SISTEM KEKAYAAN : PERJALANAN SI MISKIN

SISTEM KEKAYAAN : PERJALANAN SI MISKIN
Membantu Panti Kasih Bunda Jakarta


__ADS_3

Jika Ranti sedang menikmati suasana yang santai, di tempat lain, tepatnya di kantor pejabat Pembohong itu sedang mengumpat, bagaiman tidak permintaan damai darinya di tolak mentah-mentah oleh Ranti.


" Sombong sekali gadis itu', umpatnya.


Pejabat itu menelpon Kapolres Jakarta Selatan, dan mengatakan agar Ranti harus mau berdamai dan akan dia berikan uang 1 milyar.


" Halo pak Kapolres, bilang sama gadis, saya akan berikan kompensasi sebesar 1 milyar, dan itu sudah sangat banyak bagi gadis seperti dia", ucap Pejabat itu.


" Maaf Pak, pihak pengacara gadis itu sudah membuat membuat laporan tertulis dan melaporkan tindakan pengawal anda", kami akan segera mengirim surat panggilan kepada para pengawal dan bapak sendiri, ucap Kapolres itu.


" Kamu katakan kepadanya, agar segera mencabut laporannya, atau kamu saya usulkan di mutasi ke pelosok, ancam pejabat itu ke Kapolres.


" Silahkan saja jika bapak ingin melaporkan ke atasan saya, saya hanya menjalankan perintah sesuai hukum, apalagi bapak yang menantangnya, jadi saran saya uang 1 milyar anda itu simpan saja, kayaknya lawan anda sungguh tangguh Sekarang Pak, saya juga tidak berani menyinggungnya, apalagi bapak pejabat publik, ujar Kapolres.


" Jadi kamu mendukung laporannya, tanya pejabat itu


" Bukan mendukung, tapi prosedurnya sudah lengkap semua bukti ada, apalagi kasus ini sudah beredar luas, jadi mau tidak mau kami harus meneruskan kasus ini, kecuali anda sendiri yang meminta maaf kepada gadis itu ", ucap Kapolres itu.


" Meminta maaf kepada murahan itu, maaf saja, dia yang tak tahu siapa yang dia lawan, sesumbar pejabat itu.


" Tapi maaf, buktinya dia menolak perdamaian dari anda, berarti dia siap bertarung dengan anda, jadi saran saya silahkan cari bukti yang kuat untuk bisa menang di pengadilan, dan juga cari pengacara terbaik, ujar Kapolres itu yang secara halus memojokkan Pejabat itu, dan langsung menutup telpon.


" Siapa sebenarnya gadis itu, berani-beraninya menolak permintaan saya, masa dia juga tak tertarik dengan uang 1 milyar.


Pejabat itu menghubungi pengacara Ranti dan mengajukan perdamaian dengan kompensasi 1 milyar dan menanggung biaya pencabutan laporan.


Tapi pengacara Ranti tidak bergeming, dengan berkata kalau Ranti tidak butuh 1 Milyar, 1 triliun saja dia menolaknya.


Betapa kagetnya si pejabat itu, mendengar ucapan pengacara Ranti.


Pejabat itu meminta Bertemu dengan pengacara, tapi pengacara Ranti tidak bersedia, kini pejabat itu sudah menemui jalan buntu.


Kembali ke Ranti.


Saat ini Ranti dan Bu Maryana tengah menemani Salma dan Armando, mereka berbelanja sambil berjalan turun ke parkiran, apalagi Vanya masih bekerja.


Ranti dan kedua adiknya pergi ke panti asuhan yang di maksud oleh Bu Maryana.


Tiba disana betapa sedihnya hati Ranti bangunan Panti yang sudah tidak terawat, ketika masuk lebih parah lagi, anak-anak panti terlihat kurus.


" Bu Maryana siapa pemilik Panti Asuhan ini, tanya Ranti.


" Pemiliknya sudah meninggal, yang ngurus panti tinggal satu orang di bantu 2 mahasiswa yang juga anak Panti Asuhan disini, mereka berdua kerja paruh waktu untuk membantu pengeluaran Panti Asuhan.


Tak lama berselang, datang seorang ibu-ibu dan 2 orang gadis yang bersiap berangkat kerja.


" Selamat siang Bu Marta, perkenalkan Nona Muda Ranti dan adik-adiknya, mereka adalah bos tempat suami saya dan pak Yoga Setiadi bekerja, ujar Bu Maryana memperkenalkan Ranti.


" Selamat siang Nona Muda, saya Marta, dan ini adalah kedua anak kandung saya, Miranda dan Marinda mereka bekerja restoran di Mall Cempaka, hanya paruh waktu karena kuliah, ujar Bu Marta.


" Saya Ranti, ini Salma dan Armando, kalau yang ini Mora teman Salma, serta Yati pengasuh kedua adik saya, dia juga kuliah, kami tinggal di Surabaya", ucap Ranti.


" Jauh sekali, ucap Bu Marta.

__ADS_1


" Ia Bu, usaha saya banyak di Jakarta jadi saya sering bolak-balik Jakarta Surabaya, apalagi saya baru masuk kelas 12, jadi perusahaan saya percayakan ke kakak saya", ucap Ranti.


" Sungguh hebat kamu Nona, masih muda tapi sudah sukses", ucap Bu Marta.


" Maaf Bu apa lahannya hanya segini atau masih ada lagi?" tanya Ranti.


" Dibelakang masih ada, dan samping yang kosong itu adalah lahan Panti, semua surat kepemilikan atas nama orang tua angkat saya, yang sudah meninggal tanpa memiliki anak kandung jadi seluruh tanah beserta panti di berikan kepada saya, tapi sejak suami saya meninggal,kami kekurangan biaya, apalagi sejak pemerintah sudah tidak membantu kami, satu-satunya donatur besar adalah Mall Cempaka, tiap bulan 20 Juta, ujar Bu Marta.


" Berapa jumlah anak yang di asuh disini, tanya Ranti.


" Yang SMU kelas 10 hingga kelas 12, ada 15 orang, 10 perempuan dan 5 laki-laki, kelas 7 hingga kelas 9 ada 30 orang, 20 perempuan dan 10 laki-laki, SD kelas 1 hingga kelas 3, ada 20 orang 15 perempuan dan 5 laki-laki, kelas 4 hingga kelas 6 hanya 12 orang 7 perempuan dan 5 laki-laki, kami masih menampung 10 anak yang barusan lulus dan rencana mereka sebulan lagi akan kami lepas, agar mereka bisa mencari pekerjaan, dan membangun hidup mereka secara mandiri, ucap Bu Marta.


" Biarkan saja mereka Disni dan suruh mereka daftar kuliah, serta bantu-bantu ibu disini, kedepannya nanti cari anak- anak bekas panti yang mau mengasuh adik-adiknya dan bekerja disini, tentunya mereka di gaji profesional, dan saya juga mau semua penghuni tertib.


" Saya akan membantu Panti ini, di Surabaya saya sudah membantu 3 Panti, yang satu saat ini sedang membangun sekolah dan Bangunan Panti yang Baru", ujar Ranti.


" Kami hanya akan menyelesaikan mereka yang ada disini dan akan menutup panti ini, ujar Bu Marta.


" Apa karena masalah uang operasional, ucap Ranti


" Benar Nona Muda, saya sendiri hampir tidak mampu, untung kedua anak saya mau membantu saya, walau saya tak tega melihat anak-anak yang tidak punya Orangtua, sama seperti saya, sebelum di angkat anak oleh almarhum orangtua angkat saya, ucap Bu Marta.


" Ibu tenang saja, Panti asuhan ini akan kembali berjaya, kalau ibu mengijinkan saya akan bangun gedung baru di belakang menjadi 4 lantai, dan lantai dasar adalah tempat bermain, lantai satu ruang makan, saya akan bangun dengan uang saya sendiri, ujar Ranti.


" Nona Muda, tapi anggaran nya miliaran, apa tidak akan menghabiskan anda", ujar Bu Marta.


" Tenang saja, kalau hanya 100 atau 200 Milyar, tidak akan menghabiskan salah satu adik kecil saya itu, maaf bukan sombong, pokoknya ibu tenang saja, fokus saja urus anak-anak, dan jika semua Bangunan sudah selesai, maka silahkan tambah anak yang akan di asuh, dan prioritaskan yang masih berumur 6 tahun kebawah, agar lebih muda Didik, ujar Ranti


" Pertanyaan yang Bagus, setelah semuanya siap, saya akan memberikan Dana abadi yang akan kalian kelola, Dana tersebut disimpan dalam bentuk deposito berjangka, jadi tiap tahun akan ada bunganya, nah dari bunga itu bisa menghidupi anak Panti untuk keperluan dasar nya dan kebutuhan operasional karyawan", jawab Ranti.


" Tapi apakah kami, boleh menerima bantuan dari luar, tanya Miranda.


" Sangat boleh sekali, makanya kalian berdua, fokus kuliah dan dan mengurus panti, cari karyawan 1 orang yang Mampu bekerja sebagai administrasi dan penerima tamu, makanya anak Panti yang baru lulus, bisa di pekerjakan dan mereka bisa ambil kuliah Sore.


Bagi yang lain bisa ganti-gantian, dalam mengasuh anak dan kuliah, jadi 10 orang itu bisa di pekerjakan disini, bisa bantu bagian Dapur, bagian kebersihan dan bagian lainnya.


" Tapi semua tergantung ibu Marta, apa ibu masih mau melayani anak-anak yatim-piatu atau tidak", ucap Ranti.


" Kalau ada donatur pasti saya akan melanjutkan Panti Asuhan ini, jika tidak terus terang saya tidak mampu lagi, ujar Bu Marta.


" Bu Maryana akan membantu ibu dan orang-orang saya akan membantu Panti Asuhan ini berbentuk yayasan, agar para donatur bisa percaya dalam memberikan sumbangan, mereka juga pasti melihat tata kelola Panti Asuhan, karena donatur besar ingin ada laporan kegiatan rutin, jadi kita persiapkan semuanya, bahkan hingga Dokter yang bisa mengontrol kesehatan anak-anak tiap bulan kita siapkan, jadi para donatur akan semakin bergairah menyumbang, karena merasa uangnya di pergunakan dengan baik, ujar Ranti.


Dan untuk ibu sendiri, pasti akan ada uang untuk pribadi ibu sebagai pengurus, ibu di gaji berdasarkan jabatan ibu, jadi memang kita akan mengelola panti ini seprofesional mungkin, ujar Ranti.


"Baiklah Nona Muda, terimakasih sudah mau membantu Panti kami, jujur saja, ijin operasional Panti Asuhan ini, sudah lama tidak kami perbaharui, tapi masih berlaku setahun lagi, kami sudah diberikan surat agar segera memperbaharui nya.


" Ibu jangan terlalu kuatir dengan uang, Di Surabaya ada Suami Istri sama- sama menderita penyakit, tapi mereka tetap berjuang, sekarang panti mereka sedang saya bangun dan lebaran tahun depan sudah siap, ujar Ranti.


" Dari tadi ibu tidak bersemangat ketika saya bicara akan membantu membangun kembali Panti Asuhan ini, kalau ibu sudah tidak mau mengurus mereka, maka berikan anak-anak itu kepada saya dan saya akan cari orang untuk merawat mereka tentunya, ibu tidak akan mendapatkan lagi bantuan dari mall saya, apalagi jika ibu tidak bisa memperbaharui ijin operasional Panti, ujar Ranti tegas.


" Bukan saya tidak bersemangat, sudah banyak yang datang berbicara seperti anda, tapi setelah mereka pergi hingga sekarang tidak ada yang kembali", ucap Bu Marta.


" Mereka tidak kembali karena sistem administrasi tidak di kelola dengan baik, artinya mereka kuatir dengan uang yang nantinya mereka berikan tidak di pergunakan dengan baik, saya mencoba memakluminya dengan kita memulai dari awal, kita buat sistem manajemen operasional yang baik, anak-anak kita rawat dengan baik, pendidikan mereka juga harus kita perhatikan serta membuat kegiatan- kegiatan yang mampu membuat tumbuh kembang anak dengan baik, dengan begitu para Donatur tidak akan merasa kecewa dengan sumbangan mereka, saya menyumbang di tiga panti itu, dan mereka setiap bulan menyetor laporan keuangan kepada saya, dari situ saya melihat arus penggunaan uang, jika ternyata ada kekurangan pasti saya akan menambahkan, jika ada kelebihan, maka saya segera mencari hal-hal apa yang perlu kita perbaiki, apakah kita akan perbaiki toilet atau mengganti peralatan makan, atau membeli keperluan anak-anak, itu namnya manajemen, ucap Ranti.

__ADS_1


" Baiklah Nona Muda, maafkan saya jika tidak percaya dengan anda, tapi tolong, ajarkan kami bagaimana mengelola keuangan yang baik dan benar ucap Bu Marta.


" Nah itu baru benar, saya akan kirim orang dari Bank milik saya dan akan mendidik Miranda dan Marinda dalam hal manajemen, dan 2 orang bagian administrasi perkantoran, selesai bangunan di belakang di bangun dan seluruh anak- anak pindah ke belakang, Bangunan ini akan kita jadikan sebagai ruang pertemuan atau kita jadikan tempat usaha, seperti Minimarket yang bisa di kelola oleh Panti, ujar Ranti panjang lebar.


" ibu setuju dengan ide itu, ucap Bu Maryana.


' Bu Marta, berapa luas lahan di belakang bangunan ini?" tanya Ranti


" Di sertifikat tertulis seluruh tanah ini seluas 3 hektar, tapi di belakang ada beberapa orang mengaku itu milik mereka, tapi mereka tidak bisa menunjukkan surat-surat kepemilikan. panjang kebelakang dari Dapur kami ada seharusnya 45 meter tapi sekarang tinggal 30 meter, dan sudah kami tanam pohon pisang, ujar Bu Marta.


" Tidak masalah, akan kita urus dan bila perlu akan kuusir mereka dan kita buat pagar 4 meter tingginya dan pasang kawat duri, ujar Ranti


" Terimakasih Nona Muda, ujar Bu Marta.


" Halo Bu Direktur Ane, saya berada di Panti Asuhan Kasih Bunda Jakarta Utara, tolong kirim orang kesini sekarang dan ukur lahan disini, dan tolong bawa orang dari BPN kesini sebelum kita membangun disni, apakah ibu bisa membantu saya", tanya Ranti.


" Bisa Nona Muda, kebetulan Tim survey saya berada di kelapa gading, dan sangat dekat dengan lokasi Panti Asuhan, ucap direktur Ane.


" Oke saya tunggu sekarang, saya ingin bangun panti asuhan, dan minta Perusahaan Pradipta yang mengerjakannya, bagaimana apakah bisa seperti itu, tanya Ranti


" Baik Nona saya akan mengurusnya, dan mohon tunggu setengah jam lagi orang saya sudah mengabarkan sudah menuju kearah lokasi Nona Muda, mohon minta nomor sertifikatnya agar kita bisa mengeceknya lokasi itu, kata direktur Ane.


" oke terima kasih nanti saya kirim nomor sertifikat lahannya.


" abu Marta setengah jam lagi ada orang yang akane survey lahan ini, dan membuat pemetaannya, sekarang teman saya meminta nomor sertifikat lahan ini, agar bisa di cek, dengan begitu kita punya bukti kuat untuk mengusir orang-orang yang merebut lahan Panti, ujar Ranti.


" Ini Nona nomor sertifikat nya, ucap Bu Marta sambil menunjukkan handphonenya.


' Bu Maryana, apa ibu punya kenalan warung Padang di dekat sini?" tanya Ranti.


" Ada Nona, apa Nona mau pesan makanan, tanya Bu Maryana.


" Tolong pesan 100 Bungkus tapi sambalnya di pisah, lauknya, ayam goreng dan rendang, ucap Ranti.


" Bu Marta apakah ibu punya kenalan yang membuka toko grosir sembako, daging sapi, ayam, ikan laut dan ikan darat.


" Kami biasanya berlangganan di pasar, di Toko sembako, dan juga keperluan lainnnya, ujar Bu Marta.


" Maaf Nona Muda, bagaimana kalau logistik biar saya saja menyuplai nya, kebetulan orang tua saya menyuplai sembako, hingga daging dan ikan segar serta buah ke beberapa hotel dan restoran, ujar Bu Maryana.


" Oh boleh itu, kita kontrak selama 1 tahun, untuk penghuni panti yang berkisar 100 hingga 125 orang, daging sapi 50 Kg, daging ayam 60 kg, beras 30 karung ukuran 25 kg, telur 150 papan sebulan, Indomie 25 karton, ikan laut 20 kg, ikan darat 20 kg, minyak goreng 30 kg, susu Dancow ukuran 1 kg 100 kg, gula pasir 25 kg, teh 20 pak isi 100, serta sayuran dan bumbu dapur tolong di sesuaikan", ujar Ranti.


" Baik Nona Muda, ujar Maryana.


" Tolong juga kulkas untuk daging dan sayur , tolong di sesuaikan, serta ganti semua peralatan dapur, nanti setelah bangunan baru selesai, baru kita beli peralatan dapur yang lebih bagus, tapi hari ini, saya mau semua bahan makanan sudah ada, dan 2 kompor gas, tabung gas yang 12 kg suruh antar 5 tabung, penggorengan 3 buah dengan ukuran besar, apa bisa Bu Maryana.


" Bisa Nona Muda, paling lambat besok semuanya sudah beres, hari ini barang- barang yang lain akan datang, sekaligus mengecek apalagi yang di butuhkan, ujar Maryana.


" Baiklah, saya serahkan ke Bu Maryana, nanti setelah beres mohon Bu Marta tanda tangan semua notanya dan simpan, sebagai bukti pengeluaran Panti.


" Miranda apakah kamu punya Laptop tanya Ranti.


" Punya tapi sudah tidak bisa di bawa kesana kemari baterai nya rusak, jawab Miranda.

__ADS_1


__ADS_2