
Astaga, aku lupa mau kerumahnya Tiara, besok saja di sekolah.
Di tempat lain, tepatnya di Magelang, sebuah mobil mendatangi sebuah rumah dari keluarga sederhana, mereka adalah Padang Gunadi dan Elok, mereka memang sedang menunggu anak angkatnya.
" Selamat sore Bu, maaf terlambat, untung tadi mobil adik kembar Vanya nganggur jadi ku pinjam, ucap Vanya
Vanya datang ke Magelang untuk menjelaskan, tentang masalah yang terjadi dengan Tristan, hingga keluarganya Tristan datang mempersalahkan Gunadi dan Elok.
Tepat setelah isya, keluarga besar Tristan datang ke rumah sementara Gunadi dan Elok.
pertemuan itu di buka oleh kedua sepuh keluarga.
" Nak Vanya, kami ingin bertanya, hal apa seperti apa yang membuat kamu menggugat cerai Tristan sebagai suami kamu, padahal jika di lihat, Tristan memperlakukan kamu dengan baik dan sopan, tanya sesepuh keluarga Tristan.
" Saya akan menjawabnya, tapi apapun jawaban saya, itulah persoalannya, tolong jangan ada yang menyela.
Terlihat wajah Tristan dan kedua orangtuanya yang sudah memerah.
" Selama menikah, saya tidak di berikan nafkah lahir dari Tristan, 1 bulan hanya 3 juta untuk belanja dapur, bahkan akhir bulan dia masih meminta untuk beli rokok dan ongkos dia bekerja, padahal gaji dia 20 juta, saya hanya 3 kali di belikan baju, karena menurut Tristan jika ingin beli sesuatu yang tidak berkaitan dengan dia, aku harus cari uang sendiri, jadi aku bekerja jadi pelayan toko.
Saat gaji 6 juta, jika lagi ramai, setiap saya gajian, dia minta uang atau suruh aku mentraktir makan di luar, katanya hitung-hitung ongkos dia antar saya bekerja.
Yang terakhir, adik saya memberikan aku uang 15 milyar untuk beli rumah dan mobil, aku memilih mobil yang cocok buat Tristan pakai bekerja dan memang dia yang menggunakannya.
Malam itu dia meminta ATM yang berisi uang sisa pembelian mobil dan rumah, yakni 11 milyar lebih, katanya mau bangun rumah orangtuanya, aku mengijinkan dengan syarat bagi 2, setengah buat orang tua saya, tapi dia menjawab, orang tua dia lebih penting daripada orsngtua saya, dia merasa tidak enak akhirnya dia setuju membaginya tapi tunggu sisa dari pembangunan rumah orangtuanya, pertanyaan saya, apakah uang itu hasil kerja Tristan sampai dia berhak mengatur uang dari adik saya, bagaimana menurut sepuh, selama menikah saya hanya di kasih makan saja, jajan gorengan saja tidak pernah dia berikan, sudah begitu uang dari adik saya dia juga yang mengaturnya, jelas say tidak terima, ucap Vanya.
" Tristan, kamu ke manakan sebagian besar gaji kamu? tanya sepuh keluarganya, jelas mereka kaget jawaban dari Vanya.
" Saya kirim buat ayah dan ibu, 14 juta tiap bulan nya, 3 juta buat belanja makan aku dan Vanya, 1 juta bayar kontrakan dan sisanya bayar cicilan motor dan ongkos aku bekerja, jawab Tristan.
" Kamu tidak pernah berpikir membelikan Vanya pakaian, tanya sepuh keluarganya
" Pernah, tapi orangtua saya lebih penting dari dia, jadi kalau aku ada uang baru aku pikirkan Dia, Vanya hanya istri, orang tuaku yang melahirkan aku, dan menyekolahkan aku, jadi tetap nomor satu orang tua saya, masa dia yang datang disaat aku sudah sukses, kata Tristan.
" Pak Gunadi dan Elok, saya sepuh dari keluarga Tristan, tapi jawaban Vanya sangat benar dan di dukung oleh pernyataan Tristan, saya mendukung Vanya menggugat cerai Tristan, dan sangat di sayangkan keponakan saya tidak memperdulikan rumah tangga anaknya, anak laki-laki menikah harus mengutamakan keluarga nya, namun bukan berarti mengabaikan orang tua.
Kasus ini berbeda, anak sudah menikah, tapi orang tuanya masih meminta gaji anaknya dengan bagian yang lebih besar, alasannya untuk sekolah adik-adiknya, seharusnya Tristan jangan diijinkan menikah sebelum adik-adiknya tamat sekolah, ucap sepuh keluarga Tristan.
" Paman kami kan orang tuanya, jadi wajib dia membantu kami, ujar ayahnya Tristan
" Anak wajib berbakti kepada orangtuanya, terus bagaimana dengan istrinya, dan apakah kamu dulu berbakti pada almarhum kakakku yang adalah ayah mu?
" Vanya, kamu masih muda, Tristan pendirian nya seperti itu, jadi lebih baik kalian berpisah, kakek kasihan dengar cerita kamu, punya suami tapi banting tulang cari uang sendiri, sementara suaminya sibuk mengurus orangtua dan adik-adiknya, apalagi kalau pak Gunadi minta tolong, lebih mustahil lagi, kakek Tristan.
" Terimakasih kek, biarpun adik saya kaya raya, aku juga tidak mau mengemis, malu saya punya Suami, terus aku minta uang ke adik saya hanya untuk pakaian dalam saya, itu perintah Tristan, aku menolak justru aku yang di tamparnya.
" Tristan, hati-hati kamu, saya laporkan ke Bram kamu, teriak elok mamanya Vanya.
" Astaga Tristan, kenapa kamu bertindak kasar seperti itu, ucap kakeknya
" Aku mendidik istri yang tidak mau nurut suami, apa aku salah, jawab Tristan
" Kenapa kamu suruh minta uang ke adiknya untuk biaya hidupnya, terus apa gunanya kamu sebagai suami, tanya Elok
" Uang saya tidak cukup buat belikan dia baju yang Banyak, mengertilah, jika aku belikan dia baju, terus Bagaimana dengan kehidupan orang tuaku dan adik-adikku, jawab Tristan
__ADS_1
" Apa gunanya kamu menikahi Vanya atau wanita lain, apa hanya untuk kami gunakan penyaluran nafsu kamu, tanya elok mamanya Vanya.
" Tidak juga, kan aku setiap bulan kasih uang belanja, 3 juta masa tidak cukup buat, kecuali aku tidak memberikan dia makan, disitu aku salah, kalau kalian persalahkan aku tidak bisa memenuhi kebutuhan pakaian dan lainnya, itu tidak bisa salahkan saya, dia harus bisa mengatur uang 3 juta dengan baik, jawab Tristan.
" Baiklah kami memang pintar, sekarang Vanya sudah menggugat kamu, terus mau kamu apa, tanya Elok
" Aku tidak setuju, jawab Tristan
" Apa alasan kamu tidak setuju, apa Vanya sudah merugikan kamu, tanya Elok
" Jelas saya rugi, saya menikah pakai uang saya, jadi kalau dia menggugat cerai, silahkan kembalikan uang kami, jawab Tristan lantang
" Terus kamu tidak hitung dia melayani kamu selama setahun, kami anggap apa anak saya, bentak Gunadi
" Tristan saya tidak pernah campur urusan rumah tangga kalian, tapi kamu sudah kelewatan, apa Vanya melayani kamu tidak cukup, biadab kamu, ucap Supomo.
" Berapa mahar yang kamu berikan untuk keponakan saya, jawab, nanti saya laporkan ke adiknya, bentak Supomo.
" 25 juta, belum pesta resepsi dan juga harga diri keluarga saya, dia berani menggugat saya maka dia harus ganti rugi, jawab Tristan dengan tegas.
" Baiklah, adik saya akan membayar nya, hitung saja sekarang, malam ini adikku akan mentransfer uangnya, ucap Vanya
" Totalnya 5 milyar, jawab Tristan
" Benar segitu, tanya Vanya
" Ia kenapa, apa perlu aku tambah tuntutan saya, Ucap Tristan.
" Baiklah, tak perlu adik saya untuk membayar nya, mana nomor rekening kamu,
Setelah Tristan memberikan nomor rekening nya, Vanya berkata
" Saya kirim videonya ke medsos aku ya, dan pembicaraan malam ini sudah aku rekam jadi terimalah uang itu, hanya 5 milyar, belum menghabiskan 1 persen dari dari yang adikku berikan.
" Biarpun dia kaya, tapi belum masuk daftar orang terkaya Indonesia, jadi orang kaya biasa, jawab Tristan yang senang sudah dapat 5 milyar.
" Kamu mau lihat uang saya ada berapa sekarang, tantang Vanya,
" Hahahaha Paling juga sisa 6 milyar, secara kamu sudah berikan kepada saya 5 milyar, ujar Tristan dengan percaya diri.
" Hahahaha, kasihan sekali, kakek sepuh terimakasih sudah melihat kasus ini dengan cermat, ucap Vanya
" Sama-sama, kami permisi, dan maaf dengan sikap keponakan dan cucu saya, nak Vanya.
Setelah keluarga Tristan pergi, Vanya langsung mengirim semua rekaman ke Ranti.
" Kakak tenang saja, selamanya dia tidak akan pernah mengganggu kakak lagi, biarkan mereka menikmati uang itu dulu, baru kita hukum mereka, nanti aku ganti uang kakak Ucap Ranti
" tidak usah uangku masih banyak, kata Vanya
" Udah aku kirim, cek saja, balas Ranti dan langsung menutup telponnya
" Apa kata adikmu, tanya Supomo
" Adikku marah besar, dan dia mengganti uang yang vanya berikan ke Tristan, Paman dan ibu lihat sendiri berapa banyak yang barusan di kirimnya
__ADS_1
" Supomo dan Elok hampir muntah melihat angka yang ada di layar handphone Vanya, Ranti mengganti sebesar 500 Milyar, dengan pesan teks ; Buat jajan kakak
" Mas 500 milyar hanya untuk Vanya jajan, terus selama ini uang kita makan apa ya, ucap elok
" Mas juga bingung, coba tanya suami kamu, pasti dia juga bingung, hahahaha, ketawa Supomo.
"' Ayah, ibu, paman, bibi, maafkan Vanya, sudah membuat kalian malu, ucap Vanya.
" Sudah benar tindakan kamu itu, untung saja kalian belum punya anak, dan satu lagi, dia laki-laki yang bodoh, andai dia pintar, dia bisa berpura-pura baik-baik sama kamu, pasti dia juga yang ikut nikmati uang dari adikmu, tapi dasarnya bodoh dan gila harta ya seperti itulah jadinya, ucap Supomo.
" Oh ya Vanya, kakak sepupu mu sekarang jadi kepala sekolah, di tempat dia mengajar, ayahmu diangkat menjadi kepala perwakilan yayasan dari pusat Surabaya, Pamanmu juga kebagian kebagian pekerjaan sebagai pengawasan pembangunan, bulan besok kami pasti lebih banyak di Jogja, ucap Elok.
" Vanya sudah tau, awalnya Vanya melarang, biar ayah dan paman bisa menikmati masa tua dengan santai, tapi menurut adikku, orang kalau tidak ada kesibukan justru cepat pikun, ucap Vanya.
" Justru ayah senang ada kesibukan, toh pekerjaan nya juga tidak berat, lagian itu juga sudah pernah ayah kerjakan waktu masih Dinas, Paman mu dari dulu orang proyek, jadi biar kata sudah tua, tetapi kami masih mampu, bener gak mas, tanya Gunadi
" Hahahaha tua-tua keladi, jawab Supomo.
" Ayah, ibu, paman dan bibi, Vanya kembali ke Jogja sekarang, gak enak sama si kembar yang gak ijinkan Vanya nginap, besok kalian berempat diundang si kembar kerumah mereka, ucap Vanya.
" Bagaimana kalau malam ini saja kita berangkat, pas jalan sudah sepi, biar besok tidak kecapean, bagaimana ? ucap Supomo
Dengan menggunakan 1 mobil, mereka berlima menuju Jogjakarta, yang berjarak sekitar 60 Km.
Sementara di kediaman keluarga Tristan mereka merasa menang mendapatkan uang 5 milyar.
" Tristan, kamu mau pake beli apa uang sebanyak itu, tanya ayahnya
" Aku mau beli mobil di Jakarta, nanti ayah juga aku bagi 2 milyar, buat beli mobil, dan motor baru buat adik-adik.
Kembali ke Ranti.
Aplikasi mata Dewa, pantau terus si Tristan, pas aku ada waktu akan ku tangkap dia, perintah Ranti
" Baik", balas Aplikasi Mata Dewa.
* Tuan Kapal selamnya sudah siap di upgrade lambung kapal bisa menyimpan alat - alat keselamatan dan makanan.
* Hari Sabtu Minggu depan adalah waktu yang tepat untuk berangkat kesana, karena arus gelombang tidak kencang.
" Oke Rose, jawab Ranti.
* Ada baiknya Tuan berangkat siang, pulang besok nya, Tuan akan mengangkat semua barang itu butuh waktu agak lama, bisa semalaman Tuan di dalam gua itu, ucap Rose.
" Baiklah kalau begitu, berarti aku harus siapkan penerangan, ucap Ranti
* Kalau penerangan gampang Tuan, semua sudah tersedia di lambung kapal, bahkan mampu bertahan hingga 1 tahun nonstop, hanya saja di dalam gua itu lumayan lembab, tapi sudah rose siapkan, hingga pakaian, jawab Rose.
" Terimakasih Rose, selesai semuanya, aku akan bangun wilayah itu dengan baik, janji Ranti
* jika rumah tuan yang di pinggir pantai sudah selesai, maka ambil alih saja gua yang pernah tuan temukan harta yang Banyak, dari situ jaraknya sekitar 250 kilo meter, pakai kapal selam hanya 2 jam tuan sudah tiba disana, itu andaikan Tuan mau buat rumah di pulau itu.
* Rose bisa buatkan parkiran kapal selam anda tanpa ada yang melihatnya, syaratnya tuan buat rumah besar.
* Kapal selam Tuan kedepan bisa diupgrade, agar bisa ke Jakarta bolak balik dan parkir di daerah PIK 2, belum ada teknologi yang mampu melihat mendeteksi Tuan, ini hanya saran saja untuk mencoba perjalanan lain menuju Jakarta.
__ADS_1
" Boleh juga, tapi seberapa dalam kemampuan kapalku menyelam, tanya Ranti
" Jika tuan mengupgradenya, bisa 1000 meter dan Bebas tekanan, tapi tuan tidak perlu sampai sedalam itu, cukup 700 meter saja, sudah sangat menyenangkan, ucap Rose.