengan kita, ucap Marco.
" Halo Gus, apa kamu tidak memberikan paman sedikit uangmu? ucap Pamannya pak Agus tak tahu malu.
" Tidak, saya hanya akan membayar hutang ayahku, sama paman sebesar 2 juta, tapi saya tambahkan menjadi 2 milyar, dan seluruh sepupuku besok pagi suruh mereka datang ke rumahku, saya akan berikan mereka uang", ucap pak Agus.
Suasana di rumah pak RT menjadi senyap, karena melihat aksi pak Agus dan Bu Feybe, yang memberikan uang milyaran kepada saudara-saudaranya.
Akhirnya mereka malu sendiri, apalagi selama ini, mereka menjauhi keluarga pak Agus.
Marco yang lagi asik berbicara dengan Dion, terganggu dengan kehadiran beberapa orang gadis yang mencari perhatian.
Marco dan Dion beranjak lalu masuk dalam rumah Pak RT.
Mereka juga melihat, handphone yang digunakan Marco beserta ayah dan ibunya, Marco di berikan Ranti iPhone 14 Pro Max varian tertinggi dan juga Samsung Galaxy S 22 ultra, begitu juga kedua orangtua Mercy.
__ADS_1
" Gus, syukurlah sekarang kamu sudah memiliki uang, tapi jangan lupa bersyukur", ucap temannya Pak Agus.
" Tidak akan ku lupa, mohon hari sabtu hadir bersama istri dan anakmu, ambil ini, suruh anakmu pulang dari Jakarta, uang itu cukup untuk tiket dia PP Jakarta Manado.
" Baiklah, dia bekerja sebagai staf kecil di Perusahaan ARSA Group, walaupun hanya staf kecil tapi katanya, dis sangat menikmati bekerja di perusahaan, karena suasana di kantor, juga bos besarnya sangat membenci orang sombong", ucap temannya pak Agus.
" Ya sudah pokoknya dia harus datang Bersama kalian, di acara syukuran kami", ucap Pak Agus.
" Semoga dia tidak ada urusan kampusnya, soalnya dia biasanya pulang kerja langsung kuliah, jawab temannya pak Agus.
Setelah hari menjelang malam, Keluarga pak Agus pulang ke rumah barunya.
" Pak RT tadi pak Agus memberikan anda berapa banyak? tanya seorang warga yang kepo.
" Saya di berikan 1,5 milyar", ucap pak RT.
* Tuan, orangtua Nona Mercy, memberikan uang pemberian anda kepada keluarganya walaupun mereka sudah jahat kepada orang tua Nona Mercy", lapor Aplikasi Mata Dewa.
" Biarkan saja, namanya juga saudara, dan asal mereka mau bertobat, pasti akan ku bantu lewat kakakku Mercy", ucap Ranti.
" Baik Tuan", singkat aplikasi Mata Dewa.
Karena sudah malam akhirnya, Ranti memasukkan Rory kembali ke dalam Cincin Semesta, Salma dan Armando juga beristirahat dikamar Ranti.
" Dek, lihat gaya Salma tidur, kakak seperti melihatmu di waktu kamu kecil, jangan pernah bersedih lagi, kakak tetap menyayangimu, walau kedua orang tua kakak sudah ketemu.
Kamu tahu sendiri betapa kami sangat menyayangimu, sini sama kakak, tidurlah biar kakak memelukmu", ucap Mercy.
" Terimakasih Tuhan, engkau memberikan aku kebahagiaan yang sangat banyak", ucap Ranti dalam hati.
" Kakak, Ade bahagia memiliki kalian semua, maafkan Ade, jika selama beberapa tahun ini, Ade fokus ke Salma dan Armando, apalagi sekarang Ade sudah punya anak, serta punya adik Aisyah yang juga sangat manja", ucap Ranti.
" Hahahaha, jangan berpikir aneh-aneh, kami sangat bangga melihatmu merawat kedua adik kita, apalagi Salma yang sangat manja, begitu juga dengan putrimu, lebih membuat kami bahagia, Aisyah juga anak yang baik dia sangat menyayangimu, jadi kami kakak - kakakmu akan selalu berbahagia disaat kamu banyak yang sayang", ucap Mercy.
Ranti terlelap dalam pelukan hangat Mercy, hingga pagi menjelang.
" Ayo sayang bangun, sini kakak mandikan kalian bertiga", ucap Mercy.
Dengan penuh suka cita Mercy memandikan ketiga adiknya, tak terasa air matanya menetes, dia mengingat bagaimana saat dia memandikan Ranti sewaktu kecil, dan hingga saat ini Ranti Paling bahagia jika di mandikan Mercy.
Selesai berganti pakaian, mereka semua turun untuk sarapan, tak lupa Ranti menyapa Ketty dan memberikan pelukan hangat.
" Apa Aunty gak capek, soalnya kata Bunda, aunty keluar kota", ujar Ketty.
" Ia sayang, Aunty ke Manado, tapi sore langsung pulang, apa Ketty gak tau, Aunty Salma mu itu, pasti dia akan sangat kangen sama Aunty", ucap Ranti.
" Hehehehe, Aunty Salma memang sangat manja sama Aunty Ranti, padahal sudah besar", goda Ketty.
" Apa Ketty tidak manja sama Aunty Salma yang cantik ini", balas Salma.
" Hahahaha, manja dong, kan Aunty juga yang memanjakan Ketty", lanjut Ketty tak mau kalah.
" apa Ketty gak kesepian kalau aunty pergi 2 hari", ucap Salma.
" Sepi lah, jawab Ketty.
" Nah seperti itulah yang aunty rasakan kalau kak Ranti tidak ada dirumah ini", ucap Salma.
" Ketty paham sekarang", jawab Ketty.
" Makanya, jangan buat aunty sedih, tapi Ketty bilang aunty manja, jadi aunty sedih sekarang", ucap Salma pura-pura sedih.
" Maafin Ketty ya, Jangan sedih lagi, nanti cantiknya pindah ke Ketty", ucap Ketty
Hahahaha hahahaha
Suasana pagi yang sangat bahagia, namun sayang, Ranti harus mengantar Salma dan Armando ke sekolah.
Tiba sekolah, Ranti juga pamitan, bahwa dia akan keluar kota dan pulang malam.
Salma hanya nurut saja, dia percaya Ranti pasti tidak akan pernah melupakan janjinya.
Ranti segera keluar dari kompleks SD dan langsung menghentikan waktu sementara dan terbang menuju Kalimantan Barat, dan sesuai dengan koordinat dari aplikasi Mata Dewa.
Hanya 30 menit berselang, Ranti sudah tiba di langit-langit perkampungan tempat orangtua Friska tinggal.
Ranti belum mendarat, dia masih memantau kondisi yang ada, dan ternyata keluarga Friska hidup sangat tidak layak, padahal saudara-saudara ayahnya bergelimang harta.
__ADS_1
* Tuan, keluarga Nona Friska tinggal di kota Singkawang, dan tidak ada lagi yang menyebut nama ayahnya Nona Friska", ucap Rose memberitahu.
" Baiklah, dan bagaimana dengan seluruh fasilitas yang saya minta", ucap Ranti.
" Semuanya sudah beres, Rumah, mobil, motor serta uang tabungan, juga uang untuk biaya hidup.
"Terimakasih Rose, lalu bagaimana dengan sikap orang- orang di kampung itu ? tanya Ranti.
* Biasa saja, mereka semua saling mendukung, kalau ada yang saling membenci itu hal biasa, tapi tidak ada yang mengganggu keluarga Nona Friska, makanya mereka sangat nyaman di kampung itu", ucap Rose.
Disela-sela Ranti berbicara dengan Rose, Aplikasi Mata Dewa melaporkan, bahwa di rumah orangtuanya Mercy di datangi orang-orang yang mengatakan, orangtua Mercy menggunakan ilmu hitam agar bisa kaya.
Pejabat yang merupakan mantan pacarnya mamanya Mercy terkejut juga mendengar berita itu.
Berita beredar, bahwa ada keluarga yang mendadak memiliki rumah dan mobil mewah, serta membagikan uangnya kepada keluarganya dengan jumlah milyaran.
Si pejabat itu segera mengerahkan anak buahnya agar segera mendatangi keluarga itu, dan menkonfirmasi kebenaran berita itu, padahal dia sendiri sudah mendapatkan laporan dari kakak tertua, ibunya Mercy.
" Tuan biarkan saja berita itu, nanti setelah pemerintah yang menkonfirmasi berita itu, pasti mereka tidak bisa berbuat apa-apa", ujar Aplikasi Mata Dewa.
" Baiklah, tapi segera hapus berita itu dari dunia maya, dan apapun berita berkaitan dengan keluarga kakakku, tolong segera blokir", perintah Ranti.
" Baik Tuan ", singkat Aplikasi Mata Dewa.
* Tuan, rumah orangtuanya Nona Friska, hari ini mau di jual, karena mereka kehabisan modal usaha, akibat di hajar Pandemi, tapi hal itu tidak akan Rose biarkan jika Tuan belum datang", ucap Rose.
" Terimakasih Rose, dan mari kita selesaikan dan mari bahagiakan kakakku Friska, walau kak Friska tidak banyak bicara, tapi dia akan sangat capek saat kak Darel dan kak Mercy tidak ada, apalagi dia harus mengurus aku dan kak Rindu, kadang dia di marahin kak Darel jika aku atau kak Rindu main hujan", ucap Ranti.
* Rose sudah tahu itu Tuan, dan makanya Sistem milik Tuan, menganggap seluruh saudara Tuan yang dari Panti Asuhan, adalah sumber kebahagiaan Tuan, silahkan Tuan selesaikan, pasti Nona Friska akan lebih menyayangi Tuan", jawab Rose.
Ranti langsung mendarat dan mengeluarkan mobilnya, kemudian bergerak ke arah kampung itu.
Mobil Ranti, kini sudah parkir di depan rumah kedua orang tua Friska,
" Selamat pagi, apa benar ini rumahnya pak Fridelis", sapa Ranti kepada ayahnya Friska.
" Ya benar, dan mohon maaf, Ade dengan siapa? tanya ayahnya Friska.
" Saya Ranti dari Surabaya, boleh saya masuk ? tanya Ranti.
" Silahkan, tapi maaf rumah kami sangatlah kecil, jadi berantakan, anak tertua saya sedang sakit jadi istri saya lebih fokus ke putri saya tertua", ucap Fridelis.
" Tidak apa-apa, percayalah, hari ini semua akan berubah, dan hidup kalian akan sangat jauh berbeda, tapi apa boleh saya bertanya masalah pribadi, dan mohon jawab dengan jujur", ucap Ranti.
" Silahkan, Ade mau bertanya soal apa, jika saya bisa menjawabnya, pasti akan saya jawab dengan jujur", ucap Pak Fridelis.
" Baiklah, tapi maaf sebelumnya, Apakah anak bapak dan ibu hanya 2 saja atau lebih, karena di data saya, anak kalian ada 3", ucap Ranti, dia tidak tega melihat kehidupan keluarga kakaknya.
Sejenak Fridelis menarik Nafas dalam-dalam kemudian menjawab.
" Dulu anak saya memang ada 2, sebelum putri kedua saya di bawa lari oleh pengasuhnya, tapi dari surat yang dia tinggalkan, mengatakan bahwa dia tidak mau putri kami yang dia urus ikut di siksa, oleh keluarga saya di Singkawang.
Jadi kami tak bisa menyalahkannya, apalagi waktu itu kami sangat menderita, biarpun sekarang kami miskin, tapi kami masih lebih bahagia", ucap Fridelis.
" Umur putri kami jika dia masih ada, sekarang pasti dia berusia 19 atau 20 tahun, kalau dia masih ada, semoga pengasuhnya merawatnya dengan baik", ucap Fridelis.
" Ayah, dengan siapa ayah berbicara tentang adik, mohon jangan mengingat adikku lagi, Frily, sangat sedih jika mendengar ayah berbicara tentang adik", ucap Frily kakaknya Friska yang keluar dari kamarnya.
" Dek Ranti, ini Frily anak pertama saya, sudah 2 tahun matanya tidak bisa melihat, dia sangat merindukan adiknya yang di bawa kabur pengasuhnya.
" Maafkan ayah nak, dek Ranti bertanya soal adikmu, mohon jangan sedih, ayah yakin adikmu suatu saat akan kembali kepada kita", ucap Ayahnya Friska.
" Tapi Frily, sangat sedih ayah, Frily sangat rindu dengan adik", ucapnya.
" Kak Frily, saya Ranti Putri, kakak tenang saja, saya hanya bertanya saja, untuk memastikan temuan orang saya mengenai adik kakak, apakah kakak masih ingat siapa namanya, dan adakah tanda yang bisa membuktikan adik kakak itu", ucap Ranti.
" Namanya Friska, giginya gingsul dan punya lesung pipi, serta memiliki 2 tahi lalat di lingkar pusarnya", ucap Frily
Ranti tersenyum bahagia, mendengar ucapan Frily.
" Andaikan adikmu masih ada dan mau kesini, hal apa yang akan kakak lakukan? tanya Ranti.
" Aku hanya ingin meraba mukanya, dan memeluknya, saya buta jadi saya tidak bisa melihat gigi gingsul nya dan senyumnya, tapi tidak masalah, asalkan adikku masih mau mengakui aku sebagai kakaknya, tapi jika tidak, juga tidak apa-apa, asal dia masih hidup saja, saya sudah sangat bahagia", jawab. Frily.
" Baiklah, saya memiliki kakak banyak angkat dan adik angkat, tapi awalnya kami hanya berenam, dan kami di besarkan di Panti Asuhan Charity Surabaya.
" Kak Vanya, Kak Darel, Kak Mercy, kak Friska dan Kak Rindu, serta saya yang paling kecil dan jika informasinya benar, Kakak saya Friska adalah Adik kak Frily.
__ADS_1