SISTEM KEKAYAAN : PERJALANAN SI MISKIN

SISTEM KEKAYAAN : PERJALANAN SI MISKIN
Mengundang keluarga Kakak-kakak Ranti


__ADS_3

Tak terasa sudah hari kamis, Tim Rose sudah di perintahkan agar menjemput keluarga - keluarga kakaknya Ranti dan juga Armando.


Begitu juga dengan orangtua angkat Vanya yaitu Gunadi dan Elok, mereka di suruh berkemas karena hari Jumat pagi pesawat Jet Pribadi milik Ranti akan menjemput seluruh keluarga kakaknya dan juga Armando.


Aisyah juga di panggil untuk datang ke Surabaya, begitu Adriansyah dan Monicha, serta keluarga besar Ranti, termasuk Monika Hadinata.


Seperti hari ini, Keluarga Mercy sedang berkunjung ke kampung mereka, karena hari ini, adalah hari terakhir pembongkaran rumah mereka.


Warga desa itu, hanya bisa diam saat melihat orangtua Mercy dan bibinya, serta sepupunya yang turun dari mobil Alphard, begitu juga Marco yang datang dengan motor Kawasaki, apalagi penampilan keluarga Mercy sudah sangat berubah.


Hanya dalam waktu beberapa hari saja, keluarga Mercy sudah hidup layaknya orang kaya, pada umumnya, hanya saja sifat rendah hati, masih jelas terlihat.


Mercy sudah menjelaskan semuanya, apa yang dia paling dia tidak suka, dan apa yang paling dia suka.


" Halo Pak Agus, apa lahannya akan langsung di dirikan bangunan, atau bagaimana? Basa-basi seorang RT yang dulu sangat tidak suka dengan keluarga Mercy.


" Pasti saya langsung dirikan bangunan, juga lahan adik ipar saya, karena pasti kami akan tetap datang kesini", jawab ayahnya Mercy.


" Bagaimana jika proses pembangunannya biar saya dan rekan-rekan RT yang mengawasinya", ucap Pak RT tak tahu malu.


" Pengawasan pembangunan, sudah kami serahkan ke nak Dion, dan lihat dia disana, sedang menghitung material yang datang", jawab Ayahnya Mercy.


" Proyek rumah orang kaya, masa di berikan pengawasan kepada anak seperti Dion", jawab Pak RT meremehkan.


" Dia sudah kami angkat sebagai bagian dari keluarga kami, nanti rumah dia juga akan di bangun ulang, dan yang penting dia mampu melaksanakan tugasnya", balas pak Agus.


" Apa kamu sudah urus semuanya, termasuk IMB", tanya pak RT.


" Saya sudah urus, tapi karena Pak Kades mempersulit saya, maka saya langsung urus ke dinas terkait, dan semuanya sudah beres', jawab santai pak Agus.


" Baiklah, tapi maaf sekali jika kami tak bisa membantu menjaga keamanan saat proses pembangunan', ucap pak RT.


" Tidak apa-apa, nanti saya bayar orang untuk menjaganya", jawab pak santai.


Pak RT, tak tahu harus bicara apa lagi, bahkan sebagian warga yang mendengar perbincangan Pak Agus dan Pak RT, hanya tersenyum kecut.


Warga iri melihat Dion dan neneknya yang kini sudah tampil lebih baik, Dion juga sudah memiliki mobil dan motor besar.


Di posisi Marco, dia sedang berbicara dengan seorang gadis yang dulu menolak dan menghina Marco.


" Hey Marco, boleh minta nomor handphone kamu", ujar gadis itu.


" Untuk apa? Apa kamu mau menghina saya lagi, maaf ya, saya sudah kekasih, jadi tidak baik memberikan nomor handphone ku sama kamu yang tidak jelas", ucap Marco.


" Kok kamu sekarang jadi sombong begini? Ujar gadis itu.


" Biasa saja, saya hanya menjaga jarak dengan cewek seperti kamu, yang melihat segala sesuatu dengan harta, bukannya pacar kamu punya mobil Agya dan motor Yamaha Vixion, yang menurut kamu, kalau aku tak sanggup beli ban nya saja", jawab Marco.


Di depan reruntuhan rumah keluarga Mercy, datang seorang gadis dengan ojek online.


Dia adalah gadis yang bekerja di SPBU, temannya Marco, sewaktu masih bersekolah, tapi karena sakit dan tidak punya uang akhirnya, Marco berhenti.


" Hey April, ngapain kamu kesini, dan datang kerumah Marco? teriak seorang gadis yang ternyata teman sekolah gadis itu.


" Aku diminta Marco kesini, kebetulan hari ini aku libur, jadi aku datang, memangnya ada apa? Tanya April.


" Ya kamu kesini ada urusan apa? Tanya gadis itu tidak suka.


" Saya di minta datang, dan kebetulan saya ada waktu, ya saya datang, lagian saya dari dulu memang tidak pernah bermasalah dengan Marco, lalu apa urusannya dengan kamu! Ucap April.


Marco hanya diam dan melihat dari halaman rumahnya yang sudah di bongkar.


" Marco itu calon pacar saya, kamu lihat saja, Marco sudah kaya, jadi dia hanya pantas dengan saya juga kaya", ucap gadis sok percaya diri.


" Oh baru calon, saya kira kamu pacarnya, secara, kamu dari dulu suka menghinanya, ingatlah, kita sekelas jadi saya tahu kamu siapa", ucap April.


Gadis tertegun, tidak ada kalimat lagi untuk disampaikan.


" April, ayo kesini, kenalan dulu sama orangtua saya, dan terimakasih sudah mau datang kesini", ucap Marco.


Tak lama berselang, Tim Rose datang.


" Maaf Tuan dan Nyonya, tolong berkemas, besok pagi kami akan membawa kalian ke Surabaya, untuk bertemu dengan kakaknya majikan kami, besok pesawat akan datang untuk menjemput kalian, apa kalian bersedia? tanya Tim Rose.


" Kami sangat bersedia, terimakasih atas perhatian kalian kepada keluarga kami", ucap Bu Vivi ibunya Mercy.


" Sudah tugas kami, dan untuk Nona April silahkan jika mau ikut, tapi saran kami, sebaiknya anda ikut", ucap Tim Rose.


" Tapi saya bekerja, dan saya sangat membutuhkan pekerjaan itu, karena kami orang miskin", ucap April jujur.


" Nona anak baik dan berbakti, kakaknya majikan kami ingin juga bertemu dengan anda Nona, soal pekerjaan jangan kuatir, jadi bersiaplah, ijinlah kepada orangtuamu, di Surabaya nanti hingga hari Minggu sore, jadi bawa barang seperlunya saja", ucap Tim Rose.


" Ini handphone untuk anda, ini titipan dari majikan kami untukmu, dan kedua orangtuamu serta kedua adikmu", lanjut seorang Tim Rose yang lain.


" Maafkan saya jika menolaknya, kelima handphone itu harganya sangat mahal, jadi mohon maaf, saya sangat bahagia berteman dengan Marco, apalagi kita sama-sama dari keluarga miskin.

__ADS_1


Jujur saja, untuk datang kesini saja, saya minder, karena Marco dan keluarganya sudah sangat kaya, saya tidak mau di bilang gadis yang gila harta", ucap April.


" Majikan kami, sangat tahu siapa Nona, jangan tanya darimana majikan kami mengetahuinya, tapi majikan kami tidak pernah salah menilai orang, tolong jawab dengan jujur.


" Sejak kapan Nona April menyukai Tuan Marco", ujar salah Tim Rose.


April langsung kebingungan, mukanya berubah merah karena malu, perasaannya di ketahui oleh orang lain.


" Dari saat Marco masuk ke SMA, ya kami juga saling kenal SMA itu", ucap April sambil menunduk.


" Berarti masalah selesai, ambil 4 lembar cek ini, besok pagi segera bilang ke orangtuamu agar mencairkannya, tapi baca dulu catatan yang di berikan majikan kami.


April yang melihat jumlah dari 4 lembar cek, terkejut.


Ternyata nilai cek tersebut, sangatlah besar, ayahnya mendapatkan 5 triliun, ibunya 3 triliun, sedangkan kedua adiknya masing-masing mendapatkan 1,5 triliun.


" Nona sendiri, mulai tahun ini, wajib kuliah, Tuan muda Marco harus menyelesaikan SMA nya, dan kuliah', ucap Tim Rose.


" Terimakasih banyak, paman bibi mohon maaf dari tadi April belum menyapa", ucap April.


" kami sudah sering dengar kamu dari Marco, nanti pulang dari Surabaya kami sekeluarga akan datang ke keluarga kamu nak, kami mau berkenalan orangtuamu", ucap Pak Agus.


" Baiklah, saya ijin pada orangtua dan tempat kerja saya dulu", jawab April.


Ditempat yang lain, tepatnya di Kalimantan Barat, secara khusus di keluarga Friska, Tim Rose bekerja begitu cepat, mereka sudah meminta agar keluarga Friska berkemas karena besok akan di jemput ke Surabaya.


" Pak Fidelis, karena bandara dari sini lumayan jauh, maka baiknya sore ini juga kita berangkat ke bandara, agar kita bisa tiba di bandara tepat waktu dan juga tiba di Surabaya masih siang.


Frily dan Fernandi tersenyum bahagia, Frily yang sempat menggendong Friska di masa lalu, hanya bisa bersyukur, sedangkan Fernandi, merasa penasaran, secara dia tidak pernah melihat Friska.


Suasana bahagia juga terjadi dirumah baru ayahnya Vanya dan juga Vernita, mereka dengan senang dan bahagia saat Tim Rose mengatakan akan membawa mereka ke Surabaya untuk bertemu dengan Vanya, apalagi Tim Rose mengatakan kalau mereka akan menggunakan pesawat milik Vanya.


Ayah biologis Armando dan ibu sambungnya, begitu antusias, bahkan adik tiri Armando meminta ibunya agar membuatkan cemilan untuk kakaknya.


Adriansyah dan Monicha Herdiani Pradipta menyambut bahagia permintaan Ranti agar datang ke Surabaya, dan pada akhirnya keluarga besar Ranti menyatakan akan datang.


Suster Diana, Bu Farida dan pengurus panti asuhan charity yang sempat mengurus Vanya dan adik-adiknya, juga di undang.


Dan terakhir Ranti memanggil Aisyah dan Robin serta Tiara, dan tak lupa Rendi, juga di haruskan hadir.


" Kakak, adik ikut bahagia, jika kak Vanya, Mercy, Friska dan adik Armando ternyata masih memiliki keluarga", ucap Aisyah.


" Ia sayang, makanya kamu harus datang, kakak juga sudah kangen sama kamu", ucap Ranti.


" Aisyah pasti datang bersama keluarga, ayah dan Bunda katanya kangen dengan kakak, juga bibi Nindya", ucap Aisyah bahagia.


" Hehehehe, berarti Aisyah datang bersama ayah dan bundanya kakak dong", lanjut kebahagiaan Aisyah.


" Ia sayang", Ucap Ranti.


" Hehehehe, bahagianya Aisyah kak, bisa di kelilingi orang-orang yang sangat menyayangi ku, terimakasih kakakku yang cantik dan baik hati sedunia", ucap Aisyah memuji Ranti.


" Ya sudah kakak mau kerja dulu, jangan lupa buatkan kue kesukaan kakakmu Robin dan adikmu Salma", ucap Ranti.


" Ia kak, saat ini juga Aisyah akan buat, bunda Monic juga sangat senang kue buatan Aisyah", jawabnya.


" Maaf ya kalau merepotkan kamu sayang", lanjut Ranti.


" Justru Aisyah bahagia, karena bisa membuatkan kue untuk kedua kakakku yang sangat menyayangi Aisyah, bandingkan dengan kasih sayang kalian berdua, Aisyah tak bisa membalasnya", ucap Aisyah.


" Kamu cukup jadi adik yang baik saja buat kami, itu sudah membuat kami bahagia ", ucap Ranti dan mematikan handphonenya.


" Kak Nuril, tolong belikan bahan kue, karena adik akan buat kue kesukaan kedua kakakku dan adikku Salma, juga bunda Monicha", ucap Aisyah.


" Oke, kakak berangkat sekarang, kamu siapkan saja bahan yang lain", jawab Nuril dan langsung mobil dan beranjak.


" Aisyah, kita berangkat hari Jumat atau Sabtu? Tanya pak Antara.


" Sabtu pagi ayah, nanti kita satu Pesawat dengan Bunda dan ayah kak Ranti, juga keluarga yang lain", ucap Aisyah.


Jasmine Husna sendiri terkejut, ketika Tim Rose datang memesan 25 kamar untuk 2 hari.


Ranti mempersiapkan segala sesuatu dengan cepat dan rapi, apalagi yang menjadi tamunya adalah keluarga dari Kakak-kakaknya dan juga adiknya.


Sementara, Vanya sendiri sudah memberitahukan tentang ayah kandungnya, kepada Gunadi dan Elok ibu angkatnya.


Hal ini sangat membuat Elok gelisah, dia takut Vanya akan meninggalkan mereka.


" Bunda, jangan kuatir, seumur hidupku, ayah dan bunda tetaplah orangtuaku, walau ayah kandungku sudah ketemu", ucap Vanya.


" Bunda, tidak ingin kehilangan kamu nak, kamu tau sendiri betapa bunda sangat menyayangimu, kamu permata di keluarga Bunda, walau Bunda dan ayah tidak pernah memberikanmu barang-barang yang mewah", ucap Elok.


" Kasih sayang Bunda dan ayah juga mas Bram, tidak akan sanggup di gantikan dengan harta, dan Vanya ingin terus menjadi permatanya ayah dan bunda juga mas Bram", ucap Vanya.


" Terimakasih sayang, berkatmu, ayah dan bunda juga Bram bisa hidup tak kekurangan apapun, jangan tinggalkan Bunda dan Ayah, apalagi mas kamu itu", ucap Elok.

__ADS_1


" Tidak akan, lihat saja, harta Vanya yang sekarang sudah begitu banyak, apakah pernah Vanya meninggalkan kalian, berpikiran seperti itu saja tidak, justru ayah dan bunda adalah kebahagiaan Vanya, jadi Vanya mohon jangan berpikiran seperti itu, Vanya sedih Bunda", ucap Vanya sambil menangis.


" Sudahlah Bu, jangan berpikir yang aneh-aneh, lihat itu putri kita sampai menangis", ucap Gunadi.


" Maafkan Bunda ya sayang, ibu mana yang rela di tinggalkan anaknya", Ucap Elok.


" Vanya tidak akan pernah meninggalkan kalian semua, mohon bunda ikut bahagia karena ayah kandungku sudah ketemu", ucap Vanya.


" Janji ya sayang", ujar Elok.


" Ia bundaku sayang, Vanya akan selalu menjadi Putri Bunda", jawab Vanya.


" Ayah ikut bahagia sayang, hanya kamu tau sendiri Bundamu, sejak kamu ikut bersama kami, kamu lihat betapa bahagianya Bundamu", ucap Gunadi.


" Terimakasih Ayah", ucap Vanya, sambil menutup telpon.


" Pah, Bunda masih takut kehilangan Vanya, nanti ayahnya meminta dia tinggal bersamanya", kuatir Elok.


" Papah yakin, ayah kandung Vanya tidak akan melakukan itu, apa bunda lupa dengan Nak Ranti, lihat saja, dia memilih tinggal bersama saudaranya daripada orangtuanya.


" Vanya pasti demikian", ucap Gunadi menenangkan Elok.


Di tempat lain, khususnya di Keluarga Friska, sedang berlangsung syukuran, para warga sepakat membuat acara, setelah beberapa hari mereka rapat untuk membangun desa itu.


" Fridelis, nanti jika sudah bertemu dengan anak anda yang hilang, apakah dia akan tinggal bersama anda", tanya salah seorang warga.


" Tidak, Putriku lagi kuliah di Surabaya, dan juga saya tidak mau mengganggu kebahagiaannya bersama saudara-saudara angkatnya.


Toh dia sudah terbiasa hidup tanpa kami", ucap Fidelis.


" Benar sekali itu, kita sebagai orangtuanya, sudah cukup bersyukur ketika dia masih mau mengakui kita, kenyataan yang ada saat ini, banyak anak-anak yang demi warisan tega bermusuhan dengan orangtuanya, atau ada juga yang membiarkan orangtuanya di masa tuanya", sambung temannya Pak Fidelis.


" Kami bahagia jika melihat keluarga pak Fidelis kini telah menjadi orang yang sangat kaya, dan itu berkat anak pak Fidelis yang hilang, tinggalkan masa lalu dan berbahagialah", Ucap temannya pak Fidelis.


Ayah Armando terlihat sangat gugup saat Tim Rose memberitahukan agar berkemas, karena mereka akan membawanya dan keluarga ke Surabaya.


" Papah, hadapi saja, yang jelas mamah tetap akan disamping papah, dan mama yakin Armando adalah Putra yang baik dan di didik dengan baik juga", ucap istri ayahnya Armando.


" Ayah, Melisa sangat bahagia karena bisa memiliki kakak, Melisa akan jadi adik penurut sama kakak, Melisa juga ingin melihat ayah bahagia", ucap Melisa antusias.


" Ia sayang, ayah akan sangat bahagia, jika kedua anak ayah selalu rukun, ayah yakin kakakmu akan sangat menyayangimu", ucap Ayahnya Armando.


" Nona Muda semua perintah anda sudah selesai, tinggal berangkat saja", lapor Tim Rose.


" Terimakasih banyak atas bantuannya", jawab Ranti.


" Kami juga sudah siapkan rumah sementara untuk tuan di Jakarta, saat menjalani hukuman, rumahnya sangat sederhana, kami juga sudah siapkan 1 unit motor Scoopy baru, tapi kami modifikasi agar kelihatan motor jelek, maaf itu perintah dari Rose", lapor Tim Rose.


" Ia gak apa-apa, sekali lagi terimakasih", balas Ranti.


Tak terasa hari sudah malam, Ranti sudah masuk kamarnya bersama Salma.


Seperti biasa, Ranti akan mengeluarkan Rosemary untuk bermain dengan Salma.


" Aunty Salma, makin hari, semakin cantik", ucap Rosemary.


" Ia dong, kan keponakan aunty juga cantik, nanti jika sudah besar, aunty ajak jalan-jalan, dan berkenalan dengan paman Ndut dan orangtuanya Mora, juga teman-teman aunty yang lain", jawab Salma.


" Terimakasih aunty, Rory sangat bahagia memiliki Aunty", ucap Rosemary.


" Sama-sama sayang, aunty juga bahagia memiliki keponakan yang cantik dan pintar, Rory dan Ketty adalah kebahagiaan Aunty", ucap Salma.


Malam telah berlalu, kini berganti pagi, tapi karena gerimis, matahari enggan terlihat.


Selesai mengantar Salma dan Armando ke sekolah, Ranti terbang menuju Jakarta, Tim Rose sudah membuat janji bahwa Ranti hari ini akan datang membayar tempat tinggal sementara alias tempat kost.


Ranti merubah penampilannya menjadi seperti orang yang tidak punya uang alias orang miskin.


Dengan motor Scoopy yang sudah dimodifikasi hingga kelihatan jelek, Ranti tiba di sebuah rumah kost.


Harga kamar perbulan 600 ribu, kamar mandi di luar, dan tidak ada AC.


" Selamat pagi Bu, saya yang menelpon ibu, nama saya Rosemary,.ibu bisa memanggil saya Rory", ucap Ranti yang menggunakan nama putrinya.


" Silahkan bayar untuk bulanannya, fasilitasnya hanya lemari dan ranjang serta kasur, dan ini lembaran aturan yang harus di ketahui dan patuhi disini", ucap bapak Kost.


" Baik Pak, ini saya bayar hingga 3 bulan ke depan", jawab Ranti sambil memberikan uang sejumlah harga kamar kost perbulan.


" Ini kuitansinya, dan ini kuncinya, untuk motor kamu, silahkan parkir sesuai nomor kamar, dan harap di gembok", lanjut bapak kost itu menjelaskan.


" Baik Pak, tapi saya akan masuk hari Senin sore, sekalian bawa baju", ucap Ranti.


" Baik nak Rory, semoga saja betah", ucap bapak itu.


Karena urusan kost-kostan sudah selesai, dan masih menggunakan Scoopy butut, Ranti pergi dari situ dan kemudian dia lanjut ke Surabaya dengan terbang.

__ADS_1


* Tuan yang sabar dan kerjakan hukuman anda dengan baik, sesuai kontrak kerja, setiap hari Sabtu hanya antar makanan siang saja, hari Minggu libur.


__ADS_2