
" Saya hubungi orang imigrasi dulu, kita tanya biaya buat paspor", ujar Ranti sambil menelpon
" Halo, apa benar ini dengan pak Sebastian ", tanya Ranti.
" Benar sekali Nona Ranti, ada yang bisa saya bantu", ujar Pak Sebastian.
" Saya dan teman-teman selesai UN, ingin ke Singapura, tapi ada beberapa teman saya belum punya paspor, bisa bapak tolong saya dan biayanya berapa?" tanya Ranti.
" Suruh siapkan berkas - bekasnya, nanti saya kirim syaratnya, jika lengkap suruh antar saja, 1 hari selesai, harga 1 juta", ucap pak Sebastian.
" Baiklah, nanti saya telpon lagi", ujar Ranti.
" Bagaimana teman-teman apa kalian setuju kita Singapura, ucap Gilang
" Kami setuju, ujar yang lainnya".
" Oke, sekarang siapkan dokumennya syaratnya sudah ku kirim di group kelas, soal ongkos pembuatan paspor nanti aku yang bayar, dan di sana nanti aku berikan kalian perorang 20 ribu dollar Singapura", ujar Ranti.
Ranti tau beberapa temannya tidak memiliki uang untuk jajan di Singapura nanti, jadi dia putuskan untuk memberikan mereka uang jajan 20 ribu dollar Singapura.
Akhirnya terdengar bel tanda Jam pulang sekolah, Ranti pamit ke Rindu karena ada urusan.
Ranti melajukan mobilnya ke arah rumah Husna, sedangkan Husna dan Ibunya sudah menunggu, Husna juga ingin bertanya soal penambahan 62 milyar di rekeningnya.
Sejam kemudian Ranti tiba di rumah Husna dan langsung mengajak mereka berdua berangkat menuju ke rumah yang akan Ranti, Disana pak Sumadi bersama pemilik rumah sudah menunggu.
Tiba di sana, mereka bertiga di sambut oleh Pak Sumadi dan pemilik rumah.
" Selamat sore, perkenalkan saya Ranti, dan ini adalah Bu Atika serta putrinya Husna", sapa Ranti memperkenalkan dirinya.
" Saya Yos, Pemilik sah rumah rumah ini, jadi bagaimana Nona Ranti, apakah kita akan melanjutkan proses jual belinya ? tanya Pemilik Rumah.
" Ya, kita lanjutkan, tapi bukan saya yang akan menempati rumah ini, tapi Bu Atika dan putrinya, ujar Ranti.
Hampir dua Jam mereka melakukan proses jual beli dan akhirnya selesai, kemudian Ranti kembali menuju rumah, dirumahnya sudah datang beberapa ibu-ibu yang hendak membantu membagikan makanan kepada semua tetangga terdekat.
tak menunggu lama, Ranti pun kembali ke rumahnya.
Sementara di lain pihak, di keluarga Soetomo, mereka sedang kebingungan akan kehilangan uang yang cukup besar, untuk ukuran keluarga menengah seperti mereka.
" Ayah, tadi ada orang yang mengaku-ngaku sebagai pemilik sah dari Hotel Jasmine, mengatakan bahwa, seminggu lagi mereka akan datang untuk mengambil alih hotel itu", ujar Putra tertua kakak dari Sarinah Soetomo.
" Biarkan saja mereka datang, mereka tidak bakalan menang menghadapi kita, paling yang datang si Atika', ujar kakak laki-laki Sarinah Soetomo.
Mereka menanggapi santai telpon dari Tim Rose, sebenarnya Tim Rose hanya membuat shock terapi saja, sedangkan bagaimana cara mengambil alih hotel itu, Rose hanya memberikan bantuan pengacara saja.
Sementara dirumah Husna, dia dan Atika sedang merenung setelah melihat semua peninggalan Ibunya yang dia ambil dari safety box, harta dari ibunya sangat banyak menurut dia.
Dalam safety box terdapat beberapa dokumen kepemilikan saham di beberapa perusahaan besar yang setiap tahun mengirim dividennya ke rekening atas nama Sarinah Soetomo, dan sudah tertulis nama ahli waris.
Terdapat juga 2 buku Rekening, yang juga sudah terdapat surat kuasa dan surat wasiat ahli warisnya, dan sebuah kotak berisi beberapa perhiasan ibunya, termasuk cincin pernikahan kedua orang tuanya, dan foto satu persatu keluarga Soetomo.
Untuk uang setelah di total berjumlah 400 milyar, untuk rekening yang menerima seluruh dividen, sedangkan 2 rekening lagi adalah rekening Deposito Berjangka otomatis, total keduanya sudah mencapai 1 triliun.
Pihak Bank sudah mengklarifikasi dan verifikasi data, dan menyatakan bahwa Jasmine Husna Patty adalah sah, yang di buktikan dengan akta kelahiran Husna dan Kartu keluarga sewaktu kedua orangtuanya masih hidup.
Bahkan ada satu rekening khusus wasiatnya untuk Atika dan selembar surat sebagai ucapan terimakasih dari Sarinah Soetomo kepada Atika, rekening yang berjumlah 200 milyar itu, membuat Atika menangis, mengingat kebaikan Sarinah Soetomo, sewaktu Atika masih menjadi pengasuh Husna.
" Bunda jangan menangis, Husna bersyukur, Bunda sudah menjadi ibu terbaik buat Husna, Bunda Sarinah tidak salah memilih Bunda pengganti untukku, Bunda selamanya akan tetap menjadi bundaku", ujar Husna.
" Terimakasih Nak, Bunda bahagia karena saat ini, kamu sudah mendapatkan apa yang dulu kita tidak miliki, Bunda hanya ingatkan, jadilah Jasmine Husna Patty yang rendah hati dan tidak serakah, dengan begitu, baik Bunda maupun almarhum kedua orangtua kandung mu ajan sangat bangga kepadamu, hanya itu saja permintaan Bundamu ini", ujar Atika.
" Pasti Bunda, aku memiliki 2 Bunda yang hebat sebagai contoh dan satu ayah yang juga hebat, kuat dan menyayangi kita bertiga, benar gak Bunda", ujar Husna.
" Kamu tau sendiri ayahmu, dia tidak pernah membentak Bundamu Sarinah dan juga bundamu ini, ayahmu orang baik, makanya bunda juga sangat mencintai Ayahmu, walau awalnya di jodohkan oleh Bundamu, tapi ternyata Ayahmu sangat setia pada Bundamu Sarinah, walau dia juga mencintai Bunda, tapi bunda sadar bahwa Ayahmu jika bukan Bundamu tidak menjodohkan nya dengan bundamu ini, barangkali Ayahmu tidak akan menikah lagi", ujar Atika.
" Bunda sangat hebat, Husna sangat bangga dengan kalian bertiga, jangan bersedih lagi, kasihan Bunda Sarinah yang melihat kita dari surga, kalau kita bersedih, ujar Husna sambil memeluk Atika.
Atika begitu bahagia, pengorbanan nya yang tidak ingin mempunyai anak kandung tidak sia-sia, kasih sayang dan ketulusannya mendapatkan jawaban yang Indah dari Jasmine Husna yang juga sangat menyayanginya.
Kembali ke Ranti.
Saat ini Ranti sedang makan malam bersama saudara-saudaranya, dengan penuh keceriaan.
" Kakak, apakah para preman itu sudah dimasukkan penjara sama Polisi itu ? tanya Salma.
" Sudah sayang, hati ini kalian berdua sangatlah hebat, lihat tu kak Rindu begitu memanjakan kalian berdua karena telah membantunya menghajar para penjahat", ujar Ranti.
" Dek, kok bisa mereka menyerang sekolah kita", tanya Mercy
" Biasalah, mereka ingin menguasai area itu, jadi kita harus menyetor uang keamanan kepada mereka, bahkan polisi juga ada yang mendukung mereka, tapi sudah beres semuanya", Ujar Ranti.
" Maafkan kami ya hari ini tidak bisa membantu kalian", ujar Friska
" Gak apa-apa kak, toh kalian juga tidak tahu kejadiannya", ujar Ranti.
" Salma nanti tanganmu diolesi salep, juga kamu Armando, tangan kalian masih lebam akibat menangkis serangan penjahat", ujar Dewi.
__ADS_1
" Ia kak", ujar mereka berdua.
" Dek,mulai malam ini dewa nginap disini , ujar Dewi.
" Tidak apa-apa", ujar Ranti.
" Terimakasih Nona Ranti, ujar Dewa".
" Terus Adik kak Dewi yang satu lagi tinggal dimana", tanya Ranti.
" Dia lagi KKN yang juga di kampung kami, makanya ibu pulang untuk membersihkan rumah buat teman-teman adikku nginap disana", ujar Dewi.
" Oh gitu rupanya, tapi jangan sampai ibu kecapean disana, besok suruh pembantu kak Dewi 1 orang menyusul, suruh sopir kantor mengantarnya, ada-ada saja kak Dewi ini, masa ibu kesana untuk membantu adikmu KKN, nanti sakit gimana?" ujar Ranti protes.
" Ia dek, nanti kakak suruh 1 orang kekampung untuk menemani ibu selama disana", ujar Dewi bahagia.
" Nah gitu baru benar, Uda ibu sudah tua, di biarkan pergi sendirian, ujar Ranti masih sewot.
" Ia, kakak minta maaf ya, terimakasih perhatiannya terhadap Ibuku", ujar Dewi.
" Ya, tapi lain kali jangan biarkan ibu jalan jauh sendiri, apalagi hanya naik bus, kedepannya suruh sopir yang mengantar ibu jika ingin lihat kampung halaman", ujar Ranti.
" Armando, Salma sini sayang, mari kakak oleskan salep dulu, mumpung Ketty lagi di gendong Ranti", ujar Dewi.
" Kak, Ketty sudah semakin besar, sudah 4 tahun, berarti tahun ini bisa masuk play group, ujar Armando.
" Ia sayang, ponakan kalian makin besar, biar dia juga bisa ke sekolah dengan Paman dan Bibi nya, ujar Dewi.
" Hehehehe, nanti ku ajak Ketty kenalan dengan Paman Ndut di Mall Galaxy, ujar Salma.
" Kamu itu, sedikit-sedikit paman Ndut, ujar Dewi
" Hehehehe, karena Paman Ndut sangat menyayangiku, makanya Ketty akan ku kenalkan dengannya", ujar Salma.
Tak terasa sudah Pagi, mereka berangkat sekolah seperti biasanya, suasana di sekolah terlihat berbeda, di gerbang terlihat beberapa Security tambahan, mereka dari Tim Keamanan Awal yang dikirim Pak Sumadi.
Tak lama kemudian, 3 mobil Polisi datang untuk ikut berjaga, tapi Tim Keamanan Awal tidak terlalu respek dengan mereka.
Bahkan para wali murid sangat tidak menghargai kehadiran petugas polisi, para anggota polisi itu hanya bisa terdiam.
Ketika Ranti tiba, semua Tim Keamanan Awal berdiri tegak dan menyapa Ranti dengan sopan.
" Selamat Pagi Nona Muda, kami di kirim pak Sumadi untuk membantu Security sekolah, SD, SMP dan SMA",ujar salah satu anggota Tim Keamanan Awal.
" Baiklah, nanti kalau mau ngopi atau makan, datang saja ke Kantin, dan tulis dalam tagihan saya", ujar Ranti.
" Baik Nona Muda, terimakasih ", ujar mereka serentak.
" Baiklah, dan terimakasih sudah datang ke sekolah saya, ujar Ranti.
Jam pelajaran berjalan dengan baik dari pagi hingga jam istirahat, Ranti melihat suasana yang berbeda di seberang jalan, dengan mata semesta dia memindai puluhan Pria yang duduk di sebuah warung makan depan sekolah.
Ternyata mereka adalah preman yang berbeda dari yang kemari.
Mereka ingin memanfaatkan situasi kesibukan para polisi yang sedang di pindahkan, dan lebih parah lagi mereka mengintai para murid perempuan.
" aplikasi Mata Dewa cari pemimpin para preman yang berada di warung makan itu", perintah Ranti.
"Baik Tuan", balas aplikasi Mata Dewa.
Ranti segera mengontrol pikiran penjual makanan, dan memerintahkannya untuk segera menutup warung makannya.
Dalam sekejap pemilik warung makan menutup warungnya, tapi para preman itu tidak beranjak dari situ.
Ranti pergi ke toilet dan mengaktifkan Armor Ultimate Assassin Mode Stealth, dan berpindah ke warung makan itu.
Ranti mengaktifkan Array Pelindung Ilusi dan memblokir suara dan bunyi-bunyian, kemudian Ranti menonaktifkan mode Stealth nya, hingga para preman terkejut melihat Ranti dengan stelan Armor Ultimate dengan warna keemasan dan sayap berwarna Ungu, ditangannya menggenggam sepasang pedang Yin dan Yang.
" Aplikasi Mata Dewa, retas semua handphone mereka dan blokir seluruh jaringan internet di area ini
" Siapa kamu, disini bukan tempat pertunjukan Cosplay, dan mengemis disini", Bentak salah satu Preman.
" Hahahaha, saya memang ingin membuat pertunjukan dan pemainnya adalah kalian dan saya, ujar Ranti.
" Pergi sana mengganggu saja", usir salah satu preman dan ingin mendorong Ranti.
Namun saat tangan laki-laki itu hendak menyentuhnya, Ranti langsung menebasnya tanpa ampun.
Sontak tindakan Ranti yang menebas teman mereka terkejut melihat tangan kawan mereka putus dan bahkan tidak mengeluarkan Darah, sedangkan tubuh kawan mereka langsung menghitam dan hangus terbakar.
" Siapa bos kalian, dan kenapa kalian ingin mengganggu sekolah ini?" Tanya Ranti.
" Hahahaha, kamu belum pantas berhadapan dengan Bos kami, dan Kenapa kamu berpakaian seperti film animasi Jepang", ujar salah satu Preman dengan bodohnya.
" Hahahaha, dasar bodoh, saya tanya siapa bos kalian dan dimana dia sekarang", bentak Ranti.
" Langkahi kami dulu baru kamu bisa bertemu dengan bos kami", ujarnya sombong.
__ADS_1
" Baiklah, berarti kalian ingin bernasib sama dengan dengan teman kalian yang sudah jadi abu", tekan Ranti.
Para preman yang lain sudah Mulai mundur dan ingin melarikan diri, tapi sayang mereka tidak bisa keluar.
" Kalian mau kemana, aku pastikan seluruh Kepala Kalian sampai ke tangan Bos kalian, jangan kuatir", ujar Ranti.
" jangan harap kamu bisa menemukan Bos kami", ujar mereka.
" Hahahaha, sangat loyal juga rupanya, tapi sayang sekali, seluruh Data bos kalian sudah berada di tangan saya, lihatlah ini siapa, dia sedang asyik dengan wanitanya.
" Drone bakar orang itu, agar bawahannya bisa melihatnya", perintah Ranti.
" Kalian lihat saja bagaimana kematian bos kalian, berarti saya tidak akan menyisakan kepala kalian", ujar Ranti.
Selesai Ranti berbicara, mereka melihat layar handphone Ranti yang menampilkan bos mereka berteriak kesakitan, tubuhnya sudah mulai memerah, si wanitanya langsung kabur dan keluar dari rumah sang bos.
Akhirnya tubuh sang bos mulai terbakar, para preman yang menonton, sudah gemetaran ketakutan, mereka berlarian berusaha menerobos Pergi, tapi tetap tidak bisa, Ranti sekarang sangat kejam kepada penjahat seperti mereka.
Ranti, menembakkan jarum Black Soul bagi yang mencoba menerobos keluar.
" Aplikasi Mata Dewa, ambil semua uang milik bos itu, jangan sisakan sepeserpun.
" Drone, bakar semua preman yang berjaga dirumah itu, dan cari semua barang berharga disitu", perintah Ranti.
" Tolong ampuni kami, bos kami bekerja sama dengan oknum Polisi yang tersinggung di usir dari wilayah sini, kami di suruh buat keributan di sepanjang wilayah ini agar masyarakat menuntut sekolah ini", ujar preman itu dengan ketakutan.
" Siapa nama Polis itu, apakah hanya dia saja atau ada orang lain lagi?" tanya Ranti.
" Ada 2 orang lain lagi, mereka bandar judi dan Narkoba, mereka merasa terintimidasi jika seluruh anggota Polsek di ganti, yang otomatis akan mengganggu perdagangan mereka", ujarnya.
" Baiklah, apa permintaan terakhir kamu?" tanya Ranti.
" Tolong berikan ATM ini buat istri saya, agar dia bisa hidup dengan baik, dan sampaikan maafku padanya yang tidak bisa menemaninya melahirkan anak pertama kami", ujar seorang preman yang menyerah.
" Kalau kalian, apa permintaan terakhir kalian?" tanya Ranti.
" Tidak ada, tapi jika kami di bebaskan, kami akan mengikuti mu", ujar mereka.
" Saya bukan preman dan juga bukan pemimpin mafia, saya adalah hakim bagi orang-orang seperti kalian", tegas Ranti.
" Silahkan saja kalau memang kamu ingin membunuh kami", ujar mereka pasrah.
" Kalau masih ingin hidup, telan Pill ini sekarang, ujar Ranti sambil memberikan Pill pengikat jiwa.
Dengan cepat mereka menelannya tanpa pikir panjang, dan beberapa detik kemudian mereka merasakan hangat dalam tubuh mereka.
" Pill apa yang kamu berikan kepada kami?" tanya mereka.
" Itu namanya Pill Pengikat Jiwa, efeknya akan timbul saat kalian akan berkhianat pada saya dan juga saat kalian berpikir akan melakukan kejahatan, saat itulah tubuh kalian akan hancur.
" Hahahaha, kamu ingin membohongi kami, Pill seperti ini hanya ada dalam cerita dongeng", salah seorang preman
" Cobalah memikirkan kejahatan yang akan kamu buat, atau coba kamu tikam saya sekarang", tantang Ranti.
Saat Preman itu akan menikam Ranti saat itu juga seluruh tubuhnya terasa seperti ribuan jarum panas yang menusuknya.
" Ampun.. ampun saya berjanji mulai hari ini akan jadi orang baik", teriak preman itu.
" Baiklah saya ampuni kali ini, tapi tidak lain kali, efeknya buka hanya kepada saya, tapi siapapun yang akan kalian ganggu, maka kalian yang akan mati.
" Baiklah, kami bersimpuh akan menjadi orang baik-baik", mereka sambil berlutut.
Ranti segera menghapus ingatan mereka yang melihat wajah Ranti, dan ingatan saat Ranti membakar teman mereka serta masalah kematian bos mereka.
Selesai itu Ranti kembali mengaktifkan Mode Stealth, hingga para preman itu terkejut, Ranti juga mengatur saraf mereka agar ingat pesannya selalu, lalu dia meninggalkan mereka.
Para preman terlihat seperti orang bingung berada di lokasi itu, akhirnya mereka pulang kerumahnya masing-masing.
" Tuan, harta bos itu sebesar 10 milyar, Dia punya istri yang sudah di ceraikan dan memiliki anak 2, lapor Aplikasi Mata Dewa.
" Baiklah, Atur semua dokumen aset milik bos itu dan berikan kepada istrinya.
" Baik Tuan", singkat aplikasi Mata Dewa.
" Rose Tolong nanti, seluruh dokumen aset dari bos preman itu, kirim ke rumah mantan istrinya, dan seluruh aset itu harus atas nama Anaknya", perintah Ranti.
" Baik Tuan", ujar Rose.
" Transfer 200 juta untuk pemilik warung ini, dan 300 juta untuk setiap preman yang barusan ku bebaskan dan sisanya berikan ke ahli waris", perintah Ranti.
" Baik Tuan", lalu bagaimana dengan dalang dari masalah ini?" tanya Rose.
" Nanti malam akan ku selesaikan, jika bandar Narkoba membunuh generasi muda secara perlahan, maka aku juga akan melakukan hal yang sama kepadanya, sedangkan bandar Judi, akan miskinkan hingga dia melarat, sedangkan oknum Polisi itu, akan ku buat dia di pecat dan jadi gembel, toh dia belum beristri jadi aman", ujar Ranti.
" Baik Tuan", silahkan bergerak nanti malam, tapi saran Rose, yang bandar judi dan bandar Narkoba, arahkan Polisi untuk menangkap mereka, agar Kapolda teman Tuan bisa mendapatkan prestasi", ujar Rose.
" Benar juga, bahkan si polisi itu bisa di tangkap dan di pecat, rencana yang bagus", terimakasih sarannya Rose.
__ADS_1
" Sama-sama Tuan, Lain kali Tuan harus tenang dalam mengambil keputusan, Nasehat Rose
" Terimakasih sekali lagi", ujar Ranti.