SISTEM KEKAYAAN : PERJALANAN SI MISKIN

SISTEM KEKAYAAN : PERJALANAN SI MISKIN
Semangat berbagi


__ADS_3

" Terimakasih Rose, tolong Segera tukarkan sejumlah batas maksimal buat Josua dan Debora, sedangkan kedua anaknya 100 Poin, ujar Ranti.


* Baik Tuan, mereka pantas mendapatkan belas kasihan Tuan, mereka orang baik, biarkan Suster Diana mengajarkan mereka untuk mengelola Panti Asuhan, dan setelah Panti Asuhan Tuan selesai, percayakan ke mereka untuk mengurus Panti Asuhan Bintang Timur Charity.


" Baik Rose, tapi maaf tolong tambah tukarkan 100 Poin lagi buat Purwati asisten Suster Diana", ujar Ranti.


* Tidak masalah, Segera Rose buatkan, tunggu 10 Menit* ujar Rose.


" Terimakasih Rose, memang kamu yang terbaik", puji Ranti.


*Terimakasih atas Pujiannya, tapi kali ini tidak ada hadiah buat untuk Pujian Tuan* ujar Rose.


" Aku tulus memujimu, pemberianmu sudah sangat banyak, terimakasih untuk semuanya", ujar Rose.


* Sama-sama Tuan, Rose bahagia melihat Tuan yang tidak serakah dan angkuh juga sombong*, ujar Rose.


" buat apa sombong, aku yang seperti saja banyak yang tidak suka, apalagi kalau aku Sombong, bisa-bisa jadi seperti Pax Mundo, dihukum Absolute Supreme Divine", ujar Ranti.


* Sungguh cara berpikir dan bertindak yang luar biasa, tapi sekarang silahkan ambil Atm-nya, tapi maaf uang mereka Rose jadikan Deposito Berjangka, jadi Tuan silahkan tambahkan untuk biaya setahun mereka sebelum dapat bunga dari Bank", ujar Rose.


" Ya sudah, buatkan ATM 1 lagi dan isi Saldo 10 milyar ambil dari uang milik pribadiku", ujar Ranti


* tunggu 2 Menit", Ujar Rose.


" Kak Josua dan kak Debora, ini ada 4 ATM, yang sudah ku isi Saldo, ini buat kalian berempat, yang tulisan Platinum untuk kalian berdua, Sedangkan yang gold untuk Sam dan Evra, ujar Ranti sambil menyerahkan keempat ATM itu.


" Dek kami belum sempat berterimakasih atas kesembuhan yang kamu berikan, sekarang kamu berikan kami uang, kakak jadi tidak enak", ucap Josua.


" Ambilah dan gunakan dengan bijak, dan pindahlah ke panti asuhan milik Suster Diana untuk sementara, nanti setelah Panti Asuhan milik saya selesai dan beroperasi, kakak berdua akan mengurus Panti Asuhan milik saya", ujar Ranti.


" Tapi Dek", omongan Josua terhenti


" Josua, Debora percayalah kalian pasti mampu, nanti kalian akan tahu seberapa hebat dan kayanya adik kalian ini, jadi terimalah ATM pemberiannya dan besok Sore saya atau Purwati yang akan menjemput kalian", ujar Suster Diana.


" Baiklah, besok saya akan pamitan ke tetangga, dan akan memberikan rumah ini kepada siapa yang mau", ujar Josua.


" Memangnya rumah ini milik siapa kak?" tanya Ranti.


" Tanahnya milik pemerintah, tapi rumah ini, kakak yang buat, awal kakak keluar dari Panti, kakak tinggal disini hingga menikah dengan Debora, Ujar Josua.


" Oh ya sudah kalau begitu, tapi ada berapa KK yang tinggal disini tanya Ranti.


' Kami disini ada 42 KK, dan semuanya rukun, kami disini rata-rata pedagang, kecuali Debora yang sempat jadi guru TK sebelum sakit", ujar Josua.


" Besok Sore kumpulkan mereka semua, katakan kepada mereka akan ada bantuan modal usaha gratis, ujar Ranti.


" Astaga dek, mata kakak baru sembuh, sekarang kamu buat kakak sakit jantung, ujar Josua.


" Hahahaha, ternyata kakak bisa bercanda juga, pantas saja kak Debora suka sama kakak", ujar Ranti


" Nak Ranti, Josua dulu terkenal Preman di panti, sekaligus anak yang ceria dan suka sekali bercanda, dan musuh bebuyutannya Debora, yang tiap hari di usilin Josua", ujar Suster.


Mereka tertawa mendengar omongan Suster Diana, tapi justru Josua yang malu, karena kartunya terbongkar.


" Oh ia kak, cairan ini kalian gunakan 2x sehari, pagi sebelum jam 6 dan sore juga sebelum jam 6, tolong jangan sampai gagal, dan juga pakai kacamata netral ini, saat memasak, berkendara motor, atau keluar rumah dan membuka Handphone", perintah Ranti.


" Baik dek, Terimakasih banyak, kakak akan dengar saranmu ujar Josua.


" Dan ini adalah Pill Kecerdasan, buat kalian berempat, sedangkan serum ini, nanti besok sore saya bantu proses nya, jadi ambil dan simpanlah dahulu.


" Dan yang paling terakhir, ATM ini untuk kalian pakai sehari-hari, fan apakah kakak Josua bisa menyetir mobil?" tanya Ranti.


' Bisa, SIM kakak nanti perpanjang tahun depan", ujar Josua.

__ADS_1


" Baguslah, nanti kusiapkan mobil untuk kakak, agar bisa antar Jemput Sam dan Evra, mereka sudah tanggung pindah sekolah karena sudah kelas 6, tapi nanti SMP, mereka berdua sekolah di Bintang Timur", ujar Ranti.


" Baiklah dek, kakak ikut saja, ujar Josua.


" Baiklah, ini sudah malam saya harus pulang, barangkali kak Darel sudah dirumah, Ujar Ranti.


" Untuk besok nanti kakak sampaikan ke para warga disini, Ujar Josua.


Ranti dan Suster Diana segera beranjak dan menuju mobil masing-masing.


" Mbak Purwati, ini buat mbak, tolong jaga suster Diana untuk Kami", ujar Ranti.


" Nona Muda, uang yang dulu Nona transfer, masih ada sisa sangat banyak", ujar Purwati.


" Ambilah, saya tidak suka di tolak", tegas Ranti.


' terimakasih Nona Muda, ujar Purwati


Mereka pergi meninggalkan keluarga Josua dan Debora.


Sepeninggal Suster Diana dan Ranti, Josua dan Debora langsung menggunakan kacamata dan langsung berkeliling ke rumah- rumah warga.


Kehadiran mereka berdua sontak membuat keluarga yang di datanginya terkejut.


" Josua, maaf mata kalian berdua apa sudah sembuh", tanya seorang warga.


" Sudah, tapi belum sempurna, masih ada proses 3 bulan wajib pakai kacamata ini saat keluar rumah agar tidak terkena debu", jawab Josua.


" Syukurlah kalau begitu, Berarti sebentar lagi kita sudah bisa narik penumpang, ujar warga itu.


" Maaf kawan, tadi adikku dari Panti datang, dia meminta kami pindah dan membantu Suster yang dulu membesarkan kami di Panti, yang saat ini sudah membuka Panti Asuhan sendiri ujar Josua.


" Terus rumah kalian bagaimana?" tanya warga itu.


" Terus kapan kalian akan pindah dari sini, tanya warga itu


" besok sore, nanti adikku akan menjemput kami, oh hampir lupa besok adikku ingin membagikan Bantuan Modal usaha gratis, ajak adikmu sekalian besok Sore", Ujar Josua.


" Baiklah, kalau begitu biar saya juga ikut kalian memberitahukan kepada warga agar besok sore jangan jualan dulu", ujar warga itu.


akhirnya malam itu juga warga semuanya telah mendapatkan informasi dari Josua, Debora dan salah satu warga yang menemani mereka.


Ranti tiba di rumah semuanya ternyata belum tidur, maklum besok hari Sabtu jadi mereka belum tidur, apalagi Darel dan Sonia, baru datang dari Jakarta.


" Akhirnya adikku pulang juga, ujar Darel membalas pelukan Ranti.


" Bontot kangen sama kalian berdua", ujar Ranti.


" Kami juga kangen sama kamu, maaf kakak sebulan ini sangat sibuk, jadi tak sempat pulang", ujar Darel.


" Tidak apa-apa, kak Vanya juga sudah sebulan belum datang, baru besok katanya dia datang, ujar Ranti.


" Lagian tugas kamu sangat banyak, jadi dia sibuk sekali, belum lagi kuliahnya", ujar Darel.


" Apa kak Vanya tersiksa gak dengan tugas dari saya", tanya Ranti ke Darel.


" Kelihatannya seperti itu, tapi pernah kak Darel bilang, suruh orang lain dulu yang gantikan kak Vanya, nanti setelah lulus kuliah baru lanjut, tapi kak Vanya malah marah, dia bilang dia sangat menikmati dengan kesibukannya, dan dia tidak mau sembarang orang dalam mengawasi perusahaan kamu, justru dia sangat bahagia menjalaninya, dia jujur bilang namanya kerja pasti capek, tapi puas katanya, setiap hari ada hal berarti yang dia lakukan", ujar Darel.


" Ya sudah, dia sama dengan kak Dewi, rasa capek bekerja tapi di anggap sebuah kepuasan dalam menjalani hari", uang Ranti.


" Kak Ranti, Salma tidur di kamar kakak ya, pengen di peluk kakak saat mau tidur", pinta Salma.


" Ia, nanti kakak kelonin", ujar Ranti.

__ADS_1


Malam berganti, pagi berganti hingga sore tiba.


Ranti mengajak Salma dan Armando Pergi ke tempat Josua, setelah mendapat telpon dari Suster Diana, yang akan datang dengan mobil Minibus Toyota Hiace, mobil pribadinya.


Tak berapa lama kemudian, mereka sudah berkumpul dirumah Josua dan Debora, para warga juga sudah datang dan berkumpul dengan tertib.


" Bapak -bapak dan ibu-ibu, terimakasih sudah datang dan juga rela tidak berjualan hari ini, perkenalkan, Suster Diana, orang yang membesarkan saya dan istri di Panti Asuhan Charity, dan ini adalah adik kami yang juga pernah di rawat dan didik oleh Suster Diana", ujar Josua.


" Selamat Sore bapak - bapak dan ibu - ibu sekalian, saya Ranti Putri, saya berterimakasih kepada kalian semua yang sudah menerima kakak saya berdua dan juga anak-anak mereka, dan sebagai rasa terimakasih saya atas kebaikan hati kalian semua terhadap kakak saya, hari ini saya ingin berbagi dengan semua keluarga yang ada disini", ujar Ranti.


" Kami Disni, sama-sama orang tidak punya, Josua awal datang kesini juga sangat banyak membantu kami, makanya kami tidak pernah menyesal membantu Josua dan Debora saat mereka sakit, walau kami tidak bisa bantu banyak karena keadaan kami juga kekurangan, tapi kami Disni hidup sebagai saudara yang saling menopang, Kami ikhlas membantu saudara kami, dan sekarang kami sangat bersyukur, akhir Josua dan Debora bisa sembuh, ujar warga yang di tuakan di wilayah itu.


" Saya sangat bahagia mendengar ucapan kalian, dan hari ini, kami juga ingin membawa kakak kami untuk tinggal dengan kami, Ujar Ranti.


" Tidak apa-apa, kami hanya berdoa agar mereka sekeluarga bisa lebih maju di tempat lain", ujar pria sepuh itu.


" Terimakasih doanya Paman", ujar Ranti.


" Nanti saya akan panggil nama keluarga, dan mohon kedepan suami dan istri, dan nanti amplopnya di buka saat semuanya sudah kebagian", ujar Ranti.


Ranti membaca dan memanggil sesuai data yang tertulis di kertas, terdapat 42 KK.


" Sekarang silahkan buka Amplopnya, tapi cukup lihat saja dan jangan berisik, nanti orang di luar sana tau", ujar Ranti.


Seketika para warga membuka amplop masing-masing dan setelah mereka mengambil isinya, ternyata di dalam amplop yang mereka terima, terdapat selembar cek senilai 2,5 milyar.


Sejenak kumpulan para warga menjadi senyap, mulut mereka seperti dilakban.


" Tanah ini milik pemerintah, dan kapan saja pemukiman ini akan di bongkar, jadi uang yang saya berikan, tolong kalian gunakan beli rumah sederhana di Griya Indah, harganya sekitar 350 juta, silahkan beli disana, agar tidak ada acara di suruh pindah dengan alasan lahan mau di pakai", ujar Ranti.


" Baik Nona, kami berjanji akan membeli rumah, nanti sisanya kami tabung dan buat modal usaha kami, terimakasih banyak Nona, ujar para warga.


" Sama-sama, jangan sampai saya dengar tidak ada yang beli rumah di sana, suatu saat saya akan datang", tegas Ranti.


" Kami akan menunggu kedatangan Nona disana" ujar mereka.


" Oke, saya pasti datang, dan untuk mencairkan cek itu silahkan datang pagi-pagi ke Bank dan langsung buat rekening, siapkan KTP kalian itu saja syaratnya", ujar Ranti.


" Bapak dan ibu semuanya, mohon maaf jika kami sekeluarga ada kesalahan, kami mohon pamit", Ujar Josua dan istrinya sambil menunduk memberi penghormatan.


" Semoga kalian sukses dan kami tunggu kehadiran kalian di Griya Indah, paman pasti beli disana walau agak jauh sedikit dari tempat jualan, tapi minimal kami sudah memiliki tempat tinggal yang lebih baik daripada disini", ujar pria sepuh.


" Kabarkan, kapan paman akan pindah biar nanti saya bantu", ujar Josua.


" Nanti paman kabarkan", ucap pria sepuh itu.


Setelah selesai dengan pembagian Amplop, mereka berpamitan dan langsung meninggalkan daerah itu, menuju Panti Asuhan Agape.


Namun Ranti tidak bisa ikut kesana, karena Salma ingin kerumah Mora.


Sepeninggal Ranti, Suster Diana dan keluarga Josua, para warga masih belum juga bubar sepenuhnya, mereka kagum dengan Ranti yang telah membantu mereka.


" Tak disangka, Josua dan Debora memiliki adik sekaya itu, dia memberikan uang sebanyak 105 milyar secara gratis kepada kita", ujar warga disitu.


" Seberapa kaya gadis itu, yang terlihat masih sangat muda", ujar warga lainnya.


" Tolong kasih tau semua warga, besok kita syukuran dan kita bicarakan untuk mencairkan cek ini dan kita sama-sama datang ke Griya Indah dan beli rumah disana", ujar pria sepuh itu.


" Baik Paman ujar warga disitu dan langsung bergegas mengumumkan kepada warga untuk acara besok.


Sementara di perjalanan Ranti menuju rumah Mora, Salma menceritakan kejadian bagaimana ibunya Mora dihina oleh keluarga suaminya, waktu acara tahunan di kampung mereka.


" Tapi kak ibunya Mora hanya cuek, hingga orang yang mengejek ibunya Mora makin emosi", ujar Salma.

__ADS_1


Setelah tiba di rumah Mora, mereka disambut Mora dsn ibunya, sedangkan ayahnya Mora, sedang bekerja.


__ADS_2