SISTEM KEKAYAAN : PERJALANAN SI MISKIN

SISTEM KEKAYAAN : PERJALANAN SI MISKIN
Pertemuan yang bahagia


__ADS_3

" Bunda, Ayah ayo berangkat, nanti kita terlambat tiba di Bandara", teriak Aisyah penuh semangat.


" Dek kamu sudah berangkat dari Cilegon belum? Tanya Ranti


" Ia kak, ini baru mau jalan", jawab Aisyah.


" Ya sudah hati-hati bawa mobilnya dek", ucap Ranti.


" Ia kak, adek nyetir dulu ya, sampai ketemu di Surabaya", jawab Aisyah.


Sementara keluarga Kakak-kakak Ranti, semuanya sudah di jemput oleh Tim Rose.


Di Surabaya sendiri, persiapan juga di lakukan oleh para pelayan, Nindya dan si kembar membawa serta pelayan mereka.


" Dek terimakasih ya, kakak sangat bahagia, dan sekali kami katakan, bahwa kami tidak akan pernah meninggalkan adek, juga keluarga kita ini, ucap Mercy dan Friska.


" Adek percaya, berkunjunglah ke rumah orangtua kakak sekalian, kapan saja silahkan, sama seperti Ade, saat ada tugas di Jakarta, pasti adek akan mampir menjenguk Mommy dan Dady", jawab Ranti.


" Ia sayang kami paham, jadi kami juga tidak akan tinggal dengan keluarga kami, apalagi kita punya Ketty dan juga Rosemary, dan yang paling penting, Salma dan Armando", ujar Mercy.


" Ya sudah, hari ini adek juga sangat bahagia, karena adek ada hari ini, itu karena pengorbanan dan kasih sayang kalian semua, tapi ingat kak, Salma dan kak Darel, sama sekali tidak memiliki orangtua, adek gak mau mereka bersedih", ucap Ranti.


" Ia sayang, kami sudah sepakat, agar tidak membuat kedua saudara kita bersedih saat melihat kita bahagia", jawab Mercy.


Tepat jam 3 sore, terdengar suara merdu memanggil Ranti.


" Kak Ranti, adik Salma, Aisyah sudah tiba", teriak Aisyah.


" Sini peluk kakak, dan gimana penerbangan kamu? Tanya Ranti.


" Sangat bahagia, lihat saja, di pesawat Aisyah di temani 2 bunda yang hebat dan 2 ayah yang juga hebat", ucap Aisyah sumringah.


" Halo kak Aisyah, kok hanya kak Ranti saja yang di peluk", mode ngambek Salma.


" Ya sudah sini sayang, kak Aisyah sangat merindukan kamu adikku", ucap Aisyah.


" Mommy, Dady, princes kangen kalian berdua", ucap Ranti memeluk Monicha.


" Maafkan mommy dan Daddy yang akhir-akhir ini sangat sibuk, untung saja, sistem keamanan perusahaan ayah sudah kamu ganti dengan yang lebih baik", ucap Adriansyah.


" Princes mengerti, jadi jangan Dady minta maaf, karena semua itu sudah tanggung jawab Dady


Dunia penerbangan komersial Indonesia, di kejutkan dengan mengudaranya 3 pesawat Jet Pribadi termahal.


Keluarga kakaknya Ranti sangat bangga bisa menaiki pesawat termahal, apalagi keluarga Mercy yang tak pernah keluar dari kampung setelah terakhir Mercy hilang di Surabaya.


Ayah Armando yang termasuk orang berada di masa lalu juga tak pernah melakukan perjalanan dinas dengan pesawat pribadi.


Bandara Juanda seolah mendapatkan kehormatan dengan hadirnya 3 pesawat Jet Pribadi termahal di Bandara itu.


Secara bergantian ketiga pesawat itu melakukan pendaratan, dan selesai pukul 7 malam.


Armada dari hotel Husna juga di siapkan, bersama dengan 3 mobil Alphard milik Ranti dan kakak kembarnya, Ranti dan seluruh kakaknya sendiri datang menggunakan mobil Koenigseg Jesko, kecuali dengan mobil Koenigseg Trevita.


Parkiran VVIP Bandara Juanda sekali lagi di buat heboh dengan parkirnya mobil-mobil tersebut.


Tanpa ada yang tahu, Ranti memberikan ijin kepada Armando dan Salma membawa mobil sendiri.


Salma dan Armando dengan berpakaian layaknya orang dewasa hingga tak ada yang percaya jika kedua anak itu masih berusia 10 dan 12 tahun.


Aisyah sendiri, membawa Koenigseg Gemera bersama dengan Robin dan juga Tiara.


Ranti bukan ingin pamer, dia hanya ingin memberikan kesan kepada keluarga Kakak-kakaknya, bahwa mereka hidup dengan baik dan tidak kekurangan uang.


" Salma, Armando, kali ini kakak ijinkan kalian berdua mengendarai mobil Koenigseg kalian", ucap Ranti sebelum mereka berangkat ke Bandara.


" Kakak beneran mengijinkan kami membawa mobil sendiri, ucap Armando.


" Ia sayang, tapi ingat, tetap hati-hati, walau kemampuan mengemudi kalian sudah di atas rata-rata sopir profesional", tegas Ranti.


Adriansyah dan Monicha serta kedua orangtua Aisyah hanya bisa geleng-geleng kepala.


" Kak Salma, kak Armando, Velove dan Vexia ikut dong", teriak Vexia.


" Ya sudah, siapa yang mau naik mobil kak Armando, ucap Armando.


" Hehehehe, Vexia saja kak, Velove nanti sama Salma", ucap Velove.


" Wah, anak ayah kini membawa mobil bagus dan juga gadis cantik, seloroh Adriansyah.


" Ayah bisa saja, Vexia adalah adikku, tapi memang adik juga cantik, pasti banyak yang kagum", ucap Armando.


" Dasar genit, teriak Salma agak cemburu.


" Hahahaha hahahaha


" Adikku yang cantik, kakakmu ini sangat menyayangi kamu dan juga adik Vexia serta Velove, kita ini bersaudara", ucap Armando.

__ADS_1


" Ya sudah, ayo berangkat, Salma hanya gak mau kakak nanti punya banyak pacar, ingat kami adik-adikmu ini adalah perempuan", ucap Salma.


" Ia sayang, kakak tidak akan jadi seperti yang TV itu, kakak ingin seperti ayah dan kak Darel yang hanya mencintai kak Sonia dan juga Bunda", jawab Armando.


" Itu baru kakak kami yang ganteng", jawab Salma beserta Velove dan Vexia kompak.


itulah drama sebelum mereka berangkat ke Bandara.


Tepat jam 19.15, seluruh keluarga kakaknya Ranti keluar dari pesawat dan tiba di ruang tunggu VVIP Bandara Juanda.


Vanya, Mercy, Friska dan Armando berdiri tegak menunggu keluarga mereka masing-masing.


Tim Rose mendampingi keluarga itu.


Setelah pintu di buka, muncullah keluarga - keluarga itu satu persatu.


Vanya langsung berlari sambil berteriak memanggil ayahnya.


" Ayah, selamat datang di Surabaya", ucap Vanya sambil mencium tangan ayahnya kemudian memeluknya.


" Kak Vernita dan kakak ipar selamat datang juga, ucap Vanya yang masih dalam pelukan ayahnya.


" Terimakasih Nak, terimakasih masih mengakui kami sebagai keluargamu, maafkan ayah", ucap ayahnya Vanya.


" Jangan bahas masa lalu, kini saatnya kita berkumpul dan bahagia bersama", ucap Vanya.


Tak lama berselang muncul keluarga Mercy, dan Mercy juga berlari menyambut ayah dan ibunya dan saudaranya.


" Selamat datang ayah dan Bunda, juga Adikku Marco", ucap sambil memeluk kedua orangtuanya.


" Halo bibi, dan juga sepupu, saya Mercy Cecilia, selamat datang di Surabaya", ujar Mercy dengan sopan.


" Boleh tidak bibi memelukmu, dulu waktu kecil bibi yang merawat kamu kalau ayah dan ibumu pergi ke kebun", ucap Bibinya Mercy bernama Wina.


" Boleh dong, kalian juga sepupuku, sini peluk kakak, mulai saat ini jangan lagi merasa rendah diri, tapi juga jangan jadi orang sombong, uang yang adikku berikan ke kalian, silahkan tabung untuk masa depan kalian juga", ucap Mercy.


" Ia kak, tapi kak Ranti berikan kami uang sangat banyak, aku dan kakakku di berikan uang 10 triliun, dan juga motor, serta mobil untuk kakakku kesekolah", Rafika sepupu Mercy.


" Jangan banyak komentar, pokoknya kalian sekarang bukan lagi anak miskin, tetaplah hidup sederhana dan belajar baik-baik, nanti soal kuliah, terserah kalian pilih dimana saja", ucap Mercy.


" Terimakasih kak", ucap Rafendra sepupu laki-laki Mercy.


" Bibi, tolong temani ayah dan bundaku, bibi tak usah lagi bekerja keras, pilih saja usaha apa yang ingin bibi kerjakan, nanti saya bantu, kalaupun bibi tidak ingin bekerja, juga tidak apa-apa, uang yang adikku berikan sudah lebih dari cukup untuk biaya hidup bibi dan adik-adik sepupu.


Tapi ingat jangan lagi bibi berhubungan dengan ayah dari sepupuku, dan jangan tonjolkan kekayaan kalian, karena pasti bibi akan di kerubutin oleh orang-orang yang hanya suka uangnya bibi", ucap Mercy.


" Kamu yang namanya April? tanya Mercy.


" Ia kak, nama saya Aprilia Oktarina", jawab April.


" Terimakasih sudah mau berteman adikku, atau sudah mencintainya, kakak setuju jika memang demikian, tapi ingat baik-baik, jangan pernah mengkhianati adikku", tegas Mercy.


" April janji tidak akan melakukan hal sebodoh itu, jujur kak April sangat mencintai Marco", jawab April sambil berbisik.


" Kakak percaya dengan kamu, tolong jaga adikku dan sering-sering ke rumah, temani juga bundaku", ucap Mercy.


" Ia kak, Nona Ranti juga sudah membelikan kami rumah se komplek dengan orangtuanya kak Mercy, juga kami di belikan mobil, motor dan juga di berikan uang, saat ini ayahku sudah membeli 3 ruko, untuk membuka toko Pertanian", ucap April.


Kini yang keluar adalah keluar Friska, tampaklah, Fridelis dan istrinya serta Frily dan Fernandi.


Friska yang sudah tak sabar, langsung melakukan hal yang sama seperti kedua kakaknya.


" Ayah, Bunda, selamat datang di Surabaya, kak Frily dan adik Fernandi juga selamat datang", ucap Friska sambil memeluk kedua orangtuanya.


" Kamu sudah besar nak, ayah dan bunda sangat merindukanmu, tapi jangan marah kepada pengasuhmu, yang dia lakukan itu karena dia sangat menyayangimu, walau membuat kita terpisah", ucap Ibunya Friska.


" Semua sudah berlalu, carilah dia, dan tolong kehidupannya, Suster Diana sudah menjelaskan semuanya", jawab Friska.


" Kak Friska, besok orangnya Ade akan membawa keluarga pengasuh kakak ke Surabaya.


Dia dan keluarganya hidup sangat susah, jadi adik pindahkan mereka ke Kalimantan ikut Paman dan bibi", ucap Ranti menyela.


" Terimakasih dek, Kakak bangga memiliki kamu di hidup Kakak", ucap Friska.


" Sekarang berbahagialah, lihat kak Frily sangat ingin memelukmu", ucap Ranti.


" Bunda, ternyata kakakku sangat cantik", ucap Friska lalu memeluk Frily.


" Dek Ranti terimakasih sudah menyembuhkan mataku, hingga bisa melihat adikku yang cantik ini", ucap Frily sambil memeluk Friska.


" Sama-sama kak, demi saudaraku, pasti akan ku lakukan yang terbaik", jawab Ranti bahagia.


Terakhir ayahnya Armando dan ibu sambungnya serta adiknya Melisa.


" Ayah, Bunda selamat datang di Surabaya", ucap Armando sambil mencium tangan ayah dan bundanya.


" Maafkan ayah nak, mulai saat ini, jangan merasa sendiri lagi, ayah akan selalu ada untukmu, dan terimakasih sudah menerima Bunda mu yang sekarang", ucap Ayahnya Armando.

__ADS_1


" Ia ayah, walau Armando tinggal bersama kakak-kakakku dan adikku Salma, tapi percayalah, Armando akan selalu datang berkunjung", ucap Armando.


" Halo kak, Melisa boleh gak di gendong kakak? Ucap Melisa adiknya Armando.


" Boleh dong, sini sayang, terimakasih ya sudah menjaga ayah dan bunda", ucap Armando sambil menggendong Melisa dan berjalan mengarah ke Salma.


" Melisa, ini adik kakak juga, dan Melisa juga harus memanggilnya kakak", ucap Armando.


" Hay kak, namaku Melisa, umurku 8 tahun, bolehkah aku menjadi adikmu", ucap Melisa.


" Sangat boleh, kakakmu Armando adalah kakak terhebat ku, jadi mari kita buat dia repot mengurus kita", ucap Salma sambil memeluk Melisa.


Suasana bahagia terlihat jelas di ruangan VVIP Bandara Juanda.


" Bapak dan ibu sekalian, ijinkan saya bicara sebentar, nama saya, Adriansyah Setiawan dan ini istri saya Monicha Herdiani Pradipta, Ranti adalah Putri kami, kami juga pernah terpisah lebih dari 10 tahun, dan sekarang setelah bertemu, dia memilih tinggal bersama dengan saudara-saudara angkatnya, yaitu putri-putri dan putra kalian, mereka sudah terbiasa hidup mandiri, jadi biarkan mereka hidup seperti biasa, kita orang tua hanya mengawasi saja, kebahagiaan mereka adalah saat mereka berkumpul, mereka saling menyayangi dan saling melindungi, jadi tolong biarkan mereka menjalani hidup dengan cara mereka, suatu saat kalian akan melihat kekuatan kasih sayang mereka, jika 1 dari mereka di lukai, saya yakin akan terjadi keributan yang parah", ucap Adriansyah.


" Kami hanya bersyukur bisa melihat anak kami, soal bagaimana mereka menjalani hidupnya, data juga percaya dengan kekompakan mereka, ucap pak Agus.


" Bapak benar, kita hanya mendukung anak-anak kita, dan saya sangat percaya, tanpa kita saja, mereka bisa hidup bertahun-tahun, jangan karena kita merasa sebagai orangtuanya lantas memaksa cara hidup kita kepada mereka",ucap Nindya.


" Maaf sebelumnya, nama saya Nindya Pratiwi Setiawan, yang kembar itu adalah Putri saya, dan kami juga terpisah sangat lama, memang saat ini kami tinggal bersama di Jogjakarta, karena sedari awal kedua Putri saya tinggal di sana.


" Kenalkan nama saya Monika Hadinata, Rindu adalah anak saya, belum setahun saya berjumpa kembali dengannya, dan dia kini tetap hidup bersama saudara-saudaranya", sambung Monika.


" Nama saya Martina, Dewi anak saya, kalau kami tidak terpisah lama, hanya dia menikah dengan orang kota saja, tapi sejak dia bertemu dengan nak Ranti dan hingga sekarang Anak dan cucu saya tinggal bersama mereka semua, dan lihatlah betapa mereka hidup dengan penuh tata Krama dan juga memiliki prestasi dalam pendidikannya.


Mungkin saya paling berumur diantara kalian, jadi biarkan mereka hidup tanpa kita harus mencampurinya.


Salma dan Armando adalah yang paling kecil, tapi lihat cara mereka menyapa orang yang lebih tua, terlihat jelas, bahwa anak-anak kita, memiliki cara hidup yang sangat baik dan tau menempatkan dirinya", ucap ibunya Dewi.


" Kita semua sebagai orangtua mereka, mari kita juga menjadi saudara, saya Adriansyah mulai hari ini akan menganggap kalian semua adalah saudaraku, apalagi sedari awal saya bertemu dengan mereka, semuanya sudah ku angkat sebagai anakku, maaf jika tindakan saya dan istri berlebihan.


" Kami juga mulai hari ini, akan menganggap mereka semua adalah anak-anak kami.


" Hahahaha, nama saya Radjiman Pradipta, dan itu adalah saudaraku wiyoko, kami juga akan menganggap kalian semua adalah Putra dan putri kami, ini sebuah anugerah terbesar, dimasa tua kami, ternyata mendapatkan banyak kebahagiaan",ucap Radjiman.


Darel dan Salma tidak merasa kecewa karena mereka berdua Yatim-piatu, justru kebahagiaan mereka bertambah.


Karena secara otomatis mereka juga sudah akui sebagai anak dari orangtua saudaranya.


" Tuan besar, sudah waktunya ke hotel, sekarang sudah jam 9 malam", ucap Lukman


Adriansyah bertelepati ke Dewi dan Vanya agar segera ajak Keluarga mereka ke hotel untuk istirahat, agar pagi hari mereka bisa sarapan di rumah Ranti.


Sejam kemudian mereka tiba di hotel, Jasmine Husna yang di temani Pratikno menyambut sendiri tamu istimewanya.


" Selamat datang Nona Muda Ranti.dan rombongan, kami sudah menyiapkan menu makan malam sesuai permintaan para Nona Muda", ucap Jasmine Husna.


" Terimakasih kak Husna, tolong kasih tau ke karyawan agar jangan sampai ada kesalahan, dan tolong layani sama seperti mereka melayani saya", ucap Ranti.


" Baik Nona Muda, mereka semua sudah di kasih tau mas Pratikno, ucap Jasmine Husna.


" Pratikno, tolong jaga baik-baik hotel ini, kamu tau mereka adalah keluarga Kakak-kakakku, jadi jangan sampai mereka tidak nyaman", tegas Ranti.


" Siap Nona Muda, saya di perintahkan komandan besar membawa Tim Kedua, sebanyak 15 orang yang akan membantu tim Security hotel Jasmine", jawab Pratikno dengan tegas.


" Saya percaya kamu pasti bisa diandalkan", tolong perhatikan makan dan minum anggotamu, pegang uang ini dan berikan kepada anggotamu", ucap Ranti.


" Hehehehe Nona Muda, kali ini saya lagi bawa uang banyak, jadi maaf aku tidak menerima pemberian Nona Muda", jawab Pratikno.


" Hahahaha, saya tau kamu malu karena ada kak Husna disini", jawab Ranti menggoda Pratikno.


" Ambilah, jangan sungkan, kamu itu sudah ku anggap keluarga, kasihan anggotamu, ucap Ranti lagi.


" Baiklah Nona Muda, terimakasih atas segalanya", jawab Pratikno dengan penuh ketulusan.


Setelah pembagian kamar selesai, dan semuanya sudah berganti pakaian, kini mereka sudah duduk di meja makan.


Ranti dengan penuh telaten menyuapi Salma, Rindu sudah pasti menyuapi Armando, dan yang buat keluarga kakaknya Ranti bingung dengan tingkahnya Aisyah, yang masih disuapi Tiara.


" Maaf Paman dan bibi semuanya, nama saya Aisyah, saya adik angkatnya kak Ranti, di luar adik Salma dan Armando.


Dan ini kak Robin serta kak Tiara calon istri kak Robin", ucap Aisyah.


" Jadi maksudnya bagaimana? Tanya ayahnya Mercy.


" Pak Agus, Dari Dewi hingga Salma, mereka berada di jalur keluarga inti, sedangkan Aisyah dan nak Robin secara kasar hanya berkaitan dengan Ranti Putriku, sama dengan Marco adiknya Mercy", jawab Adriansyah.


" Oh saya paham maksudnya", jawab pak Agus.


Mereka berbicara dan bercengkrama, tak ada kecanggungan di antara mereka. Radjiman dan Wiyoko sebagai sepuh, hanya bisa bersyukur, dia melihat bagaimana kasih sayang yang sebenarnya, dan hal itu sangat mirip dengan keluarga besarnya, yang tetap akur dan saling menghargai.


Ranti kemudian berdiri dan memanggil Tim Rose.


Kemudian datanglah Ryu dan Ryi membawa sebuah kotak.


" Paman dan bibi semuanya, ini adalah Cincin ikatan keluarga kita, dan juga kakak dan adik sepupu semuanya", ucap Ranti kemudian menjelaskan cincin Ruang Penyimpangan itu.

__ADS_1


Rose sudah mengatur semuanya, artinya jika ada di antara mereka yang berkhianat, maka Rose segera akan menghapus ingatan mereka tentang cincin itu, itulah kenapa Ranti memberikan Cincin Ruang kepada seluruh keluarga Kakak-kakaknya, termasuk juga Aprilia dan Dion yang menurut Rose, akan menjadi tangan kanan Marco.


__ADS_2