SISTEM KEKAYAAN : PERJALANAN SI MISKIN

SISTEM KEKAYAAN : PERJALANAN SI MISKIN
Menikmati Hari bersama seluruh saudara.


__ADS_3

Atmini di temani kakaknya kedepan untuk menemui Ranti dan Rendi


" Bagaimana Atmini, apa kamu suka dengan pemberianku, tanya Ranti


" Terimakasih Nona Ranti, saya sangat bahagia, saya sudah sembuh, tubuh saya sudah sangat normal bahkan kata kakakku, aku kembali cantik dan bahkan lebih cantik dari sebelumnya, sambil tersenyum bahagia


" Anggaplah hadiah tahun baru buat kamu dan ingat jangan pernah kecewakan kakakmu, berikan senyum terbaik buat kakakmu, kata Ranti


" Terimakasih Kak, Atmini akan selalu ingat pengorbanan Kakak, kata Atmini sambil memeluk kakaknya, yang sedari kecil merawatnya.


" Atmini sekarang sudah sembuh ya, kata tetangga mereka


" Ia Bu, saya sudah sembuh, kata Atmini sembari memutar badannya


" Alhamdulillah, akhirnya kamu sembuh juga, kami semua ikut senang, ucap tetangga yang lain


" Terimakasih atas kebaikan Nona sudah menolong ke dua anak ini, kami hanya bisa membantu seadanya buat mereka, tapi Nona sudah memberikan yang terbaik pada dua anak malang ini, sebelum sakit Atmini sangat rajin membantu kami, tapi setelah dia sakit, justru kami tidak bisa membantu lebih, karena keadaan kami yang kurang lebihnya sama, kata seorang wanita paruh bayah.


" Semua sudah ada jodohnya, berterimakasihlah pada asisten saya yang menemukan kalian dan menceritakan keadaan kalian, ucap Ranti kepada Atmini.


Oh ia ibu-ibu, bagaimana kalau kalian semua buat kelompok UMKM, buat makanan ringan atau cemilan, tapi harus bersungguh-sungguh, saya siap memberikan modal gratis, bagaimana apa ibu-ibu mau, daripada diam-diam dirumah


" Kami berlima dulu kerja di pabrik kerupuk, dari dulu niat ingin berusaha tapi modalnya tidak ada, jika Nona benar mau berikan modal, kami berlima pasti akan mengerjakan dengan baik, kata seorang ibu-ibu tetangga Atmini


" Bagus, kalau begitu hari ini kalian urus data diri kalian dan apa saja kebutuhannya, saya tunggu, kata Ranti


" Alhamdulillah, akhirnya kita bisa bangun usaha, ucap seorang ibu-ibu.


Sementara para ibu-ibu, mengumpulkan data-data mereka, Ranti ngobrol dengan Atmini, sedangkan Atmono membantu para pekerja lainnya, sedangkan Rendi, mengirim pesan kepada seluruh penerima bantuan untuk hadir besok di kedai Atmini dan Atmono.


Ijin sudah diberikan oleh pak RT, Ranti juga memberikan bantuan untuk RT setempat yang ingin merenovasi mushalla dan membuatkan tempat bermain untuk anak-anak.


Setelah semua beres, Ranti pamitan pulang, sementara para pekerja masih sibuk mendirikan tenda.


Rendi mengantarkan Ranti kembali ke rumahnya, di perjalanan Rendi berkata


Nona pasti besok banyak yang merekam Nona, apa yang harus kita lakukan, tanya Rendi


Suruh datang Pak Sumadi dan bawa beberapa orang, agar mereka bisa mencegah siapa saja yang akan merekam kegiatan kita, perintah Ranti


" Baik Nona, kami akan merekam kegiatan Nona untuk dokumentasi internal, apakah boleh, tanya Rendi


" Silahkan, tapi ingat jangan di publikasikan, kata Ranti


" Rendi, bagi yang tidak mendapatkan, bantuan gerobak, ataupun sepeda motor dan renovasi semuanya berikan 25 juta, sedangkan yang sudah mendapatkan Renovasi, gerobak dan sepeda motor berikan 20 juta, apa kamu sudah mencatatnya, ucap Ranti


" Sudah Nona dan siap di laksanakan, besok pak Jusuf juga akan hadir untuk menyerahkan semua ATM kepada seluruh penerima bantuan, jadi hati ini saya akan ke bank untuk menyelesaikannya dan langsung mengisi ATM mereka, jadi Nona hanya memberikan kepada mereka, amplop yang berisikan ATM, kata Rendi


" Baiklah setelah dirumah, kamu hitung semua jumlahnya, kata Ranti


" Baik Nona, dan uang 2 milyar yang Nona berikan kepada saya, masih tersisa sangat banyak, kata Rendi


" Kamu belikan 100 unit handphone, dengan harga yang tiga jutaan, dan siapkan amplop 200 buah serta isikan uang 500 ribu di dalamnya, mana tau banyak yang datang, perintah Ranti


" Kamu juga buat spanduk bahwa aksi ini berasal dari RPS Finance, sebagai langkah awal untuk beroperasi, kata Ranti


" Baik Nona, untuk pembukaan kantor kita, apa ada saran dari Nona, tanya Rendi


" Kalian aturlah, saya dan keluarga pasti datang, dan Tim dari Cirebon dan pak Haris, juga 4 orang petinggi dari 4 gedung di Jakarta harus kamu hadirkan, untuk itu Carikan hotel yang Bagus. Juga jangan lupa para kelompok Tani dan nelayan, serta seluruh yang akan menerima bantuan besok, perintah Ranti


" Baik Nona, acara akan di gelar di gedung RPS Finance, tanggal 3 hari Sabtu, lapor Rendi


" Baguslah, nanti ada bonus buat kamu dan tim, kata Ranti


Akhirnya mereka sampai dirumah Ranti dan dia di sambut oleh 2 bocah Armando dan Salma


" wah baju kalian sangat keren, kata Ranti


" Ia dong, kan Kakak yang beli dari luar negeri, kata Salma


" apa kalian suka dengan warnanya, tanya Ranti


" Kami sangat suka, terimakasih kak Ranti, ucap Armando


" Sama-sama sayang, ayo kita kedalam, kakak sudah sangat lapar, ajak Ranti sambil menggandeng kedua adiknya.


" Bu Likha, besok suruh pak Ryan kirim daging, ayam juga ikan dan bumbu-bumbu untuk barbeque, perintah Ranti


" Baik Nona, jawab Bu Likha

__ADS_1


" Nona apakah para pelayan boleh beli seragam baru, sudah 6 bulan kita belum membelikan yang baru, kata Bu Likha


" Belikan saja, tapi jangan yang sudah jadi, suruh tukang jahit datang dan ukur biar semua pas, kata Ranti


" Baik nona terimakasih, mari ke meja makan, makan siang sudah tersedia, kata Bu Likha


Selesai mereka semua makan Siang, mereka istirahat sebentar di ruang TV


" Kakak, katanya mau ke Mall Pakuwon, tanya Armando


" Ia kita akan kesana, tapi sejam lagi ya, kata Ranti.


" Memangnya Armando ingin beli apa di Mall, tanya Darel


" Aku ingin punya jam tangan dan Cincin, boleh gak kak, tanya Armando


" Boleh, nanti kakak belikan, jawab Darel.


" Terimakasih kak, balas Armando


Setelah beristirahat sejam mereka semua berangkat ke Mall Pakuwon, Mereka berangkat dengan Alphard dan Toyota C-HR.


Tiba Mall Pakuwon, mereka berkeliling, sambil membeli beberapa barang, khususnya si kembar dan 2 bocah Armando dan Salma.


Untuk para gadis mereka menuju ke tempat pakaian, sedangkan Darel dan Armando, mereka menuju ke tempat alat-alat elektronik dan gadget, mereka berdua beli CD game untuk PS 5.


Ranti yang tipikal tidak hobi belanja pun jadi ikut-ikutan, dia sendiri membeli berbagai kaos, kemeja dan juga celana, semuanya merk terkenal, tak berbeda dengan Kakak-kakak perempuannya, mereka juga beli model yang sama dengan ranti.


Salma juga di belikan celana pendek, celana panjang, kaos dan juga rok, yang sesuai dengan umur mereka.


Sementara berkeliling, Ranti teringat akan acara pembukaan kantor RPS Finance, jadi Ranti ingin membuat pakaian dengan model yang sama untuk mereka 9 orang bersaudara.


Ranti dan semua saudaranya datang ke salah satu butik terkenal, milik dari mamanya Sonia, mereka memesan dan di sanggupi oleh pegawai Butik, total untuk 9 pakaian mereka, Ranti membayar 300 juta.


Selesai memesan baju, Darel mengajak mereka ke toko jam tangan, yang akan di beli untuk Armando, namun Salma juga ingin jam tangan seperti Armando.


Akhirnya Darel membelikan jam tangan buat seumuran Armando dan Salma merk Casio G-Shock.


Hari sudah Sore, mereka beralih ke Taman Bungkul, ketika tiba di sana, suasananya sudah sangat ramai, apalagi libur sekolah, banyak ABG yang datang.


Mereka mencari warung makan , setelah makan mereka lanjut berkeliling, namun di tengah asik berkeliling, tampak wajah Armando dan Salma berubah ketakutan.


" Kak ayo pulang, Om- om jahat itu ada disini, kata Salma


" Yang mana orangnya, tanya Ranti


" Itu kak, dia yang suruh Salma buka baju, kata Salma sambil menunjuk seorang pria dewasa yang lagi duduk santai bersama dengan teman-teman nya.


Aplikasi Mata Dewa aktifkan, cari tempat tinggal pria yang berada di sana dan pantau semua aktivitas, serta retas handphonenya, kata Ranti dalam pikirannya.


" Mari kita pulang atau cari tempat nongkrong yang lain, kata Ranti sambil memegang tangan Armando


Sementara Salma sudah di gendong Darel, karena badannya sudah gemetaran, keringat dingin membasahi baju Salma.


Adik Salma jangan takut ada kakak Armando dan kakak semua disini, adik tenang ya, Kata Armando, dia tahu Trauma Salma kumat lagi.


Mereka bergegas ke arah parkiran, sesampainya mereka di parkiran langsung gas dan pergi dari sana, setelah sudah agak jauh, barulah Salma tenang.


" Kak Armando, Salma takut dengan om botak itu, ucap Salma sambil menangis dan memeluk erat Armando.


" Kita sudah di jalan untuk pulang, adik tenang ya, ada kakak disini, lihat ini, ini mobil kita berdua,jadi kita sudah aman, kata Armando menenangkan Salma.


" Maaf kak, Salma selalu menyusahkan kakak, kata Salma


" Tidak, Salma tidak menyusahkan kakak, kakak yang belum mampu melindungi Salma, balas Armando


" Nanti temani Salma tidur ya kak, pinta Salma


" Ia, nanti kakak temani, kata Armando


Akhirnya Salma tenang, namun dia kembali jadi pendiam, Mercy yang mengendarai mobil terharu mendengar kata-kata Armando menenangkan Salma.


Namun Mercy sedih melihat Salma kembali seperti awal dia datang kerumah, pendiam dan selalu merangkul Armando.


" Salma, panggil Mercy


" Ya kak Mercy, jawab Salma pelan


" Jangan takut nanti kakak - kakak akan menghajar mereka yang jahat sama kamu, kata Mercy

__ADS_1


" Ia kak, aku tak mau di ditelanjangi lagi oleh Om botak itu, kata Salma gemetaran.


" Ia sayang jangan di ingat lagi ya, kami semua sayang Salma, kata Friska menyela


" Terimakasih kak, Salma juga tidak ingin kak Armando di pukul mereka, gara-gara membelaku, ucap Salma yang kembali menangis, dia teringat Armando di tampar hingga pingsan.


" Sudah-sudah, itu masa lalu, nanti kalian berdua harus belajar beladiri, nanti minta kak Ranti ajarin kalian, Kata Friska


" Benar kak, aku harus belajar beladiri, biar bisa melindungi adik Salma, kata Armando


" Aku juga mau, kata Salma


" Suasana kembali tenang dan nyaman, hanya Salma tidak se ceria sebelum melihat orang yang pernah melecehkan nya.


Di mobil lain, Darel yang mengemudi, sementara Ranti hanya diam sambil memperhatikan kacamata Quantum, yang menampilkan data-data laki-laki botak itu.


Renata bertanya kepada Ranti soal Armando dan Salma.


" Ranti, sebenarnya ada apa dengan Armando dan Salma


" Mereka berdua sempat di jadikan tukang minta-minta, sedangkan Salma pernah di suruh buka baju dan menari sambil telanjang, Armando yang selalu membantu Salma hingga Armando di pukuli habis-habisan, dan karena ada kesempatan mereka berdua kabur, itu singkat ceritanya, kata Ranti


" Astaga, kejam dan biadab sekali mereka, kata Renita emosi.


" Tenang saja, aku sudah suruh orang untuk melacak dimana markas mereka dan polisi yang akan mengurus nya


" Baguslah kalau begitu, kata Renata


Mereka tidak tahu, kalau Ranti Ranti memiliki Aplikasi Mata Dewa yang telah merekam gerak-gerik si botak biadab itu, Ranti akan menyelesaikan mereka setelah berbicara dengan ibu Farida agar menampung anak-anak yang berada di markas si botak itu.


Sampai di rumah, Darel ke mobil yang di naikin Salma dan menggendongnya, karena Salma kelamaan menangis hingga dia tertidur.


Yati sang pengasuh langsung mengikuti Darel yang membawa Salma ke kamarnya dan membantu mengganti pakaian Salma.


Mereka juga langsung ke kamar masing-masing dan membersihkan tubuh mereka, setelah itu mereka makan malam, sementara makan terdengar suara Salma berteriak memanggil Armando


" Ada apa Nona Salma, tanya Yati


" Mana kakakku Armando, kemana dia kak Yati, tanya Salma sambil menangis


" Tuan Armando lagi makan malam dengan Kakak-kakak Nona yang lain


Mereka yang mendengar teriakan Salma, langsung bergegas ke kamarnya, tapi pas sampai di depan pintu kamar Salma, kebetulan Salma bersama Yati keluar dari kamar.


" Ada apa sayang, kenapa berteriak, tanya Ranti


" Tadi pas bangun, aku sendirian di kamar, kak Yati lagi di kamar mandi, Salma pikir telah di tangkap dan di kurung lagi, kata Salma badan langsung memeluk Ranti


" Hehehehe memangnya kamu sudah lupa kamarmu, warna kamarmu sendiri kamu lupa, kata Ranti


" Ia karena ketakutan liat itu kak, kata Salma


" Ya sudah ayo makan dan minum susunya, ajak Ranti sambil menggenggam tangan Salma


" Maafkan Salma ya kak, kata Salma


" Tidak apa-apa sayang, kata Ranti


" Kak aku mau makan udang goreng krispi, boleh gak, tanya Salma


" Apapun yang Salma ingin minta saja sama Bibi di dapur, kata Ranti


Akhirnya semua terkendali, kini Ranti dan Salma menuju dapur sedangkan yang lain melanjutkan makannya


" Bibi, maaf merepotkan, bisa tolong Salma buatkan Udang goreng krispi, pinta Salma


" Siap Nona kecil cantik, mau di tambahkan kentang dan cumi-cumi, tanya sang koki


" Kalau begitu buat yang banyak kentang nya dan juga cumi-cumi nya, kata Ranti


" Baik Nona Muda, jawab koki


" Nona Kecil, tunggu di meja makan dulu ya, bibi akan buat seenak di restoran bintang 7 hehehehe,. jawab koki sambil mencandai Salma


" Maaf ya bi, Salma selalu merepotkan bibi, ucap Salma sopan


" Tidak apa-apa Nona kecil, asal nona bisa tersenyum itu sudah buat capeknya bibi hilang, kata koki yang rindu anak gadisnya yang sudah SMA kelas 3 di Palu Sulawesi Tengah.


Menunggu setengah jam, akhirnya pesanan Salma datang, tidak ada yang mengganggunya menikmati udang krispinya, dan dengan ceria dia menikmati makanannya, bahkan Armando geleng-geleng kepala melihat betapa lahapnya Salma menikmati makanannya.

__ADS_1


Tepat pukul 22.00 wib, mereka semua masuk kamar masing-masing dan beristirahat, kecuali Ranti yang masih menonton rekaman Aplikasi Mata Dewa.


__ADS_2