SISTEM KEKAYAAN : PERJALANAN SI MISKIN

SISTEM KEKAYAAN : PERJALANAN SI MISKIN
Adu kekuasaan


__ADS_3

Sementara mereka berempat menyusun rencana usaha, mereka melihat sebuah mobil Toyota Fortuner memasuki lokasi Proyek Ranti.


Terlihat juga, beberapa laki-laki dewasa dan 1 pria paruh bayah, ya itu ayahnya Marcel dan beberapa petinggi di perusahaannya, termasuk menantunya, yang menikah dengan mantannya Rikson.


Ranti dan kawan-kawannya tidak menggubris kedatangan ayahnya Marcel yang mendekati Ranti dan teman-temannya.


" Selamat siang Nona Ranti, kenalkan nama saya Rudolf Vincent Liuw, Pemilik Dealer Utama Yamaha, PT MARATA Anugerah, dan mereka berempat adalah staf saya saya di Kantor", sapa Rudolf.


" Saya Ranti Putri, Pemegang saham terbesar Yamaha Motor Indonesia, dengan nilai saham sebesar 80 %, dan saya berhak mengajukan pemutusan kontrak dengan pihak manapun tanpa terkecuali, dan juga saya berhak merekomendasikan, Dealer mana luang akan bekerjasama dengan perusahaan saya, terimakasih sudah menjadi mitra kami, dan saya sudah membaca sepak terjang perusahaan kamu, yang bisa dikatakan hanya sebatas standard saja.


Saya bingung kenapa kenapa perusahaan kamu bisa menguasai 3 wilayah di Provinsi ini, padahal penjualan kamu tidak terlalu signifikan, waktu sebelum saja kamu tidak mencapai target penjualan, dan setelah saya selidiki, kamu menerapkan leasing Pribadi kepada orang-orang yang berpendapatan pas-pasan, padahal mereka justru potensial dalam hal membayar angsuran, di Jawa saja para tukang ojek sangat bersemangat membayar angsuran, karena merasa ada kepercayaan dari kita, memang tidak 100% mulus, dan pasti pihak leasing akan memblacklist orang yang malas bayar", ucap Ranti.


" Kami akan bekerja lebih giat lagi, ucap Rudolf.


" Itu sudah tidak penting buat saya, selesaikan seluruh kewajiban anda, karena saya sudah menunjuk sendirian siapa yang akan memegang hak di 3 wilayah yang kamu tinggalkan, saya tidak suka bekerjasama dengan perusahaan yang keluarganya terlalu Sombong, tadi saya juga sudah menunggu telpon dari anda tapi sampai sekarang saja kamu tidak menelpon saya, malah anakmu menelpon Rikson dan mengancamnya akan menghancurkan rumahnya, dan anda sendiri mendiamkannya, jadi maaf saja", Ucap Ranti.


" Maafkan saya yang tidak mendidiknya dengan benar, beri kami kesempatan untuk tetap terus memasarkan produk Yamaha dan suku cadangnya", ucap Rudolf.


" Siapapun yang tidak menghargai orang lain, dan Apalagi anak kamu sangat menghina saya, hingga bilang saya perempuan bayaran yang se level dengan supir di banyak orang, apa saya harus mendiamkan nya, dan dia sendiri tidak mau meminta maaf kepada saya dan Rikson, bahkan anda sendiri tidak berani memaksa dia datang bersama dengan anda saat ini, saya mengartikan bahwa anda tidak mau derajat anak anda jatuh di hadapan sopir seperti Rikson.


Pertanyaan saya, apa kesalahan Rikson, hingga kedua anakmu membulinya, yang lebih sadis anak perempuan kamu, berpura-pura pacaran dan memutuskan hubungannya dengan Rikson di banyak orang sambil mengatakan kalau Rikson hanya mengincar uangnya saja, padahal di saat yang sama dia pacaran dengan laki-laki yang saat ini jadi menantumu, yang ternyata hanya numpang di perusahaan kamu.


Kedua Anakmu dan menantumu sengaja membuat permainan untuk menjatuhkan martabat Rikson, dan sayangnya kamu dan istrimu lagi-lagi membela kedua anakmu, dan lihatlah menantumu yang tidak bisa apa-apa, hanya mengandalkan orangtuanya yang berpangkat di TNI, aslinya dia tidak bisa bekerja", ujar Ranti panjang lebar.


" Saya juga baru tahu, ternyata, Miky adalah keponakan kamu, kalian sekeluarga datang kerumahnya dan menagih hutang ke mereka yang hanya 25 juta, dan bahkan kalian mengancam akan menyita tanah ini, jika orangtua Miky tidak bisa membayar, memang kalian mengatakan bahwa akan menambah 3 milyar untuk lahan ini, ini namanya licik kepada saudara sendiri.


Dan satu lagi, putrimu membuka perusahaan distribusi, makanan tambahan untuk ibu hamil dan bayi, serta beberapa jenis biscuit, dan juga Sabun dari Body Clean semua produk Surabaya, saya akan memerintahkan kepada distributor tunggal agar mencari mitra lain, karena produk itu milik perusahaan saya, yang saya percayakan kepada PT Gemilang Persada, sebagai pemegang merek dagang dari perusahaan saya.


' Terimakasih sudah datang, saya tidak akan pernah mengijinkan kamu atau saudaramu menjual seluruh produk saya, yang nantinya di masa depan akan lebih banyak, saat ini saya sudah memerintahkan orang agar seluruh suku cadang produksi Astra Otoparts, di cabut dari perusahaan kamu, Dealer mobil kamu tempat Miky bekerja, saya sudah memerintahkan orang, agar jangan mengirim mobil untukmu, Karena saya pemegang saham terbesar di Astra motor Indonesia, silahkan tanya kalau kamu tidak keberatan, saya tidak akan memperpanjang kerjasama dengan perusahaan anda, jadi silahkan selesaikan seluruh kewajiban anda sesuai Kontrak, dan setelah itu selesai ", ucap Ranti panjang lebar.


Rudolf Vincent Liuw, terdiam mendengar kata-kata dari Ranti, dia sadar, selama ini dia beranggapan bahwa dia rajanya di Minahasa Utara, dan sekarang dia berhadapan langsung dengan pengusaha sejati dan tentunya orang kaya sejati.


" Nona, bisa di pastikan kami akan bangkrut, ucap Rudolf.


" Itu bukan urusan saya, kata Anakmu yang kaya itu bilang, harta kalian sangat sangat banyak, dan saya hanya menarik milik saya yang tidak seberapa dari harta kalian yang milyaran, jadi bukan maksud saya membuat keluarga anda bangkrut, say sadar orang miskin seperti kami tidak pantas bekerja sama dengan kalian yang kaya raya


" Kamu sudah sadar sekarang Rikson, orang kaya akan bergaul dengan orang kaya saja, jadi kamu memang tidak pantas bergaul dengan mereka, apa kamu mengerti", tegas Ranti.


" Mengerti Nona Muda, itu kebodohan saya, saya kira Rachel itu tulus, ternyata aku hanya objek permainan mereka", Jawab Rikson.


" Lain kali kamu menjauh dari mereka, ingat kita orang miskin tak pantas bergaul dengan mereka, suatu saat jika saya lihat kamu bergaul mereka atau menolong mereka walau sekecil apapun, maka kamu bukan teman saya, saya anggap kamu berkhianat, begitu juga kamu Miky.


" Baik Nona saya berjanji tidak akan bergaul dengan mereka, karena saya sudah sadar sekarang", jawab Rikson.


" Saya juga Nona Muda, memang saya pernah bekerja di tempat mereka tapi saya bekerja bukan meminta belas kasihan, karena ibu saya berpesan, kita memang orang miskin tapi ingat harga diri, Paman kamu sudah kaya, tapi tidak kita dengan kita yang miskin, hormat sebagai Paman itu wajib, tapi jangan meminta apapun, ibu saja tidak meminta, pinjam uang ya ibu ganti, Paman mu tidak pernah memberikan ibu uang secara gratis", ucap Miky mengingat pesan ibunya yang tak pernah di tolong lelah kakaknya.


Rudolf hanya bisa diam, sambil memikirkan bagaimana dia memperlakukan adik bungsunya, berbeda dengan saudara - saudara dia yang lain, mamanya Miky pernah meminta uang hanya untuk modal usaha jualan nasi kuning di rumahnya itupun hanya 500 ribu, tapi bukannya di kasih tapi ejekan yang di Terimanya.

__ADS_1


" Maaf Tuan orang terkaya dan berkuasa di Minahasa Utara, saya masih ada kesibukan, Yong tinggalkan kami, kami orang miskin harus bekerja keras, agar besok bisa makan, berbeda dengan anda, 100 tahun kedepan uang anda tidak akan habis, jadi silahkan kembali perusahaan Anda", ucap Ranti mengusir dengan halus.


" Maaf Nona, anda terlalu kejam kepada kami dan memandang kami terlalu rendah, asal Anda tahu, cara anda itu sungguh teramat tidak berprikemanusiaan, apa salah istri saya kepada kamu, dan apa kesalahan ayah mertua saya kepada kamu, yang menghina kami adalah Marcel, bukan kami tapi anda menghukum seolah-olah kami bersalah kepadamu.


Soal Rikson di buli itu nasibnya yang tak tahu dirinya siapa, dan soal keluarganya Miky, itu kebodohan mereka yang tidak mau menuruti ayah mertua, buktinya paman dan bibi lainnya di bantu oleh ayah mertua, makanya kalau orang miskin itu harus tahu diri agar bisa di bantu orang lain, jangan sudah miskin masih memasang harga tinggi, ya tidak masuk akal kalau begitu", Ucap Theodor menantu Rudolf.


" Kami benar saya tidak tidak bermasalah dengan kalian, dan apakah Rikson bersalah kepadamu, dan apakah keluarganya Miky bersalah kepadamu hingga beraninya kamu keluarga Miky orang bodoh, ayahmu sekarang saja bisa kutahan pangkatnya jika aku mau, tapi aku tidak bermasalah dengan ayahmu, tapi jika kamu memancing emosi saya, maka saya pastikan, karir ayahmu tidak akan pernah berjalan mulus, biar tertahan di kolonel saja, apalagi tinggal 7 tahun lagi pensiun", tekan Ranti.


Kamu tanya ayahmu, siapa Ranti Putri, tanya Panglima TNI, jangan berteriak jika ayahmu menendang kamu, apalagi ayahmu lagi promosi bintang 1", tegas Ranti.


Semua terdiam, mendengar kata-kata Ranti yang slow tapi menusuk.


" Silahkan kalian pergi dari sini, dan jika terjadi apa-apa terhadap 3 teman saya ini, maka kalian yang akan saya cari", tegas Ranti yang sekali lagi mengusir Rudolf dan orang-orangnya.


" Baik Nona, anda tidak tahu sedang berhadapan dengan siapa, jangan salahkan saya jika proyek anda ini, akan kesulitan berdiri", ancam balik Theodore.


" Silahkan saja kalau kamu mampu menghalanginya, jangan salahkan salahkan saya kalau kamu akan jatuh sejatuh- jatuhnya, pulanglah bersiaplah untuk menghadapi saya, saya janji tidak akan mengganggu karir ayahmu, saya tunggu anda datang melawan saya, bawa banyak orang kesini", tantang Ranti.


" Jadi kamu menantang saya, jangan sok berkuasa kamu Nona, saya tidak pernah takut dengan ancaman siapapun, apalagi hanya Gadis sombong dan sok berkuasa, memangnya hartamu bisa mengalahkan harta kami", kamu jangan sok bilang kamu pemilik Astra Internasional, hahahaha kamu pikir, kami orang bodoh", teriak Theodore emosi.


" Baiklah, kalian memang orang terkaya, harta saya tidak bisa menandingi kekayaan keluarga kalian, tunggu saja, sampai semuanya akan di tarik dari perusahaan kalian, jadi sekarang buat apa orang kaya masih berada disini, apa kamu nanti tidak gatal-gatal di tempat orang miskin", sarkas Ranti.


" Hati-hati kamu Nona, ancam Theodore.


" Hahahaha kalau hanya sekelas kamu aku tak perlu hati-hati, percayalah, hari ini perusahaan istrimu sudah mendapatkan surat dari PT Gemilang Persada, begitu juga Dealer mobil Toyota Kalian, akan ada surat penyetopan pengiriman, begitu juga dengan perusahaan sparepart kalian", ucap Ranti.


" Baik Nona Muda, ucap mereka bertiga, lalu meninggal kan Rudolf Vincent Liuw dan lainnya, yang tidak mau bergeser dari tempatnya, walau sudah berkali-kali di usir.


" Nona Muda, mereka bagaimana tanya Rikson.


" Biarkan saja, untuk apa meladeni orang seperti mereka, gak ada untungnya", ucap Ranti.


" Mohon maaf bapak-bapak, jika anda sudah sudah tidak ada kepentingan harap segera tinggalkan lokasi pekerjaan ini", ucap Security yang menjaga lokasi milik Ranti.


Akhirnya Rudolf dan para stafnya kembali ke perusahaan mereka, dan benar saja, ketika sampai di kantornya, Seorang karyawan melaporkan bahwa ada email dari Astra Otoparts dan Astra Internasional, lewat perwakilan mereka di Manado.


Rudolf Vincent Liuw, makin gelisah, ketika dia membuka email-nya, terdapat juga email dari Astra Otoparts, yang melarang PT MARATA Anugerah, mendistribusikan seluruh jenis Sparepart produksi Astra Otoparts, begitu juga, dengan mobil, selain merek Toyota, Daihatsu, Isuzu, BMW, Peugeot dan Nissan, untuk kendaraan roda dua yaitu motor Honda (AHM), semuanya di tarik, Dealer Motor Honda miliknya yang di kelola adiknya, sudah pasti akan tutup, intinya lini bisnis MARATA Anugerah dalam sekejap hancur, Gara-gara Marcel.


Sementara di Surabaya sendiri, di kediaman Sinyo, orangtuanya beserta kakaknya, sedang berada di rumah padahal sudah jam pulang sekolah, mereka memerintahkan agar pengasuhnya datang menjemput Sinyo dengan ojek saja, begitu juga saat berangkat Sekolah.


" Baik Nyonya, nanti saya jemput pakai ojek saja, nyonya tak perlu mengganti ongkosnya, Tuan Sinyo adalah tanggung jawab kami, dan maaf nanti setelah tuan tiba dirumah ini, kami langsung pergi dari sini, Suami saya sudah dapat kontrakan, kami membawa juga 2 orang Pelayan yang rela mengikuti Tuan Sinyo, ucap Bibi pelayan itu.


" Baguslah, kalian tidak ku berikan pesangon dan gaji kalian bulan ini tidak akan kami bayar, ucap ibunya Sinyo.


" Tidak apa-apa Nyonya, kami ikhlas melayani Tian Sinyo, ucap bibi pelayan, dan langsing naik ke motor ojek yang dia pesan.


Tiba di sekolah Bintang Timur, terlihat Sinyo sedang berbicara dengan Armando.

__ADS_1


" Tuan Muda, ayo pulang, hari ini kita pindah rumah, Paman mu sudah dapat kontrakkan, jadi hati ini kita pindah, tapi rumahnya kecil, ada 2 orang pelayan juga yang ikut bersama kita", ucap Bibi pengasuh Sinyo.


" Oh tapi saya tidak punya uang menggaji kalian semua, ucap Sinyo.


" Tua Muda, jangan kuatir, kami akan menyekolahkan Tuan Muda hingga sukses, jangan sungkan-sungkan, bibi dan Paman sudah menganggap Tuan Sinyo sebagai anak kami sendiri", ucap bibi pengasuh.


" Terimakasih Bi, Sinyo pasti sekolah yang rajin dan pasti bisa selesaikan sekolah dengan baik", ucap Sinyo.


" Sinyo, ayo aku antar kamu pulang, dan sekalian bantu kalian pindahan, tenanglah, kalian sudah siapkan tempat oleh kakakku, tapi rumahannya sidang di renovasi, jadi tinggalah di kontrakan untuk sementara, paling sebulan lagi selesai, untuk bibi tolong jaga kawan saya, hanya sebulan ini kalian akan kesulitan, dan ambil cek ini cukup untuk biaya hidup kalian selama sebulan, ujar Armando sambil memberikan cek 100 juta.


" Tuan Muda Armando ini banyak sekali, ucap Bibi pengasuh Sinyo.


" Ambilah tidak apa-apa, nanti besok sekalian belanja baju baru buat Sinyo, katanya dia tidak akan membawa baju bekas kakaknya, jadi pakailah uang itu untuk beli baju, kalau seragam, besok juga sudah ada", ucap Armando.


Armando mengirim pesan ke Ranti dan melaporkan kondisi Sinyo, Ranti menjawab, bahwa rumah untuk Sinyo masih di renovasi, jadi tinggalah dulu di kontrakkan, soal Ruko juga sementara renovasi.


Armando mengantar Sinyo ke rumahnya, begitu sampai dirumah Sinyo, terlihat kedua orangtuanya dan kakaknya Sinyo sedang berada di teras.


Sinyo, kita Tunggu mobil satu lagi, agar tidak bolak-balik, tak lama kemudian mobil Toyota Hiace milik SD Bintang Timur datang.


" Ayo bibi dan paman, angkat semua barang kalian dan jangan bawa milik keluarga ini, teriak Sinyo.


" Baik Tuan Muda, Ucap bibi pengasuh.


Armando dan Salma ikut membantu mengangkat barang-barang, bibi dan Paman pengasuh serta 2 pelayan, bersama dengan pak Jumono dan supir sekolah.


" Tuan dan nyonya besar serta tuan Muda Reno, terimakasih sudah mengijinkan saya tinggal rumah kalian, saya hanya membawa baju pemberian paman dan bibi saja, soal uang sekolah dari TK sampai mas 5, saya akan menggantinya, kalau uang jajan, yang 10 ribu perhari saat sekolah juga nanti saya ganti, dan mulai hari ini, saya Tidak akan pernah datang injak rumah ini, baik kalian sehat maupun sakit hingga kalian mati, sesengsara apapun saya, saya tidak akan mencari kalian, begitu juga kalian jika suatu saat kalian susah, ingatlah hari ini, dan ingatlah kalau kalian yang membuang saya", ucap Sinyo dan membungkuk menghormati orangtuanya untuk terakhir kali.


" Sudah pergilah, muak aku mendengar kata-katamu, ucap ayahnya.


" Anak sial pergilah, dan ingat omongan kamu bahwa kamu tidak akan mencari kami suatu saat, ucap Ibunya.


" Dan jangan gunakan nama kami selamanya", ucap Ayahnya.


" Tenanglah Tuan dan Nyonya, nama saya saja di sekolah tidak menggunakan nama kalian, jika saya punya uang maka saya akan mengganti nama saya secara keseluruhan", ucap Sinyo.


" Sinyo ayo berangkat, tak ada untungnya kamu berbicara dengan mereka, mereka itu orangtua biadab", Armando.


" Kurang ajar kamu bilang kami biadab, orangtua kamu yang biadab tidak mendidik kamu dengan baik", ucap ayahnya Sinyo.


" Hei Tuan, mulai besok perusahaan kamu, di larang mensuplai bahan k


ke proyek Paman Pribadi, silahkan telpon saja, saya Armando Putra yang melarang kamu", ucap Armando.


Pak Jumono, ayo berangkat", perintah Armando.


Tak lama berselang setelah Armando dan Sinyo Pergi, ayahnya Sinyo di telpon Pak Pribadi.

__ADS_1


__ADS_2