
" Halo Dek, ada apa ?" tanya Renata
" Kak Renata dan Renita, hari Jumat malam datang ke Surabaya, karena hari Sabtu, adek mau buat acara syukuran", Ucap Ranti.
" Nanti di Jemput atau kami berangkat sendiri", tanya Renata
" Nanti di jemput, tapi abis jemput kak Darel dan Sonia ya, ucap Ranti
" Dalam Rangka apa, adek tiba-tiba buat acara syukuran, ultah mu masih 2 bulan lagi, ucap Renata
" Kakak berdua kangen gak sama Bibi Nindya, ujar Ranti
" Pastilah dek, kamu aja yang cuma di Surabaya, kakak kembar selalu kangen, apalagi Ibuku, ucap Renata.
" Kakak percaya gak kalau adek bilang, bibi Nindya masih hidup, tanya Ranti.
" Kakak kembar selalu percaya denganmu, walau kadang mustahil, tapi kami yakin, ibuku masih hidup",ucap Renata.
" Apa kakak sangat ingin bertemu dengan Bibi ? tanya Ranti
" Kalau itu jangan di tanya adekku sayang, jangan di teruskan lagi nanti kakak nangis, ingat ibu, ucap Renata.
" hahahaha, jangan nangis dong kakak cantik, seandainya bibi Nindya, Ade bilang ada bersamaku disini, apa yang kakak berdua akan lakukan", jahil Ranti ke kakak kembarnya.
" Sore ini juga kakak berangkat ke Surabaya, bawa mobil ke sana, kakak ijin gak masuk kuliah besok sampai Jumat, ucap Renata.
" Segitunya, tapi kakak percaya sama adek kan, tanya Ranti
" Dulu kami sudah di ujung maut, adek datang seperti malaikat tiba-tiba muncul dan buat kami hingga seperti sekarang, makanya kakak percaya, apapun omongan adek, ucap Renata
" Terimakasih kakak cantik, datanglah sekarang, bersiaplah dan ke Bandara, nanti di jemput, kasih tau kak Renita, ucap Ranti.
" Dek beneran ibuku sudah ketemu ? tanya Renita tiba-tiba mengambil handphone kakaknya.
" Cepat bersiap, pesawatnya sudah mau take off dari Surabaya, ucap Ranti
" Baiklah, kakak percaya sama kamu Dek, tapi boleh gak, kakak bicara sedikit dengan ibu, ucap Renita
" Datang saja, biar puas kangen-kangenan, ucap Ranti
" Ya sudah kalau begitu, ucap Renita.
Si kembar yang menerima telpon dari dari Ranti, langsung heboh hingga mereka lupa belum mandi.
Bahkan mereka sampai Berteriak ke pak sopir agar segera mengantar mereka ke Bandara.
Dengan hanya menggunakan celana pendek, kaos oblong dan sneaker, mereka bergegas ke Bandara.
" maaf Nona Muda, ada masalah apa dengan Nona Muda yang di Surabaya, tanya pak supir.
" Maaf ya pak tadi aku teriak, itu karena adekku di Surabaya bilang, ibuku sudah ketemu dan berada di rumahnya, makanya aku sampe berteriak, maafkan Renita ya Pak, ujarnya dengan sopan dan tulus.
" Tidak apa-apa Nona Muda, kan Nona Muda tidak memaki saya, saat Berteriak, bapak senang kalau ibunya Nona Muda berdua sudah ketemu, ucap sopir, yang dulunya security yang dulunya di pecat, oleh pihak rumah sakit, karena membela di kembar. Sekarang dia dan keluarganya hidup sangat mapan, tinggal di rumah mewah, suami isteri dapat gaji besar.
Darel, Sonia dan Vanya, ketika di telpon juga, berjanji besok sore akan datang, Darel dan Sonia rela tidak masuk kuliah 2 hari demi melihat adik mereka yang lagi berbahagia.
Di perjalanan tak henti-hentinya, Renata dan Renita bersyukur, penantian mereka lebih dari 12 tahun akhirnya terbayar Sudah.
" Pakde, nanti bilang Bude tolong bereskan kamar Tamu buat Ibuku. Pulang dari Surabaya Pakde dan Bude serta 2 pelayan dirumah, aku kasih bonus, masing-masing 250 juta, ucap Renata.
" terimakasih Nona Muda, bonus lebaran kemarin saja masih ada, rumah di Bantul juga selesai renovasi, ucap pak supir.
" Terima saja, gak usah komentar, kalau Pakde menolak, berarti Pakde tidak senang ibuku sudah ketemu, jawab Renita
" Ehh kok bisa begitu Nona Muda, Pakde jadi gak enak, Nona Muda berdua sudah memberikan kami sangat banyak, jujur saja tabungan kami sekarang sangat banyak, ucap Pak sopir.
" Simpan saja buat hari tua Pakde dan Bude, apalagi anak-anak Pakde sudah pada menikah, oh ya nanti hari Senin malam suruh anak- anak Pakde juga datang, kecuali yang menantu Pakde yang judes itu, Renita tidak suka, ujar Renita.
" Hahahaha, dia sudah di talak 3, sama anak Pakde, Minggu kemarin kepergok sama laki-laki di rumah orangtuanya.
" Baguslah, Biar kak Revo bisa fokus urus kafe kami saja, siapa tahu ada pegawai yang mau dengan kak Revo, ucap Renita.
" Mudah-mudahan, anak Pakde bisa cepat mendapatkan pengganti.
__ADS_1
Akhirnya mereka tiba di Bandara.
Pakde kasih tau Bude, jika semua sudah beres, besok kalian hingga Minggu siang bisa libur, dan ini 10 juta, bagi rata dengan 2 pelayan yang lain, hari Minggu siang semua stok makanan sudah harus di ganti semuanya, ucap Renata.
" Baik Nona Muda, kalau begitu Pakde langsung pulang ya", ucap pak supir.
" Terimakasih Pakde dan hati-hati, ucap si kembar".
Mereka langsung masuk ke ruang VVIP, mengisi dokumen manifest penumpang, setelah menunggu selama 15 menit, akhirnya pesawat Gulfstream G 700 tiba, dan mereka harus menunggu lagi selama setengah jam, untuk berangkat lagi.
Tanggung hanya istirahat setengah jam, akhirnya si kembar meminta pesawat agar menunggu sambil istirahat 1 jam.
Si kembar keluar dari ruangan VVIP dan mencari restoran biasa saja, untuk sekedar minum kopi dan ngemil.
Lagi asik mereka ngobrol sambil ngopi, tiba-tiba seorang pria mendorong seorang pelayan hingga jatuh tersungkur, Renita segera membantu gadis pelayan itu, tapi naas nya, malah ikut di hina oleh laki-laki yang mendorong pelayan itu.
Ternyata laki-laki itu adalah anak dari pemilik restoran, tempat gadis itu bekerja.
Entah apa yang mereka omongkan, tiba-tiba, gadis itu menangis dan hendak keluar dari restoran.
Karena penasaran, Renita mencegahnya dan bertanya, hadis itu hanya menjawab, kalau dia di pecat karena sudah mengotori baju laki-laki itu.
" Ya sudah Mbak pulang saja, besok jam 10 datang ke kafe di jalan ini, ketemu dengan manajer dan serahkan tulisan ini, ucap Renita, sambil memberikan uang sebesar 1 juta.
Tak lama berselang si kembar akhirnya naik ke pesawat dan take off menuju Juanda Surabaya.
Mang Dul sudah standby di Bandara, menunggu kedatangan si kembar.
Gulfstream G 700, landing dengan selamat di bandara Juanda Surabaya.
Mang Dul, langsung menyambut si kembar.
" Selamat malam Nona Muda kembar, sapa Mang Dul
" Malam juga Mang Dul, maaf ya sudah malam ngerepotin untuk jemput kami, ucap Renata.
" Tidak apa-apa, justru Mang Dul senang bisa jemput, kedua Nona Muda, ucap mang Dul.
' Nyonya Nindya, sangat Sehat dan terlihat sangat cantik seperti Nona Muda berdua, ucap jujur mang Dul.
" Terimakasih Mang Dul, oh ya, besok antarkan kami ke sekolah adikku Armando, biar aku kasih pelajaran ke guru brengsek itu, bukannya lihat rekaman CCTV, main mengusir adikku, belum tau gitu itu, adikku Ranti Pemilik sekolah itu, emosi Renita.
" Sabar Nona Muda, Tuan Besar, besok akan mengurus mereka, ucap Mang Dul.
" Siapa yang Mang Dul sebut tuan besar, tanya Renata.
" Orang tua Nona Muda Ranti, mereka berlima di jemput Nona Muda dari Jakarta, tuan besar, nyonya besar, nyonya Nindya, dan Bu Ratmi dan tuan Lukman, pengasuh Nona Muda Ranti, mang Dul.
Hampir 1 jam, akhirnya mereka tiba di rumah Ranti, mereka berdua di sambut Bu Likha dan Salma serta Armando.
" Selamat malam Nona Muda kembar, dan selamat datang kembali kerumah, sapaan khas Bu Likha.
" Kakak kembar, Salma kangen hampir sebulan tidak ketemu, ucap Salma
" Selamat malam kakak kembar cantik, Armando juga kangen
" Ia sayang, kakak Kembar juga kangen kalian berdua, besok kakak Kembar akan usir guru itu dari sekolah kalian, ucap Renita.
" Ia Kak, tapi sekarang mari masuk dulu, kasihan aunti Nindya, daritadi nangis karena kangen, ayo Kak
" Ibuuuu.. ibuuuu, ! kami Kangen, teriak Renita dan Renata".
" Ibu juga kangen sama kalian, maafkan ibu, yang sudah meninggalkan kalian, ucap Nindya.
" Kami tidak menyalahkan ibu, Ucap Renata.
' Dek, terimakasih banyak, sudah membawa ibu Kakak kembali, ucap Renata.
" Sama-sama, asal kalian bisa bahagia, pasti Tuhan pun akan menolong kita, Ade juga bersyukur ketemu bibi Nindya, ucap Ranti.
" Renata, Renita beri salam dsn hormat pada paman dan bibi kalian, ucap Nindya.
" Renata dan Renita, memberi salam dan hormat kepada paman dsn Bibi, selamat datang kembali, Ucap si kembar.
__ADS_1
" terimakasih keponakan Paman dan Bibi, sini sayang, bibi selalu dengar dari ibu kalian berdua tentang kalian, dan sekarang bibi bisa melihat dsn memeluk kalian berdua yang sangat cantik, ucap Monicha.
" Sini sama paman juga, kalian berdua mengingatkan Paman saat ibu kalian masih mudah, dan juga ayah kalian yang sangat baik dan jujur, nanti Paman dan bibi datang nyekar ke makam ayah kalian, ucap Adriansyah sambil memeluk keponakan nya.
" Sebelum meninggal ayah selalu cerita soal ibu, paman dan juga Bibi, ayah berpesan harus hidup seperti ibu dan Paman, kakak beradik saling menyayangi dan saling menghargai, dan belajar lebih rendah hati lagi bibi Monicha, ucap Renata.
" Ayah kalian memang orang baik, walau kata orang dia tidak pantas bersanding dengan ibu kalian karena status harta, tapi Paman yang menyetujui agar ibumu dan ayahmu menikah, ucap Adriansyah.
" Terimakasih Paman, kami bangga punya ibu, ayah dan juga Paman serta Bibi, terimakasih sekali lagi Paman, karena sudah menghargai ayah kami.
" Sama-sama, Paman dan Bibi bangga kalian berdua yang sangat menyayangi Ranti, ucap Adriansyah.
" Kalau bukan adek yang bantu kami, mungkin saat ini, adek Renita sudah ketemu ayah, karena tumor dan mungkin aku juga sudah menyusulnya, ujar Renata mengejang saat dia di diagnosa kangker paru-paru stadium awal, sedangkan Renita tumor hati stadium 3 akhir.
Betapa kaget dan sedihnya hati Nindya mendengar cerita dari si kembar.
" Ranti, terimakasih ya sayang, sudah membantu menyembuhkan si kembar, ucap Nindya sambil memeluk kedua putrinya.
" Kakak Kembar adalah saudaraku, orang lain saja ku tolong apalagi saudaraku, bibi lihat saja, aku dapat balasan berlimpah, bertambah lagi yang sayang sama aku, ujar Ranti dengan bahagianya".
Hahahaha... hahahaha
Seruangan pada tergelak tawa, melihat tingkah Ranti yang saat kekanakan.
" Bagaimana perasaan kakak kembarku sayang? tanya Ranti yang gemes juga lihat si kembar".
" Sangat bahagia, sekarang lengkap, punya ibu, Paman, bibi dan juga saudara yang banyak dsn saling menyayangi.
Suasana kebahagiaan di kediaman Ranti, tidak dirasakan oleh Ferdiansyah, dia sudah pasrah dengan hilangnya, kedua anaknya, Aquila juga tidak mau pulang dari Amerika.
Rumah Ferdiansyah Setiawan, ramai dengan pelayan dan orang kerja lain, namun tetap hatinya kosong.
Tak terasa mereka ngobrol, ternyata sudah jam 11 malam, Salma tertidur dalam pangkuan Ranti, Armando sendiri dia sangat nyaman dengan Rindu, selain Ranti Armando paling dekat Rindu, kalau dengan Salma jangan di tanya lagi.
Ranti membawa masuk Salma ke kamarnya, didalam kamar Ranti memandang Salma yang tertidur dengan pulas, nampak kedamaian dan kebahagiaan di raut wajahnya.
" Kakak sangat menyayangimu, bahagia terus adikku", batin Ranti.
Monicha melihat perhatian Ranti yang sangat besar terhadap Salma, membuatnya berkesimpulan, kalau putrinya sangat bahagia bersama dengan saudara-saudara angkatnya.
" Momm, sapa Ranti"
" Princes bahagia bersama mereka?, tanya Monicha
" Bahagia, dan saat makin bahagia, karena sudah berkumpul dengan mom juga Dady, begitu juga dengan bibi pengasuhku", ujar Ranti.
" Mommy juga bahagia melihat kamu bahagia bersama mereka, kakak-kakak mu, sangat memanjakan kamu, ujar Monicha.
" Dari kecil hingga saat ini, mereka sangat menyayangi ku, tolong sayangi dan cintai seluruh kakakku dan adikku, kalau tidak ada mereka, mungkin Princes tak akan mampu bertahan hingga saat ini", ujar Ranti.
" Mommy dan Dady, sudah berjanji akan menyayangi kalian semua", ini hadiah terbesar selama hidup mommy.
" Terimakasih mom", ucap Ranti
" Mommy dan Dady, yang seharusnya berterimakasih kepada Princes, karena sudah memberikan hadiah yang sangat besar, maafkan Mommy yang tidak bisa menemani Princes disaat-saat sulit", Ucap Monicha.
" Mommy dan Dady tidak salah, yang salah itu adalah Paman Ferdiansyah", aku pasti akan membalasnya, ujar Ranti.
" Sabarlah, ada waktunya dia menerima hukuman", ujar Monicha.
" Ia mommy, ayo istirahat, besok kita akan bertemu dengan orang yang juga berjasa dalam hidup Princes.
" Tapi besok Princes harus sekolah, ucap Monicha
" Harus dong, mommy dan Dady, nanti di temani kak Mercy dan kak Friska, asal Mommy tau, semua anak Mommy, adalah siswa dan siswi yang Pintar, Kak Darel waktu lulus SMA dia juara 1 umum, Kak Mercy dan kak Friska, waktu naik kelas juga juara 1 di kelas mereka, Aku dan kak Rindu juga sama, mereka semua dulu dari SD hingga SMA, siswa penerima beasiswa penuh, bangga Ranti.
" Hebat... hebat.. puji Monicha
" Prestasi terbesar aku, ketika lulus ujian Nasional SMP, aku peraih juara umum se Jawa Timur dan peringkat 3 Nasional, bangga Ranti pada Ibunya.
" Kamu seperti ayahmu, dia itu satu-satunya mahasiswa Asia yang lulus dengan predikat tertinggi di Inggris, sedangkan mommy waktu itu, hanya masuk peringkat ke 10 tertinggi, ucap Monicha.
Selesai berbicara dengan Monicha ibunya, Ranti memasuki kamarnya dan langsung masuk ke Ruang Dimensi.
__ADS_1