SISTEM KEKAYAAN : PERJALANAN SI MISKIN

SISTEM KEKAYAAN : PERJALANAN SI MISKIN
Hadiah untuk kampung pelayan


__ADS_3

" Bapak, ibu dan seluruh yang hadir disini, mohon maaf jika saya sebagai Kades meminta kehadiran kalian semuanya, mohon maaf karena serba mendadak", ucap Pak Kades.


" Tidak apa-apa Pak Kades, asal demi kemajuan desa kita", ucap beberapa tokoh desa itu.


" Selamat siang semuanya, perkenalkan saya Ranti Putri, saya berasal dari Surabaya, saya datang ke desa ini, karena karyawan saya asli orang desa ini, mereka adalah, Pak Abdullah, atau Mang Dul dan Istrinya, serta Dewi, Marni dan Yati.


Saya juga mendapat kabar dari orang-orang saya, bahwa desa ini tidak tersentuh pembangunan selama 7 tahun, jadi saya berniat membantu desa ini agar bisa lebih baik.


Saya akan memperbaiki jalan penghubung ke Desa sebelah dan memperbaiki jembatannya, serta merenovasi sekolah, rumah ibadah, dan juga merenovasi kantor desa serta membuatkan balai Desa", ucap Ranti.


" Lalu bagaimana dengan anggarannya, dan juga apakah nanti kami di paksa untuk memilih anda dalam pilkada nanti, mohon maaf atas pertanyaan saya? ucap salah seorang tokoh desa itu.


" Tidak apa-apa, justru bagi saya pertanyaan bapak adalah pertanyaan yang sangat bagus", ucap Ranti menimpali.


" Saya tidak tertarik menjadi politikus, atau memberi sesuatu dan meminta balasan seperti itu, jadi bantuan saya adalah keikhlasan saya dan seluruh saudara-saudara saya.


Saya hanya mohon agar bapak-bapak dan ibu mau membantu dalam proses pembangunan ini, dan nanti yang akan mengawasinya adalah Ayahnya Yati dan Dewi bersama Pak Kades, serta untuk dananya, akan saya berikan kepada Pak Abdullah, atau Mang Dul, orang saya sebentar lagi sampai untuk mengecek seluruh lokasi yang akan kita bangun dan menyusun anggarannya, dan Minggu depan pembangunan segera kita mulai, agar Tahun Baru nanti semua pekerjaan sudah selesai", ucap Ranti.


" Kami tidak masalah Nona, kami berharap rencana terealisasi, jujur saja, kami sudah sering melaksanakan pertemuan seperti ini, dan tidak ada yang terealisasi", ucap mereka.


" Tenang saja, saya tidak akan membantu jika saya tidak mampu, saya juga tidak mau berdosa kepada kalian semuanya, jadi saya minta dukungan dari para tokoh desa", ucap Ranti.


" Apapun yang Nona minta akan kami penuhi, apalagi demi kemajuan desa kami, yang selama 7 tahun bahkan lebih, tidak pernah tersentuh oleh yang namanya pembangunan, sementara desa-desa tetangga hampir setiap tahun dapat bantuan, bahkan desa sebelah 7 tahun berturut - turut mendapatkan dana alokasi khusus.


Kami semua tetap bayar pajak, tapi kami memang sudah sepakat tidak akan datang menuntut kepada pemerintah, Dana desa dari pemerintah pusat saja kami tidak pernah dapat, program pemerintah pusat dan propinsi yang lain juga tak pernah kami rasakan, tapi kami tetap diam, suatu saat karma akan berlaku atas mereka", ucap para tokoh desa.


" Jangan di pikirkan, menurut orang saya, mereka hanya menolak seluruh usulan dari desa ini, jadi mereka memang tidak membuat anggaran ke provinsi dan ke pusat", ucap Ranti.


" Nona, apakah kontraktor nanti juga adalah langsung dari Nona atau bagaimana? tanya seorang perangkat Desa.


" Ya, kontraktornya dari saya, tapi itu khusus untuk jalan dan jembatan, sedangkan yang lainnya, silahkan bapak-bapak dari warga sini yang mengerjakannya", ucap Ranti.


" Itu maksud kami, kalau hanya untuk bangunan kami masih mampu mengerjakannya, tapi kalau jalan dan jembatan kami tak sanggup, karena pembangunan jalan dan jembatan, harus orang yang ahli", sahut mereka.


' Baiklah, jalan ini akan saya perbaiki hingga ke kecamatan sebelah", ucap Ranti.


" Maaf Nona, jika ada Anggaran lebih, apakah bolehkah warga kami di berikan bantuan bantuan modal usaha, apalagi banyak warga kami hidupnya sebagai nelayan dan juga petani", ujar salah satu perangkat Desa.


" Tidak masalah, saya akan bantu, tugas kalian membentuk kelompoknya, tapi saya ingin desa ini semuanya harus bekerja, tidak ada yang boleh menganggur, buktikan jika kalian bisa maju dan mandiri, serahkan semua daftar kelompok dan data dirinya kepada kepala Desa, saya harap juga, semua orang harus terlibat.


" Saya memohon juga, ijinkan saya menulis nama Bank saya, Yaitu IDB, artinya bahwa seluruh pembangunan yang berjalan, berdasarkan bantuan dari Bank IDB", bagaimana? tanya Ranti.


" Dengan ikhlas kami setuju, bahkan desa kami siap di jadikan bahan promosi untuk Bank Anda atau usaha anda yang lain, yang kami tidak setuju jika bawa nama partai politik atau mencari suara untuk jadi bupati atau Gubernur", ucap mereka.


" Baik kalau begitu, kita buat perjanjian, ucap Ranti.


" Terimakasih Nona, buat saja suratnya kami akan siap menandatanganinya, dan permohonan kami terakhir adalah, mohon jangan meminta kami mengganti pak kepala desa untuk 5 tahun kedepan, begitu juga perangkatnya, kami merasakan selama kepemimpinannya, kami semua di layani mereka dengan ikhlas", ucap para tokoh desa.


" Kalau itu hak kalian, say tidak ingin mencampuri internal desa sampai ke tahap itu.


" Terimakasih Nona", ucap Nona.


" Sama-sama, mohon sampaikan ide kalian kepada tim saya", ucap Ranti.


Setelah berdiskusi selama 1,5 jam, akhirnya acara pertemuan tersebut selesai dengan penandatanganan persetujuan warga, soal promosi Bank IDB, Bank Pertanian Perkebunan Peternakan dan Nelayan atau BP3N, bahkan Ranti menjanjikan akan mendirikan cabang Bank BP3N di Situbondo dengan warga desa sebagai nasabah prioritas.


Beberapa saat sebelum Ranti meninggalkan Kantor Desa itu, Tim Rose tiba dengan 4 orang anggotanya.


Akan tetapi di pertemuan itu, terdapat 5 orang yang yang tidak suka program Ranti.


Ranti sendiri sudah mengetahuinya, tapi dia tidak mau bertindak terlebih dahulu dan hanya meminta aplikasi Mata Dewa memantau 5 orang itu.


" Kalian buat perencanaan dan susunan anggarannya, saya mau 3 hari ini sudah selesai, agar hari Senin depan pekerjaan sudah bisa di mulai", Perintah Ranti kepada Tim Rose.


" Baik Nona Muda, akan kami kerjakan dan berkolaborasi dengan kepala desa dan orang yang Nona Muda tunjuk", jawab Tim Rose.


" Baiklah, sekarang saya mau pamit, dan akan kembali ke Surabaya, fokus ke perbaikan jalan dan jembatan terlebih dahulu", Perintah Ranti.


" Baik Nona Muda, jalan penghubung panjangnya 20 km, tapi jika dampak ke kecamatan sebelah maka panjangnya 50 km, jika menerapkan spesifikasi jalan terbaik, maka biaya per km mencapai 10 milyar, dan di tambah jembatan serta uang lainnya, kami perkirakan biayanya mencapai 1 Triliun Rupiah. kalau soal bangunan sekolah, rumah ibadah dan balai Desa serta yang lainnya, bisa kita anggarkan 1,5 triliun, dan pastinya akan sangat bagus hasilnya", ucap Anggota Tim Rose.


" Tidak masalah, pokoknya saya mau jalan dan jembatan harus selesai dalam tempo 6 bulan, dan juga bangun waduk kecil untuk menampung Air, dan buatkan beberapa bak di beberapa titik dan pasang instalasi pipanya dengan baik", Perintah Ranti.


" Baik Nona, tapi kami mohon bantuan Nona untuk mengatur struktur tanah agar kami cepat membuat jalan itu, apalagi kita bukan memperbaiki tapi membuat lagi dari awal", ucap mereka.


" Tenang saja, jalan itu akan saya atur agar kalian mudah menggalinya dan nanti saya akan keraskan lagi, untuk dudukan jembatan, nanti beritahu saya jika sudah mau mulai membuat pondasinya", Perintah Ranti.


" Baik Nona Muda, kami akan segera melaksanakannya", ucap mereka dan langsung masuk ke kantor desa.


Ranti langsung bergegas pergi dari situ dan menyusul saudara-saudaranya yang sudah duluan kembali ke rumah Bu Likha.


Ketika Ranti sedang berjalan sendiri, dia di hadang oleh Prihanto.


" Hei kamu bosnya Marni, kalau kamu memang menghargai Marni, kamu juga harus menghormati saya sebagai Pakdenya, itu baru sah di katakan sebagai bos yang baik", ujar Prihanto.


Belum sempat Ranti menjawabnya, terdengar teriakan dari beberapa teman Prihanto, disertai tatapan mesum.


" Prihanto, gadis ini dari mana, kulitnya sangat mulus, tentunya enak jika kita ajak untuk bersenang-senang", bisik salah satu temannya Prihanto.

__ADS_1


" Dia, majikannya Marni, yang biasa memberikan aku uang, untuk mentraktir kalian", ucap Prihanto santai.


" Berarti anak orang kaya dong", lanjut orang itu.


Ranti yang malas mendengar omongan mereka, dia pun hendak berlalu, namun di panggil lagi oleh Prihanto.


" Hey, sebelum kamu pergi, berikan uang kepada mereka, anggaplah sebagai amal, tidak banyak 10 juta perorang saja", ucap Prihanto.


" Kalau mau uang kerja, jangan minta sama orang, ucap Ranti dingin.


" Hahahaha, katanya orang kaya, masa 50 juta saja tidak mau berbagi", ucap Prihanto.


" 1 rupiah pun tak akan ku berikan, lalu apa yang akan kamu lakukan", Sengit Ranti yang emosinya sudah mulai naik.


" Saya sih tidak akan berbuat apa-apa tapi saya gak tau dengan mereka", lanjut Prihanto.


" Kamu dengar baik-baik, saya tidak takut dengan ancaman kamu", ucap Ranti.


" Hati-hati, mereka itu pantang di tolak, data juga pantang di tolak", ucap Prihanto.


Ranti yang sudah muak akhirnya dengan diam-diam, dia menembakkan jarum ke arah juniornya bapak - bapak mesum itu, mereka akan menderita kesakitan pada mereka merasakan ingin ingin kencing.


Sedangkan Prihanto, kiosnya segera di datangi Drone dan membakarnya, Prihanto sendiri di tancapkan jarum perusak urat syaraf, dan di pastikan lumpuh selama 3 bulan dan pastinya akan meninggal.


Belum sempat Ranti beranjak, terdengar teriakan 2 orang temannya Prihanto sambil memegang juniornya, dan pingsan.


Ranti tidak terkejut dan terus menjawab omongan Prihanto.


Dan tiba-tiba saja, Prihanto di telpon istrinya yang sedang berjaga di tokonya dan memberitahukan bahwa toko mereka kebakaran.


Kedua orang temannya Prihanto di bawa pulang ke rumah mereka setelah mereka sadar.


Prihanto sendiri langsung mengambil mobil pickup nya dan menuju ke toko miliknya tanpa pamit kepada Ranti.


Ranti melanjutkan perjalanan menuju ke rumah Bu Likha.


" Tuan, kasihan para istri dari ke lima laki-laki itu, mereka semuanya orang baik", lapor Aplikasi Mata Dewa.


" Jika ke lima orang itu sudah mati, segera berikan kompensasi kepada mereka masing-masing 10 milyar", perintah Ranti.


" Baik Tuan", Balas Aplikasi Mata Dewa.


Setelah berjalan lebih kurang 15 menit akhirnya Ranti tiba dirumah Bu Likha, pas disaat yang sama seluruh saudaranya sedang makan siang.


Setelah makan siang mereka semua beristirahat, kecuali mang Dul, Ranti mengingat bahwa besok dia akan pergi ke kampung halaman Ayahnya Mora.


Ranti hanya tersenyum kecil mendengar pengumuman itu.


Sebentar di lokasi tempat Prihanto berjualan terjadi kegemparan karena sebuah toko hangus terbakar tanpa terlihat nyala api.


Ranti yang membaca laporan dari Aplikasi Mata juga tersenyum kecil.


" Rose berikan kompensasi kepada 5 istri dari yang meninggal itu, jangan sebut namaku", perintah Ranti.


" Baik Tuan", jawab Rose.


Dan tepat jam 4 sore Ranti dan seluruh rombongannya kembali ke Surabaya.


Setelah beberapa jam perjalanan akhirnya mereka tiba di Surabaya, dan menuju ke kafe milik mereka untuk makan malam.


Kehadiran Ranti dan dan seluruh saudaranya menjadi perhatian para pelanggan.


Lupita segera mendekat untuk melayani Ranti dan seluruh Saudaranya.


" Selamat malam dan selamat datang Nona - nona Muda dan Tuan Muda, apa mau di tempat VVIP atau mau disini? tanya Lupita.


" Disini saja, tolong buatkan makan seperti biasa dan minum seperti biasa, ucap mereka.


" Baik Nona Muda dan Tuan Muda", jawab Lupita dan segera bergegas ke dapur.


Setelah dari dapur Lukita kembali ke tempat Ranti dan saudaranya.


" Nona Muda Mercy, mohon maaf, saya ijin cuti 3 hari, mau ikut ayah saya ke kampung, kami berangkat lusa pagi, jadi besok saya tetap masuk kerja ucap Lupita.


" Kalau disana kamu ingin berlama-lama, silahkan istirahat seminggu, gak apa-apa, kasihan ayahmu jika pulang kampung hanya sebentar", jawab Mercy.


" Tapi bagaimana dengan kafe Nona Muda? tanya Lupita.


" Kami masih libur kuliah, kamu tenang saja, liburlah dengan tenang dan nikmatilah", ucap Friska.


" Terimakasih Nona Muda, ayah saya memang minta, kalau boleh ijin seminggu", ucap Lupita.


" Gak apa-apa, jangan merasa tidak enak, nikmatilah, Lupita sudah seperti keluarga buat kami, jadi tenang saja", ucap Darel.


" Ayah saya pasti bahagia, sahut Lupita.


" Ini buatmu, untuk uang jalan dan belikan keluarga di kampung oleh-oleh", ucap Mercy sambil memberikan amplop berisi uang 50 juta.

__ADS_1


" Terimakasih Nona Muda, ujar Lupita.


" Nona Muda, semua mobil pesanan anda, akan di antar besok pagi, begitu juga dengan motor", lapor Aluna.


" Oke, usahakan sebelum makan siang semuanya sudah sampai, tolong semua mobil isikan bensin full tank, nanti kirim tagihannya", ucap Ranti.


" Baik, Nona Muda dan terimakasih atas hadiah besarnya", ucap Aluna.


" Sama-sama, saya juga mau kamu terima jabatan yang di berikan Grace, tapi tetap seluruh pesanan mobil dari saya atau Perusahaan saya, semuanya kamu yang urus", ujar Ranti.


" Dengan senang hati saya akan melaksanakannya", antusias Aluna.


" Jangan kecewakan saya dan Grace yang dari awal sangat senang dengan kinerjamu, saya sangat percaya dengan kamu, jadi bekerjalah dengan baik dan tetap loyal kepada Grace", ujar Ranti.


" Terimakasih atas kepercayaan Nona Muda kepada saya, saya berjanji tidak akan mengkhianati anda dan juga Nona Grace ", jawab Aluna.


" Baguslah, ya sudah besok seluruh unit tolong di foto dan kirim kepada saya", perintah Ranti.


" Pasti Nona Muda, saya sendiri yang akan mengantarkannya", ujar Aluna.


" Terimakasih, tolong berikan kepada teman-teman yang mengantar mobil, 5 juta perorang", ucap Ranti.


" Baik Nona Muda, saya akan siapkan", jawab Aluna.


" Oke, maaf ya saya mau makan malam dulu, saya tunggu laporannya besok ", ucap Ranti dan mematikan handphone.


Ranti dan seluruh saudaranya menikmati makan malam dengan penuh kebahagiaan.


Selesai makan, dan setelah tunggu beberapa saat, Ranti dan seluruh saudaranya lanjut pulang ke rumah.


" Kakak, besok jadi gak kita ke kampung halaman ayahnya Mora, ucap Salma.


" Jadi sayang, kan cuma dekat, hanya ke Lamongan saja", ucap Ranti.


" Kamu berangkat jam berapa Dek", tanya Vanya.


" Jam 6 pagi dari rumah, jawab Ranti.


" Kami mau pulang sebentar ke Jogjakarta, nanti hari Minggu malam kami kesini lagi, kami ingin mengantarkan Salma dan Armando kesekolah, juga mau mengantarkan Ketty Angelina hari Pertama sekolah", ucap Renata.


" Wah asik, Aunty twins mau antar Ketty ke sekolah, terimakasih Aunty twins", ucap Ketty dengan bahagianya.


" Ia sayang, aunty berdua tak akan melewatkan untuk mengantar Ketty masuk TK hari pertama", ucap Renita.


" Terima Dek, sudah mau repot-repot ikut mengantarkan Ketty masuk sekolah hari pertama.


" Sama-sama kak Dewi, kami ingin memberikan yang terbaik untuk keponakan kebanggaan kami", ucap Renata.


" Saya dan Sonia juga akan ikut mengantarkan Ketty", ucap Darel.


" Bahkan kakakku Robin dan Tiara juga tidak mau ketinggalan momen hari pertama Ketty masuk sekolah, jadi mereka akan ikut serta", ucap Ranti.


Tanpa di duga, Ketty turun dari kursi, kemudian berdiri tegak dan membungkuk badan.


" Terimakasih buat kasih sayang seluruh aunty dan uncle, Ketty berjanji akan selalu mengingat kasih sayang dan perhatian dari seluruh aunty dan uncle, Ketty juga berjanji akan belajar dengan rajin", ucap Ketty dengan penuh haru.


" Kami percaya padamu sayang, kami akan selalu menyayangi kamu dan akan selalu mendukungmu", ucap Vanya yang kemudian memeluk Ketty.


Selesai dari meja makan, mereka semua ke kamarnya, dan beristirahat.


" Bunda nanti ajak nenek Narti dan Bibi Bunga, boleh gak? tanya Ketty.


" Boleh sayang, toh nenek dan bibi Bunga tidak jahat sama kita", ucap Dewi.


" Terimakasih Bunda", ucap Ketty dan langsung memeluk Dewi.


Keindahan dan keteduhan bulan yang membuai kini berganti pagi nan sejuk.


Tepat jam 6 pagi Ranti beserta Salma dan Armando sudah membelah jalanan Surabaya menuju rumah Mora.


Salma dan Armando sarapan pagi di mobil, sambil Salma juga menyuapi Ranti yang sedang menyetir mobil.


" Terimakasih sayang sudah menyuapi kakak", ucap Ranti.


" Sama - sama kak, justru Salma yang lebih sering di suapi kakak", jawab Salma.


" Itu kewajiban kakak untuk merawatmu dan Armando", balas Ranti.


" Salma, Armando jangan pernah berubah sampai kapanpun, karena sampai kapanpun kalian adalah adikku dan tetap selalu menyayangi kalian", ucap Ranti.


" Ia Kak, kami akan selalu menjadi adiknya kakak dan tidak akan menjadi orang yang sombong dan tamak, menjalani hidup seperti ini lebih enak dan lebih bebas", ucap Armando.


" Kakak sangat bahagia mendengarnya", balas Ranti.


Akhirnya mobil Mercedes Benz GLE Class tiba di rumah Mora.


Mora menyambut mereka dengan sukacita, mere juga sudah siap untuk berangkat.

__ADS_1


__ADS_2