
Salma berjalan agak cepat, ketika dia konter Handphone, dan kebetulan, konternya adalah digital Galaxy, yang merupakan konter langganan Ranti.
Salma mampir, dan di sambut oleh beberapa pelayan yang sudah mengenal keluarga Ranti, disaat yang sama datang juga seorang pria dewasa Pemilik konter, Salma pun menyapanya.
" Halo Paman Ndut, apa kabarnya, bagaimana apa sudah ngomong dengan kakakku soal paman butuh Dana, tanya Salma.
" Paman Ndut malu, takut nanti syaratnya gak cukup, ucap Pemilik konter yang namanya Drajat, dia berteman dengan Pak Ryan.
" Jangan takut paman, apa Salma bantu ngomong kakakku, ucap Salma
" Jangan Nona, paman nanti lebih tidak enak, ucap Drajat
" Ya sudah, tapi tolong ambilkan handphone Redmi note 11 Pro 5G, ucap Salma
" Buat siapa Nona, tanya Drajat
" Hadiah buat teman, hari ini dia ulang tahun, kasihan handphonenya kemarin rusak, jadi gak bisa chatting, hehehehe, jawab Salma asal
" Kebetulan konter Paman hanya ada satu buah, ucap Drajat dan menyuruh salah satu karyawan untuk mengambil barangnya.
" Memangnya Paman butuh bantuan berapa banyak, tanya Salma
" Lumayan banyak Nona, 500 juta, kata Drajat
" Oh tenang saja, pasti bisa, nanti Salma bantu ngomongin, tapi Paman harus tepat waktu angsuran ke Kantor, nanti Salma bisa malu sama Kakakku, ucap Salma
' Nanti Paman ngomong sendiri, besok pagi, Paman ketemu dengan Tuan Rendi di kantor
" Sekarang Kak Rendi, sudah pindah tugas, ke kantor besar, Penggantinya Kak Dewi, mama Ketty ponakan ku, ucap Salma
Saat Salma lagi berbincang serius dengan Pak Drajat, semua karyawan, di buat geleng-geleng kepala, " Gila anak sekecil itu sudah bisa ngomong bisnis dengan Bos", batin salah seorang karyawan.
Lebih kaget lagi, saat Salma mengeluarkan Kartu ATM Mandiri Platinum nya, untuk membayar handphone.
Setelah selesai, dia langsung menenteng paper bag dan langsung berlarian ke parkiran.
Hanya butuh waktu 30 menit,
mereka sudah tiba di rumah temannya, Salma telat 15 menit, tapi suasananya sepi, tak banyak teman sekolah nya yang datang.
" Hai Mora, maaf aku terlambat, tadi mampir ke Mall Galaxy kelamaan, ucap Salma
" Tidak apa-apa, terimakasih sudah mau datang, tadi teman-teman datang hanya bersalaman dan langsung pulang, ujar Mora.
" Mungkin mereka mau tidur atau jalan-jalan, dengan orangtuanya, ucap Salma berpikiran positif.
" Ayo masuk, tapi maaf rumahku kecil dan tidak ada AC, Mora
" Jangan bicara begitu, yang penting masih punya rumah, dan kamu punya ayah dan ibu, serta kakak dan Adik, ucap Salma sendu
" Maafkan aku, aku tidak bermaksud membuatmu sedih, ujar Mora merasa bersalah.
' Lain kali jangan bicara kayak gitu lagi ya, marah nanti aku sama kamu, ucap Salma.
" Ini buat kamu, maaf hanya ini yang bisa kuberikan untukmu, tolong di terima dan di pakai, ucap Salma sambil memberikan hadiah yang dia beli.
' Terimakasih Salma, tapi ini banyak banget, ucap Mora
" Ngomong lagi, aku pulang sekarang, ancam Salma
" Ia, ia jangan ngambek dong, ujar Mora
" Nah gitu dong, mana Bibi dan Paman, tanya Salma
" Ada di belakang, apa kamu mau ke belakang, ajak Mora
" Hampir lupa, ini kakakku namanya Armando, sekarang kelas 3, dan ini kak Yat, ucap Salma memperkenalkan Armando dan Yati.
" Aku sudah sering lihat tapi baru sekarang tau namanya
" Saya Armando, kakaknya Salma, maaf aku di ajak mendadak jadi aku hanya bisa berikan ini, ucap Armando sambil memberikan amplop, kepada Mora.
" Terimalah kak Armando, ucap Mora
" Sama-sama, balas Armando singkat
Yati juga hanya memberikan amplop kepada Mora, dan dari belakang datang ayah dan ibu Mora
" Halo Bibi, halo Paman, maaf Salma datang terlambat, ucap Salma dengan sopan sambil mencium tangan kedua orangtua Mora.
" Halo juga Nona Salma, tidak apa-apa, toh sekarang Non Salma sudah datang, ucap ayahnya Mora.
__ADS_1
Yati dan Armando juga memberikan salam dan mencium tangan, sebagai penghormatan kepada yang lebih tua.
Mereka berbincang-bincang sambil bercanda, nampak di wajah Salma begitu Bahagia, Armando yang melihat Salma bahagia, hatinya menjadi damai.
" Salma apa aja isinya, tanya Mora
" Buka saja, dan lihat sendiri, semoga kamu suka, ucap Salma, ada sedikit rasa tidak enak, takut Mora tersinggung.
" Astaga Salma, ini kan sepatu dan tas mahal, ujar Mora
" Kamu ngusir aku pulang ya, ucap Salma dengan akting ngambek
" Hehehehe jangan pulang dulu, jarang-jarang ada tamu orang kaya di rumahku, ucap Mora keceplosan
" Emangnya kalau aku kaya, terus gak boleh datang ke rumah kamu, ucap Salma marah beneran
" Gitu aja ngambek, aku takut tak bisa membalas kebaikan kamu, ucap Mora
" Cukup kamu menjadi sahabat setia dan jujur serta hati, itu sudah balasan yang terbaik buat ku, kita sudah setahun setengah berteman, dan kamu lihat aku tak pernah merendahkan kamu, kamu saja yang terlalu merasa rendah diri, terhadaku, ujar Salma
" Coba dulu sepatunya, kalau kekecilan kasih adikmu, dan kalau kegedean kasih abangmu, nanti kamu ikut aku pergi beli, ujar Salma dengan entengnya.
"Ini sudah pas, ucap Mora
" Nah ini satu lagi, ucap Salma dan memberikan handphone yang baru di belinya.
" Tadi sudah ku belikan kartu Internet, sekarang kamu pasang nomor kamu yang biasa.
" Terimakasih Non Salma sudah memberikan Mora banyak hadiah, ucap ibunya Mora
" Sama-sama Bi, Mora temanku satu-satunya, ucap Salma
Acara anak- anak kompleks begitu ramai, ada yang berjoget-joget dan ada yang lagi makan.
Salma yang keluar dari ruang tamu dan duduk di tenda, sambil melihat anak- kompleks pada bersenang-senang, tidak ada yang tahu siapa Salma sebenarnya.
Disaat Salma lagi duduk dan menikmati kerupuk kesukaannya, tiba- tiba muncul 2 keluarga lengkap dengan anak-anak mereka, kedua kepala keluarga itu, dengan menundukkan kepala menghormati Salma, diikuti seluruh keluarga mereka.
" Selamat sore Nona Muda dan Tuan Muda, kok bisa main sampe kesini, tanya mereka
" Salma dan kak Armando datang ke rumah Mora, dia ulang tahun hari ini, aku sekelas dengannya di Bintang Timur, ujar Salma.
" Gitu yah, maaf paman berdua tidak tahu, Nona Muda, berteman dengan Mora tetangga Paman, Ucap Wawan
" Paman yang mana rumahnya, tanya Armando
" Itu Nomor 4 punya paman Wawan, yang depannya itu rumah paman Sumadi, dan ke belakang lagi, masih banyak yang orang yang bekerja di kantor dan pabrik kita, ucap Sumadi.
" Armando boleh lihat gak Rumah paman berdua, tanyanya
" Silahkan, mari Tuan Muda, ajak Sumadi.
" Tuan Muda kenalkan, ini istri paman, yang ini namanya Zulfikar, umur 4 tahun, yang di gendong itu nanya Rahma, ujar Wawan.
Begitu juga dengan Sumadi yang turut memperkenalkan keluarganya, anak-anak Sumadi sudah Besar- besar, bahkan ada yang sudah kelas 11 sama seperti Ranti.
" Mail, Rangga dan kamu Ismi, ini majikan Ayah, mobil kita dan juga Paman mu Wawan, adalah hadiah dari Nona Muda, kakak nya, Tuan Muda Armando, jadi jika berpapasan di jalan, ingat kalian harus sopan, ucap Sumadi memperhatikan.
" Ia ayah, kami senang ayah sudah menjadi seperti ini, Kami bersyukur, Nona Muda Ranti, masih mempercayai Ayah dan paman Wawan, tak mungkin kami berlaku buruk kepada siapapun, kecuali terpaksa, Ismail sebagai anak tertua.
" Tuan Muda, terimakasih sudah memberikan ayah kami kesempatan untuk bertobat dan bahkan, kini kami punya rumah sendiri dan mobil sendiri, dan semuanya, ayah dapatkan dengan Halal, ucap Rangga.
" Menurut kakakku, ada orang yang kelihatan baik, tapi ternyata di hatinya busuk, tapi ada yang terlihat jahat bahkan sudah berbuat jahat, setelah bertobat, justru menjadi orang yang paling baik, buktinya ada lihat paman Wawan dan paman Sumadi, kata kak Ranti, pertemuan awal justru mereka bertarung, bahkan ada yang patah tangan dsn kaki.
Setelah di obati kakakku, sekarang mereka semua menjadi orang kepercayaan kakakku, karena kak Ranti percaya, paman Wawan dan paman Sumadi, masih memiliki hati yang baik, lihatlah sekarang, buah kesetiaan dan kejujuran mereka berdua, rumah sudah punya, mobil walau bukan mobil mewah tapi bisa untuk pergi jalan-jalan, gaji pun lumayan, benar gak paman, tanya Armando tiba-tiba
" Itulah Tuan Muda, kami bersyukur, bertemu dengan Nona Muda, dan ternyata kalian saudara bersaudara, semuanya memiliki sikap rendah hati, siapalah kami ini, hingga tuan muda mau menyebut kami Paman, ucap mereka berdua.
" Karena Paman berdua sudah menjadi orang baik, dan sangat berjasa menjaga perusahaan kami, dan yang terpenting, kakakku, mengajarkan agar Armando dan Salma, jangan pernah merendahkan siapapun, mau dia sopir, pelayan, atau seperti paman yang hanya security, menurut mereka, itu hanya pekerjaan, tapi kita dasarnya sama, sama-sama Manusia, Ucap Armando.
" Hebat sekali ajaran Nona Muda Ranti, Ismail, Rangga dan ismi, di kantor, ada tertulis, mau sepintar apapun, tidak akan di terima bekerja di perusahaan, kalau akhlak nya jelek, dan itu wajib bagi seluruh karyawan, tegas pak Sumadi.
" Kalian contoh tuan Muda dan Nona-nona Muda, bos Paman dan ayah Kalian, walaupun sudah kaya, tapi lihat lah, cara menyapa paman dana ayahmu sangat sopan dan santun, walau kata orang lain kita ini kaum rendahan, tapi kalian harus ingat, bos Paman dan ayah kalian, menganggap kami karyawan nya sebagai keluarga, ucap Wawan mendidik ke-tiga ponakannya.
" Terimakasih paman, dari kami kecil Paman selalu sayang sama kami, ucap mereka bertiga.
Lagi asik ngobrol, tiba-tiba datang Salma bersama Yati dan Mora
" oh disini rumah paman berdua rupanya, Ucap Salma
" Maaf Nona Muda, rumah Paman hanya segini, ucap Sumadi
__ADS_1
" Yang penting rumah sendiri, daripada dulu ngontrak, dan pindah sana sini, kasihan kakak- kakak itu, ucap Salma.
"' Kakak semua kenalkan saya Salma, adiknya Kak Armando, ucap Salma
" Saya Ismail, panggil saja mail, Nona Muda
" Saya Rangga, panggil saja Angga
" Saya Ismi, panggil saja is
" Baiklah, kapan-kapan Salma dan kak Armando akan main kesini, disini juga ada teman Salma, Mora
" Adik Mora juga dekat dengan kami semua, kami selalu berangkat ngaji selalu bareng, ucap Ismi.
" Maaf ya kakak-kakak semua dan Paman berdua yang hebat, karena hari sudah sore Salma dan kak Armando mau pulang dulu, ucap Salma
" Datang dengan siapa Nona Muda, mang Dul atau pak Jumono, tanya Pak Sumadi
" Sama paman Jumono dan kak Yati, itu Paman Jumono yang hebat juga, sudah mau antar Salma dan Kak Armando tiap hari ke sekolah, ucap Salma dengan senyum manisnya.
" Nona Muda pintar bercanda, ujar Sumadi
" Memang benar kok, Paman berdua orang hebat, sudah membantu menjaga usaha kami, dengan dengan sangat baik, ada orang di gaji tapi malas, bahkan seolah dia bosnya, kata Salma
" Terimakasih Nona Muda, ucap mereka berdua
" Makanya Paman berdua jangan sampe buat kak Ranti ngamuk, kan paman berdua Uda ngerasain bagaimana kak Ranti kalau ngamuk, ucap Salma mengingatkan waktu awal Ranti bertarung dengan mereka.
" Hahahaha ia Nona, paman Wawan sampe di larikan ke Klinik, tapi sekarang, di kasih uang buat beli rumah dan juga di kasih mobil, ucap Wawan bahagia
" Negeri kan kalau diingat-ingat, ucap Salma
" Benar Nona Muda, makanya Paman kapok jadi preman, mungkin kalau orang lain, paman berdua, sudah di masukkan penjara dan cacat seumur hidup, ucap Wawan
" Sekarang bersyukurlah, dan tolong bantu kami dalam menjaganya agar kita sama-sama bisa menikmati hidup layak, ucap Salma penuh harapan
" Selama paman berdua masih kuat pasti akan terus menjaga usaha keluarga Nona Muda dan Tuan muda semuanya, ucap mereka.
" Ya sudah, kakak bertiga ini bagi yang adil dan ini buat Dede berdua, ucap Salma sambil memberikan uang kepada anak-anak Sumadi dan Wawan.
" Terimakasih Nona Muda, dan hati-hati di jalan, ucap mereka semua sambil menundukkan kepala sebagai sikap hormat.
Setelah, Salma dan Armando beranjak dan berpamitan ke orangtua Mora. anak-anaknya Sumadi bertanya.
" Ayah, Paman, apakah Nona Muda Ranti bisa bertarung, tanya Mail
" Buktinya Pamanmu Wawan, sampe mukanya waktu itu tak berbentuk, Pak le kamu, patah tangan dan kaki, tapi karena Nona Muda, lihat ayah yang benar-benar tulus sayang dengan anak buah ayah dan berlutut minta maaf, saat itulah ayah melihat Nona Muda Ranti, berbesar hati memaafkan ayah dan semua anak buah ayah, kami di hukum menjaga panti asuhan Agape, tapi anehnya Nona Muda Ranti memberikan ayah dan anak buah upah harian, ucap Sumadi mengenang masa lalunya.
" Setelah itu Nona Muda, memberikan kami pilihan, mau jadi preman seumur hidup dan peralat orang terus menerus, atau menjadi Security yang lebih bermartabat, dan Alhamdulillah tak satupun anak buah ayah yang menolak, dan sekarang kalian lihat ayah dan anak buah ayah, walau tidak hidup bergelimang harta, tapi saat ini ayah bisa menafkahi kalian semua dengan uang yang halal, bahkan ayah sekarang hidup lebih damai, shalat pun bisa ayah kerjakan, ucap Sumadi sambil merangkul anak-anaknya
" Ayah, adalah ayah yang hebat, dulu mail malu jika teman bertanya, apa pekerjaan ayah, tapi sekarang dengan bangga kami pasti menjawab, Kepala Tim Keamanan PT RPS GROUP COMPANY.
" Terimakasih atas kesabaran kalian dan maafkan ayah yang dulu suka membentak, bahkan memukul kalian dan juga ibu kalian, ayah bersyukur bisa menikah dengan ibu kalian bertiga, ucap Sumadi
" Benar kata Nona Muda Ranti, ayah di berikan kesempatan, karena ayah masih miliki hati yang baik, ucap Ismi
" Belajarlah kalian baik-baik, harapan ayah, kalian semua bisa jadi sarjana dan mengabdi kepada Nona Muda dan Tuan Muda, dan mungkin setelah kalian lulus kuliah, perusahaan keluarga Nona Muda sudah sangat banyak, ucap Sumadi.
" Ayah, Mail mau kuliah ambil ambil ilmu komputer, tapi niatnya ingin menjadi seperti ayah, seorang Tim Keamanan, kedepannya jika Proyek Kota Terpadu selesai, butuh teknologi untuk membantu kinerja security di lapangan, ucap Mail.
" Ayah tidak melarang anak - anak ayah bercita- cita, asal jangan pernah sombong dan memandang rendah orang lain, tanamkan prinsip itu dalam diri kalian, ucap Sumadi
" Oh ia ayah, menurut ayah berapa banyak kekayaan Nona Muda Ranti, tanya Rangga
" Tidak ada yang tau berapa jumlahnya, tapi kamu lihat Mega Proyek Kota Terpadu, yang sedang di bangun itu, dananya 300 triliun, dan menurut tuan Rendi, uangnya sudah tersedia, tinggal ambil saja di Bank.
" Dan kalau gosip di kantor, harta Nona Muda Ranti, mampu membeli negara Singapura, dan bandingkan saja siapa yang sanggup beli tanah seluas 25 ribu hektare, ujar Sumadi
" Di Jakarta Nona Muda, memiliki 3 gedung perkantoran dan 1 kompleks Apartemen, pertokoan, perkantoran dan salah satu Mall terbesar di Jakarta, semuanya di beli dengan Tunai, alias tidak berhutang atau meminjam modal dari orang lain, di Jakarta juga perusahaan pembiayaan nya, sekarang sudah menjadi ketiga terbesar di Indonesia dengan modal 60 triliun, lagi-lagi modalnya adalah milik sendiri, lanjut Sumadi
" Ayah masih tau kalian, Nona Muda, berbisnis, tapi tidak tidak punya hutang sepeser pun, Yang ini pasti kamu melotot, Tuan Muda Armando dan Nona Muda Salma, deposito berjangka mereka saat ini, masing-masing, 24 Triliun, belum Kakak-kakaknya, sudah mencapai 30 triliun, selain Nona Muda Dewi, yang katanya baru di angkat statusnya, sudah memiliki sekitar 15 triliun, Ketty anaknya yang masih umur 2 tahun sudah memiliki, 7 triliun, dan semua uang mereka dari Nona Muda Ranti.
" Apa benar segitu ayah, tanya mereka penasaran.
" Kalau jumlah uang saudara-saudaranya, itu fakta, kecil-kecil Nona Muda Salma dan Tuan Muda Armando, mereka punya Kartu ATM tertinggi dan kedua tertinggi dari bank Mandiri, ucap Sumadi
" Kalian sudah dengar omongan ayah kalian, bagaimana kuatnya mereka, jadi belajar yang Pintar, dan pertahankan akhlak yang baik, itu syarat kunci jika kalian ingin hidup mapan di masa depan, tentunya kita mengabdi dengan setia dan jujur, akui jika salah, dan jangan membela teman kalau dia berbuat salah, itu namanya bijaksana.
" Paman saja kalau salah, mana ayah kalian membela Pamanmu ini, justru hukuman jauh lebih berat, karena ayahmu ingin, paman maju, apalagi paman adalah adik ibu kalian, jika paman berbuat salah, siapa yang menanggung malu, kalau bukan ayah kalian, begitu juga sahabat, apa kalian mengerti, tegas Wawan
" Kami mengerti Paman, ucap mereka
__ADS_1
" Ya sudah mandi dan kita shalat Maghrib berjamaah, ucap Sumadi