
" Kakek Wiyoko tenang saja, kak Ranti pasti akan menyembuhkan Kakek, tapi apa benar ginjal kakek bermasalah? tanya Salma kepada Kakek Wiyoko.
" Ia, kakek sudah daftar untuk operasi transplantasi ginjal, tapi pendonornya belum ada", ucap Kakek Wiyoko sendu.
" Ranti, tolong obati kakek Wiyoko, biar bisa menikmati masa tua seperti kakekmu ini? ujar Radjiman.
" Ia, tenang saja, kakek dan nenek Hadinata pasti pasti keduanya akan bisa menemani kakek dan nenek jalan-jalan", ucap Ranti ke kakek Radjiman.
" Paman Bastian, bibi, adik Bertrand, Christina dan Paula, kalian juga akan kuberikan obat mujarab", ucap Ranti.
" Ayo kakek, nenek kita ke kamar, dan bibi Monika tolong bantu saya", ucap Ranti.
Kedua lansia itu hanya menurut saja, mereka mengikuti Ranti, Monika Hadinata juga mengikuti Ranti.
" Kak Rindu tolong ikut juga, bantu sembuhkan kakekmu", ucap Ranti.
" Ia dek, ucap Rindu dan bergegas mengikut Ranti.
Ranti menjelaskan bahwa prosesnya akan sangat menyakitkan, sama seperti kakek dan nenek Radjiman.
" Kami bersedia, asalkan tidak operasi ginjal, kami ingin menikmati masa tua dengan senang sambil melihat kalian cucuku sukses", ucap Kakek Wiyoko menyemangati dirinya.
" Bukalah baju kalian berdua dan berbaringlah, Serta telanlah Pill ini dan jangan di kunyah", perintah Ranti.
" Bibi tolong atur suhu airnya dan kak Rindu mari kita sembuhkan kakek dan nenek kita", ucap Ranti.
Beberapa menit kemudian perubahan raut wajah kedua lansia itu mulai terlihat mengkerut menahan rasa sakit yang mulai menyerang
" Jangan di tahan, berteriaklah dan biarkanlah sakit itu mendera", ucap Ranti.
" Dek, semuanya normal, hanya detak jantung yang berdetak lebih kencang namun iramanya masih stabil", ucap Rindu.
" Baik kak, tetap pantau terus", ucap Ranti.
" Nak, kamu mengerti juga dengan pengobatan seperti ini", ucap Monika.
" Bunda, kami semua mengerti mendeteksi segala penyakit, hanya saja Rindu tidak sepintar dan seahli Ranti, dia juga pintar membuat obat-obatan, jadi kami hanya bisa bantu seperti ini", ucap Rindu.
" Putri bunda ternyata sudah hebat, pantas kalian begitu kompak", ucap Monika", sambil mengusap keringat Rindu dan juga Ranti.
Monika Hadinata, termyum melihat kedua putrinya yang sedang berjuang menyembuhkan Kakek dan nenek mereka.
Suara teriakan bergema, sampai keruang tamu, hingga semua orang termasuk pelayan, merinding.
" Ayah, Bunda, apa kalian juga merasakan sakit saat menelan Pill dari Ranti", ucap Monicha.
" Sakit banget, kayak ribuan tusukan jarum, tulang-tulang ayah terasa hancur semua, tapi lama kelamaan, semakin nyaman dan kami tertidur, setelah berendam 2 kali, dan hasilnya seperti ini", ucap kakek Radjiman.
" Bahkan ayahmu sekarang seminggu 3x pasti makan sate kambing, walau tidak banyak seperti dulu", ucap ibunya Monicha.
" Bibi, berikan ini setelah berendam pertama, dan yang ini untuk rendaman ke dua, setelah itu biarkan mereka mandi seperti biasa", ucap Ranti.
" Baiklah, Monika Hadinata membaca aturannya dan membantu kedua orangtuanya menyelesaikan seluruh proses penyembuhannya.
Ranti dan Rindu keluar dari keluar dari kamar dan memanggil Bastian dan istrinya.
" Kak Mercy, kak Friska dan mommy tolong bantu aku biar cepat selesai", ucap Ranti.
" Ayo Bastian, adik ipar, tenanglah semua akan baik-baik saja", ucap Monicha.
Sampai dikamar Ranti memberitahukan efek saat proses berlangsung, dan mempersiapkan segalanya.
Sepasang suami istri itu hanya menurut saja dan dengan tenang mereka berbaring dan menelan Pill Regenerasi Fisik dan Jaringan Sel.
Kembali terdengar suara Teriakan dari Bastian dan Istrinya.
" Mba Mirna, sama seperti kita dulu", ucap Dewi Pelayan.
" Tapi lihatlah, kita tak pernah sakit lagi, dan terpenting kita tambah Cantik, body makin aduhai", ucap Mirna.
Hahahaha hahahaha
__ADS_1
terdengar suara tawa dari dapur.
" Kalian ini, kenapa ketawa kencang-kencang", ucap Bu Likha.
" Maaf Bi, kami jadi teringat dulu saat berikan obat sama Nona Muda Ranti, dan kata mba Mirna dia makin cantik dan bohay, tapi sayang jomblo", ucap Dewi.
" Hahahaha, Bu Likha akhirnya ikut tertawa walau dengan setengah suara.
" memangnya dek Dewi sudah punya pacar? tanya Mirna.
" Belum mau, aku mau selesaikan kuliah dulu, siapa tahu bisa bekerja di perusahaan Nona Muda", ucap Dewi pelayan.
" Nanti kamu gak tinggal disini lagi dong", ucap Mirna
" Kalau gak diijinkan lagi ya gak apa-apa, tapi aku berharap masih tinggal disini', ucap Dewi.
" Sama, mba juga nanti kalau sudah bekerja di Kafe milik para Nona dan tuan muda, aku berharap masih disini dan bisa bantu-bantu beberes rumah, secara Para Nona dan Tuan Muda sangat baik sama kita", ucap Mirna.
" Semoga, bibi akan bicarakan dengan mereka, soal keinginan kalian, asal jangan mengkhianati mereka yang sangat baik buat kita semua", ucap Bu Likha.
" Pasti bi, kami tetap ingin melayani Nona dan Tuan Muda", ucap Dewi.
Kini kakek Wiyoko Hadinata dan nenek Hermina Samsir, sudah keluar dari kamar dan sudah berganti pakaian, terlihat perubahan besar yang mereka alami, mereka terlihat seperti berumur 45 tahun.
" Kak Radjiman, bagiamana perubahanku, kini adikmu ini bisa menemani kakak jalan-jalan, perusahaan sudah ada yang menggantikan aku, ucap Wiyoko Hadinata dengan semangat.
" Hahahaha, kamu itu, kini selera humor kamu sudah kembali, Kakak senang melihatnya", ucap Radjiman
" Adik ipar, sekarang makin terlihat cantik, keriputnya sudah hilang, sudah sama dengan kakakmu yang cantik ini", goda pak Radjiman.
" Hahahaha, kak Radji bisa aja, kalau kak Herlin tidak cantik, mana mungkin kakak kejar hingga ke kampung kami, padahal hujan lebat, kak Radji datang demi kak Herlin", ucap Hermina Samsir.
" Ya harus di kejar, nanti orang di kampung kalian duluan nikahin kakakmu ", ucap Radjiman.
" Mas, malu sama cucu dan cicit", ucap Herlinda.
" Darel, dulu kakek mengejar nenekmu ini sangat bersusah payah, padahal, siapa yang tidak mengenal kakek, Pengusaha muda Sukses, tapi demi gadis Cantik dan rendah hati, kakek pertaruhkan harga diri, dan lihatlah, hingga setua ini, belum pernah nenek kalian mengucapkan kata-kata penyesalan menikah dengan kakek, rahasianya hanya satu, sudah capek berantem waktu jaman kuliah, hahahaha", ucap Radjiman.
Bahkan, nenek minta datang jemput ke kampung, hujan pun kakek kalian akan datang, waktu KKN juga begitu, kakekmu pulang dari luar negeri, langsung ke tempat KKN nenek di Lebak Banten.
Hingga saat ini, kakek kalian tidak pernah kasar sama nenek, itu karena kakek kalian sangat tau dan mengerti apa yang nenek tidak suka, tapi bukan berarti kami tidak pernah berdebat, namanya rumah tangga pasti ada, tapi kontrol emosi dan kontrol kata-kata, serta pahami apa yang di persoalkan itu kuncinya", ucap Herlinda.
" Apa kakek pernah tergoda dengan wanita lain? ucap Renata tiba-tiba.
" Kakek kalian ini tipe laki-laki manja terhadap pasangannya, kata kakek kalian, walau wanita di luar sana sangat cantik dan melebihi kecantikan nenek, apa bisa dia seperti nenek, dan terbukti pulang kantor ya pulang, kalau ada lembur pasti dari pagi sebelum berangkat sudah ngomong, tanya sama kakek kalian Wiyoko, mereka berdua itu dari zaman kuliah berteman, walau Wiyoko adik Tingkat, jadi kami jodohkan saja adikku Hermina, ternyata sifatnya sama", ucap Herlinda.
" Pantas saja, kakek Radjiman dan Wiyoko terlihat sangat akrab", ucap Renata.
" Kelihatan kakek kalian itu play boy, tapi sebenarnya, nenek kalian Herlinda itu adalah cinta pertama dan terakhir kakek kalian", ucap Wiyoko.
" kami paham sekarang, kenapa nenek sangat menyayangi kakek, Ucap Darel.
" Darel juga hanya akan sekali pacaran, ini Sonia Wijaya, selalu ada buat Darel dan sangat menyayangi semua adikku", ucapan Darel membanggakan Sonia.
" Sonia, kita para wanita, harus belajar mengerti kemauan pasangan kita, nenek percaya, kamu sangat mencintai Darel, begitu juga sebaliknya, tapi ingat, jangan mengekang pasangan kita, percayalah semakin kita mengekang pasangan kita, maka mereka akan semakin berusaha keras melepaskan kita, lihat bunda kalian, kurang apa menantu nenek ini, ganteng, pintar dan kaya raya, orang bilang paket komplit, tapi tidak pernah sekalipun membentak Monicha, mereka ribut justru hanya karena Saham", ucap Herlinda.
" Terimakasih nek, Darel juga tidak pernah membatasi Sonia bergaul, Sonia selalu ingat, Darel adalah pilihanku, jadi jika ada cowok mendekatiku, Sonia jujur berkata dengan sopan, bahwa Sonia sudah punya pasangan, dan mengenalkan Darel kepada mereka", ucap Sonia.
" Itu sangat bagus nak, nenek juga seperti itu, saat sudah memutuskan menerima cintanya kakek kalian, nenek tetap bersahabat dengan teman-teman sekelas, apalagi Kakek kalian bukan tipe posesif, dan itu yang paling nenek benci. Hingga sekarang nenek masih bersilahturahmi dengan para sahabat, termasuk Ibunya almarhumah ibunya Adrian, wanita terpandai di kampus kami", ucap Herlinda.
" Terimakasih nek, kami dapat pelajaran berharga", ucap Renita.
" Sama-sama sayang, hanya wanita tamak yang tidak puas mencintai 1 laki-laki, kalian lihat nenek, barang branded yang kalian lihat ini, semuanya di belikan oleh kakekmu sendiri, nenek tinggal tahunya pakai, kakek kalian tahu nenek tidak suka belanja, atau ikut kumpul - kumpul dengan ibu-ibu yang lain, mending belajar masak atau bantu pekerjaan kantor perusahaan kakek kalian", jawab Herlinda.
" keren, pantas saja kami juga jarang lihat bunda Monicha pakai barang branded", ucap Renita.
" Hahahaha, Bunda sanggup beli sama Pabriknya kalau bunda mau, tapi untuk apa, sampai hari ini saja, Gucci, Hermes dan Armani, bunda punya saham 25 % di masing-masing merek terkenal itu, Pamer harta tidak akan membahagiakan kita", ucap Monicha.
" Nenek dan bunda hebat, tapi lebih hebat lagi adik kami Ranti, se-Indonesia sanggup di belinya, karyawannya bisa keringat dingin jika berhadapan dengannya, tapi tetap kalau dirumah manjanya sama kami, kalau gak bisa tidur, mintanya di keloni kami, bunda lihat saja, kak Darel saja jadi korbannya, padahal sudah kasih tau, masa sudah besar masih mau di keloni kak Darel, tapi malah ngambek dan nangis, akhirnya kita biarkan saja apa maunya, daripada dia cari kebahagiaan di luar rumah yang gak jelas", ucap Rindu yang datang membawa minuman.
" Terimakasih sudah menyayangi Ranti, makanya walau bunda sangat ingin dia tinggal dengan kami, tapi bunda tahu dan tidak ingin merusak kebahagiaan kalian selama ini, toh selama ini kalian hidup tanpa kami, dan kalian mampu jaga diri dan bahkan kalian sangat hebat, jadi bunda dan ayah kalian hanya berharap Tuhan selalu menjaga keutuhan kalian", ucap Monicha.
__ADS_1
" Terimakasih Bunda, ucap mereka.
" Sama-sama sayang", ucap Monicha.
Semua terpana melihat perubahan Bastian dan Soraya, Soraya terlihat lebih berisi dan sangat sehat, sedangkan Bastian juga terlihat lebih atletis.
" Bertrand, Christina dan Paula kalian di panggil Ranti, Salma dan Armando juga di panggil kakak kalian berdua", ucap Mercy.
Mereka berlima langsung mendatangi kamar, terlihat Ranti dsn Friska sedang menggelar tikar yang baru.
" Apa kalian sudah siap, jika sudah, buka baju kalian tinggalkan ****** ***** saja", perintah Ranti.
Omongan Ranti sontak membuat Christina dan Paula malu pada Bertrand dan Armando, karena biar bagaimanapun mereka berdua sudah gadis remaja.
" Gak usah malu-malu sama kakak kalian sendiri atau sama Armando", ucap Ranti.
Akhirnya mereka bertiga mengikuti omongan Ranti, mereka berbaring dan menelan Pill Regenerasi Fisik dan Jaringan Sel.
Kembali lagi suara Teriakan terdengar sampai ke ruang tamu, tapi semua yang ada diruang tamu, tidak ada yang kuatir, karena mereka semua sudah merasakannya.
" Bastian, Soraya kalian hanya untuk memperbaiki dan mengeluarkan potensi penyakit, istri dan putriku, menyembuhkan kelumpuhan, aku dengar sendiri tulang-tulang mereka seperti di patahkan kembali, dan kalian hanya 30 menit saja, mereka berdua ini satu jam", ucap Nikson Pradipta.
" Untung kakak ipar dan Aubrey sanggup menahannya", ucap Bastian.
" Ranti terus memberikan motivasi pada kami, akhirnya kami mampu bertahan, dan hasil nya, kita bisa lihat sendiri, dan bukan hanya itu saja, kami kaget setelah kami sembuh malahan kami di berikan uang yang banyak, kami bingung seharusnya kami yang bayar pengobatannya, apalagi waktu itu kami tidak tahu kalau Ranti adalah Keponakan kamu", ucap istrinya Nikson.
" Ternyata, saat saya berkenalan dengan dia di Panti Asuhan Al Azhar, dia mengenal Pradipta, sambil jalan kerumah kami, saya bercerita soal paman dan bibi yang sedang sakit juga sedang sedih memikirkan Adrian dan Icha, lebih semangat dia berjalan dan mengobati istri dan Putriku, setelah memberikan kami uang, dia juga memberikan Pill dan wajib bawa ke rumah Paman dan bibi di Jakarta alasannya sebagai syarat biaya pengobatan, langsung aku setuju dan sembuhlah paman dan Bibi hingga sekarang.
Saat acara syukuran, kami di undang datang kerumah ini, ya kami kaget,tapi mengingat kebaikannya, kami datang, dan saat itulah kami lihat Adrian dan Icha, akhirnya kami mengerti mengapa Ranti memberikan kami uang, dan memberikan proyek pembangunan Panti Asuhan Al Azhar, serta melibatkan kami di 2 Mega Proyek,
Saya meminta, apakah bisa meminta tolong Bastian untuk mendesign proyek yang diberikan kepada Saya, dia jawab boleh tapi syaratnya saya dan keluarga belum boleh memberitahukan siapa Ranti sebenarnya, jadi itulah alasan saya dan keluarga tidak mau bicara jujur saat paman bertanya darimana obat mujarab itu", ucap Nikson Pradipta.
" Paman senang dengan kepribadianmu, paman hanya sedih Adikku cepat meninggalkan Paman, dia adikku satu-satunya, kakakku perempuan sudah lebih dulu Pergi saat masih dia masih gadis, kini tinggal aku sendiri di keluarga kita, masih banyak sepupu Paman, tapi mereka hidup sendiri-sendiri, bukan tidak akur, tapi mereka rata-rata berada di luar pulau Jawa.
" Sekarang keluarga kita sudah utuh kembali, bahkan justru bertambah, bahkan mereka semua sangat hebat, aku punya cucu yang bisa ku banggakan pada semua temanku, mereka punya banyak cucu, kalau kemarin aku hanya punya 5, sekarang 16 belas dan 1 cicit, hahahaha", bangga Radjiman Pradipta.
Asik mereka ngobrol, langsung berhenti, melihat Bertrand, Christina dan Paula yang nampak lebih gagah dan tampan, serta cantik dan anggun, juga lebih tinggi.
Mereka juga melihat Ranti yang tersenyum bahagia, yang sedang mendekati mereka semua.
" Ayah, Bunda, ucap ketiga anak itu kepada Bastian dan Soraya.
" Berterimakasihlah pada kakak kalian yang sudah membatu kalian", ucap Soraya dengan lembut.
" Sudah Bunda, ucap mereka bertiga.
" Kakek Wiyoko dan nenek Hermina pegang Pill ini, Paman Bastian dan bibi Soraya, kalian juga pegang ini, dan adik bertiga, ini namanya Pill Penambah Kecerdasan dan Memperkuat Jaringan Otak, jadi kakek dan nenek Hadinata, akan terhindar dari penyakit pikun, dan khusus kakek Wiyoko sekarang bisa melawan main catur dengan kakek Radjiman, dan untuk adik bertiga, semoga nanti dalam belajar bisa lebih mampu memahami pelajaran dengan baik.
" Armando dan Salma selalu rangking 1 di kelas, kak Darel, kak Mercy, kak Friska, mereka juara kelas dan Kak Mercy juara tingkat Provinsi Jawa Timur, kami semua masuk jajaran 10 besar lulusan SMA dengan nilai terbaik, tapi ingat tetap harus belajar dengan baik dan disiplin", ucap Ranti.
" Terimakasih kak, ucap mereka bertiga.
" Kak Paul, kak Aubrey dan adik bertiga, mobil apa yang kalian paling suka", tanya Ranti.
Mereka semua terdiam tak ada yang bersuara.
" Ya sudah kalau kalian diam, biar aku yang putuskan, Untuk yang cewek pakai Ferrari LaFerrari, dan cowok Lamborghini Aventador SVJ, jangan ada iri karena harganya beda sedikit, tunggu sebentar aku telpon orang dulu, dan tunggu mobilnya hari Senin.
" Halo Aluna, tolong kirim mobil 3 Ferrari LaFerrari dan 2 Unit Lamborghini Aventador SVJ, apa barangnya ada ? tanya Ranti.
" Pas unit Terakhir, Ferrari LaFerrari kita yang terakhir memiliki unitnya, ucap Aluna.
" Ya sudah bilang sama Grace kelima barang itu sudah milik saya, nanti saya kirim alamat nya, dan bawa saja dokumennya nanti diisi dirumah mereka masing-masing, pokoknya ada yang Surabaya dan juga Jakarta, seperti biasa jika ada diskon, itu buatmu saja", ucap Ranti.
" Baik Nona Muda, di pastikan hari Senin semua unit sudah terkirim, nanti pembayaran setelah semua unit di tandatangani pemiliknya", ucap Aluna.
" Dan tolong juga Kirim Rolls-Royce Cullinan 3 Unit, semuanya di Jakarta, Ucap Ranti
" Baik Nona, hanya saja untuk Rolls-Royce Cullinan, mohon tunggu hari Rabu, barangnya datang Selasa siang, Ucap Aluna.
" Gak apa-apa, asalkan unitnya masih tersedia", ucap Ranti.
__ADS_1