
Dengan Kecepatan 4000 km perjam, Ranti melesat di udara, menuju Merak, dan hanya butuh waktu 20 menit Ranti sudah tiba di Rumah Besar milik Aisyah.
Ranti masuk kamar Aisyah, dia duduk di tepi ranjang dan membelai rambut Aisyah yang sedang terlelap.
" Hiduplah dengan bahagia adikku, kakak akan lakukan apa saja agar kamu bahagia", batin Ranti.
" Kakak, Aisyah kangen, kapan kakak mau kesini, Aisyah di manja sama kakak", terdengar Aisyah mengigau.
Ranti tersenyum mendengar suara Aisyah mengigau, dan terasa airmata bahagia menetes dari mata lentik Ranti.
Sejam Ranti berdiam di kamar Aisyah, baru kemudian Ranti kembali ke Surabaya.
Setelah tiba di kamarnya, Ranti segera berbaring dan istirahat.
Kini sang fajar sudah menggantikan rembulan, dan nampak keceriaan di wajah seluruh saudara-saudaranya, apalagi mendengar celotehnya Ketty kepada Salma.
Hari ini adalah hari Minggu, dan tepat jam 9 pagi, Leonita datang bersama dengan seorang gadis yang masih muda, tapi sudah hamil 6 bulan
Mereka berbincang-bincang, hingga wanita itu kembali bersemangat, apalagi Ranti menjanjikan pekerjaan.
Ranti yang merasa iba dengan temannya Leonita, menambahkan uang sebesar 15 Milyar lagi dan membelikan Rumah serta mobil dan juga mobil, tak lupa juga Ranti memberikan uang 5 milyar lagi untuk biaya hidup dan menyuruhnya agar uang 30 Milyar darinya di tabung Deposito Berjangka saja.
Betapa senangnya gadis itu, sambil menerima SIM dari Ranti.
Sejam kemudian Leonita dan temannya meninggalkan rumah Ranti.
Kemudian Ranti mengajak seluruh saudaranya untuk masuk ke kamarnya, dia juga memberitahukan kepada mereka, bahwa dia akan memberikan Pill Semesta dan menjelaskan manfaat Pill Semesta, seluruh saudaranya sangat senang mendengarnya.
* Tuan bawa saja saudara - saudara Tuan masuk ke Cincin Semesta, agar prosesnya tidak terlalu menyakitkan buat mereka", ucap Rose.
* Yang mereka tidak boleh datangi adalah Ruangan Dimensi Tuan, Karena itu hanya khusus keturunan Tuan", lanjut Rose.
" Rosemary bukan keturunan sedarah dengan saya", tanya Ranti.
* Nona Rosemary sudah diterima oleh Absolute Supreme Divine sebagai keturunan Tuan, makanan yang Rose berikan memiliki manfaat untuk pemurnian darahnya, dan saat dia berumur 1 tahun maka darahnya sebagian adalah sama dengan Tuan, dan jika ada yang memasukinya itu hanya dalam keadaan darurat, dan ingatannya akan di hapus permanen, setelah keluar dari Ruang Dimensi tersebut", Jawab Rose.
" Baiklah, aku mengerti maksudnya", jawab Ranti
* Tuan, Rose sudah buatkan 1 kolam yang berisi air Surgawi, dan 1 kolam lagi berisi campuran air surgawi dan 10 tetes Embun Pohon Kehidupan, biarkan mereka berendam di kolam itu saat selesai menelan Pill Semesta, dan terakhir rendamlah mereka di kolam kedua", ucap Rose.
" Bukalah seluruh pakaian kalian semua dan Pejamkan mata kalian semuanya, ucap Ranti.
Seluruh saudara Ranti tanpa membantah menelanjangi diri sendiri tanpa menyisakan apapun, Ranti juga melakukan hal yang sama, sambil membantu Salma, sedangkan Rindu membantu Armando.
Setelah semuanya sudah telanjang, mereka memejamkan matanya dan masuk ke Cincin Semesta milik Ranti.
Setelah masuk, mereka di suguhkan pemandangan yang indah, dengan sebuah rumah tipe sederhana tapi sangat mewah isinya.
Untuk Ketty sendiri, dia juga masuk ke dalam Cincin Semesta, tapi dia hanya akan di berikan Serum Regenerasi Fisik dan Jaringan Sel, namanya sama dengan Pill Regenerasi Fisik dan Jaringan Sel, tapi karena Ketty masih kecil, jadi Ranti mengekstrak Pill tersebut dan di jadikan Serum dan menambahkan Embun Pohon Kehidupan.
Tanpa ada rasa malu, sambil bertelanjang mereka berjalan menyusuri jalan setapak menuju ke kolam yang di buat oleh Rose.
" Kakak semuanya dan Salma serta Armando, berbaringlah dan tenangkan pikiran kalian, dan setelah saya bilang telan, maka telanlah Pill tersebut", ucap Ranti dan diikuti oleh seluruh saudara - saudaranya.
Sedangkan Ketty berada di tempat sendiri, dia masuk dalam bak air yang disediakan Rose, dan diisi air Surgawi, guna menahan Esensi dari Serum Regenerasi Fisik dan Jaringan Sel, agar Ketty tidak terlalu merasakan kesakitan.
Dalam sekejap seluruh tubuh saudaranya bergetar dan mulailah terdengar teriakan mereka , dan disaat yang sama, tulang-tulang mereka dihancurkan, Ranti sendiri yang melihat mereka hanya bisa pasrah.
* Tuan, semua ini demi masa depan mereka, jadi jangan kuatir, Rose merubah tulang mereka semua, untuk peningkatan fisik mereka yang nantinya akan berada di atas rata-rata manusia biasa, mereka akan mampu bertarung non stop selama 8 jam", ucap Rose yang tiba-tiba berbicara kepada Ranti.
" Terimakasih Rose", ucap Ranti.
* Sama-sama Tuan, semua juga demi Tuan, agar Tuan tidak terlalu memikirkan keselamatan mereka, percayalah, mereka tidak akan pernah mengalami sakit apapun, dan jika kulit mereka tergores bahkan terkena senjata tajam, maka mereka akan mengalami penyembuhan sendiri atau tubuh mereka mampu meregenerasi sel-sel nya, hingga mereka jauh dari kematian", ucap Rose.
" Terimakasih Rose atas kebaikanmu, saya berjanji akan selalu mengerjakan tugas dari Absolute Supreme Divine", jawab Ranti.
* Tugas Tuan, akan di mulai besok hari sesuai janji Tuan, yaitu saat Nona Salma dan Tuan Armando masuk sekolah maka anda akan melaksanakan tugas, untuk membangun Panti Asuhan di seluruh Indonesia", ucap Rose mengingatkan.
" Benar sekali Rose", aku Pasti akan mengerjakannya dengan ikhlas", jawab Ranti.
* Rose percaya Tuan akan melaksanakannya, Rekening untuk membangun Panti Asuhan di seluruh Indonesia akan aktif nanti malam pukul 00.00 WIB, dan waktu Tuan 2 Tahun, Ucap Rose.
" Baik Rose, saya akan kerahkan seluruh kemampuan untuk melaksanakan tugas dari Absolute Supreme Divine", ucap Ranti.
* Seluruh skill saudara Tuan akan berada pada Tingkat Kaisar level puncak, itu artinya mereka menjadi manusia tertinggi setelah Tuan, Ucap Rose.
" Saya tidak kuatir lagi, jika suatu saat saya pergi jauh dari mereka", sambung Ranti.
* Itulah tujuan utama dari keputusan kami, untuk memberikan mereka Pill Semesta.
* Tuan juga akan mengalami penyempurnaan dari semua kekuatan tuan yang sudah ada, malam nanti Tuan akan menerima seluruh menara kontrol di seluruh benua, dan 1 pusat kontrol utama di Lantai teratas Hotel The Queen of Diamond, beserta seluruh Timnya", ucap Rose.
" Lalu bagaimana dengan Ruang Kontrol di rumah Belanda? tanya Ranti.
* Itu digunakan untuk mengontrol wilayah negara Tuan dan seluruh aset Perusahaan Tuan.
__ADS_1
Suara teriakan dari seluruh saudaranya akhirnya berhenti, terlihatlah mereka bertambah tinggi dan fisiknya telah di perbarui.
" Kakak, bangunlah dan Berendamlah di kolam itu", perintah Ranti.
Dengan tubuh terbungkus cairan Hitam pekat, mereka masuk ke kolam, kemudian berendam.
Ranti juga ikut berendam sambil mengedarkan Elemen Api agar airnya hangat.
Setelah 30 menit berendam mereka pindah ke kolam kedua, disana mereka berendam 30 menit juga, mereka merasakan sensasi yang berbeda saat berendam di kolam kedua.
Dengan perubahan besar mereka keluar dari kolam, tanpa ada rasa malu sama sekali.
Setelah itu mereka mengambil baju ganti dari Cincin Ruang mereka dan memakainya, Ranti juga memberikan buah abadi kepada mereka lalu mereka duduk menikmati suasana di dalam Cincin Semesta milik Ranti.
" Dek, terasa ada peningkatan fisik dan kecerdasan serta kemampuan kami", ucap Darel.
" Baguslah, itu berarti kalian semua telah berhasil meningkatkan seluruh kemampuan yang ada, gunakanlah dengan baik, dan kini kalian bisa bertarung 8 jam nonstop, dan jika terkena luka sayatan, maka luka tersebut akan dengan cepat sembuh, kecuali kena organ penting seperti jantung", ucap Ranti.
" Ini rahasia keluarga kita, cukup kita yang tahu, dan tetaplah menghindari masalah yang ada", ucap Ranti.
" Baik Bontot, terimakasih sudah memberikan kami kemampuan untuk melindungi diri", ucap Vanya.
" Bontot sengaja memberikannya, karena kedepannya bontot akan lebih sering keluar untuk bekerja, tapi tetap usahakan malam akan berada dirumah", ucap Ranti sambil memandang kedua adiknya yang kini makin besar dan makin ganteng dan cantik.
" Salma sekarang makin mengerti kak, maafkan Salma dan kak Armando yang selama menghambat pekerjaan kakak", ucap Salma.
" Tidak apa-apa sayang, kalian berdua adalah sumber kebahagiaan kakak-kakak semua", ucap Ranti.
" Salma, Armando, jangan berpikir demikian, kalian umur masih kecil jadi wajar meminta perhatian lebih sama kami, terutama sama Ranti, kami sangat bahagia bersama kalian", ucap Vanya.
" Terimakasih kak", jawab mereka berdua.
" Nah gitu dong, jangan merasa bersalah seperti itu, saat kakak pergi dan tidak pulang pasti kakak akan bicara dengan kalian berdua dan kakak juga tidak akan menginap lebih dari 2 malam jika keluar kota, dan tidak akan lebih seminggu jika keluar negeri", ucap Ranti.
" Terimakasih kak, Salma hanya minta saat ada acara penting mohon kakak hadir itu saja", ucap Salma.
" Kalau itu mustahil kakak lewatkan, ucap Ranti.
" Rose tolong pindahkan Rosemary dan Noey dari Ruang Dimensi ke Cincin Semesta, apakah bisa ? tanya Ranti.
" Bisa Tuan, dan silahkan tuan mengenalkan Rosemary kepada mereka dan jelaskan statusnya, mereka pasti akan menerima dengan senang hati, apalagi Salma dan Armando.
Tapi Rosemary tidak bisa berada di luar Cincin Semesta atau Ruang Dimensi lebih dari 12 jam", ucap Rose.
* Sama-sama Tuan, Rose hanya ingin Tuan nyaman dalam menjalankan tugas, dan sebagai hadiah atas ketulusan Tuan menghargai Rose, maka Rose berikan Tuan, 1 hotel di Baki, dan segera akan di renovasi", ucap Rose.
" Terimakasih Rose",ucap Ranti.
" Dek, apakah suasana disini seperti ini? tanya Friska.
" Ia kak, waktu disini berbeda dengan dunia luar", jawab Ranti.
" Maaf Nona Muda, jika saya mengganggu", sapa Noey yang tiba-tiba keluar dari dalam rumah yang berada dalam Cincin Semesta, sambil menggendong Rosemary.
Sontak seluruh Saudaranya terkejut melihat seorang gadis bersama dengan seorang bayi perempuan.
" Noey, biar Rosemary saya gendong, tolong buatkan minuman buat kamu", perintah Ranti.
" Baik Nona Muda", jawab Noey.
" Kakak-kakak semua dan kedua adikku sayang, bayi ini namanya Rosemary Rianti, dia aku temukan sebulan yang lalu, dan sudah ku adopsi sebagai Putriku, namun dia belum bisa keluar dari sini, hingga saat berusia 1 tahun, maafkan Bontot yang tidak memberitahukan kepada kalian terlebih dahulu", ucap Ranti.
" Kakak, berarti Salma dan kak Armando ketambahan keponakan dong", jawab Salma tiba-tiba.
" Ia sayang, kakak ingin Salma dan Armando mau membantu Kakak merawatnya", ucap Ranti.
" Kami semuanya akan merawatnya, saat Rosemary keluar dari Cincin Ruang ini, ucap Mereka.
" Dek, ijinkan kakak juga merawatnya, Ketty sangat ingin punya adik", ucap Dewi.
" Aunty, ijinkan Ketty juga menjaganya, biar Ketty ada teman main nantinya sama Aunty Salma dan Uncle Armando", ucap Ketty.
Tiba-tiba Ranti meneteskan airmata, dia sangat bahagia mendengar seluruh saudaranya, bahkan keponakan kesayangannya sangat ingin merawat anak angkatnya.
" Terimakasih atas perhatian kalian semua, dan sekali mohon maaf jika nanti bontot merepotkan Kakak-kakak dan adik-adikku serta Keponakan kebanggaanku", ucap Ranti.
" Kami justru bahagia, karena keluarga kita bertambah 1 orang", ucap Vanya.
" Nama panggilan Putri angkatku adalah Rory", ucap Ranti.
" Rory, mereka semua adalah Paman dan Bibimu, serta kakak sepupu", ucap Ranti kepada Rory, seolah Rosemary sudah mengerti.
Rosemary hanya tersenyum dan memandang seluruh saudara Ranti dengan senyum.
" Dek, jangan lupa beritahu kepada Ayah dan Bunda, agar mereka juga senang karena bertambah cucu", ucap Mercy.
__ADS_1
" Ia kak, kalian semuanya adalah saudaraku yang paling aku cintai dan ku sayangi", ucap Ranti terharu.
" Kita semua harus tetap saling mendukung dan saling menyayangi, karena itulah kekuatan keluarga kita", ucap Dewi sebagai kakak tertua.
" Ia kak, jawab mereka kompak".
Puas mereka berbincang-bincang, akhirnya merekapun keluar dari Cincin Semesta, dan langsung menuju ruang makan.
Nampak keceriaan di wajah mereka, apalagi saat ini penampilan mereka telah berubah, bahkan Salma dan Armando secara fisik sudah seperti anak remaja 16 tahun, dengan tinggi badang masing-masing 150 dan 155 cm, termasuk tinggi untuk usia 10 dsn 12 tahun.
Dengan kekuatan fisik mereka saat ini, bisa di katakan seluruh saudara Ranti memiliki kekuatan yang hebat.
Mereka melewati hari Minggu dengan suasana bahagia, mereka hanya keluar rumah saat mendatangi Mall Galaxy, untuk mencari kebutuhan Salma dan Armando serta Ketty.
" Dek, peralatan sekolah yang masih kurang apa? tanya Darel.
" Semuanya sudah ada, hanya mau beli sepatu saja, biar bisa ada gantinya saat sepatu basah", ucap Salma.
Selesai belanja sepatu sekolah untuk Salma dan Armando serta Ketty, mereka pun makan malam di Restoran Seafood.
Di Restoran itu Ranti bertemu dengan beberapa orang teman SMP sewaktu dia di Budi Luhur.
" Wah anak Panti Asuhan sudah bisa main ke Mall", ejek salah laki-laki teman sekelas Ranti di SMP.
" Wajarlah dia dan Kakak-kakaknya sesama di Panti Asuhan makan disini, anggaplah perbaikan gizi, dan itupun karena hadiah saat juara umum tingkat Nasional", sambung seorang gadis teman SMP Ranti di Budi Luhur.
" Hei anak panti, mana teman orang kaya kamu si Tiara.
" memangnya aku ibunya, tanya Tiara ke saya", ucap Ranti cuek.
" Uang hadiah saja, sudah belagak seperti orang kaya, dan asal kamu tahu, menyesal aku pernah sekelas dengan kamu", ucap Seorang Pria serombongan mantan sekelas Ranti.
Untung saja suasana hati Ranti lagi bahagia, jadi dia tidak peduli mantan teman sekelasnya mengejek Ranti.
" Tidak apa-apa uang hadiah Juara Nasional, tapi kalian masih berharap uang orang tua", jawab Ranti.
Andini dan bosnya hanya geleng-geleng kepala, melihat kebodohan mantan teman sekelas Ranti di SMP yang mengejek Ranti.
" Drone, hancurkan mobil mereka", perintah Ranti.
" Hahahaha, kami anak mereka jadi wajar kami menerima fasilitas dari orangtua kami", lanjut mereka.
" Baiklah, tapi apakah sekarang kalian masuk restoran ini mau makan atau hanya mau menghina saya", ujar Ranti.
" Yang pasti kami mau makan, bahkan kami sudah memesan menu terbaik dari restoran ini", ucap mereka.
Di antara mereka ada 2 orang yang duduk terpisah dari mereka, Ranti sangat tahu siapa mereka, mereka juga mantan sekelas dengan Ranti, dan dari tadi kedua orang itu hanya diam saja.
Ranti memindai kedua orang itu, dan ternyata kedua orang itu, tidak mau mengganggu Ranti karena mereka berdua sudah tau siapa Ranti, dan memang kedua orang itu sudah lama berhenti membully orang, sejak kedua orang tua mereka mendapatkan proyek di perusahaan Ranti, masing-masing orang tua mereka dengan tegas melarang mereka untuk menghina siapapun, bahkan kedua orang itu terkucil dari kelompok mereka.
" Aplikasi Mata Dewa, kuras uang tabungan, mereka yang menghina saya, dan retas handphone mereka, serta blokir semua kartu mereka", perintah Ranti.
" Baik Tuan", jawab aplikasi Mata Dewa.
Setelah makanan mereka di hidangkan, mereka tersenyum mengejek kepada Ranti.
" Ranti, ini yang namanya makanan mewah, tapi syukurlah kamu bisa menikmati makan di restoran ini, walau hanya menu biasa saja", lanjut ejek mereka.
" Dek kenapa kamu tidak menghajar mereka", ucap Darel.
" Biarkan saja, lihat saja nanti, akan ada pertunjukkan yang bagus", jawab Ranti.
" Baiklah", jawab Darel.
Sejam kemudian terjadi juga omongan Ranti, ketika para mantan teman sekelasnya hendak membayar makanan, seluruh kartu pemberian orangtua mereka sudah terblokir.
Nampak keempat orang itu kebingungan, sementara kedua orang yang hanya diam, masih santai duduk menikmati makanannya, Ranti memang tidak menggangu kedua orang itu.
" Kakak kasir, kenapa orang-orang ini", tanya Salma yang disuruh Ranti membayar makanan pesanan Ranti dan saudara-saudaranya.
" Itu Nona Muda, mereka tidak tidak punya uang untuk membayar makanan mereka", jawab kasir itu, yang sudah sangat mengenal Salma.
" Wah, bukannya kalian tadi menghina kakak saya, ternyata mulut saja yang banyak bicara, tapi dompet kosong", ejek Ranti.
" Kamu anak kecil, berani kamu mengejek kami, ucap salah satu dari mereka.
" Siapa yang mengejek kalian, kan memang benar saat ini kalian tidak punya uang untuk membayar makanan, dan tadi kalian menghina kak Ranti, jadi apa yang salah dengan omonganku, hai anak orang kaya", sahut Salma.
" Kakak kasir, suruh saja mereka cuci piring dan mengepel lantai selama 3 jam", ucap Salma.
" Hahahaha, kamu pikir kami tak sanggup membayar makanan kami", sombong mereka.
" Ya sudah silahkan bayar, jangan omong", tegas Salma.
" Tuan Muda, semua kartu anda dan teman-teman anda tidak bisa melakukan pembayaran, totalnya kalian berempat 1,3 juta", ulang sang kasir.
__ADS_1