
Tak terasa siang sudah berganti dengan malam, hari ini Ranti bersaudara tak kemana-mana, mereka hanya makan, ngobrol dan istirahat.
Hari ini Dewi yang terlihat sibuk bersama pelayan lain, para pelayan juga sudah di beritahu Bu Likha soal status Dewi.
" Non Dewi, sekarang sudah mau makan malam, menu apa yang akan kita buat, tanya Mirna dengan mengubah panggilan Non
" Kalau hanya kita saja jangan panggil aku Nona, kata Dewi
" maaf Non, bagi kami, baik Nona Muda Ranti ada atau tidak, setiap perintahnya kami tidak akan langgar satupun, Kata Mirna
" Tapi aku hanya diangkat oleh mereka dan aku bukan majikan kalian, kata Dewi sendu
" Nona Dewi, dari awal kami sangat menghargai Nona, kami semua senang Nona Dewi dapat status tinggi dirumah ini, kami saja tidak di anggap pembantu atau pelayan oleh Tuan Muda dan Nona-nona Muda, kata Mirna
" Nona Dewi, terima dengan ikhlas dan kami pun dengan senang hati memanggil anda Nona, sambung Dewi si pelayan.
" Terimakasih atas penghargaan kalian semua buat saya dan Ketty, kata Dewi
" Nona Dewi sudah kami anggap saudara, apalagi sekarang Nona Dewi sebagai salah satu majikan kami, jadi kami tambah betah di rumah ini, jawab Dewi si pelayan.
" Dewi.... Ya Non Friska,... jawab Dewi si pelayan atas panggilan Friska
" Oh jadi kamu ini, suka bergosip ya, ku laporkan ke Pak RT baru tau rasa, ledek Friska
" Hehehehe, kok lapor pak RT Non, jawab Dewi pelayan sambil bercanda
" Santai sedikit, jangan terlalu serius, mba Dewi tolong tambahkan udang goreng tepung buat Salma, Perintah Friska
" Baik Non Friska, tapi tumben bukan Nona kecil yang ke dapur, tanya Dewi si pelayan
" Hahahaha, ketahuan, oh..oh Nona Friska ketahuan, alasan Nona Kecil, padahal yang mau Nona Friska, goda Mirna
" Hehehehe, mba Mirna tau aja, balas Friska
" Non Friska, biasanya Nona Kecil kalau mau sesuatu, pasti akan datang dapur atau minta tolong Bu Likha, kata Mirna
" Jadi aku tertangkap basah dong, kata Friska
" Ia Non, tapi tenang saja, dengan ikhlas kami akan membuatkannya untuk Nona Friska yang cantik, ucap Dewi si pelayan.
" terimakasih kalau begitu, tapi buatkan juga buat Salma, kalian tau sendiri adik kecilku itu, Friska
" Tenang saja Non, sekarang silahkan Nona ke depan dan tunggu dengan sabar ya, kata Dewi si pelayan
" Oke, kalau dapur kalian penguasanya, kata Friska sambil berlalu.
Setelah Friska berlalu mereka segera membuat pesanan Friska dengan riang, bagi mereka dapat pesan pribadi seperti ini, menambah semangat kerja.
" Mba Dewi apa kamu tidak kuatir ngomong ceplas-ceplos sama Non Friska, tanya Dewi
" Nona Dewi, majikan kita ini orangnya unik, mereka tak peduli bahasa, selama kita tulus dan jujur, kita akan selalu di hargai, kata Dewi si pelayan
" Mau cari dimana lagi majikan sebaik dan rendah hati seperti Tuan Muda dan Nona-nona Muda, apalagi Tuan kecil dan Nona Kecil, walau umurnya masih anak-anak, tapi sudah cara bicaranya sudah sangat sopan, kata Mirna
" Nona Dewi harus terbiasa dengan status Nona, jangan kecewakan mereka semua yang begitu memperhatikan Nona Dewi dan nona kecil Ketty, jawab Dewi si pelayan
" Terimakasih Dewi, terimakasih Mirna, aku akan membiasakan diri, dan terhadap kalian semua tetap ku anggap sebagai teman-temanku bahkan saudaraku, kata Dewi
" Sama-sama Nona Dewi, kami sadar dengan posisi kami, namun kami bangga bisa bertemu kalian semua, 3 majikan dulu sungguh seperti binatang, hanya gegara uang kembalian dari belanja kurang seribu saja, marahnya hampir mau ketemu tahun Baru lagi, kata Dewi si pelayan.
" Maaf Non Dewi, apa Non tidak ingin menikah lagi, tanya Mirna
" Belum mau dan belum berusaha membuka hati, aku ingin Ketty tumbuh dengan baik, dsn umurnya sekarang sangat butuh perhatian seorang ibu, kata Dewi
" Tapi masih kepingin menikah, lanjut Mirna
" Kalau menikah hanya karena kebutuhan biologis, aku masih mampu tidak menikah, kalau menikah hanya karena ada yang menghidupi aku dan anakku, jelas dengan apa yang di berikan adik-adikku, sudah lebih dari cukup, kata Dewi
" Benar juga, kalau hanya urusan **** trus kita menikah, setelah tercapai pasti akan menyesal, apalagi dapat suami yang hanya mau tubuh kita saja, dan kalau hanya karena ekonomi, jelas Nona Dewi sekarang termasuk janda kaya raya, kata Mirna
" Kamu itu Mirna, yang kaya adik-adikku, bukan aku, kata Dewi
" Non Dewi, emang berapa tiap bulan Nona Ranti kasih buat Nona, penasaran Dewi si pelayan
__ADS_1
" ATM ini buat aku dan Ketty, didalam sini ada Saldo 25 milyar dan setiap bulan buat aku dan Ketty belanja 250 juta, tadi malam aku menolak, tapi kena semprot, hingga adikku Ranti kumat ke mereka semua, akhirnya aku ditegaskan oleh mereka soal uang ini, kata Dewi
" Nona Dewi bersyukur saja, kami hanya gara-gara susu dan daging juga kena semprot, dan Nona Ranti benar, majikan lain makan daging, kita makan tulang, tapi disini, kita harus makan yang sama dengan majikan, kata Mirna
" Makanya saya hanya bisa, menjaga keluarga ini dengan segenap hati, agar semua adikku tidak kecewa dengan saya, kata Dewi
" Nona Dewi, yang penting ikut prinsip para Tuan Muda dan Nona-nona Muda, selalu rendah hati, jangan sombong, jangan merendahkan orang lain dan jangan lupa asal kita darimana, kata Dewi si pelayan
" Dewi kamu sampe hafal omongan Nona Ranti, kata Mirna
" Jelas hafal, itu ajaran yang hebat, kemarin kata Nona Kecil, ada pelayan dan bos toko sepatu, menghina Nona Muda Ranti, ketika mereka lihat saldo ATM Nona Ranti, langsung pucat mereka, kata Dewi si pelayan
" Mirna, kita ini sekampung, coba bandingkan dengan si Jumiati, dulu di tawarkan Bu Likha kerja disini, tapi dia menolak, sekarang dia minta kalau disini lagi butuh orang dia mau kesini, kata Dewi si pelayan.
" Dewi, apa teman sekampung kamu itu orangnya baik dan rajin, kata Dewi mamanya Ketty
" Dia anaknya rajin dan baik juga jujur, hanya saja dia ingin bekerja dan kuliah lagi, jujur aku juga ingin kuliah, makanya tahun ini aku mau minta ijin, kalau boleh kerja pagi hingga Sore fan malam aku mau kuliah, kata Dewi si pelayan
" Kalau kamu mau kuliah, silahkan atur waktunya, kata Darel yang tiba-tiba muncul
" Maaf Tuan Muda, itu hanya impian saja, kata Dewi si pelayan gugup
" Aku serius, siapapun pelayan disini ingin sekolah lagi silahkan, asal tetap jaga nama baik keluarga kami di kampus, kata Darel.
" Tuan Muda, kalau saya sudah tidak mampu, hanya kalau di ijinkan saya ingin kursus masak dan buat kue, kata Mirna
" Cari saja tempat kursus yang bagus, soal biaya itu urusan kami, kata Darel ke Mirna
" Dan kamu Dewi, cari kampus yang bisa kuliah sore, catat semua apa yang di butuhkan dan lapor sama saya, atau kak Dewi, karena kak Dewi juga mulai tahun ini akan kuliah lagi, kata Darel
Sekejap Dewi berlutut dan berterimakasih kepada Darel
" Terimakasih Tuan Muda, kata Dewi si pelayan
" Ada apa ini, kenapa kamu Dewi, tanya Ranti yang melihat Dewi berlutut
" Bontot, ternyata Dewi punya niat ingin lanjut sekolah dan dia ingin ambil kuliah Sore, dan berencana ingin ijin sama kita- kita, ucap Darel
" hahahaha, tidak bisa, enak saja mau ijin dan mau kuliah, tidak boleh, kalau dia minta nikah baru boleh, ledek Ranti
" Hahahaha, aku hanya bercanda, berdirilah, kamu bukan jongos yang duduk di lantai, kata Ranti
" Terimakasih Nona Muda, kata Dewi dan berdiri
" Carilah kampus yang cocok dan yang terpenting pilih jurusan yang memang kamu suka, biar kamu tidak ada beban dalam belajar, kata Ranti
" Soal biaya, kami akan menanggungnya, dan aku akan belikan kamu motor untuk kuliah, dan kalau hujan, nanti minta tolong Mang Dul atau pak Jumono, kata Ranti
" terimakasih Nona Muda, kata Dewi sambil meneteskan air mata
" Dewi, tapi ingat, kamu tau yang paling aku tidak suka, tanya Ranti
" Saya sangat ingat Nona, jawab Dewi singkat
" sudah ayo kita semua makan malam, kata Darel
" Dan kamu Mirna kamu mau bicara apa, tanya Ranti
" Nona Muda, bolehkah saya ikut kursus masak dan buat kue, kata Mirna
" Boleh, carilah tempat kursus yang terbaik dan kalau sudah mau mendaftar lapor pada kami, kata Ranti.
" Terimakasih Nona Muda, kata Mirna
" Syaratnya, kalian harus bekerja dengan rajin dan belajar dengan baik, kata Darel.
" Kami berjanji Tuan Muda, kata Mirna dan Dewi.
" Dewi rencananya kamu mau ambil jurusan apa, kata Ranti
" Aku sangat ingin bekerja di bank, jadi aku berniat untuk ambil jurusan ekonomi perbankan.
" Keren, aku setuju, ingat baik-baik, perusahaanku sangat banyak, jadi kuliah baik-baik, masa depan kamu sudah menunggu, kata Ranti
__ADS_1
" Baik Nona, jujur saya ingin menjadi salah satu karyawan Nona Muda di Perusahaan, kata Dewi
" Cerdik juga kamu, buktikan kemampuan kamu dan posisi terbaik di perusahaan akan menjadi milikmu, kata Ranti
" Buat Mirna, belajar masak dan buat kue dengan baik, maka seluruh restoran kakak-kakakku, kedepannya kamu yang mengolahnya, bagaimana, tantang Ranti
" Dengan senang hati saya akan giat belajar, jawab Mirna
" Jangan pernah sombong, tetaplah rendah hati, jangan meremehkan dan merendahkan orang lain dan ingat selalu darimana kita berasal, apa sudah maksudku, tegas Ranti
" Kami paham Nona Muda, jawab mereka.
Setelah obrolan di dapur, kini saatnya mereka akan makan malam.
Suasana malam ini sangat berbeda dengan malam-malam sebelumnya, masakan yang lezat dan obrolan yang sejuk, di tambah lagi Ketty sudah mulai bisa bersuara.
" Kak Dewi, keponakan kecilku sudah mulai bicara, kata Ranti
" Ia dek, baru beberapa hari ini, Ketty sudah mulai berbicara, sempat aku ingin tanya ke dokter, kenapa Ketty sudah mau setahun setengah belum juga berbicara walau 1 kata saja, kata Dewi
" Mungkin karena dulu, Ketty sempat sakit, kata Ranti
" Benar juga dek, kakak bahagia Ketty akhirnya bisa bersuara, kata Dewi
" Kak Dewi, nanti Armando ajak bercakap - cakap, biar keponakanku bisa cepat lancar., kata Armando
" Ia dong, kan Armando paman kecil Ketty, kata Darel menyambung
" Wah... kecil-kecil sudah jadi paman, goda Rindu
" Ia dong, biar kelak aku dan adik Salma akan bawa Ketty dengan mobil kami, ia gak Salma
" Ia kita ajak main ke pantai dan juga kebun binatang, balas Ketty
" Kok tidak di ajak ke Mall, pancing Mercy
" Nanti Ketty jadi doyan belanja, itu kebiasaan buruk, beda kalau ke pantai atau kebun binatang, lebih bermanfaat, kata Armando
" Waduh, mantab benar si paman kecil ini, kata Friska
" Harus, seorang Paman harus bisa mendidik keponakannya dengan baik, dan itu bagian dari perlindungan seorang Paman, benar gak, kata Armando
" Kak Armando memang hebat, kata Salma
" Kalau Salma bagaimana, tanya Friska
" Sama dengan kak Armando, belanja banyak - banyak buat apa, ke Mall kalau memang ingin belanja saja, bukan hanya jalan-jalan, terus lihat orang beli itu, kita jadi ingin, padahal barangnya tidak berguna buat kita, tapi kalau ke kebun binatang, suasana enak dan sejuk, terus kita bisa tau hewan-hewan yang jarang kita lihat, kata Salma
" Pintar - pintar, paman dan bibi kecil Ketty, Kata mereka serentak.
" hehehehe terimakasih pujiannya, tuan dan nyonya, jawab Armando dengan gaya bercanda
Hahahaha hahahah
Semua tergelak tawa dimeja makan
" Cepat habiskan makanannya dan istirahat, besok hari pertama kalian berdua sekolah, kata Ranti
" Kak Dewi besok pagi tolong temani mereka berdua, nanti ketemu dengan kepala sekolahnya, Bu Indarwati, kata Ranti
" Ia dek, Armando, Salma besok nanti kak Dewi dan Ketty antar ke sekolah, kata Dewi
" Oke, terimakasih kak Dewi.
Makan malam berakhir dengan penuh kebahagiaan, begitu juga hari ini penuh dengan sukacita, keharmonisan keluarga Ranti sangat terasa.
Kini mereka semua sudah berada di kamarnya masing-masing.
* Tuan anda belum check in hari ini*
" Oke Rose CHECK IN "
* Selamat Tuan anda mendapatkan, 70% saham Yamaha Asembling motor Indonesia.
__ADS_1
" Terimakasih Rose"