
Seketika, Fridelis, istrinya, Frily dan Fernandi, adiknya Friska terkejut.
" Namanya Friska Olivia, giginya Gingsul dan lingkar pusarnya terdapat 2 tahi lalat, dia di bawa seorang wanita ke panti asuhan dengan alasan dia tidak sanggup menghidupi anaknya, dan orang saya sudah menemukannya, dia sekarang sudah menikah dan tinggal di Medan, bersama suaminya, namanya Sumarsih atau asih", ucap Ranti.
" Dek Ranti, nama putri ibu, Friska Olivia Thomas, nama pengasuhnya Sumarsih, tapi kami memanggilnya Asih", ucap Ibunya Friska sambil meneteskan airmata, dia yakin jika Friska yang Ranti sebut adalah putrinya.
" Ini fotonya, silahkan lihat saja, ini waktu kami masih kecil, saat itu, kak Vanya merayakan ulangtahun saya, dan hanya foto satu-satunya saat kami masih kecil, yang ini foto waktu saya lulus SMP dengan predikat terbaik se Jawa Timur, yang ini foto keluarga kami, saat pertama kali kami keluar dari Panti Asuhan, dan ini Foto terakhir kami, foto ini di ambil di Singapura hari Sabtu kemarin.
Sekarang kak Friska Kuliah di Universitas Erlangga Surabaya, bersama dengan kak Mercy", ucap Ranti.
" Boleh gak, dek Ranti menghubunginya, saya ingin mendengar suaranya, saya sangat ingat gaya bicaranya yang sedikit sudah bilang huruf R, walau tidak jelas", ucap Frily.
" Baiklah, tunggu sebentar, saya tanya dulu apa kakakku lagi sibuk atau tidak", ucap Ranti sambil menekan nomor WA Friska.
" Ada apa dek, kakak baru mau masuk kelas, ada kuliah dosennya galak, jadi kirim WA saja", jawab Friska.
" Baiklah", ucap Ranti sambil menutup telponnya.
" Ayah, bunda, itu suara adikku", ucap Frily sambil menangis.
" Ayah juga mendengarnya, tapi apakah dia masih mau menganggap kita keluarganya", ucap Fridelis pasrah.
" Paman, bibi dan kak Frily serta adik Fernandi, kakakku Friska pasti akan menerima kalian, kami hidup dan di besarkan dengan sangat baik oleh suster Diana serta kakak kami Vanya, jadi jangan berpikir yang tidak-tidak tentang kakakku.
" Kakak-kakakku semua, tidak ada yang sombong apalagi tidak menghormati orang tua, tenang saja. Saya justru memohon agar jangan mengambil kakak dari kami, kalian kapanpun bisa ke Surabaya untuk menjenguknya, atau kakakku pasti akan datang kesini saat dia tidak sibuk, hanya saja dia tetap tinggal dengan kami", ucap Ranti.
" Tidak apa-apa, asal dia mengakui kami keluarganya saja, itu sudah sangat baik dan kami sangat bersyukur", ucap Fridelis.
" Jangan berpikir terlalu banyak, kakakku tidak seperti yang kalian di TV, dia sangat baik hati dan rendah hati, aku di rawatnya dengan baik dan beri kasih sayang walau bukan adik kandungnya, ayah dan ibuku saja, sangat dia hormati", ucap Ranti yang agak tersinggung.
" Terimakasih dek, sudah jauh-jauh datang memberitahukan keadaan adik saya, titip salam saja, saat nanti kalian bertemu di rumah kalian, jika kakak sembuh, suatu saat kakak sendiri yang datang menjenguknya, tapi tunggu jika kami memiliki uang", ucap Frily.
' Jangan kuatir, hari ini juga kakak dan paman akan sembuh dari penyakit kalian.
" Bukalah baju kalian semua dan berbaringlah, setelah itu kalian telan Pill ini, Ranti memberikan Pill surgawi buat Frily dan ayahnya, sedangkan ibunya Friska dan adiknya hanya di berikan Pill Regenerasi Fisik.
Teriakan terus bergema hingga akhirnya berhenti seiring dengan tertidurnya mereka.
Lalu dengan Elemen Api, Ranti memanaskan air dan menyuruh keluarga Friska. agar segera berendam.
Setelah semua proses selesai, Ranti menyuruh Frily untuk membuka matanya, dan beberapa detik kemudian, pandangan Frily mulai terang, hingga akhirnya dia bisa melihat kedua orangtuanya, adiknya dan juga Ranti.
Begitu juga ayahnya Friska yang tadinya pincang kini sudah sembuh.
Dan juga penampilan mereka kini sudah sangat berbeda,
Kak Frily, biarkan saja suami jahat seperti itu, apalagi dia sudah menceraikan kakak, dan saya pastikan mantan suami dan keluarganya akan sangat menyesal", ucap Ranti, yang tau kalau sebenarnya Frily sudah pernah menikah dan hanya bertahan 4 bulan.
" Baik dek, saya akan membalas perlakuannya kepadaku, tapi tidak dengan kejahatan", ucap Frily.
* Tuan semuanya sudah beres, rumah beserta isinya, mobil, motor dan juga uang tabungan sudah siap", Ucap Rose.
" Terimakasih Rose ", jawab Ranti.
" Paman, bibi adik dan kak Frily, sekarang kalian berkemas saja, bawa dokumen penting saja, dan ikut saya ke tempat tinggal kalian yang baru di kota kecamatan, rumah kalian ini akan saya renovasi, agar kelak, jika kalian ingin datang ke kampung ini, kalian bisa nginap disini.
Tenang saja, semua biayanya saya yang tanggung, aku mau kakakku bahagia dan bangga dengan aku adiknya", ucap Ranti penuh semangat.
Ranti sangat tahu, Friska sosok kakak yang jarang bicara, beda dengan Mercy yang kayak emak - emak, karena sebelum Vanya keluar dari Panti, Vanya berpesan kepada Mercy agar menjaga semua adiknya, karena Darel sendirian pasti akan kerepotan.
" Berapa lama, nak Ranti sewa rumah disana? tanya Fridelis.
" Rumah itu, milik kalian, bahkan Kak Frily sudah ku belikan rumah sendiri, agar nanti tidak berebut dengan Fernandi.
__ADS_1
" Pak Fridelis, kalian mau kemana? tanya seorang gadis yang selalu membantu Frily jika kedua orangtuanya lagi bekerja.
" Mayu, kami mau pindah ke kecamatan, apa kamu mau ikut kami, toh kamu juga sudah tidak memiliki orangtua", ucap Fridelis.
" Hehehehe, emang boleh, Mayu berjanji akan rajin bekerja, agar tidak numpang gratis", ucap Mayu.
* Tuan, bantulah gadis itu, kasihan dia, orangtuanya sudah meninggal, hanya keluarga Nona Friska yang memperhatikannya, dia juga hanya tamat SMP, sekarang umurnya 17 tahun, Dia bisa membantu keluarga Nona Friska, tapi bukan sebagai pembantu atau pelayan", ucap Rose.
" Ya sudah, siapkan segala keperluannya, atur semuanya, nanti berikan skil bisnis, memasak dan juga komputer, berikan dia rumah, ruko, juga modal, berikan tabungan 5 triliun, modal usaha 1 triliun dan biaya sehari-hari 200 milyar, serta buatkan perusahaan catering, dan sediakan karyawan yang bagus, tolong semuanya beres dalam waktu 1 Minggu dari sekarang", perintah Ranti.
" Baik Tuan, hati anda sungguh sangat mulia, Rose akan tambah dengan skil beladiri tingkat master, juga tambahan uang 5 triliun.
Tuan tenang saja, seluruh pelayan anda di rumah juga akan Rose tambah uangnya, biar adil", ucap Rose.
" Kamu atur saja, saya mau pelayanku juga hidup berkecukupan, aku kadang berpikir, aku memberikan orang lain sangat banyak, tapi pelayanku sendiri kadang aku abai, terimakasih sudah mengingatkan aku, tolong tambahkan uang mereka", ucap Ranti.
" Tenang saja, semua bisa diatur, sekarang seluruh pelayan anda Rose tambahkan uang 5 triliun perorang, termasuk Sasha, Regina, Maureen dan juga Nuril Asisten Nona Aisyah, sedangkan pelayan di jogjakarta semuanya ketambahan 2 triliun termasuk pak Mul.
Pelayan di rumah pondok indah, juga sama dengan yang di Jogjakarta, sedangkan pelayan Darel dan Sonia di apartemen, Rose tambahkan 1 triliun", ucap Rose.
" Itu sudah cukup, jika nanti kamu tambahkan lagi, takutnya mereka pingsan, dan jangan lupa seluruh Direktur di perusahaan saya tambahkan 2 triliun, kecuali Rendi 10 triliun.
sedangkan para sahabatku, berikan saja 500 milyar, khusus Mora dan Sinyo, berikan dia 3 triliun, Livung dan Aldrin 500 milyar, ayahnya 1 triliun.
" Baik Tuan, Nayla, Anjeli, Delia, Anjas, Attila dan Karyono serta keluarga pak Budiono serta kakaknya Nayla, berikan saja 5 triliun, juga samakan dengan Tim Cirebon, untuk kepala peternakan, baik palu dan Garut juga sama 5 Triliun.
Sedangkan seluruh mantan teman sekelas, berikan mereka masing-masing, 500 milyar.
"Semua sudah di laksanakan, termasuk Anya dan Nirmala, mereka Rose berikan 4 triliun, Aluna juga 3 triliun.
" Hahahaha, pasti Aluna akan pingsan lagi, mohon Grace berikan juga, biarpun dia sudah kaya, Bara dan Tania serta Andini juga.
Selesai Ranti berbagi, selesai juga pak Fridelis dan keluarga berkemas.
" Paman, sebelum kita berangkat, pilihlah orang yang bisa menjaga rumah ini dan mengawas proses renovasi", ucap Ranti.
" Orangnya sebentar lagi datang, dia teman paman, sejak paman tiba di kampung ini, suami istri sangat baik dan jujur, mereka berdua PNS guru di desa ini, mereka hanya memiliki 2 anak kembar laki-laki dan perempuan, keduanya kuliah sambil kerja di Pontianak", ucap Fridelis.
" Selamat siang pak Fridelis, tadi Fernandi datang memanggil saya, katanya pak Fridelis mau menitipkan rumah, memangnya kalian mau kemana? tanya pak guru itu.
" Kami mau pindah ke kecamatan, jadi masih dekat juga dengan kampung kita ini, tapi mungkin kami akan jarang datang kesini, nanti ada orang yang akan datang merenovasi rumah ini dan juga rumah Mayu", ucap Fridelis.
" Oh begitu, ya sudah nanti saya akan jaga rumah kalian ini, tenang saja, semoga kamu sukses di tempat yang baru", ucap Pak guru.
" Pak guru, kenalkan saya Ranti Putri, keponakan pak Fridelis, jangan kuatir juga Soal anda menjaga rumah ini, karena hal itu tidak gratis, selesai rumah paman dan Mayu di renovasi, anda boleh tinggal sebentar di rumah ini, karena orang saya juga akan merenovasi rumah anda.
Tidak hanya itu saja, besok tunggu 2 unit mobil dan 4 unit Motor Nmax.
Untuk anda saya berikan 1 unit mobil Toyota Hilux Double Kabin, istri anda saya berikan Toyota Corolla Cross dan untuk kedua anakmu, saya berikan masing-masing 1 unit All New CHR Hybrid, serta motor 2 unit Nmax dan 2 unit X-Max.
Dan ini adalah biaya hari tua kalian, 2 ATM berisi 5 triliun untuk deposito berjangka, untuk biaya sehari-hari, 2 ATM ini berisikan 100 milyar, sedangkan untuk kedua anakmu, masing-masing saya berikan tabungan deposito berjangka 2,5 triliun, dan biaya sehari-hari sama dengan kalian", ucap Ranti.
" Waduh, ini banyak sekali Nona, saya tidak perlu di bayar, saya sudah menganggap keluarga pak Fridelis adalah keluarga saya, kami sama-sama pendatang di desa ini, ucap pak guru.
" Terimalah, saya tidak suka di tolak pemberian saya, dan besok pagi saya titipkan bantuan untuk seluruh warga desa ini, lewat paman saya, jadi kumpulkan saja mereka di balai desa, biar paman saya tidak capek membagikannya.
Anggaplah, bantuan saya, sebagai tanda terimakasih, karena telah menjaga Paman dan bibi saya, juga kak Frily dan adik Fernandi, ada berapa KK disini, tanya Ranti.
" Dikampung ini berjumlah 200 KK, sebagian besar petani dan pedagang pasar di kecamatan", jawab pak Guru.
" Baiklah, besok Tim saya akan membantu paman dan pak guru membagikannya, jika mereka bertanya uangnya darimana, katakan saja dari Keponakan pak Fridelis, yang tinggal di Surabaya", tegas Ranti.
" Baiklah, dan kalau tidak berlebihan, boleh kiranya Nona membantu merenovasi sekolah kami, dana dari pemerintah sangat sedikit, hingga masih ada ruangan kelas yang bocor, kami sudah mengajukan anggaran 500 juta, tapi yang cair hanya 150 juta saja", jawab Pak Guru.
__ADS_1
" Baiklah, selesai renovasi bapak, maka Tim saya, akan merenovasi semua ruangan kelas yang ada, sekalian membuat sumur dan membangun toilet, tugas bapak adalah melaporkannya ke dinas pendidikan setempat, dan ini ATM berjumlah 15 milyar, untuk pembelian peralatan sekolah, jika ada sisa, simpanlah sebagai dana talangan jika suatu saat ada kerusakan, dan yang itu harus bapak yang menyimpannya, telpon saya jika, jika ada yang macam-macam soal uang itu", tegas Ranti.
Selesai dengan pak Guru itu, Ranti beserta keluarga Friska dan juga Mayu, beranjak meninggalkan desa itu.
Banyak warga yang melihat mobil Ranti, sebelum beranjak, Ranti memanggil Tim Rose agar membawa 1 mobil lagi, karena mobil Ranti tidak cukup, jadilah saat ini 2 mobil itu meninggalkan kampung itu.
Pak Guru segera menelpon kedua anaknya agar segera pulang, apalagi Ranti sudah memberikan mereka Pill Regenerasi Fisik dan Jaringan Sel serta Pill Penambah Kecerdasan, juga SIM ajaib.
Kemudiannya pak Guru menuju ke Rumah pak Kades dan membicarakan perihal bantuan Ranti, hingga akhirnya Pak Kades memanggil seluruh perangkat desa dan membahas lebih lanjut.
Selesai membahasnya, Pak guru itu, memberikan masing-masing perangkat desa itu beserta pengurus yang lain, cek sebesar 2 milyar, serta besok tunggu kedatangan motor operasional.
Ranti juga meninggalkan catatan penggunaan dana abadi untuk desa itu, sebesar 2.5 triliun, yang harus di gunakan sesuai catatan, dan wajib membuat laporan dan di laporkan ke Fridelis.
Pak kades dan perangkat desa itu sangat gembira, karena mereka akan di gaji secara profesional, membantu masyarakat dalam hal kesehatan dan pendidikan, dana itu di perkirakan cukup membuat desa itu maju, dan seluruh anak-anak bisa sekolah hingga jenjang universitas.
Setelah menempuh perjalanan selama 1,5 jam, akhirnya mereka tiba di sebuah kompleks perumahan, yang menurut warga setempat, perumahan itu adalah yang termahal karena berada di antara kota Singkawang dan kota Pontianak.
Rumah terdiri dari 2 lantai dengan luas tanah 10 x 15 meter, Ranti membeli 2 unit untuk Fridelis, juga buat Frily, sedangkan Mayu di cluster sebelah dengan luas tanah 9 x 12.
Begitu tiba, mereka sudah di sambut 3 orang pelayan, dan langsung menyapa mereka, ke tiga pelayan itu berasal dari tempat yang sama dengan pelayan di rumah keluarga Mercy di Tomohon.
Mobil Land Cruiser, Mercedes Benz, Alphard, Toyota Corolla Cross serta 2 mobil sport, Aston Martin Vanquish untuk Frily sedangkan Fernandi Aston Martin DB 11, juga dia mendapatkan motor Kawasaki Ninja ZX 25 RR, juga mobil biasa yaitu Rubicon.
Mereka berkeliling dalam rumah, mereka terkagum dengan interior yang ada, di kamar mereka sudah lengkap dengan pakaian dan aksesoris.
Ranti memberikan keluarga Friska dan Mercy kurang lebih sama, Ranti takut tidak adil.
Frily dan Fernandi mendapatkan tabungan deposito berjangka dan biaya sehari-hari sama dengan Marco.
Reaksi mereka sama dengan kedua orangtuanya Mercy, kaget dan bingung, tapi tetap tenang dan tak membantah apapun.
" Fernandi, mulai tahun ini kamu harus lanjut sekolah, tidak apa-apa ketinggalan setahun, pokoknya jangan malu, buatlah kakakmu Friska bangga dengan kamu, dia itu sangat pintar, dari SD hingga Lulus SMA selalu juara kelas, dan namanya selalu masuk 5 besar di kotamadya Surabaya dan 3 besar di Provinsi Jawa Timur.
" Untuk kak Frily, belajarlah tentang bisnis, komputer dan apa saja, Pill yang kuberikan tadi akan membuat kakak lebih cerdas.
Dan ini juga, teteskan darah kalian agar bisa memiliki beberapa skil selain Menyetir kendaraan.
Dan benar saja setelah mereka meneteskan darahnya, badan terasa hangat dan kepala mereka teras pusing, beberapa skil tingkat master di berikan, setelah 1 menit akhirnya mereka kembali normal, Ranti memberikan air surgawi agar mereka segar kembali.
" Nak Ranti ini sangat hebat, berarti ibu bisa jalan-jalan sendiri dengan mobil yang di depan itu", ucap ibunya Friska bahagia.
" Ia Bi, saya hanya meminta, tolong jangan ambil kak Friska dari kami, dan tenang saja kakakku pasti akan sering kesini, tapi tidak menetap bersama kalian", ucap Ranti.
" Tidak apa-apa Nak, selama dia bisa hidup bahagia, paman dan bibi tidak akan mengambil Friska dari kalian, paman sadar bahwa kebahagiaan putra putri paman adalah nomor 1, artinya jika dia nyaman bersama kalian, untuk apa kami memaksakan dia tinggal bersama kami, kan sekarang kami punya uang, jadi kalau kangen, tinggal beli tiket dan berangkat ke Surabaya untuk menemuinya, begitu sebaliknya", ucap Fridelis bijak.
" Tahun depan, pesawat pribadi kakakku akan di kirim ke Surabaya, jadi kapan saja kalian mau ke Surabaya nanti pesawat kakakku akan datang menjemput kalian", ucap Ranti.
" Nak Ranti, seberapa kaya Putri Paman, apakah orangtuamu tidak rugi membiayai Putri paman hingga di belikan pesawat", ucap Fridelis.
" Semuanya uang saya, uang ayah dan bundaku, belum pernah aku menggunakannya, kak Friska saat ini memiliki uang rupiah 1.750 triliun, dalam bentuk deposito, 35 milyar US Dollar, 5 milyar Euro dan 10 triliun Yuan, untuk biaya sehari-hari, seluruh ATM mereka berisi lebih dari 50 triliun.
Harga pesawat hanya 1,5 triliun, dan biaya perawatan pertahun hanya 1 triliun, tidak akan menghabiskan pendapatan kakakku dalam setahun, bahkan sebulan", ucap Ranti.
" Ya ampun, ternyata Putriku sangat kaya, bahkan melebihi kekayaan orang-orang yang suka pamer di TV dan di aplikasi yang ada di internet", ucap Ibunya Friska.
" Hahahaha, tapi sayang kakakku itu sangatlah sederhana, apalagi jika dia ke supermarket miliknya, kadang hanya pakai sandal jepit, dan meminjam motor pelayan kami, banyak yang mengira dia dan kak Mercy adalah orang miskin", ucap Ranti.
" Kalau mobil, merek apa yang dia gunakan? sambung Fridelis.
" Ferarri la Ferarri seharga 22 milyar, Koenigseg Regera 26 milyar, sedangkan yang terbaru, Koenigseg Jesko seharga 52 milyar, belum BMW dan Mercedes Benz seperti milik saya", ucap Ranti
" Ya ampun, semua mobilnya milyaran, apa dia tidak punya mobil murah atau di bawah 1 milyar", tanya Fernandi.
__ADS_1
" Tidak ada, dia berangkat kuliah menggunakan mobil Mercedes seperti saya, atau BMW", jawab Ranti.