
Ranti yang mendapat notifikasi dari Aplikasi Mata Dewa, sangat terkejut melihat perlakuan Security di Pakuwon City Mall, selesai dari Bali baru mengurus mereka.
Sementara saat ini Pak Sumadi sudah mengumpulkan semua karyawan yang berada di Pakuwon City Mall.
" Apa kalian sudah merasa hebat disini, hingga kalian mengusir pemilik Mall ini? tanya Pak Sumadi..
" lalu kalau nona itu pemilik disini apa kami harus tunduk kepadanya, kami disini sudah lama bekerja disini, jadi mereka yang pendatang baru, seharusnya mereka yang sopan kepada kami, aturan disini kami yang buat, bukan mereka, dan jika mereka mau memecat kami silahkan saja, bayar pesangon kami", ucap mereka.
" Oh hebat sekali, dimana-mana bawahan wajib menghormati atasan, apalagi pemilik, kalau kalian maunya pemilik yang menghormati kalian, lalu gaji kalian siapa yang bayar", ucap pak Sumadi.
" Mereka wajib bayar gaji kami, ucap mereka.
" Berarti kalian harus taat pada orang yang menggaji kalian, dan sekarang orang yang menggaji kalian tidak mau lagi kalian. kerja disini, kalian mau apa, mau minta pesangon, apa kian pikir bos kami orang bodoh, dan taruhlah kalian di berikan pesangon, apa pesangon itu bisa membiayai hidup Kalian seumur hidup, sudahlah kalian orang pintar jadi ikutlah sesuai pikiran kalian", ucap pak Sumadi.
" Kamu saja yang bodoh mau di perintah oleh mereka, kita memang karyawan tapi kita juga berhak di sini", ucap mereka.
" Apa hak Kalian disini, apa kalian ikut membangun Mall ini, kalau ia, berapa modal yang kalian berikan, sudahlah, silahkan pergi dari sini, siapa tahu kalian dapat bos yang setuju dengan mau kalian", ucap pak Sumadi.
" Pak Wisnu dan para Manajer, tinggalkan kunci dan pulanglah berkemas, besok pagi rumah dinas kalian harus sudah kosong", tegas Pak Sumadi.
" Dan kalian, yang tinggal di mess, dan di gedung ini silahkan hari ini juga keluar dari sini, semua omongan kalian sudah kami rekam, dan seluruh laporan pekerjaan kalian sudah berada di tangan kami, silahkan tinggalkan tempat ini.
" Maaf Pak, kami berhak atas rumah itu dan mobil dinas kami", ucap Wisnu Adi.
" Apakah kamu masih bekerja disini, hingga kamu berhak atas mobil dan rumah dinas, kamu yang jabatan paling tinggi disini, seharusnya lebih pintar dari mereka, bukan justru kamu yang sama bodohnya dengan mereka", ucap Pak Sumadi.
" Kalau saya tidak mau memberikannya kami mau apa? ketus Wisnu
" Paling lapor Polisi membawa kabur inventaris kantor, dasar orang bodoh, aku heran kenapa orang bodoh seperti kamu bisa jadi Direktur, pantas saja Nona Muda Dewi kelabakan mengurus Mall ini, ucap Pak Sumadi.
" Komandan Besar, mungkin mereka pikir Mall ini punya bapak mereka jadilah mereka sesuka hati", ujar Pratikno.
" Hahahaha mimpi di siang bolong ucap Pujiono.
" Pujiono besok pagi kamu bawa beberapa orang, jika jam 10 pagi mereka masih di rumah dinas, bantu mereka membuang barangnya.
" Wawan, sebentar lagi Tim tahap 2 tiba, periksa gedung di belakang Mall, jika magrib mereka belum keluar dari mess, bongkar pintunya dan buang seluruh barangnya, dan putuskan semua aliran listrik, nanti malam kita semua berjaga disini dan nanti ada pihak kepolisan dan TNI yang akan membantu kita.
" Kamu Wibowo, bawa 10 orang dan telusuri lantai demi lantai, hingga roof top dan bersihkan semuanya.
" Pratikno, panggil semua Tim Awal merapat disini sebelum magrib, katakan berpakaian lengkap, begitu juga tim kedua dan ketiga, yang stand by agar semuanya kesini, katakan ini panggilan darurat, laksanakan sekarang", Perintah Pak Sumadi.
Semua karyawan Pakuwon City Mall, akhirnya kelabakan, mereka pikir Tim Pak Sumadi mampu mereka gertak.
" Maaf Pak Sumadi, apa hak anda mengusir kami dari sini, sedangkan anda sendiri hanya Tim Keamanan saja", ucap Wisnu.
" Hahahaha, makanya baca baik-baik berkas yang di berikan kepadamu, disana tertulis jelas tugas kami, kami bukan hanya Tim Keamanan biasa, tapi kami penjaga seluruh aset Nona Muda kami, dan semua perusahaan Nona Muda kami, tau akan tugas kami, kami sudah tahu gerak-gerik kalian sejak nona Muda kami menjadi pemilik Mall ini, hanya karena nona muda kami sibuk jadi dia masih berbaik hati kepada kalian.
Kalau soal bertaring dengan kalian, Nona Rindu yang kalian usir barusan itu saja sudah mampu mematahkan tulang kalian, apalagi nona Muda Ranti yang turun tangan, sekampung juga kalian datang, belum bisa menyentuh tubuhnya, makanya kami yang di turunkan, tapi kalau kalian mau coba, nanti ku panggil Nona Muda Ranti untuk mengurus Kalian", Ancam pak Sumadi.
" Hahahaha, kami tidak takut dengan Kalian, coba saja kalian ganggu rumah dinas dan mess kami, jangan salahkan kami jika tangan kalian patah atau putus", Sahut komandan Security.
" Oh begitu ya, baiklah, jadi kalian menantang saya dan Nona Muda saya", tegas Pak Sumadi.
" Hahahaha, saya tau kamu siapa, kamu preman yang bertobat dan menjadi kacung, kamu pikir ilmu kamu bisa menandingi saya, mikir kamu
" Wawan tutup pintu, saya mau lihat komandan Security Pakuwon City Mall sehebat apa, kebetulan jurus baru dari Nona Muda belum pernah ku Pakai", ucap pak Sumadi yang mulai membuat persiapan.
" Hahahaha, bukaan jurus seperti itu, hanya butuh 5 menit saja menumbangkan kamu, sombong komandan Security.
" Majulah, tantang Pak Sumadi.
Baru saja komandan Security itu menerjang, psk Sumadi sudah meninju paha komandan Security dan langsung tamparan pak Sumadi bertubi - tubi, hingga Komandan itu tersungkur dengan beberapa gigi tanggal, mulutnya mengeluarkan Darah.
" Hahahaha, baru kena tampar sudah segitu", ejek Pratikno.
" Ampun pak Sumadi, Ternyata benar kata orang, anda pemimpin Security yang tangguh sekota Surabaya, siapa gurumu, biar aku datang memohon untuk di latihnya", ucap Komandan Security itu.
" Hahahaha, guru saya adalah Nona Muda kami sendiri, Pemilik Pakuwon group, Mall Galaxy dan pemilik 2 Mega Proyek terbesar di Jawa timur, pertanyaannya apa kamu pantas menjadi murid dari nona Muda kami, pergilah jangan sampai saya bertindak lagi', ucap Pak Sumadi.
Akhirnya seluruh karyawan langsung beranjak pergi, Wisnu dan jajaran Manajer meninggalkan kunci mobil dinas.
Ranti yang sudah tiba di Bali tersenyum dengan senang dengan Pak Sumadi, yang tenang menghadapi para orang bodoh itu.
Ranti menghubungi Atilla, agar besok pagi mengirimkan 25 orang Cleaning Service ke Surabaya, Ranti juga menelpon Rendi untuk Carikan orang yang memimpin Pakuwon City Mall.
Tak terasa sudah jam 8 malam, Ranti Segera beraksi, dari dalam hotel Ranti terbang menuju daerah tempat markasnya para preman bayaran Ferdiansyah.
Ranti melihat sebuah bar yang ramai pengunjung, kemudian dia masuk ke bagian office dan mengambil semua uang yang ada, kemudian dia berpindah menuju ruangan si kepala Preman, ternyata tidak ada orang, Ranti segera mengeksekusi sebuah brangkas berjumlah 3 biji, penuh dengan uang, bahkan satu brankas terdapat uang dolar Amerika dan Euro, Australia hingga new Zealand.
Setelah menguras uang Tunai, Ranti menuju ke Gudang minuman, dan dalam sekejap ruangan itu langsung kosong.
__ADS_1
Karena sudah tidak adalagi yang ingin dia ambil, Ranti memerintahkan Drone agar menghancurkan seluruh bar, 17 Drone langsung memutuskan aliran listrik, sedangkan 3 Drone merusak mobil si pemilik Bar atau kepala preman.
Ketika listrik padam, semua pengunjung langsung berhamburan keluar dari Bar, untung baru jam 8 malam, jadi masih sepi.
Sang Kepala preman terkejut ketika mati lampu, saat dia sedang menyambut tamu pentingnya, Drone Segera menembak api putih keseluruh bagian bar, memang tanpa ampun keganasan Drone.
Sang kepala Preman menghubungi pemadam kebakaran, Ranti yang mendengar suara kepala preman itu membuat Ranti kepikiran untuk menangkapnya..
Saat kepala Preman itu ingin masuk ke mobilnya, Ranti dengan segera membuka kantong Ruang 4 musim, dan hanya sepersekian detik, kepala preman itu langsung terhisap dan masuk ke kantong Ruang 4 musim, pas lagi musim salju.
Betapa bingungnya dia melihat hamparan salju, untung saja dia masuk langsung ke dalam gubuk yang sudah tersedia perlengkapan musim dingin, dan dia membaca kertas seperti biasa penghuni baru.
" Aplikasi Mata Dewa, Ambil semua hartanya dan hitung semua karyawan bar, ingat khusus yang tercatat sebagai karyawan", Perintah Ranti
" Baik Tuan", Balas Aplikasi Mata Dewa.
Ranti Segera kembali ke Surabaya, dan menuju ke rumah Belanda, setelah tiba disana, dia langsung masuk mobil dan pulang kerumahnya.
Tepat jam 11 malam Ranti Tiba dirumah, terlihat ketiga kakaknya masih nonton Netflix, sementara Armando dan Salma sudah tidur.
" Dek, Kacau Pakuwon City Mall di kuasai oleh para karyawan, tapi untung Pak Sumadi langsung membereskan mereka, ucap Rindu.
" Baguslah, aku sudah dapat laporannya dan. besok sore akan ada cleaning Service baru dari Jakarta, untuk staf Rendi yang mencarinya", ucap Ranti.
" Maafkan kakak ya", ucap Rindu.
" Tidak apa-apa, tindakan kak Rindu sudah benar, jika tidak maka mereka akan semakin besar Kepala", jawab Ranti.
Pagi sudah datang, hari ini tepatnya hari Jumat, berarti nanti malam merek semua akan berangkat ke Jakarta.
Seperti biasa Ranti mengantar Salma dan Armando kesekolah, di Ranti juga mengantar hingga di kelas masing-masing mereka.
Ranti menelpon Tiara, menanyakan apa dia mau ikut ke Lampung atau tidak, Tiara dengan senang hati menjawab mau.
" Ranti aku telpon Robin dulu, siapa tahu dia mau, disana aku juga mau ketemu adik iparku Aisyah, ucap Tiara.
Robin yang di telpon Tiara juga setuju, akhirnya Tiara mengajak Robin agar ke mall dulu, belanja oleh-oleh untuk Aisyah, Robin hanya tersenyum senang, dia merasakan bahwa Tiara sudah memposisikan dirinya sebagai kakak bagi Ranti dan Aisyah, Robin sangat bahagia memiliki Tiara, gadis yang sederhana walau hartanya sudah selangit, pewaris tunggal Agung Jaya Konstruksi.
Dan tepat jam 4 sore, Tiara dan Robin sudah berada di rumah Ranti, Tiara dengan wajah berseri-seri masuk ke dalam rumah Ranti, dan ternyata Ranti dan saudara - Saudaranya sudah bersiap-siap.
" Halo kak Tiara, halo kak Robin apa sudah berangkat? tanya Salma.
" Kami berdua sudah adik Salma, terus mana bestie mu si Mora? tanya Tiara.
" Apa kak Tiara dan kak Robin boleh ikut ke Amerika dengan kalian? pancing.
" Boleh dong, malah bagus biar rame, tapi apakah Paman dan bibi ijinkan kakak ikut dengan kami? tanya Salma balik.
" Kalau sama kalian pasti di ijinkan, apalagi ada kak Robin yang menemani", ucap Tiara
" Awas kalau kakak bohong, Salma gak mau temenan sama kakak berdua karena PHP", ucap Salma.
"hehehehe, bisa aja kamu Salma"
Tepat jam 8 malam mereka semua sudah tiba di Jakarta, Darel, Vanya dan Sonia sudah datang menjemput, bersama Sasha dan Regina, serta Maureen, namun mereka bertiga tidak ikut ke Lampung, mereka hanya mengantar mobil Ranti.
Sementara di Merak, Aisyah sudah gelisah menunggu dia tidak bisa tidur menunggu Ranti dsn juga Robin beserta Tiara, dia sebenarnya ingin sekali datang ke bandara Soekarno Hatta, namun dia masih takut bawa mobil sendiri ke tempat yang jauh.
Dirumah besarnya Aisyah menelpon Ranti, Ranti hanya menjawab tunggu saja di kiosnya.
" Kakak sudah di Jakarta, tunggu saja di kios", jawab Ranti.
" Ya sudah kalau begitu, sahut Aisyah.
" Ranti dan rombongan langsung berangkat menuju Cilegon, dan tepat jam 10 malam mereka tiba di Cilegon dan menyewa hotel, setelah administrasi selesai, mereka semua istirahat, rencananya jam 4 mereka berangkat ke merak dan Jam 6 mereka sudah naik kapal menuju Bakauheni.
Pertemuan sendiri akan di laksanakan di lokasi pembangunan peternakan Ranti, dan semuanya sudah di persiapkan Karyono dan pak Budiono,
Dan tepat setengah 4 mereka semua sudah bangun, dan Segera mandi kemudian berangkat.
Hampir jam 5 subuh mereka sudah tiba di Kios Aisyah, betapa bahagianya Aisyah melihat orang yang paling di rindukannya datang.
" Kakak, Aisyah Kangen, teriak Aisyah menggema di kiosnya, sambil memeluk Ranti.
" Gak malu sama umur", ucap Ranti sambil memeluk Aisyah.
" Biarin aja, ucap Aisyah, kemudian beralih memeluk Tiara.
" Kakak ipar miskin cantik, pasti kakakku Robin tambah sayang", ujar Aisyah.
" Kamu itu pintar sekali merayu", ucap Tiara,
__ADS_1
" Kak Robin ganteng, adik kangen, ucap Aisyah dan memeluk Robin.
" ia, makanya kakak datang, kami juga kangen dengan adik cantik kakak.
.
" Nak Ranti, kenapa anak ibu main peluk pacar teman mu? tanya ibunya Aisyah.
" Itu kakakku Robin, jadi Aisyah sekarang diangkat adik sama kakakku, makanya Aisyah manggil Tiara kakak ipar", ucap Ranti menjelaskan.
" Oh ya Bu dan bapak, mereka semua kakak- kakak saya, mereka juga kangen dengan Aisyah jadi mereka mau ikut kesini, biarkan saja Aisyah bahagia dengan keluarga saya, lihat saja kedua adikku juga lengket Dengan dia, sifat Aisyah persis dengan Salma adik bungsuku",ucap Ranti.
" Ibu dan bapak jadi gak enak dengan tingkah Aisyah", ucap pak Antara.
" Gak apa-apa, kami semua senang dengan kehadiran Aisyah di keluarga kami", ucap Ranti.
" Aisyah, sini sayang, ada yang ingin kakak bicarakan dengan kamu", panggil Ranti.
" Soal soal apa kak ? tanya Aisyah.
" Nanti kamu liburan, ikut dengan semua kakakku ke America, nanti kakak menyusul 4 hari kemudian, karena kakak mau ke China dulu ada urusan bisnis, nanti kak Robin dan kakak iparmu juga ikut", ucap Ranti.
" Berapa lama nanti disana kak? tanya Aisyah
" Sekitar 2 Minggu, karena kakakmu Rindu mau daftar kuliah disana", ucap Ranti
" Aisyah belum punya paspor, ucap Aisyah.
" Itu urusan kakak, asal kamu bersedia, kakak urus hingga visanya dan nanti kakak jemput kamu Disni", Ucap Ranti.
" Kalau ayah dan bunda ijinkan Aisyah mau", ujarnya.
" Pergilah, nanti ayah jaga orang bekerja disini, tapi jangan merepotkan kakak- Kakakmu disana", ucap ibunya Aisyah.
" Yeay,,, akhirnya Aisyah bisa ke Amerika naik pesawat jet milik kakak, Terimakasih kak", ujar Aisyah.
" Sama-sama, asal kamu bahagia kakak juga akan bahagia, tenang saja,. saat kamu keluar negeri pasti Asiyah kakak ajak, tentunya tunggu liburan dan harus nilai bagus", ucap Ranti.
" Aisyah bangga saat lihat foto kakak tampil sebagai Juara Nasional UN tingkat SMA dan Foto kakak saat Juara 3 nasional UN untuk tingkat SMP", ujar Aisyah.
" Kak Aisyah pasti lompat-lompat lihat kak Ranti Juara ya", celetuk Salma.
" Ia dong dek, kita harus bangga punya kakak pintar", ucap Aisyah dengan bangga.
" Hehehehe, Salma kira, hanya Salma saja lompat-lompat, ternyata kak Aisyah juga hahahaha", ucap Salma.
" Ketty juga senang, punya Aunty yang pintar, Aunty Aisyah juga harus pintar, biar nanti bisa ajarin Ketty", ujar bocah 4 tahun.
" Ia dong, Ketty juga pasti pintar di masa depan, Aunty Aisyah pasti ajarin Ketty, sini sayang Aunty gendong", ucap Aisyah.
Pagi itu suasana terasa bahagia di kios Aisyah, kemudian datang Delia menyapa Ranti.
" Selamat pagi Nona Muda, apa kabarnya? ujar Delia.
" Aku baik-baik saja, dan kenalkan mereka semua adalah kakakku dan kedua gadis cantik ini adalah kakak iparku, terus gimana kelanjutannya dengan Karyono? tanya Ranti.
" Kami berdua baik- baik saja, doakan saja agar mas Karyono jodohku", ucap Delia.
" Amin, Karyono laki-laki yang baik, saya sangat setuju jika kalian jadi pasangan kelak", Ucap Ranti memberi semangat.
" Terimakasih Nona Muda, jawab Delia.
" Delia mau ikut kita gak ke Lampung? tanya Ranti.
" Itu mobil saya sudah siap, mas Karyono suruh saya datang biar bantu-bantu di acara nanti", ucap Delia.
" Kayaknya jodohnya sudah dekat", ledek saudara- saudara Ranti.
" Amin, Jawab Delia"
" Aisyah mandi dulu sana dan ganti baju terus ikut kakak ke Lampung", perintah Ranti.
" Tapi Aisyah naik motor ya kak", ucap Aisyah.
" gak boleh, nanti kamu kepanasan, bawa mobil kamu saja, biar ayah dan ibumu ikut', ucap Ranti.
" Baiklah, ucap Aisyah dan langsung naik ke kamar nya di lantai 2.
" Terimakasih buat kalian semua yang sudah menerima dan menganggap anak saya sebagai saudara kalian, kedua kakaknya laki-laki, jadi dia dari kecil sangat manja, mohon maaf jika dia merepotkan kalian semua, ucap pak Antara.
" Tenang saja Paman, kami bahagia dia berada di keluarga kami, saya kakak tertua mereka, mereka juga sangat manja kalau dirumah, jadi kami sudah terbiasa", ucap Dewi.
__ADS_1
" Terimakasih, saya sangat bahagia melihat putri saya sejak bertemu dengan nak Ranti dia lebih ceria, dulu dia kesepian, ketika Delia datang Aisyah mulai ceria, saat nak Ranti dia terlihat semakin bahagia, dia selalu bilang nanti liburan dia mau ke Surabaya, tapi ternyata justru kalian mengajaknya ke luar negeri, ucap Pak Antara.
" Kami semua sudah tahu tentang Aisyah, dan kami sangat bahagia mengajaknya, jadi Paman dan Bibi jangan kuatir, dan jangan tersinggung jika kami memanjakan nya", ucap Vanya.