SISTEM KEKAYAAN : PERJALANAN SI MISKIN

SISTEM KEKAYAAN : PERJALANAN SI MISKIN
Rahasia Dewi


__ADS_3

Dengan langkah kecilnya, Salma bersemangat untuk mengikuti car free day, bersama Armando dan Yati, mereka menjemput Mora.


Situasi berbeda dengan seorang gadis yang pernah di lecehkan Aquino, dia terkejut ketika membaca notifikasi dari Bank, bahwa mendapatkan transfer uang sebesar 50 milyar.


Aku ingin lanjutkan sekolah dan beli rumah, tak apa-apa tidak di akui lagi sebagai anak oleh keluargaku, walau aku tak tahu uang ini darimana, tapi akan ku gunakan dengan baik dan buat masa depan ku, monolog gadis itu di kamar kostnya yang sempit.


beralih ke Ranti


Selesai sarapan, Ranti masuk ke kamar lagi, dia membuka kantong Ruang Penyimpanan, dia melihat Aquino yang lagi kebingungan.


Ranti mengunci pintu dan masuk ke dalam kantong Ruang Penyimpanan dan menemui Aquino.


" Hai, apakah nyaman tidur disini, ucap Ranti mengagetkan Aquino


" Siapa kamu ?


" Tak penting siapa aku, yang jelas kamu, mulai hari ini kamu tidak akan pernah tidak akan pernah melihat dunia luar", Ucap Ranti


" Kenapa kamu membawaku kesini, lepaskan aku atau aku akan menghubungi anak buahku dan menghajar mu' ! ancam Aquino


" hahahaha, hubungi saja, tantang Ranti sambil tertawa mengejek.


" Bagaimana dengan keluarga kamu, hubungi mereka juga sekalian", hahahah


Aquino mengambil handphone dari saku celananya dan mencoba menghubungi anak buahnya, tapi tidak bisa.


" Kasih tau mereka aku tunggu, ujar Ranti mengejek


" Berapa banyak uang tebusan yang kamu inginkan" ? tanya Aquino


" Uang tebusan, apa kamu pikir aku semiskin kamu ! asal kamu tahu harta keluarga kamu saja di gabungkan tidak akan mampu mengalahkan hartaku, hahahaha tidak tau diri, Ujar Ranti


" Lalu kenapa kamu menculik saya, tanya Aquino


" Untuk menghukum kamu dan keluargamu, tempat ini hanya sementara, nanti kuberikan yang lebih luas, bisa menampung kamu, Aquinas dan juga kedua orang tuamu, kecuali adikmu Aquila, ujar Ranti


" Apa salah keluarga ku sama kamu, ucap Aquino


" banyak, nanti aku akan kasih tau siapa aku saat kedua orang tuamu dan adik mu Aquinas bergabung dengan kamu, jadi sabar ya, ejek Ranti


" Coba saja kamu datang ke rumah ku, tidak sampai 5 menit kamu sudah jadi mayat, sengit Aquino.


" Lalu kemana para preman yang kalian ke proyek perumahan di pinggir pantai, Keluarga William, keluarga Sumitro dan keluarga Ferdiansyah Setiawan, apakah kalian menang memalsukan sertifikat lahan aku.


" Ku beritahu, aku yang membuat ketiga gedung kantor kalian menjadi Taman yang indah, ujar Ranti.


" kamu pikir siapa dirimu, Tuhan ! hahaha terlalu sombong kamu ! hardik Aquino.


" Baiklah kalau kamu tidak percaya, sekarang nikmati saja hidupmu disini, aku sudah siapkan makanan hingga 3 bulan ke depan, buka saja ruangan itu, disitu ada makanan dan juga kopi, ujar Ranti.


" Dasar manusia rendahan, ujar Aquino


" Ngomong saja semua kamu, toh kamu juga tidak bisa kemana-mana, kecuali aku yang mengeluarkan kamu dari sini, jangan buang energi kamu, karena aku nanti kesini lagi 3 bulan kedepan kecuali aku sudah menangkap adikmu yang di Singapura, paling lambat Minggu depan kalian sudah berkumpul, ujar Ranti fan langsung beranjak.


Di Jakarta Ferdiansyah dan istrinya masih tenang- tenang saja, mereka belum mengetahui kalau Aquino sudah di tangkap.


Sementara di keluarga Sumitro, tengah berdiskusi sesama keluarga, para pemegang saham terus-menerus menelpon mereka.


" Bu kita harus bagaimana sekarang, uang perusahaan kita hilang entah kemana, 2 pabrik kita lagi banyak orderan, sedangkan modal kita sudah sangat menipis, ujar aldino


" Keluarga William sudah dapat investor, mereka mendapatkan dana segar untuk menalangi penarikan saham dari perusahaan mereka, fan Perusahaan yang menalangi mereka adalah RPS Group Company, yang dipimpinnya oleh Tuan Rendi, ujar ibunya Aldino.


" Apa Perusahaan itu sangat kaya, membeli 40% saham perusahaan William, tanya Aldino


" Menurut rumor, pemilik perusahaan itu, memiliki uang yang tak terbatas, ujar ibunya Aldino


" Untuk saat ini hanya perusahaan itu yang bisa membangun perusahaan kita, ucap mamanya Aldino.


" Mam, Bara dan ibunya kini, sudah hidup dengan baik, Bara sudah memiliki perusahaan sendiri, memang masih merintis, tapi dia juga mendapatkan dukungan dari pemilik RPS Group Company dan keluarga Hermawan yang tiba-tiba bangkit, Ucap Aldino


" Bagaimana kalau kita bekerjasama dengan RPS Group Company, kita membutuhkan setidaknya 15 triliun untuk membangun kembali perusahaan kita, ujar ibunya


" itu berarti mereka akan menguasai 40^ saham kita, ucap Aldino


" Kan sama saja, para pemegang saham lain juga komposisinya mereka 40 %, mereka sudah mengajukan penarikan sahamnya, jika kita mendapatkan dana segar, kita tukar saja, dan kita setidaknya masih untung, produksi kita masih bisa berjalan, proyek perumahan kita juga akan bergerak lagi, ujar ibunya Aldino.


" Baiklah Bu saya akan menghubungi tuan Rendi besok Pagi, ujar Aldino.

__ADS_1


Ranti yang tersenyum kemenangan, keluar dari kamar, dia terkejut melihat ada orang yang tidak dia kenal berada di ruang tamu, bersama dengan ketiga kakaknya dan Bu Likha


" Bu Likha", panggil Ranti


" saya nona muda, jawab Bu Likha


" Siapa mereka, dan ads keperluan apa, tanya Ranti


" Katanya mereka adalah keluarga almarhum suami Nona Muda Dewi, ucap Bu Likha


" Terus mereka kesini mau ngapain, tanya Ranti


" Katanya mau lihat Nona Ketty", jawab Bu Likha.


Tidak puas dengan jawaban Bu Likha, akhirnya Ranti mendatangi ruang tamu yang lagi ada 4 orang tamu.


" mohon maaf, Tuan- tuan nyonya ada keperluan apa datang ke rumah saya, tanya Ranti


" maaf saya ibu mertua Dewi, nenek nya Ketty Angelina, ucap wanita paruh baya itu.


" Tau darimana kalau kak Dewi tinggal disini, tanya Ranti


" Dewi sendiri yang memberikan alamat rumah ini kepada kami, jawab wanita paruh baya itu.


" Benarkah, apa buktinya kalo kak Dewi, benar-benar memberikan alamat rumah ini, tegas Ranti.


" Apa tujuan kalian mencari kak Dewi, dan kenapa baru sekarang kalian kesini, tanya Ranti


" Kami sudah lama mencarinya, dan kebetulan kami bertemu di jalan dan menyuruh kami kalau mau ketemu dengan dia datang saja ke alamat ini, Ucap wanita paruh bayah itu.


" Saat kak Dewi tidak ada disini dia lagi ke rumah ibu nya, katakan kepada kami apa keperluan kalian" ? tanya Ranti


" Kami ingin membawa nya pulang, dan tinggal bersama kami, karena biar bagaimanapun dia menantu kami, ucap wanita itu.


" Oh begitu, setelah kalian usir dan tidak memberikan dia apa - apa, terus sekarang kalian mengakui kak Dewi ada menantu kalian, hardik Ranti


" Dia sendiri yang kabur dari rumah, setiap hari kami mencarinya, tapi baru ketemu beberapa hari yang di mall Galaxy, ucap wanita itu


" Oh begitu, seandainya kak Dewi tidak mau ikut dengan kalian, lantas apa yang akan kalian lakukan, tanya Ranti


" Dia menantu keluarga kami, jadi dia harus tinggal dengan kami, ucap wanita itu


" Itu semua bohong, kami tidak pernah melakukan itu, ucap mereka serentak


" Bohong, apa perlu aku tunjukkan rekaman CCTV, kakak ipar kak Dewi melakukan pelecehan seksual, apa pantas seorang kakak ipar memeluk dan mencium serta meraba-raba adik iparnya, apalagi saat suaminya lagi sakit dan bahkan suami anda sendiri melakukan hal yang sama, kalian pikir saya tidak tau, Ucap Ranti dengan sengit.


" Maaf Nona", kamu jangan mengada-ada kalau bicara, bisa saya tuntut kamu, ujar ayah mertua Dewi


" Silahkan, kalian pikir aku percaya kalau kak Dewi yang memberikan alamat rumah ini, jawab Ranti.


Mereka terdiam, kedok mereka sudah di ketahui Ranti.


" Kenapa diam, kalian memang pernah bertemu, tapi itu di kantor tempat kak Dewi bekerja, dan posisinya sebagai direktur Disana, jadi kalian mulai membuntuti nya saat dia pulang kerja, ujar Ranti


Semua fakta itu di berikan oleh aplikasi Mata Dewa, perlu di ketahui, seluruh saudaranya terpantau oleh aplikasi Mata Dewa.


" Tapi dia sendiri yang memberikan alamat ini kepada kami, wanita itu masih berbohong


" Bu Likha minta tolong, suruh Mang Dul ke pos Security dan bawa kemari, ujar Ranti


" Kalian ingin bertemu kak Dewi karena ingin minta uang, saya tau usaha kalian sudah mau hancur, kalian datang ke RPS Multidana Finance, untuk mengajukan pinjamkan modal kerja, tapi kak Dewi tidak setuju, karena persyaratan kalian kurang, aset kalian saat ini berada di tangan bank, ujar Ranti.


" Lebih baik ibu urus suami kamu ibu, dia beberapa kali merayu kak Dewi dan akhirnya ibu sendiri yang pergokin, tapi suami ibu berkelit, akhirnya kalian mengusir nya dengan alasan Kak Dewi menggoda suami ibu, lanjut Ranti


" Restoran yang kak Dewi rintis, kalian ambil, asuransi atas nama suaminya dan kak Dewi semuanya kalian ambil, dan terakhir rumah yang di belikan almarhum suaminya juga kalian ambil, Ranti terus memberondong mereka hingga tak bisa berkata-kata.


" Itulah sebabnya kami kesini ingin memberikan hak nya, dan mengembalikan Rumahnya, ucap wanita.


" Bagaimana cara mengembalikan rumah itu, sedangkan rumahnya sudah kalian jual buah bayar hutang kalian, balas Ranti


" Selamat Nona, maaf ada apa memanggil kami, salah seorang security.


" Apa kalian masih ingat dengan wajah salah satu dari mereka, tanya Ranti


" Saya masih ingat Nona, dan maafkan saya telah memberikan alamat Nona kepada ibu itu, jawab security itu sambil menunjukkan ibu mertua Dewi


" Kenapa kamu memberikan alamat saya kepada orang asing, ibu mengatakan kalau dia mau bertemu dengan Nona Dewi, kata ibu itu, Nona Dewi adalah menantunya, ucap Security itu

__ADS_1


" Dulu ibu itu mertua kakak saya, tapi sudah lama putus hubungan.


" Lain kali jangan sembarangan kalian memberi alamat rumah saya. lain jika ada yang bertanya rumah saya, tolong konfirmasi ke sana atau telpon ke nomor telpon kami.


" Maafkan kelalaian saya Nona, ucap Security kompleks itu.


" Baik kali ini saya maafkan, dan sekarang tolong bawa orang-orang ini dari sini, perintah Ranti.


" Nona..! Dewi adalah menantu kami, sudah seharusnya dia ikut membantu keluarga kami, Sengit wanita paruh bayah itu


" Membantu keluarga kalian ! apakah kalian pernah membantunya ? apa kamu setuju dengan suami perlakuan suami kamu terhadap kak Dewi? tanya Ranti


" Tidak mungkin suami dan anak saya melakukan tindakan tidak senonoh ke Dewi? ucap wanita itu tidak percaya


" Baiklah kalau anda tidak percaya", silahkan lihat ini ? ujar Ranti sambil menunjukkan rekaman CCTV, hari dimana sebelum dia diusir


Wanita paruh bayah itu, melihat video yang di tunjukkan Ranti, bagaimana adegan yang terjadi sebelum dia memergoki suaminya dan Dewi, dan dia percaya dengan omongan suaminya, kemudian tanpa mendengar penjelasan Dewi, wanita itu langsung menampar Dewi dan mengusirnya.


Wajah wanita paruh bayah itu langsung memerah dan memandang suami dan anaknya.


Disaat wanita itu sedang bingung dengan pikirannya, Ranti menunjukkan video dimana, suaminya sedang berusaha melecehkan pembantu mereka, hingga pembantunya melarikan diri.


" Saya akan melaporkan kalian, atas tindakan pengambilan paksa rumah dan Restoran milik kak Dewi', ujar Ranti


Sontak mereka berempat langsung terkejut, mendengar ancaman Ranti


" Mas, jadi selama ini kamu telah membohongi saya, hingga membuat saya benci dengan Dewi, ucap wanita paruh baya itu


" Tidak mah, rekaman itu tidak benar, kasti di rekayasa oleh mereka, agar Dewi tidak pulang ke rumah kita", ujar suami Wanita.


" Kak Dewi sudah melupakan masalah pelecehan seksual yang anda lakukan padanya, juga soal rumah dan restorannya, tapi karena kalian datang ingin memaksa kak Dewi membantu kalian, maka saya sebagai adiknya tidak akan tinggal diam", sengit Ranti


" Nona, tolong jangan laporkan kami, saya yang bodoh, tidak mendengarkan penjelasan Dewi, ibu akui kesalahan ibu mengambil paksa restoran dan rumahnya, bahkan kami telah menjualnya, saya janji pulang dari sini, aku akan menceraikan suami saya, perusahaan orangtua saya hancur di tangan suami saya, ucap wanita paruh bayah itu, dan langsung berdiri.


" Saya tidak ada urusan dengan keluarga kalian, saya tetap akan mengajukan tuntutan untuk mewakili kakak saya", ujar Ranti.


Sesaat Ranti berbicara dengan lantang, Dewi tiba di ruang tamu


" Dek biarkanlah mereka menikmati apa yang sudah mereka ambil dari kakak, biarkan mereka pergi dari sini dan tolong jangan di teruskan", ujar Dewi


" Apa benar kakak yang memberikan alamat rumah ini kepada mereka, tanya Ranti


" Tidak, jangankan alamat rumah, mereka minta nomor telpon kakak saja, kakak tidak berikan", ujar Dewi


" Bagaimana Bu" ?, kalian hari ini berusaha menipu kami semua di sini, Ujar Ranti


" Maafkan kami Nona, Ujar wanita paruh baya itu


" Sekarang kalian keluar dari rumah saya, dan jangan pernah mengganggu kak Dewi dan keponakan saya Ketty Angelina, jika kalian masih mengganggu mereka berdua, jangan salahkan saya dan kakak - kakak saya yang lain bertindak", ancam Ranti


" Baik Nona, ibu berjanji tidak akan mengganggu Dewi selamanya, setelah bercerai, ibu akan pindah ke kota lain bersama Bunga Putri, ucap ibu itu.


" Dewi maafkan ibu dan Bunga, yang tidak bijak, ibu terlalu percaya kepada mereka berdua, perusahaan kita hancur sejak kematian anak ibu yang bunga, suami kamu, mereka memprovokasi ibu agar membenci kamu, dan kini ibu mengerti, apa tujuan mereka berdua.


" Lupakan saja Bu, Dewi sudah memaafkan ibu dan kak Bunga, tapi tidak dengan mereka berdua yang telah melecehkan saya dan pengasuh Ketty, ucap Dewi


" Maafkan yang sudah menjual Restoran dan rumah kamu, untuk membayar hutang perusahaan, ujar ibu


" Dewi, Prasetyo bukan anak kandung ibu, dia anak istri pertama Suami ibu yang meninggal saat Prasetyo berumur 1 tahun, hari ini ibu mengerti tujuan mereka, Hanya Bunga dan Sujatmiko anak ibu", Ucap wanita paruh baya itu.


" Dewi sudah tau, mas Miko sudah menceritakan nya sebelum dia meninggal, ucap Dewi.


" Syukurlah kalau kamu sudah tau, sekali lagi maafkan ibu dan Bunga, setelah proses perceraian ibu akan pindahkan perusahaan ibu di kota tempat ibu yang Baru bersama bunga, dan rumah ibu, buat kamu sebagai ganti rumahmu yang sudah ibu jual, ucap wanita itu


" Tidak perlu Bu, Dewi sudah ikhlas, dengan ibu mengetahui kebenarannya, dan tidak lagi menuduh Dewi, itu sudah membuat Dewi senang, jika tidak memikirkan kebaikan ibu dimasa lalu, mungkin sudah lama Dewi melaporkan tindakan ibu.


Dewi sudah mengikhlaskan semuanya, Dewi selalu ingat omongan mas Miko, untuk memaafkan ibu, jika suatu saat ibu berbuat melebihi batas", ujar Dewi.


" Boleh ibu menggendong Ketty sekali ini saja, mohon wanita itu


" Boleh, silahkan Bu, Ketty cucu ibu, ujar Dewi


" Terimakasih Dewi, ibu sangat bodoh, terlalu mendengarkan omongan laki-laki yang bejad.


" Kalau kamu memang mau bercerai dengan saya, silahkan saja, saya juga sudah tidak membutuhkan istri seperti kamu, ucap laki-laki paruh bayah itu


" Silahkan kamu bereskan barang-barang kamu dan keluar dari rumah ku, hardik wanita itu

__ADS_1


" Hahahaha, rumah kamu yang mana, semua aset kamu, sudah ku alihkan menjadi milikku dan anakku, jadi kamu yang harus keluar dari rumah itu, ujar laki-laki itu.


" Apa tuan yakin, seluruh aset istrimu sudah Menjadi milikmu, tanya Ranti tiba - tiba menyela perdebatan suami istri itu.


__ADS_2