
Selesai makan malam mereka semua memasuki kamar masing-masing, Mang Dul juga sudah kembali dari mengantar Xiang Yu ke Gresik.
Tiba di kamarnya, Ranti memasuki Ruang Dimensi dan melihat perkembangan para mafia Red Blood Dragon yang ditangkap, dia melihat mereka nampak kebingungan dengan suasana yang ada, kemudian dia ke wilayah lainnya, disana terlihat seorang pria duduk termenung.
Dia adalah salah satu petinggi Mafia yang mengancam Ranti, dia kaget melihat sekelilingnya membentang hutan yang lebat, dan sebuah gubuk sederhana, walaupun begitu perabotan komplit dan peralatan berburu juga lengkap.
Ranti memutuskan untuk menemuinya dan berbicara dengan dengannya.
" Halo Tuan yang terhormat, bagaimana keadaan kamu?", dalam Ranti dalam bahasa Mandarin.
" Siapa kamu?" tanya pria itu
" Bagaimana apa kamu nyaman disini ?", ucap Ranti tak menjawab pertanyaan pria itu.
" Saya tanya siapa kamu?" teriak pria itu.
" Aku Siapa tak penting, kamu berada di tempat saya, dan jauh dari negara China, Disni aku yang berkuasa ?" ucap Ranti.
" Oh jadi kamu yang berbicara dengan saya di telpon, ternyata kamu punya nyali juga menantang kami Red Blood Dragon", ujar pria itu dengan sombongnya.
" Red Blood Drago sudah hancur, dan yang menghancurkannya adalah saya, yang mengambil semua uang organisasi dan perusahaan juga saya, termasuk uang kamu, tapi tenang uang kamu akan kuberikan kepada mantan anak tirimu yang bertahun-tahun kamu perkosa", ucap Ranti.
" Hahahaha, jangan bermimpi bisa menghancurkan kami, sekali aku telpon anak buahku, maka tempat kamu bisa hancur dalam sekejap, ujar pria itu dengan gaya sombongnya.
" Silahkan saja, ada sekitar 500 orang yang aku tangkap, silahkan kamu mencarinya di sini, mereka berada 500 kilometer dari sini, mending kamu bekerja untuk mengumpulkan makanan, sebentar lagi di tempat ini akan ada salju, sudah bagus aku sediakan tempat tinggal, agar kamu tidak kedinginan", ujar Ranti.
" Hahahaha, gubuk reyot saja kamu bangga, ucap pria itu masih dengan gaya sombong.
" Terserah kamu mau pakai atau tidak, ini pertama aku datang, nanti sekitar 1 tahun lagi baru aku datang lagi, semoga kamu masih hidup, oh ya tampangmu sudah ku potret dan nanti aku perlihatkan ke mantan anak tirimu", ucap Ranti.
" Baguslah dia belum mati", ujar pria itu.
" Tapi nanti dia akan hidup dengan senang, seluruh uang kamu sebesar 2 triliun Yuan, dan seluruh asetmu sudah ku jual dan kuberikan kepadanya sebagai kompensasi kebejatan kamu.
Kamu akan selamanya disini, jadi nikamatilah sisa hidupmu yang panjang disini, minimal kamu Disni 50 tahun, baru aku bebaskan", ucap Ranti.
" Kurang ajar kamu, bentak pria itu".
" Sabar bos, simpan energimu untuk bertahan hidup, ingat baik-baik kumpulkan makanan sebanyak mungkin, karena 1 Minggu lagi salju akan turun", ucap Ranti dan langsung beranjak.
" lihat saja kamu, akan kubunuh kau !, teriak pria itu, tapi betapa kagetnya dia ketika melihat Ranti sudah menghilang di depan matanya.
Ranti meninggalkan kertas yang bertuliskan, yang menentukan dia hidup atau mati adalah Ranti, dan juga tertulisnya aturan bertahan hidup di situ.
" Tempat spa ini ?", batin pria itu.
Ranti keluar dari kantong itu dan melihat ke para anggota mafia yang sedang sibuk berburu, dan menangkap ikan di kolam, Ranti menyediakan tempat tinggal buat mereka, hanya makanan yang mereka cari sendiri, baju Anti dingin dan sepatu semua lengkap, selain makanan yang tidak tersedia, namun yang lain nya semua tersedia.
Kemudian Ranti melihat kantong yang satu lagi, ketiga orang itu masih bekerja memanen padi, sedangkan di penjara VVIP, seluruh keluarga Atmajaya juga sedang berkebun dan ada yang sedang menangkap ikan dan sebagian lagi sedang memasak.
Tak jauh berbeda dengan Aquino dan Aquinas, mereka juga sibuk bercocok tanam, terlihat mereka sudah terbiasa, mereka sukses bertani, Ranti memutuskan memberikan mereka gilingan Padi, seluruh bumbu masak modern, untuk persediaan 1 tahun, Ranti juga memberikan mereka rokok dan berbagai bahan untuk untuk membuat Kue.
Selesai melihat semua tahanan, Ranti keluar dari Ruang Dimensi dan beristirahat, tapi sebelum tertidur dia teringat akan Sabrina dan Santina yang belum siap berikan uang, akhirnya Ranti memerintahkan Rose agar mentransfer uang masing-masing sebesar 1 milyar Yuan.
Tak terasa sudah Pagi, Ranti segera membersihkan diri dan turun ke lantai bawah untuk sarapan.
Di meja makan mereka berkumpul dan mulai menikmati makanannya, dan sambil mengobrol.
Tak lama setelah Ranti selesai sarapan, dia menerima telpon dari Rendi, mereka berbicara mengenai pembukaan pabrik Sabun dan juga soal proses Pembelian perusahaan keuangan di Singapura, Ranti bingung Siapa yang akan mengelola perusahaan itu di Singapura.
Ranti yang kebingungan, akhirnya di ketahui oleh Adriansyah.
" Ada apa Princes, kelihatannya kamu lagi kebingungan?", tanya Adriansyah.
" Ini dad, seminggu lagi perusahaan perusahaan keuangan terbesar ke 3 di Singapura akan kembali beroperasi secara penuh, tapi aku bingung siapa yang mampu mengurusnya", ucap Ranti.
" Bagaimana kalau kakakmu Vanya, Dady yakin kakakmu bisa mengurusnya, atau Yoga anak pak Haris, dia juga hebat, nanti untuk Mall kamu biar Pak Bayu bawahannya saja yang menggantikan Yoga, bagaimana? tanya Adriansyah.
" Baiklah, Yoga saja, soalnya kak Vanya masih kuliah dan kasihan kalau kak Vanya harus mengurus perusahaan sebesar itu, ucap Ranti.
" Dek, Yoga saja yang mengurusnya, soal nanti mengontrol kesana, biar kakak saja, saat kuliah kakak lagi free, ucap Vanya memotong pembicaraan Adriansyah dan Ranti.
" Apa kakak tidak capek, harus bolak-balik ke Singapura, apalagi kakak juga harus mengontrol seluruh Gedung dan Mall, belum lagi kakak harus menghadiri rapat di Tri Link dan IDB serta ARSA Group Company", ujar Ranti.
" Tenang saja, kakak akan rekrut Maureen dan juga Regina, biar dia bersama dengan Sasha yang membaca semua laporan dari seluruh perusahaan kamu yang di Jakarta, toh Aplikasi yang kamu buat mampu memantau kinerja seluruh perusahaan, biar mereka bekerja di apartemen kamu saja, ucap Vanya.
" Baiklah kalau begitu, terimakasih ya kak, sudah banyak membantu ku, ujar Ranti.
" Tak perlu berterimakasih, kakak senang melakukannya, apalagi kalian masih Sekolah, kalau bukan kakak siapa lagi, daripada orang lain, mendingan kakak saja, ujar Vanya yang tak tega melihat adiknya kebingungan.
" Kak Vanya nanti sore kita ke Jakarta, besok pagi kita rapat di Mall, untuk pengalihan Tugas Yoga dan pak Bayu. ucap Ranti.
__ADS_1
" Oke, jawab Vanya singkat'.
" Salma mau ikut gak biar ketemu dengan bibimu Maryana, sekalian kamu ajak Mora, bagaimana", ujar Ranti.
" Kak Armando ikut gak?" tanya Salma.
" Armando, kamu mau ikut kakak ke Jakarta gak ? tanya Ranti.
" Aku mau, mumpung masih ada beberapa hari lagi libur, ujar ada Armando.
" Kalau kakak Mercy, Friska dan Rindu bagaimana, apa mau lanjut liburan 2 hari di Jakarta gak, tanya Ranti.
" Pengen sih, tapi besok kami harus ke Sekolah mau ambil ijazah sementara, karena hari Senin depan sudah buka daftar kuliah gelombang kedua", ujar Mercy dan Friska.
" Kalau kak Rindu gimana", tanya Ranti
" Kali ini kakak gak ikut, kakak masih capek banget, apalagi besok kakak harus membantu mengecek laporan supermarket dan Kafe, kasihan mamanya Viani dan juga Lupita, kak Darel lagi sibuk dengan pembangunan kost-kostan, ucap Rindu.
" Baiklah, berarti aku sama kak Vanya, sama Armando dan Salma serta Yati yang ke Jakarta nanti Sore, ucap Ranti.
" Dek kami juga nanti selesai makan siang mau Kemabli ke Jogja, Restoran kakak juga sudah Minggu tidak kakak periksa, ucap Renata dan Renita.
" Apa kalian mau lewat darat, tanya Ranti
" Ia, bunda ingin jalan santai", ucap Renata.
" Ya sudah, nanti kalau pesawat kalian sudah selesai, parkir saja di Jogja, tapi aku baru pesan 1 untuk kalian bertiga, ucap Ranti.
" satu saja dek itu sudah cukup, justru yang paling sibuk kak Vanya, ucap di kembar.
" Ia aku sudah pesan juga buat kak Vanya, Untuk kak Darel sabar ya, ujar Ranti.
" Kalau aku belum butuh dek, kak Vanya paling sibuk, juga Ade kembar, secara bibi tinggal di Jogjakarta, jadi lebih gampang mau ke Surabaya atau nanti ke Jakarta, ucap Darel.
" Ya sudah, aku mau pergi ke orang tuanya Mora, minta ijin agar menemani Salma dan Armando ke Jakarta, ucap Ranti.
" Salma ayo kita kerumah Mora", ajak Ranti.
Sambil mengendarai Toyota New C-HR Hybrid, Ranti melaju ke rumah Mora bersama dengan Salma.
" Apa kamu senang mau jalan-jalan dengan Mora", tanya Ranti.
" Sama-sama sayang, kakak sudah janji, apapun yang bisa membuat Salma bahagia, pasti kakak akan lakukan", ujar Ranti.
" Salma tau, tapi kakak juga harus istirahat yang cukup", Ujar Salma.
Tak lama kemudian mereka sudah tiba di kompleks tempat tinggal Mora.
Tapi ada hal yang tidak mengenakkan yang di lihat Ranti, keluarga Mora sedang ada masalah.
" Ada apa ini, kenapa kalian mengusir paman dan bibi ?" tanya Ranti ke orang yang mengusir Keluarga Mora.
" Mereka belum melunasi hutang mereka jadi rumah dan motor kami sita, itupun belum cukup membayar hutang mereka", Ujar salah seorang penagih hutang.
" Berapa hutang mereka, hingga rumah dan motor tidak cukup bayar hutang mereka? tanya Ranti.
" 300 juta, apa kamu mau membayarnya?" tanya penagih hutang itu.
" Kalian dasar rentenir, bentak Ranti.
" Nona hutang kami hanya 50 juta, dan kami sudah membayarnya, tapi mereka bilang kami belum membayar bunganya dan tiba-tiba sudah beranak menjadi 300 juta, ujar ibunya Mora.
" Jadi kalian sengaja memeras Paman dan Bibi, tapi sudahlah saya bayarkan, sekarang berikan surat utangnya dan dan kuitansi pembayarannya", ucap Ranti.
" Tidak ada surat utang dan kuitansi, siapa kamu seenaknya memerintah kami, apa kamu mau ku patahkan kaki dan tangan kamu", ancam penagih itu.
" Oke baiklah aku bayar", ucap Ranti
" Transfer saja ke rekening bos kami, dan hutangnya lunas, kalo bos kami gak lupa, ucap mereka.
" Nanti saya yang ingatkan bos kalian", ujar Ranti.
" Hahahaha, kamu anak kemarin Sore, mau berhadapan dengan bos kami, yang ada kamu di jadikan istri ke 7 ujar penagih itu.
" Sudah aku Transfer, ini buktinya silahkan kalian Pergi, ujar Ranti.
" Tunggu dulu, kalian harus bayar ongkos kami kesini 1 juta, ucap penagih itu.
" Baiklah ini 2 juta, seorang 1 juta dan nikmatilah hari ini, ucap Ranti.
" Itu baru betul, dan ternyata kamu orang kaya juga, hahahaha, ujar mereka lalu pergi meninggalkan rumah Mora.
__ADS_1
* Tuan, tangkap saja mereka dan masukkan ke kantong 4 musim, ucap Rose.
" Bagus juga idemu Rose, biar mereka bisa melihat salju, tapi tempatkan mereka terpisah dari yang lain", perintah Ranti.
* Tenang saja Tuan, luas kantong Ruang itu setara dengan benua Australia, jadi mereka akan kesulitan bertemu, jikapun mereka bertemu tidak berpengaruh bagi tuan", jawab Rose.
" Baiklah", sekarang aku akan segera menangkap mereka berempat.
" Paman, Bibi, kalian tenang saja bekerjalah dengan baik, hutang kalian sudah aku bayar, dan kedepannya jangan berhubungan lagi dengan rentenir, karena mereka tidak akan membantu, melainkan membuat kalian sapi perahnya", ucap Ranti.
" Terimakasih Nona Muda, ujar orangtua Mora.
" Kami kesini mau minta ijin, mengajak Mora ke Jakarta selama 2 hari, biar dia temani Salma selama saya bekerja", ujar Ranti.
" Tak apa-apa, kami mengijinkan Mora ikut dengan kalian, ucap mamanya Mora.
" Terimakasih kalau begitu, sekarang bersiaplah, sebentar lagi kita akan berangkat, ucap Ranti.
" Salma kamu disini dulu, kakak mau pergi sebentar", ucap Ranti.
" Baik kak, tapi jangan lama-lama", ujar Ranti.
" Ia sayang, paling hanya sejam", jawab Ranti sambil beranjak.
Ranti segera menyalakan mesin mobil dan berangkat, dia mengikuti arah yang di berikan kacamata Quantum, dan mengikuti para penagih utang itu.
Tak membutuhkan waktu lama Ranti sudah menemukan mereka, terlihat mereka sedang asik berbicara dengan bos mereka.
" Bos apa uang dari keluarga Mora sudah masuk ?" tanya penagih hutang itu.
" Sudah, tapi nanti seminggu lagi kamu datang tagih lagi, keluarga itu kayaknya bisa kita jadikan pohon uang", hahahaha ujar bis itu.
Ranti segera mengaktifkan Armor Transparan Mode Stealth dan masuk ke ruangan tempat para rentenir berbicara.
Dengan segera Ranti menotok mereka hingga tak bisa bergerak, Ranti memindai seluruh ruangan itu untuk mencari semua surat - surat jaminan.
Ranti menemukan sebuah brankas dan membukanya, ternyata isinya ada lebih dari puluhan sertifikat rumah dan surat perjanjian hutang, juga terdapat uang tunai sebesar 5 milyar.
" Orang ini ternyata rentenir besar", batin Ranti.
" Aplikasi mata Dewa, cek orang ini dan kuras semua uangnya", perintah Ranti.
" Baik Tuan",
Sementara menunggu aplikasi Mata Dewa menyelidiki juragan itu, Ranti segera memasukkan seluruh sertifikat rumah yang di jadikan sebagai jaminan, begitu juga dengan uang tunai tersebut.
" Tuan uang dari rentenir ini sangat banyak, ada 150 milyar, ucap aplikasi Mata Dewa.
" Baiklah data semua siapa saja yang meminjam uang kepadanya dan alamat Mereka.
" Tuan dia memiliki banyak Istri, dan dari semua istrinya hanya satu orang yang hidupnya sengsara, karena umurnya baru 18 tahun, dia menikah untuk bayar hutang pamannya, dia yatim-piatu Tuan, hendaknya tuan membantunya, kalau istri - istri lainnya, mereka sudah sangat kaya, jadi tidak perlu di bantu.
" Berapa kekayaan para isteri lainnya", tanya Ranti.
" Mereka masing-masing memiliki lebih dari 25 milyar, keenam istri juragan ini memiliki usaha masing-masing", jawab aplikasi Mata Dewa.
" Baik ambilkan uang mereka masing-masing 3 milyar, tidak boleh lebih, toh mereka tidak tahu kalau juragan telah menikah dengan gadis muda itu bukan?" tanya Ranti.
" Benar Tuan, mereka tidak tahu, saat ini gadis muda itu sedang hamil dan tinggal di sebuah kontrakan di belakang Mall Pakuwon, ucap Aplikasi Mata Dewa.
" Baiklah, ambil uang dari para istri itu, cukup 3 milyar saja dan jangan ganggu yang lainnya, perintah Ranti.
Selesai mengambil semua sertifikat rumah, Ranti membakar seluruh surat hutang dan mereset pikiran juragan itu dan menghapus semua data-data orang yang dia berikan pinjaman.
Dengan santai Ranti memasukkan enam orang penagih hutang itu, untuk istri-istri mereka sudah di perhitungkan Ranti.
Kini tinggal juragan itu, Ranti sengaja membiarkan juragan itu, namun jika masih macam-macam akan di tangkap juga.
" Rose Transfer uang ke istri muda juragan rentenir ini, uang dari para istri sebesar 18 milyar dan berikan 20 milyar dari rampasan rentenir ini, dan belikan rumah buat gadis itu, perintah Ranti.
" Untuk istri dari 6 orang penagih hutang, berikan mereka masing-masing 2,5 milyar, dan untuk orangtua Mora berikan berikan 25 milyar, sisanya bagikan ke seluruh orang yang berhutang ke juragan rentenir ini, pakai nama Quincy Ameerah untuk mentransfer uang kepada mereka.
* Baik Tuan, Rose sudah membuatkan tuan 1 akun bank di semua bank milik pemerintah dengan nama Quincy Ameerah, Secara otomatis seluruh uang hasil dari rampasan akan di masukkan ke rekening itu, setelah dari rekening virtual, jawab Rose.
" Terimakasih Rose, dan satu lagi kirimkan semua sertifikat rumah kepada pemiliknya dan surat tanda lunas dari rentenir ini", perintah Ranti.
* Baik Tuan, biayanya 25 ribu Poin Pengabdian", jawab Rose.
" Baiklah laksanakan", ucap Ranti.
Selesai semuanya, Ranti juga menghapus ingatan rentenir, yang melihat 6 orang anak buahnya menghilang, kemudian Ranti pergi meninggalkan markas rentenir.
__ADS_1