
Sampai dirumah, dia disambut Salma, dan di berondong berbagai pertanyaan, namun semuanya di jawab dengan sabar, hingga membuat Salma berhenti bertanya setelah di janjikan akan ke makan di Kafe yang lagi viral di Mall Galaxy.
Waktu sudah menunjukkan jam 12 siang, mereka semua berangkat kecuali Dewi, yang masih sibuk dengan urusan Kantor.
Sebelum berkeliling Mall Galaxy, Salma berkunjung ke Konter Handphone Galaxy, saat Salma tiba, semua pelayan menyapanya dengan sopan.
Selamat Nona Salma, Paman gendut Nona, hari ini lagi di Mall Pakuwon, kata salah seorang pelayan.
" Oh ya sudah, selamat bekerja kakak-kakak cantik, Salma mau jalan-jalan dulu, ucapnya dengan ramah.
" Baik Nona Salma, hati-hati, ucap mereka, kompak
" oke, jawab Salma sambil mengangkat jempolnya.
"'orang kaya yang kaya yang baik hatinya, ucap para pelayan konter itu
" Aku lihat instagramnya, kemarin sore, nona Salma berada di Jakarta, dia upload saat dia memasuki Mall Cempaka di Jakarta, malam tadi dia tiba, bukan main ke Jakarta kayak hanya ke Pasuruan saja, ucap pelayan Konter.
" Namanya orang kaya, kita harus bersyukur, tidak di perlakukan buruk sama Nona Salma dan keluarga nya, bahkan bos kita di bantu tanpa syarat, oleh kakaknya.
Mereka tiba di Kafe yang viral, lumayan banyak orang, namun ketika Ranti mencicipi minumannya, lidahnya merasa tidak enak, namun dia diam saja, begitu juga ketiga kakaknya dan dua adiknya, mereka merasa menunya tidak enak.
Akhirnya, mereka pergi dari kafe itu, dan pindah ke restoran makanan Jepang.
hingga sore mereka berkeliling dan belanja beberapa barang dan makanan ringan dan tak lupa Es krim.
Sampe rumah, mereka hanya mandi dan makan malam, kemudian istirahat.
Keesokan harinya sekitar jam 10 pagi, di kantor Food Excellent, di datangi suami istri dari perusahaan Purnama Multi Food, yang bergerak di bidang distribusi makanan.
Mereka datang ingin mempertanyakan tentang permohonan maaf mereka.
Tapi sayang Elisabeth, tidak mau menerima suami istri itu. resepsionis hanya menjelaskan bahwa, bos besar tidak memberikan tanggapan dari surat mereka.
" Maaf Nona, kalau boleh tau dimana rumah dari bos besar pemilik perusahaan ini, tanya Franky
" Kami sebagai bawahan, tidak ada kepentingan mencari tahu dimana tempat tinggal pemilik perusahaan ini, yang kami tahu hanyalah direktur Elisabeth, ucap resepsionis itu.
" Baiklah, terimakasih Nona, ucap Franky Purnama
" Kita tunggu beberapa hari lagi, bagi kita datang ke sana, toh barang nya kita masih memiliki stok hingga bulan depan." , ucap Franky Purnama
" Ia Pah, jawab si isteri.
Disekolah Ranti saat ini kedatangan murid baru, pindahan dari Jakarta, 2 perempuan dan 1 laki-laki.
Mereka bertiga, masuk di kelas Ranti semuanya, Mikhael, Pretty dan Chelsea.
Ranti dan Tiara, biasa saja melihat mereka bertiga, bukan meremehkan, toh juga nanti tiap hari ketemu.
Mikhael duduk di belakang Ranti, sedangkan, Pretty dan Chelsea duduk di deretan tengah sejajar dengan meja Ranti dan Tiara.
Mereka bertiga adalah saudara sepupu, yang terkenal dengan suka mencari masalah dengan siapapun yang mereka mau, akhirnya di Jakarta tidak sekolah swasta yang .aku menerima mereka bertiga.
Setelah memasukkan jam istirahat, Ranti dan Tiara berjalan ke arah kantin, Ranti menenteng bekalnya seperti biasa dia juga di tempat biasanya, bukan tidak ada yang mau duduk di Bangku itu, tapi banyak siswa yang menghargai Ranti dan Tiara.
Ranti memesan minuman, sedangkan Tiara dia memesan mie ayam dan minuman dingin.
ketiga murid baru itu, memperhatikan gerak gerik Ranti dan Tiara, apalagi Mikhael yang terpesona dengan kecantikan Ranti.
" Aku harus mendapatkan cewe itu, lumayan, daripada harus sewa perempuan, mending pacarin biar dapat gratisan" batin Mikhael
Berbeda dengan Pretty dan Chelsea, mereka sudah gatal ingin membully orang.
Ranti menyadari cara Mikhael menatapnya, tapi Ranti hanya cuek, dia malas cari masalah.
Selesai makan Ranti dan Tiara kembali ke kelas, Ranti bertanya soal Robin, Tiara hanya menjawab dia lagi sibuk kuliah, sekarang dia hanya akan ke rumah malam saja.
Kata akan di mulai, Mikhael yang berada di belakang Ranti, mencium bau wangi dari tubuh Ranti.
" Boleh tau gak nama kamu tanya Mikhael
__ADS_1
" Aku Ranti dan ini Tiara, pacar kakakku, ucap Ranti
' Terimakasih, namaku Mikhael pindahan dari Jakarta.
" Oke, singkat Ranti.
" Boleh minta nomor WA kamu? tanya Mikhael
" Oh maaf, aku tak terbiasa memberikan nomor teleponku, kepada orang asing.
" Kita kan teman sekelas, bukan lagi orang asing, ucap Mikhael
" Tetap saya tidak bisa memberikan nya, ucap Ranti.
Akhirnya pembicaraan mereka terpotret karena guru sudah masuk ke dalam kelas mereka.
Tak terasa jam pelajaran terakhir sudah berakhir, Ranti dan Tiara pun berkemas dan keluar dari ruang kelas.
" Ranti, pulang bareng aku mau gak, tanya Mikhael
" Aku ada jemputan, kalau pun gak aku bisa naik Taksi, jawab Ranti
" Daripada se mobil rame-rame, belum lagi mobilnya harus antar yang lain dulu baru ke rumah kamu, ujar Mikhael, yang mengira Ranti naik mobil antar jemput bulanan.
" Tidak apa-apa, aku sudah biasa, jawab Ranti
Tiara yang mendengar ocehan Mikhael hanya tersenyum - senyum licik, " Dasar bodoh, kalau kau tahu Ranti itu siapa, pasti kamu muntah darah", batin Tiara.
Tak berapa lama kemudian, datanglah sebuah Alphard, dan Ranti langsung menaikinya.
" Sampai besok Tiara, ucap Ranti
" Oke, ucap Tiara.
" Tiara, kamu sudah lama kenal dengan Ranti, tanya Mikhael
" Sejak SMP, ada apa ? tanya Tiara
" berarti kamu tahu dong nomor telponnya dan rumahnya.
" Nanti aku traktir makan dan ku beri kamu 1 juta, asal kamu berikan nomor telponnya, bujuk Mikhael
" Hahahaha, maaf aku bukan cewek matre, lagian orang tua saya masih sanggup berikan saya uang jajan, ucap Tiara.
" Gila nih orang, mau traktir makan dan uang sejuta, dia pikir aku matre dan orang kekurangan uang, kemarin saja Ranti baru transfer 10 milyar", batin Tiara
" Ayo Non, maaf bapak terlambat, tadi mampir SPBU isi bensin, ujar pak Hasan
" Gak apa-apa Pak, ayo pulang , balas Tiara
Mikhael yang melihat Tiara di jemput dengan Alphard dan di panggil Nona, seketika penasaran, " Ranti itu siapa dan Tiara itu siapa", tanya Mikhael dalam hatinya.
Mikhael masuk ke mobilnya, disusul kedua sepupunya.
" El, kamu tertarik dengan cewek yang nama Ranti itu, tanya Pretty
" Biasa saja, kalian tau sendirilah, ucap Mikhael
" Dia itu jarang punya teman, di sekolah kita ada 3 kakak perempuannya, tetapi mereka saudara angkat, kata Pretty
" Kamu tau darimana, tanya Mikhael
" Dikelas, tadi mereka cerita kalau Ranti itu yatim-piatu dan pernah tinggal di Panti Asuhan, sambung Chelsea.
" Berarti gampang dong buat aku ngedeketin dia, tinggal traktir makan luar dan ajak nonton, kalian taukan anak panti mana bisa ke bioskop, ucap Mikhael penuh keyakinan.
" Kata mereka dia dulu dapat hadiah banyak waktu juara umum se Jawa Timur, Sekarang tinggal bersama dengan saudara- saudara angkatnya, tapi hanya Tiara yang tahu di mana dia tinggal, lanjut Pretty
" Tenang saja nanti aku bayar orang untuk mencari dimana Ranti tinggal, ujarnya.
Tiba di rumah, Ranti bersama ketiga kakaknya makan siang, Armando dan Salma hanya duduk saja, sambil ngemil tahu isi sayuran.
__ADS_1
Mereka berbincang-bincang soal sekolah, dan di tengah obrolannya, Friska mengatakan bahwa lahan Ranti yang di sebelah supermarket itu, sudah selesai di tata dengan baik, rumput serta pohon yang di tanam sudah bertumbuh baik.
" Dek kamu mau bangun apa di sana, tanya Ranti
" Aku mau bangun Perumahan menengah, lahannya 10 hektar, 7 hektar untuk bangunan, 3 hektar untuk Taman, biar rame di lokasi itu, dan pasti akan bertambah pengunjung buat supermarket kalian, ucap Ranti
" Oh pantasan terlihat sudah mulai ada penanaman patok dan pembuatan jalan serta parit, ucap Friska.
" Kalau rumah kos dan kontrakan kalian bagaimana, tanya Ranti
" Lancar, akhir Februari semua sudah selesai, taman dan juga parkiran sudah selesai, dan sudah ada yang membooking 5 unit kontrakkan, ucap Friska.
" Baguslah, kedepannya buat aplikasi khusus untuk usaha kos dan kontrakan, dan kalian bisa memantau kamar yang kosong dan terisi, gaji 2 orang yang khusus mengurus rumah kos dan kontrakan kalian, agar lebih terkontrol, dan mengurangi komplain dari penyewa, saran Ranti.
" Betul juga itu, aku coba tanya ke Bu Likha apakah masih ada anak panti yang bisa bantu kita mengontrol rumah kost dan kontrakan, ucap Mercy.
" Dengan uang kalian yang ada, cobalah kalian cari lahan dan beli, kedepan tanah di kota akan semakin sulit, pasti para warga pusat kota akan bergeser ke pinggir, kayak posisi rumah kita saat ini, yang masih terus berkembang, ucap Ranti.
" Sejujurnya, kami ingin minta tanggapan kamu, soal penawaran lahan seluas 30 hektar hektar, dekat bandara Juanda, ucap Mercy
" Beli saja, dan bangun perlahan-lahan, buat bertahap agar penggunaan anggaran bisa terkontrol, ucap Ranti.
" Menurut kamu siapa yang bisa kami ajak untuk melihat lahan itu, tanya mereka.
" Pak Mario saudaranya Rendi, dia sangat pintar mengurus tanah dan pembangunan rumah, serta menjualnya, ucap Ranti.
" Oh oke, kalau begitu, terimakasih informasinya.
Ranti saat ini lagi berada di kamar Salma, karena dia ingin ditemani Ranti.
" Sudah besar masih manja sama kakak, ucap Ranti
" Hehehehe, Salma senang kalau kakak ada dirumah, jadi mumpung kakak lagi dirumah, Salma mau bermanja-manja, ucapnya
" Baiklah, sore ini kakak gak kemana-mana, banyak tugas dari sekolah, ucap Ranti
Tak lama kemudian Salma pun tertidur, Ranti berpindah ke kamarnya dan menguncinya.
Ranti berencana, setelah semua urusan beres, dia akan berfokus pada latihannya, seperti saat ini dia sudah berada di Ruang Dimensi, dan mulai membuka Kitab Segel dan Formasi Array, tapi kenapa gak bisa di baca.
" Rose kenapa kitabnya kosong, tanya Ranti.
* maaf Tuan, Rose lupa memberitahukan, bahwa tuan harus meneteskan darah di sampul kitab itu, sebanyak 3 tetes, ucap Rose.
Tanpa membalas ucapan Rose, Ranti segera meneteskan darahnya, lagi-lagi terjadi suatu keajaiban, kitab itu mengenal darah itu dan seketika buku itu bersinar dan seluruh tulisan dan Rune - rune Kuno terlihat seperti gambaran slide dan satu persatu memasuki pikiran Ranti dan membungkus tubuh Ranti seperti kepompong.
Ranti berkeringat dingin, bajunya robek semuanya, tato keluarganya ikut bersinar, begitu juga Pedang Black Soul Sword dan White Destiny Sword, bersinar dengan begitu cantik.
Diatas Kepala Ranti jutaan Rune dan Formasi Array mulai menyatu dengan tubuh Ranti,
Ranti masih memejamkan matanya menikmati Kitab Segel dan Formasi Array tengah memasukinya tubuhnya, sudah lebih sejam prosesnya belum juga selesai, tapi Ranti masih bertahan.
Kedua Pedang Ranti keluar dari tatonya bersama dengan ribuan jarum hitam dan putih, Armor Transparan Ranti, juga kuat dengan sendirinya dan di perbaharui.
Sudah dua jam berlangsung Proses Pemahaman Kitab Segel dan Formasi Array, tapi belum juga ada tanda-tanda akan selesai.
Sejam kemudian, secara perlahan kitab itu tertutup dan Ranti membuka matanya, dia kaget karena saat ini telah telanjang bulat.
* Selamat Tuan, anda sudah berhasil menguasai kitab Segel dan Formasi Array, tahap Puncak, silahkan minum Pill ini, untuk mengembalikan energi Tuan, dan menguatkan pondasinya, ucap Rose.
" Terimakasih Rose, Malam Minggu Kedepan Tuan wajib menghirup udara segar di hutan semalaman, jadi mohon Tuan mencari hutan mana yang cocok, ucap Rose.
" Baiklah Rose, aku pakai baju dulu"
* Tuan, sekarang tinggal belajar kitab Hukum Ruang dan kitab Hukum Waktu, ucap Rose
" Selesai dari hutan, aku akan fokus belajar kedua kitab itu, agar semakin cepat aku bertemu dengan orangtuaku, jawab Ranti
* Semangat Tuan, Rose yakin Tuan pasti bisa melakukannya, ucap Rose memberi semangat.
" aku istirahat dulu Rose, ucap Ranti
__ADS_1
* Hahaha, Tuan lupa kalau saat ini Tuan sudah berada di Tahap Berlian, Tuan sebenarnya bisa tidak tidur dalam 1 bulan, bahkan seminggu tidak makan, Tuan tetap kuat.
" Hahahaha, tak apa-apa Rose, jawab Ranti