
Kehangatan sebuah persaudaraan sangat terlihat jelas diantara mereka bertujuh, apalagi dengan ketambahan dua anggota baru.
Selesai berpelukan, akhirnya Ranti memasuki ruang tunggu, di dalam tunggu, Ranti terlihat tengah sibuk menerima telpon dari Rendi, bahwa perintah Ranti untuk mencari 100 keluarga yang memang sangat membutuhkan modal, sudah terkumpul 60 keluarga.
" Halo Rendi, bagaimana dengan 100 kepala keluarga miskin yang ku suruh kamu cari ? tanya Ranti
" Hingga kemarin sore saya sudah mengumpulkan data 60 keluarga, mereka ada yang berjualan, kue keliling, buah-buahan, gorengan dan bakso, serta masih ada lagi beberapa jenis pedagang.
Kerja bagus, tapi yang harus di utamakan adalah ibu janda yang masih menyekolahkan anak, dan kamu lihat tingkat kebutuhan mereka apa, Kata Ranti
" Disini ada 2 orang kakak beradik masih remaja yatim piatu, berjualan Indomie rebus kalau Sore, mereka masih sekolah dan kuliah.
Mereka juga di prioritaskan, bila perlu buatkan tempat yang bagus dan tanyakan juga apa kebutuhan mereka yang lain, perintah Ranti.
Baik Nona, dan kira-kira kapan akan di cairkan dananya, tanya Rendi
Apakah kamu sudah membagi kira-kira per keluarga dapat berapa ? tanya Ranti
Saya hanya menginformasikan bahwa setiap keluarga dapat 15 juta bantuan modal, tapi memang ada beberapa yang seperti butuh lebih dari itu, misal Dua anak Yatim itu berjualan di depan rumahnya, terlihat lumayan laris hanya modal untuk pembuatan tempat dan belanja mie yang mereka jual, kata Rendi
Kamu susun dulu, berapa orang ibu Janda, anak Yatim, dan Yatim Piatu, untuk ibu Janda 25 juta, anak yatim-piatu yang tidak bersekolah 30 juta, anak yatim-piatu yang masih bersekolah 50 juta dan belikan kebutuhan mereka jualan, apa bisa di mengerti, tegas Ranti
" Mengerti Nona, jawab Rendi
" Semua sudah harus beres paling lambat tanggal 30 Desember dan tanggal 31 Desember saya akan cairkan semuanya. Namu khusus yang anak yatim-piatu, " Aku mau berkunjung", ke tempat mereka, tolong kamu belikan 1 Laptop dan 2 Handphone.
Sekarang kamu ke tempat mereka dan Renovasi tempat mereka jualan, kerahkan berapa banyak orang, dan aku mau tanggal 31 sudah selesai, apa kamu bisa lakukan untuk ku Rendi ? lanjut Ranti
" Akan saya lakukan, tapi mohon maaf ibu janda juga butuh perbaikan gerobaknya ?
" Langsung ganti saja gerobaknya dengan yang baru, tidak usah di perbaiki, oh ya untuk semua yang berjualan memakai gerobak, langsung belikan saja.
" Yang jual kue keliling apakah ibu-ibu atau anak-anak? tanya Ranti
Ibu dan anak, hanya mereka masih Keluarga utuh, tapi sayang anaknya tidak sekolah, suami ibu itu juga yang buat kuenya ? kata Rendi
Suruh anak itu sekolah dan belikan perlengkapan untuk pembuatan Kue, dan kalau ibu itu bisa bawa motor kamu belikan motor dan beri modal 25 juta, sedangkan anaknya persiapkan tahun depan masuk sekolah lagi, ucap Ranti.
Baik nona sudah ku catat dan sekarang saya ke tempat ibu janda yang jualan pecel dan bakso, ibu tukang kue keliling dan 2 anak yatim-piatu.
" untuk uang cashnya nanti aku cairkan tanggal 31 Desember dan suruh mereka semua buat rekening bank Mandiri, minta bantuan ke pak Jusuf kepala Cabang Bank Mandiri Pusat Surabaya, katakan dari saya, kata Ranti.
" Baik Nona, kata Rendi
" Saya sudah transfer ke rekening kamu 2 milyar untuk merenovasi tempat yang butuh di renovasi, pakai dengan bijak dan semua laporan harus beres, buat dokumen sebelum kamu renovasi dan sesudah ? bagaimana apa masih ada lagi yang ingin kamu sampaikan, tanya Ranti
" Tadi, ada yang datang ke kantor Namanya Pak Sumadi, dia melaporkan bahwa dia ketua Tim Keamanan yang akan di latih, kata Rendi melaporkan
" Kamu Carikan, orang yang bisa mendidik security, tapi saat ini teori saja dulu dan ajarkan berperilaku saat menghadapi orang-orang penting, nanti mereka akan di perbantukan di kantor kamu itu, jadi kamu pilih mana yang berpotensi bagus, kamu tarik dan didik dengan baik, Kata Ranti
" Baik Nona, saya akan periksa seluruh dokumen mereka, jawab Rendi
__ADS_1
" Oke, aku sudah harus naik pesawat sekarang
Ranti bergegas menuju pesawat, dia sengaja tak menggunakan fasilitas dari Bank Global Intercontinental.
Di dalam kabin kelas bisnis terdapat 5 kursi dan penumpang lainnya ada 2 orang lagi warga Indonesia.
Perjalanan akan di tempuh sekitar 20 jam dan satu kali transit, terdengar informasi di dalam pesawat, bahwa pesawat akan segera berangkat.
Setelah take off dan posisi pesawat telah berada dalam keadaan stabil, barulah Ranti meminta ijin untuk online.
Suasana penerbangan yang membuat Ranti, keasyikan nonton video YouTube, konten tentang seafood adalah kegemarannya, apalagi si konten kreator melakukan mukbang dengan beberapa lobster yang super besar, seakan membuat Ranti ingin segera kembali ke rumah dan masuk Ruang Dimensi untuk makan lobster peliharaannya.
Perjalanan masih panjang, sayup-sayup terdengar 2 warga Indonesia lain yang berada di kelas bisnis dengan Ranti berbicara
" Bro bagaimana dengan rencana kita soal proyek di Cirebon, ucap seorang laki-laki paruh baya, kepada temannya
" Kita kalah cepat bro, soalnya disana sudah ada peternakan sapi yang di gadang-gadang adalah sapi unggul, balas laki-laki yang satu lagi.
" Tapi aku dengar, peternakan itu belum pernah menjual sapinya, karena peternakan itu baru di mulai, mungkin sekitar 3 atau 4 bulan lagi mereka akan mulai buka jalur penjualan, apa kita akan ikut dalam proses pengajuan pembelian? atau bagaimana, kata laki-laki yang pertama
" Sapi import masih lebih berkualitas daripada sapi lokal, walau katanya unggul, tapi cara dan teknologi kita masih jauh dengan negara luar, balas laki-laki yang kedua.
Kita lihat saja dulu bagaimana ke depan, jika memang kualitas nya bagus, untuk apa kita impor, kata laki-laki yang pertama.
Bro, kalo ini kita ke China untuk mencari investor peternakan kita, daripada kita impor barangnya, mending kita cari investor. kata laki-laki kedua.
" Pabrik makanan beku, saya sudah mulai tidak kuat dengan persaingan yang ada, semakin banyak yang bergelut di bidang itu, apalagi mereka menggunakan bahan-bahan yang kualitas baik, kata laki-laki pertama
" Boleh juga mumpung belum banyak yang tahu, jika kita duluan, pasti kita dapat kuota barang yang lebih banyak dan kedua, kita bisa lebih dulu memilih yang bagus dari yang bagus, aku setuju, apa salahnya kita gunakan hasil dari negeri sendiri.
Ranti mendengar omongan mereka, membuatnya sedikit senang juga penasaran, " apakah nanti peternakanku bisa menjadi kebanggaan negara", gumam Ranti.
Salam bapak-bapak, kenalkan nama saya Ranti, dari Surabaya, kalau boleh saya tau Pabrik Makanan bapak berlokasi dimana, maaf tadi tidak sengaja saya nguping.
akhh .. tidak apa-apa, Saya Samuel dan ini kawan saya Nurhadi, pabrik saya ada di Tanggerang, kami fokus membuat makanan beku dengan bahan dasar daging sapi, ayam dan ikan laut, hanya saja biaya produksi untuk bahan daging sapi lumayan besar dan lagi harganya tak menentu, jawab Samuel.
" Sudah di pasarkan sampai mana pak, tanya Ranti
" Hingga saat ini, baru di Jawa dan Bali, serta sebagian Sulawesi, jawabnya
Bapak mau investor untuk peternakan atau pengembangan di produksi saja, tanya Ranti
Jika ada investor yang berminat, saya akan ambil dua-duanya, peternakan akan kami bangun untuk keseimbangan bahan baku disaat harga lagi naik, saat ini di Indonesia, masih kurang orang yang mau beternak sapi skala besar, kata Samuel
Darimana bapak- bapak berdua tahu kalau di Cirebon sudah Mai ada rintisan ternak sapi unggul? pancing Ranti
" Dari teman saya, dia orang Cirebon, dia mengirim beberapa foto sapi yang di ternak di sana, waktu itu dia lagi kerja di proyek itu, kata Samuel
Sapi import memang bisa di katakan lebih berkualitas, itu karena teknologi mereka, nah, kita juga bisa menerapkan teknologi yang sama, bahkan bisa lebih baik. kata Ranti
" Tapi mungkin harganya akan mahal, secara otomatis jika hasil peternakan sapi itu ternyata sangat baik, pasti orang - orang akan berebut, apalagi para pemain besar, kata Nurhadi memotong pembicaraan.
__ADS_1
Silahkan bapak-bapak berdua datang kesana, saya sudah melihat penerapan teknologi dan orang-orang yang bekerja disana semuanya terlatih dan ada yang pernah bekerja di peternakan terbaik di Jepang dan Korea Selatan, kata Ranti
Ternyata Nona justru lebih tau daripada kami soal peternakan itu, kata Nurhadi
Saya sangat mengetahuinya, saat ini untuk percobaan mereka baru mulai dengan 500 ekor sapi jenis Kobe, jika bapak-bapak berdua berminat silahkan ketemu dengan Pak Adam, Pak Haryo atau Niko, mereka teman saya, Pak Samuel bisa katakan saya yang memberikan informasi tentang mereka.
Mereka sebagai apa disana Nona, tanya Samuel
Mereka yang bertanggung jawab di sana, katanya Pemilik Peternakan itu, belum bisa mengurus nya, Kepala Pengurus disana yang namanya Pak Adam, kata Ranti
" Boleh juga itu Nona, siapa tahu kita bisa jadi pelanggan pertama, hahahaha, kata Nurhadi
Silahkan negosiasi dengan mereka, karena kalau harga saya kurang tau, maklum saya, hanya berteman dengan mereka saja, tidak sopan saya tanya banyak hal kepa mereka, jawab Ranti.
Maaf Nona kalau nona berbisnis apa, kalau boleh tau, tanya Nurhadi
Saya sementara membangun pabrik makanan bayi dan ibu hamil, dan mungkin 3 bulan lagi, pabrik saya sudah mulai masuk produksi perdana, jawab Ranti
Ternyata kita di bidang yang sama, atau jangan-jangan, Nona kenal mereka karena ingin membeli bahan baku untuk pabrik Anda juga, kata Samuel
Bapak benar, tapi tidak mungkin saya langsung membeli 500 ekor sekaligus, saya paling untuk produksi pertama paling banyak saya butuh hanya 6 ton untuk 3 sampai 4 bulan, atau 2 ekor perbulan, tapi kalau bapak bisa lebih, jadi kita berbagi saja, kata Ranti.
Berapa banyak Investasi yang nona keluarkan untuk pembangunan pabrik hingga produksi, Tanya Nurhadi
Di luar lahan sekitar 300 milyar untuk tahap awalnya, progresnya bagus, saya akan menambah kapasitas produksi dan pasti membangun lagi, lahannya masih luas, jelas Ranti
Dengan modal segitu pasti pabriknya sangat besar dan teknologi nya pasti canggih punya, kata Samuel membayangkan.
" Saya menggunakan alat dan mesin yang canggih dan semuanya sudah berada di pabrik saya, Januari depan sudah mulai pemasangan mesin-mesin pengolahan, kata Ranti Jujur
Saya jujur saja Nona, saya memegang beberapa merk dagang yang saya pasarkan, jika kelak sudah mulai produksi apakah saya bisa bekerja sama sebagai distributor, kebetulan merk makanan bayi yang saya pegang sudah memindahkan pabriknya ke Vietnam, jadi harus impor jadinya, kata Nurhadi
Ini kontak asisten saya, pak Nurhadi bisa menghubungi nya dan katakan dari saya, kata Ranti
Pak Samuel, kira-kira dana yang anda butuhkan untuk pengembangan produksi berapa banyak, tanya Ranti
Sekitar 200 hingga 300 milyar, saya mau mengganti dan menambah mesin, mesin produksi saya sudah ketinggalan jaman, kata Samuel
" Terus kenapa harus ke China, apakah tidak investor di Indonesia, tanya Ranti
" Sangat banyak investor di Indonesia, hanya saja saya dapat tawaran mesin dan pertukaran nya adalah harga mesin dengan saham, karena itu saya berpikir, jika mereka setuju, berarti mesin nya segera datang, tapi berbeda kalau kita menunggu investor setor dana dulu baru kita cari mesin, kata Samuel
" Benar juga, sebenarnya saya tertarik berinvestasi di perusahaan anda, tapi penjelasan anda sudah jelas apa yang paling perusahaan anda butuhkan, kata Ranti.
Tak terasa pesawat sudah mau mendarat untuk transit, perbincangan panjang dengan dua bapak-bapak lumayan membuka wawasan Ranti soal bagaimana cara bertahan dalam kondisi apapun.
Di lain pihak dan lain situasi, Rendi sedang berjibaku dengan tugas yang berikan oleh Ranti, beruntung bagi Rendi walau pak Sumadi, orang baru, tapi sudah mau membantunya untuk mencari 40 keluarga lagi yang akan di berikan bantuan.
Belum lagi tugas untuk merenovasi tempat jualan orang yang akan di bantu, mengurus Anggota Tim Keamanan, Rendi terlihat sangat Lelah, tapi dia tetap tegar dan berikhtiar untuk bisa menyelesaikan perintah bosnya.
" Dalam batin, Rendi berbicara, aku sudah sangat beruntung bisa bekerja dengan orang yang baik, dan hanya butuh beberapa waktu lagi, aku akan menikmati jerih lelahku, demi istri dan anak, aku harus bisa melewati ini semua, apalagi punya bos yang baik dan menghargai keringat karyawan nya.
__ADS_1
Teman-teman seangkatan Rendi banyak yang berkutat dengan surat lamaran kerja, ada juga mungkin sedang berusaha membuka bisnis, tapi saat ini Rendi secara keuangan sudah sangat mapan, gaji 2milyar pertahun, dan menurut bos Ranti kedepan pasti akan dia naikkan.