
" Kamu pikir siapa kamu berani mengancam membangkrutkan kami", Ujar mereka.
" Apa kalian berdua kenal, perusahaan IDB dan ARM Investama, sekali saya telpon kedua perusahaan itu kalian akan selesai pagi ini", tegas Ranti.
Perdebatan mereka menjadi tontonan banyak orang, apalagi mereka melihat dominasi Ranti, yang tak pernah kehabisan kata dan ancaman.
" Hahahaha, jangan mimpi di pagi hari, 2 perusahaan Besar dengan gampangnya kamu sebut, injak parkiran Kantor saja belum tentu kamu pernah", balas pria itu yang semakin membuatnya masuk jurang.
" Selesai saya telepon, dan kamu dapat telpon dari kedua perusahaan ini, jangan salahkan saya, dan saya pastikan perusahaan kamu jadi milik saya, tanpa saya capek mengetik nominal untuk transfer kepadamu... bodoh ! ujar Ranti menekan kata bodoh.
" Halo Pak Jusuf, berapa total utang PT Super Speed Line,
" Mereka meminjam Modal pengadaan kapal baru sebanyak 4 unit, total pinjaman 1,2 triliun dengan agunan 25% saham mereka, mereka sudah 4 bulan tidak memenuhi kewajiban dan secara hukum sudah bisa kita ambil alih 25 % saham mereka, apalagi sudah 2x kami mengirim surat untuk Bertemu dan membahas Maslah ini tapi mereka tidak merespon, rencananya dalam minggu ini jika tidak ada respon, maka hari Senin kami akan segera menempuh jalur hukum", jawab Psk Jusuf Maulana.
" Tidak ada Minggu depan sekarang hubungi orang nya, dan dia harus bayar pagi ini juga, jika tidak ambil sahamnya, telpon sekarang orang nya lagi di hadapan saya", tegas Ranti dan langsung beralih menghubungi Pak Haris Setiadi.
" Halo Paman, berapa nominal Saham ARM Investama di Super Speed Line" Tanya Ranti.
" Ada 35% Saham dan pemegang saham kedua terbesar, mereka sudah 2 tahun tidak memberikan dividen, jadi jika tahun ini mereka tidak memenuhi lagi, maka paman akan menarik saham dari mereka", Ucap Pak Haris.
" Hubungi pemiliknya 10 menit lagi, orangnya lagi berbicara dengan pak Jusuf Maulana, lagi ini tarik semua saham dari perusahaan mereka, bagaimana mereka bisa dividen, pemiliknya hobi main perempuan, saya barusan di tawar 20 juta oleh pemiliknya, dan sekarang orangnya ada dihadapan saya", tegas Ranti.
Si pemilik perusahaan sudah kehabisan kata-kata menjawab pertanyaan dari Pak Jusuf Maulana.
" Maaf Pak Jusuf, bisakah perusahaan kami mengajukan re skedul pembayaran hutang", ucap pemilik perusahaan.
" Tidak bisa, kami sudah 2 kali mengirim surat, saya juga sudah mengirim pesan WA dan email pribadi kepada anda, tapi sudah 3 bulan anda tidak menjawabnya, telpon saya kamu tolak beberapa kali, itu berarti bahwa kalian tidak ada niat untuk membayar, jadi saya harap pagi ini selesaikan, kalau tidak selesai makan siang, maka Tim hukum kami akan datang ke kantor anda, dan itu juga berarti, anda sudah harus menandatangani pengalihan Saham 30 %, sudah termasuk bunga", tegas pak Jusuf Maulana dan mematikan handphone.
Tak lama berselang pak Haris Setiadi yang menelpon, dan mengatakan akan menarik Sahamnya pagi ini, jika tidak ada laporan jelas tentang gagal bayar hutang ke IDB.
Pria pemilik perusahaan Super Speed Line langsung terduduk dan tidak tau mau bicara apa, mimpi apa semalam bisa bertemu orang kuat di Warung makan sederhana.
" Bagaimana ? apa kamu masih merasa hebat, dengar baik-baik, cara kamu menilai wanita terlalu klasik, mau pamer mobil agar saya tertarik, lucu kamu, saya saja membelikan mobil 3 miliar buat orang yang baru saya kenal dan memberikan tabungan puluhan miliar pada orang, tidak membuatku menilai orang - orang itu dengan rendah.
Kami selesaikan urusan kamu dengan kedua perusahaan itu pagi ini juga, pergi kalian dari sini, katanya orang super Kaya, dengan mobil BMW, traktir cewek modal Milo sachet dan susu, hahahaha, apa kamu pikir aku terlalu miskin hingga tidak mampu beli minuman seharga 6000 ribuan, jangan menghina orang miskin, karena kalau tidak ada mereka maka kamu juga tidak akan kaya", ucap Ranti masih menasehati.
Kedua orang itu Keluar dari Kios Aisyah dan menghidupkan mesin, tapi sayang mobilnya tidak bisa hidup.
Dari kerumunan orang datanglah suami isteri, mereka adalah Atilla dan Ayunda, berapa terkejutnya mereka melihat Ranti berada di kios milik orangtuanya, walaupun mereka berdua karyawan outsourcing, tapi mereka beberapa kali melihat Ranti di kantor IDB, bahkan Ayunda pernah membantu office girl mengantar air mineral ke ruang rapat dan melihat Ranti sedang memimpin rapat.
" Selamat pagi Nona Muda, saya Attila dan istri saya Ayunda, kami pegawai outsourcing di Bank Milik Anda", ucap Atilla.
Omongan Atilla sontak membuat pria pemilik Super Speed Line terkejut, dan juga orang-orang yang masih duduk dalam Kios juga terkejut.
" Apa kalian sudah dapat perintah lanjutan dari Pak Jusuf Maulana? tanya Ranti
" Sudah Nona Muda, kami juga Barusan telpon ke Kantor kami perihal pengunduran kami, dan kami wajib bayar kompensasi pinalti ke pihak perusahan sebesar 3 juta per orang, tapi tidak masalah Nona Muda, asal bisa terbebas dari penyalur pemeras itu", jawab Atilla.
" Ya sudah, kalian Jumat pagi kekantor IDB ambil SOP baru dan mulai hari Senin kamu Atilla jadi supervisor, saya akan membentuk Tim sendiri OB dan OG serta Cleaning Service, untuk bekerja di seluruh perusahaan ku, melihat kalain tersiksa dengan ikut penyalur, dan untuk sebesar ini, saya tugaskan kamu untuk jadi menjadi bosnya, jadi sebelum Tim ink terbentuk, belajar lah di IDB, bulan depan kalian berdua jika punya ijazah SMA, Silahkan daftar kuliah, saya yang bayar, agar kalian bisa berdiri sejajar dengan Petinggi lainnya, apa kamu mengerti? tegas Ranti.
" Kami mengerti Nona Muda, kami berdua lulusan SMA, bulan depan kami akan daftar kuliah", jawab mereka berdua.
__ADS_1
" Baguslah, nanti Sore, mobil untuk Kalian datang kesini platnya B, dan untuk Rumah kalian sudah saya beli di daerah kelapa gading, ink kuncinya dan ink dokumennya serta alamat rumah, itu sudah ada perabotan, barang-barang kalian di kontrakan biarkan saja, cukup bawa baju saja. di rumah kalian juga sudah ada motor Nmax, ini kuncinya, rawat baik-baik", ucap Ranti.
" Terimakasih Nona Muda, ucap mereka berdua, sambil membungkuk.
" Sama-sama, dirumah kalian juga ada paket di kamar kalian, nanti setelah pulang kalian gunakan dan baca baik-baik aturannya, ini SIM buat kalian berdua, dan soal SIM ini Kalian tanya Orangtua kalian, ini handphone dan tablet, nomorku sudah ada disitu, dan didalam Amplop ini ada 3 lembar Cek, urus hari ini dan baca catatan yang ada di dalamnya, pakai dengan bijak.
kalau soal uang jangan kalian pikirkan orangtua kalian dulu, mereka juga sudah dapat, abangmu Anjas juga sudah, apalagi Aisyah, jangan iri jika melihat melihat mobilnya lebih mahal dari kamu, oh ya saya lupa, dirumah kalian juga sudah ada Kawasaki Ninja ZX 25 RR, biar kalian bertiga memiliki motor yang sama,
Kalian boleh dekat dengan saya, tapi jangan bear Kepala, tolong jangan kecewakan saya, saya menolongmu, bukan untuk menjadikan kamu babu saya, tapi menjadikan kamu teman dan saudara, jadi bantulah saya juga dengan tugas yang ku berikan, dan jangan pernah memberitahukan hubungan saya dengan keluarga kamu", apa kamu paham.
" Paham Nona Muda, terimakasih atas kepercayaannya, Ucap Atilla.
" Untuk sementara gajimu baru bisa 15 juta, belum tunjangan, dan kamu Ayunda, saya percayakan tiang pribadi saya dan Kantor saya, dan jika saya di kantor hanya kamu boleh melayani saya, karena kamu mulia hari ini orang kepercayaan saya, jadi kamu melayani saya bukan sebagai babu, tapi apakah kamu minuman saya si racuni orang yang tidak suka dengan saya, apa kamu paham? tanya Ranti.
" Saya paham, saya melayani anda sebagai teman dan Saudara", jawab Ayunda.
" Itu baru jawaban yang enak saya dengar, nah ini hadiah buat kamu, ini sama Dengan Rubiyah dan mertuamu, soal Aisyah dia berbeda dari kalian, perhiasan dia sedang di buat, dan baik Anjas maupun kamu Atilla, Rubiyah dan juga Ayunda, jangan sekali-kali kalian iri dengan Aisyah.
" kami berjanji Nona Muda, akan mengedepankan keluarga, dari kecil kami sudah diajarkan hidup apa adanya", ucap Atilla.
" Baguslah, semua sudah ku bicarakan, yang ingin ku berikan juga sudah kuberikan, sekarang aku mau kesekolah Aisyah, pihak sekolah ingin menkonfirmasi mobil Aisyah, karena ada yang menuduhnya jual diri", ucap Ranti.
" Ya sudah Nona Muda, berangkatlah dan hati-hatilah, nanti kesini lagi ibu masak spesial hari ini, Anjas juga lagi dalam perjalanan, ibu mohon mintakan ijin buat Aisyah, buat dia pulang ketemu Anjas, karena Anjas hanya sebentar", ucap ibunya Aisyah.
' Baiklah, aku berangkat dulu, ucap Ranti dan langsung mobil nya.
Kedua orang sok kaya kebingungan dengan mobilnya yang rusak parah, mereka malu melihat menatap Ranti, apalagi melihat mobil Ranti.
" Mobil angkutan sudah jalan kesini, jadi sabar saja bro", ucap kawan pemilik perusahaan.
" Bu, sejak kapan kalian kenal Dengan Nona Muda? tanya Atilla.
" Hari Kamis Minggu kemarin, dia mampir minum kopi subuh-subuh berdua dengan Asistennya, dia mau ke Lampung, dia mau mengecek lahan yang baru dia beli seluas 5000 hektar, ternyata dia juga membeli lahan tempat abangmu bekerja, jadi ibu minta tolong agar abangmu terus bekerja, dia jawab ia, kemudian ibu di kasih 1 miliar untuk sewa kios ini dan pickup.
Saat dia kembali dari Lampung dia mampir dan melihat kami lagi beberes, dia senang, kemudian ketemu Aisyah, dan langsung akrab dan dia menganggap Aisyah adiknya, baru dia belikan mobil sama persis miliknya, dan memberikan adikmu deposito 25 milyar, dan uang jajan 10 milyar.
Hari ini, dia membelikan rumah besar dan 2 kavling seharga 4,5 milyar dan dia akan buat kan kontrakkan, dan juga tanah depan milik Pak Bhakti, seluas 5000 meter dengan harga 7,5 milyar, dan adikmu bilang mau minimarket, restoran dan kontrakan, dan semua biaya dari Nona Muda.
" Ibu berharap kalian jangan iri kepada adikmu, toh itu uang Nona Muda, kecuali ayah dan ibu yang berbuat demikian baru kalian iri", ujar ibunya Atilla.
" Santai saja Bu, justru aku bersyukur jika bukan karena ibu Aisyah, gak mungkin naik pangkat secepat ini, Yoh kami juga sudah di berikan uang, kendaraan, rumah di Jakarta apalagi mau di cari", ucap Atilla.
" Ya sudah, coba kamu lihat berapa yang di berikan Nona Muda kepada kalian", ucap ibunya Atilla.
Sat Atilla mengambil ke tiga cek itu dan melihatnya, matanya melotot, sambil menghitung nolnya, mereka dapat deposito berjangka 25 milyar dan masing-masing tabungan biasa 5 milyar per orang.
" Bu, ini banyak sekali", Ucap Atilla.
" Bersyukurlah, dan jangan boros dan juga berubah jadi Sombong, giatlah bekerja, agar Nona Muda tidak kecewa, lihat ibu tetap bekerja, ayahmu juga tetap bekerja, dan ibu peringatkan jangan pernah sebut nama Diman di depan Nona Muda, karena dia sangat tidak suka dengan Diman.
Dia marah motor beat adikmu yang fi beli pakai uang dia, di preteli sama Diman dan dengan berani minta di belikan motor ke Nona Muda", ucap ibunya Atilla.
__ADS_1
" Dari dulu aku dan Abang Anjas tidak setuju dia tinggal dengan kita, dan lihatlah, bantu ibu saja gak mau, kerjanya hanya main saja, tapi baguslah kalau dia tidak di sukai oleh Nona Muda", Jawab Atilla.
Kini mobil Ranti sudah memasuki gerbang sekolahnya Aisyah, Ranti melihat mobil Aisyah,
" Maaf Pak Security, saya mau ketemu dengan Kepala Sekolah", ucap Ranti yang masih di atas mobil.
" Saudara dari Aisyah Antara bukan? tanya pak Security.
" Benar sekali, dimana ruangan kepala sekolah nya? Ranti.
" Silahkan parkir di samping mobil Aisyah, dan nanti saya antar Nona ke ruangan kepala sekolah", Sahut pak Security.
Dengan di temani oleh Pak Security, Ranti berjalan menuju Ruangan Kepala Sekolah.
" Selamat Pagi Bu kepala sekolah, perkenalkan nama saya Ranti Putri, kakak angkat Aisyah Antara", sapa Ranti sambil memperkenalkan dirinya.
" Saya Bu Euis Komariah, silahkan duduk', ajak Bu Kepsek.
Mereka berbincang-bincang soal mobil Aisyah, intinya tidak masalah membawa mobil, apalagi lapangan masih luas, hanya saja tidak enak dengan pandangan anak-anak, dan juga pihak luar, sudah menjadi pandangan umum bahwa yang bersekongkol di negeri adalah orang menengah ke bawah.
" Benar juga Bu, pada dasarnya saya yang meminta Aisyah agar kesekolah pakai mobil, juga kemarin ada masak dengan sepupunya, perihal motor milik Aisyah, tapi mulai besok dia naik motor, dia sudah ku belikan motor baru buat kesekolah, tapi mohon maklum jika pagi jati hujan ijinkan asik saya bawa mobilnya", Ucap Ranti.
" Tidak masalah Kalau hujan", jawab Bu Kepsek.
" Terimakasih atas pengertiannya, kalau boleh fasilitas apa yang masih kurang si sekolah ini, tanya Ranti.
" Banyak Nona, semuanya mesti tunggu anggaran, anak-anak minta dibuatkan lapangan basket, juga Atap untuk parkiran, sama alat musik band", Jawab Bu kepala sekolah.
" Baiklah Bu, hitung Saja anggarannya, saya Tunggu 2 Minggu dari sekarang, nanti jika sudah selesai, serahkan saja ke adikku, karena saya tinggal di Surabaya, nanti dana yang akan saya sumbangkan atas Nama Indonesian Development Bank atau IDB, dan kalau boleh tau ada berapa jumlah guru disini ? tanya Ranti.
" Guru PNS ada 30, honorer ada 10 orang, tata usaha 5 orang, Security 3 orang, serta tukang kebersihan 3 orang", jawab Kepsek itu.
" Baiklah, saya akan menyumbang laptop untuk seluruh guru yang ada disini dan masing-masing 100 juta kepada seluruh bekerja disini, besok kalian ambil cek dari adikku", ucap Ranti.
" Terimakasih Nona, kami akan mengangkat Pak Antara sebagai pengawas pembangunan, agar uang dari anda bisa digunakan baik dan jujur, anda tahu sendirilah, bagaimana manusia serakah melihat uang, kalau pak Antara tidak tidak jujur", Ucap Kepsek itu.
" Sungguh langkah bagus, anggaplah Pak Antara perwakilan saya, selama adikku bersekolah disini, saya siap membantu sekolah ini, saya akan membuatkan peryataan sebagai penyumbang, agar ibu dan jajarannya tidak di tuduh macam-macam, nanti saat peresmiannya saya siapkan waktu untuk datang", ucap Ranti.
" Terimakasih Nona, jawab Kepsek itu.
" Besok laptopnya datang, harap Seluruh penerima berfoto bersama adikku, biar dia kirim bukti penerimaannya, begitu juga dengan penerima cek, ucap Ranti.
" Baik Nona, pasti kami akan melakukan sesuai permintaan Nona", Jawab Kepsek itu.
" Terakhir saya mohon ijin membawa adik saya pulang cepat hari ini, karena ada acara keluarga, baru hari ini kami semua berkumpul, jadi mohon di berikan ijin", ucap Ranti.
" Baik saya berikan ijin, toh Aisyah tidak pernah ijin, sakit atau absen, dia sangat rajin kesekolah dan dia murid berprestasi di sekolah kami, kami berharap nanti dia lulus bisa masuk peringkat tingkat provinsi", ucap Kepsek itu.
" Amin, terimakasih sudah mendidik adik saya, dan maaf saya mohon Pamit, karena hari ini juga saya harus kembali ke Surabaya, jangan sungkan menghubungi saya, kasi tahu adikku jika sekolah ini butuh bantuan", ucap Ranti dan berdiri.
" Mari saya antar ke kelasnya Aisyah", ucap Kepsek sambil berdiri dan mengajak Ranti.
__ADS_1
Sampai di kelas Aisyah, ternyata kelas Aisyah sedang kosong, dan saat itu juga ada beberapa siswa yang mengganggu Aisyah.