
Tak terasa mereka akhirnya mereka tiba di Jogjakarta tepat jam 2 dini hari, ketiga bocah sudah tertidur, apalagi mereka kekenyangan makan ayam goreng dan kentang goreng.
Ranti menelpon ke Renata dan memberi tahu kalau mereka sebentar lagi sampai dirumahnya, Renata hanya menjawab ia saja, dan beranjak dari kasurnya.
Renata membangunkan Renita agar menemani Renata yang menunggu Ranti datang.
" Kenapa lambat sekali Dek, apa ada masalah di jalan", ujar Renata saat Ranti turun dari mobilnya.
" Gak juga, hanya kami tidak ngebut saja, dan lama berhenti di rest area, makan dan istirahat, keasyikan ngobrol jadi lambat kami sampai", jawab Ranti.
" Oh baiklah, duduk dulu sebentar batu masuk kamar, Mang Dul tidur di kamar tamu dekat Dapur, ujar Renita.
Kamar itu kurang lebih sama dengan kamar mang Dul dan Bu Likha, bahkan posisinya juga sama dekat dapur, Ranti yang minta kamar itu buat mang Dul dan Bu Likha kalau kapan-kapan mereka kesini, Ranti tidak mau mang Dul dan Bu Likha tidur di kamar pembantu.
Setelah hampir setengah jam mereka di ruang keluarga, akhirnya mereka semua masuk kamar, Salma tidur dengan Mora, Armando tidur dengan Rindu, yang lain tidur sendiri, sedangkan Ibunya si kembar menempati bangunan sendiri, yang baru di buatkan, atas permintaan Nindya yang ingin menyendiri.
Bangunan satu lantai dengan 5 kamar dan 1 kamar pembantu, hanya di tempati 2 orang, dan bangunan itu menjadi tempat tinggal buat Adriansyah dan Monicha saat mereka berkunjung ke Jogjakarta, tapi jangan salah, bangunan itu terlihat Klasik tapi isi dan fasilitasnya sama persis hotel bintang 5.
Kedua bangunan itu di lengkapi 2 jalur penghubung, yaitu dari pintu samping dan pintu Dapur untuk mengantarkan makanan, sedangkan untuk mobil Nindya memiliki 2 mobil tapi bukan mobil sport, Rolls-Royce Phantom Extended seharga 25 milyar dan Mercedes-Benz GLS Class Maybach 600, 7 milyar.
Berkat Pill Regenerasi Fisik dan Jaringan Sel, serta serum Pembersih dan Kekebalan Tubuh, membuat Nindya Pratiwi terlihat lebih muda dan energik, apalagi Ranti sudah mensuplai minuman herbal dan Juice Buah Abadi yang tersimpan rapi dalam Cincin Ruang milik Nindya.
Ranti sudah memberikan Cincin Ruang Tingkat Perak kepada Adriansyah, Monicha dan Nindya Pratiwi.
Karena itu, kualitas minuman herbal dan Juice Buah Abadi tetap terjaga selama enam bulan.
Sedangkan untuk Lukman, Suratmi, Yolanda mendapatkan cincin tingkat Perunggu, Maureen, Lukas dan Rendi mereka mendapatkan Cincin Ruang Tingkat Besi.
Tak terasa waktu sudah jam 8 pagi mereka baru bangun, kecuali mang Dul, dia sudah beraktivitas membersihkan mobil bersama supir pribadi Renata dan Renita, yang saat ini lebih banyak menjadi supir Nindya.
" Selamat pagi mang Dul, jam berapa kalian tiba dari Surabaya ? tanya Nindya.
" Selamat pagi Nyonya Muda, Kami tiba jam 2 dini hari tadi", jawab Mang Dul.
" Kok bisa lambat tiba? tanya Nindya.
" Kami lama istirahat makan di rest area dan Nona Muda juga minta jangan terlalu kencang bawa mobilnya", ujar mang Dul.
" Oh ya sudah kalau begitu", jangan lupa sarapan, perintah Nindya.
" Terimakasih Nyonya Muda", jawab mang Dul.
Dengan suasana kekeluargaan mereka semua menikmati sarapan Pagi dengan penuh bahagia.
" Salma, siapa gadis kecil ini ?" tanya Nindya kepada Salma
" Teman sekolah Salma, namanya Mora, satu-satunya teman Salma Bu", jawab Salma.
" Halo Mora, Tante bibinya Salma, Nindya Pratiwi Setiawan, kamu juga harus panggil Tante dengan bibi oke", ujar Nindya.
" Mora memberi salam buat Bibi", ujar Mora sambil menundukkan kepala.
" Hehehehe gadis pintar, ujar Nindya Pratiwi.
" Kalian rencananya hari ini mau kemana?" tanya Nindya.
" Hari kami hanya mau ke tempat yang dekat saja, Candi Prambanan, ujar Mercy.
" Kalau kamu Ranti, apa mau jalan-jalan atau ada urusan lain?" tanya Nindya.
" Hari ini aku mau ke Yayasan Bintang Timur cabang Jogja, besok baru aku ikut ke Parangtritis", ujar Ranti.
" Oh begitu, ucap Nindya".
__ADS_1
" Bibi nanti minta tolong, jika bibi ada waktu mohon datanglah sekali-kali mengecek Yayasan, pinta Ranti.
" Ia pasti Bibi akan datang, lagian ayahmu juga sudah gak memperbolehkan bibi bekerja, jadi pasti bibi akan menyibukkan diri di yayasan kamu saja, Toh hanya di Jogja saja, jadi bibi tidak jauh-jauh dengan kedua kakakmu ini, yang sudah mulai ketularan manja seperti kamu, ujar Nindya.
" Hahahaha, namanya kita saudara pasti mirip lah tingkahnya", jawab Ranti santai.
" Dasar ponakan manja", ucap Nindya".
" Jangan cemberut, nanti cepat tua", ledek Ranti ke bibinya.
" Hahahaha, kamu itu", ujar Nindya.
" Kak Renata aku pinjam mobil kami ya", ujar Ranti.
" Pakai Saja, kuncinya di laci dekat tangga ke garasi", ujar Renita.
" Kakak mau pakai mobil yang mana ?" tanya Ranti.
" Kami jalan-jalan pakai Alphard saja biar lega", ujar Renita.
" Oh ya sudah, aku pakai mobil kalian pergi kampus saja, yang Mercedes GLE 53, ujar Ranti.
" Gak mau pakai Ferrari LaFerrari atau Koenigsegg Regera, atau yang BMW, tanya Renata.
" Terlalu mencolok kalau pakai mobil sport, jadi pakai yang Mercedes saja", ujar Ranti.
" Ya sudah terserah kamu saja, mau yang merah punyaku atau yang Biru punya adik Renita", ujar Renata.
" Semua mobilku dominan biru, tapi kali ini aku mau pakai yang warna merah saja, ujar Ranti.
Selesai sarapan, Ranti bergerak duluan, karena dia ada rapat dengan seluruh pengurus Yayasan dan Para Kepala sekolah dan tata usaha.
Ranti juga berencana akan membangun Panti Asuhan, dimana saat ini, 45 anak terlantar sekitar 2 bulan karena Pemilik Panti Asuhan tempat mereka tinggal meninggal, Sedangkan anak-anaknya tidak mau lagi mengurus 45 orang anak yatim-piatu, kini anak-anak itu tinggal sementara di bangunan kosong milik yayasan bintang timur.
Hanya berkendara sekitar 45 Menit Ranti Tiba di Bantul Jogjakarta.
Ketika mobilnya hendak masuk ke kompleks, Ranti di cegat oleh Security.
" Selamat Pagi Nona, mohon maaf saat ini sekolah libur, mohon maaf ada keperluan apa di sekolah kami", tanya Security itu dengan sopan.
" Saya ingin bertemu dengan Pak Gunadi Ketua Yayasan Disni, ujar Ranti.
" Maaf dengan Nona siapa?" tanya Security itu.
" Nama saya Ranti Putri dari Surabaya", ujar Ranti memperkenalkan diri.
" Maaf Nona Muda, saya tidak tahu kalau anda akan datang, mohon maaf atas ketidak sopanan saya", ucap Security itu ketakutan setelah mendengar nama Ranti.
" Tidak apa-apa, bapak sudah bekerja dengan baik, apalagi bapak bertanya dengan sopan, jadi tidak ada yang salah, jempol buat bapak", ujar Ranti langsung menjalankan mobilnya dan masuk area parkiran.
Dia melihat taman-taman terawat dengan baik, para pekerja terlihat bersemangat dalam bekerja, namun lagi asik dia menikmati taman Bunga, Ranti didatangi 2 orang anak kecil, umur seperti Salma.
" Selamat Pagi Kak, apa kakak datang berkunjung untuk kami Disni, ujar kedua anak perempuan itu.
Betapa mirisnya hati Ranti melihat kedua anak kecil dengan pakaian sudah terlihat sangat lusuh dan tidak beralas kaki.
' Apa kalian berdua bersaudara?" tanya Ranti.
" Ia ini kakak kandung saya, namanya Velove, umur 9 tahun, kalau aku Vexia 7 tahun, jawab gadis kecil itu.
" Kemana orangtua kalian", tanya Ranti.
" Kami gak tau, kami di panti sudah 5 tahun, tapi kepala Panti sudah meninggal, untung ketua yayasan di tempat ini menampung kami semua", ujar Velove.
__ADS_1
" Lalu siapa yang merawat kalian disini?" tanya Ranti.
" Ada 2 kakak yang sudah SMU, mereka sekolah juga disini, tapi sekarang mereka lagi bekerja, karena libur mereka kerja dari pagi hingga sore, kalah sekolah mereka kerja Sore hingga malam, lanjut Velove.
" Terus dimana yang lainnya, tanya Ranti.
" Mereka semua ada di belakang, mereka sedang bermain, kalau kakak yang sudah SMP mereka lagi masak dan cuci pakaian, kami belum boleh bekerja, nanti umur 11 tahun baru boleh membantu cuci baju untuk yang lainnya", ujar Velove dengan jujur.
" Kalian tunggu kakak di belakang, kakak ikut bicara dengan ketus Yayasan dulu ya, kalian jangan kemana-mana", ujar Ranti.
" Ia kak, tapi siapa nama kakak", tanya Vexia?".
" Maaf kakak lupa, nama kakak Ranti Putri.
" Baik kak, kami tunggu kakak di belakang", ujar mereka dan langsung beranjak ke belakang.
" Kayaknya kedua anak itu cocok untuk paman Lukman dan Bibi Suratmi", monolog Ranti.
" Halo Bibi Ratmi, lagi ngapain?" tanya Ranti
" Bibi lagi gak ngapa-ngapain, semua sudah dikerjakan oleh pelayan baru, Paman mu beserta kedua orang tuamu lagi Pergi ke Bandung, jadi bibi kesepian, mau ke mall masih Pagi, jadi bibi duduk saja, mau ngobrol dengan pelayan mereka semua lagi sibuk, coba kamu ada disini", ujar Suratmi yang tidak boleh lagi panggil Nona Muda ke Ranti.
" Saya lagi di Jogjakarta, ada rapat yayasan, tapi barusan saya ketemu 2 kakak beradik perempuan, umurnya 9 tahun dan 8 tahun, mereka terlihat pintar dan sopan, apa bibi masih kuat merawat 2 anak kecil, mereka yatim Piatu.", ujar Ranti.
" Bibi sebenarnya lagi mencari anak untuk bibi angkat jadi anak bibi, tapi apa mereka mau tinggal di Jakarta, lalu dokumennya nanti bagaimana?" ujar Suratmi.
" Kalau dokumen gampang dan bisa menyusul kebetulan mereka terlantar, karena Panti Asuhan mereka telah ditutup oleh anak-anak dari pemilik Panti, dan rencananya, aku mau bangun panti asuhan di kompleks yayasan milikku, tapi pas saya lihat mereka berdua, saya teringat Bibi, jadi aku telpon bibi sekarang memberitahu", ujar Ranti.
" Ya sudah, nanti kirimkan foto mereka, syukur - syukur kalau mereka masih ada dokumen lahirnya, dan nanti sore bibi akan kasih tau Paman mu dan juga tuan besar dan nyonya besar, karena nanti mereka berdua tinggal disini, walau di bangunan yang berbeda", ujar Suratmi.
" Ya sudah, nanti aku foto dan tanya mereka berdua, jika mereka mau, maka bibi segera datang ke sini ambil mereka", Ujar Ranti.
" Baik sayang, jika semuanya oke, bibi langsung ke Bandara dan berangkat ke Jogjakarta", ujar Suratmi.
" Bibi tenang saja, kalau mereka berdua mau, nanti aku kasih tabungan buat masa depan mereka", ujar Ranti.
" Kalau uang tidak Perlu sayang, uang dari kamu saja, sudah segunung, ternyata pas cek 1000 triliun lebih, nah sampai bibi mati juga gak akan habis tuh kelebihan dari 1000 triliun yang sekitar 70 triliun itu, belum bunga pertahunnya, ujar Suratmi Jujur, secara dia dan suaminya kebagian masing-masing 250 milyar Yuan, waktu Ranti menang judi Batu.
" Tetap aku akan berikan mereka masing-masing 5 triliun sebagai biaya hidup mereka, sisanya bibi yang atur saja", ujar Ranti.
" Baiklah sayang, semoga mereka mau jadi anak Bibi kedua dan ketiga", ujar Suratmi.
" Semoga juga anak laki-laki bibi bisa ketemu, tenang saja orang-orang saya masih terus mencari Ujar Ranti.
Setelah berbicara panjang lebar dengan Suratmi, Ranti masuk ke Gedung yang bertuliskan Yayasan.
Ketika dia masuk semua orang yang diundang berdiri menyambutnya, Pak Gunadi sebagai orang kepercayaan langsung melangkah dan mengarahkan Ranti ke tempat duduknya.
" Selamat pagi rekan-rekan semua, perkenalkan terlebih dahulu, yang duduk di samping saya ini, adalah Nona Ranti Putri, dan Nona Ranti adalah Pemilik Tunggal dari Seluruh Yayasan Bintang Timur, termasuk Yayasan ini, Ujar Pak Gunadi memperkenalkan Ranti kepada seluruh undangan.
" Selamat Pagi Nona Muda dan selamat datang di Yayasan Bintang Timur Jogjakarta, ujar mereka.
' Terimakasih silahkan duduk kembali, saya sungguh senang melihat perubahan tampilan gedung dan taman yang ada sekarang, ini kali kedua saya datang sebagai pemilik, dan perlu di ketahui 2 kakak saya alumni disini, mereka Renata dan Renita, dulu kami terpisah jadi kami hidup dengan kesusahan, terimakasih bagi pengurus yayasan yang lama, atas kebaikan anda semua dan juga para mantan guru kedua kakak saya, ujar Ranti sambil berdiri dan membungkuk berterimakasih.
"mereka anak - anak yang cerdas dan ulet, jadi tidak ada alasan bagi kami untuk menolak mereka belajar disini, ucap ketua Yayasan bidang kedisplinan.
" Baiklah, sekarang kita bicarakan sesuai bunyi undangan yang saya terima, Pertama, kita sudah merenovasi sebagian Gedung dan mengganti semua meja dan kursi serta papan Tulis.
Selanjutnya penataan taman sudah sementara dikerjakan, begitu juga kita sudah mengganti nama Yayasan ini Dengan Bintang Timur cabang Jogja, pertanyaan saya adalah, berapa jumlah murid kita secara keseluruhan, dari play group hingga SMU untuk tahun ajaran ini?' tanya Ranti.
" Tahun ini kita mengalami kenaikan jumlah murid, sebanyak 300 orang, dan secara ruangan dan tenaga guru sudah kami atur dengan baik", ujar ketua Yayasan bagian kesiswaan.
" Bagus kalau ada peningkatan, tolong setelah rapat ini, buatkan saya detil data murid nanti saya berikan Aplikasi nya, dan setiap laporan apapun bisa kalian input disana, dan akan masuk ke komputer saya dirumah, termasuk absensi kehadiran seluruh siswa, guru dan pegawai, siapa yang berprestasi pasti ada hadiahnya", ujar Ranti.
__ADS_1
" Sekarang kita bicarakan rencana kedepannya, saya bercita-cita membuat Universitas Bintang Timur cabang Jogjakarta, karena di Surabaya saya sementara membangun universitas, jadi saya ingin para pengurus tanpa terkecuali agar mulai besok untuk mendatangi para penyewa kios agar pindah sementara, karena kita akan membangun universitas.
Kedua saya juga ingin membangun Panti Asuhan di kompleks ini, kebetulan tanah disamping sebelah kiri sudah aku beli lewat Lewat pak Mulyono, luasnya 4 hektare, nanti kita buat tembok pembatas setinggi 3 meter dan hanya tersedia akses pintu Keluar masuk saja, bangunan itu rencana saya akan di mulai Minggu depan, tolong Pak Supomo yang jadi pengawas, kontraktor nya adalah Pak Herman", perintah Ranti.