
Disaat keluarga Ranti sedang berbahagia, disaat yang bersamaan keluarga Ferdiansyah sedang linglung, dia kebingungan karena Pulau tempat dia menyekap Adriansyah yan merupakan adiknya, telah terekspose ke publik.
Di seluruh TV sedang hangat fi bicarakan tentang kehadiran sebuah pulau yang luas dan indah, bahkan banyak buah-buahan yang enak, serta ada air terjun, juga hutan yang eksotis.
Setelah melihat berita itu, Ferdiansyah dan istrinya langsung berkeringat dingin, pasalnya mereka sudah mengirim orang kesana tapi tidak menemukan Adriansyah dan Nindya Setiawan serta adik iparnya.
Ranti sengaja membuka pulau itu, untuk membuat keluarga Ferdiansyah Setiawan di teror ketakutan.
Kembali ke Ranti.
Saat ini Ranti tengah berada di Poltabes Surabaya, dia ingin mendengar apa maunya para ormas-ormas yang hanya bisa memeras para pengusaha.
" Perkenalan saya Bondan, perwakilan dari 5 Ormas yang ada di wilayah tempat pembangunan Proyek Kota Terpadu, kami tidak ingin bertele-tele, kami minta pihak pengembang agar memberikan kami kompensasi sebesar 15 milyar setiap Ormas, sebagai dampak dari pembangunan tersebut.
" Kami juga meminta agar, anggota kami di berdayakan untuk menjaga keamanan dan kalau perlu, anggota kami di angkat menjadi pengawas proyek.
" Jika tidak mohon maaf, kami akan menuntut Pihak pengembang ke jalur hukum dengan delik, pemaksaan pelepasan lahan dan mengabaikan penduduk setempat.
" Perlu kalian ketahui, kami adalah ormas terbesar di negara ini, ancam Bondan.
" Apakah anda sudah selesai bicara Tuan Bondan yang terhormat", ucap Ranti.
" Ya, itu hanya tuntutan ringan saja, karena kami juga mengerti pengembang seperti kalian,membutuhkan banyak anggaran untuk mengerjakan proyek ini, ucap Bondan.
" Dasarnya saya tidak pernah keberatan memberikan uang kepada siapapun, tapi kalau kepada kalian, jangan harap sepeserpun kamu dan seluruh ormasmu akan mendapatkan uang dari saya, lebih baik uang itu aku berikan untuk panti Asuhan atau panti jompo, daripada kepada Kalian, kalau kalian mau menuntut ke jalur hukum, silahkan, saya tunggu kamu dan seluruh pendukung kamu di pengadilan, tegas Ranti.
" Kalian berani melawan kami, ucap Bondan.
" Kamu pikir saya takut, panggil seluruh petinggi Ormas kalian, untuk menghadapi saya, ormas macam apa kalian, di kantor polisi saja kalian mau mengancam kami, Pak polisi kenapa kalian diam Saja dengan manusia - Manusia seperti ini", ujar Ranti.
" Kami hanya bagian penengah Saja, selama tidak ada kekerasan fisik kami anggap itu bagian dari adu argumentasi, ucap polisi.
" Oh jadi kalian menunggu ada korban jiwa baru bertindak, ucap Ranti.
" Begini nona, kami menyarankan agar, anda bisa memikirkan kehendak rakyat, anda mendominasi semua lini proyek yang sedang di bangun, hingga para pekerja juga berasal dari luar daerah, jadi sangat wajar jika mereka menuntut, ujar seorang Polisi itu.
" Tetap saya tidak akan memberikan apapun, karena mereka tidak layak untuk menerima kompensasi dari kami, ujar Ranti.
" Kalau itu terserah anda, kami hanya menyarankan saja, ujar polisi itu.
" Anda menyarankan atau anda membela mereka, apa anda tidak tahu saya sudah mendapatkan ijin membangun dari seluruh lapisan pemerintah, bahkan para warga justru senang dengan pembangunan ini dan kompensasi yang saya berikan kepada mereka, apa anda tahu itu tuan petugas yang terhormat, tegas Ranti.
" Saya tidak membela mereka, kami hanya tidak mau ada bentrok di lapangan itu saja, ujar Polisi itu.
" Kalau ada bentrok, maka kalian harusnya paham bagaimana bertindak, dan proyek saya ini sah dan tercatat dalam lembaran negara, kamu pikir saya tidak tahu, kamu berkomplot dengan mereka, tekan Ranti.
" Jangan asal menuduh instansi kami Nona, anda bisa kami tuntut dengan kasus pencemaran nama baik, ucap Polisi itu gugup
" Silahkan tuntut, saya yang menang atau kamu dan 5 orang anggota kamu yang masuk penjara dan di berhentikan dengan tidak hormat, Silahkan ajukan sekarang, saya tunggu, ancam Ranti.
" Sekarang jika kalian benar ormas untuk kepentingan masyarakat, tunjukkan kepada saya tanda tangan warga dan alamat mereka, juga buktikan keabsahan ormas Kalian, dan hari ini juga saya akan akan melaporkan kalian ke Polisi, atas penyerangan kalian dan pengancaman kalian terhadap pekerja proyek, bahkan kalian mengancam beberapa warga dan pengurus RT dan RW, bukti semua sudah ada dan rekaman suara kalian juga sudah ada, ancam Ranti.
" Ayo kita keluar dari ruangan ini, dan kita buat laporan atas tindakan mereka, ucap Ranti kepada semua Tim nya.
" Jadi anda mengabaikan permintaan kami, teriak Bondan.
" Hahahaha, kamu pikir siapa kamu, yang harus aku takuti, ejek Ranti.
" Lihat Saja, jangan salahkan kami, jika kami bertindak anarkis di lapangan, ancam Bondan.
" Silahkan kalian bertindak, saya tidak akan panggil Polisi, atau aparat penegak hukum lainnya, biar masyarakat yang menilainya saja, silahkan hancurkan, setelah kamu puas menghancurkan, baru kami membangun lagi, 100 kali kamu hancurkan, 1000 kali aku bangun lagi, masalahnya, apa kamu punya uang untuk menyerahkan masa menghancurkan proyek kami, dan apakah Polri dan TNI akan tinggal diam dengan perbuatan Kalian, kalian salah mencari lawan, ejek Ranti.
" Apalagi Polisi yang kalian suap ini 10 menit lagi akan di tangkap, lihat saja nanti, ucap Ranti
" Nona apa yang kamu lakukan, tanya Polisi itu, dengan nada ketakutan
__ADS_1
" Tidak ada, saya hanya memberikan bukti-bukti bagiamana anda menerima suap dari Ormas bodong seperti mereka,
" Asal kalian tahu, Ormas yang legal, mereka dari awal sudah bekerja dengan kami, sambil mengawal kesepakatan yang kami buat dengan masyarakat terdampak, makanya kalau mau memeras itu, harus lebih cerdik, Para ormas dan LSM, yang legal, mereka datang dengan seragam lengkap dan dokumen yang valid serta tuntutan mereka lebih masuk akal dan manusiawi.
" Para pekerja proyek, 35 % kami rekrut dari ormas yang legal dan kami berikan mereka kompensasi yang sesuai standard dan disaksikan oleh pemerintah.
" Kalian entah Manusia darimana seenaknya minta minta 75 milyar dan jadikan anggota Pengawas, jangan mimpi, 1 sen pun, rugi aku, jika diberikan kepada Kalian, bentak Ranti.
" Kurang ajar kalian, belum tau kalian kalau kami sudah marah, ancam Bondan.
" Apa pentingnya bagi kami mengetahui kalau kalian marah, yang pantas marah adalah kami, karena kalian mengganggu kegiatan kami, apa kamu paham itu, balas Ranti.
" Aplikasi mata Dewa, cari pemimpin utama mereka dan kirim alamatnya, perintah Ranti.
" Baik".
" Baiklah Nona, kami sudah sudah tau anda memang tidak berperikemanusiaan, dan kami pasti akan menuntut dengan cara kami, selamat Sore, ucap Bondan dan langsung keluar dari ruangan pertemuan.
" AKBP Martino, anda di panggil menghadap ke Polda Jatim, hari ini juga, ujar Polisi pembawa pengumuman.
" Selamat menikmati tuan Martino, dan selamat menikmati masa pensiun, ejek Ranti.
" Tuan nama pemimpin mereka biasa di sebut Dorman Dorian, mereka mafia kelas 3 di Indonesia berpusat di Jakarta, di Surabaya sendiri, merupakan wilayah daerah kekuasaan kedua terbesar setelah Jakarta, ucap aplikasi Mata Dewa.
DING... DING
Misi khusus terkonfirmasi, hancurkan Mafia Dorman Dorian, waktu 3 bulan.
Hadiah : ?
Tidak ada penolakan misi.
* Maaf tuan, Rose terlambat memberikan informasi, Bahwa tuan mendapatkan hadiah dari sistem sebesar :
7,5 Triliun PP
3, 10 milyar Poin Pengabdian
Bonus :
Uang Tunai 500 triliun ( 50% Wajib dibagikan)
Lahan seluas 50 hektar di Cirebon, berdampingan dengan peternakan anda.
Sapi Wagyu 1500 ekor dari Jepang dan akan tiba Minggu Depan.
" Rose ini hadiah dalam rangka apa, tanya Ranti
* Hadiah karena Tuan sudah menghancurkan tempat persembunyian dari 2 Sistem Kekuatan Pengendali Iblis dan Sistem Kekuatan Penakluk.
* Maaf kalau Rose terlambat menginformasikan, karena kemarin sibuk dengan Absolute Supreme Divine.
* Sebagai Hadiah Pribadi dari Absolute Supreme Divine, Tuan mendapatkan 2 kupon Menaikkan Level dengan gratis, waktu 2 hari.
" Terimakasih Rose, ini namanya Doble bonus, dapat hadiah juga bertemu orangtua, aku anggap kita impas, ucap Ranti
* Maafkan kami yang diam-diam memanfaatkan Tuan, ucap Rose
" Jangan di pikirkan lagi, toh aku juga sudah bertemu dengan Orangtua Kandung saya, jadi tidak masalah, hanya saja, tolong jika ada perintah silahkan di beritahukan saja, dengan hati saya akan mengerjakan nya, Ucap Ranti.
* Terimakasih Tuan atas pengertian Anda, Mohon jangan disimpan dalam hati, ucap Rose.
__ADS_1
" Kalau pun aku simpan, pasti kamu juga tahu, ujar Ranti mengingatkan.
* Hehehehe, Rose lupa kalau kita sehati dan sepikir, ucap Rose.
" Hahahaha, kamu itu Rose".
* Sebagai tanda maaf dari Rose, Rose memberikan Tuan
1 Unit Mobil Bugatti Chiron Super Sport 300+, mobilnya sudah berada di Rumah Zaman Belanda.
Uang Tunai 150 triliun.
" Terimakasih Rose ".
Selesai dari kantor Polisi, Ranti langsung ke rumah zaman Belanda untuk mengambil mobilnya.
Saat ini dia sudah berada dirumahnya, dia melihat Dewi dan Ketty sudah berada di Rumah.
" Dek dari mana ? tanya Dewi
" Dari Poltabes, ada ormas gak jelas mengancam dan memeras 75 milyar proyek Kota Terpadu, dan sudahnku tolak, jawab Ranti.
" Bagiamana jika mereka anarkis, ucap Dewi
" Aku akan membalasnya, memangnya siapa mereka, ucap Ranti.
" Princes, sabar sayang, jangan terbawa emosi, ucap Monicha.
" Ia mommy, tapi mereka sudah kelewatan, Ranti di bantu oleh Ormas yang legal dan mendukung proyek Ranti, mereka saja yang jelas-jelas warga, hanya meminta Kompensasi wajar dan memang jelas ada yang Ranti lupa dan mereka ingatkan, dan yang paling baik adalah, cara mereka sopan, akhirnya Ranti putuskan 35 % pekerja proyek adalah orang-orang mereka, dan ternyata mereka bekerja dengan Baik dan sukacita, karena di berikan pekerjaan dengan gaji yang lumayan, Ujar Ranti.
" Kalau yang tadi, mereka jelas-jelas mau memeras, dokumen tidak ada, pernyataan dari warga juga tidak ada, dan juga kasar, ya sudah lebih malas Ranti memberikan mereka uang, mendingan buat panti asuhan atau panti jompo, bahkan juga untuk ormas yang dari awal membantu proyek kita, ujar Ranti lagi.
" Baiklah, sini sama mommy, masih belum puas mommy memeluk Princes, ucap Monicha.
" Makin keenakan dia bunda, ledek Friska yang datang dari Dapur.
" Ia dong, makin tambah yang menyayangi aku, punya kakak 8 orang, yang tidak pernah berhenti menyayangi aku, oh betapa bahagianya hidupku, ucap Ranti.
" Ya sudah ini makan kentang goreng kesukaan kamu, nanti kakak ke dapur lagi dan minta di buatkan, ucap Friska mengalah karena melihat Ranti dengan tatapan memohonnya.
" Kamu itu, apa gak kasihan sama kakak mu, ucap Monicha.
" Dari dulu mereka seperti ini sama ku, dari panti juga sudah seperti ini, mereka lebih memilih gak makan asal aku bisa makan, ucap Ranti mengenang kebaikan semua kakaknya.
" Pantas saja kamu makin manja sama Kakak-kakak mu, ucap Monicha.
" Karena itu, apapun akan aku lakukan demi melihat kakak-kakakku Bahagia, ucap Ranti.
" Kamu itu dek, bikin kakak terharu saja, ucap Dewi
" Sesama saudara harus bisa saling membahagiakan, benar gak ,ucap Ranti
" Ia kakak percaya, kerja keras mu, demi kami semua, ucap Dewi
" Karena saya sangat bahagia karena sudah berjumpa dengan Mommy dan Dady, bibi Nindya dan juga bibi Ratmi dan paman Lukman, maka besok pagi kalian cek rekening masing-masing, ucap Ranti.
" Bu Likha, pesan daging dan sayuran serta seafood dari pak Ryan, hari Sabtu kita acara syukuran, kasih tau pak Rahmat dan Jumono agar membawa istri dan anaknya.
" Kak Dewi ajak ibu dan adik-adik ya
" Ia, pasti mereka senang datang ke sini.
__ADS_1
Ranti mengundang, semua teman-temannya, juga Bu Gendhis, Farida, Serli dan Suster Diana.
Setelah selesai mengundang semua orang yang dekat dengannya, barulah Ranti menelpon Si kembar.