
Selesai makan malam, Ranti dan seluruh saudaranya berkumpul di ruang TV, memang rumah Bu Likha dan Mang Dul termasuk besar.
Sepasang anak Mang Dul datang memberi salam.
" Selamat Malam Nona Muda dan Tuan Muda, maaf kami baru tiba ucap Duta dan Dita, mereka saat ini kuliah di Jember.
Mereka berdua masing-masing membawa kendaraan sendiri, Toyota New C-HR hybrid sama dengan milik Salma dan Armando.
Sementara di Rumah besar itu, tinggal 1 anak yang bungsu bersama orang tua Bu Likha yang perempuan dan saat masuk kelas 12, dia juga setiap hari membawa mobil ke sekolah.
Ketiga anak Bu Likha semuanya sudah di berikan Pill Regenerasi Fisik dan Jaringan Sel dan juga Pill penambah kecerdasan serta serum Pembersih dan Kekebalan Tubuh, tidak hanya itu mereka juga sudah di berikan SIM ajaib oleh Ranti.
Bagi warga kampung, Bu Likha dan Mang Dul adalah orang terkaya, bahkan untuk ukuran kabupaten Situbondo, Keluarga Bu Likha termasuk orang terkaya.
" Mifta nanti kalau sudah lulus SMA, kamu mau kuliah dimana? tanya Ranti.
" Saya ingin sekolah Pilot Pesawat di STPI Curug Tangerang, Banten", ucap Mifta.
" Bagus saya setuju, biar kedepannya kamu bisa menjadi pilot pesawat pribadi kami", ucap Ranti.
" Terimakasih Nona Muda, saya akan belajar baik-baik", jawab Mifta.
" Akhirnya kami mendapatkan orang yang bisa lebih kita percaya, kamu belajar baik-baik nanti saya bantu biaya sekolahnya dan akomodasi disana", ucap Ranti.
" Terimakasih Nona Muda, saya jadi gak enak", jawab Mifta.
" Santai saja, ucap Ranti.
" Duta dan Dita, kalian berdua ambil jurusan apa kuliahnya? tanya Ranti.
" Saya Manajemen, cita-cita saya sederhana, saya ingin menggantikan tugas ibu saya", ucap Dita.
" Kalau saya, ambil Fakultas Pertanian jurusan Agribisnis", jawab Duta.
" Kalian bertiga sungguh membuat kami bangga, Dita, mulia sekali cita-cita mu, jangan kuatir, kalian akan menjadi orang-orang kepercayaan kami, tidak sia-sia kami mempercayakan rumah kami kepada orangtua kalian", ucap Ranti terharu.
Mang Dul dan Bu Likha, memang mengarahkan ketiga anaknya agar sekolah untuk mengabdi kepada Keluarga Ranti, artinya di luar kedua orangtuanya.
Dan kebetulan ketiga anaknya merasa itu lebih baik, sudah pasti mereka di hargai dan keturunan mereka juga pasti akan hidup dengan nyaman.
" Jujur saja Nona Muda, kami sangat ingin seluruh keturunan kami mengabdi kepada seluruh nona Muda dan tuan Muda, karena kami yakin, Nona Muda dan Tuan muda akan memperlakukan dengan baik, kami melihat orangtua kami begitu bahagia melayani keluarga besar Nona Muda dan Tuan Muda", ucap Mereka.
" Terimakasih atas kesetiaan kalian, kami memang juga berharap, agar setelah Bu Likha pensiun, ada salah satu dari kalian yang menggantikannya, sudah pasti kami akan memperlakukan kalian dengan baik", ucap Vanya.
" Ayah dan bunda memberi kami pencerahan, dan kami melihat dan merasakan, betapa bahagianya kedua orangtua kami setelah bekerja di rumah Nona Muda dan Tuan Muda, ayah dan bunda terlihat lebih sehat dan juga lebih harmonis, dan jujur saja secara ekonomi kami tidak kekurangan apapun, namun kami diarahkan agar selalu bersikap rendah hati dan tidak sombong", ucap Dita sebagai anak sulung.
" Apa kalian tidak merasa malu memiliki orangtua bekerja sebagai pelayan dan supir? pancing Mercy.
" Buat apa malu, kami di kasih makan dengan keringat mereka, dari kecil kami tidak pernah menanggapi hal orang, toh orangtua kami mendapatkan uang dengan cara yang Halal", ucap Dita.
" Itu baru anak berbakti, ingat baik-baik, kami saja di urus seperti kalian anaknya, makanya kami tidak pernah menganggap orangtua kalian pembantu atau pelayan, bahkan Marni, Dewi dan juga sepupu kalian Yati sebagai pembantu, tapi sebagai orang profesional yang bekerja, makanya gaji mereka juga sesuai profesi mereka, lihat Dewi dan Yati, kami kuliahkan agar bisa memperbaiki nasib mereka, Marni minta kursus masak dan buat kue, kami berikan dan kami yang bayar, itu semua karena kami menganggap mereka adalah Keluarga", ucap Darel.
" Terimakasih Tuan Muda, itu juga kenapa ayah dan bunda meminta kami sekolah, agar kelak kami bisa membantu Nona dan tuan muda semuanya.
" Disekolah teman-teman saya tidak percaya saat Mifta mengatakan kalau orangtua Miftah bekerja sebagai Pelayan dan sopir Pribadi", ucap Miftah.
" Ya ialah mereka tidak percaya, secara rumah kalian saja sudah masuk rumah mewah, kalian juga punya mobil masing-masing, handphone juga mahal, jadi wajar mereka tidak percaya", ucap Friska.
" Kami juga awalnya demikian, apalagi saat ayah mengantar kami ke kampus dengan menggunakan mobil Alphard milik Nona Muda, mereka bingung dengan pengakuan Dita kalau ayah dan bunda hanya seorang Pelayan dan Sopir pribadi", ucap Dita.
" Siapapun pasti tidak akan percaya", ucap Dewi.
Mereka yang sedang asyik ngobrol, membuat Bu Likha dan Mang Dul tersenyum.
Di lain pihak, Prihanto sedang penasaran apalagi sore tadi dia melihat Satrio mengecek tanah warisan neneknya bersama beberapa orang dan terlihat sedang mengukur tanah itu.
Prihanto juga berpikir keras mencari tahu siapa Ranti dan keluarganya, dan apa benar hartanya Marni berjumlah triliunan Rupiah.
Tak terasa waktu sudah Pagi, semua penghuni rumah Bu Likha sudah bangun dan berpakaian rapi, walau hanya dengan pakaian sehari-hari.
Tak lama datang Yati bersama keluarganya, yaitu ayah dan Ibunya serta kakak dan adiknya.
Bu Likha tersenyum melihat kedatangan adiknya dan adik iparnya serta 2 keponakannya.
Setelah berbasa-basi, Ranti segera menjelaskan maksud dia memanggil mereka dan efek dari proses itu.
Keluarga Yati tidak keberatan, apalagi adiknya Bu Likha sudah melihat bagaimana ibunya saat ini yang terlihat lebih sehat dan energik di umur yang sudah 80 tahun, bahkan kerutan saja tidak terlalu terlihat, padahal dulu kondisi sudah sangat lemah, karena sakit osteoporosis.
Tanpa membuang waktu, Ranti segera melakukan proses make over keluarga.
Sejam kemudian keluarga Yati keluar dari kamar dengan perubahan yang sangat besar, kedua orangtuanya terlihat lebih muda, kakak laki-lakinya juga menjadi lebih ganteng, Sedangkan adik perempuannya juga kini berubah tinggi dan semakin cantik di usianya yang ke 17 tahun.
" Terimakasih Nona Muda, ujar keluarga Yati.
" Sama-sama, saya juga ada hadiah untuk kalian, ini buat bapak dan Ibu, masing-masing saya berikan 2 ATM, berisi 25 miliar berbentuk Deposito Berjangka dan 5 miliar untuk di pakai sehari-hari.
Sedangkan untuk kedua saudara Yati, ATM bernilai sama dengan kedua orangtua kalian, saya juga membelikan kalian mobil Toyota Corolla Cross untuk kedua orangtua Yati, sedangkan untuk kakaknya di belikan Hilux GR Sport dan adiknya Yati di belikan mobil New C-HR Hybrid.
__ADS_1
Ranti juga membelikan mereka masing-masing 1 unit motor Nmax terbaru, khusus untuk kakaknya Yati di belikan Honda CBR 250R.
Selesai dengan urusan keluarga Yati, kini dengan berjalan kaki mereka menuju ke Rumah Dewi yang hanya berjarak 100 meter dari rumah Bu Likha dan Mang Dul.
Rombongan keluarga Ranti cukup menyita perhatian warga desa itu, termasuk Pak Kades, bagaimana tidak, Mang Dul dengan gagahnya memandu jalan rombongan Ranti.
" Selamat pagi Pak Dul dan Bu Likha, mohon maaf mereka ini siapa? tanya pak Kades.
" Maaf pak Kades, mereka Para Nona Muda dan Tuan Muda kami dari Surabaya, kami bekerja dirumah mereka, termasuk Dewi, Marni dan Yati", jawab Mang Dul
" Selamat pagi Pak Kades, mohon maaf jika kedatangan kami mengganggu desa ini", Ucap Dewi Listyo.
" Tidak mengganggu, saya justru senang melihat anda sekalian datang berkunjung ke desa kami, itu artinya warga saya yang bekerja di keluarga nona, bekerja dengan baik", ucap pak Kades.
" Mang Dul dan Bu Likha, Dewi, Marni dan Yati, memang bekerja dengan baik dan juga jujur, makanya kami datang kesini, ingin melihat suasana desa mereka", jawab Dewi Listyo.
" Oh ya Pak Kades, tolong kumpulkan para pengurus desa, 2 jam lagi saya ingin berkunjung ke balai Desa, saya ingin menyumbang untuk desa ini, ucap Ranti, dan juga menjelaskan tujuannya memberikan sumbangan.
" Terimakasih Nona, kalau begitu saya mohon pamit untuk mengumpulkan perangkat Desa saya", ucap Pak Kades.
Setelah berbicara dengan pak Kades, mereka lanjut ke rumah Dewi pelayan.
" Selamat Pagi dan Selamat datang di rumahku Nona Muda dan Tuan Muda", sapa Dewi Pelayan.
" Pagi juga Dewi", jawab Vanya.
Kedua orang tua Dewi dan 3 saudaranya menyambut Ranti beserta seluruh Saudaranya dengan sopan.
" Selamat bapak dan ibu, maaf kami datang berkunjung mendadak", ucap Dewi Listyo.
" Tidak apa-apa Nona Muda, kami justru bahagia, karena majikan anak kami datang berkunjung", ucap Ayahnya Dewi pelayan.
" Terimakasih atas sambutannya, kami kesini juga mau lihat hasil Renovasi rumah bapak dan ibu, juga mau lihat pembangunan rumah Dewi sendiri", ucap Darel.
" Rumah Dewi sudah tahap finishing, mungkin sebulan lagi selesai", jawab Kakaknya Dewi.
" Syukurlah, tapi katanya dia sudah mau menikah lagi", ledek Ranti.
Dewi yang mendengar omongan Ranti langsung merah mukanya.
" Nona Muda, jangan bercanda dong, nanti ayah dan ibu ku pikir beneran", ucap Dewi Pelayan.
" Kalau memang sudah ada yang cocok, kenapa gak", ucap kakaknya.
" Kak Ranti, kayaknya ibu bibi Dewi sedang sakit, napasnya tidak teratur", ucap Salma lewat telepati.
" Siapa nama kalian? tanya Ranti kepada kakak dan adiknya Dewi.
" Saya Batara, kakak laki-laki, dan ini Delfi, Adik perempuan, serta yang itu, Krisna, adik kami paling bungsu", jawab Batara kakak laki-laki Dewi.
" Apa kamu sudah menikah? tanya Ranti.
" Sudah, dan ini putra saya Ibrahim, umur 5 tahun, tapi sekarang sudah tidak punya istri lagi, mantan istri saya kabur dengan mantan suaminya Dewi", ucap Barata dengan jujur.
" Oh maaf kalau saya bertanya", ucap Ranti.
" Tidak apa-apa Nona Muda, lagian mereka juga sudah punya kehidupan sendiri, dan sekarang mereka juga tinggal di kampung ini", ucap Barata.
" Sekarang apa kegiatan kamu? tanya Ranti.
" Saya berkebun, tapi karena Dewi lagi bangun rumah, jadi saat ini, saya sama bapak yang mengerjakannya, bantu tukang", jawab Barata.
" Bagus itu, Sahut Mercy.
" Lalu apa sekarang sudah dapat jodoh lagi atau belum? tanya iseng Darel.
" Sudah, dia janda tanpa anak, suaminya meninggal setahun yang lalu, awal tahun kami akan menikah, dia tidak keberatan merawat anak saya, jadi saya juga tenang", jawab Barata.
" Apa pekerjaannya", tanya Ranti.
" Guru TK, sekolahnya dia yang bangun sendiri, almarhum suaminya juga guru, seumuran dengan saya, dan teman saya juga ", ucap Barata.
" Lalu apa masalah hingga harus menunggu tahun depan? tanya Vanya.
" Saya lagi kumpul uang, juga mau bangun rumah, padahal calon saya sudah bilang nikah saja dulu, nanti bangun rumah dan syukurannya nanti saat punya uang, tapi Barata tidak mau, ucap Ayahnya Dewi.
" Kalau sudah punya niat di segerakan saja, nanti keburu diambil orang ucap Bu Likha.
" Dewi, kenapa kamu gak gak bantu kakakmu! ujar Friska.
" Kakakku gak mau, saya sudah kirim uang, tapi dia menolaknya", ucap Dewi merasa tidak enak.
" Barata sekarang panggil calon istrimu", perintah Ranti.
" Tapi Nona Muda", ucap Barata.
" Sudah sana panggil, atau saya dan seluruh saudaraku yang datang kesana", tegas Ranti.
__ADS_1
Akhirnya Barata pergi juga kerumah calon istrinya.
Ranti juga segera menjelaskan kedatangannya, dan juga proses make over dan penyembuhan ibunya Dewi yang terkena penyakit Penyakit Diabetes.
Mereka semua siap menjalankan apa yang Ranti jelaskan.
Dewi Segera menyiapkan air dan kedua orangtuanya serta kedua adiknya masuk kamar.
Tak berselang berapa lama terdengarlah teriakan mereka.
Ranti beserta Vanya dan Dewi Listyo membantu proses tersebut.
Dan pada saat Barata kembali dia sudah bersama dengan calon istrinya, yang ternyata sangat cantik dan kalem.
Di saat yang sama kedua orangtuanya dan kedua adiknya sudah keluar dari kamar.
Betapa kagetnya Barata yang melihat kondisi kedua orang tuanya, juga kedua adiknya.
Ranti memindai calon istrinya Barata dan wajah tersenyum seketika, Ranti senang karena melihat ketulusan cinta calon istrinya Barata, dan juga tulus menyayangi Ibrahim anaknya Barata.
Ranti juga segera menjelaskan bahwa dia akan merubah penampilan mereka dan efek prosesnya.
" Maaf terlebih dahulu Kenalkan ini calon istri saya, namanya Sofiatun Ananda", ucap Barata.
" Baiklah, dan bagaimana apa kalian setuju dengan penawaran saya", ucap Ranti.
" Kami setuju, tapi apakah bisa kami berbeda ruangan", ucap Barata.
" Tidak masalah", ucap Ranti, dan meminta Friska dan Mercy membantu Sofiatun.
Ranti sendiri ditemani Dewi pelayan dan ayahnya.
Kini terdengar suara teriakan bersahutan dari kedua kamar itu.
Dan setelah menunggu hampir 1 jam, proses tersebut selesai, kedua orang itu mandi dan Ranti keluar dari kamar.
Menunggu hampir setengah jam, akhirnya calon suami istri keluar dari kamar berbeda dengan perubahan yang sangat besar.
Barata terlihat lebih ganteng, begitu Sofiatun Ananda.
" Terimakasih Nona Muda, ucap kedua orang itu.
" Barata, kami berharap agar bulan depan kamu sudah menikahi Sofiatun Ananda, kasihan dia menunggu terlalu lama", Ucap Vanya.
" Tapi Nona Muda, tabungan saya belum cukup", jawab Barata.
" Ambil 2 ATM ini, sudah ku isi 30 Milyar untuk Deposito, dan satunya 10 milyar untuk kamu gunakan sebagai biaya pernikahan dan bangun rumah, dan ini 1 ATM deposito juga buat anakmu, isinya 10 milyar.
Sedangkan untuk Sofiatun Ananda, saya berikan 5 Milyar, untuk biaya sehari-hari, 15 Milyar untuk pengembangan sekolah TK.
Dan untuk Barata saya berikan Mobil Hilux GR Sport dan Motor nmax, untuk Sofiatun saya berikan Toyota Raize dan juga motor Nmax.
Untuk hadiah pernikahan kalian, nanti saya kirim lewat Dewi, tapi dengan catatan harus menikah bulan depan", ucap Ranti.
Dan jangan ada penolakan terhadap pemberian saya, besok kalian tanda tangan dokumen mobil dan motor", ucap Ranti menambahkan.
Barata hanya bisa diam dan hanya mengucapkan terimakasih, walaupun dia bingung karena gak bisa menyetir mobil.
" Bapak, ibu tolong ambil ini, ATM ini masing-masing ada 30 milyar Deposito dan 10 milyar untuk di pakai sehari-hari, saya juga berikan 1 Unit mobil Toyota Corolla Cross dan 2 unit Nmax.
" Untuk kalian berdua juga, ambil ini, ATM itu bernilai masing-masing 25 Milyar untuk Deposito, dan 5 Milyar untuk di gunakan sehari-hari, kalian juga saya berikan mobil Toyota Raize dan motor Nmax untuk ke kampus dan kesekolah", ucap Ranti sambil memberikan ATM kepada kedua adiknya Dewi.
Terimakasih Nona Muda", ucap mereka serentak.
" Sama-sama, jangan lupa tunggu mobilnya besok, karena saya malam nanti akan kembali ke Surabaya", Ucap Ranti.
" Kalian semua ambil SIM ini dan teteskan darah kalian, percayalah saat ini juga kalian semua bisa mengendarai mobil", ucap Ranti sambil memberikan SIM kepada 6 orang itu.
Setelah selesai mengurus keluarga Dewi pelayan, Ranti pamit untuk datang ke kantor Desa, dia juga mengajak ayahnya Dewi.
Setelah berjalan 20 menit, akhirnya Ranti dan rombongan tiba di kantor Desa dan di sambut Pak Kades dan Perangkatnya, turut hadir para tokoh desa, Mang Dul yang sedari tadi sudah di perintahkan Ranti untuk membantu Pak kades juga ikut menyambut rombongan Ranti.
Seluruh Saudara Ranti di berikan tempat duduk khusus, dan mereka semua saudara sepakat menyerahkan pembicaraan dalam pertemuan dadakan ini kepada Ranti.
* Tuan desa ini di jadikan anak tiri oleh pejabat kecamatan dan kabupaten, makanya jalannya tidak pernah di perbaiki selama bupati itu menjabat hingga 2 periode ini", ucap Rose.
" Apa alasannya? tanya Ranti.
" Alasannya, Bupati itu kalah suara di desa ini, anggota dewan dari dapil sini juga tidak pernah membantu, jadi desa ini memang tidak dimasukkan dalam program pembangunan mereka", Ucap Rose.
" Lalu, apakah tidak masalah jika saya memperbaiki jalan disini? tanya Ranti.
* Tidak masalah, jika mereka protes, atau datang untuk pencitraan, akan segera Tim Rose hancurkan mereka", ucap Rose.
" Baiklah, saya tunggu sekarang Tim Rose hadir disini", ucap Ranti.
" Tenang saja Tuan, lakukan saja pembicaraan dengan mereka, selesai itu nanti Tim Rose akan tiba, Rose berikan 10 Triliun untuk pembangunan infrastruktur desa ini, renovasi Sekolah, rumah ibadah, serta jembatan penghubung, serta pengadaan air bersih, serahkan kepada Satrio dan Ayahnya Dewi sebagai Pengawas, dan Pak Dul yang memegang anggaranya", ucap Rose.
__ADS_1
" Baiklah kalau begitu", jawab Ranti.