SISTEM KEKAYAAN : PERJALANAN SI MISKIN

SISTEM KEKAYAAN : PERJALANAN SI MISKIN
Suami pelit


__ADS_3

Saat mereka telah kembali ke rumah Vanya, selang sejam mereka ngobrol, akhirnya mereka memutuskan untuk kembali ke bandara.


Vanya memeluk satu persatu adiknya, sambil meneteskan airmata,


" Dek, kakak sangat bahagia, tolong jangan lupakan prinsip keluarga kita, pesan Vanya, ke mereka.


" Kak Dewi, tolong jaga mereka dengan baik, Mercy kamu tau bagaimana caranya mengatasi bontot kalau lagi kumat, Darel kalau ada waktu kita pulang ke Surabaya, ucap Vanya.


" Baik Kak, biasanya 2 Minggu sekali aku pulang bersama Sonia, nanti aku kabarin saat mau pulang, ucap Darel.


" terimakasih Dek, ucap Vanya


" Armando, Salma, apa semua aturan keluarga kita, kalian sudah paham, tanya Vanya


" Sudah kak, tenang saja, kami berdua dari awal sudah di ajarkan, kami tidak akan membuat keluarga kita malu atau hancur, kami berjanji ucap Salma dan Armando sambil berlutut menghadap Vanya.


" Kakak sangat senang akhirnya bisa punya adik lagi, dua sekaligus, jangan nakal ya sayang, ucap Vanya sambil membelai kedua bocah itu.


" Ia kak, kalau manja boleh ya kak, ucap Salma


" Dasar bungsu, ucap Vanya


" Hahahaha, aku punya tempat untuk bermanja-manja, ucap Salma dengan riang gembira


" Sini kakak peluk lagi, panggil Vanya ke Salma


" Kakak kalau ada waktu datang ke Surabaya, nanti di Jemput, ucap Salma


" Ia pasti kakak akan datang, ucap Vanya.


Saat ini mereka sudah tiba di Bandara, dan menunggu pesawat nya disiapkan dekat ruang tunggu.


Setelah mereka semua naik ke pesawat, Darel dan yang lain pergi ke tujuan masing-masing.


" Dek, mas lihat Paman besar dan Mas Prasetyo di kasih uang banyak oleh adikmu, ucap Tristan


" Kenapa memangnya mas, apa gak boleh gitu, tanya Vanya


" Itu haknya adikmu, tapi kok kamu gak di tambahkan uangnya, itu maksud mas, ucap Tristan


" Jangan serakah mas, kedepan pasti kita di kasih, jangan iri dengan orang yang dapat lebih besar dari kita, ucap Vanya.


" Sebenarnya mas ingin bangun kan rumah buat orang tua mas di kampung, ucap Tristan


" Tinggal di buatkan, pake nanya lagi mas, kan uang kita masih ada, kasih tau ayah dan ibu agar cari orang yang bisa membangun rumah yang bagus, ucap Vanya.


" Terus apa kamu juga mau membuatkan rumah juga orangtuaku, tanya Tristan


" Haruslah, kan mereka juga orangtuamu mas, ucap Vanya.


" Ia tapi nanti kalau rumah orangtuaku sudah selesai baru mereka, biar uang kita tidak cepat habis, ucap Tristan dengan tak tau diri


" Memangnya mas mau membangunkan rumah seberapa besar buat orangtuamu, tanya Vanya


" Minimal lebih besar dari rumah pak Haji yang di kampung kita itu, ucap Tristan


" Mas, kata orang rumah pak haji itu 5 Milyar, belum perabotan nya, uang kita sisa 11 milyar, apa tidak sebaiknya buat rumah sedang dan sisa uangnya buat ayah dan ibu, biar mereka bisa menikmati masa tua nya dengan tenang, ucap Vanya


" Kan kita bisa memberikan mereka uang tiap bulan, ucap Tristan


' Biaya perawatan rumahnya bagaimana, siapa yang memberi rumah sebesar itu, apa gaji kita cukup, adik-adik kamu masih sekolah dan kuliah, apa tidak lebih baik kita bantu ayah dan ibu membayarnya sekolah dan kuliah mereka, ucap Vanya.


" Pokoknya mas ingin buat rumah besar, ucap Tristan


" Ade tidak keberatan mas, masalah nya darimana uang kita untuk membiayai perawatan rumah itu nantinya, apa gaji mas cukup, terus hidup kita Bagaimana, tanya Vanya


" Kan kamu bisa minta ke adik kamu, ucap Tristan


" Masa aku punya suami, tapi aku harus menghidupi sendiri hidupku dengan meminta-minta ke adikku, ucap Vanya.


" Dek bukan meminta-minta, tapi mereka harus membalas Budi kepadamu, kamu sudah merawat mereka dari kecil, jadi mereka wajib memberikan kamu kompensasi, ucap Tristan.


" Terus gaji kamu buat siapa, tanya Vanya

__ADS_1


" Ya buat aku lah, kan sekarang kamu punya adik yang kaya raya, paman gede saja di kasih 25 milyar, Prasetyo dan Setyani si kasih masing-masing 10 milyar, masa kamu sebagai kakaknya hanya 15 milyar, bahkan orangtuamu tidak di kasih apa-apa, ucap Tristan.


" Sejak kapan mas jadi seperti ini, Ade jadi bingung sekarang dengan mas, ucap Vanya.


" Apa yang paman besar lakukan buat kamu hingga adik mu memberikan banyak uang, sedangkan orangtuamu yang membesarkan kamu tidak berikan apapun, kalau di hitung keluarga Paman Besar dapat 45 milyar, keluarga kita hanya 15 milyar, ucap Tristan mulai berhitung,


" Ya ampun mas, jangan serakah dan iri seperti itu, Ade mencintai mas yang sederhana, bukan mas yang seperti ini, ucap Vanya


" Mas hanya melihat dengan realistis, orang lain di kasih lebih besar dari yang sudah berkeringat membesarkan kamu, ucap Tristan.


" Jadi mas maunya Ade minta berapa ke mereka? tanya Vanya


" Ya minimal 100 milyar, atau berikan kamu biaya hidup setiap bulan, ucap Tristan


" Jadi mas suruh mereka membiayai hidupku, terus tugasmu sebagai suami bagaimana, ucap Vanya


" Kamu masa tega masih minta sama mas yang gajinya sedikit, ucap Tristan


" Mas ini bukan masalah uang sedikit atau besar, tapi tugasmu sebagai suami, ucap Vanya


" Ia mas tau itu, tapi kan tetap uang adikmu lebih banyak, ucap Tristan.


" Baiklah, terserah mas saja, mulai hari ini, saya tidak akan minta uang lagi ke mas, kita hidup masing-masing, jadi mas cuci baju sendiri, masak sendiri, tidur juga sendiri, ucap Vanya tegas.


" Kok begitu, kan kamu istri mas, wajib melayani mas, ucap Tristan


" Dan mas suami Ade, jadi wajib menafkahi Ade, apa mas paham istilahnya wajib, ucap Vanya.


" Sudahlah, gak usah ngambek begitu, ucap Tristan.


" Lagian mas, mau enak saja tapi gak mau tanggung jawab, ucap Vanya


" Kan mas hanya ngomong saja, kalau kamu gak mau minta ke adikmu ya sudah, ucap Tristan


" Ya sudah apa mas, tanya Vanya


" Ya hidup kita seperti ini, Paman besar yang untung banyak, ucap Tristan


" Baiklah, ini ATM nya, buat mas saja, bangunlah rumah buat orang tuamu, aku masih sanggup menafkahi diriku sendiri, gaji mas pakailah sendiri, cukup gak cukup, jangan minta samaku, ucap Vanya sambil memberikan ATM nya.


" Rumah orang tuamu, lebih tepatnya !, jika uang itu sudah habis bangun rumah orang tuamu, terus rumah orang tuaku mau ambil uang darimana, tanya Vanya


" Ya itu tadi, Ade tinggal minta ke adikmu yang kaya itu, ucap Tristan


" Apa kamu tidak malu, jika mereka tau kamu yang menyuruh ku meminta uang, jawab Vanya.


" Ya jangan bilang mas yang suruh, ucapnya


" Kalau mereka tanya uangku kemana, aku mau jawab apa, tanya Vanya


" Ya kamu jawab saja, uangnya sudah kamu pakai buat bangun rumah orangtuaku, gampang kan, ucap Tristan dengan tidak mau malu


" Astaga, kamu yang senang aku kamu suruh mengemis, untuk kedua orang tuaku.


" Salah aku menilai kamu mas, ucap Vanya


" Memangnya mas salah apa, mas hanya ingin kamu hidup senang, ucap Tristan


" Aku akan minta uang untuk biaya hidupku sendiri, kamu punya pekerjaan dengan gaji 20 juta sebulan, walau setahun kita menikah kamu hanya memberi 3 juta sudah termasuk biaya kita sehari-hari, aku tak membantah, tetap melayani kamu mas dengan ikhlas, tapi sekarang kamu malah suruh saya membiayai hidup dengan meminta uang kepada Adikku, suami macam apa kamu, ucap Vanya yang sudah tidak tahan


" Terserah kamu saja, mau hidup enak ya minta ke adikmu, aku hanya mampu memberikan seperti itu, karena aku tulang punggung keluargaku.


" Makanya Ade bilang buatlah rumah sederhana dan uang sisanya buat bayar sekolah dan kuliah adik-adik mas, bahkan masih bisa belikan mereka kendaraan untuk sekolah dan ke kampus, ucap Vanya


" Kamu gak lihat rumah Ranti, berapa pelayan yang ada situ untuk membersihkan Rumahnya yang besar, kita bersyukur, sudah di belikan rumah dan mobil, masih ada uang sisa, jika kita bangun rumah 1 milyar buat ke sua orang tua kita, uangnya juga masih sisa, untuk biaya sekolah adik- asik mas, jadi gaji mas bisa utuh buat kita tabung, aku juga bekerja gajiku walau hanya 5 hingga 6 juta, itu sudah cukup, ucap Vanya mencoba menasehatinya


" Jadi kami tidak mau minta bantuan ke adikmu, tanya Tristan


" Apa seumur hidup kamu akan menafkahi adik- adikmu walau mereka sudah menikah, tanya Vanya


" Ya nggaklah, kalau hanya sekedar bantu ya gak masalah, ucap Tristan terjebak omongannya.


' Nah itu kamu tau, tapi kenapa kamu suruh aku meminta biaya hidup dari adikku, sedangkan aku sudah menikah, bahkan gaji suami bisa dikatakan cukup besar, walau 17 juta habis buat keluarga kamu, apa kamu pernah memberikan uang untuk orangtuaku sekedar untuk beli kopi, kamu suruh aku bekerja untuk membantu orangtuaku, aku diam mas, dan menuruti kamu, gak pernah aku membantah kamu, karena aku tau kamu tulang punggung, tapi masa ia istri berikan 3 juta sudah termasuk biaya makan kita berdua sehari- hari, tapi apa pernah aku mengeluh, tidak pernah, tapi sekarang kamu makin tidak menghargai aku, dengan menyuruhku jadi pengemis ke adikku, ucap Vanya.

__ADS_1


" Sudah-sudah gak usah di perpanjang lagi, untuk sementara aku mau fokus membiayai adik-adikku supaya kalau mereka sudah selesai, bebanku juga lepas, jadi kamu bersabarlah, Terimakasih untuk uang ini, besok aku transfer ke orangtuaku agar segera membangun rumah, ucap Tristan


" Apa uang itu semuanya buat orangtuamu, tanya Vanya


" Tadi kamu bilang ambil saja, kata Tristan


" Apa kamu tidak berpikir untuk membaginya buat orang tuaku, tanya Vanya.


" Kalau pembangunan rumah orangtuaku sudah selesai, nanti sisa uang nya aku berikan buat orangtuamu, bagaimana, ucap Tristan


" Kami memang gak punya hati mas, cukup sampai disini, ambillah uang itu, aku sudah paham niat kamu, setahun kita menikah, sepeserpun kami tak mau membantu orangtuaku, setiap aku kirim uang gajiku, aku selalu bilang dari kamu agar martabat kamu terjaga, tapi sekarang aku tidak akan seperti itu lagi, ucap Vanya.


" Orangtua saya lebih membutuhkan uang daripada orang tuamu, mereka sejuta cukup, tambah pensiun bapak, juga mas Bram yang memberikan mereka uang, tapi keluargaku, hanya aku yang bekerja, tolong mengerti, ucap Tristan


" Apa selama ini aku tidak mengerti kamu, untuk rumah kita sudah punya, kami ingin mobil sudah ada, bukannya kamu bersyukur, malah kamu ingin peralat aku minta uang ke adikku, Sekarang jika mereka kasih uang untukku 20 juta, apa boleh aku pakai sendiri dan juga untuk orang tuaku tanya Vanya


" Itu namanya kamu egois, punya uang tapi tidak mau berbagi, ucap Tristan


' Apa gajimu pernah kamu bagi untuk orangtuaku, coba kamu jawab, Sengit Vanya


" Sudah aku bilang kebutuhan orangtuaku sangat banyak, jadi tidak cukup buat di bagikan ke orangtuamu, ucap Tristan


" Apa pernah aku menuntut nya, coba kamu jawab, Vanya lebih Sengit


" Aku pikir kamu mengerti, lagian itu kan uang saya, untuk apa aku harus ijin kamu memberikan uangku ke orangtua, jawab Tristan


" Berarti sama, uang dari adikku, aku tidak perlu ijin kamu untuk kuberikan ke orang tuaku, balas Vanya.


" Dimana- mana, istri harus ijin ke Suami untuk memberikan sesuatu kepada siapapun, ucap Vanya


" Memangnya itu uang kamu yang aku pakai, kecuali uang pemberian kamu, baru aku minta ijin sama kamu, emosi Vanya.


" Terserah kamu saja, ucap Tristan


" Ya terserah aku, kamu saja tidak mau menafkahiku, terus aku harus nurut begitu saja omongan kamu, ucap Vanya.


" Aku bertahan selama ini, karena aku pikir kamu orang yang baik, bukan aku takut kamu tinggalkan karena nanti aku tidak bisa hidup, yang aku sesali, aku tidak mendengar omongan mas Bram soal sifat kamu yang egois dan perhitungan alias pelit, ucap Vanya


" Aku bukan pelit atau perhitungan, tapi keuangan kita yang tidak cukup, ucap Tristan


" Tidak cukup, gaji 20 juta, 16 juta buat keluarga kamu, 3 juta buat makan sehari- hari, 1 juta biaya kontrakkan, apa wajar rumah tangga memberikan uang lebih banyak untuk keluarga nya, dan membiarkan istrinya mengemis ke saudaranya, apa itu masuk akal, ucap Vanya


" Jadi kamu gak suka aku bantu keluarga ku.


" Namanya anak wajib membantu orangtuanya, namanya saudara, harus mau membantu asiknya, tapi jika kita membantu mereka dan mengabaikan keluarga kita sendiri bagaimana menurutmu, apa itu wajar, apakah ayahmu tidak sudah tidak menghasilkan uang sama sekali, sawah puluhan hektar, belum gaji pensiun ayah dan ibumu, benar saat ini hanya kamu yang bekerja, tapi bukan berarti orangtuamu hanya mengandalkan kamu, Ucap Vanya


" Ternyata kamu tidak suka membantu orangtuaku, ucap Tristan


" Apa tidak terbalik, selama setahun kita menikah, berapa lembar baju yang kami berikan untuk saya, lebaran saja, kamu tidak membelikan saya apa-apa, mukena saja aku pakai punya ibu, apa aku memaksa mu membelikannya, sekarang uang dari adikku, kamu ingin gunakan untuk bangun rumah orang tuamu, sedangkan orangtuaku kamu bilang tunggu kalau ada sisa, apa itu bukan egois, ucap Vanya


" Kita sudah sudah sampai di kontrakkan, ATM nya mas pegang, ucap Tristan


" Pegang saja, itu buat kamu saja, cukup aku tahu kamu itu seperti apa, ucap Vanya, langsung turun dari mobil.


" Dek besok jam berapa kita pindah ke sana, soal perabot nanti nyusul saja ya, ucap Tristan.


" Kita gak jadi pindah ke sana, ngapain pindah perabotan gak ada, emangnya kita hanya di kamar saja, Ucap Vanya


" Terus bagaimana dong, tanya Tristan


" Di ATM itu masih ada uang, cukup untuk beli perabotan, ucap Vanya


" ya sudah pakai uang ini saja kalian begitu, tapi kalau kamu dapat uang bagi aku ya, sedikit saja, ucap Tristan


" Jangan harap, enak saja, uang kamu saja tidak kamu bagi untuk saya, terus aku harus membagi uangku, jangan mimpi, dan ingat itu rumahku bukan rumahmu, jadi kalau kamu mau tinggal disana harus tau diri, dan mulai besok jangan bawa mobil ke kantor, kami pakai motor kamu, aku pulang kerja tidak usah kami jemput, ucap Vanya.


" Kok begitu kamu bicara, kamu melawan suami, kalau begitu, ucap Tristan


" Maaf, coba kamu tanya ke pak ustadz bagaimana suami yang tidak menafkahi Istri nya, bahkan menyuruh istrinya mengemis apa itu namanya suami, ujar Vanya.


" Sekarang sudah berani kamu, bentak Tristan


" Sebenarnya dari dulu, tapi aku tidak enak dengan orangtuaku, yang menganggap kami laki-laki sempurna, kalau aku cerita ke orangtuaku, kamu pikir kita masih bersama sampai hati ini, apalagi kamu paksa saya bekerja, karena hampir semua uang kamu buat keluarga mu, mas Bram tau semua sifatmu, mantanmu saja cerita bagiamana kamu jadi laki-laki, kalau jalan maunya di bayarin pacarmu, ucap Vanya.

__ADS_1


" Tidurlah, besok aku mau kerja, biar cepat dapat uang, rumah yang di PIK aku mau sewakan saja, biar aku ada pegangan uang.


'


__ADS_2