
Suasana bahagia terlihat dari mereka yang hadir, bahkan pak Fatur Rahman dan istrinya yang baru kenal dengan Ranti, terlihat bahagia.
Pak Pribadi beserta keluarga, tiba-tiba di panggil Ranti, untuk ke dalam rumah.
" Dady, mommy, ini Tiara, anaknya Om Pribadi, hanya dialah teman Ranti di kalah waktu aku sangat miskin, dan keluarganya juga tidak menghina Ranti, makanya Proyek Kota Terpadu, Ranti percayakan kepadanya, bagaimana menurut Dady.
" Princes, di dunia sangat sulit mencari teman apalagi mencari orang kepercayaan, Pak Pribadi pantas mendapatkan kepercayaan dari kamu, lihat saja, pemegang proyek Ratusan triliun, tapi berpakaian sederhana, sudah bisa di pastikan pak Pribadi bukan orang yang gila harta dan gila kehormatan, kamu bersyukur sayang, lihat sahabatmu, kayak anak dari orang biasa saja, puji Adriansyah.
" Terimakasih Dady, kasih hadiah dong buat Tiara, ucap Ranti
" Wah, katanya kamu sudah lebih kaya dari Dady dan mommy, kok minta Dady kasih hadiah buat sahabat tercintamu, ledek Adriansyah.
" Dady, dia Ida bosan terima uang dari Ranti, kemarin saja aku kasih dia uang, seharian dia cerewet terus, ucap Ranti
" Benar begitu Tiara, kasih tau Om, kenapa kamu cerewetin, sama kawan manjamu ini, tanya Adriansyah.
" Bukan apa-apa Om, saya bersyukur memiliki teman bahkan aku anggap Ranti adikku, dia kalau kasih bukan sejuta atau dua juta, sekali ngasih puluhan milyar, kayak kemarin, aku dikasih 20 milyar, bersyukur Tiara bukan tipe doyan belanja atau hura-hura, juga Tiara jadi gak enak Om, Tiara dulu waktu pertama berteman dengan Ranti, bukan kasihan karena dia waktu itu nggak bisa jajan, tapi karena nyaman saja, sudah begitu aku punya lawan dalam belajar, meski aku tak pernah mampu mengalahkannya, tapi aku bangga memiliki teman yang pintar, ucap Tiara.
" Hahahaha, kamu anak hebat, putri om ini mau kamu itu, hidup bahagia dengan cara sederhana, Tante kamu mamanya Ranti, semua pemuda di zaman kami bilang dia itu orang kaya tapi menyengsarakan diri, karena di sekolah bawa bekal, uang jajan di kasih ke orang, om suruh beli tas yang mahal, jawabnya malas, alasannya mending beli makana 1 truk dan bagi sama orang, ketahuan ada pahalanya, sama persis dengan Ranti, dia suka punya uang tapi gak suka belanja yang aneh-aneh, apa kamu lihat belanja aneh-aneh, Tanya Adriansyah ke Tiara.
" Dari saya kenal hingga hari ini, dia terkenal ratu Bekal, setiap hari kesekolah bawa bekal, padahal uang sudah bejibun om, kalau ke Mall paling belanja sekedar, dan makan, lebih unik lagi, restoran sebanyak apapun di mall Galaxy 1,2 dan 3, tetap saja makan di restoran Yang sama, beli handphone di toko yang sama, beli baju, alat musik semua di tempat yang sama, hingga pemilik toko asal dia datang, pasti bercanda, tapi bukan sedikit Pelayan toko yang di pecat gara-gara dia, tapi sudah mau 10 pelayan toko, di ambil untuk di sekolahkan dan bekerja di tempat dia atau Kakaknya dan rata-rata yang dia pilih pasti pintar dan juga akhlak yang bagus, bingung saya om, lalu kalau dia sampai memarahi orang tanpa ampun pasti orang itu memang bermasalah, makanya apapun keputusan yang dia buat Tiara walaupun sudah dianggap teman sehidup semati, tidak mau memaksakan sesuatu, dan selama apapun yang dia putuskan, belum ada satupun yang gagal, ucap Tiara dengan bangga
" Hebat kamu tau betul dengan sahabatmu, tapi pernah tidak kamu ingin meminta perhiasan yang sangat mahal, tanya Adriansyah
" hahahaha, maaf ya Om bukan lancang, anak gadis om ini memang unik, saya dan pacarku diancam sama dia, jika tidak mau menerima berlian dari dia, dan om tau berlian yang dia berikan, ada 12 biji, 30 karat dan terdaftar sebagai berlian langka di dunia, harga per satu berlian pas ayahku tanya ke temannya ahli berlian berkata, jika di jual sekaligus maka mereka mau membayar 300 triliun, apa gak unik punya kawan seperti itu, kita menolak karena gak enak hati, justru di ancam, akan membenci saya seumur hidup, coba Om pikirkan, bagaimana jika aku minta sesuatu, ucap Tiara.
" Hahaha, kalian itu sayang saja sama-sama perempuan, jika sepasang, pasti jodoh yang mantab, ucap Adriansyah.
" Pacarku saja, tidak berkutik kalau dia sudah mulai kumat penyakitnya, apalagi Pacarku sangat menyayangi Ranti seperti adiknya sendiri, teman-teman yang sirik, suka komporin aku, katanya nanti pacarku diambil Ranti, omongan mereka bikin saya ngakak Om, secara yang kenal duluan Ranti, mereka sudah angkat saudara, baru Tiara di kenalkan, ucap Tiara.
" Banyak orang sibuk urus urusan lain, bahkan sampai memfitnah, jadi hati-hati dalam berteman, Om punya teman tidak banyak, lihat saja si Haris, om menghilang lebih 10 tahun, tapi seluruh harta Om aman di tangan dia, karena apa, karena kita berteman bukan saling memanfaatkan, tapi saling berbagi beban dan juga berbagi kebahagiaan, putri om bahagia lihat kamu bahagia dengan pacar kamu, daripada dirusak yang nantinya rugi besar, kenapa gak di dukung sekalian, di kemudian hari pasti sama-sama bahagia, ucap Adriansyah.
" Benar kata Om, jujur saja Om, kalau Tiara tidak mengenal Ranti dengan baik, pasti marah atau cemburu jika dia dekat-dekat Robin pacar saya, tapi karena kita saling kenal, bahkan Robin bahagia memiliki adik seperti Ranti, justru aku sangat bahagia sekarang, punya pacar yang baik dan punya sahabat yang juga baik, coba kalau kau cemburu, yang ada pacarku kabur dan sahabatku pastinya kecewa, kan Tiara jadi jomblo ngenes Om, ucap Tiara.
" Hahahaha, ya sudah om sangat bahagia mendengarnya, minimal om bisa tau, anak om masih bisa hidup bahagia walau kami tidak ada sisinya, terimakasih ya Nak, kamu berhati mulia, terlihat benar ayah dan ibumu mendidik kamu dengan sangat baik, Ini hadiah dari Om, tolong di terima dan satu lagi, kata Ranti, kamu ingin kuliah desain Perhiasan, ambil kartu Nama ini, datang saja ke alamatnya di Italia, kartu ini hanya 10 di Dunia, pasti kamu akan Didik dengan Baik, ucap Adriansyah.
" Tapi Om ini ATM buat apa, tanya Tiara
" Kata Ranti kamu selesai SMA ingin menikah dengan kakak angkat Ranti, itu deposito buat kamu dan jika sudah selesai belajar desain, silahkan gunakan uang itu untuk buka Toko Perhiasan, nilainya tidak banyak, hanya 2 milyar dollar Amerika, ucap Adriansyah dengan santai.
Tiara seketika gemetaran menerima ATM dari Adriansyah.
" Hahahaha, kenapa diam, kemarin aku seharian kamu cerewetin, ledek Ranti
" Ini banyak sekali, bisa jadi Sultan wanita dong saya, ucap Tiara
__ADS_1
" Hahahaha, terima saja dan bilang Terimakasih pada ayahku, dan biarkan mereka mereka ngobrol, kasihan tu Gema, Yudi dan Kiran, mereka terlihat sungkan, Ucap Ranti.
Adriansyah dan Monicha, berbicara dengan Pak Pribadi dan istrinya,
Disaat semua orang lagi ngobrol, dari luar datang pak Security melapor bahwa ada tamu yang ingin masuk kerumah Ranti.
Dewi yang menerima laporan, mendekati Ranti, dan mengatakan, pak Nikson dan keluarga yang datang, Ranti, mengajak semua saudara nya untuk menyambut Pak Nikson.
" Selamat datang, pak Nikson, ucap Ranti, kenalkan ini semua saudara- saudara ku, ucap Ranti.
" Saya Nikson Pradipta dan ini istri saya, ini Aubrey dan Paul anak saya.
" Selamat datang di kediaman Keluarga Kami, silahkan masuk, kalian sudah di tunggu ibu dan Ayahku, kak Paul dan kak Aubrey, kita makan dulu, biarkan orang tua kita ngobrol, ajak Ranti.
" Bu Likha tolong antar Tamu, Ketemu ayah dan Ibuku, ucap Ranti
" Baik Nona Muda, ucap Bu Likha.
" Mari Tuan dan nyonya ikut saya, tuan besar dan nyonya besar sudah menunggu, ajak Bu Likha.
Pak Nikson tidak pernah berpikir jika dia akan dipertemukan dengan sepupu yang paling dia sayang dan banggakan, ketika dia melihat ke arah ruang tamu, dia terkejut melihatnya
" Adik Monicha dan Adrian, batin Nikson, yang sudah tak bisa menahan diri.
Adriansyah dan Monicha langsung datang mendekatinya,
" Abang, apa kabar kenapa kamu kurus sekali, ucap Monicha
" Kakak ipar, kenapa abangku ini kok bisa kurus kering begini, tanya Monicha
" Maafkan kakak iparmu dek yang menyusahkan abangmu, aku dan Aubrey, baru 4 hari sembuh dari kelumpuhan yang sudah 3 tahun kami alami, perusahaan juga hampir - hampir hancur, beruntunglah Pribadi memberikan kepercayaan untuk bekerjasama dalam Proyek nya. ucap istri Nikson.
" Maaf Tuan Adrian, Marieta adalah sahabat saya, terus apa hubungannya dengan keluarga Tuan, tanya Pak Pribadi.
" Abang Nikson Pradipta adalah sepupu kandung istri saya, dan dialah sepupu paling menyayangi istri saya, kebetulan kakak ipar perempuan ku ini juga sangat menyayangi istriku, makanya kami sangat dekat sebagai saudara, juga sebagai teman, paket komplit bukan ! jadi pak Pribadi secara tidak sengaja telah membantu salah satu orang yang paling saya hormati di keluarga Istri saya, Nikson Pradipta, dan saya yakin pak Pribadi tidak kecewa dengan hasil kerjaannya, ucap Adriansyah.
" Dunia terasa sempit, jujur saja saya memilih Perusahaan Pradipta bukan karena sahabat, tapi saya melihat beberapa hasil kerjaan perusahaan Pak Nikson dan yang paling penting akhlak dari pak Nikson, karena itu adalah aturan wajib Nona Ranti, saya melihat semuanya sesuai aturan, kenapa harus saya menolak nya, dan benar di buktikan oleh pak Nikson, kerjaannya luar biasa, makanya setiap ada Proyek ngapain cari kontraktor yang lain kalau sudah ada terbaik, ucap Pribadi membanggakan Perusahaan Nikson.
" Kamu itu bang, lebih baik terima 1 pekerjaan dan kerjakan dengan baik, daripada 10 pekerjaan yang dilakukan dengan cara asal-asalan", Prinsip mu sungguh terbukti sekarang, tak sia-sia aku mengikuti prinsip mu bang, ucap Adriansyah membanggakan kakak iparnya.
" Uang gampang di cari, tapi kepercayaan itu sulit, Istriku berteman baik dengan Pak Pribadi, jadi untuk apa kita main curang dalam Proyek nya, sama saja gali kuburan sendiri, Adrian lihat sendiri, walaupun kakak tidak sekaya saudara kita yang lain, tapi kakak kaya akan akan teman yang tulus, ditambah kakak punya adik yang begitu pintar dan kuat, apalagi yang harus kakak cari, ucap Nikson Pradipta.
" Kak, Bagaimana dengan mertuaku, setelah orangtuaku meninggal, merekalah orangtuaku, apa mereka sehat, tanya Adrian.
" Adrian, lebih 5 tahun Orangtua kalian berdua sakit-sakitan, hingga keluar negeri, sudah keliling, adik ipar kalian si Bastian, tapi namanya stroke masih sangat sulit di sembuhkan, ayah kalian Diabetes stadium lanjut, jika terlambat mungkin kedua kakinya sudah di amputasi, kesehatan mereka Drop saat dengar peristiwa kalian menghilang.
__ADS_1
" Tapi anak kalian memberikan Pill ajaibnya, istri dan anakku lihat saja hanya dalam 1 jam sudah bisa berjalan, cek hasil dokter, semuanya sehat, aku sendiri kurus bukan karena apa-apa, tapi ini sudah tubuh yang proporsional bagi saya, sejak minum Pill dari anak kalian.
" Sekarang orang tua kalian, lagi balas dendam, makanan apa saja di sikat, mereka sudah sehat, bahkan lebih sehat dari sebelum kalian menghilang. ucap Nikson panjang lebar.
" Kok bisa kalian bertemu dengan anak saya, tanya Monicha penasaran
" Tidak sengaja bertemu, Dia datang ke Panti Asuhan Al Azhar, yang kebetulan berada di wilayah saya, saya RT di daerah situ, karena ramai orang, akhirnya saya datangi panti itu, mendengar ada akan ada pembangunan, jadi saya coba bertanya, dan ternyata, ponakan saya itu, langsung menelpon Pak Pribadi, setelah mendengar nama perusahaan dan nama lengkap saya.
Awalnya, dia memberiku 2 Pill dan 2 tetes Serum, dia minta saya agar membawa nya ke Jakarta, untuk mengobati Orangtua kalian, itu di berikan setelah dia bertanya soal orangtua kalian, akhirnya saya beranikan diri meminta tolong.
Sesudah istri dan anakku sembuh, kami di berikan perhiasan puluhan milyar, putriku di berikan ATM yang berisi 10 Milyar, ketika kami menolak, dia mengancam, kami harus membayar biaya pengobatan 1 Triliun, akhirnya kami terima, dan dus undang kami datang hari ini kesini, ucap Nikson Pradipta.
" Putriku, cerita kalian katanya jadi kebingungan, sudah dapat obat mujarab gratis,di kasih hadiah lagi, seharusnya kalian yang keluar uang, semua keluarga,sudah di ceritakan Haris Setiadi kepadanya, jadi setelah dia mendengar Abang bilang Pradipta dia tau itu keluarga ibunya dan Haris menceritakan, keluarga ibunya didik untuk saling menyayangi, jadi tak berpikir banyak dia langsung menolong kalian, apalagi sifat Abang dan kakak ipar yang rendah hati, lebih semangat dia membantu Abang, ucap Adriansyah.
" Tuhan itu adil buat kita yang yang selalu mengandalkannya, Pak Pribadi terimakasih banyak juga sudah mempercayakan beberapa proyek besar buat Abang saya, ucap Monicha
" Sama-sama Nyonya, ucap Pak Pribadi.
" Jangan terlalu formal, dengan sebutan Nyonya, kita hampir seumuran, lihatlah anak kita, sudah seperti adik dan kakak, Ucap Monicha.
" Kakak ipar, bagaimana kalau kita minta tolong Nindya buatkan makanan kesukaan kita, biarkan saja laki-laki ngobrol
" Ayo Mama Tiara, ngapain kita dengar obrolan suami kita, mendingan kita happy dengan anak-anak kita, ajak Monicha.
" Anak sama ibunya sama saja, ucap mama Tiara.
" Jelas dong, kamu juga sama seperti Tiara, kalem dan sangat cantik.
" Mama Ranti, ini hasil karya Ranti, kalau bukan Pill dari dia, mungkin suamiku sudah gak ada hari ini, ucap mama Tiara.
" Berarti kita bertiga, di percantik oleh putriku, Ucap Monicha
hahahaha... hahahaha
" Mama Tiara, kenalkan kakak nya suami saya, kakak iparku yang terbaik dari Keluarga suamiku, Nindya Pratiwi Setiawan, mamanya si kembar.
" Salam kenal, pantas saja Renata dan Renita sangat cantik, bundanya juga Cantik, ucap mama Tiara
" Mbak sudah kenal dengan kedua putriku, tanya Nindya
" Sudah lama kenal, putriku Tiara beberapa kali liburan bareng dengan si kembar, bahkan mereka berlibur seminggu di new York, Natal tahun lalu, ucap Mama Tiara.
" Mumpung lagi bahagia, silahkan pilih masakan apa yang kalian inginkan, tawar Nindya
" Mama Tiara, kakakku yang pernah juara dunia memasak di Hongkong waktu kuliah dulu, salah satu chef terbaik Indonesia.
__ADS_1