SISTEM KEKAYAAN : PERJALANAN SI MISKIN

SISTEM KEKAYAAN : PERJALANAN SI MISKIN
Hadiah dari Bank, mobil dan apartemen


__ADS_3

Setelah berhadapan dengan admin, lalu, siswi itu menyebutkan namanya,


Saya Alviani Eka Putri, kelas 11, kata siswi ternyata bernama Alviani


" Siswi atas nama, Alviani Eka Putri, total 3 bulan belum bayar dengan. total sebesar Rp 1.200.000, apakah mau melunaskan sekarang atau nanti, tanya admin itu


Alviani menatap ke arah Ranti, Ranti yang melihatnya langsung mengiyakan.


Maaf kakak admin, bisa gak di hitung total pembayaran kak Alviani hingga tamat SMA, tanya Ranti


" Bisa hanya di kelas 12 SPP, Alviani menjadi 500 ribu perbulan, jawab admin.


Ya sudah tolong di hitung total semuanya hingga lulus begitu juga dengan adiknya, baik Nona apakah mau bayar tunai atau transfer atau debit


Debit saja, Ranti mengeluarkan kartu Gold miliknya dan memberikan kepada admin, 2x gesek karena SMP dan SMA, akhirnya beres


Kak Alviani, belajar lah dengan baik, uang sekolah kakak sudah lunas hingga kakak lulus SMA, dan adikmu juga sudah lunas hingga dia tamat SMP, kata Ranti


Sekarang ayo kita ke kantin, kebetulan aku haus.


Mereka berdua berjalan ke arah kantin dan berpapasan dengan keempat kakaknya.


Kamu sudah selesai Bontot, tanya Friska


Aku sudah selesai daritadi kak. jawab Ranti singkat


Disaat yang sama dia juga bertanya ke Alviani, " Alvi, kenapa kamu jam pertama tidak ikut ujian?


Itu.. itu.. tadi aku terlambat, soalnya RS nya jauh jadi terlambat. kata Alviani bohong


Oh, ya sudah, tadi pas wali kelas yang jadi pengawas, katanya mau hubungi kamu tapi kamu tidak punya handphone, kata Friska


'" Terimakasih Friska, nanti selesai ujian jam kedua aku menghadap bibi wali kelas. jawab Alviani.


Akhirnya jam kedua ujian semester sudah selesai, mereka langsung bergegas pulang, karena akan bertemu dengan pak Darius, namun di gerbang Friska melihat Alviani lagi menunggu angkot.


" Alvi, tadi aku cari kamu di kelas tidak ada, dan bagaimana sudah beres dengan wali kelas, tanya Friska


" Hei Friska, sudah hanya kasih tau kalau aku wajib ujian susulan, jawab Alviani


" Kamu sekarang mau kemana, apa mau ke RS atau pulang ke rumah kamu.


" Aku mau ke RS gantian jaga dengan adikku, jawab Alviani.


" Ya sudah kamu ikut bareng kami saja, ayo naik, jangan sungkan, ajak Friska


Alviani yang di paksa akhirnya naik juga, dan mereka menuju RS Pemkot Surabaya yang memang jauh dari sekolah mereka.


Alvi, memangnya ibu kamu sakit apa, perasaan sudah lama ibumu di rawat, tanya Friska


" Ibuku, sakit kelenjar getah bening stadium 3 awal, sampai sekarang belum ada perubahan, aku juga bingung ibuku mau sampai kapan baru bisa sembuh, Jawab Alviani


" Kamu yang sabar ya, kata Friska menghibur Alviani


" Terimakasih Friska, jawabnya singkat


" Kak inikan baru jam 11.30, janjiannya jam 13.00 WIB, bagaimana kalau kita jenguk mamanya kak Alviani, tanya Ranti


DING... DING


Misi Dadakan terkonfirmasi


* selamatkan ibunya Alviani dan berikan bantuan pekerjaan di supermarket saudara Tuan, pasien berpengalaman di akunting.


misi wajib, tidak bisa di tolak.


Kak Alviani, ibu kamu pernah bekerja atau hanya ibu rumah tangga, tanya Ranti


Sebelum ayahku masuk RS hingga meninggal, ibuku bekerja di Hypermart, bagian akunting, jawab Alviani.

__ADS_1


Oh berarti kalau sudah sehat bisa bekerja lagi, kata Friska


Kata ibuku begitu, jika dia sembuh dia mau kerja lagi tapi hingga sekarang sudah hampir 2 bulan, ibu belum juga sembuh, kata Alviani.


Tak terasa akhirnya mereka tiba di RS Pemkot, dan bergegas ke ruangan tempat ibunya Alviani di rawat.


Karena kurang biaya jadi di dalam ruangan itu terdapat 2 ranjang, yang 1 kosong.


Alviani memberi salam ke ibunya dan memperkenalkan Ranti dan Friska beserta yang lainnya.


Ranti mengecek kamar mandi apakah ada air panas atau tidak dan syukurlah, walau ruangan kelas 2 tapi ada air panas nya.


Ranti keluar dari kamar mandi dan berbicara dengan Alviani, bahwa dia akan memberikan Pil yang bisa menyembuhkan ibunya.


Alviani yang memang sudah pasrah mengijinkan Ranti, ibunya Alviani juga mengangguk setuju dengan efeknya juga.


Alviani memberikan pil semesta ke ibunya dan sambil berharap -harap cemas, dan pil semesta mulai bereaksi dan seperti biasa siapapun yang di berikan Pill semesta atau surgawi maka akan berteriak kesakitan.


Ibunya Alviani yang berteriak-teriak hingga 15 menit lamanya akhirnya mulai tenang dan tenang lama-kelamaan akhirnya pingsan,


Keempat kakaknya juga hanya bisa diam, Alviani memegang adiknya yang ketakutan, dan berkata airnya sudah ku siapkan


Bagus, sebentar lagi ibumu bangun dan setelah mandi ibumu sudah sembuh, nanti kamu cek dan bisa pulang. kata Ranti


5 Menit pingsan akhirnya ibunya Alviani sadar, terlihat wajahnya yang mulai cerah dan regenerasi jaringan tubuhnya juga berjalan normal, senyum bahagia Alvian jelas terlihat.


Sudah sekarang kakak bantu ibumu mandi, selesai itu kami mau pulang soalnya kami ada urusan.


Menunggu 20 menit lamanya akhirnya Alvian dan ibunya keluar juga, nampaklah senyum bahagia di wajah mereka berdua, adiknya Alviani langsung memeluk ibunya.


Terimakasih atas bantuannya, mohon maaf kami belum bisa membalasnya, jika kami sudah punya uang pasti kami akan membayarnya, kata ibunya Alviani.


Maaf Bu, obat yang saya berikan sama ibu, tak akan sanggup ibu bayar, karena aku memberikan nya dengan ikhlas, apakah ibu sanggup membayar ke ikhlasan saya, tanya Ranti.


Terimakasih banyak Nona, jika ada yang bisa aku lakukan untuk Nona saya berjanji akan mengerjakan dengan ikhlas.


Baik saya butuh orang yang ikhlas dan setia untuk bekerja dengan kami.


Kita lihat saja nanti, kita juga butuh orang yang berpengalaman dan tentunya Jujur dan setia. kata Darel


Tuan muda saya 4 tahun akunting di Hypermart, rencana saya jika sembuh akan melamar kembali disana, kata ibunya Alviani.


Hari ini kami akan membayar supermarket BM, memang tak sebesar dan setenar Hypermart, jika nanti semua sudah beres maka saya segera memanggil ibu untuk bekerja. kata Darel.


Selesai berbincang, kelima bersaudara itu bergegas pulang, setibanya dirumah mereka langsung ke kamar masing-masing dan berganti pakaian dan langsung berangkat ke Supermarket.


Karena masih ada waktu sekitar setengah jam akhirnya memutuskan untuk jalan-jalan di supermarket, melihat kondisinya, gedungnya terasa sempit, karena penataan barang yang kurang baik, sepintas Ranti melihatnya.


Tak lama kemudian, pak Darius mengatakan kalau dia sudah di Kantor.


Kelima bersaudara itu langsung menuju kekantor di lantai 2 dan langsung diarahkan staf kantor ke ruang rapat.


Telah hadir, istri dari pak Darius dan pengacara pak Darius. mereka berbincang-bincang ringan, dan setelah beberapa berkas telah disiapkan, mereka membahas seluk beluk dari supermarket itu.


Ternyata ada beberapa posisi yang sudah lama kosong, jadi beberapa orang staf bekerja double, selesai dengan semuanya akhirnya waktu yang penanda tanganan di laksanakan.


Darel yang menanda tangani dan disaksikan keempat adiknya, setelah tanda tangan selesai, berarti mulai besok hingga seminggu kedepannya akan diadakan serah terima, tentunya setelah laporan keuangan dan sebagainya selesai.


Para staf yang sudah di beritahukan semuanya tegang, takut mereka di berhentikan.


Melihat situasi karyawan kantor terlihat ketar-ketir, Darel akhirnya bersuara.


" Setelah saya memeriksa laporan kinerja supermarket dan kinerja kalian baru kita bicarakan lagi, jadi tolong buat laporan sedetil mungkin dan jujur" , maka bisa saja diantara kalian bisa naik pangkat dan begitu sebaliknya, oleh sebab itu buktikan kinerja kalian. kata Darel.


Selesai berbicara mereka lanjut dengan makan bersama, sejam kemudian mereka semua bubar Daan kembali ke rumah.


Ranti langsung ke kamar dan membersihkan diri, kemudian berganti pakaian lagi dan berangkat ke Bank Mandiri Cabang pusat Surabaya.


Dengan stelan biasa, dia mengendarai mobil Rolls-Royce Cullinan, seperti biasa di lampu merah banyak yang melihat mobilnya.

__ADS_1


Tak lama berselang akhirnya Ranti tiba di Bank Mandiri Cabang Pusat Surabaya, Satpam yang melihat mon itu mengira yang akan turun adalah seorang dewasa, ternyata tembakkan dia salah, yang turun adalah gadis muda dengan stelan sederhana.


Ranti berjalan dan menuju lobby, Satpam yang berjaga di lobby mengarahkan Ranti untuk mengambil antrian, 10 menit menunggu antrian, handphone Ranti berdering, dia melihat nomor yang menelponnya tadi malam, jadi dia mengangkat nya


Selamat siang Nona, saya Bianca yang menelpon anda tadi malam, saya sudah berada di kantor Bank Mandiri Cabang Pusat Surabaya, kata Bianca


Selamat siang juga, saya juga sudah berada di lobby lantai 1 dan sedang mengantri, kata Ranti


Maaf Nona, mohon anda tunggu 5 menit, saya akan turun, Bianca turun bersama semua petinggi Bank itu dan beberapa petinggi Bank Mandiri Global Indonesia dan petinggi Bank Mandiri Pusat yang berada Jakarta. Bagi mereka ini moment langka karena akan bertemu dengan klien super rich Se Indonesia dan Asean, serta no 3 di Asia.


Satpam yang melihat ke arah lobby ada sekitar 15 orang sedang terburu-buru, hingga membuat lobby yang siang itu lumayan banyak nasabah si buat gempar.


Ranti terlihat santai dan tidak ambil pusing dengan para nasabah lain yang sudah mulai terlihat heboh, Bianca terlihat cemas sembari mencari Ranti.


Bianca berusaha mengenali wajah para nasabah satu persatu, namun belum juga terlihat, akhirnya Bianca meminta satpam untuk menertibkan nasabah yang lain agar mengantri dengan rapi, akhirnya Bianca bisa melihat Ranti dan mendekatinya


" Selamat siang Nona, Apakah benar anda Nona Ranti Putri Setiawan, tanya Bianca


" Benar mohon maaf anda dengan siapa, tanya Ranti


Maafkan kami Nona, saya Bianca Anastasya, yang menghubungi, silahkan anda lewat sini, ajak Bianca


Para petinggi kedua bank yang melihat Bianca sudah menemukan Ranti, sejenak para petinggi itu tidak menyangka kalau yang mereka tunggu adalah seorang gadis muda, yang bahkan umurnya belum 20 tahun.


Mereka berdua memasuki lift khusus VVIP menuju ke ruang khusus. Ranti berpesan agar jangan menyebut nama belakang nya, cukup Ranti Putri saja, dan diterima oleh Bianca.


Setibanya mereka di ruang VVIP, terlihat jamuan makan yang banyak dan mewah, Bianca yang di tunjuk sebagai orang khusus yang melayani Ranti pun melakukan tugasnya, padahal jabatannya sangat tinggi di Bank Mandiri Global Indonesia.


Para petinggi memperkenalkan diri masing-masing dan jabatan mereka, Ranti juga memperkenalkan diri nya.


Setelah berbasa-basi, akhirnya Bianca memulai acara sesuai tujuan pertemuan mereka.


Layar besar terlihat sebuah gambar yaitu profil dari Bank Global intercontinental dan Bank Mandiri Global Indonesia.


Setelah itu, Bianca menampilkan beberapa fasilitas nasabah dan beberapa kartu yang sudah beredar dari yang terendah hingga yang tertinggi, tapi kartu kartu Ranti belum tampil, tampak di layar terlihat nama jenis kartu masih kosong.


Setelah berbicara panjang lebar, akhirnya Bianca berjalan ke arah Ranti dan sambil menunduk sopan meminjam 2 kartu milik Ranti


Sekejap para petinggi Bank Mandiri, langsung melotot melihat kartu


" Black Diamond Seven Platinum Star"


yang di pegang Ranti dan di sorot oleh kamera dan tampil di layar besar.


" Hari ini adalah hari bersejarah di dunia perbankan Indonesia, setelah lebih dari 20 tahun, kami dari Bank Mandiri Global Indonesia beroperasi, akhirnya kita bisa melihat sebuah mahakarya dalam bentuk kartu yang akan sangat di hormati di seluruh Indonesia dan dunia. Kata Bianca


Dari sekian banyak yang di sebut Taipan dan orang terkaya di Indonesia, tidak ada satupun yang memegang kartu jenis ini.


Bank Global intercontinental, Baru mengeluarkan kartu ini berjumlah 9 kartu di seluruh dunia dan Indonesia menempati urut ke 6 di dunia yang perbedaan nominal saldo antara urutan Hinga 6, terpaut angka yang ketat.


Indonesia saat ini menjadi sorotan Bank Global intercontinental, karena pemegang Kartu tertinggi ini adalah yang termuda, dan belum mencapai 20 Tahun,


Total Dana yang di endapkan atau dalam bentuk deposito sebesar 30 Kualidrium.


Ranti yang mendengar Bianca berbicara hanya bisa geleng-geleng kepala.


Dan saat ini marilah kita sama-sama saksikan pengaktifan Kartu tertinggi ke 6 di Dunia, no 3 di Asia dan no 1 di Indonesia dan negara-negara Asean.


Dengan hormat kami memanggil Nona Ranti Putri, agar kedepan,


Ranti berjalan ke depan dan berdiri di samping sebuah mesin pembaca kartu ATM dan melakukan prosedur untuk aktivasi, setelah selesai aktivasi, dilayar besar terpampang 9 kotak yang berisi gambar-gambar Kartu dan gambar kartu Ranti mengisi posisi nomor 6 menggeser posisi terdahulu.


Dan sebagai informasi bagi Pihak Bank Mandiri agar dalam 1x 24 jam kartu ini sudah bisa di akses oleh seluruh cabang bank mandiri di Indonesia beserta gerai ATM dan merchandise lainnya dan yang terpenting adalah layanan antar bank.


Untuk Bank Mandiri juga di beri tugas untuk menutup rapat setiap transaksi yang dilakukan dengan menggunakan 2 kartu yang dipegang oleh Nona Ranti. Dan tutup rapat bagi siapapun yang mencari informasi tentang kekayaan seseorang.


Nona Ranti terimakasih sudah mempercayakan Pengelolaan keuangan anda Di Bank Mandiri Global intercontinental dan khusus nya Bank Mandiri Global Indonesia.


Sebagai bentuk rasa terimakasih kami kepada nasabah maka kami memberikan 1 unit mobil Bugatti Chiron seharga 90 milyar dan akan tiba di kantor ini hari Kamis pagi. Dan 1 Unit apartemen di Pacific Place Residence, semua dokumen beserta kunci apartemen sudah kami siapkan Nona dan mohon di terima, terakhir kami berikan Tiket Pesawat PP first class untuk maksimal 8 orang terdekat, beserta hotel untuk 5 hari, berlaku hingga 1 tahun di mulai hari ini.

__ADS_1


Ranti bahagia bisa mendapatkan itu semua dan lebih bahagia lagi ada kesempatan untuk jalan-jalan dengan semua saudara nya.


__ADS_2